Pagi itu, Serena mendapat kabar dari ayahnya bahwa Theo Senior ingin memecat Hagrid yang untung saja bisa di gagalkan oleh kepala sekolah. Kabar buruknya adalah Theo Senior ingin memberikan hukuman mati pada Buckbeak yang tentu saja di halangi Dumbledore, sebagai gantinya Hippogriff tersebut mendapat siding. Serena langsung memberitahu kabar ini kepada teman - temannya, Hermione langsung bersumpah serapah. Draco membiarkan Serena bersandar di pundaknya.

"Nott menyebalkan, "kata Crabbe.

"Salahnya sendiri jika Hippogriff itu menyerangnya" sambung Goyle.

"Sudah, sudah. daripada kalian memikirkan yang belum tentu terjadi . Bagaimana keadaan kalian? Besok kita akan melawan Hufflepuff"tanya Blaise.

"Secara keseluruhan, Aku dan Serena baik. Hanya saja banyaknya Dementor. Membuatku tak yakin"jawab Draco.

"Kalian bisa menang, Seeker Hufflepuff,Cedric Diggory . Cowok cantik yang menurut Wood Serena jauh lebih baik"kata Ron.

"Diggory lumayan tampan. Buktinya dia memiliki banyak penggemar"puji Serena membuat wajah Draco berubah 160 derajat. Blaise menelan ludahnya. "Persephone, Hadesmu ngamuk"kata Blaise sambal menunjukkan pada pewaris Malfoy yang sedang cemburu tersebut. "Resmi aja belum"sahut Serena.

"Ku kira aku sudah tegas memberitahumu"balas Draco.

"Kau hanya mengklaim Malfoy. Belum mengajukan pertanyaan"

"Serena kau akan ikut ke Hogsmede akhir pecan ini?"Tanya Hermione begitu merasakan aura tak enak dari dua calon sepasang kekasih itu. Serena menggelengkan kepala nya. "Karena segala urusan tentang Sirius Black membuat ayahku tidak mau menandatangi izin ke Hogsmede . "jelas Serena.

"Yah padahal kita bisa membeli Butterbeer. Kau tak bisa melakukan sesuatu?"Tanya Ron.

"Kalau kau mau meminta izin langsung pada ayahku. Itu sangat membantu Ron"jawab Serena langsung membuat Ron mengelengkan kepalanya kuat - kuat.

Time skip

Hari ini hujan. Cuaca sangat tidak mendukung untuk pertandingan

Quindditch. Draco mengetuk wajah Serena dengan tongkat sihirnya, membuat wajahnya terlindungi dari air hujan. "Terima kasih"kata Serena.

Pertandingan hari ini lumayan alot. Hufflepuff tidak main - main. Para Seeker dari masing - masing tim hanya perlu menangkap Snitch untuk memenangkan pertandingan. Serena dan Cedric sama - sama menerbangkan sapu sihir mereka untuk mengejar Snitch. Jari - jemari Serena sedikit lagi menangkap Snitch tersebut, saat ia menyadari banyaknya dementor yang datang padanya. Pegangan tangannya mulai mengendur, kali ini Serena bisa mendengar suara James sebelum ia tak sadarkan diri.

Draco berhasil memasukkan gol, saat ia mendengar salah seorang siswa berteriak. Draco langsung melihat ke arah yang ditunjukkan siswa tersebut. Hatinya mencelos saat ia menyadari Serena sedang terjun bebas tanpa sapunya. "Arresto Momentum"kata Dumbledore yang merapal mantra untuk memperlambat jatuhnya Serena. Draco menerbangkan sapunya untuk menangkap tubuh Serena. "Expecto Patronum"seru Dumbledore. Belum pernah ia menyaksikan kemarahan Dumbledore sehebat itu. Ketika Draco turun, Ayah baptisnya yang ganti menggendong Serena. Para anggota tim yang lain memutuskan untuk mengumpulkan apa yang tersisa dari sapu terbang milik Serena. Draco sendiri segera mandi dan mengunjungi Serena di rumah sakit.