[ Pemilik Karakter Anime Naruto ]

[ Masashi Kishimoto ]

#Romance

#School

#Rated [ M = Dewasa ]

[ GUARDIAN ANGEL ]

BAGIAN

KEDUAPULUH'LIMA

- Sebelumnya -

"Naruto-kun, kita sudah putus..."

"Ta-tapi..."

"Maaf.."

Naruto hanya bisa diam seakan membeku dengan keputusan sepihak Hinata yang tidak jelas.

'Putus. Kata-kata itu merubah semuanya menjadi mimpi yang sekedar ilusi semata.'

- Pukul 08.30 malam -

"Pig.."

"Apalagi yang terjadi padamu heh?, apa gara-gara Uchiha bodoh itu?"

"He'em" balas Sakura.

Tring!

- Messenge -

Sai : I Love You Ino-chan.

Ino : Hoaamm...

Ino melihat layar smartphone miliknya dengan tatapan bosan. Sakura yang duduk tepat dihadapan Ino dengan ekspresi lesu.

Di cafe yang tidak jauh dari apartemen Sakura mereka berdua saling mengobrol menghabiskan waktu tepatnya Sakura menceritakan semua masalahnya dan yang dia pikirkan kepada sahabat baiknya.

"Haaaaah!, dia sampai seperti itu? Kau menyerah saja, jidat!"

"Tapi.. Aku sangat mencintainya.." balas Sakura.

"Huuh.. Aku tidak bisa bicara lagi kalau kau seperti itu.." gumam Ino.

Tring!

- Messenge -

Sai : ino-chan, aku serius..

Ino : Ooh..

"Pig, apa kau sedang sibuk?"

Mmm?, tidak ini hanya pesan nyasar.." gumam Ino, lalu dia kembali fokus dengan Sakura.

Taph.

Taph.

Taph.

Taph.

Pandangan pengunjung yang ada di cafe itu tertuju ke arah seorang pria yang kini sedang menuju arah Ino dan Sakura. Ino menelan ludah saat melihat Sai yang hanya tersenyum saat menuju ke arahnya.

Sakura menoleh ke arah yang Ino lihat. "Hmm.. Lumayan.." gumam Sakura.

"Ke-kenapa si perayu itu bisa disini?" kata batin Ino.

Sai tanpa basa-basi dengan polosnya duduk disebelah Ino dan menopang dagu dengan siku bertumpu di meja biru muda.

"Kau, kenapa bisa disini?"

"Mm.. Aku pakai Gps untuk mencarimu Ino-chan.." balas Sai.

"Gps Whattsapp ya?" gumam Sakura.

"Mm.." sahut Sai.

Ino melihat Sakura dengan serius.

"Jidat, apa maksudmu?"

"Pig, apa kau tidak tau kalau di Whattsapp bisa mencari lokasi tempat teman yang ada di kontak?"

"Sial.. Aku tidak tau.." gumam Ino sembari melirik Sai.

"Dia penguntit pro.." kata batin Ino.

Dengan perasaan canggung Ino masih berusaha mengobrol dengan Sakura. Dan mengabaikan kehadiran Sai yang sedang fokus melihat ekspresi Ino.

Sai membimbing Ino agar melihat ke arahnya dan menyingkirkan helaian rambut pirang pucat yang menutupi sebelah mata Ino.

"Benar-benar cantik," gumam Sai sembari mendekatkan jarak wajahnya.

Degh.

Sakura yang melihat kejadian yang terbilang romantis namun didepan umum itu membuatnya malu sendiri, sementara Ino hanya diam seakan luluh dengan perbuatan Sai Shimura.

"Hey! Kalian berdua jangan ciuman disini!" teriak pengunjung cafe. Dan Sai menghentikan apa yang dia lakukan.

Taph.

Taph.

Taph.

Taph.

"Pig!" teriak Sakura memanggil saat Ino langsung pergi dari tempat duduknya.

"Ino-chan lari lagi," gumam Sai.

Hey, kau keterlaluan itu tadi kelewatan bikin malu" ucap Sakura dengan tatap tegasnya ditujukan terhadap Sai.

"Mmm, apa iya.." balas Sai.

Ino menghentikan langkahnya saat tadinya berlari keluar dari cafe dan sampai didekat halte.

Ino melihat kontak pesannya yang sama sekali belum ada balas satupun sejak kemarin.

