Chapter 25 – Proposal and Marriage
Laki-laki mengadu nasib di perang
Wanita meneruskan keturunan dan mendukungnya dari belakang punggungnya
.
Siren From Red Cherry Blossom Shrine Arc
.
Maya menepuk tangan dan tersenyum lebar "selamat atas pernikahan kalian berdua, Fuyu dan Jae Ha".
"terima kasih, nyonya Maya" angguk Jae Ha dan Fuyu.
"lalu, kalian berdua kapan?" tanya Mundok melirik Hak dan Yona yang sukses membuat wajah Yona dan Hak merah padam.
"baiklah, bercandanya sudah dulu..." ujar Maya menghela napas sebelum mengajak mereka masuk ke topik pembicaraan utama "Hak, putri Yona, juga Yasmine dan Leila, kita perlu bicara dengan tetua Mundok".
Ke-4 orang yang disebutkan Maya tetap tinggal di kamar sementara yang lain tetap menunggu di depan kamar. Lily mengantar Tae Woo istirahat ke kamarnya bersama Mizuki dan Kyouka sehingga tinggallah Yun, ke-4 ksatria naga, Mulan dan Kayano.
"tetap saja... kenapa kita diminta menunggu diluar sini?" gumam Yun.
"jangan bilang ini pembicaraan tentang pernikahan mereka berdua?" ujar Jae Ha terkekeh.
"kenapa berpikir begitu?" tanya Kija.
"karena yang dipanggil hanya putri Yona, tuan Hak dan adik-adiknya, kan?" ujar Mulan.
Kayano menepuk tangan "ah, benar, mungkin saja... tuan Hak sudah melamar putri Yona, jadi mungkin saja".
Mulan, Yun, Kija, Shina, Jae Ha dan Fuyu menoleh ke arah Kayano bersamaan dengan ekspresi bersiap mengeluarkan pertanyaan yang muncul di kepala mereka masing-masing mulai serta memberikan reaksi masing-masing dari Yun yang berteriak karena kaget, Kija yang merasa bingung bagaimana Kayano bisa tahu, Shina yang mulut dan matanya membulat, Fuyu yang ingin bertanya kapan Hak melakukannya dan Jae Ha yang menyadari Kayano pasti tahu hal itu dari reaksi Zeno yang tetap tenang mendengar berita mengejutkan itu keluar dari mulut istrinya.
Kayano menunjuk Zeno "Zeno yang memberitahu Kayano".
"EH?!" pekik Yun.
"kapan dia..." ujar Kija terpotong.
Jae Ha menunjuk Zeno "tunggu, Zeno, kau pasti mengintip mereka lagi, kan?".
Yun mendorong dagu Jae Ha dengan telapak tangannya "ceritakan apa yang terjadi!?".
"baiklah, jadi malam itu...".
Tengah malam Hak terbangun, ia beranjak keluar dan Yona menyusulnya. Karena Hak tak bisa tidur, ia memilih untuk jalan-jalan malam dan ia sudah berusaha tak membangunkan yang lain namun tampaknya Yona tak ingin ditinggalkan sendirian sehingga ia menyusul Hak. Keduanya sampai di tepi danau yang ada sebelah Selatan benteng, terlihat bunga yang bersinar kebiruan di bawah sinar rembulan.
"wah, cantiknya~ bunga apa itu?".
"Moonlight Flower, bunga yang tetap bersinar meski di tengah kegelapan malam".
"tidak kusangka kau tahu juga?".
"tidak, awalnya aku juga tak tahu sampai Leila memberitahuku".
Yona tertawa mendengar ucapan Hak yang merengut melihat reaksinya. Hak menggenggam sebelah tangan Yona, mengajaknya duduk di bawah pohon Sakura yang mekar di dekat danau. Ini sudah musim semi, wajar saja bunga Sakura sudah mekar.
Hak mengelus rambut Yona dan menyelipkan kotak kayu kecil ke tangan Yona "selamat ulang tahun ke-17 tahun, Hime-sama".
Mata Yona melebar, ia bahkan lupa kalau ini hari ulang tahunnya "...kau ingat?".
"mana mungkin lupa?".
Yona tak pernah menyinggung hari ulang tahunnya di hadapan teman-temannya, begitu juga dengan Hak karena mereka berdua yang paling tahu, apa yang telah terjadi pada malam ulang tahun Yona yang ke-16 tahun. Tak terasa, sudah setahun sejak Soo Won mengkhianati mereka berdua, terasingkan dari kastil dan hidup berkeliling kerajaan Kouka. Banyak hal yang terjadi sejak mereka berdua meninggalkan kastil Hiryuu.
Yona memeluk Hak dan berbisik "...banyak hal yang terjadi sejak kita meninggalkan kastil".
Hak mengangguk, menepuk punggung dan kepala Yona "benar...".
Saat Yona
"kau tak bilang kalau aku tak boleh memberikan hadiah lagi, kan?".
"Hak... masa harus kuberitahu? Maksudku tak usah memaksakan diri hanya untuk membeli sesuatu..." ujar Yona menepuk dahi.
"kata siapa kubeli? Isinya itu kubuat sendiri..." ujar Hak tersenyum simpul.
Yona terkejut "bohong!?".
"serius... untuk apa bohong?".
Yona membuka isi kotak kecil itu dan menemukan sepasang cincin, mendongak menatap Hak dengan mata terbelalak "Hak, ini...".
