Balas Review! :D
RosyMiranto18: Well, nggak juga sih...
Tobias: "Hanya gambar orang random saja."
Albert: "Izca, dia di Unique University." *ini beda universe ya.*
Kalau kau mau tau Revolusi yang dimaksud, itu ada di beberapa Chapter sebelumnya. 'w'/ Thanks for Review.
Happy Reading! :D
Malam Minggu Linda: Gara-Gara Ketoprak
"Ketopraknya satu ya. Bungkus." perintah seorang gadis pada penjual ketoprak di kantin.
Hari ini cukup melelahkan baginya, kepalanya pusing karena menghafal rumus-rumus dari satu buku tebal yang bisa mencederai orang jika dilempar ke kepala mereka.
Saat Linda mengeluarkan dompet untuk membayar, dia hanya mendapati selembar uang lima ribu yang sudah lepek di dalam dompetnya.
"Ah, jadi ini ya rasanya hidup di ambang batas." gumamnya perlahan, kemudian dia mengais-ngais dompet dan berhasil menemukan receh yang cukup untuk membayar makan siangnya dengan sedikit menggerutu. "Gue harus kurang-kurangin Starbucks."
Sebenarnya saat dia melihat Zetrina menghamburkan uangnya untuk reparasi motor dan Venashia yang pada dasarnya memang selalu melarat setiap hari, Linda berjanji untuk memperketat pengeluarannya agar tidak senasib dengan teman-temannya. Tapi sayangnya, membangun image itu butuh uang, dan Linda lebih memilih mati daripada tertangkap nongkrong di warkop dekat sekolah.
Dia pun berjalan pelan menuju gedung sekolah. Nanti malam akan ada rapat besar, jadi Linda memutuskan untuk menghabiskan waktu di ruang kelas sampai rapat nanti. Karena sekarang juga sudah jam lima sore, jika dia pulang ke rumah lalu kembali lagi hanya akan membuang-buang uang.
Kondisi sekolah saat itu cukup ramai karena terlihat beberapa anggota eskul olahraga sedang berlatih di lapangan.
Linda menaiki tangga dan memasuki ruangan kelas di sebelah kiri dan langsung masuk ke ruangan. Sudah terdapat beberapa orang yang menunggu di dalam dan semuanya asyik dengan kegiatan masing-masing.
Linda menempati sebuah kursi kosong dan bersiap menghabiskan makan siangnya, ketika dia hendak membukanya...
"Linda!" Sebuah suara memanggilnya dari pintu kelas.
Wajah Linda sedikit berbinar melihat sosok tersebut sehingga gadis itu meninggalkan ketopraknya untuk menegur sosok yang memanggilnya di depan pintu.
"Siska!" sapanya dengan ramah, dan gadis itu membalasnya dengan senyuman.
Keduanya pun mengobrol sesaat.
Setelah sepuluh menit, Siska pun pamit karena ingin kembali ke kelas Special. Setelah mengucapkan selamat tinggal, Linda pun segera masuk ke dalam kelas untuk menikmati makan siangnya yang tertunda.
Tapi senyum ramah di wajahnya langsung berubah menjadi tatapan pembunuh yang haus darah ketika melihat seorang gadis berambut jingga dengan gaya rambut drill twintail menyantap ketoprak kesayangannya.
TETO KW JINGGA MERANGKAP KETUA KELAS SIALAN INI-
Dan sejak saat itu, dia sangat membencinya.
"Jadi lu masih benci gue karena gue pernah makan ketoprak yang harganya lima ribu itu?" tanya Tracy pelan.
"LIMA RIBU TERAKHIR DI DOMPET GUE!" pekik Linda dengan tatapan beringas, dan kepalanya membayangkan seribu satu cara untuk menghilangkan ketua sialan ini dari muka bumi.
"Linda, gue minta ma-"
"LAGIPULA SIAPA YANG MILIH LU JADI KETUA SIH?!" potong Linda emosi sebelum Tracy menyelesaikan perkataannya. "LU MEMBERIKAN JANJI BAHWA LU AKAN MELAKUKAN TRANSPARANSI, TAPI DENGAN MENCURI KETOPRAK ORANG, APAKAH ITU TRANSPARANSI?! POKOKNYA MAU LU BELIIN GUE SERIBU KETOPRAK JUGA NGGAK BAKALAN GUE MAAFIN, MAU SAMPE LEBARAN KUDA JUGA BODOH AMAT!"
'Buset, anak ini memang punya masalah!' sembur Tracy dalam hati.
