•••
•••
•••
Kim Yeri adalah salah satu dari sekian banyak orang yang terpesona akan sosok Byun Baekhyun. Hanya dengan melihat potret Baekhyun yang begitu besar di salah satu sisi dinding kamar Chanyeol, dia langsung jatuh cinta. Jatuh cinta dalam arti yang berbeda. Siapa yang tidak terpesona dengan mata bak puppy itu. Pipi mochi dengan bibir semerah cheri. Juga rambut dirty blonde yang membuatnya tambah menggemaskan. Yeri merasakannya. Dia langsung terobsesi.
Keputusan yang salah memang saat Yeri memutuskan mengerjai Baekhyun dengan mengaku sebagai tunangan dan calon istri Chanyeol. Tapi dia ingin melihat reaksi Baekhyun saat itu. Dia benar-benar menggemaskan dan manis sekali dari jarak sedekat itu. Pantas saja Chanyeol jatuh cinta. Yeri menyukai wajah mencebik dan menahan tangis yang Baekhyun tunjukkan padanya. Rasanya dia ingin mencubiti kedua pipi mochi itu saking gemasnya. Terlebih saat dia menangis. Kenapa dia bisa semenggemaskan itu?
Tapi sekarang? Yeri menyesali semuanya. Dia menggerutu kesal. Benar apa yang dikatakan Chanyeol. Baekhyun memiliki penggemar yang bersedia membunuhnya. Mereka memang tidak menyerangnya secara fisik. Tapi mereka menyerangnya secara batin melalui media sosial maupun surat-surat ancaman lainnya.
"Baekhyun? " Yeri melongok ke dalam kelas Baekhyun yang nyaris kosong.
"Kau! Apa yang kau lakukan disini?! " tanya Luhan saat mendapati Yeri di pintu kelasnya.
"Aku mencari Baekhyun" jawabnya menatap Luhan takut.
"Untuk apa? Mau menyakitinya lagi?" tanya Luhan dengan tatapan tajamnya.
"Aniya... Aku mau menjelaskan sesuatu"
"Baekhyun tidak ada. Dia sudah dua hari sakit" ucap Kyungsoo.
"Sakit? "
"Ya dan semua itu gara-gara kau"
"Sungguh aku tak bermaksud seperti itu. Aku hanya ingin mengerjainya. Aku tidak tau dia akan menanggapi ini dengan serius. Aku bukan tunangan ataupun calon istri Chanyeol. Aku sepupunya kalau kalian ingin tau... "
"Kami sudah tau hal itu" ucap Kyungsoo nyaris tanpa ekspresi. Dia masih kesal dengan gadis ini.
"Baekhyun itu orang dengan perasaan tersensitif yang pernah kukenal. Dia bahkan pernah menangis hanya karena menemukan majalah dewasa di kamarnya yang disangkanya milik Chanyeol. Kau sungguh keterlaluan sekali melakukan ini padanya" ucap Luhan.
"Aku menyesal. Sungguh. Chanyeol juga sudah memarahiku dan mungkin membenciku. Dia menyuruhku mengembalikan Baekhyun padanya. Karena itu bantu aku ya... Please~ Bisakah pulang sekolah nanti kita menemuinya? " tanya Yeri dengan wajah memohonnya.
"Sebenarnya apa alasanmu melakukan ini pada Baekhyun? Kau membencinya?" tanya Kyungso penuh selidik.
"Tidak! Aku tidak membencinya! Salahkan dia yang terlalu menggemaskan. Aku hanya ingin melihat reaksinya saat itu. Dia lucu sekali saat menangis... " kekeh Yeri yang mendapat tatapan aneh dari Luhan dan Kyungsoo.
"Dasar aneh"
Sepulang sekolah Luhan dan Kyungsoo menemani Yeri ke apartemen Baekhyun. Mereka mau menemani karena Yeri mengatakan dia ingin memperbaiki semuanya. Dia akan membuat Baekhyun kembali kepada Chanyeol lagi.
Luhan memencet bel apartemen Baekhyun. Setelah beberapa saat pintu terbuka menampakkan Baekhyun dalam balutan piyama dengan corak pisangnya. Dia manis sekali meskipun wajahnya pucat.
"Baekhyunee~" Luhan dan Kyungsoo langsung memeluk Baekhyun dengan eratnya. Mengabaikan fakta anak itu bisa saja sesak nafas.
"Kenapa kemari? " tanya Baekhyun dengan suara seraknya.
"Kenapa bertanya? Menjengukmu tentu saja! Kami juga membawa seseorang sebenarnya" ucap Kyungsoo dan langsung menarik tangan Yeri yang berusaha sembunyi dari jangkauan mata Baekhyun.
"K-kau?" mata Baekhyun membulat menatap Yeri yang tersenyum kikuk padanya.
"Ha-Hai Baekhyun... "
"Baek, dia mau menjelaskan sesuatu. Dia boleh masukkan? " tanya Luhan.
"Ng... Baiklah"
Mereka duduk di ruang tamu dengan canggung. Hanya Baekhyun dan Yeri sebenarnya.
"Dimana Kris hyung? Kenapa meninggalkanmu yang sedang sakit sendirian? " tanya Kyungsoo membawa minuman dan cemilan yang diambil dari kulkas milik Baekhyun.
"Katanya akan pulang agak malam. Aku sudah lebih baik kok... " ucap Baekhyun tersenyum dengan mata bulan sabitnya. Yeri tak melewatkannya. Baekhyun kenapa manis sekali?
"Baekhyun" panggil Yeri.
"Y-ya? "
"Sebenarnya aku mau mengakui sesuatu" ucap Yeri menatap Baekhyun dengan serius.
"Mengakui apa? "
"Aku sebenarnya sudah berbohong"
"Berbohong? " tanya Baekhyun yang disambut anggukan oleh Yeri.
"Ya berbohong" jawab Yeri.
"Yak! Aishh katakan saja kau itu hanya sepupu Chanyeol yang ingin mengerjainya dengan mengaku sebagai tunangan Chanyeol! Mengatakan itu susah sekali! " kesal Luhan gemas sendiri dengan Yeri yang terlalu bertele-tele.
"Apa maksudnya? " tanya Baekhyun menggaruk pipinya karena bingung. Yeripun menjelaskan semuanya. Baekhyun mendengarkan dengan baik. Bagimana kejadian yang sebenarnya Chanyeol tidak tahu apa-apa. Mereka hanya korban.
"Jadi sebenarnya dia ini satu spesies dengan Kai. Terobsesi padamu" ucap Luhan. Benar. Baekhyun melihat bagaimana cara Yeri menatapnya. Sama dengan cara Yoora menatapnya. Tatapan seakan ingin menelannya hidup-hidup.
"Maafkan aku ya~ Habisnya kau menggemaskan sekali sih" ucap Yeri lantas mencubiti kedua pipi Baekhyun. Anak itu meringis dan menangkup wajahnya agar Yeri tak mencubitnya lagi.
"Baekhyun ah, kau maukan kembali lagi pada Chanyeol? Kalau kau tidak mau, dia pasti akan membunuhku... " ucap Yeri mencebik.
"Kenapa harus aku yang kembali? Dia sendiri tidak berusaha menjelaskan padaku" jawab Baekhyun mempoutkan bibirnya.
Ya. Kenapa dia yang harus kembali? Chanyeol seharusnya datang dan menjelaskan semuanyakan?
•••
•••
•••
-Kkeut-
Chap ini gak jelas banget ya sama kayak hidup yang nulis wkwkwkwkwk
Makasih buat yang tetap review FF gaje ini hahah
