Mine Special Chapter

.

.

.

.

.

Disclaimer : Mereka milik Tuhan dan bebeb Changminie milik Cho

Cast : DBSK, SUJU, BTS DLL

Genre : Yaoi, crack pair, typos , membosankan, alur lambat

Rate : M #smirk

.

D.L.D.R yaaa... Ga tau singkatnya?

Don't Like, Don't Read. Ga tau artinya?

Ga Suka Ga Usah baca, simple kan?

.

.

.

.

.

.

~ Aku Kekasihmu, kan? ~

.

.

.

.

Jungkook mengerucutkan bibirnya sembari menatap layar ponselnya. Dia berguling - guling di atas tempat tidur dan kembali menatap layar ponselnya, sebal.

" Ugghh..."

Ceklek

" Sedang apa kau?" Tanya namja yang baru saja membuka pintu, Moonbin

" Menurutmu?"

Moonbin masuk ke dalam kamar dan berdiri disamping tempat tidur yang ditempati Jungkook.

" Labil" Sindir Moonbin

" Aku hanya sedang menunggu pesan dari hyungmu, Binnie ah"

" Dia kan sedang kerja kelompok Kookie ah"

" Menyebalkan! Aaakkkh!"

Jungkook menendang semua yang ada di atas tempat tidur hingga bantal dan gulingnya jatuh ke lantai.

" Ya! Paling tidak jangan buat tempat tidur hyungku berantakan! Kau tahu dia tidak suka hal itu bukan?!" Pekik Moonbin

" Ish"

Jungkook menghentikan gerakannya dan menatap sebal pada Moonbin. Dia memang sedang berada di dalam kamar sang kekasih, dia senang sekali menghabiskan waktu di kamar ini bahkan saat Changmin masih diluar negeri, Jungkook menginap di kamar ini.

Ber-video call di kamar ini, mengacak semua benda yang ada disini, pokoknya menghabiskan waktunya di kamar Changmin sepuasnya.

Ting!

Jungkook langsung mengambil ponselnya yang berbunyi, sebuah chat dari kekasihnya.

'From : Minnie hyung

Maaf Kukuk ah, hyung baru saja sampai kafe. Nama kafenya Little Cafe'

" Little cafe?" Gumam Jungkook, dia seperti pernah mendengar nama kafe itu

" Kenapa?" Tanya Moonbin

" Kau tahu Little cafe?"

" Eoh?"

Moonbin terdiam sejenak namun kemudian menganggukkan kepalanya ragu.

" Ayo ke sana" Ajak Moonbin

" Yakin Changmin hyung tidak salah kafe?"

" Kenapa?"

" Tidak"

" Ayo temani aku, sekalian aku akan buat review kafe yang baru aku datangi"

" Arasseo, mau ganti pakaian dulu?"

" Ya, temui aku lima belas menit lagi. Aku juga akan mengajak Jimin"

" Eh?"

" Kau tahu kan dia pasti kesepian karena Yoongi hyung berada diluar kota bertemu keluarga besarnya. Lagipula nanti kalau tidak diajak dia akan merajuk"

" Arasseo"

Jungkook tersenyum kemudian keluar dari kamar kekasihnya setelah mengambil jam tangan kekasihnya dan memakainya di tangannya sendiri.

Sedangkan Moonbin masih terdiam menatap pintu yang tertutup. Mengajak Jimin ya...

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Changmin mengulang penjelasan materinya kembali pada dua orang yeoja di depannya. Dua teman namja-nya sedang memesan dessert dan milk tea untuk mereka di kasir.

" Changmin ah, ini apa?" Tanya yeoja berambut panjang bernama Victoria atau yang lebih sering dipanggil Vic di kampus, dia menunjuk satu istilah yang ada dibuku

" Oh, ini..."

Kemudian Changmin menjelaskan dengan rinci apa yang ditanyakan oleh Victoria tanpa tahu bahwa yeoja itu malah memandanginya bukan fokus pada apa yang diajarkan Changmin.

" Lalu ini bagaimana oppa?"

Kini giliran Seohyun yang bertanya, yeoja berambut ikal sebahu itu juga menatap wajah Changmin dan membiarkan namja itu menjelaskan apa yang ditanyakannya barusan.

" Lihat kedua yeoja itu, aigo... Entah beruntung atau malah tidak beruntung kita satu kelompok dengan Changmin" Gumam namja yang sedang menunggu di depan kasir, Sungjae

" Iya, tapi bisa dibilang beruntung karena Changmin bisa menyelesaikan tugas dengan baik bukan? Kita harus banyak berterima kasih padanya" Ucap Eunkwang

Usai mendapatkan apa yang mereka pesan, kedua namja itu menghampiri ketiga teman kelompoknya dan memulai kerja kelompok mereka diselingi dengan memakan cake yang tadi sudah dibawakan Sungjae dan Eunkwang.

Changmin cukup kewalahan juga menghadapi seribu pertanyaan yang diajukan dua yeoja dalam kelompoknya itu, tapi dengan kesabaran yang luar biasa dia menjelaskan semuanya. Eommanya bilang, dia sabar menghadapi orang terutama orang seperti Victoria dan Seohyun yang tidak mengerti - mengerti (read : bodoh). Maaf...

Dan entah bagaimana Changmin menoleh kearah pintu masuk saat mendengar suara kekehan yang dia kenal. Padahal tempat duduknya dan pintu masuk sangatlah jauh dan kafe sedang dalam keadaan ramai, harusnya dia tidak bisa mendengar suara kekehan pelan itu. Tapi, nyatanya dia menoleh dan menaikkan salah satu alisnya saat melihat tiga namja yang dia kenal masuk kedalam kafe.

Tiga namja itu langsung menuju kasir, sedangkan Changmin yang akhirnya mengecek ponselnya. Apa kekasihnya itu kemari karena tahu dia disini? Apa kekasihnya itu membaca pesannya?

Changmin melihat tanda bahwa Jungkook sudah membaca pesannya namun namja itu tidak membalas pesannya. Apa namja itu kemari untuk bertemu dengannya? Changmin tersenyum tipis dengan pemikirannya tadi, jika pemikirannya benar maka kekasihnya sangat manis (menurutnya).

" Min? Changmin!" Panggil Victoria

" Omo! Wa-wae?"

" Kenapa kau melamun? Ini, aku sudah menyelesaikan bagianku. Tolong kau periksa" Ucap Victoria

" Ah, ne"

Changmin dengan fokus memeriksa apa yang sudah dikerjakan Victoria. Sedangkan tiga namja yang ada di depan kasir itu sudah menoleh saat yeoja berambut panjang itu memanggil Changmin. Dan sekarang Moonbin bisa merasakan aura gelap disampingnya.

