Title : Honey

.

Author : pinkypapers a.k.a Kinara Kim (기나라 김)

.

Disclaimer : The story idea belongs to Yutaka Tachibana, this story belongs to me, Kyuhyun belongs to Sungmin and Sungmin belongs to Kyuhyun.

.

Main Cast :

Lee Sung Min [Super Junior] as yeoja 23 years old

Cho Kyu Hyun [Super Junior] as namja 17 years old

Kim Hee Chul [Super Junior] as yeoja 17 years old

Han Geng | Tan Han Kyung [Super Junior] as namja 17 years old

.

Sub Cast :

Choi Min Ho [SHINee] as namja 14 years old

Choi Jin Ri | Sulli [f(x)] as yeoja 14 years old

Noh Lee Young | E-Young [AFTERSCHOOL] as Minho's eomma {Choi Lee Young}

Park Ji Yeon | Gummy as Heechul's eomma {Kim Ji Yeon}

.

Extra Cast [Just Name] :

Choi Seung Hyun | T.O.P [BIGBANG] as Sulli's ex-boyfriend

Yoon Bo Ra [SISTAR] as Sungmin's eomma (death character) {Kim Bo Ra}

Dong Young Bae | Taeyang [BIGBANG] as Sungmin's appa (death character) {Lee Young Bae}

.

Main Pair : KyuMin [Kyu Hyun – Sung Min]

.

Genre : Romance, School life, a bit Humor, Drama, Slice of Life, Angst, Hurt/Comfort

.

Rating : T

.

Warning : Gender Switch; Cover Story; A bit cheesy; Bad Language; Typo; Out of Character

.

Background Music : Boyfriend (보이프렌드) - Love Style

.

Thanks to : hyuknie, Rule Violation, Cho Kyuri Mappanyukki, sha, CharolineElf, choi hyekyung, sparkyu, 960120, nahanakyu, cherrizka980826, nodomi, danhobak98, fzkhrfa, kyurin minnie, kyumin forever, is0live89, aniimin, desroschan, savory pancake, reaRelf, ck mendokusei, triple3r, AIDASUNGJIN, kyumin4ever, kanaya, Imcherlonntan, ankim, mayacassielf, aprilcouple, ChoHuiChan, , Mrs. Gui Xian, Andhisa Joyers, ibchoco, Fat Pumpkin, minyu, noerhyuk, sitara1083, MinnieGalz, HJKH, Raeminnie, kimjulia220799, HeeYeon, Shim Shia, Anonymouss, Tika, mitade13, Vey900128, Felia, vaLENkyu ELF, Mousy, choi ritsu, qqmingkyutes137, Jang Young Wook, kei kikan, Han Neul Ra, Honeyfah elfsone, kyumin 137, nunu, evilminnie14, Cho Rai Sa and bunch of silent readers maybe? :)

.

Note :

Hanya sebuah cover fanfiction dari Manga Honey by Yutaka Tachibana. Dedicated for all KyuMin shipper ^-^ Saya benar-benar berterimakasih untuk para readers yang mau menyempatkan waktu untuk membaca, apalagi meninggalkan jejak (such as review, comment, thumb or kudos). Mohon nggak ada bashing untuk para cast/pair yang saya gunakan, disini saya punya kuasa penuh untuk menentukannya. DON'T LIKE DON'T READ :)

Just have fun with me, arraseo?

Happy Reading and of course, please left a comment or thumb/kudos and NO BASHING & COPAST!

.


Kim's Family [UEE Corp]

.

Kim Dae Han [DC] Kim Hyo Jin

1st child : Kim Ji Yoon Kang Lee Ahn [DC]

2nd child : Kim Bo Ra [DC] Lee Young Dae [DC] (Sungmin's Parents)

3rd child : Kim Ji Yeon Kim Ri No (Heechul's Parents)

.

.

Cho's Family [C.O Corp]

.

Cho Park Kyung Shin So Ra [DC]

1st child : Cho Kang In Goo Ha Ra (Kyuhyun's Parents)

2nd child : Cho Yo Han [DC] Lee Ye Jin [DC]

.

*DC = Death Character


Even when you lean your head against me while spacing out you wouldn't know

Even when you open both my arms and say that "it's refreshing" you wouldn't know

Even though I'm invisible, I'm standing in front of you

But your eyes only look far away, passing through me

Please just once, just once look for me

.

TRAX - Blind


.

.

.

CHAPTER TWENTY THREE

Di gedung salah satu SMP ternama di kota Seoul, tepatnya di ruang kelas IXA─yang terlihat tenang walaupun kini guru-guru mereka sedang mengadakan rapat bulanan, tampak segerombolan yeoja di sudut kelas yang sedari tadi sibuk bergosip seraya melirik penuh minat pada sesosok namja berambut hitam berkacamata yang sedang menenggelamkan dirinya dalam sebuah buku novel tebal. Lord of The Rings.

"Kira-kira Minho nanti mau melanjutkan ke SMA mana ya.."

"Ah, pasti ke Kyung Mun. Minho pasti akan mudah mendapatkan rekomendasi ke sana."

"Kalau aku sih, sudah pasti nggak mungkin."

"Tentu saja, dunia kita kan beda dengan pemegang ranking kelas atas dalam try out ujian nasional. Biarpun otaknya encer banget, tapi wajahnya imut."

Perhatian mereka teralihkan dengan kehadiran sesosok yeoja berkepang yang berdiri dengan canggung di depan pintu kelas mereka.

"Umm.. imut sih imut. Tapi.. ah coba lihat tuh!"

"Lagi-lagi anak itu datang kemari. Itu Sulli dari kelas C."

"Ya! Choi Minho! Ada yang mencarimu." Seru seorang namja pada Minho yang kebetulan berpapasan dengan Sulli di depan pintu.

