Balas Review! :D

Honey Sho: Nanti bakalan aku bikin Chapter penistaan mereka, kok! Oke, terima kasih Review-nya! :D

Happy Reading! :D


Sebelumnya di 'The Crazy Summer Camping'...

"Hah, yang kemaren itu beneran gila!"

"Si Kambing berantem lagi, tuh!"

"Mereka kenapa berantem lagi? Kemaren berantem gara-gara laptop, terus lomba motong bawang bombay pake pisau roti (?), lomba gendong-gendongan (?), sekarang apaan lagi coba?"

"Errr, Lukas-san/Nore! Lu gila ya nantangin kayak gitu?"

"Tadi kalian berdua membicarakan aku yang mabok, ya? Ngaku aja Ice-kun, Lance-kun! Khukhukhu!"


Chapter 24: A Normal Day?


Sekarang, para penghuni CSO Dorm sedang melakukan aktivitas pagi seperti biasanya. Seperti sarapan pagi, mandi pagi, acara ngeden di toilet berjamaah (?), dan aksi perkelahian panas di pagi hari (tentunya oleh Mathias dan Andre).

Tapi, mereka semua terlihat bingung saat melihat sebuah box super besar yang disegel dengan selotip dan bertuliskan 'Jangan dibuka, kalau dibuka kesialan akan menghampirimu!' tergeletak di ruang tengah.

"Bujug, deh! Memangnya dikate kotak pandora apa?" tanya Cowboy sambil memperhatikan kotak ajaib tersebut.

"Tau, tuh! Kotak gaje dari mana, coba?" tambah Daren.

"Lha, beneran ngambang nih kotak?" tanya Luthfi sweatdrop.

Sebenarnya kotak itu tidak begitu menarik, tapi yang menarik perhatian mereka adalah posisi kotak yang ngambang (?).

Jika dilihat dari atas, bawah, dan samping, sepertinya tidak ada yang aneh dengan kotak tersebut (kecuali fakta kalau kotak itu memang ngambang).

Akhirnya, dipanggillah tim Densus 33 (?) untuk memastikan kalau kotak gaje itu tidak berbahaya. Akhirnya, setelah divonis tidak ada yang aneh, mereka semua pun langsung berangkat meninggalkan CSO Dorm.


-skip time-


Terlihat beberapa makhluk gaje yang sedang merusuh sambil menunggu waktu latihan dimulai. Seperti Dark yang entah gimana caranya lagi betulin buldosernya serta Mathias dan Andre yang berantem ria (?) lagi di ujung lapangan. Mending kita aja liat keadaan Dark!

KREK! KREK! KREK!

"Woah, Darukun! Lu ngapain bawa buldoser lu ke sini?" tanya Idham sambil mengalihkan perhatiannya sebentar dari laptop-nya.

"Kemaren kagak sempet dibetulin gara-gara permainan sialan itu!" dumel Dark kesal sambil ngotak-ngatik buldoser-nya. (Note: Baca Chapter 'King of Game Again?'!)

Idham hanya ber-'oh' ria saja mendengar jawaban Dark barusan.

"Hebat! Gimana caranya tuh anak bawa buldoser ke sini?" tanya Mea heran.

"Hmm, wakaranai sa!" jawab Sakazaki sekenanya.

"Memangnya boleh bawa buldoser, ya?" tanya Sho kepada Diskon (?) dan Giro Bilyet (?) yang hanya dibalas dengan gelengan dari kedua anak uang (?) tersebut. *dihajar Dissa.* *digetok biola Giro-kun.*

KLOTAK! KLATAK! KLUTOK!

Yah, kira-kira begitulah suara yang terdengar saat Dark membenahi buldosernya.


Di tempat lain...

Seorang pria berambut coklat bedstyle sedang berjalan mengelilingi CSO Dorm. Sepertinya dia sedang patroli keliling menggantikan Andre yang sejak tadi mangkal di lapangan cuma buat ngajakin ribut Mathias.

KLOTAK! KLATAK! KLUTOK!

"Eh, apaan tuh?" tanya pria itu heran.

