Title: Our Youth
Cast: Jin, Suga, Namjoon, Hoseok, Jimin, Taehyung, Jungkook #VHope #NamJin #VMin #YoonSeok #KookMin
Lenght: Chapter
Rating: 15+
Author: Tae-V [Line KTH_V95, Twitter KTH_V95]
Inspired By Drama Korea "Because It's The First Time".
CHAPTER 25
.
Jimin menatap Taehyung. "Kau benar-benar tidak berniat menjelaskan padaku mengapa ia tinggal disini?"
Taehyung menatap Jimin. "Kau benar-benar curiga dan tidak bisa mempercayai kekasihmu ini?"
"Aku butuh kejelasan! Penjelasan dari mulutmu langsung!" sahut Jimin.
"Aku... Kecewa... Karena kau tidak bisa mempercayaiku..." sahut Taehyung.
Mereka saling bertatapan.
"Haruskah... Aku memintamu mengakhiri hubungan ini? Aku... Mulai lelah dengan semua rahasiamu dengan Hoseok hyeong mu itu, Taehyung a... Aku lelah... Kau lebih mengutamakannya ketimbang aku!" sahut Jimin.
"Baiklah... Jika itu memang maumu, Jimin a... Aku... Tidak bisa memberi penjelasan lebih dari ini... Karena seharusnya... Kalau kau bisa mengerti dan mempercayaiku... Apa yang kujelaskan padamu ini sudah lebih dari cukup bagimu.." sahut Taehyung.
"Penjelasan macam apa yang kau sebutkan ini? Baiklah kalau itu juga maumu... Mulai saat ini, hubungan kita berakhir.. Aku bukan lagi siapa-siapamu, dan kau juga bukan lagi siapa-siapaku.. Silakan kau melakukan apapun yang bisa kau lakukan untuk melindungi hyeongmu itu..." sahut Jimin.
Air mata menetes dari kedua bola mata Jimin, dan ia segera berlari keluar dari rumah Taehyung.
Di tengah jalan menuju rumahnya, hujan turun dengan deras.
Jimin hanya bisa berjongkok di tepi jalan, menangis sejadi-jadinya, sementara hujan deras mengguyur dirinya.
"Ia bahkan tidak mengejarku.. Tidak berusaha menjelaskan apapun padaku... Apa ia benar-benar... Berniat putus denganku?" gumam batin Jimin sambil terus berjongkok dan menangis.
Sementara dalam rumahnya, Taehyung duduk merenung di atas kasurnya.
Matanya terpejam. Sebenarnya ia sangat tidak tega membuat Jimin sampai menangis seperti itu, namun ia lebih tidak tega lagi jika harus menceritakan semua penderitaan Hoseok kepada Jimin, karena itu adalah masalah pribadi Hoseok yang tidak bisa sembarangan diceritakannya.
"Apa mengakhiri hubungan ini... Adalah jalan terbaik bagi kami?" gumam Taehyung.
Dan Taehyung kembali teringat. Bukankah selama ia berkencan dengan Jimin, wajah Hoseok masih terus membayangi hati dan benaknya?
Bukankah Taehyung... Masih tidak bisa melupakan Hoseok dari dalam hati dan pikirannya?
Jadi, Taehyung berpikir, inilah waktunya untuk mengakhiri hubungannya dengan Jimin.
Ini adalah saatnya, waktu yang tepat untuk Taehyung mengakhiri hubungannya dengan Jimin, agar tidak membuat Jimin semakin terluka.
Waktunya bagi Taehyung, untuk tidak lagi membohongi perasaannya dan membohongi Jimin, bahwa Hoseok masih ada dalam hati dan benak Taehyung.
Jadi, bagi Taehyung, ia tidak akan pernah lagi berusaha menjelaskan apapun pada Jimin, ataupun berusaha membujuk Jimin agar kembali padanya.
Karena Taehyung... Juga lelah harus terus membohongi perasaannya sendiri...
.
.
.
Jimin berlari ke rumah Jungkook setelah tangisnya mereda, dalam keadaan basah kuyup.