Jungkook tengah menatap datar pada dua orang yeoja yang memandang Changmin penuh kekaguman. Jungkook tidak menyalahkan Changmin, kekasihnya itu begitu polos untuk mengetahui bahwa dua yeoja itu menyukainya. Hah... Mau jadi lawannya? Bermimpi saja!

" Ayo kita hampiri" Ajak Moonbin dan Jimin serta Jungkook mengangguk " Changmin hyung!"

Changmin yang merasa terpanggil langsung menoleh, tiga namja yang dia kenal itu tengah berjalan kearahnya. Changmin memberikan senyum manisnya sembari menatap Jungkook yang memandangnya datar.

" Ne! Binnie, Jiminie, Ku-" Ups... Hampir saja Changmin kelepasan memanggil nama panggilan Jungkook di depan publik " Jungkookie"

" Masih belajar hyung?" Tanya Moonbin

" Iya baru setengahnya selesai"

" Oh..."

" Siapa mereka Min?" Tanya seohyun, dia gemas melihat Jimin

" Oh, kenalkan mereka Moonbin, Jungkook dan Jimin"

" Annyeong!" Sapa Seohyun, Sungjae dan Eunkwang

" Annyeong, kau imut sekali!" Ucap Victoria

" Annyeonghasseo" Sapa ketiga namja di depannya kemudian membungkukkan tubuhnya, sopan yang utama apalagi di depan Changmin

" Moonbin mirip denganmu oppa" Ucap Seohyun

" Dia adikku, Jung Moonbin"

" Omo! Pantas saja mirip denganmu!" Pekik Seohyun

" Ne, tentu saja karena aku adik Changmin hyung" Jawab Moonbin kemudian tersenyum, tebar pesona sekalian

" Sedang apa kalian?" Tanya Changmin

" Aku sedang menemani dua uke kesepian" Jawab Moonbin

Changmin menaikkan salah satu alisnya, dia menatap Jungkook yang tidak menatapnya.

" Dua uke?" Victoria menaikkan salah satu alisnya kemudian menatap ketiga namja yang tengah berdiri itu

" Aku hanya melihat satu uke" Bisik Seohyun pada Victoria dan Victoria menganggukkan kepalanya

Dan bisikan itu mampu didengar oleh Jungkook, membuat dia melirik sadis dua yeoja itu dan membandingkan dirinya dengan yeoja itu.

'Bagusan juga aku' Batin Jungkook

" Masih lama?" Tanya Jungkook dengan nada datar

" Hum, hyung akan selesai satu jam lagi mungkin. Mau menunggu?" Changmin balik bertanya

" Tidak, kami mau melihat - lihat sekitar habis ini" Jawab Jungkook jutek

" Oh..." Changmin menjawab dengan nada sedikit kecewa karena Jungkook menolaknya

" Kau dekat sekali dengannya?" Ucap Sungjae, matanya menatap lekat pada Jungkook, dia merasa familiar dengan wajah Jungkook

" Ne, Jungkook adalah ke-"

" Awww!"

" Kyaaa~ Jimin ah, pipimu menggemaskan!"

Semua mata menatap Seohyun yang tengah mencubit kedua pipi Jimin sampai memerah dan mata Jimin berkaca - kaca sekarang.

" Aigo... Jangan begitu Seohyun ah, Jimin tidak menyukainya" Ucap Changmin

" Hyung~"

Jimin mendekati Changmin dan Changmin dengan senang hati mengelus pipi namja itu yang memerah.

" Ckckckck, kalian seperti sepasang kekasih" Ucap Eunkwang

" Dia bahkan sudah bertunangan sejak usianya dua belas tahun" Ucap Changmin dan membuat keempat temannya menatap kaget ke arah Jimin

" Wajar sih, Jimin imut jadi pasti banyak yang mau dengannya" Puji Seohyun

" Ayo, duduk" Ucap Jungkook tanpa permisi dan berjalan menjauhi Changmin

Berbeda dengan Moonbin dan Jimin yang membungkukkan tubuhnya sopan kemudian menyusul Jungkook yang duduk agak jauh dari tempat Changmin.

" Apa kelakuan Jungkook memang seperti itu Min?" Tanya Victoria dengan suara pelan takut Jungkook mendengarnya

" Maksudnya?"

" Tidak sopan"

" Oh... Dia memang seperti itu jika sedang marah. Biasanya tidak kok" Jelas Changmin

" Lalu tadi adikmu bilang dia sedang menemani dua uke kesepian oppa... Tapi kami lihat hanya ada satu uke, Jimin kan?" Tanya Seohyun

" Dua" Jawab Changmin

" Adikmu uke?" Tebak Victoria

" Tidak, Jimin dan Jungkook yang uke"

" EH?"

" MWO?!"

Wajar saja tidak ada yang menyangka Jungkook uke, dia sangat swag memakai kaos hitam, celana jeans warna serupa dan snapback hitam juga.

" Dia uke?" Tanya seohyun memastikan dan Changmin mengangguk

" Tidak ada manis - manisnya"

" Ugh?"

Changmin mengerutkan keningnya, tidak ada manis - manisnya? Dalam kepala Changmin justru Jungkook-lah yang paling manis melebihi gula sekalipun!

" Dia manis kok" Ucap Changmin jujur

" Yakin dia uke? Memang sudah pernah berpacaran? Aku tidak yakin ada yang berani mendekatinya" Ucap Victoria

" Ada kok, dia manis dan punya banyak fans di sekolahnya"

" Hah? Aigo... Anak zaman sekarang sukanya yang aneh - aneh"

Changmin hanya tersenyum menanggapi kedua yeoja yang rasa ingin tahunya cukup tinggi itu. Dia sih masa bodo, karena dia tahu bahwa Jungkook memang sangat manis dan menggemaskan!

Sementara itu respon yang berbeda terlihat di meja tempat Jungkook, Moonbin dan Jimin duduk. Jungkook berdecih mendengar ucapan yeoja bernama Victoria itu, sementara Jimin memandang kesal pada mereka berdua.

Walaupun agak jauh, tapi mereka bisa mendengar apa yang dikatakan kedua yeoja itu pada Changmin dan membuat kuping mereka panas karena telah menghina sahabat mereka.

" Kok aku kesal ya mendengarnya" Ucap Jimin

" Sudah sudah ah, Kookie ah, gwanchana?" Tanya Moonbin pada Jungkook yang terlihat kesal mengaduk cup Milk teanya hingga membuat plastik yang menutupi cupnya robek

" Kenapa dia tidak bilang aku kekasihnya saja biar dua yeoja gatal itu berhenti bicara cih" Gumam Jungkook

" Sudah Kookie ah, ngomong - ngomong dari mana kau tahu kafe ini?" Tanya Jimin pada Jungkook

" Kemarin ada yang mengajakku kemari" Jawab Moonbin cuek

" Siapa?"

