Title : Please, Don't Leave Me Alone
Genre : Brothership and Family
Rating : Fiction K+
Cast : Kyuhyun, Super Junior member, Jungwon, Yoon Shi Yoon, Kim Bum, Lee Hong Ki, Onew, Song Jong Ki
Disclaimer : All them belong to themselves and GOD. I own only the plot.
Warning : Not YAOI. It's pure friendship, brothership, and complicated family relationship.
Summary :Kalau tidak kemari, lalu aku harus ke mana?/Hati – hati saat kau turun. Sangat aneh melihat anak nakal sepertimu tidak bisa melakukannya dengan benar/ Anak jenius itu terlalu bodoh../ G&H Company?! Apakah itu tidak sedikit aneh?/ Seonsangnim, berhenti menyiramku!/ Kau bukan Cho Kyuhyun yang kukenal../ Menjauhlah dariku.. Hidup dan belajarlah dengan baik, Kim Bum – ah../ Aku akan mengatakannya..
.
"Please, Don't Leave Me Alone" part 25
.
"Jebbal.. Jangan mati.." ucap Kyuhyun kembali dengan suaranya yang masih bergetar, "Apapun yang terjadi nanti padaku, berjanjilah kau tidak akan mati" Kyuhyun mulai menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan matanya yang mulai memerah.
Siwon mulai menggenggam tangan sang dongsaeng yang masih bertengger di kaosnya. Setelah itu, perlahan ia berjongkok untuk menyejajarkan wajahnya dengan wajah sang maknae yang masih dalam posisi duduk.
"Kalau begitu berjanjilah padaku untuk selalu berada dalam penglihatanku, untuk selalu berada di dekatku, untuk selalu bersama dengan Super padaku!"Ucap Siwon yang masih mempertahankan suara dinginnya.
Bukan sebuah jawaban yang Siwon dapatkan, melainkan isakan tangis Kyuhyun yang semakin menjadi.
"Hey..hey..hey.. Bukan ini yang ingin aku dengar Kyuhyun! Ayo katakan padaku bahwa kau tidak akan meninggalkanku maupun Super Junior..Ayo cepat katakan!" Siwon mengguncang tubuh sang maknae dengan kesal.
"Aku tidak bisa hyung" Kyuhyun berbisik di tengah – tengah tangisannya.
"Wae?!"Siwon semakin berteriak, "Kau benar – benar ingin melihatku mati?!"Siwon mendorong tubuh Kyuhyun hingga membentur dinding.
"Aku tidak bisa melakukan apapun hyung! Dia terlalu kuat! Aku bukan apa – apa di matanya! Bahkan jika ia mengatakan aku harus menghilang saat ini, maka aku dapat menghilang dengan cara apapun! Aku tidak bisa apa – apa untuk melawannya hyung.."Kyuhyun menangis bercampur emosi.
"Melawannya? Melawan siapa Kyu? Siapa dia?" Tanya Siwon tidak kalah emosi.
"Siapa dia Kyu?! Lee So Man-ssi?" tebak Siwon berhati – hati. Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya pelan.
"Dia bahkan lebih menakutkan, hyung. Sangat menakutkan" Kyuhyun mulai menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya yang bergetar. "Aku takut, hyung.." bisik Kyuhyun lirih.
Siwon yang sudah tidak tahan melihat sang maknae yang menangis ketakutan, akhirnya menarik tubuh sang dongsaeng ke dalam pelukannya dan membiarkan bahunya basah oleh air mata Kyuhyun.
"Aku akan melindungimu, Kyu! Jangan takut! Tapi untuk dapat melindungimu, aku harus tahu siapa yang kau takuti. Aku harus tahu siapa lawanku. Jadi, beritahu aku siapa dia Kyu.." Siwon terlihat memohon pada Kyuhyun.
Namun Kyuhyun tetap bungkam dan terus menangis di dekapan sang hyung nya tersebut. 'Dia appamu hyung.. Bagaimana mungkin aku akan melawannya?..Otokhe?' batin Kyuhyun dalam hati.
"Kyuhyun.. jawab aku.. kumohon.." ucap Siwon penuh harap. "Baiklah, tidak apa – apa jika kau tidak berani mengatakan siapa dia. Tapi, kau harus berjanji padaku untuk tidak pernah meninggalkanku dan Super Junior.. Ppali !" desak Siwon. Tapi, Kyuhyun masih tetap diam.
"Cepat katakan bahwa kau berjanji atau kita akan tetap di sini sampai kau mengatakan janjimu!" ancam Siwon.
"Baiklah aku janji hyung" jawab Kyuhyun pasrah.
"Benarkah?! Kau harus benar – benar memegang janjimu ya Kyu!" Siwon pun kembali memeluk Kyuhyun. Namun, di dalam dekapan sang hyung Kyuhyun kembali menggeleng kepalanya pelan. Hal ini tidak didasari oleh Siwon.
"Baiklah! Sekarang ayo kita ke van. Hyung – hyungmu yang lain pasti sudah menunggu.." ajak Siwon dengan senyum riang. Kyuhyun hanya membalasnya dengan anggukan pelan dan senyuman tipis.
.
Lobby Apartement Dorm Super Junior
"Aaah.. badanku lengket semua" keluh Eunhyuk.
"Aku juga.. Tapi rasanya mataku sudah tidak kuat lagi untuk membuka.. Othoke-yo?" ucap Donghae sambil menahan rasa kantuknya.