Membuat Jungkook tercengang melihat Jimin datang dengan basah kuyup begitu.
"Ayo cepat masuk dan ganti bajumu, hyeong! Ada apa sebenarnya?" tanya Jungkook sambil mengajak Jimin masuk ke kamarnya.
Jimin menceritakan semua pertengkarannya dengan Taehyung setelah ia berganti baju, dan ia juga bercerita bahwa Taehyung tidak juga berusaha mengejarnya untuk menjelaskan apapun padanya.
"Alien itu memang brengsek!" Jungkook semakin emosi mendengar cerita Jimin.
"Mungkin memang semua salahku.. Karena tidak bisa mempercayainya..." sahut Jimin sambil menangis.
"Ia yang keterlaluan! Mengapa ia tidak berusaha menjelaskan padamu!" gerutu Jungkook.
"Entahlah.." sahut Jimin sambil terus menangis dalam pelukan Jungkook.
"Bukankah sudah kukatakan tadi, hyeong? Kau hanya akan semakin menderita jika bersamanya..." sahut Jungkook sambil menepuk-nepuk pelan bahu Jimin, berusaha menenangkannya.
.
.
.
Tiga hari sudah berlalu.
Dan selama tiga hari itu pula, Taehyung benar-benar tidak pernah menghubungi Jimin.
Taehyung bahkan selalu menghindar setiap berpapasan dengan Jimin di kampus.
Membuat Jimin semakin yakin, Taehyung benar-benar tidak berusaha mempertahankannya.
Hoseok bahkan terkejut ketika Taehyung bercerita ia sudah putus dengan Jimin.
Hoseok merasa sangat bersalah dan meminta maaf pada Taehyung, namun Taehyung terus berkata ini bukan salahnya karena memang Taehyung lelah dicurigai oleh Jimin.
Alasan Taehyung dan Jimin putus adalah karena mereka saling tidak bisa percaya dan jalan pemikiran mereka berbeda. Itulah yang dikatakan Taehyung kepada sahabat-sahabatnya ketika mereka bertanya mengenai hubungan Taehyung dan Jimin.
Mana mungkin Taehyung jujur mengatakan bahwa ia masih mencintai Hoseok dan tidak bisa membohongi perasannya lagi?
Dan kabar putusnya Taehyung diketahui sahabat-sahabatnya malam itu, ketika Hoseok yang memulai chat di grup, setelah Hoseok bertanya kepada Taehyung mengenai kelanjutan hubungannya dengan Jimin, dan Taehyung mengatakan mereka sudah putus.
Hoseok: Yaaaaaaa, kalian! Kim Tae putus dengan kekasih mungilnya itu!
Namjoon: Jinjja?
Jin: Jinjja? (2)
Yoongi: Jinjja? (3)
Hoseok: Jinjja ya! Taehyung baru saja memberitahuku! Pantas saja aku bingung mengapa sudah tiga hari ini Taehyung tidak pernah terlihat bersama dengan kekasih mungilnya itu..
Namjoon: Bukankah mereka terlihat sangat serasi? Kekasihnya kan baru saja ke rumah makan Jin hyeong minggu kemarin?
Hoseok: Aku jadi sedikit... Merasa bersalah...
Jin: Mengapa kau yang merasa bersalah?
Yoongi: Mengapa kau yang merasa bersalah? (2)
Namjoon: Mengapa kau yang merasa bersalah? (3)
Taehyung: Yaishhhhhhhhhh! Kalian memang tukang gosip, ckckck...
Jin: Taehyung a, gwenchana?
Namjoon: Apa kau sedang patah hati? Apa kau yang diputuskan olehnya? Kurasa tak mungkin kau yang mengakhir hubungan ini..
Yoongi: Kau.. Perlu pelukanku kah, Taehyung a?
Taehyung: Aku baik-baik saja... Jinjja ya...
