Balas Review! :D
Honey Sho: Ya maaf, mas Andre! Saya kan bukan penggemar CSO, jadi jangan heran jika saya salah nyebut senjata! -_-"V
Andre: *nyolek Mathias.*
Mathias: "Ada apa- an?" *nengok ke belakang dan langsung merinding disko.*
Andre: "Heh, Kambing! Lu pernah ngerasain mata lu kelilipan JNS-9?!" *Hero mode on plus nodongin JNS-9.*
Mathias: *langsung kabur.*
Andre: *ngejar Mathias.*
Me: *sweatdrop.*
Oke, terima kasih Review-nya! :D
Happy Reading! :D
Chapter 17: Persiapan Pentas Seni NihoNime Gakuen
Sekarang kesembilan anak nista itu sedang sibuk mendekorasi sebuah panggung di tengah lapangan untuk pertunjukkan pentas seni.
"Si **** lama banget, sih! Ngapain aja dia?!" gerutu Luthfi yang berdiri di depan panggung itu.
"Paling dia lagi dipanggil sama si pak Kambing!" timpal Sakazaki watados sambil membawa beberapa dekorasi.
"Yeee, pak Kambing pala lu!" balas bocah berkacamata itu emosi.
"Et, deh! Jangan berantem atau gue lempar lu berdua ke Angra Nest (?)!" ancam Sho yang kesal dengan kelakuan kedua bocah itu.
Kedua bocah itu pun langsung sweatdrop mendengarnya, sementara Dissa dan Mea yang berada di dekatnya hanya tertawa saja.
Di kantin...
"Hei, Girl-chan! Memangnya drama-nya apaan, sih?" tanya Hanny kepada Girl-chan yang lagi ngatur beberapa program.
"Menekedele! Tapi tergantung sama pak Denmark, kalau kau tau maksudku!" jawab Girl-chan sambil duduk di sebuah bangku yang berada dekatnya.
Hanny pun hanya manggut-manggut mendengarnya.
"Yah, kalau 'Cinderella' sih gue masih bisa maklum! Tapi gimana kalau 'Servant of Evil' atau..." kata Hanny menggantung.
"Gue tau! Lu mau bilang 'Alice Human Sacrifice', kan?" potong Girl-chan.
"Yah, lu kan tau sendiri kalau sampai pak Mathias kambuh lagi Yandere-nya kayak gimana jadinya!" ujar Hanny sambil menghela nafas kecil.
Girl-chan pun hanya mengangguk kecil.
Di ruang guru...
"Eh, Dan! Lu punya ide kagak buat drama?" tanya Emil kepada Mathias yang lagi makan blueberry. (Cowboy: "Nyolong lagi kah?" *dipenggal.*)
"Gimana ya? Senere jeg elsker at vide (Nanti saja aku kasih tahu)!" jawab Mathias sambil berjalan pergi.
Emil pun langsung sweatdrop mendengar jawaban sobat jabriknya barusan.
Di lapangan...
"Hoi, Diskon-chan! Kasih gue gunting, dong!" kata Luthfi sambil menengadahkan tangannya ke bawah untuk meminta gunting.
Karena lagi fokus sama lagu 'Senbonzakura' di HP-nya, Dissa malah ngasih sembarang benda yang ternyata...
"Diskon-chan! Lu gila ya ngasih gue kapaknya pak Mathias?" tanya Luthfi sweatdrop sambil memegang sebuah kapak di tangannya.
Dark, Sho, Sakazaki, Runa, dan Mea pun langsung tertawa melihat Luthfi yang memegang kapak sang ketua guru, sementara Dissa hanya memeletkan lidahnya sambil mengambil kembali kapak tersebut.
"Sorry, Luthy-kun! Gue salah ambil!" kata Dissa sambil ngasih benda yang bener.
Luthfi pun hanya bisa sweatdrop sambil mengambil gunting tersebut.
"Hoi, apa ada yang ngeliat kapak bapak?" tanya Mathias sambil celingukan di sekitar lapangan.
Dissa pun langsung melempar kapak itu ke sembarang arah dan sukses mengenai Hanbei dan Motonari yang lagi main catur.
"KØHLER-SAAAAAAAAAAN!" pekik kedua pria cantik (?) tersebut. *dicambukin Hanbei.* *dibalang Ring Blade.*
'Waduh! Kayaknya gue/lu salah lempar, deh (Dissa/Diskon-chan)!' batin anak-anak itu sambil merinding gaje.