" Tidak penting"

" Kalau menjawab seperti itu berarti Eunwoo yang mengajak" Ucap Jimin

" Ya"

" Kenapa tidak menerima saja dia saja sih?"

" Aku menerimanya? Tidak..."

" Kenapa? Kau menyukai seseorang?" Tanya Jimin dengan nada polosnya

Jungkook menatap Moonbin, ingin tahu apa yang yang akan dijawab oleh sahabatnya itu.

" Apa sih, tidak" Jawab Moonbin 'Yang kusukai itu kau tahu!' Lanjut Moonbin dalam hatinya

Mereka pun menikmati hidangan yang ada di depannya dengan semangat, tapi lain dengan Jungkook yang terlihat masih kesal.

Moonbin memaklumi keadaan Jungkook yang galau, salah Jungkook juga tidak berusaha terlihat seperti uke lainnya. Terlihat sekali Jungkook seperti seorang seme hari ini bahkan tadi di mendapatkan banyak tatapan kagum dari yeoja dan namja uke sepanjang perjalanan mereka kemari.

" Ayo kita pergi saja!" Ucap Jungkook kemudian melenggang begitu saja keluar sembari membawa minumannya

Moonbin dan Jimin berteriak agar Jungkook menunggu mereka dan hal itu membuat Changmin menoleh karena mendengar suara Jimin yang cukup kencang.

Perasaannya sedikit kecewa melihat kekasih kecilnya pergi begitu saja, gagal sudah mengajak Jungkook pulang bersama dan bergandengan tangan dengannya padahal Changmin ingin sekali melakukan hal itu dengan Jungkook.

Changmin mengela nafasnya, mengikuti dua jurusan berbeda ternyata sangat melelahkan dan menyita banyak waktu sampai dia jarang sekali bertemu Jungkook akhir - akhir ini.

' Aku rindu' Batin Changmin nelangsa

.

.

.

.

.

.

" Annyeong ahjumma, ahjusshi"

Changmin menyapa kedua orangtua Jungkook yang sedang duduk diruang tamu. Usai mengerjakan tugas, Changmin langsung pulang karena hari sudah malam padahal teman - temannya masih akan bersenang - senang.

Tapi Changmin tidak mau, dia ingin menemui kekasihnya karena merasa sangat merindukan namja itu. Jadi usai makan malam Changmin yang sudah memakai piyama sutera berwarna hitam itu langsung ke rumah keluarga Kim.

" Oh Changmin" Mrs. Kim tersenyum menyambut Changmin

" Jungkook eodie?"

" Dia ada di kamar" Ucap Mr. Kim

" Arasseo, aku langsung ke kamarnya ya"

" Ya"

Changmin dengan gembira berjalan menuju kamar Jungkook yang ada di lantai dua. Meninggalkan Mr. Kim yang menyeringai.

" Jungkookie sedang mandi bukan?" Tanya Mr. Kim

" Ya" Jawab sang istri dengan santai

" Tidak khawatir anak bungsu kita diapa - apakan oleh Changmin?"

" Eoh? Dia itu berbeda denganmu, Yunho hyung dan Taetae!" Jawab Mrs. Kim

" Iya sih, dia tidak akan menyerang Jungkook" Mr. Kim menganggukkan kepalanya

" Nah kau sadar kan!"

" Iya"

Mr. Kim memberikan cengirannya, istrinya kalau bicara tepat sekali...

.

.

.

.

.

Ceklek

Changmin membuka pintu kamar sang kekasih dan masuk ke dalamnya, menoleh ke kanan dan ke kiri namun tidak menemukan Jungkook.

" Kukuk ah..." Panggil Changmin

Saat dia melewati kamar mandi yang ada di dalam kamar Jungkook, dia bisa mendengar suara shower. Changmin tersenyum, Jungkook pasti sedang mandi. Jadi dia putuskan untuk duduk dipinggir tempat tidur Jungkook dan mengambil sebuah paper bag yang berada di samping tempat tidur Jungkook, tadi pasti Jungkook pergi untuk berbelanja

" Kaos putih polos lagi? Bisa - bisa kau dikira tidak pernah mengganti kaosmu Kuk..." Gumam Changmin

Changmin sangat tahu sang kekasih memang terobsesi dengan kaos berwarna putih. Aigo... Bila Changmin tidak salah hitung kaos putih milik Jungkook sudah lebih dari tiga puluh kaos! Buat apa coba kaos putih polos sebanyak itu?! Ckckckck...

Ceklek

Changmin menoleh, Jungkook baru saja keluar dari kamar mandi menggunakan handuk di pinggang dan dia sedang mengeringkan rambutnya. Jungkook hanya melirik sekilas pada Changmin dan melanjutkan aktivitasnya.

Dia berjalan ke arah lemari pakaiannya dan membukanya, Changmin sih santai - santai saja melihatnya. Toh, kekasihnya itu sudah sering berganti pakaian saat mereka tengah melakukan video call.

Jungkook sendiri heran karena kekasihnya itu tidak pernah memandangnya dengan nafsu saat tidak berpakaian seperti ini. Tidak seperti Yoongi yang diam - diam menghanyutkan, selalu mengambil kesempatan untuk menyentuh - nyentuh Jimin sesuka hatinya.

Oke, Yoongi itu seme jadi mungkin saja wajar jika melihat Jimin mengganti pakaiannya dia langsung menerjangnya. Tapi kakaknya adalah si uke agresif yang setiap melihat Hoseok bangun tidur bertelanjang dada langsung menyerangnya, aigo...

Dan lihat saja Changmin, bahkan saat Jungkook hanya memakai handuk di pinggangnya dia tidak bereaksi apa pun. Jungkook mengambil piyama berwarna hitam dan sebuah boxer berwarna hitam. Changmin terkekeh melihat namja itu kesulitan membawa piyamanya.

" Kemarilah..." Ucap Changmin dengan lembut

"..."

" Kukuk ah, kemari" Sekali lagi Changmin berucap

" Ish"

Dengan jalan sedikit dihentakkan Jungkook berjalan kearah Changmin yang duduk dipinggir tempat tidur, bibirnya dikerucutkan.

" Wae? Kenapa tampangmu seperti itu?" Tanya Changmin

" Kenapa? Tidak suka?" Jawab Jungkook dengan sinis

" Wae?" Changmin mengerutkan keningnya bingung

" Masih ingat pulang eoh?"

" Eung?"

" Pantas saja kau bilang sibuk kerja kelompok. Tebar pesona pada mereka?"

Changmin tersenyum sembari menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan ucapan Jungkook. Dia hanya mengambil boxer dari tangan Jungkook dan membuka handuk Jungkook. Mengeringkan kedua kaki Jungkook sebelum memakaikan boxer itu pada kaki jenjang nan kurus milik Jungkook.