Dia pun berjalan ke arah lapangan dan mendapati seorang bocah cowok sedang mengotak-ngatik mesin sejenis traktor mini (?) itu di lapangan. Melihat hal itu, pria berambut coklat ini mengeluarkan lampu petromaks (?) dari dalam matanya (?) dan dia pun memanggil bocah tersebut.

"Hoi, Dark! Bisa ke sini sebentar?" panggil pria berambut coklat tersebut.

Dark pun menoleh ke arah pintu dan mendapati seorang pria berambut coklat berdiri di depannya.

"Ada apa, Gerrard?" tanya Dark.

"Lagi betulin buldoser, ya? Kalau udah selesai, tolong ratain jalanan di depan asrama, ya! Baru diaspal, tuh!" kata Gerrard watados sambil menunjuk jalanan yang lebarnya kayak bandara (?) tersebut.

Dark pun melihat jalanan itu dan langsung facepalm di tempat.

"Gerrard! Bisa kagak yang kira-kira dikit?" tanya Dark.

"Mungkin bisa minta bantuan?" tawar Gerrard sambil menunjuk seorang bocah cewek yang lagi makan pisang sambil bergaya topeng monyet elit (?).

Dark pun hanya bisa sweatdrop mendengar permintaan Gerrard yang sangat konyol untuk dilakukan tersebut. Akhirnya, Dark pun memanggil temannya itu dengan berat hati.

"Diskoooooon-chan! Sini, deh!" panggil Dark sambil mengisyaratkan Dissa untuk menghampirinya.

Tapi tidak ada respon dari yang bersangkutan.

"Diskon-chan?" tanya Dark watados setelah mendengar suara pundung entah dari mana asalnya.

Dark pun dengan ragu-ragu mulai menghampiri Dissa yang duduk termenung di pojok lapangan.

"Hik! Hik! Gue bukan nama uang!" kata Dissa sambil pundung.

Dark pun hanya bisa facepalm di tempat mendengar alasan Dissa yang tiba-tiba pundung tersebut.

"Yah, ternyata cuma begituan! Ya udah, deh! Mending lu bantuin gue ngeratain jalanan aja! Kita disuruh sama Gerrard!" balas Dark sambil menarik tangan Dissa.

"Se-sebentar! Gerrard? Tumben dia ke sini!" tanya Dissa heran.

"Patroli harian!" jawab Dark yang tidak terasa sudah menjauh dari Dissa.


Di depan asrama...

Dissa pun langsung jawdrop di tempat setelah melihat betapa besar jalanan baru di asrama mereka (dan sebanyak apa pekerjaan menggilas mereka).

"Beneran nih jalanannya?! Ini jalanan atau lapangan parkir, sih?" tanya Dissa melihat jalanan asrama yang tiba-tiba jadi segede gaban.

"Kagak tau! Kerjain aja, yuk!" jawab Dark sambil menghinggapi (?) buldoser miliknya.

"Oke!" Dissa pun ikut menunggangi traktor miliknya.

BRRRRT! BRRRRT! BRRRRT! BRRRRRT!

Dark dan Dissa mulai mengendarai kendaraan mereka mengarungi jalanan aspal yang sangat luas dengan kecepatan setara Mach 15210 (?). Lima menit kemudian, sudah setengah bagian yang mereka selesaikan.

"Hmmm? Rapi juga mereka!" kata Gerrard sambil berdiri di tengah bagian yang sudah dikerjakan oleh duo penggilas tersebut.

Melihat mantan Jenderal SAS itu berdiri di tengah lapangan, Dark dan Dissa pun mengeluarkan smirk kecil di mulut dan kendaraan (?) mereka.

BRRRRM! BRRRRM!

Gerrard masih menginjakkan kakinya di aspal yang sudah dikerjakan oleh duo penggilas itu. Dark dan Dissa pun langsung mengendarai kendaraan mereka dengan kecepatan Boeing 000000000000 (?).

"Keras bener! Ya u- WHAT THE FUCK?! WHAT THE HELL?! WHAT THE DENMARK?! APAAN I-" Gerrard pun langsung panik melihat dua mesin penggilas jalan dengan evil smirk terhias baik di wajah pengendara serta kendaraannya dan sepersekian detik kemudian, pria naas itu pun langsung tergilas kendaraan milik Dark dan Dissa.

BRMMM! CRAT! CRAT! CRAT!