"Siapa tuh yang lagi teriak-teriak?" tanya Girl-chan yang mendengar teriakan barusan.
"Ah, paling pak Hanbei sama pak Motonari! Habisnya, Dissa kagak sengaja lempar kapaknya pak Mathias ke arah mereka!" jawab Dark watados.
Hanny pun langsung cengo plus shock sambil ngeluarin tatapan 'Gila-! Lu-lempar-kapaknya-pak-Mathias-?!' yang hanya dibalas dengan tanda 'peace' dari tangan Dissa.
"Eh, iya! Lu dari mana aja, Ra?" tanya Luthfi kepada teman sekelasnya.
"Nungguin pengumuman tentang drama dulu!" jawab Girl-chan. "Ah, gue jadi mau nyanyi, nih! Bosen banget! Ichibanme ARISU wa- Aph!"
Girl-chan yang berniat nyanyi langsung disumpel roti sama Hanny.
"Lu gila ya nyanyi lagu itu?! Wenn die Packung Dänemark zu wissen, Yandere yego sobirayutsya k retsidivu (Kalau pak Denmark sampai tahu, Yandere-nya bakalan kambuh)!" bentak Hanny yang entah kenapa pake bahasa campuran Jerman dan Rusia (?).
"Iya, iya!" kata gadis itu setelah mengambil roti dari mulutnya. "Oh, iya! Gimana kalau nyanyi 'Always with You' aja?"
"Boleh, tuh!" ujar Hanny. "Gue yang jadi Sweden aja, deh!"
"Gue pengen banget jadi Denmark, habisnya kawai!" timpal Girl-chan sedikit ber-fansgirling ria. (Cowboy: "WHAT THE-" *disumpel kue gosong.*/Thundy: "Mending lu diem aja, deh!" *sweatdrop.*)
"Gue pengen banget ikutan! Nordic yang cocok buat gue siapa, ya?" tanya Dissa.
"Finland!" koor kedua gadis HetaFans itu bersamaan.
"Tinggal Norway-Iceland, kan? Gue pilih Norway dan Luthy yang jadi Iceland!" saran Dark secara sepihak.
"Kok gue, sih? Gue kan bukan HetaFans!" tolak Luthfi sweatdrop.
"Au ah gelap!" ujar keempat bocah itu sambil ngeluarin aura merah yang setara dengan sang ketua guru jabrik tersebut.
"Hoi, hoi! Sejak kapan lu pada bisa auranya pak Kambing?" tanya Sakazaki bingung tanpa menyadari siapa yang berada di belakangnya.
'Mampus lu, Saki-chan! Kayaknya lu bakalan dipenggal, deh!" batin Sho, Mea, dan Runa merinding.
"Siapa yang tadi kamu panggil pak Kambing?!" tanya Mathias dengan aura merah mengerikannya.
Sakazaki pun langsung menelan ludah mendengar suara orang di belakangnya dan menengok dengan muka horror saat mendapati sang ketua guru sudah berada tepat di belakangnya.
"Hyiiiiiiiii, ampun pak!" kata anak itu memohon ampunan kepada pria Denmark itu.
Beberapa acara pembantaian (?) kemudian...
"Ih, bapak yang bener aja! Masa kita juga ikutan dihajar, sih?" tanya Sho sambil memegangi tubuhnya yang sakit karena menjadi korban keganasan sang ketua guru.
"Yeee, itu mah masih mending! Daripada yang kemaren, Angra Nest sama Poisoning (?)!" balas Mathias kesal.
Gue berani taruhan setelah ini si Mathias bakalan dibantai sama Andre! Dijamin!
"Iya, pak! Uanset hvad du siger/Chto ni govori (Terserah kau saja)!" kata Girl-chan dan Hanny bersamaan.
"Yo, Mat! Gue cari lu kemana-mana, ternyata di sini!" ujar Lance yang tiba-tiba muncul dari atas pohon dengan bergelantungan ala monyet (?). *Narator ditabok Lance.*
"Mat, Mat! Lu kate gue mobil derek di Cars (?)?!" balas Mathias yang masih kesal. "Dan lagian, lu ngapain gelantungan kayak monyet? Cepet turun!"
Lance pun langsung turun dari pohon dengan lompatan akrobatik ala Sakon (?). *plak!*
"Memangnya lu kenapa, sih? Entar Yandere lu kambuh lagi, deh!" kata pemuda berambut merah itu sambil menggembungkan pipinya.