Hoseok: Mian
Taehyung: Sudah kubilang, semua bukan karena kau, Hoseok hyeong... Memang aku dan Jimin sudah saling tidak cocok.. Kami sama-sama sulit untuk saling percaya, dan jalan pemikiran kami sudah jauh berbeda.. Makanya kami memilih mengakhiri hubungan ini..
Yoongi: Semangat, Taehyung a!
Jin: Semangat, Taehyung a! (2)
Namjoon: Semangat, Taehyung a! (3)
Taehyung: Kau juga semangat, Namjoon hyeong! Besok kau audisi kan? Aku yakin kau bisa lolos kali ini!
Namjoon: Ah.. Kau ingat? Ne! Gumawo, chinggu ya!
Yoongi: Semangat, Namjoon a! Kau pasti bisa!
Hoseok: Semangat, Namjoon a! Kau pasti bisa! (2)
Jin: Aku percaya.. Kau bisa melakukan yang terbaik esok hari, dan mendapatkan hasil terbaik pula~ :)
Namjoon: Gumawo, kalian semua {} Aku sangat bersyukur, memiliki kalian disisiku :)
Dan sejujurnya, kabar putusnya Taehyung dengan Jimin cukup menjadi pikiran di benak Namjoon.
"Bagaimana jika Jin hyeong.. Masih mencintai Taehyung dan mengharapkan cinta Taehyung?" gumam batin Namjoon ketika tahu sahabatnya itu putus.
Namjoon sudah cukup dipusingkan dengan audisinya esok hari, dan kini pikirannya ditambah lagi dengan bagaimana perasaan Jin hyeong yang sebenarnya.
.
.
.
Kamis pagi itu, Namjoon sudah berdandan sangat rapi.
Hari yang diimpi-impikannya akhirnya tiba.
Hari dimana audisi itu akan berlangsung pukul 01.30 PM.
"Hyeong... Apa penampilanku sudah rapi?" tanya Namjoon.
Jin tersenyum dan menganggukan kepalanya. "Jjang!"
"Aku tiba-tiba merasa sangat grogi, hyeong..." sahut Namjoon.
Jin memeluk erat tubuh Namjoon. "Aku akan selalu disisimu untuk mendukungmu! Karena aku percaya pada kemampuanmu! Jadi, semangatlah! Kalau kau grogi, ingat saja aku yang selalu ada untuk mendukungmu~"
Sebuah ucapan yang sanggup membuat Namjoon tersenyum lebar, semua rasa cemasnya seolah menguap ke udara dan menghilang begitu saja.
"Gumawo, hyeong... Jinjja.." sahut Namjoon.
Jin melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu Namjoon sambil menatap tepat ke kedua bola mata Namjoon.
"Hwaiting, Namjoon a! Aku akan selalu mendukungmu, karena aku your number one fans!" sahut Jin sambil tersenyum. "Ingat itu baik-baik~"
Namjoon menganggukan kepalanya sambil tersenyum. "Fans pertamaku..."
Mereka berdua mulai bersiap-siap dan berangkat ke tempat audisi.
Mereka sengaja datang agak pagi agar Namjoon bisa menyesuaikan dirinya dengan ruangan audisi dan menenangkan hatinya disana.
Namjoon terus berlatih menyanyikan lagu ciptaannya itu, sementara Jin duduk disamping Namjoon dan terus memperhatikan Namjoon yang begitu berusaha keras untuk audisinya kali ini.
"Kau terlihat... Sangat keren hari ini, Namjoon a~" sahut Jin sambil tersenyum manis.
Membuat semangat Namjoon semakin meningkat ketika mendengar pujian itu.
.
.
.
Jungkook menemani Jimin ke taman bermain siang itu.
Jimin sangat terluka karena harus berpisah begitu saja dengan Taehyung, dan ia sama sekali tidak ada mood untuk belajar.
Makanya, Jungkook mengajaknya bolos seharian itu, untuk membuat mood Jimin membaik.
Jadi, mereka berdua memutuskan ke taman bermain dan memainkan semua wahana yang ada disana sepuasnya.
Melepaskan semua kesedihan yang ada dalam hati Jimin.