Minho mengangkat kepalanya, berusaha mencari tahu siapa yang mencarinya. Sedetik kemudian senyumnya mengembang melihat yeoja yang sempat menjadi pacarnya beberapa hari yang lalu itu tersenyum manis di depan pintu kelasnya.

Minho melangkahkan kakinya, berdiri tepat di depan Sulli yang menatapnya penuh harap. Ia selipkan kedua tangannya di saku celananya. Masih dengan senyum manis mengembang diwajahnya.

"Ng.. begini, Minho-ah.. Hari ini, bisa pulang sama-sa─"

"Mau apa kau kesini?" tanya Minho dengan sarkartis. Sungguh kontras dengan ekspresinya saat ini yang terlihat ceria. "Sulli, dari kemarin kan aku sudah bilang. Kubilang, aku nggak bisa menjalin hubungan denganmu lagi. Lagipula, dari awal, aku nggak pernah menjanjikan hal itu padamu. Aku sudah punya yeoja yang jauh lebih kusukai dibandingkan dengan dirimu. Tolong jangan datang-datang lagi kesini." Lanjut Minho dengan penekanan di setiap kalimatnya.

Butiran bening lolos dengan mudahnya dari mata Sulli. "Mianhae." Gumamnya lirih. Ia berlari secepat yang ia bisa dari hadapan Minho. Ini bukan pertama kalinya Minho bersikap dingin padanya, namun rasanya tetap sama.

Selalu saja menyakitkan.

Minho menatap punggung Sulli yang semakin menjauh dengan malas. Kemudian ia malah sibuk meregangkan tubuhnya yang kaku akibat ratusan menit yang dihabiskannya untuk membaca novel itu. Tidak mempedulikan yeoja-yeoja yang sedari tadi menggosipkannya, memandangnya dengan tatapan menuduh.

"Uwa.. kejamnya.."

"Walau tampangnya polos begitu, tapi mulutnya bisa dengan gampang mengeluarkan ucapan-ucapan yang bisa menyakiti orang lain. Ditambah lagi, sebenarnya Minho mengambil paksa Sulli dari tangan Seung Hyun kan? Padahal dulunya, Sulli dan Seung Hyun saling cinta."

"Makanya, nggak pantas Sulli diperlakukan begini."

"Minho itu seperti evil saja."

"Kasihan sekali yeoja-yeoja yang jadi incarannya."

"Pasti mereka akan menderita."

.

.

.

BRRSK!

"KYAAAAA!"

Tumpukan buku berhard cover itu terhempas begitu saja dilantai akibat kecerobohan seorang yeoja mungil yang langsung disambut dengusan kesal dari seorang yeoja berambut bronze brown yang sedang sibuk melepaskan tirai dirumah Sungmin.

"Minnie! Kau ngapain sih?!" omelnya pada Sungmin yang sibuk membereskan kembali buku-buku yang berusaha dibawanya tadi sambil sesekali menepuk lututnya yang sakit.

"Appo.." ringis Sungmin pelan.

Kyuhyun─yang sedang membawa sewing box menoleh khawatir pada kekasihnya. "Ming, gwaenchanha?"

"Kenapa sih, kau selalu jatuh di tempat yang nggak ada apa-apanya?" celetuk Hankyung dengan setumpuk kardus ditangannya.

Sungmin mengangguk pelan dengan wajah yang sudah memerah karena malu. "Ng.. Ng─nggak apa-apa.." Hari ini ada pembersihan besar-besaran. Kyuhyunnie, Chullie dan Hankyung datang untuk membantu sih.. Kecuali Donghae yang katanya sedang latihan di klub basket. Tapi.. Aku sama sekali tidak bisa membantu kalau soal pekerjaan otot. Aah aku benar-benar payah..

"Yang harus dipindahkan cuma kotak ini sama rak buku itu ya?" tanya Kyuhyun seraya meletakkan sewing box yang dibawanya ke sudut ruangan dengan tergesa-gesa.

Hankyung mengernyitkan dahinya melihat tingkah Kyuhyun namun memilih untuk melayangkan pandangannya pada Sungmin. "Minnie, kau nggak usah ikut mindahin barang-barang deh." Ujarnya perhatian.

"Ne. Kalau kau bergerak ke sana kemari, kau malahan akan menambahi pekerjaan kami saja." Komentar Heechul santai.

Sungmin mendelik tajam pada Heechul yang tentu saja, sama sekali tidak berpengaruh.

Hankyung menghela napas. "Chullie-ya, jangan ngomong yang bukan-bukan."

Sungmin menegakkan tubuh mungilnya. Ekspresi wajahnya sama sekali tidak manis apalagi dengan bibirnya yang dikerucutkan. Tapi, karena memang itu kenyataan, aku tidak bisa membalas ucapannya.

"Aku mengharapkan traktiran makan malam, Ming."

Sungmin tercengang melihat namja berambut cokelat yang baru saja resmi menjadi kekasihnya beberapa hari yang lalu itu mengambil tumpukan buku ditangannya.

Kyuhyun mengembangkan senyum tulusnya melihat kepolosan Sungmin. "Beri aku makanan yang enak, jagiya."

Sungmin membalas senyum Kyuhyun─pertanda ia baru saja mengerti apa maksud kalimat Kyuhyun tadi─ lalu ia menganggukkan kepalanya imut. "Ne. Serahkan saja padaku Kyuhyunnie. Hmm.. Mau masak apa ya.. enaknya apa nih?"

"Minnie! Aku juga mau!" seru Hankyung girang.

Heechul mendengus kesal melihat mereka bertiga. "Terserah deh! Yang penting kerja dulu!"

Sungmin mengernyitkan dahinya dalam, meletakkan telunjuknya tepat di ujung bibirnya seraya memikirkan menu apa saja yang akan dimasaknya untuk makan malam dan hubungannya dengan Kyuhyun yang sekarang sudah berubah. Beberapa waktu yang lalu, aku dan Kyu adalah seonsaengnim dan murid. Tidak lebih dan tidak kurang. Tapi sejak kemarin.. hubungan kami sedikit berubah..