Jungkook sih biasa saja, tidak ada rasa malu saat Changmin melakukannya. Toh, Changmin juga menatapnya biasa saja, tidak ada nafsu sama sekali saat menatap tubuhnya.

" Kau ini bicara apa sih? Aku kan sudah memilikimu" Ucap Changmin setelah berhasil memakaikan boxer milik Jungkook

" Kau sama sekali tidak mengakuiku sebagai kekasihmu di depan teman - temanmu itu" Ucap Jungkook datar

" Jadi kau merajuk karena itu?" Changmin mengambil celana piyama Jungkook dan memakaikannya

" Memang kau sendiri tidak marah kalau tidak diperkenalkan sebagai kekasihku di depan teman - temanku! aku selalu jujur pada semua orang bahwa aku memiliki kekasih dan itu adalah dirimu hyung!"

" Maaf Kukuk ah, tadi mereka selalu memotong ucapanku saat aku akan mengenalkanmu sebagai kekasihku"

" Alasan"

" Tidak Kukuk ah, aku berkata yang sebenarnya"

" Aku itu... Kekasihmu kan hyung?" Tanya Jungkook dengan nada lirih

Changmin tersenyum maklum, dia mengambil piyama atasan Jungkook dan memakaikannya perlahan. Dia mengancingkan piyama Jungkook sembari menatap sang kekasih dengan senyum lembutnya.

" Maaf jika kau merasa seperti itu. Aku sungguh tidak bermaksud dan tentu saja kau kekasihku" Ucap Changmin lembut

" Hum" Jungkook hanya bergumam

" Kukuk ah~ Mianhae~" Ucap Changmin, tangannya memainkan kancing Jungkook. Membiarkan dua kancing paling atas tidak dikancingkan karena Jungkook memang suka seperti itu

" Iya" Jawab Jungkook datar

" Kenapa terdengar belum ikhlas ya"

" Ish! Ingat ya hyung, kau itu milikku, milik Kim Jungkook. Dan tidak boleh ada yang mendekatimu! Kau pun tidak boleh tebar pesona pada yang lain!"

" Aigo... Arasseo"

Jungkook menunduk untuk meraih wajah Changmin dan mencium bibir kekasihnya itu. Awalnya pelan lalu kemudian seakan terbuai keduanya saling mengulum dan tidak mau mengalah. Jungkook mendorong pelan tubuh Changmin tanpa memutuskan ciumannya dan duduk di atas tubuh kekasihnya itu.

Jungkook meremas piyama bagian depan kekasihnya sedangkan tangan Changmin berada nyaman di pinggang Jungkook, mengelusnya terus dan terus. Tangan kanan Changmin beranjak naik menuju tengkuk Jungkook dan meremasnya pelan, menahan tengkuk Jungkook agar tidak menjauh darinya.

" Nghh~"

Jungkook akui, dia selalu kalah dalam hal berciuman dengan Changmin. Namja itu selalu berhasil mendominasinya dan Jungkook menyukainya, mungkin darah Jung yang mesum itu mulai menurun padanya.

" A-ah~"

Jungkook melepaskan ciumannya sepihak walaupun dia masih ingin karena bagian bawahnya bergesekkan dengan milik Changmin dan membuatnya mendesah barusan.

" Wae?" Tanya Changmin dengan tangannya masih mengelus tengkuk Jungkook

Kali ini Jungkook tidak habis pikir, bagaimana Changmin tidak merasakan apapun saat milik mereka berdua bergesekkan. Milik Jungkook sendiri bahkan sudah setengah tegang. Boleh tidak ya Jungkook mengotori otak polos Changmin malam ini? Boleh tidak ya...

" An-aniya" Jawab Jungkook gugup

" Kemarilah, aku masih ingin menciummu. Aku masih sangat merindukanmu"

" Eung?"

" Tadi aku pikir bisa pulang bersama dan bergandengan tangan denganmu. Kau malah pergi duluan, aku sangat merindukanmu Kukuk ah" Ucap Changmin dengan sangat lembut hingga membuat Jungkook merinding mendengarnya

Perlahan tapi pasti Changmin mendorong tengkuk Jungkook agar kembali mendekat kearahnya dan Changmin kembali berciuman dengan Jungkook. Melampiaskan rasa rindu yang bergejolak dalam dirinya karena akhir - akhir ini dia sibuk.

" Hyungghh..."

Jungkook kehabisan nafas, oke. Dia bisa apapun tapi tidak bisa mengalahkan Changmin dalam hal ini. Nafasnya sudah putus - putus sedangkan Changmin masih asyik menggigit pelan bibir bawah Jungkook.

" Aku... Menginap ya"

Ucapan Changmin dengan nada rendah itu membuat jantung Jungkook berdebar kencang.

'Kenapa dengan jantungku ini eoh? Apa ini saatnya? Ap-apa Changmin hyung merasakan apa yang aku rasakan? Apa akhirnya malam ini aku akan... Eomma appa... Mianhae malam ini aku akan berbuat nista' Batin Jungkook

" U-untuk apa?" Tanya dengan rona merah dikedua pipinya, Changmin tersenyum. Tuh lihatkan, Jungkook begitu manis dan menggemaskan

" Aku ingin memelukmu semalaman Kukuk ah"

Mungkin saja jika Hoseok atau Yoongi yang mengucapkan hal itu, pasti lain maknanya tapi Jungkook tahu. Changmin ingin melakukan hal itu, benar - benar hal itu. HANYA memeluknya semalaman.

" Hah"

Jungkook menghembuskan nafasnya kecewa, dia turun dari tubuh Changmin dan beranjak menuju posisi tidurnya diikuti dengan dengan Changmin, karena masih kesal dia memunggungi kekasihnya itu.

'Tidak jadi berbuat nista eomma, appa... aku tarik ucapan maafku. Dasar hyung polos menyebalkan, lalu Kukuk junior ottokeh...'

Jungkook sedikit meringis karena bagian bawahnya sudah setengah tegang.

Greppp

Jungkook melihat tangan melingkar di atas perutnya, Changmin memeluknya dari belakang dan Jungkook merasa terbuai saat Changmin mengecupi tengkuknya dan punggungnya.

" H-hyung..."

Jungkook risih juga, bagaimanapun dia tidak mau dicap sebagai uke agresif. Tapi sepertinya ini karma karena sering mengejek kakaknya mesum dan uke agresif.

" Tidak mau memelukku hmm?" Tanya Changmin

" Aku ingin seperti ini saja hyung"

Mana bisa Jungkook membalikkan tubuhnya dalam keadaan seperti itu, apa yang akan dipikirkan oleh Changmin saat berpelukan dengannya nanti dan mendapati bagian bawahnya tegang? Ugh... Kukuk junior... Cepatlah tidur~

" Aku masih rindu Kuk..."