"Ayo, hyeong! Kita naik wahana viking itu.. Kau bisa sepuasnya berteriak dan mencaci maki alien brengsek itu sepuasmu.. Aku yakin perasaanmu akan membaik setelahnya.." ajak Jungkook, diiringi anggukan kepala Jimin.
Mereka berdua menaiki wahana viking itu dan Jimin berteriak sepuasnya, merutuki Taehyung, mengungkapkan semua cacian dan kekesalannya kepada Taehyung.
"Dasar kau pria brengsek! Kau mencuri hatiku lalu mencampakannya begitu saja!"
"Taehyung keparat! Brengsek! Player!"
"Kau bertidak sesukamu sendiri, seolah aku ini bukan siapa-siapamu!"
"Apa hyeongmu itu jauh lebih berharga dariku dihatimu?"
"KAU SANGAT MENYEBALKAN, KIM TAEHYUNG!"
Jungkook hanya bisa diam dan mendengarkan semua celotehan Jimin itu.
Jungkook memang pemberani, jadi menaiki viking ini sama sekali tidak menyeramkan untuknya.
Dan Jungkook begitu setia, menemani Jimin, mendengarkan semua cacian Jimin kepada Taehyung selama permainan itu berlangsung.
Setelah puas mencaci maki Taehyung, wahana itu berhenti.
Jungkook menatap Jimin.
Dan air mata mulai menetes membasahi wajah manis milik Jimin.
Jungkook mengajak Jimin turun, dan langsung memeluk erat tubuh Jimin, tepat di depan wahana itu.
Jimin menangis sejadi-jadinya di bahu Jungkook, dan Jungkook terus mengusap pelan punggung Jimin, berusaha menenangkannya.
Dan tak lama kemudian, hujan turun cukup deras, jadi mereka berdua segera berlari ke sebuah kedai es krim yang berada tak jauh dari wahana viking.
"Kau mau kupesankan es krim, hyeong?" tanya Jungkook.
Jimin menganggukan kepalanya dengan lemah.
Jungkook membeli dua buah es krim. "Ini untukmu, ini untukku~" sahutnya sambil menyerahkan satu buah es krim kepada Jimin.
Jimin menatap Jungkook.
"Kau... Tidak memarahiku?" tanya Jimin sambil mengambil es krim di tangan Jungkook.
"Memarahimu? Untuk apa?" tanya Jungkook.
"Bukankah biasanya... Kalau aku putus dengan kekasihku, kau akan menceramahiku panjang lebar? Mengenai bagaimana brengsek pria itu dimatamu dan kau sudah berkali-kali memperingatkanku namun aku tak mau mendengarnya. Atau mengenai, betapa menyebalkannya pria itu hingga tega menyakitiku.. Atau... Kau biasanya selalu berkata, hanya kau satu-satunya pria di dunia ini yang tidak akan pernah mengecewakanku.." sahut Jimin.
Jungkook menatap Jimin dengan tatapan sangat lembut.
"Hyeong... Bagiku... Kau adalah segalanya... Namun, bagimu... Aku hanyalah sebatas dongsaengmu kan? Mulai sekarang, aku tidak akan lagi menceramahimu atau mengatakan hanya aku yang sanggup mencintaimu dengan sepenuh hatiku..." sahut Jungkook.
Membuat Jimin membelakakan kedua bola matanya. "Waeyo?"
Jungkook hanya tersenyum.
"Apa kau... Berniat menyerah mengejarku? Apa kau... Lelah bertepuk sebelah tangan terhadapku?" tanya Jimin. "Apa kau.. Juga berniat melepasku?"
Jungkook menggelengkan kepalanya.
"Lalu, apa maksud semua ucapanmu barusan?" Jimin menatap Jungkook.
