"Hei, kok ada kertas di kepala kamu?"

"i-ini bukan kertas..te-tetapi hiasan rambut.."

.

.

"Yang ini bagaimana Konan-chan?"

"Sejak kapan kau memanggilku dengan panggilan chan mesum?"

"Dan sejak kapan kau memanggilku mesum Konan-chan"

.

.

"Kenapa kau mau menerima cintaku saat penembakan memalukan itu?"

"Maksudmu?"

"Cih..waktu itu, emm..bunga mawarku patah akibat kentut Tobi. Tidak elit kan?"

"Hm, sudah kubilang kan..kita sudah bersama sejak masih kecil.."

"Ah masa?"

"Terserah.."

.

.

"Konan-chan, mau melihat matahari tenggelam di Ame?"

"Hmm, aku belum pernah melihatnya."

"Makanya kuajak.."

"Boleh deh.."

.

.

"Konan-chan, a-ada sesuatu hal penting yang ingin kutanyakan?"

DEG DEG DEG

"A-apa itu?"

"A-ano,,"

".."

DEG DEG DEG

"A-ano..ukuran bra mu berapa sih?"

".."

DEG DEG DEG DEG DEG DEG DHUAAAAAARRHHH!

"Ko-Konan-chan? Dapat gergaji mesin itu dari mana?"

MY STUPID BOYFRIEND

BY Icha-chan

.

.

Naruto owner is Masashi Kishimoto

My Stupid Boyfriend owner me

Rated : T

Genre : Romance, Comedy

Pairing : NaruHina, SasuSaku and Akatsuki Action !

Warning : Typo, abal abal, gaje, EYD ancur dan lain lain

.

.

Enjoy it !

Chapter 25 : The Couple Romantic Day (Aku, Konan, Mesum dan Cinta)

Ame, 3 tahun yang lalu..

"Hei, kau tahu soal gossip 'Si Preman SD mesum dari Ame?' yang terkenal itu?"

"Julukan apa itu?"

"Katanya ada anak SD yang sudah memakai tindik di seluruh wajahnya. Yang gila lagi, hobi anak ini suka mengangkat rok para wanita.."

"Gile, gak bermoral banget tu anak. Apa ada yang berani melawannya?"

"Gak ada. Bahkan anak perempuan yang roknya diangkat hanya mingkem tak berdaya. Jelas saja, wajahnya saja kayak preman di pasar pasar gitu.."

"Eh, lihat..i-itu dia!"

Masuklah sesosok yang digosipkan tadi. Sesosok anak kelas 1 Ame Junior HIghschool yang memiliki wajah datar dan dingin, namun terkesan kejam dengan tindikan yang hampir memenuhi seluruh wajahnya. Jangan lupa, mata manik ungunya yang tiba tiba dapat berubah menjadi mata berpola riak yang aneh dan sangat menyeramkan jika dia marah.

Krieeet, dengan suara dan aura yang mencekam, anak berwajah angker tersebut duduk di kursi pojok paling belakang dan langsung membuka tasnya dengan cepat. Semua anak anak di dalam kelas tersebut menelan ludahnya, apa yang akan dilakukan si Preman SD tersebut.

TLEK! Dengan gerakan cepat dia membuka sebuah majalah yang sepatutnya dikonsumsi orang orang dewasa. Dan semua anak di situ ternganga dengan shock tingkat tinggi.

"Ru-rumor itu benar..lihat..dia, dia membaca majalah porno itu sambil tersenyum mesum!"

"Dia..DIA PRIA DEWASA YANG TERJEBAK DALAM TUBUH SEORANG BOCAH!"

Krieet..bocah tersebut berdiri dan meletakkan majalah pornonya dengan santai. Rambut jabrik oranyenya menutupi sebagian wajahnya. Dia berjalan ke arah seorang gadis dan berdiri dengan aura mengerikan di hadapannya. Semua anak anak di situ menelan ludahnya.

"A-apa yang akan dia lakukan?"

"E-entahlah..i-ini betul betul mengerikan.."

Anak tersebut membuka mulutnya, dan terdengar suara itu begitu mengancam jiwa dan raga sang anak perempuan yang ditanya

"Apa warna celana dalammu sekarang?"

.

.

Pein, sang anak bajingan yang djuluki 'Preman SD Mesum dari Ame' kembali duduk di kursinya dan kembali membuka buku keramatnya. Semua siswi di kelas barunya kini sudah dia tanyai apa warna celana dalam mereka, dan para siswa lainnya berdecak kagum dan mengakui, bocah bertindik berambut oranye tersebut benar benar seorang yang memiliki bakat di bidang 'Dewasa'.

Tap..tap..tap..semua mata menoleh ke arah sosok seorang gadis berwajah dingin dan datar, dengan aura anggun yang kuat sedang berjalan memasuki kelas dengan tenang. Rambut birunya serta hiasan bunga kertas di kepalanya menambah kesan cantik gadis tersebut. Pein segera berdiri dari kursinya dan berjalan menuju tempat duduk gadis tersebut. Para siswa lainnya berbisik dengan cepat

"Ce-celaka, kasihan gadis itu..dia pasti menjadi korban selanjutnya.."

"Y-ya, padahal dia sangat cantik.."

Pein pun berdiri di hadapan gadis tersebut dengan tatapan manik ungu yang tajam. Semua murid di situ bergidik ketakutan. Mereka pasrah dengan apa yang akan terjadi kepada si siswi berambut biru tersebut.

"Hei Konan-chan.."

Semua siswa-siswi berbisik dengan cepat

"Wah..si preman tahu namanya.."

"I-iya, itu aneh. Tapi yang penting, aku berharap si cewek berhasil selamat dari serangan si preman tersebut.."

Siswi berambut biru yang dipanggil Konan hanya melirik sekilas ke arah Pein. Pein tersenyum angkuh

"Apa warna celana dalammu hari ini heh?!"

.

.

Pein duduk dengan lebam lebam di wajah tindiknya. Semua siswa-siswi di situ terperangah hebat.

