Ia melangkah sempoyongan.
Seember cat di pelukannya pasti sangatlah berat.
Lalu ia tersandung. Keseimbangan berubah miring.
splash!
Lalu ia terjatuh.
Bersamaan dengan warna merah yang mewarnai hamparan mawar putih.
Ember besi menggelinding.
Telah kosong dari isinya.
Di tengah-tengah kebun mawar merah ini,
Atropa akan menggelar perjamuannya.
[this is my happy banquet
only my loved one can dance
though only Belladona his company
this is my happy banquet
though only Scorpius is smiling]
...oooo..oo...ooo...oo...
.
.
ATROPA MALFOY
the 25th banquet of the bloody birdcage
celebrated for
: the losers
[para pecundang]
Rozen91
Harry Potter © J. K. Rowling
.
.
...oooo..oo...ooo...oo...
xxx
Daun-daun kurus pohon cypress berjatuhan di musim gugur. Berwarna kuning dan memenuhi tanah. Di pelataran manor Malfoy, di bagian belakang yang lurus ke arah barat, pohon-pohon itu tumbuh besar di sana. Dari arah ruang baca, jika melongok ke jendela di saat matahari terbenam, maka orang-ornag akan mendapatkan pemandangan yang indah kala pohon-pohon itu tampak berdiri di depan matahari yang berwarna jingga.
Atropa Malfoy dikuburkan di sana. Di tanah yang tak pernah diinjaknya. Di suatu tempat yang hanya pernah ia lihat dari jendela ruang baca. Di suatu masa yang telah berlalu, di suatu hari yang tinggal menjadi kenangan. Di hari-hari ketika ia mengingat-ngingat tentang ibunya, dihari-hari ketika ia mendambakan cinta ayahnya. Banyak hal yang tertinggal bagaikan video kuno berwarna sepia. Scorpius-nya yang kini telah menjadi penggantinya. Tidak akan pernah melupakan siapa kakak tirinya. Sudah tahu apa yang harus ia lakukan dengan kebaikan hatinya terhadap dunia.
Di dalam hati mungkin Atropa Malfoy meminta maaf atas beban yang telah ia letakkan di pundak adik tirinya yang tersayang. Atau mungkin dia memang sudah merencanakan agar seluruh kerja kerasnya terbayar dengan Scorpius yang dihormati oleh seluruh masyarakat. Dilindungi dan dipuja-puja sebagai anak perdamaian yang baru. Entahlah. Gadis berambut putih yang kadang mengulas senyum tulus itu tidaklah mampu ditebak seperti apa perasaannya. Karena itulah, kemungkinan adalah dua-duanya.
Dan akan sangat disayangkan, dulu Atropa membayangkan kesedihan ketika adik tirinya beranjak dewasa. Sebelum kembali menjadi 'sesuatu yang tidak pernah ada', Atropa Malfoy pernah berharap agar Scorpius masih bergantung padanya, jadi ia bisa memanjakannya hingga saatnya ketika seekor anak burung harus belajar terbang—terpisah dari induknya. Akan tetapi, semua yang ia sebabkan hanyalah kesedihan di raut wajah yang begitu belia. Kala itu adalah masa yang tidak begitu menyenangkan. Namun, sedikit kebaikan dan senyum sangat berarti. Suatu saat nanti, dia pernah berpikir, Atropa dan Scorpius akan bahagia selamanya. Mungkin bukan di dunia ini. Mungkin di dunia yang berbeda.
[mimpi yang penuh harapan. Tidak mungkin terjadi. Tapi, semua orang bisa berimajinasi. Bisa bermimpi.]
Ketika menjejakkan kaki di jalan setapak yang dipenuhi tanaman-tanaman anggur yang ditopang oleh tiang-tiang yang dibentuk horizontal dan vertikal di atasnya, di saat itu Harry Potter mungkin mengingat keputusan apa yang sudah ia ambil. Semuanya telah berakhir dengan bencana. Tetapi, semua pengorbanan diperlukan. Dan mungkin hanya sebagian orang yang bisa melihat sesal dan duka serta rasa bersalah yang tampak di sorot matanya tatkala ia menolehkan wajah, memandang matahari yang terbenam di arah barat. Pohon cypress punya cerita tersendiri yang saling mereka bisikan terhadap satu sama lain. Tidak tentu apakah Harry Potter akan mengingat bahwa keputusan awalnya telah menjadi sulur-sulur anggur yang menjalar tanpa henti. Pastinya dia akan mengingat bahwa dulu...seharusnya ia tidak mengusulkan ide yang kini hanya membawa kesengsaraan pada seorang anak yang berujung pada kematian.