"Kalau begitu kau mandi sambil tidur saja.. hahaha.. seperti ini.." ucap Eunhyuk sambil mencontohkan orang yang mandi sambil memejamkan matanya, "Sepertinya akan terlihat lebih sexy.. woohoo.." lanjut Eunhyuk dengan candaannya.
"Hahaha.. kalau begitu aku akan mencobanya" sahut Shindong.
"Oke! Aku akan merekamnya!" sahut Eunhyuk semangat.
"Sebenarnya kalian sedang membicarakan apa sih dari tadi?" ucap Donghae yang sedari tadi berusaha menahan kantuknya.
"Oh? Kalian baru saja pulang?" tanya seorang wanita paruh baya yang baru saja keluar dari lift.
"Eomma.. " Sapa Siwon pada eommanya, "Ada perlu apa eomma kemari?" tanya Siwon penasaran.
"Appa mengajak kita untuk makan malam bersama di luar. Eomma kemari mau mengajakmu berangkat bersama. Otthe?" tanya sang eomma sumringah.
"Wah.. Benarkah?! Kita akan makan bersama?!" tanya Siwon tidak dapat menyembunyikan rasa senangnya.
"Iya sayang" jawab sang eomma sambil tersenyum ragu – ragu saat tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata Kyuhyun.
"Kalau begitu kami ke dorm duluan. Permisi.." ucap Leeteuk ramah.
"Baiklah. Istirahatlah dengan baik" ucap nyonya Dae Hee dengan senyuman ramah. Namun, senyuman tersebut sedikit memudar saat Kyuhyun melewatinya tanpa memandangnya sedikit pun. "Kenapa baju seragammu kotor?" tanya nyonya Dae Hee pada Kyuhyun tiba – tiba.
"Hah?" Kyuhyun terlihat bingung karena ia tidak menduga akan ditanya oleh sang eomma, "seragamku? Oh, tadi aku bermain bole bersama teman – temanku" jawab Kyuhyun datar.
"Benarkah?" tanya sang eomma sedikit ragu.
"Bukankah kau bilang tadi bahwa kau terjatuh saat di taman sekolah?" sahut Shindong yang berada di sebelah Kyuhyun.
"Hah? Apakah aku bilang begitu?" Kyuhyun terlihat sedikit panik, "Sepertinya hyung salah dengar.. haha" Kyuhyun benar – benar terlihat sedang menutupi sesuatu, "Aku ngantuk sekali, kalau begitu aku ke dorm duluan ya" Kyuhyun pun berlari menuju lift.
Shindong dan sang eomma melihat Kyuhyun dengan tatapan curiga, terutama sang eomma.
"Lebih baik kita pergi sekarang eomma, ayo!" ajak Siwon yang sekaligus memecah lamunan sang eomma.
"Oh.. iya benar! Ayo.." Sang eomma pun menggandeng tangan Siwon dan bersiap meninggalkan apartement, "Kalau begitu kami pergi duluan Shindong – ah" pamit sang eomma dengan sopan.
"baiklah.. hati – hati di jalan dan bersenang – senanglah.." sahut Shindong ramah.
.
Keesokan harinya
Kyuhyun memasuki gerbang sekolahnya dengan wajah tenang. Ia tidak mempedulikan setiap tatapan siswa lain yang memandangnya tidak suka. Kyuhyun hanya terus berjalan lurus dengan earphone yang melekat di kedua lubang telinganya. Tatapan matanya bahkan sempat bertemu dengan sang guru 'banteng' yang "dulu" selalu menjadi aktor laga bersama dirinya dan kelima sahabatnya setiap pagi. Kyuhyun hanya menatapnya sekilas dan sedikit membungkukkan badannya, setelah itu ia kembali berjalan.
"Kyuhyun, berhentilah.. jangan datang kemari lagi" ucap kang seonsangnim sedih sambil menahan salah satu lengan Kyuhyun dan melepaskan salah satu earphone dari telinga Kyuhyun.
"Kalau tidak kemari, lalu aku harus ke mana?" tanya Kyuhyun balik dengan wajah datar.
"Tapi keputusannya sudah resmi diputuskan.. Kau sudah bukan siswa di sekolah ini lagi, Kyu" ucap Kang Seonsangnim pelan agar tidak menarik perhatian siswa lain yang sedang melewati gerbang. Kyuhyun hanya diam dan berusaha melepaskan genggaman tangan sang guru yang semakin kencang.
"Berhentillah bersikap keras kepala seperti ini.. Aku tidak tahan melihatmu diperlakukan semena – mena oleh banyak orang di sini" bisik sang guru, "Aku akan segera mencarikan sekolah lain untukmu, tapi untuk saat ini berhentilah datang kemari" sang guru semakin memohon.
Namun, Kyuhyun hanya terdiam dengan wajah datarnya. Ia kembali memasang earphone yang sempat terlepas dari telinganya dan melangkahkan kakinya menjauh dari sang guru.
"Woohooo.. Annyeong haseyo seonsangnim!" Teriak salah satu siswa bersepeda yang tak asing lagi di telinga Kyuhyun, Hong Ki.
"Good Morning, Sir!" ucap Onew penuh semangat pada kursi belakang Hong Ki.
"Maaf pak, pagi ini kita cuti shooting dulu yaa.. haha" Ucap Jong Ki dengan senyum manisnya sambil merangkul pundak Ki Bum yang terlihat lebih diam dari teman – teman Kyuhyun yang lain.