"A-aku tidak percaya..si Preman kita..si Preman kita.."

"..Dihajar semudah itu.."

"Apa ini karma Tuhan.."

"Mungkin. Tetapi cewek yang dipanggil Konan itu.."

Semua menatap horror ke arah Konan yang dengan wajah datarnya kini sedang membaca sebuah buku pelajaran

"..Adalah siswi pertama yang bisa membuat Preman SD Mesum dari Ame babak belur!"

~MSB~

"KENAPA KAU BENAR BENAR MENGHAJARKU TADI KONAN-CHAN?!"

Terlihatlah di jalan raya Kota Ame, dua sosok murid Ame Junior Highschool yang sedang berjalan bersama menuju ke rumahnya. Yang satu adalah seorang siswa berambut jabrik oranye dengan segala macam tindik di wajahnya, serta sisa sisa lebam di wajah tindiknya tersebut. Yang satunya lagi adalah seorang siswi yang dengan wajah tenang dan tanpa ekspresi, dengan rambut biru yang bergerak pelan ditiup angin, sedang membaca buku pelajaran dengan seriusnya.

"H-hei Konan-chan.."

"Habisnya kau mesum.."

Pein menghela napasnya "Y-yang kutanyakan kepada dirimu tadi di kelas kan hanya akting. Malulah aku jika semua siswi sudah kuketahui warna celana dalam mereka sedangkan kau sendiri yang emm, tidak kudapatkan info tentang warna celana dalammu.."

"Kau benar benar mesum.."

"Bukan begitu!" Pein mendengus kesal "Berpura pura lah tadi menjawabnya. Misalnya, 'warna celana dalamku adalah putih Pein', begitu.."

"Kok kau tahu?"

Mata manik ungu Pein melebar, setetes darah menetes dari lubang hidung kanannya "W-wah, benar ya?"

GEDUBAK! Konan dengan santainya memukul kepala oranye tersebut dengan buku pelajarannya yang tebal.

"Ya tidaklah..dasar baka no hentai.."

"Adu duh.." Pein mengelus kepalanya. Mata manik ungunya kemudian menatap lurus ke depan.

"Hei..kau mau melihat matahari tenggelam di pantai Ame?" tanya Pein dengan nada datar

Konan menengadahkan kepalanya ke atas

"Hm..hari sudah mendung. Sebentar lagi mau hujan.."

Pein menghela napasnya "Haah, hujan terus..kenapa kota kita selalu hujan.."

"Ame menangis karena menyesal telah melahirkan bocah mesum sepertimu.."

"BISAKAH KAU TIDAK KEJAM SEDIKIT KONAN-CHAN?!" tanya Pein dengan wajah sedih. Konan tersenyum tipis

"Ya..kadang kadang orang mesum harus dilindungi kan?"

Pein mengangkat alisnya sejenak 'Apa katanya tadi?'

.

.

.

"Baiklah, untuk satu kelompok dalam tugas seni adalah dua orang..emm, akan sensei bacakan nama kelompoknya.."

Lalu..

"..Pein Yahiko dan Shizuka Nanoko.."

"AKU GAK MAU SENSEI!" siswi yang bernama Shizuka tadi langsung berdiri dari kursinya dengan wajah ketakutan

"Kenapa Shizuka?" tanya sang sensei dengan raut wajah kebingungan.

"Ha-habisnya..habisnya.." Shizuka melirik takut takut ke arah Pein yang memasang wajah (sok) cool.

"HABISNYA DIA MESUM SIH!" teriak Shizuka sambil menunjuk wajah angker Pein. Pein hanya meliriknya sekilas dan kembali menatap lurus ke depan.

Sang sensei menghela napasnya "Haah, baiklah..kalau begitu Kaoru?"

"AKU JUGA GAK MAU SENSEI!"

"Minami?"

"GAK MAU SENSEI!"

"Shimizu?"

"IMPOSIBLLE SENSEI! DIA SANGAT MESUM!"

"Akira?"

"TIDAK SENSEI!"

"KAU KAN COWOK AKIRA! MASA' SI PEIN INI JUGA MESUM SAMA COWOK?!"

Akira hanya menggaruk kepalanya "Jaga jaga sensei.."

Dan Pein rasanya ingin menghajar anak yang bernama Akira tersebut.

"Aduuh.." sang sensei menghela napas kesal "Jadi siapa yang mau berpasangan dengan Pein nanti, hantu? Ya enggaklah.."

'Emang enggak sensei..mulai stress nih..' batin semua murid di situ dengan wajah sweatdrop

"Biar aku saja sensei.."

Semua menoleh dengan cepat ke arah sumber suara. Tampak sesosok gadis cantik berambut biru berdiri dengan wajah datar namun pandangannya penuh keyakinan. Sang sensei menaikkan alisnya

"Kau yakin Konan?"

Konan menganggukkan kepalanya. Matanya melirik sekilas ke arah Pein yang bertopang dagu dengan santai dan melihat ke arah luar jendela.

"Jangan sok cool deh Pein, elo lagi nangis bahagia karena akhirnya ada yang mau berpasangan sama elo.." kata teman sebangku Pein dengan wajah drop. Sementara Pein mengusap air matanya dengan tampang yang masih dibuat se-cool mungkin. Beberapa murid sebenarnya ingin tertawa, tetapi karena objek tawanya adalah Pein. Yah, jadi semuanya tertawa dalam hati. Sementara Konan hanya tersenyum melihat tingkah siswa berambut oranye tersebut.

.

.

.

Konan kini mengerjakan tugas keseniannya di rumah Pein. Mereka memulainya dari jam 7 malam hingga sekarang waktu menunjukkan jam 9 kurang lima menit malam.

"Hahh..hampir selesai.." kata Konan dengan wajah lega. Sementara Pein mengangguk angguk kepala tanda menyetujui.

"Hem..kau lebih banyak malasnya Pein.." kata Konan dengan mata mendelik tajam. Pein hanya cengengesan tidak jelas

"Habisnya, saat aku mengusulkan seni nude kau tidak mau Konan-chan.."