"Aku hanya... Ingin terus berada disampingmu seperti ini... Terus menyemangatimu disampingmu seperti ini... Tanpa berharap lebih darimu... Bukankah kau sudah tahu seberapa besar cintaku untukmu, hyeong? Aku berpikir, apakah karena aku begitu mencintaimu, makanya kau tidak bisa mencintaiku? Apakah karena aku terlalu mengejarmu, makanya kau takut dan selalu kabur dariku? Kalau kita seperti ini terus, sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa mendapatkanmu.." sahut Jungkook.
"Aku... Tidak mengerti..." sahut Jimin.
"Jadi, aku ingin terus ada disisimu tanpa sedikitpun mengharapkan balasan cintamu... Karena aku berharap, jika suatu saat, seandainya saja, kita berpacaran, itu semua bukan karena aku yang begitu mengejarmu.. Namun karena, kau yang mencintaiku dengan sendirinya, tanpa paksaan dariku.." sahut Jungkook.
Jimin menatap Jungkook.
"Bukankah selama ini, selalu saja semua pria itu yang mengejar-ngejarmu terlebih dulu? Lalu, kau jatuh cinta karena perjuangan mereka... Kalian berkencan, namun ternyata cintanya padamu tak sebesar yang kau bayangkan, makanya hubunganmu dengan mereka berakhir..." sahut Jungkook.
Jimin menganggukan kepalanya.
"Aku tak ingin, hubungan kita juga seperti itu.. Aku ingin... Jika kita memang berjodoh, semua bukan karena aku begitu mengejarmu.. Tapi semua karena, aku tulus mencintaimu, dan kau pun tulus mencintaiku.. Aku tak ingin kau menyukaiku karena perjuanganku mendapatkanmu, tapi aku ingin kau mencintaiku apa adanya diriku.. Kalau kau mencintai apa adanya diriku, maka sekalipun ada sikapku yang mengecewakanmu, kau akan bisa menerimanya dengan iklas karena kau tulus mencintaiku... Benar kan?" sahut Jungkook lagi.
Jimin menatap Jungkook. "Benar ucapanmu... Selama ini, mereka yang berjuang untuk mendapatkanku... Dan aku menyukai perjuangan mereka... Jadi kami berkencan.. Namun, ketika perjuangan mereka terlihat berkurang atau menghilang, maka aku akan merasa kecewa... Sakit hati.. Terluka.. Dan tidak bisa menerima perlakuan mereka yang seperti itu terhadapku.. Karena aku jadi berpikir, apa mereka sudah tidak mencintaiku lagi..."
"Karena itu.. Aku sering berpikir akhir-akhir ini.. Jika aku terus mengejarmu, dan kau akhirnya menerimaku... Bukankah hubungan kita akan berakhir begitu saja jika aku melakukan sesuatu yang tidak kau sukai?" sahut Jungkook.
Jimin menatap Jungkook.
"Jadi, aku berpikir... Seandainya aku tidak mengejarmu.. Seandainya aku terus menjagamu disampingmu... Apakah suatu saat kau bisa membuka hatimu dengan tulus mencintaiku? Bukan mencintaiku karena perjuanganku, tapi mencintaiku karena kau merasa sangat nyaman disampingku.. Dengan begitu, bukankah hubungan kita seharusnya akan bisa berlangsung untuk waktu yang sangat lama? Karena kita sudah saling memahami satu sama lain, dan merasa nyaman akan satu sama lain..." sahut Jungkook.
Air mata Jimin kembali menetes. "Mengapa kau yang masih bocah ini... Justru bisa berpikir sedewasa ini? Sementara mereka yang lebih tua darimu.. Tidak bisa berpikir sedewasa ini?"
Jungkook bangun sedikit dari tempat duduknya, membungkukan sedikit tubuhnya dan menghapus air mata Jimin yang duduk berseberangan dengannya. "Air matamu ada berapa banyak sebenarnya? Hehehe..."
Jimin jadi ikut tersenyum mendengar ucapan Jungkook. "Yaish, imma!"
.
.
.
Audisi mulai berlangsung.
Semua peserta dan para pendukunganya duduk di bangku penonton menyaksikan peserta lainnya tampil di panggung yang ada dihadapan mereka.