"meski ini akan membuatmu menangis..." ujar Hak berlutut di depan Yona sambil memegang tangan Yona "maukah kau menikah denganku?".
"iya" ujar Yona tersenyum lebar, memeluk Hak sambil menangis saking bahagianya.
"begitulah ceritanya".
"kenapa tidak kau ceritakan pada kami dari kemarin, kakek?!" pekik Yun.
Zeno mengayunkan jari telunjuknya ke depan wajah Yun sambil tersenyum lebar "karena saat itu bertepatan dengan saat Ryokuryuu dan nona mungil yang akan menikah lebih dulu".
"yah, maaf deh" sahut Yui dan Jae Ha bersamaan sebelum Jae Ha melipat tangan dan tertawa "tapi kujamin, Yona-chan pasti menangis...".
"benar, tapi melihat musume-san menangis setelah dilamar nii-chan membuatku teringat pada wajah Kaya yang menangis saat aku melamarnya, manis sekali" angguk Zeno tersenyum lebar.
Dengan wajah memerah, Kayano memeluk Zeno "Zeno, jangan katakan itu terang-terangan?!".
Zeno tertawa melihat reaksi istrinya "kenapa? manis, kok".
Baru saja Jae Ha berkata begitu, terdengar suara tangisan Yona dari dalam. Rupanya Yona lagi-lagi menangis karena terlalu senang, sebab Mundok dan Maya merestui mereka dan meminta mereka menikah. Tentu saja Yona menangis saat Maya memintanya memanggilnya ibu mulai sekarang dan Yona bisa menganggapnya sebagai ibunya sendiri.
"agak cemburu..." gumam Yasmine melipat tangan dengan wajah tersipu melihat Maya yang memeluk Yona untuk menenangkan Yona.
"aku dengar itu, dan aku tak keberatan jika jumlah putraku bertambah karena ada putriku yang menikah, lho~" sahut Maya tertawa usil.
Yasmine menyodorkan Leila pada Maya "kalau begitu, kakak saja duluan, minta jenderal suku api itu mempersuntingmu sana".
"adikku, kau minta kuhajar?" sahut Leila tersenyum simpul dan dengan pertigaan di kepalanya, ia terlihat seperti Hak yang sedang kesal.
"tuan putri, anda yakin menikah dengan binatang buas itu?" ujar Kija menunjuk Hak dengan jari jempolnya.
"hei, beraninya kau mengatai kakakku binatang buas di hadapan ibu kami?!" pekik Yasmine yang memiting Kija.
"tidak masalah, aku hanya ingin bersamanya".
Mendengar ucapan Yona, Kija dan yang lain memberi selamat dan Hak mendapatkan tepukan keras di punggungnya dari Mundok, Kija dan Jae Ha agar ia membahagiakan Yona dan tidak membuatnya menangis.
Dengan Ik-Su sebagai pendeta, pernikahan dilangsungkan di kuil tersembunyi dekat kediaman Maya selama ini, masih di wilayah suku angin. Mereka tak perlu takut akan ada penyusup yang datang ke tempat ini karena medan sekeliling kediaman Maya memang agak sulit dilalui, hanya ada satu jalan aman menuju kediaman Maya yaitu melewati hutan kabut putih di belakang kuil. Yona mengenakan gaun pengantin merah dengan ornamen bunga teratai. Hak mengenakan jubah (yang modelnya mirip seperti milik Jae Ha) berwarna ungu dengan ornamen dedaunan musim semi.
Melihat Yona menangis, Hak terkekeh "cukup setimpal".
Yona menyeka air matanya "apanya?".
"cukup setimpal untuk tetap hidup dan melihatmu menangis hari ini".
Teringat saat Hak hampir mati pasca jatuh dari jurang, saat Hak mati sekali dan benar-benar menyebrang ke alam sana lalu hampir saja pergi meninggalkannya untuk selamanya, tangisan Yona makin keras.
"kakak!? kenapa malah kau buat tangisannya makin keras!?" sahut Leila menjitak kepala Hak dengan kipasnya sementara Maya mengelus kepala Yona "aduh, make upmu luntur nanti".
Yona tertawa di tengah tangisannya "maaf, tapi aku tak pernah sebahagia ini sebelumnya... terima kasih semuanya, untuk kalian yang selalu ada di dekat kami dan membantu kami... dan terima kasih karena tetap hidup dan selalu berada di sampingku, Hak".
Ucapan Yona membuat Hak memeluknya dan mencium keningnya.
Yun, ke-4 ksatria naga, teman-teman mereka dan keluarga mereka dari suku angin tersenyum, tertawa bersama dan sebagian menangis mendengar ucapan Yona.
Bergandengan tangan, keduanya menuju pintu kuil untuk memulai upacara pernikahan. Cincin pernikahan disematkan di jari tangan mereka masing-masing sebagai bukti pernikahan.
"sekarang sebagai suami istri, kalian sudah bersatu jiwa dan raga" ujar Ik-Su menutup sumpah pernikahan di depan Hak dan Yona serta para audiens lalu mengizinkan mempelai pria untuk mencium mempelai wanita.
Wajah Yona memerah saat ia berhadapan dengan Hak, Hak yang tersenyum melihat ekspresi Yona pun memegang pinggang Yona untuk mengangkat tubuh Yona dan menciumnya. Leila dan Yasmine melakukan toss sebagai tanda untuk memulai tarian mereka sedangkan audiens melemparkan kelopak bunga di keranjang mereka ke langit yang jatuh ke arah kedua mempelai.