"Bakka.."

Ino mengotak-atik menu yang ada di aplikas Whattsapp dan menemukan untuk mencari lokasi teman kontaknya.

"Heehh.." gumam Ino terkejut.

Tring!

- Messenge -

Sai : Ino-chan, maaf soal kejadian tadi.

Ino : brengsek kau!

- Pukul 09.03 malam -

Ino menyetop taksi yang dia lihat. Ino memutuskan untuk kembali ke apartemen dan memilih untuk menyendiri saja. Dalam pikirnya hanyalah kapan Naruto pulang? Apa yang dia lalukakan dan apa dia berhasil membujuk Hinata agar kembali ke Konoha?

Saat didalam taksi, Ino hanya membalas pesan dari Sakura yang terus menanyai keadaannya. Sakura sangat tahu bahwa Ino memiliki perasaan khusus terhadap Naruto sejak SMA namun hingga sekarang selama tujuh tahun mereka lulus dari SMA. Ino sama sekali tidak pernah menerima balasan apapun dari Naruto yang memanglah sangat mencintai Hinata Hyuuga.

Ibarat yang sangat menyakitkan ketika yang kita 'cinta' sedang mencintai oranglain. 'Cinta' yang bertepuk sebelah tangan tidak terbalaskan dan dianggap sebagai teman sangatlah menyedihkan apalagi mencintainya dengan cara menunggu selama itu ditambah lagi mendapat penolakan secara tidak langsung.

Berjuta kali bersikap biasa saja dan mencoba untuk bersabar namun tiada hasilnya sangat membuat sedih tapi tekat dan niat membimbingnya agar tetap yakin dengan perasaannya cintanya itu.

Ino hanyalah wanita biasa, memiliki batas juga merasa lelah dengan cinta yang tidak jelas namun entah kenapa dia selalu bisa tersenyum dan bersikap kuat menjalani semua seakan dia tidak pernah kecewa karena cintanya terhadap Naruto seakan tidak memiliki batas.

"Jadi namanya Naruto Uzumaki?"

"Iya, jadi kau lebih baik menyerah saja.."

Sai mendengarkan cerita dari Sakura saat mereka berdua ada didalam taksi. Sai mendengar cerita tentang Ino yang awalnya tidak menyukai Naruto sampai dia mencintai Naruto. Sai hanya tersenyum tipis karena mendengar cerita itu. Sai mengingat saat dia tidak segaja bertemu dengan Ino didalam taksi tujuh tahun yang lalu.

"Jadi asal bicaraku waktu itu benar.. Dia menangis karena cinta yang tak terbalas.." kata batin Sai.

"Lebih baik kau menyerah, walaupun kau tertarik dengan Ino.." ujar Sakura.

"Kalau begini apa boleh buat, aku akan membuatnya mencintaiku." gumam Sai.

"Hah?, kau tidak menyerah?"

"Aku Sai Shimura, tidak ada kata menyerah dalam kamusku.."

"Hahaha.. Aku jadi ingat seseorang.."

"Maksudmu?"

"Ino sering bilang begitu. Aku tidak akan menyerah karena tidak ada kata menyerah dalam kamusku" ujar Sakura sembari menahan tawanya.

"Mungkin aku dan dia punya prinsip yang sama.." kata batin Sai. Saat dia melihat keluar dari balik kaca mobil taksi.

Tring!

Naruto : Ino, ada apa?

Ino : Akhirnya kau balas pesanku, kau sedang apa disana?, kabarmu baikkan bakka?

Naruto : Sangat baik..

Ino : I LOVE YOU

Naruto : Kau selalu saja...

Ino : Bakka yang tidak peka, aku mencintamu dasar bodoh kau cepat pulang!

Naruto : Aku tidak akan pulang sebelum bisa membawa

Hinata-chan kembali.

Ino : Dia selalu membuatku merasa iri...

Naruto : Aku sedang sibuk nanti ku balas lagi.

Ino : Oke, jaga dirimu Naru-kun.

Naruto : Iya, itu pasti kau juga sama jaga dirimu.

Ino : Sip.

Ino melihat layar smartphone nya dengan tatapan sayup. Bulir airmata membasahi pipi lalu dia hapus dengan punggung tangannya.

"Ganbatte Naru-kun.." kata batin Ino.

BERSAMBUNG

NEXT

BAGIAN

KEDUAPULUH'ENAM