Pria jabrik itu hanya diam saja. Kesepuluh bocah gaje itu pun langsung memiringkan kepala masing-masing karena bingung dengan kelakuan sang ketua guru tersebut.
'(Pak) Mathias kenapa, ya? Apakah ini salah satu dari sepuluh tanda (?) sifat Yandere-nya bakalan kambuh?' batin mereka semua heran.
Sepuluh tanda anak se- *plak!* Ups, maaf soal kegajean barusan. Wir kehren zu dem Thema (Kita kembali ke topik)! (Cowboy: "German mode on lagi?" *sweatdrop.*)
"Hmm! 'Alice Human Sacrifice', ya? Ide yang bagus!" gumam pria jabrik itu pelan dengan nada yang mengerikan.
Entah kenapa, kesepuluh bocah itu pun langsung merinding gaje mendengarnya.
'Hyiiiiiiiiii! (Pak) Mathias beneran kambuh lagi Yandere-nya!' batin mereka lagi.
Di ruang guru...
"Hiye! Gue takut banget!" kata Lance sambil merinding disko saat berjalan ke ruang guru.
"Memangnya kenapa, Stoppersky-kun?" tanya Keiji heran.
"Errr, gue kagak berani ceritain, deh!" jawab bocah merah itu sambil berjalan pergi ke meja Ieyasu.
Keiji pun hanya bingung mendengar jawaban tersebut.
"Ada masalah apa, Ransu-kun?" tanya Ieyasu sambil mantengin HetaOni (?) di laptop-nya.
"Eh, Yasu! Kayaknya si Mathias kambuh lagi deh Yandere-nya!" jawab Lance yang masih merinding mengingat kejadian barusan.
"Makkun? Yang bener?" tanya pemuda berambut coklat itu lagi.
Lance pun menjawabnya dengan anggukan kecil dan langsung pergi. Ieyasu pun hanya bisa menghela nafas.
'Wah! Udah bisa ketebak, tuh!' batin Ieyasu sambil geleng-geleng kepala.
Setelah Lance pergi, Emil pun mendatangi Ieyasu.
"Eh, Yasu! Si Dan kenapa tuh sampai berlagak kayak Russia nyasar (?) gitu?" tanya Emil.
Ieyasu pun hanya mengangkat bahunya. (Cowboy: "Eh, Yasu! Memangnya lu tau Russia itu siapa?" *digiles Tadakatsu.*/Ieyasu: "Diem aja lu, OC sialan!")
"Eh, Ice! M'rek' ud'h d'teng b'lum?" tanya Berwald.
"Entahlah, Svi! Kali aja udah!" jawab Emil sambil menunjuk ke arah lapangan.
Di lapangan...
"Memangnya di sini sekolahnya?" tanya seorang pemuda berambut coklat ikal bermata ungu dengan pakaian ala Hunter (?) kepada pemuda berambut hitam bermata biru dengan pakaian ala prajurit zaman Revolusi Amerika (?) di sebelahnya.
"Iya, dayo! Aku udah pernah ke sini!" jawabnya.
Kalian bisa nebak kan siapa pemuda berambut hitam itu? Dari suffix-nya aja udah ketauan!
"Hebat! Baru sekali dateng udah hafal aja!" kata seorang pemuda berambut coklat tua bermata biru safir dengan baju putih yang ditutupi jaket coklat, celana coklat, dan sepatu coklat.
"Diem lu, abang menyebalkan!" bentak pemuda ikal tadi kesal.
"Mereka mulai lagi!" komentar seorang pemuda berambut pirang bermata coklat berpakaian ala sherif dari Amerika (?) sweatdrop dengan pertengkaran (?) barusan.
"Iya!" balas seorang pemuda berambut navy blue bermata senada dengan pakaian ala para penyihir (?) ikut sweatdrop.
Sementara itu...
"Eh, Diskon-chan! Mereka siapa, ya?" tanya Luthfi sambil menunjuk kelima pemuda yang berada tidak jauh dari mereka.
"Kagak tau!" jawab Dissa sambil angkat bahu. "Tapi yang pake baju prajurit Revolusi Amerika tuh si dukun elang itu, deh!"
'Dukun elang?' batin Lance dan Sakazaki heran. (Thundy: "Eh, sebentar! Sejak kapan Lance ada di lapangan? Bomat lah! Daripada digetok Gun Blade!" *digetok beneran.*)
"Hoi, dukun elang!" panggil Dark yang sukses dibungkam Luthfi dan Girl-chan dengan disumpel roti Prancis busuk (?).