Mereka berjalan melewati Kyuhyun begitu saja. Teriakan dan candaan para sahabatnya hanya berlalu begitu saja melewati telinga Kyuhyun yang tertutupi oleh earphone yang bahkan tak mengeluarkan suara sedikit pun. Aroma tubuh para sahabatnya pun hanya dapat ia cium sambil berlalunya para sahabat tersayangnya. Ia merindukan kelima sahabatnya.
Namun, tiba – tiba langkah Kyuhyun terhenti kembali saat ia melihat kelima sahabatnya berdiri diam tak jauh di hadapannya. Kyuhyun yang sempat bertemu tatap dengan Kim Bum, langsung menunduk dan melanjutkan kembali langkahnya meninggalkan para sahabatnya.
Kim Bum yang melihat sikap Kyuhyun yang seperti itu pun langsung menghadangnya dan menggenggam lengan Kyuhyun.
"Lepaskan." Ucap Kyuhyun dingin.
"Ambil ini" Kim Bum menempelkan beberapa buku catatan pada dada Kyuhyun dengan tidak kalah dinginnya, "Aku sudah mencatatkan seluruh mata pelajaran yang kau lewati" Kim Bum pun melangkahkan kakinya menjauh dari Kyuhyun.
Namun, di sela – sela langkah menjauhnya, Kim Bum berkata dengan pelan, "Hati – hati saat kau turun. Sangat aneh melihat anak nakal sepertimu tidak bisa melakukannya dengan benar" Kim Bum pun melanjutkan langkahnya pergi.
Kyuhyun pun hanya terdiam dan menatap dingin keempat sahabat lainnya yang masih setia berdiri menatapnya sambil tersenyum tipis. Kyuhyun tidak membalas sedikit pun dan segera pergi meninggalkan para sahabatnya.
"Dia masih bersikeras dengan sikapnya itu?" gumam Joong Ki sedih.
"Aku tidak ingin mengatakannya, tapi.. aku sedikit merindukannya" tambah Hong Ki, "Ani! Tidak sedikit.. tapi sangat sangat merindukan bocah nakal itu"
"Anak jenius itu terlalu bodoh.." Ucap Kim Bum pelan, "Jika ia bersikeras menjauh dari kita, maka tentu kita yang akan terus mendekatinya.." Kim Bum terlihat sedih, "Kita akan terus mendekatinya sampai ia menyerah dengan sikap keras kepalanya itu"
"Kau benar Kim Bum.." ucap Shi Yoon sambil merangkul pundak Kim Bum, "Ya sudah ayo sekarang kita masuk kelas!" saran Shi Yoon pun segera ditanggapi oleh sahabat – sahabatnya.
.
Restaurant dekat sekolah Shinhwa
Seorang wanita yang berpakaian terkesan glamor duduk berhadapan dengan seorang pria yang terkesan sederhana dan sedikit lusuh, saling duduk berhadapan dalam diam. Tatapan mereka sangat tidak ramah. Namun, beberapa saat kemudian wanita itu mengeluarkan sebuah amplop dari tasnya dan meletakkannya di meja hadapan pria tersebut.
"Apa ini?" ucap pria tersebut dingin.
"Buka saja" ucap wanita tersebut tak kalah dingin.
Seketika wajah lusuh pria tersebut mengeras. Ia lalu memandang wanita itu kembali dengan heran.
"Dari mana kau mendapatkan surat ini?" tanya pria itu.
"Tidak penting aku mendapatkannya dari mana, tapi aku hanya ingin kau sebagai appanya mengetahui hal ini" jawab wanita itu datar.
"Bagaimana bisa mereka menghentikan pembeasiswaan Kyuhyun? Bahkan dia dikeluarkan dari sekolah?" gumam sang pria kaget.
"Aku akan menyelesaikan hal ini.." jawab nyonya Dae Hee singkat dan segera beranjak dari tempat duduknya.
"Tidak bisakah kita menyelesaikan ini bersama? Mari kita diskusikan terlebih dahulu apa yang harus kita lakukan untuk masalah anak kita.." ucap pria itu kembali dengan penuh harap.
"Jangan berpikir aku mengajakmu bertemu untuk melakukan hal bodoh seperti itu. Dengan kemampuanku sendiri, tentu aku bisa menyelesaikan masalah ini. Kau tidak perlu meragukannya. "Ucap nyonya Dae Hee angkuh, "Dan.. aku sungguh kecewa mengetahui perlakuanmu pada Kyuhyun selama ini! Bukan waktu yang tepat untuk membahasnya saat ini, tapi aku pastikan untuk membuat perhitungan denganmu" setelah itu, nyonya Dae Hee pun segera meninggalkan restaurant tersebut.
.
Di Sekolah
Ini sudah masuk jam pelajaran terakhir. Anak – anak sudah semakin mengantuk dengan materi yang diberikan oleh sang guru. Tidak banyak anak yang menguap. Bahkan, jangan heran saat melihat bocah 4 serangkai sudah tertidur. Dari kelima sahabat Kyuhyun, hanya Kim Bum yang masih sibuk mencatat dengan serius. Hal inilah yang dilihat Kyuhyun dengan sangat jelas dari tempat persembunyiannya. Entah, sebenarnya tempat ini bisa dibilang tempat persembunyian atau bukan, tapi menurut Kyuhyun ini adalah tempat strategis untuk mengintip segala materi yang diajarkan oleh sang guru.