Kyuhyun tidak mampu lagi menahan dirinya untuk tidak menggoda yeoja dihadapannya ini. Ia tundukkan sedikit tubuh tingginya, mendekati telinga Sungmin lalu berbisik seduktif, "Apa kau nggak termasuk.. dalam menu nanti malam, jagiya?"

Sungmin melayangkan pandangan tidak mengerti pada Kyuhyun, membuat namja berambut cokelat itu hampir saja mendaftarkan dirinya ke rumah sakit jiwa terdekat karena frustasi menghadapi kepolosan Sungmin.

"Mianhae! Anggap aku nggak pernah ngomong, Ming!" seru Kyuhyun frustasi yang masih saja dibalas dengan tatapan bingung oleh Sungmin.

"Ya! Kyuhyun! Tanganmu berhenti kerja tuh!" marah Hankyung. Well, sebenarnya ia sangat iri melihat kemesraan KyuMin couple.

Kyuhyun mendengus kesal mendengar omelan Hankyung, akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan Sungmin yang masih tidak sadar situasi dan kondisi. "Si Hankyung itu berisik banget sih.."

"Jangan mesra-mesraan begitu dong!"

"Iya iya!"

Sungmin memperhatikan punggung Kyuhyun yang menghilang dibalik pintu bersama Hankyung. Saat aku menerima perasaan Kyu, hal yang seperti itu pun.. Bukanlah sesuatu yang mustahil. Bagaimana pemikiran Kyu soal itu ya. Mulai sekarang, apa yang akan kau lakukan padaku.. Mau begini.. atau begitu..

"Minnie?" panggil Heechul bingung, wajah sepupunya itu benar-benar merah padam sekarang.

Sungmin menggigit bibirnya grogi. Pemikirannya tentang hal itu berseliweran membayangi benaknya. Aku.. biarpun aku lebih tua,tapi aku sama sekali tidak tahu apa-apa. Habisnya, sebelum ini, aku hanya sebentar saja pernah benar-benar terlibat dengan namja. Ingin bisa tahu itu saja sudah suatu keanehan tersendiri.. "Ottokhae.." gumam Sungmin pelan, air mata kepanikan mulai lolos dari mata beningnya.

"Wa─waeyo, Minnie?! Kenapa kau nangis dengan muka yang merah begitu?! Ya, Minnie, gwaenchanha?"

.

"Ngomong-ngomong.. kenapa baru sekarang Minnie mau melakukan pembersihan besar-besaran?" tanya Hankyung pada Kyuhyun yang sedang menghapus keringatnya di depan pintu. Mereka baru saja selesai membuang sampah di ujung jalan.

"Katanya tahun lalu nggak ada namja yang bisa bantu sehingga nggak ada yang memindahkan perabotan." Jawab Kyuhyun tanpa minat.

"Rumah seluas ini pasti lumayan repot kalau harus tinggal sendirian tapi.. berapa uang yang diperlukan untuk bisa mewarisi rumah sebesar ini ya.." gumam Hankyung sambil memperhatikan rumah Sungmin dari luar. Rumah yang didominasi warna putih ini terlihat megah dilihat dari sisi manapun.

Tidak mendapatkan respon berarti dari Kyuhyun, Hankyung menyeringai seraya menunjukkan sebuah album berwarna putih pada Kyuhyun. "Lihat nih.. Tadi aku nemu barang bagus di rak buku."

.

Heechul memperhatikan sekelilingnya, terlihat sepi. Ia mendengus kesal, melayangkan pandangannya ke Sungmin yang sibuk mengelap jendela dengan riang. "Minnie, aku nggak bisa melihat mereka berdua. Kau tahu mereka pada ke mana?"

Sungmin menoleh masih dengan senandung kecil mengalun dari bibirnya. "Aku minta tolong mereka pergi keluar untuk membuang sampah perabotan. Mereka masih belum kembali?"

.

"Uwaaaa! Neomu neomu aegyoo! Apaan nih.."

Hankyung membuka lembar album itu dengan antusias. Memperhatikan foto seorang Lee Bora yang sedang memeluk anaknya─Lee Sungmin dengan riang. Lee Young Dae─appa Sungmin─tersenyum maklum dibelakang melihat anak dan istrinya begitu ceria.

"Ini eommanya Minnie ya? Aaaah Minnie neomu aegyooo.. Faktor keturunan memang nggak bisa dilawan. Syukurlah Kyuhyun. Walau Minnie bertambah tua, tapi dia akan tetap secantik iniiii.. Ahjumma.. neomu yeppeo.."

Kyuhyun memijat dagunya frustasi, memperhatikan beberapa foto Sungmin dari bayi hingga SMA. Satu fakta yang didapatnya hanyalah wajah kekasihnya itu sama sekali tidak menampakkan perubahan kentara hingga sekarang. Lalu ia mengalihkan perhatiannya seiring dengan Hankyung yang membalik lembar album itu, ke sebuah foto yang menggambarkan kemesraan orang tua Sungmin. Jadi inilah.. orang tua Sungmin?

Hankyung kembali membalikkan lembar di album itu, kali ini ada dua foto dalam lembar itu.

Foto pertama adalah foto ketika ketiganya─Sungmin dan orang tuanya─mengenakan kostum santa. Bora menggendong Sungmin kecil─yang sedang meniup trompet─dengan riang. Raut wajah mereka berdua terlihat begitu gembira. Tampak dibelakangnya Young Dae berjaga-jaga agar Sungmin tidak terjatuh dari gendongan eommanya. Ada catatan kecil dibawah foto itu.

Sungmin, 2 tahun 7 bulan (Natal). Bora dan Minnie yang kegirangan. Setelah itu, langsung kelelahan setengah mati. Masa depan mereka berdua sangat mengkhawatirkan.