Dia pun semakin mengutuk makhluk sialan yang menyuruhnya mencari 'benda hilang' di gudang. Kalau tau begini, seharusnya dia menyuruh makhluk itu mencarinya sendiri. Dia kan ketua kelas Melee, jadi dia berhak untuk menggunakan posisi-
Monolog di pikiran Tracy terhenti ketika terdengar suara-suara dari balik pintu. Perhatian kedua gadis itu teralihkan ke arah pintu yang entah kenapa sejak tadi tiba-tiba berisik, walaupun teredam oleh teriakan kebaperan Linda.
"-PINTU SEKARANG JUGA!"
"TUNGGU!"
BRAK!
"Awas!"
Linda dengan lihai (atau refleks?) menarik Tracy yang posisinya dekat dengan pintu, tapi kedua gadis itu malah terjatuh dengan elegannya ke lantai.
Dan keduanya tidak menyadari bahwa posisi mereka saat ini dapat menyebabkan kesalahpahaman yang amat sangat.
"Lin! Kamu nggak apa- ASTAGA DRAGON JADI DUA!"
Zetrina menatap horror pemandangan di depannya. Venashia yang sejak tadi bingung dengan reaksi Zetrina yang tampaknya sangat shock mengintip masuk ke dalam ruangan.
"Ah." Venashia terlihat terlalu tenang dengan situasi aneh di depannya. "Sudah kubilang kan? Mereka pasti sedang bercin-"
"DIAM!" potong Zetrina yang menatap Venashia dengan tatapan pembunuh. "APAPUN YANG LU BILANG HANYA AKAN MEMBUAT SITUASI INI TAMBAH BURUK!"
Venashia hanya terdiam dan tidak merasa terintimidasi dari tatapan temannya tersebut.
"Ah kalian sudah datang." Linda yang acuh dengan posisi aneh tersebut segera berdiri, kemudian dia segera merapikan barang-barangnya yang terjatuh dan mengeluarkan kunci motor dari tasnya. "Kuy balik."
"Lin." Zetrina hanya menatap temannya dengan kagum. "Di dunia ini adakah yang membuat lu kehilangan cool, hah?"
Tracy terduduk sambil tertawa terkekeh saat mengingat bacotan kebaperan dari gadis berambut biru acak-acakkan itu. "Kecuali kalau kalian nyuri keto- AW!"
"Ayo. Kita pulang." Senyum manis di wajah Linda yang diberikan pada Zetrina dan Venashia tersebut akan terlihat tulus, jika dia sedang tidak menginjak kaki seorang Tracy. "Kita harus pulang, sebelum-"
"Berhenti!" Teriakan seorang pria berambut pirang terang menggema di seluruh koridor tempat itu.
"Daaaan, itu aba-aba kita untuk- KABUR!"
Sebuah aba-aba dari Linda menginstruksikan pada Zetrina dan Venashia untuk segera melarikan diri, kemudian ketiga gadis itu langsung bergegas pergi menuju parkiran.
Linda hendak mengikuti teman-temannya tersebut, namun langkah kakinya terhenti oleh sahutan dari dalam gudang.
"Linda!" sahut Tracy yang kini sudah berdiri dan merapikan pakaiannya yang terkena debu. "Makasih."
Wajah Linda yang awalnya ramah langsung berubah 180 derajat saat menatap Tracy. "Cih."
"Hari ini hari keberuntungan lu. Bu Ketua Maling Ketoprak." sahutnya dengan sinis sebelum mengejar teman-temannya yang lain menuju parkiran motor.
Linda memang membenci Tracy. Namun sebenci-bencinya Linda terhadap seseorang, teman atau musuh, dia akan selalu memikirkan orang di sekitarnya sebelum memikirkan dirinya sendiri. Oh, kecuali masalah biaya reparasi kerusakan fasilitas umum tentunya. Dia harus berusaha menghindari tuduhan itu nanti.
Special Omake:
1. Dikacangin
Pada suatu hari di kelas Rare...
"KALIAN SEMUA! DUDUK DI TEMPAT MASING-MASING SEKARANG JUGA, ATAU SAYA COMBLANGIN SATU-SATU!" teriak Idham sangar.
Hal itu sukses membuat seluruh siswa sinting di sana langsung duduk dengan hening sambil menatap sang guru di depan kelas.
"Nah, hari ini aku akan menjelaskan materi hari ini. Tapi sebelumnya itu, ada yang tau pengertian dari pra-aksara?" tanya Idham.
