Author : Melody-Cinta

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : Gaara x Sakura H.

Genre : Err.. mungkin romance?

Tittle : Jadi Yang Kuinginkan

Singer : Vierra

Request by : Cherry-san

A/N : Untuk Cherry-san, mohon maaf tidak bisa membuat fic ini jadi pair SasuSaku. Seperti yang kubilang sebelumnya, pairing adalah urusan author.

"Gaara, tolong kau bawa buku-buku ini ke perpustakaan ya. Habis itu tolong kau buat proposal untuk anak-anak basket. Mengerti?" tanya Bu Kurenai kepada Gaara yang berdiri sambil memegang satu tumpuk buku yang lumayan tinggi.

"Hn." sahut Gaara singkat. Ia pun keluar dari ruangan itu.

Sabaku no Gaara. Atau lebih akrab disapa Gaara. Ia adalah seorang siswa Konoha High School yang yatim piatu. Saat kecil, ia dibuang oleh orang tuanya di salah satu panti asuhan. Dan dia tumbuh besar disana. Sampai suatu saat ada sepasang suami istri yang mengadopsinya. Saat itu Gaara senang karena dapat mempunya keluarga yang lengkap. Dan dia juga punya dua orang kakak.

Tapi, kedua kakak Gaara tidak berlaku baik padanya. Kedua kakak Gaara selalu iri akan kasih sayang kedua orang tua mereka pada Gaara. Didepan orang tua mereka, kedua kakak Gaara bersikap sangat baik kepada Gaara. Namun dibelakangnya tidak.

Na'as bagi Gaara karena tidak beberapa lama setelah ia diadopsi, kedua orang tua angkatnya meninggal karena kecelakaan mobil. Dan itu tentu saja membuat kedua kakak Gaara semakin berbuat kejam padanya. Kedua kakaknya tidak mau berbagi harta peninggalan orang tuanya kepada Gaara. Itu membuat Gaara harus bekerja demi membayar uang sekolah dan keperluan lainnya. Teman-temannya pun mulai menjauhinya karena mereka tidak mau berteman dengan anak yang miskin. Awalnya Gaara sedih, tapi lama kelamaan ia mulai terbiasa dengan hal itu. Mulai saat itu, Gaara merasa kalau dia benar-benar hidup sendiri. Di dunia ini, sebetulnya tidak ada yang mencintainya dengan tulus. Hanya dirinya yang mencintainya secara tulus. Tidak ada orang lain.

"Hai, Gaara! Mau kubantu?" tanya Sakura yang dengan tiba-tiba sudah berdiri di samping Gaara. Sakura Haruno, ia adalah satu-satunya orang yang mau berteman dengan Gaara. Yah.. walaupun Gaara sebenarnya tidak terlalu menganggap Sakura adalah temannya. Sebenarnya, Sakura sudah lama menyimpan perasaan pada Gaara. Entah kenapa, dari sekian banyak pria yang datang dan memohon cinta padanya, hanya Gaara yang dapat membuatnya bertekuk lutut. Tapi ia tahu, Gaara tidak mungkin menganggapnya. Dianggap teman saja tidak, bagaimana lebih dari itu?

"Tidak perlu," jawab Gaara dingin. "Lagipula, kenapa kau ingin membantuku? Lebih baik kau bergosip dengan yang lain daripada membantu laki-laki yang tidak dipandang sedikit pun seperti aku." lanjutnya masih berjalan.

Sakura berdiri di depan Gaara. Ia langsung berhenti karena kaget. "Hei! Kau ini apa-apaan? Aku masih banyak tugas yang lebih penting!" Gaara memaki Sakura. Sakura menggeleng.

"Gaara, biar kuberitahu ya. Aku akan selalu membantumu." Sakura menekankan kalimatnya. Dengan cepat, ia mengambil beberapa buku dari tangan Gaara kembali berdiri disamping Gaara. "Nah, ayo kita lanjutkan." Sakura berjalan dengan tenang.

Gaara merasa heran dengan tingkah Sakura. Yah, ini memang bukan pertama kalinya Sakura bertingkah seperti itu. Tapi biarlah, setidaknya dia membantu sedikit. Dan Gaara pun berjalan mengikuti Sakura.

:Kau tak sepenuhnya sendiri,

Aku kan selalu ada disini,

Mengapa oh mengapa dirimu,

Penuh, dengan rasa bimbang~:

Gaara dan Sakura keluar dari perpustakaan dengan muka yang cukup lelah. Tentu saja, membawa buku yang tebal dengan jumlah yang tidak sedikit. Bagaimana tidak lelah?