Ada cukup banyak peserta yang sangat berbakat.
Membuat Namjoon semakin cemas melihat betapa hebat saingan-saingan itu.
Jin, seolah menyadari kecemasan Namjoon, tiba-tiba menggenggam erat tangan Namjoon.
"Tenanglah.. Karena bagiku, penampilanmu nanti akan jauh lebih menarik dan keren dibandingkan mereka semua.. Jinjja ya.." sahut Jin sambil tersenyum.
Membuat detak jantung Namjoon begitu cepat, namun semangatnya semakin bertambah pula.
"Gumawo, hyeong... Untuk selalu menyemangati.. Dan mendukungku... Selama ini... Bahkan hingga detik ini..." sahut Namjoon sambil tersenyum.
"Bukan hingga detik ini saja... Namun hingga jauh kedepan nanti.. Aku akan selalu ada disisimu... Mendukungmu dan menyemangatimu.." sahut Jin sambil tersenyum.
"Peserta nomor 1209, silakan naik ke atas panggung..." sahut sang pembawa acara audisi itu.
Jin menatap Namjoon yang duduk tepat disampingnya itu. "Hwaiting, Kim Namjoon.."
Namjoon menatap Jin. Dan sebelum ia maju ke panggung, ia menyempatkan dirinya untuk membisikan sesuatu di telinga Jin.
Sesuatu yang membuat Jin membelalakan kedua bola matanya.
Namjoon mulai tampil di panggung, membawakan lagu ciptaannya itu dengan sangat keren.
Namun kali ini Jin tidak bisa fokus kepada penampilan Namjoon.
Karena bisikan Namjoon barusan terus terngiang di telinganya.
"Saranghae, Kim Seokjin..."
Sebuah bisikan dengan nada yang begitu lembut. Membuat Jin nyaris tidak bisa bernafas ketika mendengarnya.
.
-TBC-
reply for review:
ORUL2: kasian dedek kuki jones mulu di ff saya XD
dewiaisyah : enaena wkwkw XD hayo tae sama siapa jadinya? :) kamu juga ya, semangat!
Avijunhobie : aigoo aigoo review kamu jga bikin saya senyum2 sendiri/? :) hayo gimana hayo gimana? XD jiahhhh, dia fokus ke enaena nya XD
zizid exo : taehyun apa taehyung? :)
Sugas kumamon : hayo rumit kan kayak rumus trigonometri? XD
ming : marahin aja taenya ming marahin XD siapa suruh dia ngeselin/? XD
Senashin0817 : baper kenapa sayang XD mochimu akan baik2 saja :) uljima sayang sini saya apusin aer matanya #modusan XD AIGOO, SAYA MAU NANGIS MASA BACA REVIEWMU :') terhura bgt sama pujiannya :) thx thx thx super thx a lot for liking all my ff {} km juga sukses ya! :)
hopekies : OA wkwkw XD wkwkw jd fav pairing kamu tuh apa sebenernya kies? XD
vhope shipper : bangtan bloody school? VHope NamJin YoonMin :) iya chapter kok :) tapi mini chapter ya jadi tiap chapter kaga panjang2 gt kayak ff2 saya lainnya hehehe mohon dimaapkeun saya gagal manjangin chapter mulu :( whoaaaa thx for liking this ff! :)
mphiihopeworld : iya baru nongol disini kamunya hmmmm cium dulu sini #apasih XD motivasi lebih? iya lah :) kalo asal ngetik mah ntar tau2 mandek di tengah jalan malah ribet atuh XD wkwkw iya yg Bangtan Bloody School, silakan ditunggu ya :) trisam wah parah ntar taehyung hoseok keenakan punya dua seme wkwkw XD gpp jd sider yg penting nyempetin baca ff ini :)
Hana : whoaaa chukkae udah kelar uas nya :) hayo gimana kira2 hana? :)
Guest : here lanjutannya :) Bangtan Bloody School? Horor Mistery tapi ada Romancenya :) seriusan di ff itu YoonMin VHope ya pairingnya :)