Konan memasang wajah datar namun pancaran matanya tersirat kejam "Itu bukan seni, mesum.."

"Seni gambar udah..seni musik udah..seni tari udah..lebih baik seni tari kita masukkan seni tari stripes(?), pasti lebih bagus.." kata Pein dengan wajah serius. Meskipun Konan tidak tahu stripes itu apa..tetapi dia tahu intinya, karena kata kata asing itu keluar dari mulut seorang Pein maka,

Konan pun mengambil sebuah buku pelajaran yang tebal dan kembali menimpuk kepala oranye tersebut.

"DASAR HENTAI!"

Pein mengaduh pelan dan mengusap usap kepalanya dengan wajah kesal "Hei..hei..aku bercanda.." Pein terdiam sejenak. Dia tampak berpikir.

"Hei Konan-chan.." Pein memasang wajah menggoda "Dari mana kau tahu arti stripes hah?"

GEDUBAK! Konan kembali memukul kepala oranye tersebut

"Tentu saja dari mulutmu.." kata Konan dengan wajah datar.

'Jadi jika mulutku mengatakan 'Kornea' maka akan dikiranya istilah mesum?' batin Pein dengan wajah sweatdrop.

"Emm Pein.." Konan melihat jam tangannya "Sudah jam 9 malam. Aku pulang dulu ya?"

"Perlu diantar?" tanya Pein berusaha gentleman. Konan menggelengkan kepalanya

"Emm, tidak perlu.."

Pein mengangkat alisnya "Yakin nih? Di Ame banyak orang mesum lho.."

"Aku lebih aman pulang sendiri dibandingkan pulang denganmu.." kata Konan dengan nada kejam. Pein langsung tertunduk galau

'Se-semesum itu kah aku di matamu, Konan-chan?'

Akhirnya, setelah pamit dengan kedua orang tua Pein, Konan pun berjalan menyusuri gelapnya malam menuju rumahnya. Sialnya, komplek rumah Pein memang cocok untuk orang berandalan dan mesum seperti Pein. Gelap, sepi dan banyak preman gak jelas yang nongkrong di tepi tepi jalan.

Saat berada di sebuah persimpangan, tiba tiba ada tiga berandalan (yang bertindik dan bertampang mesum) menghadang Konan dan tiba tiba tertawa tidak jelas. Ketiganya kemudian menjilat lidahnya secara menjijikkan

"Hei nona cantik..mau ke mana?" tanya salah satu berandalan tersebut yang bertubuh gemuk dan rambutnya disisir ke belakang

"Mau ke rumah.." jawab Konan sekenanya. Tiga preman tersebut saling berpandangan dan kemudian kembali tertawa tidak jelas

"HAHAHA! AKU SUKA CEWEK YANG TSUNDERE LHOOO! HAHAHAHA!" yang tanpa berambut (botak) tertawa amat lebar hingga tersedak "Ohok! Ohok! Jigokudou, tolong airnya! Ohok! Ohok!"

'Apa apaan ini?' batin Konan kesal. Dia pun berjalan dengan tenang menuju simpang arah kiri karena di situ merupakan arah menuju rumahnya

"W-woi woi! Hei nona cantik, kau mau ke mana hah? Kami belum selesai denganmu.." kata yang memiliki wajah paling angker dan dipanggil Jigokudou tadi.

Konan tidak memperdulikannya dan terus berjalan menuju rumahnya. Yang berbadan besar langsung menghadangnya dengan merentangkan kedua tangannya. Konan mengangkat alisnya

"Mau ke mana heeeh? Jika kau mau kabur kau harus menuruti permintaan kami dulu!"

"Lalu?" tanya Konan dengan nada dingin.

"Hehehe, aku suka dengan cewek yang seperti ini.." si botak itu kemudian menjilat bibirnya "..Jigokudou, Gakidou..pegangi dia!"

Konan mulai merasakan sesuatu yang tidak beres

"Siap Shuradou!" kata dua orang yang dipanggil Jigokudou dan Gakidou tersebut. Mereka dengan wajah beringas berjalan mendekati Konan. Konan mundur perlahan lahan, namun wajahnya tetap dingin tanpa ekspresi

"Aku peringatkan kalian.." Kata Konan dengan nada sedikit membentak. Amarahnya mulai muncul.

"Peringatkan apa nona? Kami-lah yang akan memperingatkanmu, hehehe.." kata Gakidou dengan wajah preman sejati. Jigokudou dengan cepat melompat ke arah Konan dan siap menerkamnya. Konan melompat ke belakang dengan tenang. Tiba tiba Gakidou muncul di belakang Konan seperti ninja.

Mata Konan melebar 'Ada kemampuan seperti itu?!' batinnya shock.

GREP! Gakidou langsung membekap mulut gadis cantik tersebut. Shuradou tertawa lebar lagi dan kembali terbatuk batuk gak jelas. Dia meminum sebotol air, lalu kemudian berjalan ke arah Konan dengan tampang mesum absurd. Secara kurang ajar tangannya membelai rambut biru Konan secara perlahan. Wajah Konan mengeras, dia memberontak, tetapi pegangan Gakidou yang dapat menghisap chakra *EEEKH SALAH!*, maksudnya pegangan Gakidou yang kuat membuat tenaga Konan tidak berdaya melawannya.

"Siapa yang dulu?" tanya Jigokudou yang baru bangkit dari acara jatuhnya. Mata Konan melebar begitu mendengar kata kata itu. Dasar preman sialan!

"Aku yang duluanlah..aku kan gak berambut.." kata Shuradou sambil tersenyum gaje

Krikk..krikk..krikk..

"Ba-baiklah. Aku yang duluan merasakan cantiknya gadis ini.." kata Shuradou sambil menyeringai. Tatapan Konan sangat tajam dan membunuh, Shuradou kembali tertawa

"Hahaha! Aku suka tatapan Tsunadere..benar benar membuatku makin membara! Aku tidak sabar lagi!" Shuradou pun bergerak cepat melepaskan kancing bajunya, namun saat kancing kedua dari atas dia lepaskan, dia mendengar Jigokudou mengaduh kesakitan. Shuradou menoleh dengan tampang kesal.