["Orang dewasa itu menyedihkan. Sangat menyedihkan. Mereka memutuskan sesuatu, kemudian menyesalinya."]
Lalu Pansy Krum bertanya pada dirinya sendiri, apakah dia terlalu naif? Apakah dia terlalu membutakan hatinya? Ia tahu bahwa Atropa Malfoy sangat terluka, namun ia hanya bisa menyodorkan kata-kata penghibur. Kalau seandainya ia berusaha lebih keras, apakah hati Draco bisa luluh untuk mencintai Atropa?
Bunga Hortensia itu terselip dari genggamannya.
Lalu Ginny Potter bertanya pada dirinya sendiri, kalau seandainya dulu ia berusaha lebih keras, apakah hati Hermione bisa luluh untuk mencintai Atropa Malfoy?
Bunga mawar itu sudah lama terselip dari genggaman semua orang.
["Hari-hari yang tidak bisa dikembalikan. Mereka mulai berandai-andai. Setelah memutuskan sesuatu, mereka mulai menyesalinya."]
Ada juga orang-orang yang tidak menyangka bahwa semuanya akan berakhir seperti ini. Kemudian mereka bertanya tentang umur yang terlalu muda untuk menjadi kawan Malaikat Kematian. Mereka membayangkan bahwa waktu masih sangat panjang untuknya. Kedua kakek dan nenek Malfoy-nya menyadari betul bahwa mereka telah kehilangan, tidak menyangka akan merasa demikian. Karena bagaimanapun juga, Atropa Malfoy adalah Malfoy yang sempurna (sekaligus tidak sempurna di saat yang bersamaan). Lalu Astoria tahu bahwa ia dan anak tirinya tidaklah dekat. Tampak bagai orang asing walaupun dia mencoba untuk menjadi teman dekatnya. Ada batasan yang tidak bisa dilewati dan Atropa Malfoy akan terus memunggunginya. Karena itulah, ia hanya bisa berbelasungkawa dan menggumamkan terima kasih atas apa yang sudah berikan pada adiknya. Kemudian ada juga orang-orang yang datang sebagai teman dan sahabat, berkata bahwa mereka sangat kehilangan sosok teladan yang penuh wibawa dan kesantunan. Ada juga mantan-mantan guru yang mengingat-ngingat tentang prestasi dan afeksinya terhadap sekolah dan pendidikan. Kalau diingat lagi, hari itu semua orang yang mengenal dan mengaguminya sangat bersedih. Di pagi yang buram ketika jasadnya dimasukkan ke liang lahat dan bunga-bunga peony menjadi selimut dan kasurnya. Ketika jalan-jalan berkerikil telah basah oleh sisa-sisa hujan di dini hari. Daun-daun cypress yang berguguran tergenang di sana-sini.
Pagi yang dingin di musim gugur.
Langit biru ditutupi oleh awan-awan kelabu.
Suatu saat nanti kematian seorang gadis Malfoy akan dilupakan.
Kemudian mereka menolehkan wajah, memandang wajah baru yang kemudian memegang perdamaian di kedua tangannya.
Ketika melihat senyum di wajah Scorpius, maka
mereka akan mengingat gadis Malfoy itu untuk sesaat
dan selamanya.
xxx
Pria itu termangu cukup lama. Angin berhembus, meniup tirai tranparan yang membingkai jendela. Bau buku-buku tua cukup tajam menusuk hidung, Draco menjatuhkan pandangannya dan menatap lantai. Anak burung yang tersesat telah terbang ke tempat yang lebih baik. Meninggalkan sarang yang hancur dan terbengkalai.
Dengan tangan dingin itu, ia pernah membelai sayap-sayapnya yang begitu halus dan rapuh. Selimut yang ia sampirkan di tubuh yang tertidur di atas kursi. Scorpius yang mengintip dari balik pintu dan Draco yang menaruh jari di bibir. 'Jangan bilang pada siapapun.'
Sang burung kecil akhirnya melebarkan sayap dan terbang jauh. Tidak lagi bertengger di bingkai jendela. Senyum getir terkulum di bibir pria itu.
Dengan tangan dingin itu, ia pernah menuliskan kata. Mengirimkan surat terakhir yang dibawa oleh Nept sebelum ia mengembalikannya ke Austria. Tidak masalah jika anak itu mengira bahwa itu adalah surat dari Scorpius.