-skip time-


Kondisi pria itu pun sekarang sangatlah naas. Tidak bisa digambarkan dengan kata-kata atau digambarkan di buku gambar. Pokoknya udah kagak berbentuk lagi, deh! *plak!*


Beberapa menit kemudian...

Para penghuni CSO Dorm pun mulai masuk ke asrama, kecuali Dark dan Dissa yang sedang mencuci kendaraan mereka karena takut ketahuan membantai Gerrard. XD

Sementara itu, seorang wanita berambut pirang sedang berjalan menuju ke asrama. Matanya melihat dua bocah yang sedang mencuci sebuah benda yang seharusnya tidak berada di asrama manapun. Yap, buldoser dan traktor. XD *digiles bersama.*

"Hoi, kalian sedang apa?" tanya wanita tersebut.

"Lagi nyuci kendaraan, Jeniffer! Masa habis menggilas Gerrard?" jawab Dissa asal ceplos yang dihadiahi tamparan keras dari temannya.

"Diskon-chan no baka!" bentak Dark setelah menampar Dissa.

"Oooh! Habis menggilas jalanan dan Gerrard, ya? Tenang saja, dia kan immortal!" jawab Jeniffer watados.

Dark dan Dissa pun langsung headbang di kendaraan mereka masing-masing.


-skip time-


"Selamat siang!" sapa Jeniffer memasuki asrama sambil menggiring kedua bocah kuli penggilas jalanan yang kepalanya bocor tersebut. *digiles lagi.*

"Siang!" balas yang lainnya.

"Dark dan Dissa kenapa, ya?" tanya Keiji saat melihat darah segar mengalir dari kepala kedua bocah itu.

"Mereka? Entahlah! Aku pikir mereka habis headbang atau apapun namanya!" jawab Jeniffer polos.

Yang lainnya pun hanya bisa sweatdrop mendengar jawaban polos dari Jeniffer.

'Itu mah namanya headbang beneran, (pak) Keiji!' pikir semuanya (min Dark, Dissa, Keiji, dan Jeniffer) sweatdrop kuadrat.

"Ya sudahlah! Kalian boleh kembali ke kamar kalian!" kata Jeniffer.

Mereka semua pun langsung balik ke kamar masing-masing.


Sementara itu...

"A-ah!" Gerrard yang entah gimana caranya bisa kembali normal secepat itu pun hanya bisa speechless di tempat saat melihat keadaan di ruang tengah.

Terlihat Tino yang mukanya memerah (mabuk?) dan hanya diam di tempat, Motonari yang menggampar Motochika, Lukas yang membentangkan sebuah spanduk besar dengan tulisan 'Foto-foto langka Sverige!' dan beberapa foto nista Berwald, Masamune yang entah kenapa jadi super pendiam (OOC!), dan yang paling mengejutkan adalah MitsuHanbei yang lagi berciuman.

"Aduh!" gumamnya sambil geleng-geleng kepala.

"HOI! KALIAN KAGAK MALU, YA?! BADAN GEDE TAPI KELAKUAN KAYAK ANAK KECIL!" teriak Gerrard yang sukses mengagetkan seisi ruang tengah, kecuali Mitsunari dan Hanbei yang sepertinya sedang berada di dunianya sendiri.

Melihat pasangan Yaoi ini tidak terusik, Gerrard pun mendekati mereka dengan tatapan membunuh. Tapi sayangnya, dia malah dikacangin lagi sama kedua pria berambut putih yang asik-asiknya berciuman.

Yang membuat pria berambut coklat itu bingung adalah kenapa tidak ada yang menonton adegan mesum itu. Biasanya, Motochika dan Masamune udah nongkrong di depan pasangan mesra itu. Tapi tidak! Untuk Motochika, Gerrard masih memaklumimya karena dia sedang disiksa oleh Motonari. Tapi Masamune sangat dingin hari ini, seperti es.

"Kalian berdua, harap ikut denganku sebentar!" kata Gerrard sambil memisahkan Mitsunari dan Hanbei dari ciuman panas mereka dengan terpaksa dan menyeret mereka ke kamar Andre.

"Yap, dua korban lagi!" kata Masamune dingin.

"Eh, Masmun! Lu tau dari mana Gerrard bakalan ngambil korban lagi?" tanya Lukas.