Beberapa butir (?) siswa pun mengangkat tangan.
"Pra-aksara itu satu per tiga dikali mancung!" jawab Jioru.
"Itu definisi dari 'pesek'." balas Idham risih.
"Aku tau, 'Pra-aksara' adalah istrinya Pak Lan!" ujar Fira.
"Salah, itu mah Bu Lan." timpal Thori sweatdrop.
"Pra-aksara adalah nirleka!" seru Teiron.
"You don't say..." balas sebagian siswa plus Idham sweatdrop.
"Oh, saya tau! Pra-aksara itu Destati Male Forze Impeto L'Oscurita dell'Ignoto L'Eminenza Oscura!" ujar Vion.
"Apaan tuh?!" Idham yang kesal melempar spidol ke arah anak itu. "Oke, biar kujelaskan. Jadi pra-aksara itu..."
Sepanjang pelajaran, beberapa siswa mulai ngantuk dan sebagian lainnya mulai ngobrol.
"Ulangan PKN kan gampang! Nggak usah belajar, jawab aja pake iman!" celetuk Ukaryon.
"PKN itu tentang hukum Negara, kalau jawabnya pake iman gimana? 'Jelaskan terbentuknya UUD 1945', jawabnya 'TAKDIR' gitu?" tanya Yorongy sambil ngakak gaje.
"Balonku ada lima~ Rupa-rupa warnanya~ Merah kuning kelabu, merah muda dan biru~ Meletus balon hijau, DOR! Kuletusin semua. Balonku masih lima, ya udah bodoh amat~" nyanyi Kira.
"Kesamber camar baru tau rasa lu!" timpal Yasha sweatdrop.
"Cara main game di sekolah tanpa ketauan gimana sih?" tanya Dodi.
"Ada caranya kok! Waktu jam istirahat, sebelum mulai sekolah, pas belajar dan boleh pake komputer ya main! Pas ada guru buru-buru ganti ke materi pelajaran, pas udah pergi main lagi! Terus pas olahraga main PSP, kalau berenang PSP-nya dibungkus plastik!" jelas Alpha watados.
"Gile lu dibungkus plastik!" balas Dodi sweatdrop.
Yira terheran-heran melihat Meiva yang sedang celingak-celinguk. "Kenapa?"
"Nyari semut!" jawab Meiva watados.
Yira sweatdrop. "Ngapain nyari semut?"
"Mau nanya siapa yang cocok jadi kecebong." balas Meiva sambil nyengir.
"Helep helep!" teriak Lonzak.
"Why? Why? Kelelep?!" tanya Assaro kaget.
"Ada kecebong tenggelam!" jawab Lonzak panik.
Assaro pun sukses dibuat jawdrop.
"Gue pernah nonton Dora the Explorer. Pas bagian dia nanya 'Bagian mana yang kau suka?', gue jawab 'Pas ibumu batuk-batuk kayak orang mau mati'. Dora jawab 'Aku juga suka itu'." celoteh Gita.
"Gue juga. Pas nonton Blue's Clues, clue-nya kan ada di sisi satu lagi surat yang dipegang, eh malah di-rotate sama orangnya! Heran gue, entah sengaja biar greget (?) atau emang bego." timpal Ayata.
"Kalau mau mikir juga harus duduk di sofa sambil keluarin buku catetan. Khusus gue, gue bakalan keluarin buku gambar A3, biar mantep gambarnya!" sahut Gita watados.
"Jangan! Gue dong, pake KANVAS!" seru Ayata dengan hebohnya.
"WUAKAKAKAKAKAK!"
Idham hanya kicep melihat seisi kelas yang lebih memilih ngomongin kecebong, camar, Dora dan Blue's Clues daripada pelajaran. Dia baru merasakan sengsaranya jadi guru kalau anak-anaknya ajaib kayak gini.
Amarahnya pun tak terbendung lagi dan dia langsung menggebrak meja.
BRAAAAAAAAAAK!
"WOY PARA JONES! PERHATIIN PELAJARAN!"
Raaan... Aaan... Aaan... (Anggap aja efek bergema.)
"Jones apaan?" tanya seisi kelas yang langsung kembali memperhatikan Idham.
"Jomblo with happiness." jawab Idham ngasal.
"Maaf, Sensei! Saya bukan Jones, tapi Jojobas!" celetuk Cordarius.
"Apaan tuh?" tanya Idham plus sebagian murid heran.