"Sakura," Gaara memanggil Sakura yang masih terlihat lelah disampingnya. Sakura hanya mendelik. "Kenapa kau selalu membantuku?" tanya Gaara. Sebenarnya sudah lama ia ingin bertanya hal ini. Pasti ada hal lain yang membuat Sakura selalu membantunya.

"Oh, jadi kau sekarang mulai curiga?" tanya Sakura sambil mengangguk-angguk. "Yah.. bagaimana ya bilangnya? Em.. Sebenarnya aku sudah cinta padamu sejak dulu." Sakura menjawab pertanyaan Gaara.

Gaara tercengang. Bukan, bukan karena ia kaget mendengar bahwa Sakura mencintainya. Tapi.. baiklah, ia sama sekali tidak mengerti apa itu cinta. Dari dulu, ia tidak pernah mendapat cinta. Dari siapapun. Jadi, apa benar Sakura mencintainya? "Maksudmu? Cinta?" kata itu terlontar begitu saja dari mulut Gaara.

Sakura mengangguk. Mungkin ini memang bukan saat yang tepat untuk menyatakan cinta. "Kalau kau ingin tahu arti cinta, datanglah sore ini di kedai es krim dekat taman. Aku menunggumu." Sakura menjawab. Ia pun berjalan dengan santai menuju kelasnya.

:Tak perlu kau pergi, 'tuk mencari,

Mencari arti, cinta~:

Sore hari datang dengan begitu cepatnya hari ini. Sakura sudah duduk di salah satu meja di kedai es krim dekat taman. Ia memilih duduk di dekat jendela. Alasannya sih simpel; agar dapat melihat Gaara sudah dekat atau belum dari kedai es krim ini.

Sakura hari ini memakai baju berwarna putih dengan rompi jeans seperti reporter. Ia memakai celana pendek lima jengkal dari lutut dan sepatu kets berwarna putih. Casual.

Sakura menyendok lagi es krim strawberry-nya. Es krim itu terasa sangat lezat dan dingin. Membuat Sakura ingin terus dan terus menyendok es krim itu. Tapi, hasratnya kembali hilang saat disadarinya ia hanya sendirian. Ia masih menunggu Gaara datang. Dan saat Gaara datang, ia akan mengungkapkan semua isi hatinya. Berharap Gaara akan datang dan menerima ungkapan hatinya dengan senyuman yang tulus.

Berharap. Sebenarnya, Sakura sangat jarang berharap. Biasanya, semua yang ia inginkan pasti tercapai. Tentu karena ia adalah seorang anak dari keluarga yang kaya. Berharap, menanti, ataupun mengejar seseorang bukanlah hal yang biasa ia lakukan. Tapi, Gaara telah merubahnya. Merubahnya menjadi seseorang yang senang berharap, menanti dan mengejar. Entahlah, bagi Sakura, ini adalah impiannya. Impiannya yang harus terwujud.

:Aku sendiri disini menunggu,

Aku sendiri disini menanti,

Aku tak terbiasa untuk, berharap~

Berlari untuk mengejar dirimu,

Dalam menggapai semua mimpiku,

Semoga, kau 'kan tetap,

Jadi apa yang kuinginkan:

Klining!

Bel kedai es krim itu berbunyi. Menyadarkan Sakura dari semua lamunannya. Membuatnya menengok kearah seorang pria berambut merah marun, baju putih panjang dan celana selutut. Dialah Gaara. Seseorang yang telah membuat Sakura menunggu selama ini. Dan kini ia telah datang.

"Gaara!" panggil Sakura sambil melambaikan tangan kepada pria yang tengah celingukan mencarinya. Gaara balas melabai tangan dan berjalan santai kearah Sakura.

"Jadi, maksudmu itu apa?" tanya Gaara to the point. Gaara memang bukanlah tipe orang yang sabar. Ia juga bukan tipe orang yang suka bicara bertele-tele. Ia lebih suka to the point.

"Aku mencintaimu. Perasaan ini, perasaan yang kupunya untukmu adalah perasaan cinta. Aku telah mengenalmu dari dulu, Gaar. Jadi aku tahu kau pasti tak mengerti maksudku." Sakura mulai berbicara. "Tapi, kumohon, sekali ini, mengertilah. Bahwa aku benar-benar mencintaimu dengan tulus. Dari sekian banyak orang yang membencimu, hanya akulah yang benar-benar mencintaimu dengan tulus. Percayalah, Gaar." lanjut Sakura.