"Ada apa sih-" mata Shuradou terbuka lebar.

Jigokudou terpakar di jalan dan badan besarnya ditinjak sesosok bocah laki laki berambut oranye dengan tindikan tindikan di wajahnya. Mata manik ungunya yang biasa menghiasi retinanya kini berubah menjadi pola pola riak air yang mengerikan.

"Lepaskan dia kampret.." kata anak tersebut.

'P-Pein..' batin Konan, yang entah kenapa, hatinya sangat senang sekali melihat sosok tersebut berdiri dengan gagahnya di situ.

"Apa hakmu hah bocah?!" tanya Shuradou dengan tampang kesal.

"Kancingkan dulu bajumu, aku jijik melihat dada berbulu tersebut.." kata Pein dengan wajah kesal. Shuradou salah tingkah dan dengan cepat mengancingkan bajunya kembali.

"O-oh, gomen. Ih kamu ini, gatel ya?" kata Shurado yang tiba tiba-ehem-seperti si ular yang-anda-tahu-siapa.

'Dasar..' batin Konan dengan alis naik turun sweatdrop

"Heh, kamu siapanya dia bocah?!" Shuradou kembali bertanya. Pein menatap tajam ke arah Konan dengan mata Rinnegannya (mata pola riak airnya)

"Pacarku.." kata Pein dengan nada dingin. Shuradou mengangkat alisnya

"Heh? Pacarnya? Kalau begitu ayo kita sama sama me-"

"TIDAK BOLEH!" Pein langsung menghajar wajah Shuradou dan membuat dia terbatuk batuk baru kemudian pingsan. Gakidou yang kesal berlari ke arah Pein dan melayangkan pukulannya ke arah anak berambut jabrik oranye tersebut. Pein dapat mengelak dengan tenang, namun dia tiba tiba merasakan kehadiran Gakidou di belakangnya.

'Ada Sunshin no Jutsu di fic bertema anak sekolahan?!' batin Pein dengan wajah shock.

DUAKH! Punggung Pein langsung dihantam dengan tendangan brutal Gakidou. Shuradou dan Jigokudou yang telah bangkit berteriak seperti kera dan langsung berlari kencang ke arah Pein. Mata Konan melebar

"Pein.." gumamnya dengan nada khawatir. Pein meliriknya sekilas dan tersenyum, dan Konan mendapatkan arti dari senyuman tersebut

'Aku baik baik saja..'

DUAKH! BUGH! PLAK! GEDEBUK! "KYAAAAAAH!" dan suara pertarungan lainnya menghiasi malam yang tenang tersebut..

.

.

.

Pein terlentang di jalan dengan luka luka memar di tubuhnya, sementara tiga berandalan tadi lari terbirit birit setelah mereka tidak sanggup lagi melawan sang Preman SD Mesum dari Ame tersebut. Konan berjalan perlahan lahan ke arah Pein dengan wajah sedih.

"Pein.." Konan duduk di samping Pein dan berusaha mengangkat tubuh tersebut

"I-ittai, pelan pelan Konan-chan.." Pein pun berada dalam keadaan setengah duduk dengan wajah meringis kesakitan

"Gomen Pein..ini salahku ka-"

"Ini salahku!"

Mata Konan melebar. Dia menatap wajah tampan bertindik (dengan lebamnya) tersebut dengan tatapan bertanya.

Pein tersenyum manis ke arah Konan dengan sebelah mata terpejam "Kadang kala seseorang yang melindungi orang mesum harus dilindungi juga kan?"

Dan Konan benar benar merasakan jantungnya berdegup kencang. Dan tanpa dia sadari, wajahnya sangat amat memerah. Konan menundukkan kepalanya, dia bergumam sangat pelan

"Baka..baka no hentai.."

"Hm?" Pein memiringkan kepalanya "Aa..ada apa Konan-chan?"

PLAK! Konan tiba tiba menampar wajah Pein, dan pemilik wajah yang ditampar tersebut langsung kejang kejang karena tamparan Konan tepat di luka lebam lebamnya.

"Ittai..ittai..ada apa sih Konan-chan?!" kata Pein dengan wajah meringis kesakitan.

Konan berdiri, masih dengan wajah tertunduk ke bawah, Pein mengangkat alisnya kebingungan. Tidak biasanya dia melihat gadis berambut biru tersebut menundukkan kepalanya sedalam itu. Ya, Konan kan memang sangat dingin dan angkuh.

Konan mengangkat wajahnya dan membuat mata Pein melebar.

Wajah yang tidak pernah tersenyum dengan sangat manis tersebut kini benar benar tersenyum dengan sangat-amat-manis ke arahnya, wajah cantik nan anggun tersebut memerah, dan matanya sedikit berair.

'Konan-chan..menangis?' batin Pein sangat amat shock

"A-arigatou.." Konan langsung membungkuk dengan cepat, tanpa dia sadari, hiasan kertas di kepalanya terjatuh ke bawah dan bergelinding ke arah kaki Pein. Konan segera berbalik dari hadapan Pein, terdengarlah suaranya yang mengalun lembut di telinga sang Preman SD Mesum

"Kau adalah orang mesum yang kusukai.."

Dan Konan pun berjalan menuju jalan ke arah rumahnya, masih dengan wajah tertunduk dalam. Pein melebarkan matanya. Matanya yang kembali menjadi manik ungu melirik ke bawah, ke arah hiasan bunga kertas yang biasanya berada di kepala biru tersebut. Pein memungutnya dan berdiri, sedikit terhuyung huyung, namun dapat kembali menyeimbangkan tubuhnya. Pein menghela napasnya dan tersenyum pelan. Dia kemudian memasukkan kertas tersebut ke kantong celananya dan berbalik arah menuju rumahnya. Matanya menatap langit malam yang kelam, tanpa bintang.