"Eh? Ada yang manggil, dayo?" tanya pemuda berambut hitam itu saat mendengar panggilan barusan dan berjalan ke arah sumber suara. "Kayaknya dari arah sana, dayo! Aku ke sana sebentar!"
"Hoi, hoi! Lu mau ngapain?" tanya pemuda pirang dan navy blue itu bersamaan sambil berjalan menyusul pemuda itu diikuti kedua pemuda lainnya.
'Mampus! Tuh dukun elang ke sini lagi!' batin mereka semua (min Sakazaki dan Lance) panik.
"Apa ada ya, dukun elang?" tanya kedelapan anak nista itu watados.
"Hiye! Jangan panggil aku 'dukun elang', dayo! Namaku Musket, tau!" jawab pemuda (yang diketahui bernama Musket) tersebut gelagapan.
"Hah?! Kau pernah jadi dukun?!" tanya pemuda coklat dan ikal tadi sambil jawdrop berjamaah.
"Hoi, Deer-kun! Sap-kun! Mending lu baca Chapter 'Yaoi Madness' aja deh biar ngerti!" saran pemuda navy blue itu.
"Ah, iya! Hisashiburi, BakAuthor!" sapa pemuda pirang itu kepada Girl-chan.
"Lu kagak pernah berubah, Cowboy-kun!" balas Girl-chan sweatdrop.
"Eh?" Kedelapan murid sarap plus satu guru prematur (?) itu pun langsung memunculkan tanda tanya besar di atas kepala mereka.
"Lu/kamu sejak kapan kenal mereka?" tanya kedelapan temannya plus Lance heran sambil menunjuk kelima pemuda itu.
"Karena, mereka berlima itu OC-ku!" jawab Girl-chan watados.
Webek, webek... (Thundy: "Lama kagak jumpa, pak kodok!" :D *plak!*)
"APHUAAAAAAAAAAAA?! WHAT THE FUCK?! WHAT THE HELL?! WHAT THE DENMARK?! KOK KITA/BAPAK BARU TAU, SIH?!" pekik mereka semua (min Girl-chan dan kelima pemuda itu) panik.
'Lebay banget mereka (dayo)!' batin Girl-chan dan kelima pemuda itu sweatdrop.
"Yah, bagaimana kalau kita kenalan aja? Dari kita berlima, kalian udah kenal Musket, kan?" tanya pemuda ikal itu memastikan.
"IYAAAAAA!" koor kedelapan anak nista itu dengan gelombang suara UltimateSonic (?). *plak!*
PRANG!
"Kagak usah teriak juga, keles!" teriak Ieyasu dari ruang guru.
'Dafuq! Pak Ieyasu/Yasu telinganya satelit (?) kali, ya?' batin mereka semua cengo plus sweatdrop.
"Oke! Je me appelle (Namaku) Daren Andreas!" kata pemuda ikal itu memperkenalkan dirinya dalam bahasa Prancis.
"Kamu orang Prancis, ya?" tanya Mea.
"Errr, bukan! Tapi aku pernah tinggal di Prancis sejak kecil!" jawab Daren.
"Mein name ist Thundy Shocka!" kata pemuda navy blue tadi dalam bahasa Jerman.
"Orang Jerman kah?" koor Dissa, Luthfi, dan Sho bersamaan sambil melototin pemuda navy blue itu.
"Hiye! Jangan pelototin gue kayak gitu, dong! Dan lagian, gue tuh cuma campuran Jerman-Demon (?)!" jawab Thundy gelagapan.
Suara gagak pun langsung menyelimuti keheningan di antara mereka.
"Berarti lu half-demon, dong?" tanya Dark memastikan.
Mendengar pertanyaan itu, Cowboy langsung menatap Thundy dengan tatapan 'Lu-gila-ya-mau-ngomongin-hal-itu-?' yang hanya dibalas dengan anggukan dari yang bersangkutan.
"Ya, kalau kalian heran soal itu, buktinya hanya ini!" jawab pemuda navy blue itu sambil nyikap rambutnya dan memperlihatkan telinganya yang runcing. Tidak spiral seperti manusia pada umumnya.
Mereka semua (min Girl-chan dan keempat temannya) pun hanya manggut-manggut.
"Oke, deh! Namaku Alexia Cowboy Mercowlya! Yah, kalian bisa panggil aku Cowboy atau Alexia, tergantung kalian!" kata pemuda pirang itu datar.
"Eh, Tsun- Hiyeeee!" Girl-chan yang berniat manggil bocah pirang itu dengan 'Tsun-Tsun' pun langsung dibekep plus ditodongin Revolver.