Tidak kalah dengan Kim Bum, Kyuhyun mencatat setiap detail hal yang dituliskan sang guru di papan tulis sambil membaca gerak bibirnya saat menjelaskan. Memang mustahil untuk mendengar apa yang diucapkan sang guru dari tempat persembunyiannya yang cukup berjarak dari kelas, belum lagi jendela yang tertutup rapat semakin menghambat gelombang suara sang guru untuk sampai di telinganya.
Hingga pada akhirnya sang guru menuliskan 20 soal matematika di papan tulis dan menyuruh para murid yang juga teman sekelas Kyuhyun untuk mengerjakannya. Kyuhyun pun juga ikut mengerjakan bersama dengan para temannya, namun hanya berbeda tempat. Ia menatap soal – soal tersebut dan sedikit kebingungan dengan rumus yang akan ia gunakan.
"Apa ibu guru memberikan rumus baru? Kenapa soal – soal ini terlihat berbeda dari sebelumnya?" tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri. Ia pun membuka buku catatan Kim Bum yang diberikan padanya tadi pagi.
Ia membukan lembar demi lembar hingga tak sengaja membuka halaman terakhir dari buku tersebut. Terdapat coretan – coretan dan gambar – gambar tak jelas di halaman itu. Namun, satu tetes air jatuh di halaman tersebut tanpa disadari Kyuhyun. Ia pun meraba pipi kirinya yang sudah basah oleh air mata. Kyuhyun menolehkan kepalanya menatap sedih para sahabatnya di dalam kelas yang sibuk mengerjakan soal – soal tersebut dengan wajah frustasi.
.
-Flashback-
"Hey! Apa kau mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh Lee Seonsangnim?" bisik Hong Ki pada Shi Yoon, teman sebangkunya.
"Dia sedang membicarakan apel, iya kan?" jawab Shi Yoon sok tahu.
"Hei pabo! Bukan di situ letak fokus pembicaraannya, dia mengatakan gaya gravitasi yang membuat apel itu bisa jatuh ke bawah" jelas Kim Bum yang duduk di belakang bangku Shi Yoon sambil memukul pelan kepalanya.
"Oh begitu.." ucap Shi Yoon datar.
"jatuh ya ke bawah, mana ada yang ke atas. Aku bosaaaan…" timpal Onew yang duduk di sebelah Kim Bum sambil meletakkan pipi sebelah kanannya ke meja.
"Hey.. kalian harus belajar yang benar! Kita harus jadi orang sukses setelah dewasa nanti! Ayo bangun onew!" Kim Bum berusaha membetulkan posisi duduk Onew agar kembali tegak, ditambah dengan tamparan kecil pada pipi onew, "Lihat! Ibu guru mengatakan bahwa gaya berbanding lurus dengan tekanan" Kim Bum membantu menuliskan rumusnya pada buku catatan Onew.
"Ah! Aku tidak mengerti! Tidak mengerti!" Onew kembali menutup buku catatannya dan menjadikannya alas kepalanya untuk tidur.
"Masa kau tidak mengerti rumus itu?" celetuk Kyuhyun dari kursi belakang Onew.
"Memang kau mengerti?" tanya Jong Ki tak percaya.
"Tentu saja!" Kyuhyun berkata sambil membelalakkan matanya agar terlihat pintar, "itu artinya kalau hidup jangan terlalu banyak "gaya" nanti yang ada hidup kita jadi banyak "tekanan". Ingat itu Kim Bum! Jangan banyak "gaya"! Aku tidak mau hidupmu jadi terasa tertekan" ucap Kyuhyun sok tahu sambil mengipas – ngipaskan buku catatannya pada wajahnya.
"Aish! Anak pabo satu ini!" Kim Bum merebut buku catatan Kyuhyun dan memukulkannya pada kepala anak pabo itu.
"Ya! Kau merusak bukuku Kim Bum – ah!" ucap Kyuhyun sambil berusaha melindungi kepalanya.
Kim Bum pun memeriksa catatan Kyuhyun dan menatapnya kesal saat melihat tak ada rumus apapun yang ia catat dari penjelasan sang guru hari ini.
"Sementara ini baca rumus yang ada di buku catatanku, aku akan mencatatkan rumusnya di buku catatanmu" ucap Kim Bum sambil menukarkan buku catatannya dengan buku catatan Kyuhyun. Sehingga, saat ini Kyuhyun memegang buku catatan Kim Bum, sedangkan Kim Bum sedang menuliskan rumus yang diberikan guru hari ini pada buku catatan Kyuhyun.
"Wah, Ki Bum-ie baik sekali" ucap Kyuhyun sumringah sambil mengelus lembut kepala Kim Bum.
"Aish! Jauhkan tanganmu dari kepalaku! Sekarang perhatikan ke depan!" perintah Kim Bum tegas.
"Oke bos!"
Saat Kim Bum menuliskan seluruh rumus yang ia ingat pada buku catatan Kyuhyun, sang pemilik buku catatan justru menggambar gedung pada halaman belakang buku catatan Kim Bum.
"Hei apa yang kau lakukan?" tanya Jong Ki yang teralih perhatiannya dengan gambaran Kyuhyun.
"Aku menggambar gedung" jawab Kyuhyun dengan wajah kekanak – kanakan.
"Gedung? Memang itu gedung apa?" tanya Jongki semakin memfkuskan matanya pada gambaran yang sedikit sulit diartikan.
"Ini gedung perusahaanku nanti, hahaha" ungkap Kyuhyun bangga.
"Oia? Gedungmu terlihat sedikit abstrak.." ungkap Jong Ki polos, "Dan tidak ada pintunya" tambah Jong Ki kembali.