Namun dua bintang yang tampak bersinar di sudut langit membuatnya tanpa sadar tersenyum. Ah, bintang itu mengingatkannya akan sesuatu..

.

.

.

"Nanti setelah lulus kau akan ke Konoha?"

Konan menganggukkan kepalanya perlahan. Pein menghela napasnya. Saat itu mereka sedang duduk di sebuah pondok di pantai Ame sambil melihat matahari tenggelam.

"Kita dari kecil suka ke sini ya?" kata Konan dengan nada bertanya

"Ah masa? Kau waktu kecil kan suka menangis gak jelas begitu saat aku ingin mengajakmu ke pantai ini.."

Konan menggembungkan pipinya, kemudian wajahnya kembali tenang "Habisnya kau mesum.."

"Apa hubungannya?" tanya Pein dengan wajah mengkerut kebingungan "..Dan mana ada anak berusia 4 tahun mempunyai sifat mesum seperti orang dewasa.."

"Ada kok.."

Pein menoleh ke arah Konan dengan wajah kebingungan "Eh? Siapa?"

"Kamu.." kata Konan sambil tersenyum tipis. Pein yang tadi benar benar ingin tahu langsung jatuh sweatdrop.

"Bukankah kau yang waktu itu membaca majalah 'dewasa' Tou-sanmu dan berlari ke dapur saat Kaa-sanmu dan Kaa-sanku lagi berbincang bincang. Kau mengatakan kalau majalah itu sangat bagus dan menarik untuk dibaca.."

"Y-ya, aku kan masih kecil waktu itu..habisnya gambarnya kok bagus bagus sih.." Pein berusaha membela dirinya.

"Oh, jadi gambar di majalah porno bagus bagus gitu?" tanya Konan dengan nada datar.

"Iya-EH?! MAKSUDKU TIDAK!" Pein memegang kepalanya "Sudahlah..jangan bahas masa kecilku yang suram.." katanya dengan nada dibuat sesedih mungkin. Namun Pein benar benar ingat. Setelah itu sang Kaa-san datang ke tempat Tou-sannya lagi bersantai dan memarahinya sambil membawa buku 'dewasa' tersebut dan mengancam akan membakarnya. Tentu saja sang Tou-san langsung sujud minta maaf dan tidak diperdulikan.

"Kau akan ke Konoha juga kan?"

Mata manik ungu Pein sedikit melebar, dia kemudian terdiam sebentar. Matanya melirik ke arah Konan dan hatinya sedikit terkejut melihat mimik gadis cantik tersebut.

Konan tampaknya khawatir dan menunggu Pein untuk berbicara

"Ya..tidak.." kata Pein dengan nada datar. Tampak ekspresi kekecewaan tercetak jelas di wajah Konan.

"..Maksudnya, ya..aku tidak akan meninggalkanmu.." kata Pein sambil tersenyum ke arah Konan dengan memamerkan deretan gigi gigi rapinya. Mata Konan melebar.

Dan Konan kembali merasakan perasaan aneh tersebut. Jantung berdebar dan panas aneh yang menjalar di wajahnya.

Konan menundukkan kepalanya "Arigatou.." ucapnya pelan dan tanpa dia sadari, hiasan bunga kertas di kepalanya kembali terjatuh ke bawah.

Pein segera berdiri dan langsung mengambilnya. Konan mengangkat kepalanya dan terkejut melihat Pein mendekat ke arahnya.

"E-eh? Pe-Pein-"

"Tsk, kenapa akhir akhir ini hiasan di kepalamu sering jatuh.." Pein memasangnya, dan setelah terpasang dengan manis di rambut biru tersebut, Pein mundur ke belakang dan memiringkan kepalanya sambil menatap intens Konan. Konan yang ditatap seperti itu menjadi salah tingkah.

"Nah..begini kan lebih cantik.." kata Pein sambil mengedipkan matanya.

Konan merasakan napasnya tercekat. Dia menundukkan kepalanya sangat dalam.

"Kau kenapa Konan-chan?" tanya Pein dengan raut wajah kebingungan. Dia berjalan mendekati Konan dan tiba tiba mengangkat dagu gadis berambut biru tersebut.

"Waah, Konan-chan memerah..apa kau lagi horny dan-"

PLAK!

"PEIN BAKA NO HENTAI!"

~MSB~

Konoha, sekarang..

"Apa pendapatmu tentang pasanganmu?"

Semua anak kelas 1-F meneguk ludahnya, Tsunade-sensei menatap tajam pasangan tersebut. Konan melirik dingin ke arah Pein. Sementara Pein yang ditatap seperti itu entah kenapa, badannya tiba tiba langsung berkeringat.

"Orang mesum.." kata Konan dengan nada tajam dan dingin.

'KAU TEPAT KONAN-SAN!' batin semua warga Konoha Gakuen yang menyaksikan ronde tersebut. Pein meneguk ludahnya.

"Orang mesum yang kadang kadang..bukan.." Konan menundukkan kepalanya "Orang mesum yang akan selalu kulindungi..di-di mana dan kapan saja.."

Semuanya terdiam. Bahkan Tsunade pun ternganga begitu mendengar dari jawaban ketua Anti-UUMW tersebut. Mata manik ungu Pein melebar.

'Dia masih ingat kata kata itu ya..'

Tsunade menggelengkan kepalanya dengan sebuah senyuman terpatri di wajah cantiknya, dia kemudian melirik ke arah Orochi yang masih blushing tidak jelas.

"Orochi.." kata Tsunade. Orochi-sensei sadar dari lamunannya akibat kata kata Konan dan meneguk ludahnya

"Pein-chan, apa pendapatmu tentang Konan-chan?"

Pein melirik ke arah Konan dan hatinya sedikit geli. Konan masih saja seperti dulu, selalu menundukkan kepalanya dengan amat sangat dalam jika dia malu. Dia teringat penembakkannya dengan bunga mawarnya yang patah, dia teringat kata kata itu..dan juga dua bintang malam itu..

"Tentu saja.." Pein tersenyum sambil mengangkat kepalanya ke atas "..Ada di mana saat saat orang yang melindungi orang mesum tersebut.." Pein terdiam sejenak "..Harus dilindungi.."