Foto kedua adalah foto Sungmin dan Bora, terlihat kotor seperti habis terjatuh di padang rumput, tertawa lepas menghadap kamera. Sorot mata mereka berdua diliputi kebahagiaan tulus. Memamerkan hubungan ibu dan anak yang sangat harmonis. Seperti foto pertama, ada catatan kecil lagi di bawahnya.

Sungmin, 5 tahun. Entah bagaimana, Bora dan Minnie jatuh di tempat yang tidak ada apa-apanya, tapi malah tertawa terbahak-bahak. Masa depan mereka makin mengkhawatirkan.

Hankyung mengucek matanya pelan lalu mendekatkan matanya ke foto itu, memperhatikan sosok Lee Young Dae yang tampak penuh cinta dan kesusahan dalam mengurus anak dan istrinya. "Kenapa ya.. Kok aku seperti melihat sosok appa Minnie jadi bertumpuk dengan bayanganmu.."

Kyuhyun yang berdiri dibelakang merasa tertohok. Entah kenapa kali ini ia sependapat dengan Hankyung. Sepertinya ia melihat bayangannya disana sedang kesusahan mengurus Sungmin dan anak mereka nanti.

"AAH! KALIAN SEDANG LIHAT APA?! DASAR PABBO!" pekik Sungmin seraya merebut paksa album itu dari tangan Hankyung dan memeluknya erat-erat.

Heechul─yang berdiri di belakang Sungmin─hanya bisa memainkan rambut panjangnya. Gawat..

Kyuhyun menghembuskan napas lelah. Membujuk Sungmin yang sedang merajuk bukanlah hal yang menyenangkan. "Ming, mianhae."

Hankyung mengangguk setuju. "Minnie.. Sudahlah, jangan ngambek lagi ya." Ujarnya santai tanpa rasa bersalah.

Sungmin mendelik tajam dan membuang mukanya. "Hmph!"

"Kenapa kau jadi marah begitu sih?" tanya Hankyung polos.

Sungmin menggembungkan pipinya. "Aku nggak ingin kalian melihat ini. Habisnya appaku selalu menulis hal yang aneh-aneh."

"Tapi kan memang semuanya kenyataan." Celetuk Heechul, membuat wajah Sungmin makin berlipat-lipat.

"Ahjusshi pasti menuliskan semua itu dengan sangat obyektif." Kali ini Kyuhyun mencoba menjernihkan suasana keruh diantara mereka.

"Bagaimana caranya kau bisa ngerti apa yang saat itu dipikirkan appaku?!" balas Sungmin sengit tanpa membalikkan badannya.

"Tapi.. semuanya foto yang bagus, jagiya. Pasti nggak ada seorangpun cameraman yang bisa mengambil foto sebagus itu. Yang tertangkap dalam foto-foto itu, semuanya adalah senyuman yang tentram." Sangat bertolak belakang dengan keluargaku sendiri..

Sungmin membalikkan badannya, menyelami mata onyx Kyuhyun dengan bingung. Kyu..

Kyuhyun tersenyum getir. "Senyuman itu hanya bisa dimiliki oleh mereka yang dibesarkan dalam kehangatan sebuah keluarga. Terus, kau sangat mirip dengan eommamu, Ming."

Sungmin membulatkan matanya. "Jinjja? Mungkin saja wajah kami memang mirip. Tapi eomma orangnya sangat ceroboh. Mungkin kami nggak begitu mirip."

Mereka bertiga sweatdrop mendengar penuturan Sungmin. Dari album itu saja sudah bisa menjawab darimana asal bagaimana bisa Sungmin sering terjatuh di tempat yang tidak ada apa-apanya. Lalu bagian mana lagi yang membuatnya bisa mengatakan bahwa ia tidak begitu mirip dengan eommanya?

Sungmin tersenyum tulus, berusaha membagikan kekuatan pada Kyuhyun melalui senyumannya. Ia tahu, Kyuhyun sama sekali tidak pernah merasakan kehangatan keluarga seperti dirinya. "Di tambah lagi.. badan eommaku sangat lemah. Dokter bilang, dia nggak akan bisa menikmati hidup terlalu lama. Waktu mereka berdua meninggal dalam kecelakaan itu, sebenarnya aku sangat sedih. Tapi kupikir, mungkin saja nggak terlalu jelek karena akhirnya mereka bisa terus berdua. Baru sekarang aku bisa berpikir begitu." Makanya.. tidak ada yang lebih menyedihkan.. daripada ditinggalkan sendirian oleh orang yang kita sayangi..

Detik bergulir lambat, kecanggungan pekat menyeruak dengan cepat diantara mereka berempat. Heechul, yang paling tidak tahan dengan suasana seperti ini, menarik tangan Hankyung. "Kita pergi belanja untuk makan malam."

Hankyung mengangkat alisnya kaget. "Eeh?! Sekarang?! Padahal lagi seru-serunya nih!"

Heechul mendorong Hankyung keluar pintu pagar rumah Sungmin. Ia melayangkan tatapan tajamnya kearah Kyuhyun yang menatapnya bingung. "Dengar ya, Kyuhyun. Kami nggak akan kembali selama 1 jam. Selama itu, kau harus bisa menghentikan tangisan Minnie." Perintahnya otoriter.

"Hah?" gumam Kyuhyun kaget. Dengan cepat ia mengalihkan pandangannya pada Sungmin. Ya ternyata yeojachingunya kini tengah menangis terisak-isak sembari memeluk album. "Mi─ming?" Euh.. lalu bagaimana sebaiknya..

Sungmin menangis sesenggukan. "Mianhae Kyuhyunnie. Hiks.. setelah sekian lama nggak lihat album ini.. hiks.. kelenjar air mataku jadi melemah."

"Sekian lama?"