"Diem aja lu, BakAuthor!" bentak Cowboy dengan dark aura di tubuhnya.
"Yeeee, memang bener kan? Lu kan suka sama seseorang yang mirip gue! Ngaku aja, deh! Kali aja direstuin sama abangnya!" balas Girl-chan watados.
"Huh!" Pemuda pirang itu pun langsung melepaskan bekepannya dan menengok ke arah lain dengan blushing.
'Yah, kambuh lagi deh Tsundere-nya!' batin keempat temannya sweatdrop.
'Wah, seorang Tsundere!' pikir kedelapan anak nista itu.
"Ah, iya! Aku Saphire Andreas!" kata pemuda coklat itu memecahkan keheningan.
"Eh? Kamu sama Daren saudara, ya?" tanya Lance.
Kedua pemuda itu pun hanya mengangguk.
"Oke, aku mau nanya! Kalian berlima ngapain ke sini?" tanya Girl-chan heran.
"Kita diundang sama si Kambing itu entah mau ngapain!" jawab Cowboy sambil melipat kedua tangannya di dada.
-Flashback-
"Ah, bosen banget!" kata Saphire sambil melipat kedua tangannya ke belakang.
"Memangnya cuma lu doang? Gue juga, abang menyebalkan!" bentak Daren di sebelahnya.
Migite ni wa ALE, hidarite ni wa FISH AND CHIPS~ (Mathias: "Kalau gue boleh nanya, kenapa dia pake lagu 'Hatafutte Parade England' sebagai Ringtone-nya?"/Girl-chan: "Menekedele!" *angkat bahu.*)
"Hoi, Tsun-kun (?)! HP lu bunyi, tuh!" kata Saphire sambil melirik HP milik Cowboy yang bergetar di atas meja.
"Gue juga tau dan jangan panggil gue Tsun-kun!" bentak pemuda pirang itu sambil mengambil HP-nya.
"Hmm?" Cowboy pun langsung mengangkat alisnya.
"Warum (Kenapa)?" tanya Thundy.
"Gue dapet pesan dari si Kambing itu! Mau gue bacain?"
"Ya sudah!" koor ketiga temannya bersamaan.
Errr, kalian mau tau isi pesan tadi? Isinya seperti ini!
From: Unknown Number
Hoi, kalian berlima! Lu pada mau ke NihoNime Gakuen, kagak? Cuma buat sekedar meriahin pentas seni doang! Kalau kalian takut nyasar, tanyain aja si Musket! Dia udah pernah ke sana, kok!
Fra lederen af den smukke lærer (Dari sang ketua guru yang ganteng), Mathias Køhler! Eits, jangan muntah!
"HOEK!" Keempat pemuda itu pun langsung muntah berjamaah membaca nama pengirim pesan gaje bin ajaib tersebut.
"Anjrit! Tuh Kambing udah gila, ya?! Ngapain coba kita ke sana?! Ogah banget gue ketemu sama BakAuthor! Asdfghjkl!" gerutu Cowboy sambil ngamuk gaje.
Ketiga temannya pun langsung sweatdrop mendengarnya.
'Cowboy! Lu lagi PMS, ya? Sampai ngamuk gaje kayak gitu!' batin ketiganya yang masih sweatdrop.
"Mendingan kita ke sana aja, deh! Daripada kagak ada kerjaan, kan?" saran Saphire yang dihadiahi jitakan dari Daren dan Cowboy.
"KAGAK ADA KERJAAN PALA LU?!" bentak keduanya kesal.
"Yeee, memang iya kan? Gue bosen kagak ada kerjaan! Mau nonton juga bosen, mau main game batere-nya abis, mau nganggur juga kagak elit banget!" balas Saphire ngeles.
"Iya juga, sih! Gue juga bosen nungguin tugas dari Bruder, jadi biarlah kita ikut!" kata Thundy yang (sedikit) membela Saphire.
"Iya, deh! Terserah lu aja!" ujar kedua pemuda ikal dan pirang tersebut.
-Flashback End-
"Hayai, begitu ya!" komentar Lance sambil manggut-manggut.
To Be Continue...
Cowboy: "Kenapa dipotong di situ?"
Me: "Biar suprise aja!"
Thundy: "Lu kagak nyuruh kita nyanyi 'Alice Human Sacrifice', kan?"
Me: "Bukan gue, tapi 'you-know-who'!
Daren: "Terserah, yang penting main!"
Me: "Review!" :D