Mata Konan melebar. Wajahnya semakin tertekuk ke dalam

'D-dia masih ingat kata kata itu?!'

"M-mereka kawai.." kata Hinata sambil meremas tangannya sendiri. Naruto bahkan tak percaya, SUMPE! Naruto bahkan tak percaya dengan apa yang didengarnya. Terdengar isak tangis di belakangnya, dan Naruto menoleh ke belakang. Wajahnya langsung sweatdrop.

Anggota UUMW dan Anti-UUMW menangis bersamaan dan mereka berpelukan sambil mengatakan "Kita akhirnya berbesan.."

Naruto menoleh ke arah teman teman Akatsukinya, tampak semua anggota Akatsuki berdiri tegak dengan gaya cool. Tidak ada yang menangis ataupun memasang wajah sedih alay. Semuanya tersenyum ke arah pasangan pemimpin di gang mereka dan tampaknya memberikan dukungan penuh, kecuali Tobi yang mengusap usap ingus yang keluar dari lubang matanya ke baju Kakuzu (Kakuzu gak nyadar) dan Kisame yang masih 'enak enakan' di ruang BK.

"Pein.." gumam Naruto pelan. Bibir sang Namikaze muda tersenyum tipis.

Jiraiya menghela napasnya "Baiklah..pertanyaan terakhir.."

Semua menatap tajam the Ero Teacher tersebut.

"Konan..apakah Pein itu mesum?"

".."

".."

".."

'Sudah jelas kan?' batin Naruto dengan wajah sweatdrop. Tidak usah ditanya pun-

Konan menggelengkan kepalanya.

DAN ITU MEMBUAT SEANTERO KONOHA GAKUEN-BUKAN! SEANTERO PBB (PERSATUAN BOKEP BOKEP) SHOCK DAN SANGAT AMAT TERKEJUT!

Mata manik ungu Pein kembali melebar. Konan mengangkat wajahnya.

"Ada kalanya dia memang melakukan hal bodoh yang disebut mesum..tetapi Pein tidak mesum. Dalam dirinya.." Konan melirik ke bawah sejenak "..Batas antara mesum dan cinta sangat tipis.."

'Kalau tidak salah, kata kata yang benar itu 'Benci dan Cinta itu tipis'..' batin Naruto dengan wajah kebingungan.

"Jadi menurutmu Pein itu tidak mesum?" tanya Tsunade dengan tatapan tajam.

Konan menggelengkan kepalanya.

Tsunade, Jiraiya dan Orochi-sensei saling berpandangan. Mereka mengangguk dan menatap pasangan fenomenal tersebut.

Semuanya menatap tegang. Sasuke yang biasanya meremehkan pasangan pasangan dari kelas F kini benar benar kepo mendengar hasilnya. Shikamaru yang biasanya tidur tiduran saat acara berlangsung kini berdiri tegak dengan wajah serius. Otaknya pun secara tidak penting menghitung, mengkalkulasikan, dan membuat kesimpulan, peluang mana yang akan lebih mengenai pasangan PeinKonan tersebut.

"Pein Yahiko dan Konan.."

Semua meneguk ludahnya. Tanpa sadar Hinata (saking tegangnya) memegang tangan Naruto (yang juga tidak sadar) dengan eratnya.

Anggota UUMW dan Anti-UUMW yang telah memegang surat gencatan senjata kini tinggal menunggu hasilnya, jika berhasil maka mereka semua akan menandatangani surat gencatan senjata tersebut.

"Kalian.."

Mata Itachi berubah menjadi Sharingan. Hidan kini kembali mendadak menjadi ustad dadakan kelas 1-F. Dan sebenarnya Kakuzu mau bertaruh dengan Zetsu tetapi tidak jadi karena menurutnya suasana sangat tidak cocok. Sasori dan Dei kembali berpegangan tangan *Sasori cengengesan gak jelas*. Tobi masih mengelap ingusnya di baju Kakuzu dengan santainya (Kakuzu masih gak nyadar).

Tsunade membuka mulutnya

"..Tidak lolos!"

"UAPAAAAAAAAAAAAAAAHH!" teriak semua anggota UUMW dan Anti-UUMW dengan wajah shock. Mereka pun langsung mengambil surat perjanjian tersebut dan merobek robeknya. Sasori dan Dei menatap ke arah pegangan mereka, dan mereka langsung berteriak "KYAAAAAH!" lalu saling menuduh dan saling mengatai kalau mereka berdua banci.

"YESS! UNTUNG GUE GAK TARUHAN! TADI GUE SUDAH BERPIKIR KALAU LEADER DAN KONAN AKAN LOLOS!" teriak Kakuzu dengan wajah bahagia. Zetsu sweatdrop melihat temannya tersebut. Itachi hanya memasang wajah sweatdrop dengan keriput yang naik turun bergetar (?).

Hidan pun digebukin semua murid 1-F karena mantranya tidak berhasil *WAKAKAKAKAK, JASHIN ELO PERCAYA* dan Tobi masih dengan santainya mengelap ingusnya di baju Kakuzu (dan anehnya Kakuzu tidak menyadarinya).

Naruto dan Hinata saling berpandangan. Tatapan mereka memancarkan arti kebingungan. Naruto menaikkan alisnya.

"Hinata-chan.."

"I-iya Naruto-kun.."

"Ada yang aneh ya?"

"Eh?" Hinata memasang mimik kebingungan. Ada yang aneh? Apa? Siapa? Di mana?

Naruto menggaruk kepalanya "Kok-kok tanganku terasa hangat ya?"

Lavender Hinata melebar. Dia langsung melirik ke bawah dan melihat tangan kanannya masih dengan setia menggenggam tangan kanan Naruto *ciee ciee*

"EEEKH?!" Hinata berteriak OOC dan melepaskan tangannya dari tangan Naruto dengan cepat. Sang putri Hyuuga tersebut langsung menundukkan kepalanya dan mengucapkan

"Go-Gomen'nasai!"