"Ne. Aku nggak pernah lagi melihat album ini sejak hari itu. Sejak hari kematian appa dan eommaku."

Kyuhyun mengepalkan tangannya kesal. Si Hankyung ituuuuuu.. "Anu.. Ming.."

"Waeyo?"

Kyuhyun menarik napasnya dalam. "Jadi kau menangis karena teringat pada kedua orang tuamu? Atau.. atau karena kau masih.. kau masih memikirkan namja itu?" tanya Kyuhyun dengan suara berat.

"K─kyu?"

Kyuhyun menunduk. Awalnya ia tidak ingin mengatakan hal ini pada Sungmin, tapi entahlah. Keraguan pekat akan perasaan Sungmin bercokol kuat dihatinya.

"Kau nggak percaya diri ya. Hyung, kau nggak punya rasa percaya diri kalau nggak dinyatakan dengan tegas ya? Kalau hubungan kalian cuma sedangkal itu, kenapa kau nggak berikan saja Min-ah untukku?"

Kyuhyun dan Sungmin dengan serentak menoleh ke sumber suara, mendapati Choi Minho sedang tersenyum riang pada mereka dengan menenteng beberapa koper besar.

Minho tersenyum puas melihat raut kebingungan diwajah mereka. "Masih ingat? Aku Choi Minho. Mulai hari ini, aku akan tinggal bersama Min-ah di rumah ini."

1 detik

2 detik

3 detik

"HAAAH?!" seru Kyuhyun dan Sungmin serentak.

"Eh? Belum dengar kabar itu? Tapi, Min-ah pasti mengerti kan. Karena ini perintah dari orang yang nggak mungkin kau lawan. Iya kan, Min-ah?"

Setelah terdiam beberapa saat.

"Pasti perintah halmeoni kan?" gumam Sungmin pelan.

.

.

.

Heechul keluar dari supermarket dengan santai, sangat kontras dengan keadaan Hankyung dibelakangnya yang berjalan dengan susah payah akibat semua belanjaan mereka. Dahi Heechul mengernyit dalam saat melihat sesosok yeoja yang dipinggir jalan─tepatnya disamping mobil berwarna hitam─sedang menelepon seseorang.

"Ne. Kira-kira jam 6. Saya akan kembali ke kantor pusat, sajangnim."

Heechul melangkah mendekati yeoja yang dikenalnya sebagai Choi Lee Young, sekretaris perusahaan halmeoninya.

"Lee Young! Sedang apa anda berada di tempat seperti ini?"

Lee Young menoleh, mematikan handphonenya dan tersenyum sopan. "Ah.. nona muda."

"Cukup panggil aku 'Chullie' saja. Nggak biasa jadi nona muda."

"Anda baru pulang belanja ya?"

"Bu─bukan begitu.."

"Bagaimana kalau saya antarkan sampai ke rumah?"

"Nuguya?" tanya Hankyung yang baru saja berdiri di samping Heechul.

Heechul mengangkat bahunya santai. "Sekretaris halmeoni. Namanya Choi Lee Young. Dia sangat kompeten lho."

Lee Young membungkuk sopan pada Hankyung. "Wah.. apa anda kekasih nona muda?"

Heechul menggeleng cepat. "Bukan tahu! Dia cuma kuda beban."

Hankyung bergidik ngeri mendengar perkataan Heechul. Bisa-bisanya ia berkata seperti itu dihadapan orang asing. Harga dirinya seperti diinjak-injak. "Eeh? Aku nggak mau begitu!"

Lee Young tersenyum maklum. Ia merogoh sakunya dan menyerahkan selembar kartu nama pada Hankyung. "Maafkan keterlambatan saya untuk memberi salam. Saya memang orangnya seperti ini."

Hankyung mengangguk. "Wah, kansahamnida. Tapi aku nggak punya kartu nama.." Sontak Hankyung menelan saliva saat membaca rangkaian huruf yang tertera di kartu nama itu. "Ke─kepala sekretaris UEE Corporation? UEE Corporation itu maksudnya yang.. produknya 'AS' itu kan? AS, dari kitchen system sampai bathroom.. yang iklannya dibintangi Moon Geun Young si idola beken itu kan? Chu─Chullie-ya! Kau dan Minnie sama-sama nona muda dari keluarga hebat ya!" seru Hankyung heboh.

Heechul melipat kedua tangannya, menatap Lee Young yang berdiri dihadapannya. "Nggak ada hubungannya. Appaku cuma manajer kelas menengah. Lagipula, baik harabeoji dan halmeoni.. Mereka berdua itu nggak pernah memberikan perlakuan istimewa pada perorangan. Makanya, perusahaan mereka bisa sebesar sekarang ini. Iya kan? Begini.. daripada soal itu, ada sesuatu yang ingin kutanyakan."

Lee Young menunduk penuh rasa bersalah. "Tentang Minho? Saya mohon maaf. Anak yang tidak berguna itu sudah merepotkan nona muda sekalian."

"Ternyata memang begitu. Aku sudah menduga begitu waktu pertama kali aku mendengar namanya. Hng? 'Merepotkan?!'"

"Sekarang dia sedang melakukan pendekatan. Mungkin saat ini dia sudah sampai di rumah keluarga Lee."

"Haah?! Apa maksudnya itu?! Anak itu masih belum nyerah juga ya?! Sebenarnya apa yang halmeoni dan anda sendiri pikirkan sih?! Bagaiman duduk perkaranya? Tolong anda jelaskan padaku! Kenapa Minnie harus mengikuti acara perjodohan dengan anak SMP segala?! Itu bukan jalan pikiran orang dewasa yang masih waras─"

"Benar. Memang, dalam keadaan biasa, hal itu sama sekali nggak mungkin terjadi. Tapi, entah kenapa, baik presdir maupun Minho sama-sama serius. Karena saya menentang keputusan itu, sekarang ini saya malah dilarang mendekati nona muda Sungmin. Minimal, saya berharap bisa meyakinkan Minho. Makanya sekarang saya menunggu di sini tapi saya sudah keduluan."