"Hahaha.. Astaga aku lupa memberikan pintu! Nanti bagaimana bos Kyuhyun bisa masuk? Ya ampun.." celoteh Kyuhyun seperti anak kecil.
"Kau bercita – cita ingin menjadi bos dari gedung aneh itu?! Kau ingin memiliki perusahaan pribadi?!" tanya Jong Ki kaget.
"Tentu saja! Selain jadi penyanyi, aku ingin menjadi bos dari suatu perusahaan" ungkap Kyuhyun sambil terus menggambar, "Ah! Aku lupa memberikannya nama.. Kurasa ini nama yang bagus!" ungkap Kyuhyun puas dengan nama perusahaan yang ia tuliskan pada perusahaan itu.
"G&H Company?! Apakah itu tidak sedikit aneh?" tanya Jong Ki kembali.
"Tentu tidak! Gyu Hyun Company, wah itu sangat bagus kan Jong Ki! Kau boleh bekerja di situ nanti.." ungkap Kyuhyun sangat bahagia dengan khayalannya sendiri.
"Jangan terlalu banyak "gaya" Kyu, nanti hidupmu menjadi "penuh tekanan" ucap Jong Ki datar.
"hahaha kau membalikkan kata – kata itu padaku.. Ah tidak mempan untukku" tawa Kyuhyun, "Ya sudah sekarang giliranmu menggambar cita – citamu, ppali!" pinta Kyuhyun sambil menggeser buku catatan yang BUKAN miliknya itu.
Jong Ki pun menggambarkan cita – citanya.
"Apa ini? Bahkan gambaran milikmu lebih abstrak dari punyaku! Aku tidak dapat mengenali apa yang kau gambar jong ki hahaha" ejek Kyuhyun.
"Hei dengarkan dulu penjelasanku! Aku ingin menjadi pelukis terkenal seperti Picasso" jelas Jong Ki, "Gambar abstrak seperti ini justru bernilai sangat tinggi" ucap Jong Ki bangga.
"Benarkah?" Tanya Kyuhyun dengan wajah bingung, "Mungkin jika gambarmu seperti ini kau lebih pantas dipanggil Picachu haha" ucap Kyuhyun diselingi tawa kecilnya.
"Heh bocah tak tahu diri, bolehkah aku bertanya sesuatu? Jika memang bosan lebih baik kalian mengisi TTS dan tidak harus mencoret – coret buku catatanku bukan?!" Tanya Kim Bum sedikit kesal.
"Hey! Ini bukan coretan sembarangan Kim Bum – ie.. ini adalah gedung perusahaan G&H Company milikku nanti dan yang seperti jenggot kakekmu ini adalah lukisan dia" ucap Kyuhyun enteng sambil menunjuk teman sebangkunya, Jong Ki.
"Kyu! Lukisan seperti ini akan sangat mahal harganya nanti!" Jong Ki sudah mulai kesal dengan ucapan Kyuhyun.
"Baiklah oke oke!" Kyuhyun akhirnya menyerah, "Sekarang giliran kalian berempat untuk menggambarkan cita – cita kalian di sini, Ayo!"
-Flashback end-
.
Kyuhyun menatap halaman belakang buku catatan Kim Bum dengan seksama. Mulai dari gedung G&H Company miliknya, lukisan Picasso ala Jong Ki, Kim Bum yang ingin menjadi seorang manajer, Shi Yoon yang ingin menjadi Arsitek, dan Onew serta Hongki yang ingin menjadi agen FBI. Sungguh kedua teman terakhirnya ini agak banyak "gaya".
"Hey! Apa kau belum menyerah juga hah?! Sudah kukatakan jangan pernah datang kemari lagi!" teriak salah seorang guru padanya. "Turun kau dari sana! Kau kira kau bisa bersembunyi di atas pohon seperti itu?!"
Kyuhyun pura – pura tidak mendengar dan kembali berkutat dengan 20 soal matematika yang sebelumnya sedang ia kerjakan.
"Kau benar – benar tidak mau turun juga?! Baiklah!" sang guru itu pun mengambil selang yang terhubung dengan keran di taman belakang tersebut, "Rasakan ini! Cepat turun atau aku akan terus menyirammu seperti ini!"
"Seonsangnim, berhenti menyiramku! Buku – bukuku basah semua!" ucap Kyuhyun panic melihat buku catatan miliknya dan miliki Kim Bum basah oleh air.
.
Di dalam Kelas
Suara teriakan Kyuhyun terdengar hingga ke dalam kelas. Hal ini sudah sering mereka dengar akhir – akhir belakangan ini, karena Lee Seonsangnim yang selalu memarahinya saat melihat Kyuhyun mengintip pelajaran di dalam kelas.
"Aish! Lee Seonsangnim benar – benar!" kesal Hong Ki.
"Lihat! Sekarang dia mencoba menyiram Kyuhyun!" Ungkap Jong Ki khawatir, "apakah itu tidak terlalu berlebihan?"
Namun, di balik kekhawatiran Jong Ki, banyak siswa lain di kelas tersebut yang tertawa puas dan merasa terhibur dengan perlakuan Lee Seonsangnim pada Kyuhyun.
"Cho Kyuhyun.. Apa kau akan terus bertahan diperlakukan seperti ini?" ungkap Shi Yoon sedih melihat keadaaan sahabatnya, "Aku yang justru sudah tak tahan melihatmu seperti ini.." guman Shi Yoon.