Naruto memandang tangannya dan tersenyum. Kemudian tertawa pelan. Hinata mengangkat kepalanya kebingungan.

"A-ada apa Naruto-kun? Kok tertawa?"

"Hahaha, gak..gak ada apa apa. Tetapi, itu kan hanya berpegangan tangan Hinata-chan.." Naruto tiba tiba menepuk pelan pucuk kepala indigo tersebut.

"Aku tidak apa apa kok-ttebayo.."

Ouuch, Hinata merasakan kesadarannya sedikit limbung.

.

.

.

Pein dan Konan kini berjalan ke arah kelompok kelasnya dengan wajah datar. Semua anak kelas 1-F pun langsung mengerumuni mereka berdua dan bertanya macam macam.

"Leader.." Seira, yang sebagai wakil ketua Anti-UUMW menghela napasnya "..Kenapa saat di arena kau mengatakan kalau Pein itu tidak mesum?"

"Itu benar Konan.." kata Itachi membenarkan "..Kita tahu kan-"

"BENAR KONAN! AKU JADI DIGEBUKIN SATU KELAS GARA GARA KAU DAN PEIN GAGAL!" protes Hidan dengan wajah babak belur. Yang lainnya menatap Hidan dengan pandangan orang-sesat-pantas-dibogem.

Konan menundukkan kepalanya. Tiba tiba di atas kepalanya muncul aura aura love love dan warna pink. Semua anak kelas 1-F menghela napasnya.

"Pein, kau guna gunain Konan ya?" tanya Sasori dengan pandangan menyelidik.

"Apaan sih! Mana ada.." kata Pein dengan wajah sedikit kesal. Dia pun berjalan ke arah depan untuk bersantai. Tiba tiba Konan memanggil namanya dari belakang

"Pein.."

"Hm?" Pein berhenti berjalan dan menoleh ke belakang "Ada apa?"

"A-aku mengatakan kau tidak mesum karena.."

Semuanya menelan ludah. Pein mengangkat alisnya.

"..Karena..karena aku melindungimu dari sifat mesummu. Dengan mengatakan kau tidak mesum, aku telah melindungi sifat mesummu dan orang orang tidak tahu dengan sifat burukmu tersebut.." kata Konan dengan nada pelan. Mata Pein melebar.

"Konan.."

Hyuuusshhh..angin pun berhembus di sekitar Pein dan Konan. Cahaya putih menjadi latar belakang mereka dan sejenak semua anak kelas 1-F yang mengelilingi mereka hilang. Hanya ada mereka berdua.

Pein dan Konan..

"Ng..Ko-Konan-san.." Naruto yang memasang wajah sweatdrop membuyarkan suasana tersebut.

"A-ano..Ko-Konan-san.." kata Hinata sambil meletakkan tangan kanannya di depan dadanya.

"Konan~" kata Itachi dan Sasori dengan wajah sweatdrop.

"Ckck, Konan.." kata Kakuzu dan Zetsu sambil menggelengkan kepalanya. Sementara Hidan hanya menepuk jidatnya dengan wajah yang sangat amat sweatdrop.

"Konan un.." kata Dei sambil menutup mulutnya

"Konan-senpai.." kata Tobi dengan nada sedikit shock.

"K-Konan-san.." kata semua siswa kelas 1-F dengan nada tidak percaya

"Hiks..hiks..Leader.." kini Seira dan semua anggota Anti-UUMW memasang wajah sedih tidak berdaya.

Konan mengangkat wajahnya dan kebingungan melihat ekspresi semua teman temannya.

"..BUKANKAH SELURUH KONOHA GAKUEN DAN SELURUH DUNIA INI TAHU KALAU PEIN ADALAH ORANG MESUM?!" teriak semuanya dengan nada kesal setengah mati.

TBC

Author Note :

Ciaaat~, gomen kalau gaje dan tidak lucu. Icha berusaha mengambil sisi romantis PeinKonan. Kasihan kan kalau Pein digebukin terus. Akhirnya UN selesai, hyahahahahahahahahah*disumpel kaos kaki Kakuzu, tepar*

Sebelum membalas review, disilahkan membaca Omakenya

Omake

"RONDE PERTAMA SUDAH SELESAI! SAATNYA KITA MENUJU RONDE KEDUA SEKALIGUS PENENTU DI THE COUPLE ROMANTIC DAY INI!"

Semua menahan napasnya. The Couple Romantic Day ternyata hanya melalui dua tahap saja.

"MAU TAHU APA NAMA RONDE KEDUA HARI INI MURID MURIDKU~?" tanya Shizune dengan wajah yang dibuat semisterius mungkin.

"GAAAAAAK!" teriak semua murid Konoha Gakuen dengan kurang ajarnya. Shizune langsung sweatdrop seketika.

"EMM..EMM..TERSERAH DEH..BAIKLAH.." Shizune mengangkat tangannya ke atas

"THE COUPLE ROMANTIC DAY RONDE TERAKHIR ADALAH.."

Semua memandang serius ke arah Shizune

"PETUALANGAN HEBAT PENUH CINTAAAAAA!"

Krikk..kikk..krikk..terdiam dan hening.

"MANA LEBAYNYAAAA?!" teriak Shizune-sensei dengan wajah kesal

"OOOOOOHHH.." kata semua murid Konoha Gakuen denga nada tidak berminat.

"APA KALIAN TIDAK TAHU KALAU AKU DARI SEMALAM SUSAH SUSAH MENCARI NAMA YANG BAGUS UNTUK LOMBA INI HAH MURID MURID KAMPRET?!"

Sabar ya Shizune-sensei^_^

TBC

Issues Next Chap : The Couple Romantic Day (Petualangan penuh cinta atau..MESUM?)