"Berarti anda juga diperlakukan seperti nyamuk pengganggu ya. Sebenarnya apa sih yang dipikirkan halmeoni."

Hankyung yang sedari tadi hanya menjadi pendengar setia, mulai angkat bicara. "Tapi itu berarti.. asalkan Minnie sendiri menolak, maka semuanya akan beres kan?"

Heechul memijat dahinya frustasi. "Pabbo! Mana mungkin bisa segampang itu. Minnie itu.. dia tinggal dirumah itu sebagai sandera halmeoni."

.

.

.

"Makanya, sejak 8 tahun yang lalu.. Min-ah diizinkan untuk tinggal sebagai pengurus di rumah ini." ujar Minho santai.

Kyuhyun melingkarkan lengannya di pinggang Sungmin yang terlihat sedih. "Pengurus?"

"Ne. Menurutmu, kenapa sejak dulu rumah ini sudah bukan milik Min-ah lagi?"

"Karena dia nggak bisa membayar biaya yang diperlukan untuk mewarisi rumah ini?" Begitu rupanya.. Makanya, Sungmin harus ikut acara perjodohan segala..

Minho tersenyum lebar. Namja dihadapannya ini memang jenius. Tidak salah jika namja bernama Cho Kyuhyun itu menjadi rivalnya sekarang. "Bingo! Biaya waris di Korea itu memang mahalnya keterlaluan sih."

"Halmeoni Sungmin membeli rumah ini dengan kedok berbaik hati pada cucu perempuannya.."

Sungmin menggeleng pelan. "Bukannya kedok Kyu.. Habisnya, walaupun halmeoni menanam budi padaku, dia nggak akan mendapat keuntungan apa-apa. Iya kan?"

Kyuhyun menyelami mata foxy Sungmin lekat-lekat. Ia tahu benar rumah ini sangat berharga baginya. Rumah yang menjadi tempat kenangannya bersama orang tuanya. Kyuhyun kembali melayangkan deathglarenya pada Minho yang sama sekali tidak gentar. "Aku sudah bisa mengerti sih. Tapi kenapa Sungmin yang dapat perlakuan seperti ini? UEE Corporation itu adalah perusahaan yang besar yang dijalankan dengan amat hati-hati. Dalam dunia bisnis, perusahaan itu dikenal sebagai perusahaan yang bersih. Lalu kenapa sekarang harus memaksakan pernikahan politik segala? Lagipula.. kenapa calonnya malahan kau?"

Minho mengembangkan senyum liciknya. "Itu sih.. karena aku itu murid yang direkrut halmeoni. Makanya, supaya aku mau meneruskan perusahaan halmeoni, aku memberikan satu syarat padanya. Yaitu, supaya dia mau memberikan Min-ah padaku."

.

.

.

Mobil yang dikendarai Lee Young melintas dengan cepat menyusuri jalanan padat di kota Seoul. Mereka harus cepat sebelum Minho menimbulkan kekacauan di rumah Sungmin.

"Sejak masih kecil, presdir telah bersikap sangat baik pada Minho. Lalu, sekarang pun, beliau masih sangat memperhatikan anak yang lumayan cerdas itu. Beliau mendidik Minho agar suatu saat nanti bisa masuk dan berperan di lingkungan perusahaan. Kemudian beliau berkata akan menjadikan Minho sebagai presdir menggantikan dirinya. Sejujurnya, saya merasa sangat berterima kasih." Ujar Lee Young pelan pada Heechul dan Hankyung yang duduk dibelakang.

Heechul membulatkan matanya tidak percaya. Presdir? Yang benar saja! Bahkan Minho sama sekali tidak mewarisi darah seorang Kim. "Menjadikan anak itu sebagai presdir?! Jinjja?!"

Lee Young mengangguk. "Pertama kalinya, saya juga berpikir bahwa beliau hanya bercanda saja. Beliau mengatakan hal itu tidak lama setelah tuan besar─harabeoji nona muda meninggal dunia. Makanya, saya pikir ucapan itu terlontar karena kesepian yang beliau tanggung. Tapi ternyata presdir sangat serius. Dia bahkan menerima syarat nggak masuk akal yang diajukan Minho."

Heechul lepas kendali. Ia bangkit dan mengguncang ganas tubuh Lee Young─yang sedang menyetir─dari belakang. "Apaan tuh?! Apaan tuh?! Apaan tuh?! Jadi halmeoni menerima mentah-mentah syarat seperti itu?!"

Hankyung berusaha menarik tubuh Heechul agar duduk kembali dengan susah payah. Keselamatan mereka bertiga terletak di ambang maut jika Heechul tidak segera dihentikan. "Chu─Chulllie-ya!"

"No─nona muda, tenanglah sedikit.."

Heechul menepis tangan Hankyung dengan kasar. "Mana mungkin aku bisa tenang! Mau membodoh-bodohi orang juga ada batasnya! Nggak peduli seberapa besarnya halmeoni membenci Minnie dan keluarganya.. masih ada hal-hal yang boleh dan nggak boleh dilakukan! Dasar halmeoni!" Ini kan sama saja dengan menjual Minnie!

.

.

.

"Dari tadi.. kata-katamu selalu seenaknya saja. Kau sama sekali nggak peduli perasaan Sungmin?" tanya Kyuhyun dengan pandangan yang menusuk.

Lagi-lagi namja berumur 14 tahun itu tersenyum. Seolah yang dihadapinya sekarang ini bukanlah masalah yang berarti apa-apa. "Aku pasti akan membahagiakan Min-ah." Jawabnya enteng.

Kyuhyun menggertakkan giginya kesal. Ia eratkan lengannya yang melingkar di pinggang Sungmin dengan posesif. "Bukan itu masalahnya."