"JOmblo JOmblo BAhagia Selalu!" Jawaban barusan sukses disambut dengan gelak tawa dari seisi kelas.
2.Biologi
Kelas Ranged baru saja selesai ulangan Biologi dan sebagian siswa sedang ngobrol di kelas.
"Soal paling gampang menurut kalian nomor berapa?" tanya Eyfin.
"Nomor 19, tentang Bioteknologi!" jawab Perina santai.
"Nomor 7 yang soalnya 'Apakah fungsi belalai pada gajah?' itu lho!" seru Nayla mengulangi isi soal.
"Oh, gampang! 'a. Untuk minum dan mengambil makanan'." balas Perina.
"Lho? Bukannya 'b. Menyerang musuh'?" tanya Eyfin polos.
"Hahahahahahaha!"
"Oh, salah ya. Tapi belalai itu telinga gajah kan?"
Webek, webek...
"Eyfin, belalai itu hidungnya." jelas Nayla.
"Kalau pun itu telinga, apa bisa kau menyerang dengan telinga?" lanjut Perina sambil ketawa ngakak bersama Nayla.
Wajah Eyfin memerah dan dia segera mengambil senjatanya.
"Hmm... Nayla."
"Ya?"
"Kabur yuk!"
"Ayo!"
Sayangnya mereka berdua sudah babak belur dihajar Eyfin dengan tembakan mautnya.
3. English
Di kelas Melee, anak-anaknya sedang menjalani ulangan Bahasa Inggris.
Noris sedang melihat soal isian nomor 2.
2. Did they ... water?
'Oh, jawabannya drink!' batin Noris yang segera menuliskan jawabannya.
Beberapa saat kemudian, dia sudah selesai dan tak sengaja melihat jawaban Yuko yang duduk di samping kanannya untuk soal yang tadi.
2. Did they much water?
"A-Apa?"
"Ris, lu nyontek?"
"Yuko. 'Did they much water' artinya 'Apakah mereka banyak air', apa itu masuk akal?"
"Asalkan selesai juga masuk akal!"
PLAK! PLAK! PLAK! PLAK!
"Noris, berhenti facepalm! Itu mengganggu konsentrasi murid lain!" seru Lance.
DUK! DUK! DUK! DUK!
"Jangan pukul meja pakai wajah juga!"
4. Balada Makan Siang
Sekarang adalah jam pulang sekolah di Heroes Gakuen dan para anggota OSIS (plus Arta) langsung kabur ke tempat mereka untuk makan siang.
"Kyo, tunggu aku!" seru Thundy sambil berlari menyusul Ikyo dan Maurice.
Kalau di ruang OSIS, mereka boleh masak sendiri~
"Aku penasaran apa yang akan dimasak Vience untuk kita hari ini." gumam Ikyo.
"Asal bukan macaron aja! Gara-gara Teiron, kita sudah makan macaron selama seminggu!" gerutu Zeptrun yang tiba-tiba bergabung.
Mereka pun langsung disambut dengan ruang OSIS yang super ribut, ributnya bahkan bisa mengalahkan suara pesawat yang lepas landas di bandara. Kalau nggak terbiasa, dijamin sakit telinga selama tiga hari.
"ARTA, BERHENTI MAKAN ROTI TIAP HARI!" teriak Daren sampai suaranya habis, tapi percuma juga dia teriak pada Tartagus yang muka tembok.
"Ayolah (nyam) Dary (nyam) ini kan (nyam) enak banget (nyam)." balas Tartagus sambil terus mengunyah melon bread-nya.
Ampun deh, nggak ada yang ngerti gimana caranya dia bisa hidup hanya dengan melon bread.
"Lapaaar! Kenapa aku nggak boleh masak sih?" tanya Teiron yang merengek gaje.
"Udah tau kan kenapa?! Gara-gara lu pengen masak terus bikinnya kebanyakan, kita makan macaron selama tujuh hari berturut-turut!" bentak Alpha yang nggak tau harus ngomong apa lagi pada anak yang satu itu.
"Haaaah? Tapi kan enaaaaaaak!" rengek Teiron yang masih nggak ngerti salahnya dimana.
Hal itu sukses membuat Rendy dan Daren yang berada di sebelahnya langsung facepalm.
"VIENCE! BUKA PINTUNYA! KENAPA GUE NGGAK BOLEH MASUK SIH?!" teriak Alexia sambil gedor-gedor pintu dapur.
Mereka semua bersyukur dalam hati dengan 'prosedur pencegahan keracunan massal' yang dilakukan Vience.