"Aku tak dapat semudah itu percaya. Dari kecil, aku tidak pernah merasakan apa itu cinta. Dan kau mengatakan kau cinta padaku sekarang? Aku bahkan tak mengerti cinta itu apa!" Gaara membantah. Cinta? Perasaan macam apa itu? Tak ada yang mencintainya selama ini. Dari dulu hingga sekarang. Semua membencinya. "Bahkan aku heran kenapa ada tato cinta di dahiku ini.." Gaara menyentuh dahinya.

"Percayalah Gaar. Aku benar-benar mencintaimu. Jadilah pacarku. Lalu kita akan menjalani semua ini sama-sama. Kau akan bisa merasakan apa itu cinta." Sakura mencoba meyakinkan Gaara. Ia benar-benar yakin dapat membuat Gaara percaya akan cintanya.

"…" Gaara terdiam. Ia tidak tahu apa yang akan ia lakukan setelah ini.

:Mengapa oh mengapa dirimu,

Penuh dengan rasa bimbang:

Mereka berdua sama-sama terdiam dalam kesunyian kedai yang mulai sepi. Gaara masih bingung akan jawaban yang akan ia berikan. Apakah ia akan menerima Sakura dan mengetahui arti cinta atau menolak Sakura dan biarlah kehidupannya berjalan seperti biasa. Dibenci.

Sakura merasa tak nyaman dengan keadaan seperti ini. Sekali lagi ia menunggu. Sekali lagi ia menanti. Jawaban yang akan Gaara berikan adalah jawaban dari semua impian Sakura. Akankah impian Sakura menjadi kenyataan? Atau malah menjadi impian terburuk dalam hidupnya?

:Aku sendiri disini menunggu,

Aku sendiri disini menanti,

Aku tak terbiasa untuk, berharap,

Berlari untuk mengejar dirimu,

Dalam menggapai semua mimpiku,

Semoga, kau kan tetap,

Jadi apa yang kuinginkan:

"Baiklah. Aku akan mencobanya." suara dari mulut Gaara sontak membuat keadaan yang sunyi menjadi hilang. Sakura yang awalnya hanya menundukkan kepalanya sekarang menatap tak percaya kearah Gaara.

"Be.. Benarkah?" tanya Sakura meyakinkan lagi indera pendengarannya. Bisa saja kan kalau tadi ia hanya berhalusinasi?

"Iya. Aku akan menjadi pacarmu. Dan aku akan merasakan apa itu cinta darimu." jawab Gaara lagi. Ini sudah keputusan bulat. Ia sudah mengambil keputusan bahwa detik ini dia harus mengambil perubahan dalam hidupnya. Merasakan apa itu cinta dan kasih sayang walau hanya dari seseorang.

Sakura nampak tak percaya. Tapi, inilah impian terindah dalam hidupnya. Ia sangat senang karena apa yang ia inginkan bisa menjadi kenyataan. "Kalau begitu, kau janji ya akan percaya padaku dan tidak akan meninggalkanku?" tanya Sakura.

Gaara mengangguk. "Asal kau mau berjanji tidak akan berubah dan tetap mencintaiku." Gaara membalas. Sakura tersenyum senang dan memeluk Gaara.

"Terima kasih, Gaara!" ucapnya riang.

:Jangan pernah berubah,

Ingat janjimu,

Jangan pernah menghilang,

Dari hatiku:

.OWARI.

Yey! Akhirnya bisa bikin fic GaaSaku lagI! Sebenarnya Mel udah lama pengen buat fic GaaSaku lagi, tapi belum ada lagu yang cocok. Eh, ternyata lagu ini cocok. Thanks ya Cherry-san sudah menyadarkanku kalau lagi ini cocok sama pairing GaaSaku. Yah, tapi aku minta maaf juga karena gak bisa bikin lagu ini jadi pairing SasuSaku. Habis mereka tidak cocok dengan lagu ini sih!

Oke, bagi yang mau request, sekali lagi aku bilang, pairingnya aku yang tentuin. Belum tentu kan semua pairing cocok sama lagu yang kalian pilih? Tapi kalau emang lagu itu cocok sama pairing yang kalian pilih sih, bersyukur aja. Kalau enggak, aku minta maaf ya! Ah, ya, buat TaNia, ano.. westlife itu bukannya band luar negeri ya? Ini kan NARUTO, INDO SONG PRESENT, jadi pake lagu indonesia dong! Bukan luar negeri.. Oke, gitu aja.

Last but not least, can I have your review, please?