"Kalau begitu.. apa masalahnya? Aku mencintai Min-ah. Aku juga punya keyakinan untuk bisa membuatnya bahagia. Dibanding kau, bahkan dibandingkan Siwon yang sudah mati itu, aku tahu lebih banyak hal tentang Min-ah." Ujar Minho penuh percaya diri.

Sungmin tercengang mendengar nama namja itu. Namja pertama yang berhasil membuatnya jatuh cinta. Siwonnie..

Dengan cepat Kyuhyun menarik tangan Sungmin ke dadanya dan menggenggamnya erat. Perasaannya kacau. Takut kehilangan. Takut Sungmin kembali mengingat namja itu.

Minho menatap tangan Kyuhyun yang menggenggam erat tangan Sungmin dengan kesal. "Kubilangin ya. Tolong jangan ungkit-ungkit tentang hak pinjam pakai dan perjanjian awal tentang bagaimana Min-ah bisa tinggal disini."

Kyuhyun balas menatap Minho tidak suka. Ia siap melakukan apa saja untuk mempertahankan Sungmin agar tetap di sisinya. "Aku tahu. Dengan cara kotor seperti itu, kau sudah berbuat sesuka hatimu. Dan karena itu, Sungmin sudah nggak mungkin lagi tinggal di sini."

"Ooh.. rupanya kau bisa mengerti juga ya. Benar. Masalahnya adalah perjanjian yang dibuat Min-ah dengan halmeoni."

Ingatan Sungmin kembali melayang saat ia baru saja kehilangan orang tuanya.

.

Jiyeon mengelus lembut rambut keponakannya dengan penuh sayang. "Minnie, kau tidak perlu pergi dari rumah ini. Harabeoji dan halmeoni sudah menebus rumah ini untukmu."

Senyum mengembang dengan cepat di wajah aegyo Sungmin. Senyum pertama sejak ia kehilangan orang tuanya. "Jinjja?! Tapi.. waeyo? Bukannya harabeoji dan halmeoni tidak suka padaku dan appa?"

"Ah.. bukannya mereka benci Minnie-ya. Mereka hanya keras kepala saja."

Heechul mengangguk antusias walau belum begitu mengerti arti pembicaraan eommanya dan Sungmin. Yang ia tahu hanyalah Sungmin tidak perlu keluar dari rumah itu. "Ne, betul Minnie!"

Sungmin menghela napas lega. "Ne."

Jiyeon menyerahkan selembar kertas kontrak yang dititipkan eommanya pada Sungmin. "Di atas kertas, kau di sini sebagai pengurus rumah. Tapi selebihnya, tidak ada bedanya dengan yang sudah-sudah."

"Ne, gomawo Jiyeonnie ahjumma."

"Terus.."

"Wae?"

"Dengarkan dan jangan berprasangka buruk ya Minnie. Seandainya ada kejadian luar biasa di tempat harabeoji dan halmeoni, atau apabila kau melalaikan perawatan rumah ini.. Katanya, kau akan langsung diminta keluar tanpa syarat dari sini."

.

Minho menyelipkan tangannya ke saku celananya. Menatap tajam pada Kyuhyun. "Min-ah sendiri pastinya nggak ingin keluar dari sini kan. Lagipula, kau nggak punya hak untuk membuatnya pergi meninggalkan rumah yang penuh kenangan ini hanya karena keegoisanmu sendiri. Karena Min-ah memerlukan rumah ini untuk bisa mendukung dirinya. Bagi Min-ah, kenangannya di rumah ini jauh melebihi apa yang tersimpan dalam album itu." Minho mengulurkan tangannya seraya tersenyum pada Sungmin. "Min-ah.. Kalau kau memilihku, aku akan melakukan apapun juga untukmu."

Kyuhyun tidak bisa menahan dirinya lagi. Bocah berkacamata sialan itu makin membuatnya muak. "Apa kau masih belum cukup juga─"

Kalimat makian yang akan dilontarkan Kyuhyun terhenti saat Sungmin melepaskan tautan tangan mereka. Bukan hanya sekedar kalimatnya yang terhenti, bahkan Kyuhyun merasakan jantungnya mendadak berhenti saat melihat yeoja yang begitu dikasihinya itu melepas dekapannya. "Ming.."

Sungmin memeluk erat albumnya dan melangkah meninggalkan Kyuhyun. "Mianhae.. Kyu."

"MINNIE! Kau nggak boleh menuruti kemauan bocah itu! Biar aku yang akan beri halmeoni aneh itu pelajaran! Dan akan kuhajar sekalian bocah itu!" pekik Heechul─yang baru saja tiba di rumah Sungmin─dengan garang. Hankyung menarik pinggang Heechul dari belakang, berusaha menghentikan amukan Heechul yang siap membunuh Minho kapan saja.

"Berisik ah!" seru Minho kesal.

"Lepaskan aku, Hankyung!"

"Jangan Chullie-ya! Kau nggak boleh membunuh orang!"

Minho tersenyum senang melihat Sungmin yang tengah berjalan masuk ke rumah. "Awalnya kau boleh nggak menerimaku Min-ah. Tapi nantinya, kau pasti akan suka padaku kan. Asalkan kita terus hidup bersama."

Menyadari kondisi Sungmin yang tidak bisa dibujuk lagi, Heechul mengalihkan sasarannya pada Kyuhyun yang mematung melihat tangannya yang ditepis Sungmin tadi. "Tunggu, Kyuhyun! Kau mau biarkan saja dia itu ngomong begitu?! Ngapain dari tadi kau bengong hanya karena melihat tanganmu sendiri eoh?! Sini, biar kuinjak saja sekalian!"

"Hentikan dong Chullie-yaaaa.. Namja itu punya dilema tersendiri." Bujuk Hankyung dengan susah payah karena Heechul makin kuat memberontak.