"Aish anak ini mengganggu konsentrasiku! Tidak tahukah bahwa aku sedang serius memperhatikan guru untuk mencatatkan setiap detail kata – katanya untukmu Kyu?!" Kim Bum mulai kesal. Ia pun berdiri dan berjalan keluar kelas.
Ketika baru saja ia melangkahkan kaki keluar kelas, ada sosok wanita paruh baya dengan kulit putihnya bertanya pada Kim Bum, "Benarkah ini kelas 3-1?"
"Benar" ucap Kim Bum ketus, masih berusaha meredam emosi, "Ada perlu apa?"
"Apa kau kenal dengan Cho Kyuhyun?" Tanya wanita itu lagi.
"Kau siapa?" Tanya Kim Bum dengan cukup sopan.
"Aku.. aku salah satu keluarganya" jawab wanita itu sedikit kebingungan.
Kim Bum menatap wanita itu tajam lalu menghembuskan napas beratnya, "Akhirnya tokoh utamanya keluar juga.." gumam Kim Bum pelan.
"Nde? Apa yang kau katakan?" Tanya Nyonya Dae Hee penasaran.
"Ani.." ungkap Kim Bum, "Kau mau melihat anakmu?" Tanya Kim Bum to the point.
"Nde?!" Tanya Nyonya Dae Hee dengan muka terkejut akan pertanyaan Kim Bum.
"Anakmu, Kyuhyun, Cho Kyuhyun.. tidak ada di sini" ungkap Kim Bum penuh penekanan. Kim Bum pun menolehkan wajahnya ke arah jendela yang dapat menunjukkan suasana ricuh antara Lee Seonsangnim dan Kyuhyun. Nyonya Dae Hee pun turut menolehkan kepalanya mengikuti tatapan mata Kim Bum. Ia hanya membelalakkan matanya saat melihat perlakuan sang guru yang semena – mena pada anaknya.
"Anda kaget? Terkejut? Anda bahkan tidak pernah tahu bahwa banyak perlakuan semena – mena lainnnya yang ia terima karenamu.." ucap Kim Bum sinis, "Jadi lebih baik singkirkan ekspresi terkejutmu itu, karena hal itu tidak dapat memperbaiki apapun" ucap Kim Bum semakin sinis.
Kim Bum pun segera pergi melangkahkan kakinya menjauh dari Nyonya Dae Hee. Dengan langkah ragu, nyonya Dae Hee mengikuti langkah Kim Bum menuju tempat di mana sang anak berada.
.
Di Taman Belakang
"Baiklah aku akan turun! Jadi berhentilah menyiramku!" teriak Kyuhyun dari atas pohon, "Aish! Bukan hanya bukuku yang basah.. Buku Kim Bum juga basah.. Bagaimana ini?!" ucap Kyuhyun panik sambil terus berusaha melindungi buku – buku tersebut dari cipratan air.
"Kalau begitu, cepatlah turun! Dan segera tinggalkan sekolah ini!" teriak Lee Seonsangnim dengan tegas.
"Arasso.. Tapi bagaimana caranya seonsangnim?" Kyuhyun terlihat kebingungan dan sedikit ketakutan.
"Mwo? Bagaimana bisa anak sepertimu menanyakan cara turun dari pohon kecil seperti ini huh?!" Ucap Lee Seonsangnim kesal.
"Arra.. arra.. Tapi sebaiknya seonsangnim sedikit menjauh.." ucap Kyuhyun dengan wajah takut. Ia mungkin bisa naik ke atas pohon dengan tanpa masalah, tapi untuk masalah turunnya mungkin tidak terlalu mulus.
BRUK!
"Aw.. appo.." Ucap Kyuhyun sambil meringis kesakitan pada bagian kaki kirinya.
"Rasakan! Sekarang cepat pergi tinggalkan sekolah ini sebelum kepala sekolah yang langsung turun tangan untuk menangani kenakalanmu!" ucap Lee Seonsangnim sambil meremas – remas buku catatan Kim Bum.
"Seonsangnim! Buku itu bukan milikku! Jangan kau rusak seenaknya!" ucap Kyuhyun dengan wajah menahan amarah.
Lee Seonsangnim hanya diam saja dan melemparkan buku tersebut ke wajah Kyuhyun. Kyuhyun hanya terdiam seiiring kepergian sang guru. Ia menatap buku catatannya dan Juga Kim Bum yang sudah tak karuan bentuknya.
Tiba – tiba tangan putih panjang mengambil kedua buku tersebut dan mendekatkannya ke wajah Kyuhyun.
"Ini.." ucapnya dingin. Kyuhyun mengambil buku tersebut dengan ragu tanpa mau menatap kedua mata orang tersebut.
"Sudah kukatakan untuk berhati – hati saat turun.. Anak nakal sepertimu terlihat aneh saat tidak bisa turun dari pohon rendah seperti itu" suara itu mulai melembut.
"Mianhe.." ucap Kyuhyun pelan, "Mianhe.. buku catatanmu rusak. Aku akan memperbaikinya.." ucap Kyuhyun kembali.
"Hmm.. Aku dapat melihatnya dengan sangat jelas" Kim Bum terlihat sedih melihat buku catatannya yang memprihatinkan, "Oh! Apakah halaman belakangnya juga rusak?!" wajah Kim Bum mulai terlihat panik.
"Apakah ini yang kau maksud?" Kyuhyun mengeluarkan secarik kertas dari saku celananya.
"Hah?! Kau merobeknya?!" Tanya Kim Bum lebih panik.