"Terus, kenapa lu dingin banget hari ini? Kebanyakan berdiri di tengah hujan, ya?" tanya pria Norway itu lagi dengan nada meledek yang dihadiahi timpukan beberapa negi milik Kojuro dari Masamune.

"Urusai!" balas Masamune sarkastik.

"Et, deh! Orang cuma nanya juga!" kata Lukas sambil mengambil sebotol Yoggi dari dalam kulkas.


-skip time-


Para penghuni CSO Dorm sedang berjalan menuju ke asrama setelah menjalani latihan. Tapi ketika tiba di depan pintu, mereka dihentikan oleh seorang pria berambut pirang jabrik dengan kemeja merah, celana panjang berwarna senada, dasi dan sarung tangan hitam, sepatu boot coklat, dan sebuah topi kecil di atas kepalanya. Yap! Siapa lagi kalau bukan sang ketua guru NihoNime Gakuen, Mathias Køhler!

"Yo!" sapanya sambil mengangkat tangan.

"Ah, Køhler-san! Ada apaan, nih? Tumben nyampe duluan!" tanya Kenshin heran.

"Pengen aja, memangnya kagak boleh?" jawab Mathias bertanya balik.

Kenshin pun hanya bisa facepalm seketika setelah mendengar jawaban Mathias barusan.

"Oh iya, kalian ikut aku ya!" ajak Mathias sambil mengisyaratkan mereka semua untuk mengikutinya dengan satu jari.

Yang lainnya pun saling bertatapan dan mengikuti sang ketua guru tersebut.


Beberapa menit kemudian...

"Nah, kita sampai!" kata Mathias sambil berbalik ke arah kerumunan yang mengikutinya kayak bebek. *plak!*

"HEH! APAAN, TUH?!" koor mereka semua ketika sampai di depan tempat yang dimaksud.

Sebuah bangunan berwarna merah terang bergaya pecinan dengan tulisan 'ElesiSushi' di papan reklamenya.

"Sebentar! 'ElesiSushi' itu kan yang-" kata Ieyasu sambil berusaha mengingat sesuatu.

"Aah! Yang ngasih kertas koran itu, ya?" tanya Shingen yang dihadiahi bogem mentah dari yang lainnya. XD

"BUKAN! Biarpun dia yang ngasih, sih!" jawab Keiji sweatdrop.

Yang lainnya pun hanya bisa facepalm di tempat.

"Nah, kalian laper kan? Ayo masuk!" kata Mathias sambil mengajak masuk kerumunan makhluk gaje tersebut.

Akhirnya, mereka pun memutuskan masuk karena tuntutan perut mereka yang dari tadi semakin ganas. XD

"Irasaimase, selamat datang di ElesiSushi!" kata seorang cewek berambut merah panjang sambil menunduk.

"Waks! Dia kan yang nganter sushi waktu itu!" teriak Shingen kaget.

'Nih orang beneran sarap, ya?' pikir yang lainnya.

"Ada tempat untuk puluhan orang?" tanya Mathias kepada gadis merah tersebut.

"Tentu saja, silahkan masuk!" kata gadis itu sambil menunjukkan tempat mereka duduk.

Yang lainnya pun hanya mengikuti gadis itu ke tempat duduknya. Setelah menunjuk meja yang dimaksud, seluruh penghuni CSO Dorm pun langsung duduk dengan tertib. (Cowboy: "Tumben tertib, biasanya rusuh!" *dibantai.*)

"Anda mau pesan apa?" tanya gadis tersebut sambil menunjukkan sebuah buku menu kepada sang ketua guru.

Selagi Mathias melihat daftar menu yang sepertinya diragukan menu dan orang yang memilih menunya (?), para penghuni CSO Dorm pun mulai meributkan apa yang ingin mereka makan.

"Oke! Pesan paket spesial tujuh orang empat porsi, ya!" teriak Mathias pake toa saking ributnya penghuni CSO Dorm kayak anak kecil yang baru pertama kali diajak ke restoran. *dibantai.*

"Hmm, paket spesial tujuh orang empat porsi! Mau minum apa?" tanya gadis itu sambil mencatat pesanan Mathias.

"Orange Juice!" teriak Sakazaki.