"KYUHYUN! KAU HARUS AMBIL MINNIE KEMBALI!"

Minho mengembuskan napasnya keras-keras karena keributan mendadak yang ditimbulkan Heechul. "Kuharap kalian segera menyudahi semua ini. Kan ini sudah jadi keputusan Minnie sendiri. Akan repot jadinya kalau kalian semua berkomplot ingin menyebabkan Min-ah nggak bisa lagi tinggal di sini."

"Bukannya kau sendiri yang jadi penyebabnya?"

Minho menoleh kebelakang, mendapati Lee Young mentapnya marah. "Eomma?"

"Yang merencanakan semua ini adalah kau sendiri kan, Minho?"

"Aku sudah bosan mendengar ceramah eomma."

"Kau dan ibu presdir, kalian berdua sama-sama salah. Terutama kau, Minho. Kalau kau pikir semuanya bisa berjalan lancar sesuai rencanamu tanpa mempedulikan perasaan orang lain, maka kau sudah salah besar."

Minho tergelak. Apakah eommanya tidak mengerti bagaimana dirinya jika sudah menginginkan sesuatu? Tidak akan ada yang bisa menghentikannya. "Ahahaha! Aku sudah kenyang dibilangin begitu. Tapi, sampai sekarang, belum pernah sekalipun ada hal yang berjalan di luar rencanaku. Kecuali soal Min-ah. Biar itu eomma.. atau bahkan Cho Kyuhyun.. aku nggak akan mengampuni siapapun yang menghalangiku. Aku pasti akan mendapatkan Min-ah."

.

.

.

Minho melayangkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan seraya mengeringkan rambutnya yang basah. "Min-ah.. Min-ah.." Baru saja ditinggal untuk mandi, kenapa Sungmin sudah menghilang?Minho melangkahkan kakinya ke dapur, tapi Sungmin tak juga ia temukan disana. "Eh? Dia pergi kemana ya? Apa dia masih bersih-bersih? Tapi, makan malamnya sudah siap."

Minho mengernyitkan dahinya melihat selembar kertas berwarna pink di samping makan malam yang disiapkan Sungmin untuknya.

Mianhae, Minho..

Sejak aku menolak perjodohan denganmu.. Aku sudah berencana untuk keluar dari rumah ini. Sampai hari ini, aku berada di rumah ini hanya untuk menuntaskan tugasku sebagai seorang pengurus rumah. 8 tahun lalu, aku hanyalah seorang anak kecil yang kehilangan 'rumah'. Karena itu, aku sangat berterima kasih pada halmeoni yang telah memberiku rumah untuk tempat bernaung hingga saat ini. Kalau tidak ada waktu 8 tahun itu, pastilah aku yang sekarang ini juga tidak akan pernah ada. Awalnya bermula dari aku yang kehilangan orang yang sangat berarti bagiku.. Dan selama itu pulalah, waktu yang kuperlukan untuk kembali mendapatkan orang yang sangat berarti itu.

Lee Sungmin

.

.

.

Sungmin menarik koper besarnya dengan susah payah, menyusuri Hangang park yang masih ramai. Tak ia hiraukan orang-orang di sekitarnya yang memperhatikannya aneh. Bagaimana tidak, dengan wajah baby face-nya, menarik koper besar dengan susah payah dan raut wajah panik yang sedari tadi tidak lenyap dari wajahnya, Sungmin persis seperti yeoja murid SMA yang melarikan diri dari rumah untuk pergi ke rumah namjachingunya.

Sungmin memperhatikan sekelilingnya dengan panik. Taksi.. apa aku memanggil taksi saja ya.. tapi bagaimana kalau.. Aaaah ottokhae..

"Ming?"

"AH! Kyuhyunnie!" seru Sungmin senang.

Kyuhyun mengangkat alisnya melihat koper besar Sungmin. "Sepertinya bawaanmu berat sekali.."

Sungmin menggigit bibirnya pelan. Takut Kyuhyun masih salah paham karena masalah tadi sore. "Hng.. kenapa kau ada disini, Kyu?"

Kyuhyun menarik koper dari tangan Sungmin seraya menggenggam tangannya lembut. "Sudahlah, jangan dipikirkan, jagiya. Sekarang kau mau kemana?"

Sungmin mengembangkan senyumnya ─seperti anak kecil yang baru saja dibelikan es krim─lalu ia bergelayut manja di lengan Kyuhyun. "Sekarang, aku sedang menuju rumahmu."

"HAH?!"

"Sampai aku bisa memutuskan pindah kemana.. apa kau mau menampungku, Kyuhyunnie?"

.

.

.

TO BE CONTINUE..

Pertama, Kika mau minta maaf karena hiatus nggak bilang -_- Kemaren rencananya nggak hiatus, eh taunya benar2 nggak smpet *deep bow*

Kedua, banyak yang ngira Minho itu adeknya Siwon ya? Kika jelasin oke^^ Minho sama Siwon itu sama sekali nggak ada hubungan apa-apa :) Kesamaan nama marga-nya itu benar2 kebetulan, Minho tau segalanya tentang Sungmin entar bakal kejawab sendiri, yang jelas nggak ada hubungannya sm Siwon.

Ketiga, Park Ji Yeon yang jadi eommanya Heechul disini itu bukan Jiyeon T-ara ya :) Tapi Park Ji Yeon ini yang stage namenya Gummy, penyanyi solo dibawah asuhannya YG^^

Keempat, Donghae nggak akan hilang. Kika janji Donghae akan terus ada sampai cerita ini tamat^^ Cuma sekarang lagi istirahat (?) aja kayak Heechul kemarin :)

Kelima, kalau ada yang mau nanya, langsung aja ke PM atau wall di fb Kika :) Soalnya Kika nggak bisa jawab pertanyaan kalian di comment kan.. Arraseo?

Sign, pinkypapers a.k.a Kinara Kim