"Sudahlah, mending duduk bareng kita aja sini!" Exoray menyeret Alexia ke meja makan sebelum dia berhasil mendobrak pintu dapur.
"Menu kita hari ini adalah... Telur goreng spesial!" Vience pun keluar (setelah memastikan Alexia tidak ada di dekat dapur) sambil membawa setumpuk piring dibantu Flamy dan Icy.
Mereka semua langsung menyerbu makanan yang disajikan.
"WOY, ITU BAGIAN GUE!" bentak Saphire yang men-death glare Musket.
Yang ditatap malah asik makan dan Saphire tanpa basa-basi langsung menodong Musket dengan sapu.
"Tenang aja, ini masih ada kok!" Vience berusaha menenangkan Saphire sebelum terjadi peristiwa berdarah hanya gara-gara sepiring telur.
"Hihapa hepat hiha hapat (Siapa cepat dia dapat)." celetuk Musket santai disertai mulut penuh.
Saphire memutuskan untuk mengabaikannya dan mulai makan, sementara Musket memasang senyum kemenangan.
"Kenapa bingung, Thun?" tanya Ikyo pada Thundy yang terlihat seperti mencari sesuatu yang hilang.
"Ini, masih ada satu piring. Siapa yang belum dapat ya?" tanya Thundy bingung sambil mengangkat sepiring telur yang tersisa.
"Buat aku dayo!" seru Musket.
"Jangan, buat gue aja!" balas Saphire.
"Enak aja, itu punya gue!" timpal Alexia.
Sebentar! Biasanya kalau udah kayak gini...
"MAURICE!" pekik mereka semua bersamaan.
Kalau ada sesuatu yang kelebihan, pasti anak itu kelupaan!
"Maurice! Lu dimana?! Kalau nggak ke sini, jatah lu buat gue!" seru Alpha semaunya.
Terdengar suara yang sangat kecil, tapi dimana?
"Di sini, depan aku." ujar Zeptrun santai sambil makan.
Dan benar saja, ternyata yang duduk di ujung meja sana adalah anak hilang kita. Pantesan nggak keliatan, dia ketutupan sama Exoray yang duduk di sebelah kirinya.
Haduh, si Maurice harus diapain gitu biar nggak dilupain sama yang lain?
5. Pulang Cepat
Ada sebagian anak nista sedang berkumpul di depan sekolah.
"Asik, pulang cepet!" seru Vroyen. "Tapi, kok gue jadi males pulang ya?"
"Gue juga! Kalau pulang juga mau ngapain coba?" timpal Bianda.
"Yang ada malah jamuran di tempat tidur!" timpal Leif.
"Lu nggak pulang bareng abang lu, Adel?" tanya Alisa.
"Kak Jioru-nya aja belum keluar." jawab Adelia.
"Nggak pulang sama pacar lu, Neila?" tanya Zalarion.
"Dia udah pulang duluan sama temen-temennya!" balas Neila.
"Aneh, biasanya kalau pacaran pulangnya pasti berduaan!" celetuk Nova.
"Lu kebanyakan nonton sinetron sih!" sindir Xyagna.
"Terserah gue dong!" balas Nova sewot.
"Balik aja yuk! Gue ada kerjaan nih!" ajak Toni.
"Rajin banget sih!" keluh Adelia. "Tungguin Kak Jioru dulu ya!"
"Nah, tuh dia abang lu, Adel!" Vira menunjuk seorang cowok berambut pirang yang sedang mendekati mereka dengan tubuh babak belur.
"Kok lama, Kak Jioru?" tanya Adelia.
"Tadi ada anak kelas sebelah ngajakin berantem!" jawab Jioru.
"Terus kenapa lu yang babak belur? Biasanya mereka yang babak belur!" tanya Roland bingung.
"Gimana bisa berantem, orang mereka ngajak berantemnya di depan ruang guru! Gue kan nggak berani berantem di situ, entar malah diomelin!" jelas Jioru sewot.
"Iya aja deh, ayo balik!"
Akhirnya anak-anak nista itu pun pulang ke rumah masing-masing.
Omake End!
OC of the Day:
Linda Bartolk
Umur: 18
Tanggal lahir: 18 Agustus
Zodiak: Leo
Warna rambut/mata: Biru/merah
Hero: Lucifer
Kelas: Melee
Fakta unik:
-Salah satu dari tiga Bartolk bersaudari.
-Oke, itu saja! *plak!*
Yah, biarlah... -w-/
Review! :D