Langsung ke balas review ya~

MahardikaRBL : Hmm, oke lah. Akan Icha coba Shion walaupun belum dijamin Mahardika-san. Emm, Icha gak ada twitter kok. Icha kan masih kecil gituuu..nanti kalau ada Ica bilang^_^ arigatou ya..

diery. snap : Oke sip..arigatou ya

erin. k. chan. 9 : Haha, iya iya..sip. Arigatou ya^_^

Tony Namikaze no Baka : Arigatou Tony-san. Yes, Icha akan ganbatte kok..

yuriski. suryani : Arigatou..maksudnya chapnya ya? Kalau chapnya emm, tinggal beberapa lagi sih..

dwi2 : Haha, oke oke, akan Icha coba. Arigatou..

Niezza Neko-chan : Haha..kasihan Ita-kun. Semuanya suka sama sifatnya yang OOC. Arigatou ya Neko-chan^_^

Ahira : Arigatou^_^, hihi..sip lah.

Hogo sukai : Emm, Doni-san masih di Singapura..TBT tidak tahu kapan updatenya karena Icha gak bisa update, laptopnya dia bawa juga (katanya untuk kerja sih). Untuk Fb, ano..Icha gak ada kok. Kalau Doni-san, katanya ada, Fb samarannya yang namanya Noval Nuralif. Emm, maksudnya words untuk 1 chap ini kah? Arigatou ya..

Aimore : Arigatou^_^ hehehe, oke sip jos!

Ritsu-san : Haha, arigatou ya..yap, Kick Naruto! Telah berakhir^_^

naru naru : Emm, kira kira dua atau tiga chap lagi lah. Masih kira kira, karena Icha ini orangnya tidak konsisten. Arigatou ya^_^

sora narukami : Hehe, seperti itulah. Emm, Icha gak tahu. Doni-san masih d Singapura nih. Katanya masih sangat sibuk. Arigatou ya^_^

Hinata31 : Jangan senpai..Icha masih muda unyu unyu*PLAK* hihi, sip. Arigatou atas review dan semangatnya ya^_^

namikaze16 : Hihi, sip lah. Arigatou ya..

bag. Kun : Oke sip..memang ada s2nya kok. Arigatou ya^_^

Uzumaki LOVE Hyuga : HENTAI! Arigatou aja deh untuk Uzumaki-san^_^

Aggee : Hehehe..kan Icha dah bilang dari dulu..sip. Arigatou ya^_^

Namikaze Sholkhan : Sip..arigatou ya..

Akagawa Shinn : Haha..hm..emang sih. Tapi kalau soal hitungan Icha bisa. Yang payah tu Bahasa Indonesia, uuh..kan pakai nalar tu. Tapi amin..semoga UN kita baik ya^_^ arigatou..

PENGIKUT GODEG OF PASUNDAN : Fic kamuuu^_^ yang namanya entah apa itu. Icha baca lho..kapan lanjutnya? Arigatou ya..

aldo. f. salamander : Tinggal dikit lagi Aldo-san. Gomen kalau humornya kurang ya..arigatou..

UzumakiKurnia : Sip..gak apa apa kok. Arigatou^_^

Tsumehaza-Arief : ITU SUSAH ARIEF-SAN T_T. Entah kenapa rasa fresh dalam humor Icha itu berkurang. Mungkin pengaruh karena Icha sudah jarang baca fic humor Akatsuki dari author author comedy top. Icha kini lagi baca yang Romance drama atau Romance adventure hehe. Arigatou atas sarannya Arief-san..arigatou..

akbar123 : Hihi, mudah mudahan ini temasuk update kilat ya^_^ arigatou..

Daehyuk Shin : Haha..arigatou ya Dae-san. Oke sip, Icha akan ganbatte!

rizkiirawan3 : Kyaaaa! (?) sayang, sebelum ujian Icha pergi ke situ bersama keluarga. Ada lho keluarga Icha di situ. Semoga selamat ya^_^ haha..Doni-san masih di Singapura. Katanya sih (waktu bibi Icha nelpon) dia sangat sibuk. Arigatou ya atas reviewnya^_^ dan doanya juga ;)

Nyuga totong : Yey, sip..arigatou ya..

MVOElite : E-eh? Ano..Icha gak cantik kok..emm, siapa sih yang bilang cantik?! Aduuuh..nanti Icha usahain foto profil akun Ffn Icha foto Icha..emm, arigatou ya^_^

Namina Rin Rin : Arigatou Namina-san. Sip..Icha akan terus ganbatte^_^

ahmadbima27 : Oke sip..arigatou ya..

raven. exel : Arigatou Raven-san^_^ oke sip lah..

jamal. somantri : Eheheh, Jamal hentai-san..arigatou atas reviewnya *bawa gergaji mesin*^_^

Risqa-chan : Haha..gak apa apa kok. Oke sip..arigatou ya..

dylanNHL : Gak boleh gak boleh..Icha kan masih kecil nee..hihi, emm..pikir dulu ah*GEPLAK!* arigatou ya^_^

Blood D. Cherry : Oke sip..arigatou ya^_^

Ritsu Natsuki : Haha..iya iya Ristu-san aneh *ampuuun* hihi, oke sip. Arigatou atas reviewnya ya^_^

khf16 : Yap..arigatou ya^_^

kun-cici naru : Hay juga^_^ arigatou ya..

june25 : Oke sip..arigatou ya..

Soputan : Yap..arigatou ya^_^

Jims001 : Yap..arigatou ya..

Nagasaki : Thanks..sip lah^_^

Kamikaze Yugito : Okeeeee^_^ arigatou ya Kamikaze-san

Teostra Dual Teska : Oke sip^_^ arigatou ya..

Vicestering : Yap..arigatou ya..

minyak tanah : Udah tahu di mana Kisame kan^_^ arigatou ya..

Topeng Retak : Arigatou juga dari Icha karena telah mereview^_^ tahu, mungkin 2-3 chap lagi..

AP21 : Hihi, arigatou ya..sip^_^

thedy76 : Emm..akan Icha usahain deh. Memang membuat fic humor konstan itu susah..arigatou ya..

Arigatou minna^_^ terima kasih atas review, saran, kritik, dukungan dan lainnya kepada Icha.

Sampai jupa chap depan^_^

Tertanda. Icha-chan Ren