Kali ini Changmin mengecupi belakang telinga Jungkook hingga terpaksa Jungkook memejamkan matanya erat dan menggigit bibir bawahnya. Jungkook tentu tahu, maksud ucapan Changmin. Namja itu masih mau menciumnya tapi Jungkook tidak bisa!

" Kukuk ah... Masih marah?"

Srett

Jungkook menahan tangan Changmin yang tadi mengelus perutnya. Omo omo omo omo! Miliknya makin tegang!

" Kukuk ah, jangan marah..." Rayu Changmin

" A-aku tidak marah hyung, sudah tidur saja ih!"

" Tidak mau"

Akhirnya Changmin dengan paksa menarik wajah Jungkook dan menciumnya kembali, Jungkook kelabakan namun tidak bisa membantah ucapan kekasihnya. Akhirnya dia tidur terlentang sedangkan Changmin asyik menciumi bibirnya.

Jungkook berdoa dalam hati semoga Changmin cepat tertidur sehingga dia bisa menyelesaikan urusannya di kamar mandi seperti sebelum - sebelumnya, ups... Kotor kamu Kuk...

Namun sepertinya Changmin sangat merindukan Jungkook karena dia terus menciumi bibir Jungkook dengan semangat dan tangannya mengelus perut dan pinggang Jungkook bahkan tadi mengenai nipple Jungkook.

Astaga!

Changmin ini polos, tidak peka atau sengaja sih?! Jungkook makin tidak bisa mengontrol nafsunya kalau seperti ini kan!

'Aduh, ottekeh... tidak apa - apa kalau aku mengotori otak Changmin hyung sedikit saja kan? Ugh... Kukuk junior benar - benar deh! Kotori otak Changmin hyung tidak ya? Jung eomma, maafkan Kukuk ya...'

" Hyuunnggg~" Jungkook memukul dada Changmin pelan

" Aigoo... Mianhae, kau benar - benar menggemaskan hari ini jadi aku tidak tahan hehehehe"

Saat Changmin menunjukkan senyum polosnya itu Jungkook menyesal! Tidak seharusnya dia berpikir untuk mengotori otak Changmin! Tidak! Lebih baik dia tidur saja! Iya! Tidur dengan junior sudah bangun!

Changmin menarik Jungkook kedalam pelukannya dan Jungkook dengan sigap memunggungi Changmin.

" Kenapa masih memunggungiku?" Tanya Changmin bingung

" Hanya ingin seperti ini hyung, aku tidak marah padamu. Jangan berpikiran macam - macam. Ayo tidur"

" Ughhh..."

Changmin menyelipkan tangannya sehingga dia bisa memeluk Jungkook dengan sempurna. Dia menenggelamkan wajahnya pada tengkuk Jungkook dan membuat Jungkook menggeliat.

" Diamlah hyung" Lirih Jungkook

" Ngghhh..."

Aish!

Jungkook mengumpat dalam hati saat tangan Changmin bergerak untuk mengelus perut Jungkook. Oke, ini sudah diambang batasnya dan Changmin harus bertanggung jawab!

" Hy-hyuunnggg..." Panggil Jungkook pelan

" Huumm? Wae?"

" Ba-bantu aku bisa?" Ucap Jungkook tergagap, dia gugup tahu!

" Bantu apa?"

" Hyung jangan marah ya"

" Apa?

Jungkook mengambil tangan kanan Changmin dan membawanya masuk ke dalam boxer-nya, membuat Changmin menyentuh miliknya yang menegak sempurna.

" Ku-kukuk ah? Milikmu kenapa?" Tanya Changmin bingung

" Ngghh..."

Bukannya menjawab Jungkook malah mengerang nikmat saat tangan Changmin menyentuh miliknya.

" Jangan dilepas hyung!" Ucap Jungkook agak terpekik saat tangan Changmin hendak menjauh dari juniornya

Jungkook menggenggam tangan Changmin dan menuntunnya untuk bergerak, maju dan mundur perlahan. Dan membuat celana piyamanya sedikit turun hingga paha.

" Jungkook ah?"

" Jangan berhenti hyung... A-ahh"

Jantung Changmin berdegub hebat saat mendengar suara rendah milik Jungkook barusan. Dan tangannya tidak berenti bergerak seperti yang diinginkan oleh Jungkook hingga akhirnya Jungkook membiarkan tangan Changmin bergerak sendiri.

Setelahnya tangan Jungkook menyentuh tangan Changmin yang lain dan mengarahkannya ke bagian dadanya, membuat tangan Changmin meremas dan memainkan nipple-nya yang mengeras.

" Hy-hyung... Changmin hyung... Aaahhh"

Changmin sendiri masih memproses apa yang sebenarnya terjadi, otak jeniusnya menjadi lambat saat ini dan dia tidak tau apa yang diperbuatnya ini benar atau tidak tapi mendengar suara Jungkook yang tidak pernah didengarnya ini membuat Changmin ingin terus mendengarnya.

" A-aahh... Hyuuunngg..."

Jungkook beringsut ke belakang hingga tubuhnya benar - benar menempel pada Changmin, dia bahkan bisa merasakan hembusan nafas Changmin ditengkuknya yang sedikit memburu. Apa Changmin juga merasakan apa yang dia rasakan?

" Sssh..."

Entah keberanian dari mana dia menggenggam tangan kiri Changmin yang tadi mengerjai dadanya dan memasukkan jari telunjuk dan tengah Changmin kedalam mulutnya. Menjilatnya perlahan dan menghisapnya guna meredam suara desahannya yang menggila karena dia sudah hampir mencapai klimaks.

Nyatanya tangan amatir milik Changmin mampu memuaskannya dengan cepat, Jungkook sekarang memejamkan matanya saat merasakan sesuatu handak keluar dari bagian inti tubuhnya.

" Ngghh!"

Jungkook menghisap kencang kedua jari Changmin saat dia mengeluarkan spermanya. Changmin sendiri kaget saat merasakan sesuatu keluar dari junior Jungkook yang terasa sedikit lengket tapi tangannya tetap bekerja di bawah sana.

" Nghhh..." Jungkook melepaskan kedua jari Changmin dari mulutnya " Su-sudah hyung" Lanjut Jungkook sampai dia ingat sesuatu

" Omo!" Pekik Jungkook

Jungkook tiba - tiba panik sendiri dan langsung bangkit dari tidurnya dan berlari kearah kamar mandinya meninggalkan Changmin yang diam menatap kedua tangannya, dia bisa melihat sedikit cairan berwarna putih pekat pada tangan kanannya.

" Barusan tadi apa?" Gumam Changmin

.

