Disclaimer: All character belong to Tite Kubo. But this story purely mine. I don't take any profit from this work. It's just because I love it.
Warning: AU, miss-typo, ficlet collections, for #NulisRandom2015
.
Frühling;
.
.
—Spring
.
.
Chapter 25: Osculation
.
.
"Ini apartemenku."
"Apa boleh?"
Ichigo terkekeh kecil, tangannya dengan refleks terulur untuk mengacak lembut helaian rambut hitam Rukia dengan gemas. "Tentu saja, Rukia-sama. Memang siapa yang mau melarang masuk?"
Sekilas rona merah muncul di kedua belah pipi Rukia, lagi-lagi membuat Ichigo tersenyum lembut. Gadis itu manis sekali, dan tak pernah sadar telah sukses membuat hati Ichigo berjungkat-jungkit menyenangkan. Apa dirinya juga begitu? Apa ia membuat hati Rukia berdebar-debar juga?
Ichigo membuka pintu apartemennya. Ini pertama kalinya ia membawa seorang gadis ke sini. Entah kenapa, ia hanya ingin Rukia mengenalnya lebih jauh, lebih intim. Ketika ia sudah yakin dengan perasaannya sendiri, maka tugasnya kali ini adalah meyakinkan perasaan Rukia. Dan ia akan melakukannya dengan totalitas penuh agar membuat gadis itu benar-benar membalas perasaannya.
"Mau minum apa?"
Rukia mendengar Ichigo mengujar, tapi ia tak segera menjawab. Netra violetnya tengah terpaku pada ruang apartemen Ichigo yang minimalis dan rapi. Warna hitam dan putih mendominasi, menguarkan aura maskulinitas tersendiri bagi orang-orang yang melihatnya. Belum lagi aroma citrus yang menyambangi indera penciuman gadis itu. Harum Ichigo. Ah, betapa nyamannya jika ia bisa terus-menerus berada di sini dengan aroma Ichigo menemaninya sepanjang waktu.
"Hei, Rukia?" sebuah lambaian telapak tangan yang besar mengagetkan Rukia dari segala kemelut pikirannya. Gadis itu mengalami disorientasi pikiran sejenak, sebelum akhirnya menyadari seringaian Ichigo di depannya. "Kau mau minum apa?"
"A-apa saja," jawabnya cepat.
Pria di depannya itu lagi-lagi tersenyum, menggeleng pelan sebelum kembali melangkah memasuki bagian dalam apartemennya. "Tunggu di sini, ya. Aku buatkan minum dulu."
Rukia mengangguk dan melangkah mendekati sofa beludru hitam yang berada tak jauh darinya. Ia duduk di sana, mengempaskan diri pada bangku empuk nan nyaman tersebut. Matanya kembali menginvasi sekelilingnya, saat tiba-tiba ia menemukan kumpulan bingkai-bingkai foto yang tersusun rapi di meja kecil di samping sofa yang ia duduki.
Gadis itu beringsut mendekat ke arah meja, meneliti satu-persatu foto-foto yang menarik perhatiannya. Rukia tersenyum melihat berbagai ekspresi Ichigo di sana. Ada salah satu foto yang membuatnya terkikik, yaitu foto berobjekan Ichigo dalam seragam elementary school sedang menangis dengan gigi ompong.
"Senang dengan apa yang kaulihat?"
Suara itu lagi-lagi menyita kegiatannya. Ia menoleh dan mendapati Ichigo tengah berdiri di sampingnya dengan secangkir teh hangat. Harumnya manis sekali.
"Kau lucu sekali dulu." Kekeh sang gadis pelan.
"Memangnya sekarang sudah tidak?"
Tanya itu membuat Rukia gemas dan serta-merta meninju pelan bahu Ichigo. Namun, sepertinya Ichigo menikmati sentuhan itu, karena ketika Rukia berniat kembali menarik tangannya, pria itu tetap menahannya di sana. Mengelusnya pelan dengan sebuah senyum lembut yang membekukan Rukia.
Waktu seketika berhenti, harum citrus dan teh yang menyatu membuat pikiran Rukia semakin melebur entah ke mana. Pun sentuhan Ichigo di tangannya yang menghangat. Segalanya terasa nyaman. Begitu nyaman sampai-sampai Rukia merasa ingin merasakan sesuatu yang kiranya lebih dari ini.
Tak mampu menahan segala rontaan dalam rongga dadanya, Rukia mencondongkan tubuh, mendekat pada Ichigo hingga ia bisa merasakan hangat napas pria itu di pipinya. Tanpa aba-aba, kedua kakinya berjinjit pelan, bibirnya mencari-cari sampai ia menemukan pipi Ichigo dalam kecupannya.
Rukia mengecup Ichigo.
Mengirim sejuta sengatan kupu-kupu ke dalam perut pria yang kini tengah melebarkan mata karena terkejut itu.
.
.
tbc
a/n: chap ini gombal banget, ya :'3 terima kasih nchie ainie (wiii makasih sudah mau terhanyut-hanyut xD), Minnie TpOOh (hehe iya kak Rumie. Semakin mendekati akhir semakin kukebut apdetnya :D), kiutemy (syudah yaaa), Izumi Kagawa (a-ano, aku simpanannya :") haha kasihan renji dilupain :o), darries (hihi lihat di chap selanjutnya ya apa byakun nyerah atau enggak :D), saradaya (haduh, semoga bapernya baper positif, yaaa :") iya, semuanya harus bahagia di akhir :D)
Yeay, tersisa lima chapter. Kira-kira, kelima chapter itu akan saya apdet selama tiga hari ke depan. Jadi, tunggu saja yaaa ^^
LastMelodya