"Aku hanya tidak ingin halaman ini terkena cipratan air dan luntur, jadi sengaja aku robek dan disimpan di sakuku.." ucap Kyuhyun sedikit merasa bersalah.
"Ah.. kau benar juga.." Kim Bum menganggukkan kepalanya pelan.
"Ini bahkan lebih berharga dari catatanmu.." Celetuk Kyuhyun pelan sambil membersihkan buku catatannya yang kotor oleh tanah.
"Kau masih ingin meraihnya kan?" tanya Kim Bum hati – hati.
"Entahlah.." jawab Kyuhyun dengan mata sayu.
"Wae?!" Kim Bum terlihat kaget dengan jawaban Kyuhyun, " Sudah kukatakan berulang kali padamu, kalau masalah biaya yang kau khawatirkan, aku akan membantumu membayarnya! Aku bahkan akan mencoba berbicara dengan kepala sekolah untuk tetap mempertahankanmu Kyu.. Izinkan aku membantumu.." Kim Bum terlihat frustasi.
"Semua menjadi lebih sulit bagiku sekarang ini.. Entahlah.." Kyuhyun menghembuskan napas lelahnya.
"Ada apa denganmu Cho Kyuhyun?!" Kim Bum mencengkram kerah seragam Kyuhyun dengan wajah penuh emosi, "Apa kau Cho Kyuhyun yang kukenal? Di mana temanku yang pantang menyerah?! Kenapa kau jadi menyedihkan seperti ini?! WAE?!" Kim Bum benar – benar terlihat kecewa dengan perkataan Kyuhyun.
"Menyedihkan? Ya, memang benar.." Kyuhyun menjawab dengan enteng.
"Mwo?!" Kim Bum melepaskan cengkramannya dari kerah Kyuhyun dan menggeleng tidak percaya, "Kau bukan Cho Kyuhyun yang kukenal.." terlihat mata Kim Bum mulai memerah karena rasa kecewanya.
"Benarkah? Lalu seharusnya apa yang akan dilakukan "Cho Kyuhyun yang kau kenal" itu?" tanya Kyuhyun tanpa tenaga.
Kim Bum hanya terdiam dan mengusap pipi nya yang sudah basah oleh air mata secara kasar, seolah – olah orang di hadapannya ini sudah tidak pantas untuk ditangisi.
"Kyuhyun yang kau kenal dulu hanya bisa berkhayal dan bermimpi.." ucap Kyuhyun datar, "Tapi, Kyuhyun yang ada di hadapanmu saat ini sudah mulai mengerti bahwa kehidupan yang sebenarnya terlalu mengerikan untuk mencapi mimpi itu" Kyuhyun juga sudah mulai meneteskan air matanya. "G&H Company? Haha.." Kyuhyun tertawa dengan air mata yang terus menetes dari kedua matanya.
"Kau mengatakan bahwa kau ingin memiliki perusahaan sendiri bersama appamu seperti hyung Hyundai mu itu agar eomma mu kembali padamu bukan? Kau masih menginginkan eomma mu kembali bukan? Jadi tetaplah berusaha mewujudkannya, Kyu.." Kim Bum terlihat sedikit memohon.
"Dulu aku berpikir bahwa aku dapat membangun perusahaan sendiri yang lebih besar dari Hyundai, memiliki banyak uang, berpakaian bagus, dan dikenal banyak orang karena kekayaanku. Dengan begitu eomma akan berpikir untuk kembali padaku dan appa.." Kyuhyun terlihat menerawang meraungi khayalan yang terlalu mustahil baginya.
"Lihat! Kau punya alasan kuat untuk meraih cita – citamu! Raih itu Cho Kyuhyun!" Kim Bum kembali berteriak.
"Kau salah.." bisik Kyuhyun, "Yang baru saja kuutarakan bukanlah sebuah alasan, tapi sebuah mimpi. Dan aku semakin menyadari bahwa mimpi itu tidak akan terwujud. Eomma ku tidak akan pernah kembali Kim Bum – ah.."
"Lalu kenapa kau masih bersikeras ke sekolah dan menaiki pohon bodoh ini jika kau merasa mimpimu itu sudah tidak mungkin?! Kau pasti masih memiliki sedikit harapan bahwa itu akan terwujud bukan?! Aku yakin kau pasti punya, Iya kan Kyu?!" Kim Bum mencoba mencari jawaban dari wajah Kyuhyun.
"Alasanku kemari sekarang berbeda.." ucap Kyuhyun pasrah, "Saat ini, aku setidaknya ingin menjadi orang berguna yang dapat menghasilkan uang. Dengan begitu, aku dapat membelikan appa baju dan sepatu yang bagus. Aku ingin appa dapat merasakan bagaimana dipandang sebagai seseorang yang pantas dihormati.. Selama ini, dia sudah terlalu sering diremehkan oleh banyak orang" ucap Kyuhyun terlihat semakin sedih.
"Kyuhyun – ah.." Kim Bum terlihat sangat sedih dengan ucapan temannya.
Kyuhyun mulai menatap Kim Bum lekat, "Berpikirlah secara realistis Kim Bum-ah.. Kyuhyun yang ada di hadapanmu saat ini dikeluarkan dari sekolah, dianggap sebagai pembohong besar, dibenci banyak orang bahkan oleh ibu kandungnya sendiri, dan bahkan sebagai informasi baru untukmu, aku sudah resmi dikeluarkan dari Super Junior.. Lusa adalah penampilan terakhirku" ucap Kyuhyun dengan wajah lelah.
"M..mwo?" Kim Bum semakin shock.