.

.

" Pabboo! Jungkook bodoh! Bagaimana bisa kau kelepasan di depannya?! Bagaimana jika Changmin hyung membencimu eoh?! Hormon sialan!"

Jungkook memaki dirinya sendiri di depan kaca kamar mandi, dia langsung mencuci tangan dan wajahnya juga membersihkan tubuh bagian bawahnya. Membuka piyamanya dan membasahi tubuhnya dengan air dingin. Sepertinya dia harus mendinginkan kepalanya dulu sebelum meminta maaf pada Changmin.

Ceklek

Jungkook membuka pintu kamar mandi dan melihat Changmin duduk bersandar pada tempat tidurnya. Dengan cepat dia menghampiri Changmin dan duduk dipinggir tempat tidurnya.

" Hyung! Maafkan aku!"

Jungkook langsung mengambil tisu basah di dalam laci meja nakasnya dan membersihkan tangan Changmin. Sedangkan Changmin hanya menatap Jungkook dalam diam.

" Aku benar - benar minta maaf hyung, harusnya aku lebih bisa mengontrol hormonku di depanmu" Lanjut Jungkook, dia bahkan bisa melihat spermanya menempel pada jari telunjuk Changmin

" Kukuk ah"

" Maafkan aku hyung" Ucap Jungkook sekali lagi kemudian dia menatap Changmin yang masih mengerutkan keningnya

" Kenapa kau minta maaf?"

" Itu tadi... Aish... Pokoknya aku minta maaf karena sudah melakukan hal tadi" Ucap Jungkook

" Kenapa jadi kau yang meminta maaf kan aku yang salah tadi"

Ish!

Jungkook jadi yakin Changmin ini sebenarnya bukan anak kandung Yunho dan Jaejoong! Bagaimana bisa Mr. Jung itu tidak menurunkan sifat mesumnya pada Changmin?!

" Ya sudahlah hyung, ayo tidur. Aku pakai piyama dulu" Ucap Jungkook

" kenapa kau mandi lagi?"

" Aku gerah" Jungkook melirik sadis ke arah Changmin 'Gerah dengan otak bodohmu' Lanjut Jungkook dalam hatinya

Jungkook segera mengambil piyamanya dan memakainya dengan cepat kemudian masuk kedalam selimut dan dia menurut saja saat Changmin menariknya kedalam sebuah pelukan hangat dan saat Jungkook sudah siap tidur suara Changmin malah membuatnya kembali terjaga.

" Kukuk ah, hyung... Hyung suka dengan suaramu yang tadi. Membuat jantungnya berdebar keras dan gemas ingin menggigitmu"

Blush

Jungkook tidak tahan! Eommaaaaaa!

.

.

.

~ END ~

.

.

.

Note Cho sama kyk di ff Home aja ya, copas...

Annyeoonnggg~~

Ga kerasa udah dua minggu sejak Cho update ff terakhir ya? Sebenarnya... 2 ff Cho harusnya update di minggu kemaren tapi...

Cho sedikit down, sedikit ya... Sama komenan yang di Pure dan Busy Yunie.

Pertama Cho makasiiiihhh bgt kalian udh baca ff Cho tapi, untuk penambahan karakter seperti BB memang Cho sengaja tambahin karena Cho suka. Kalau kalian ga bisa baca lagi ff cho karena karakter itu ya udah mau gimana lagi, bali lagi ke DLDR... Qm dapet cerita tapi Cho mau karakter yang cho suka ada, kalo ga suka ya udah... Cho ga bisa maksa walaupun qm pembaca semua ff Cho dari awal Cho lahir di ffn #mianhae

Kedua, kadang judul itu ga sesuai sama isi. Ga semua ff nyambung sama judul kan? So?

Ff Home sebenarnya udah kelar dari minggu kemarin tapi abis baca komen itu Cho stop sementara, merenung dipojokan dan yah... sedikit down sempet mikir juga apa emang udah saatnya berhenti nulis kali ya?

.

Mungkin ini salah satu sebabnya banyak author yang pindah ke wattpad kali ya?

.

Coba bayangin ya... Maaf lho Cho jadi curhat... Cho itu kerja.. Senen sampe jumat sampe rumah jam 7 trus ngerjain hal laen. Sabtu kadang kerja kadang libur. Minggu, Cho sekolah... Kelas bahasa korea pulang kadang jam 6 baru smp rumah.

Jadi kapan Cho nulis? Itu yang Cho pikirin... Cho ga suka cerita berenti ditengah jalan karena rasanya pasti ngegantung! Iya kan? Cho juga rasain kok wktu jadi reader.

Penyemangat Cho itu ripiu kalian semua, Cho bisa semangat nulis itu karena kalian. Bayaran dari ff yang Cho ketik itu kepuasan kalian yang kalian tulis di ripiu. Jadi... Cho akhirnya pulang kerja larut buat nulis ff d kantor dan smp rmh jam 8 an.

Tapi saat baca ripiu yang ga enak rasanya Cho pengen nyerah tapi... Elah! Soul fighter cho kemana kalo gt?!

Jadi, Cho kumpulin jiwa Soul fighter Cho yang dulu dan ngetik ff tanpa peduli sama ripiu yang ga enak, bomat. Salah lu udah tau ga suka tapi baca... anggap aja sasaeng, iya ga? #plaakkk belagu lu cho kyk artis aje!

.

Cus, demi kalian yang masih suka n nunggu in ff cho... Chu terus in nulisnya...

.

Special Thanks :

.

PepsiFandom (namanya unyu seperti Cho ye kan? #IyainAja biar ff ini lanjut terus kkkkk~), Jj (sipoo~), GaemGyu92 (beuhh... gemes kan? Sama Cho juga, pengen cubit pipi bebeb Mimin #ups), depdeph (kasih cium jarak jauh aja chuuu~~ di watty kan bisa kkkkk~), ai- chan (iya, ini masih dilanjutin kok ff nya), kacamataminus75 (sweet kayak Cho kan hahahaay), hun4han520 (Kukuk gitu lhoo~),

MyBooLoveBear (iya, masih dilanjut kok), yuunhi (wkwkwkw iya tuh), wiendzbica732 (nanti ya... Bakalan ada kok), choikim1310 (iya, nnti ya.. special chap nanti mereka), danactebh (iyaa, sip), Park RinHyun-Uchiha (nonono~ noted ya request na, kalo bisa nnti cho buatin hahahahay mau numpang tenar ya pake akunnya wkwkwkwkw #peace),

.

Buat yang udah follow, fav, para Sider

.

Thanks alot #bow

.

Sorry Cho mulai bikin Rate M soalnya dikit demi sedikit memang harus begitu, kalo ga gitu kasian Kukuk nyaaaa... hehehehee #ChoMesumModeOn

Iya... Ini masih ditengah cerita kok, silahkan scroll ke bawah yaa...