"Banana Float!" Dissa ikut-ikutan.

"Negi Juice!" teriak Kojuro.

Yang lainnya langsung sweatdrop. XD

"Cappuchino!" kata Cowboy sambil mengangkat tangannya.

"Mango Bubble!" teriak Mea dan Elemy kompak.

"Milkshake!" kata Icilcy dan Kenshin.

"Jus Sambel Balado!" kata Elwania ngawur.

'Memangnya ada jus Sambel Balado?' pikir yang lainnya sweatdrop.

"Yoggiiiiiiii!" teriak Lukas yang langsung dihadiahi death glare dari sang 'Anko'.

"Ehehehehe! Aku Cola aja, deh!" kata Lukas sambil tertawa garing.

"Strawberry Float, ya!" kata Tino.

"Jus Ikan (?)!" teriak si bajak laut ungu banci taman lawang. *ditimpuk jangkar.*

"Jus Blueberry!" teriak Giro-kun dan Daren bersamaan.

"Aku sama kayak Fin!" kata Emil datar.

"Ah, aku belum pernah nyoba minuman Jepang! Umm, ocha!" kata Lance yang dari tadi sibuk memilih.

"Same with me!" timpal Saphire.

"Cherry Float!" pesan Hanbei.

"Chococinno!" kata Girl-chan sambil berpikir sejenak.

"Aku sama kayak Elwa-san!" teriak Shingen.

'What the?!' Yang lainnya (min Elwania) pun langsung sweatdrop di tempat.

"Darah manusia! Slurp!" kata Dark sambil menjilat bibirnya dengan senyuman yandere khas-nya.

'Dafuq! Nih orang udah kagak normal kali, ya?!' pikir yang lainnya jawdrop.

Setelah semuanya memesan, terjadilah keributan saat acara makan-makan di ElesiSushi. Mulai dari acara rebutan sushi, Berwald yang tiba-tiba mabok, sampe Liveshow Elesis yang motongin tuna menjadi sashimi.


Beberapa jam kemudian...

"Haah, kenyang!" kata Tino sambil merosot dari kursinya.

"Sama!" balas Yukimura yang juga ikut merosot.

"Nah, kalian udah selesai kan? Ayo pulang!" kata Mathias sambil memesan satu minuman.

"Køhler-san kagak ikutan balik?" tanya Sasuke.

"Kagak, gue masih ada sedikit 'urusan' di sini!" jawab Mathias santai.

"Soreja, mata na!" koor yang lainnya sambil keluar dari ElesiSushi.


Di jalan...

"Okashi na!" Kojuro masih berpikir keras.

"Kenapa lagi, Koju?" tanya Motochika.

"Kayaknya gue dapet firasat buruk, deh!" jawab Kojuro sambil memijat dahinya.


Di ElesiSushi...

Wow wow wow wow wow wow, Hokuou! Wow wow wow wow wow wow, Hokuou!

"Halo?" Sang ketua guru pun mengangkat teleponnya.

"Sudah siap!" kata yang di seberang sana.

"Oke! Mereka sudah kembali tadi! Mungkin lima menit lagi mereka akan sampai!" kata Mathias sambil melirik jam tangannya.

"Held og lykke (Semoga beruntung)!" katanya sambil menutup telepon.

"Ini minumannya!" kata sang pendiri restoran sambil menaruh segelas bir di mejanya.

"Ah, tak!" balas Mathias sambil meminum bir tersebut.

"Let the fun begin! Now!"


Back at gerombolan (?) CSO Dorm...

"Akhirnya nyampe juga! Ternyata ElesiSushi jauh banget, ya!" kata Gerrard sambil membuka kunci pintu dan menarik pintu CSO Dorm. "Hm?"

"Kenapa, Ger-san?" tanya Lance yang melihat Gerrard sedikit kesusahan.

"Pintunya-"


To Be Continue...


Preview for Chapter 25:

"Pintunya masih dikunci?"

"Lu mau apaan nyuruh gue bawa buldoser gue?"

"Apa tulisannya?"

"Sialan! Kalian bilang dong kalau tangganya mun- Eh, mundur? Sejak kapan tangga di sini jadi kayak eskalator?"

"Huh, dikiranya mau atletik apa?!"


Review! :D