"Sekarang apa yang kau harapkan untuk dilakukan oleh "Kyuhyun yang kau kenal" itu?" tanya Kyuhyun tak bertenaga, "Tertawa lepas seakan – akan tidak terjadi apa – apa? Menemani kalian bermain aksi laga setiap pagi tanpa ada rasa malu? Terus tersenyum bahkan saat dihukum berlari lapangan karena lupa mengerjakan PR? Apakah itu yang kau mau lihat dariku?!" suara Kyuhyun semakin meninggi.
"Kyuhyun – ah… bukan itu maksudku.." ungkap Kim bum merasa bersalah.
"Dulu aku masih bisa menyembunyikan segala masalahku dan memasang senyum bodohku sepanjang waktu di depan kalian.." mata Kyuhyun kembali memerah, "Tapi, sekarang sudah semakin sulit Kim Bum – ah.." suara Kyuhyun sudah semakin bergetar.
"Aku tidak bisa terus memasang senyumku saat di pikiranku terus bertanya – tanya 'di manakah besok aku dan appa akan tinggal?', 'pekerjaan apa yang mau menerimaku nanti?', atau bahkan 'bagaimana aku dan appa bisa makan besok?'" Kyuhyun sudah meracau tak jelas karena panik dengan uraian air mata yang terus mengalir, "Ini terasa semakin sulit Kim Bum – ah.. Aku bahkan merasa bahwa aku akan gila" Kyuhyun menjatuhkan dirinya berlutut di atas tanah dengan tatapan kosong.
"Ani.. Kyuhyun – ah mianhe.." Kim Bum berlari memeluk sahabatnya itu dengan erat, "Aku salah Kyu.. Aku tidak tahu bahwa semuanya sudah semengerikan ini.. Mianhe.." Kim Bum turut menangis bersama Kyuhyun.
"Lepaskan.." ucap Kyuhyun mendadak dingin, "Menjauhlah dariku.. Hidup dan belajarlah dengan baik, Kim Bum – ah.."
"Mwo?! Aku sahabatmu! Dan aku tidak akan meninggalkanmu sendirian dengan berbagai situasi yang sedang kau hadapi saat ini!" Kim Bum semakin mengeratkan pelukannya pada Kyuhyun.
"Teruslah tertawa bersama Jong ki, Hong Ki, Shi Yoon, dan juga Onew.. Aku senang melihat kalian tertawa" ucap Kyuhyun kembali menangis, "Maafkan aku.. sementara waktu ini aku tidak akan bisa tertawa bersama kalian.."
"Apa yang kau katakan? Kami akan menemani setiap jalan yang akan kau pilih Kyu.. Kami akan membuatmu tertawa kembali bersama kami.." ucap Kim Bum di sela – sela tangisnya.
"Aku lelah Kim Bum – ah.. Otokhe?" Kyuhyun berbisik pelan.
"Apa yang bisa kubantu Kyu?! Apa yang bisa kulakukan untuk mengurangi kelelahanmu?! Katakan! Aku akan membantu apapun itu! Ppali!" Kim Bum mulai menatap wajah Kyuhyun lekat.
"Biar aku yang membantunya.." ucap wanita paruh baya setelah sekian lama bersembunyi di balik dinding dengan mata yang tak kalah merahnya.
Kyuhyun hanya terdiam syok tak percaya dengan kehadiran sosok yang tak pernah ia duga di sekolahnya.
"Bantu dia ahjumma.. kumohon bantu Kyuhyun.." Kim Bum memohon dengan masih berurai air mata.
"Sedang apa kau di sini?" tanya Kyuhyun dengan ekspresi dingin.
"Ayo kita ke ruang kepala sekolah Kyunie.. Biarkan eomma menjelaskan segalanya pada kepala sekolahmu" Ajak sang eomma lembut.
"Mwo? Kau sudah gila AHJUMMA?!" Suara Kyuhyun mulai meninggi.
"Eomma akan bayar segala biaya sekolahmu jadi kau akan bisa sekolah di sini kembali.. Jadi mari kita ke ruang kepala sekolah terlebih dahulu" ajak eomma sambil menarik tangan Kyuhyun yang tidak memegang buku catatan.
"Lepaskan!" Kyuhyun berteriak, "Apa yang akan kau lakukan? Membayar seluruh biaya sekolahku lalu merasa semua masalah beres dan aku bisa kembali sekolah di sini?!" Kyuhyun bertanya dengan wajah meremehkan. Sang eomma hanya terdiam menatap wajah sang anak lekat.
"Kau belum tahu pokok permasalahannya? Selain masalah biaya, mereka menganggap aku dapat mencoreng nama baik sekolah! Sekalipun aku keluar dari sekolah ini, tidak akan ada sekolah lain yang mau menerimaku! Lalu apa yang akan kau lakukan?! Mengatakan pada mereka bahwa aku adalah anak kandungmu?! Haha.. Tentu kau tidak akan melakukannya bukan? Jadi sekarang lebih baik ahjumma pergi dan tidak usah sok pahlawan membantuku.." ucap Kyuhyun penuh emosi.
"Aku akan mengatakannya.." Ucap sang eomma dengan wajah sedikit ragu – ragu.
"Mwo?!" Kyuhyun terlihat tak percaya.
.
To Be Continued
.
Wah maaf yaa baru update lagii.. Tapi udah lebih panjang kan?
Berharap masih banyak yang nunggu kelanjutan FF ini..
Ditunggu previewnya teman – temaan :)