See u next chap?

Chuuuuu~~

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

- AKHIR PEKAN -

.

.

.

" Kukuk ah bangun..."

" Nghhh..."

" Bangun"

" Malas hyung, ini kan hari sabtu. Libur~"

" Yah... Padahal hyung mau ajak kau untuk menemani hyung ke kampus menyerahkan tugas"

Srettt

Jungkook membuka matanya lebar - lebar dan langsung duduk menatap Changmin. Dia tidak salah dengar bukan? Setelah malam itu mereka bersikap biasa saja dan Changmin mulai sibuk kembali dengan tugas - tugasnya lalu pagi ini dia membangunkan Jungkook untuk mengajak namja itu ke kampusnya?!

" Jinjja hyung?" Tanya Jungkook dengan mata berbinar

" Ya, tapi kalau kau tidak mau ya-"

" Ya bilang tidak mau siapa? Gendong aku ke kamar mandi hyung"

" Bocah manja"

" Memang aku tidak boleh manja dengan pacar sendiri?" Jungkook tersenyum sinis

Changmin menggelengkan kepalanya dan menggendong Jungkook dipunggungnya. Membawa namja itu ke kamar mandi yang jaraknya hanya beberapa langkah dari tempat tidurnya.

" Hyung tunggu dibawah ya?"

" Hum"

Cup

Changmin meninggalkan satu kecupan dibibir Jungkook hingga namja itu merona malu. Hey, ini masih pagi tau!

.

.

.

Tidak sampai dua puluh menit Jungkook turun dengan gaya swag yang diajarkan oleh Yoongi.

" Tidak salah style Kookie ah?" Tanya sang eomma

" Wae?" Jungkook melihat dirinya sendiri " Aku oke kan hyung?"

" Ne, kau selalu oke" Jawab Changmin

" Dengar itu eomma. Aku itu tahu fashion terkini"

" Aigo... Terserahmu saja"

Eomma Jungkook itu menggelengkan kepalanya, anaknya memang masih terlihat menggemaskan tapi jadi tidak kelihatan uke-nya kan! Bagaimana jika nanti Changmin dianggap uke saat berjalan dengan Jungkook yang swag?

Skinny jeans destroy berwarna hitam, kaos putih polos yang agak kebesaran dan snapback hitamnya yang menurut Jungkook keluaran terbaru karena Suga BTS yang memakainya minggu lalu.

" Aku sudah siap hyung" Ucap Jungkook

" Oke, ayo"

Changmin mengaitkan jari - jarinya pada jari - jari Jungkook, berpamitan pada Mrs. Kim dan membawa Jungkook keluar dari rumahnya.

" Mobil?" Jungkook mengerutkan keningnya saat melihat mobil Changmin di dalam halaman rumahnya

" Iya, sekalian aku mau mengajak kau pergi agak jauh jadi pakai mobil deh"

" Oh" Jungkook menganggukkan kepalanya, dalam hati sudah bersorak dengan gembira, akhirnya bisa juga menghabiskan waktu berdua dengan kekasihnya

" Taehyung mana?" Tanya Changmin dalam perjalanan

" Setiap akhir pekan kan dia menginap di tempat Hoseok hyung"

" Kenapa menginap disana?"

" Mereka bermesraanlah... Apa yang dilakukan alien kelebihan hormon itu"

" Ne?"

" Sudah hyung, pembicaraan ini jauh dari otakmu"

" Tidak mengerti"

" Makanya tidak usah mengerti nanti kau menyesal"

Changmin berdecih namun menurut saja apa yang dikatakan oleh kekasihnya itu. Tidak lama mereka sampai di kampus Changmin dan sejak turun dari mobil, Jungkook sudah menjadi pusat perhatian dan membuat Changmin tidak suka. Jadi dia membawa Jungkook ke arah lapangan basket indoor saja.

" Lho Changmin? Kau kemari?"

Seorang yeoja mungil nan cantik mendekati mereka, Jungkook langsung saja menatapnya cemburu. Dia mengeluarkan aura gelapnya.

" Noona annyeong" Sapa Changmin dengan sopan

" Annyeong, kenapa kemari?" Tanya yeoja itu

" Aku hanya ingin menyerahkan tugas pada Dosen Lee, noona sendiri?"

" Hanya mampir untuk kegiatan klub"

" Sudah selesai?"

" Sedang beristirahat. Lalu..." Yeoja itu melirik Jungkook " Siapa namja manis ini?"

" Ini Jungkook"

" Ah~ Annyeong Jungkook sshi, aku Han Ga In. Satu jurusan dengan Changmin di jurusan bisnis dan manajemen"

" Aku Jungkook"

" Ya, aku tahu. Changmin kemarin bercerita tentangmu"

Jungkook mengerutkan keningnya dan menatap Changmin minta penjelasan namun Changmin terlihat sibuk melihat ponselnya.

" Aigo... Dosen Lee akan segera pergi. Noona aku minta tolong ya? Tolong antarkan Jungkookie ke lapangan basket indoor, aku akan menyusul setelah selesai" Ucap Changmin terburu - buru

" Ne"

" Kookie ah, ikut Ga In noona ne? Aku segera menyusul" Ucap Changmin kemudian mengusap rambut Jungkook

" Hum"

Setelah itu Changmin berlari meninggalkan mereka berdua, Jungkook sendiri merasa canggung tapi dia akhirnya mengikuti langkah kaki Ga In.

" Changmin itu langsung terkenal, dia itu mahasiswa jenius. Mengikuti jurusan lanjutan untuk manajemen dan bisnis lalu masuk juga ke dalam jurusan hubungan internasional"

Jungkook menganggukkan kepalanya, tapi kalau soal terkenal dia baru saja 'ngeh'.

" Changmin itu anak yang baik sekali, selalu menyapa dan bersikap lembut hingga kadang membuat orang lain salah paham pada kebaikannya. Tapi kemarin dia bercerita dia memiliki seorang kekasih padaku, itu kau"

Blush

" Dia sih menjadi adik kesayangan di jurusan kami tapi kau tau lah, dia masuk ke dalam jurusan awal hubungan internasional dan banyak mahasiswi yang mendekatinya"

" Iya, aku pernah melihat salah satu mahasiswi yang sepertinya menyukainya"

" Hum, dia terkenal di jurusan itu. Tapi Jungkook ah... boleh kan aku memanggilmu seperti itu?"

Jungkook menganggukkan kepalanya.

" Jangan mau kalah dengan mereka ya, mereka tidak ada apa - apanya denganmu"

" Eh?"

" Wah sudah sampai"

Jungkook menoleh ke depan, dia melihat sebuah lapangan basket indoor di depannya. Beberapa namja bermain basket dan beberapa yeoja menontonnya dari bangku pemain.

" Lho? Noona?" Seorang namja menghampiri mereka

" Annyeong Eunkwang ah" Sapa Ga In " Tolong jaga Jungkook sampai Changmin datang ya" Lanjut Ga In

" Lho?" Eunkwang mengerutkan keningnya " Changmin mengajakmu kemari?"

" Ne? Kenapa?" Tanya Jungkook dengan nada datar

" Astaga! Hahahahaha! Bisa gila yeoja - yeoja itu kalau tahu! Hahahahaha"

" Kenapa sih?" Tanya Jungkook dan Ga In hanya tersenyum

" Sungjae ah! Kemari!"

Namja bernama Sungjae itu menghampiri Eunkwang dan menyapa Ga In terlebih dahulu kemudian menatap Jungkook.

" Changmin yang mengajaknya kemari" Ucap Eunkwang dan sungjae membulatkan matanya

" Kenapa sih?" Tanya Jungkook risih

" Hahahaha, kau tahu? Beberapa hari kemarin ada yang menyatakan cintanya pada Changmin di depan semua orang dan Changmin menolaknya karena dia berkata kalau dia sudah memiliki kekasih" Ucap Eunkwang

" Tapi banyak yeoja dan uke yang tidak percaya dan Changmin bilang akan membawa kekasihnya sabtu ini dan dia membawamu? Jinjja?" Lanjut Sungjae

" Iya, kami memang sudah berpacaran tiga tahun kok" Ucap Jungkook

" Yang benar?!" Mata Eunkwang dan Sungjae membulat kaget

" Iya" Ga In membenarkan " Changmin menceritakannya padaku kemarin"

" Daebakk! Bisa gila yeoja - yeoja itu kalau tahu!" Ucap Sungjae

" Ya sudah, aku tinggal disini ya Jungkook ah" Ucap Ga In

" Ah ne Ga In sshi. Terima kasih sudah mengantarku kemari" Sahut Jungkook dengan sopan, aura cemburunya sudah tidak ada lagi untuk Ga In

" Ish! Panggil noona saja"

" Arasseo"

" Jaga Changmin ne?"

" Hum"

" aku pergi dulu boys!"

" Ya noona"

Eunkwang dan Sungjae mengajak Jungkook untuk bermain basket dengan mereka tapi Jungkook menolaknya dengan halus. Alasan utamanya tentu saja karena habis ini dia akan diajak kencan oleh Changmin dan dia tidak mau bau keringat tahu!

" Oh ya Jungkook"

Jungkook menoleh menatap Ga In.

" Aku follower-mu lho"

Usai mengatakannya Ga In pergi meninggalkan Jungkook yang masih kaget karena ucapan yeoja itu. Namun tidak lama dia tersenyum, siapa sih yang bisa menolak pesona seorang Kim Jungkook!

" Jungkook ah!"

Setelah sekitar lima belas menit menunggu, orang yang ditunggu oleh Jungkook datang. Dan saat menoleh ke arah Changmin, Jungkook langsung memasang wajah datar. Bagaimana tidak datar jika Changmin berjalan ke arahnya bersama beberapa yeoja yang menempel padanya. Dan Jungkook familiar dengan dua yeoja yang menempel dengan kekasihnya itu itu!

Victoria dan Seohyun! Dan kenapa ada lagi dua yeoja tidak jelas dan Changmin tersenyum pada mereka sembari mengobrol.

" Oh, Jungkook sshi?" Ucap Victoria

Jungkook berdiri menghampiri Changmin bersama dengan Eunkwang dan Sungjae yang menahan tawanya.

" Kok aku familiar dengan wajahnya ya?" Gumam salah satu yeoja itu, Yeri

Changmin yang melihat perubahan wajah Jungkook langsung berdiri disamping Jungkook, tidak mau kekasihnya ini marah karena dia dekat dengan yeoja lain.

" Lalu mana kekasihmu oppa? Katanya kau mau membawanya hari ini?" Tanya Seohyun

" Ini? Jungkook"

" Iya kau sudah mengenalkannya saat kita bertemu di kafe waktu itu"

" Dia kekasihku" Jawab Changmin dengan senyum mengembang lebar pada bibirnya dan sebuah seringai tipis muncul pada bibir Jungkook

Satu detik

Dua detik

Tiga detik

Sepuluh menit...

Krik Krik krik

" MWO?!"

" Hahahahahaha, lihat tampang mereka Sungjae ah!" Pekik Eunkwang

" Ne! Hahahaahaha"

" Jangan bercanda oppa! Jungkook sshi bahkan masih anak - anak" Ucap Victoria

" Aku bukan anak - anak, usiaku sudah lima belas tahun dan aku sudah berpacaran dengan Changmin hyung tiga tahun" Ucap Jungkook dengan datar

" MWO?!"

" Ak-aku tidak percaya" Ucap Yeri

" Urusanmu untuk percaya atau tidak" Sahut Jungkook dengan wajah datarnya

" O-oppa?!" Seohyun meminta penjelasan

" Ya, kami sudah tiga tahun bersama" Changmin tersenyum senang saja saat Jungkook menggenggam tangannya

" Wae?" Tanya Jungkook

" Eoh? Kajja Jungkook, kita pergi" Ucap Changmin setelah melirik jam tangannya

" Ne"

" Annyeong semua"

Changmin dan Jungkook meninggalkan yeoja - yeoja itu dalam keadaan bengong. Tapi sebelum menjauh Jungkook melirik sadis kearah mereka.

" Maaf ya ahjumma semua, Changmin hyung ini hanya milikku"

Usai mengucapkannya Jungkook menarik kaos yang dipakai oleh Changmin dan menyatukan bibir mereka di depan yeoja - yeoja haus garukan itu. Membuat mereka terpekik tidak rela dan menangis meraung - raung melihat Changmin dicium seperti itu.

Changmin sendiri sih senang - senang saja dicium Jungkook dimanapun mereka berada. Dia malah menarik pinggang Jungkook dan menahan ciumannya agar lebih lama. Sedangkan Eunkwang dan Sungjae benar - benar menikmati acara live itu sembari merekam video itu dan siap menguploadnya di media sosial guna mematahkan semua hati yeoja dan uke yang menyukai Changmin.

" Kajja hyung"

" Ne"

Jungkook dan Changmin berjalan bergandengan tangan dengan riang, namun tanpa Changmin tahu Jungkook menoleh kebelakang untuk memeletkan lidahnya dan mengacungkan jari tengahnya ke arah para yeoja yang kini menatapnya penuh amarah. Hahaha... Jungkook tidak akan membiarkan Changmin direbut siapapun!

.

.

.

.

.

.

Senin, 10 April 2017