Pada akhirnya, burung itu terbang bebas. Beranjak dari ambang jendela di dini hari sebelum orang-orang terbangun dari mimpi yang panjang. Meninggalkannya, hingga ia bisa memandang bagaimana kebebasan itu teraih dengan kepakan sayapnya.
Sejenak tak ada yang bisa dibaca dari tatapan mata pria itu.
Apakah yang ia lihat di langit biru?
Seraut wajah yang menengadah dari kaca jendela yang terbuka.
Apakah yang ia cari di hamparan cakrawala?
Pria yang berdiri di depan jendela yang terbuka.
Dengan sorot mata yang tidak bisa diartikan.
Apakah yang tengah ia ratapi di dalam kekosongan yang melanda?
Memporak-porandakkan sarang yang telah hancur dan terbengkalai.
xxx
Wanita itu menoleh. Permata hazel memandang pada hamparan bunga-bunga yang mengelilingi taman. Menerawang di kejauhan. Terkadang ia merasa seperti sesuatu telah hilang dari genggamannya.
...Apa yang seharusnya ia genggam?
Hermione bertanya-tanya,
memandang kedua tangannya seperti seorang pengelana yang kehilangan arah.
Apakah ia harus mengikuti arah angin?
Ataukah ia harus mengikuti petunjuk bintang?
Tapi semua bintang telah jatuh dan langit telah menghitam.
Tidak ada petunjuk, kecuali mawar putih yang berserakan di bawah kakinya.
Dan peti mati yang dibelakanginya.
Semilir angin membelai rambut coklat yang terurai di punggungnya.
Wanita itu tidak bisa menoleh ke belakang dan melihat apa yang sudah hilang.
Ada satu batang mawar putih yang mencuat dari selimut tanah di rumah kaca. Satu-satunya mawar putih di sana. Sekarang sudah berwarna coklat dan berguguran. Perlahan-lahan wangi khas yang tercium berubah menjadi racun yang busuk. Satu-satunya tanaman mawar putih itu layu di dini hari sebelum burung-burung kecil bernyanyi di dahan pepohonan. Di pagi-pagi buta ia terbangun dari tidur dan berjalan dengan gaun tidurnya. Menjejakkan kaki telanjang di tanah coklat yang masih basah. Menembus kabut seperti hantu. Kemudian terpaku seperti patung. Iris hazel terpatri pada kuncup-kuncup yang merunduk, mengiba di tanah.
Hermione menatap seperti pengelana yang kehilangan kompas.
Di dini hari, mawar putih yang terabaikan telah gugur dan mati.
Hingga ke akarnya.
Hermione menatap ke bawah dengan kening mengerut dalam.
Kemudian, ia menaikkan tatapannya dan menoleh
ke tempat dimana dulu
seorang anak kecil mengintip dari balik jendela.
xxx
.
.
.
Meja dengan jutaan lilin kecil di sebelah sana diperuntukkan bagi orang-orang yang akan segera melupakan dirinya.
Meja dengan bunga-bunga layu berbau busuk itu untuk menjamu orang-orang yang hanya memanfaatkannya.
Meja dengan barisan tangkai mawar hitam diatasnya itu untuk orang-orang yang terus melihat ke belakang.
Dan meja yang paling bagus hanya untuk Scorpius yang tersayang.
[milik Atropa Malfoy
perjamuan yang penuh kebahagiaan
hanya yang terkasih bisa menari
biarpun hanya Belladona sebagai pasangannya
ini adalah perjamuanku yang penuh kebahagiaan
walaupun hanya Scorpius yang menikmatinya.
Perjamuan yang sesaat
dan selamanya.]
_tamat_
author cornah! =w=
Maksud dari syair Atropa di atas adalah bahwa ia hanya meninggalkan semuanya untuk Scorpius, sehingga Score tidak akan sedikitpun merasa kehilangan. Dan dia merasa seolah kakaknya masih ada bersamanya. Karena itulah, hanya Scorpius yang bisa berbahagia setelah kematiannya. Telah disebutkan bahwa Atropa memberikan Scorpius peran di dalam masyarakat sebagai Anak Perdamaian yang baru, dengan demikian dia akan dikenal dan dikagumi sebagaimana kakaknya dulu.
Dan di chapter ini, saya ingin menegaskan bagaimana perasaan orang-orang dewasa di sekitarnya, walaupun gak semuanya, sih =w=.
sesaat: maksudnya kalau lihat wajah atau misalnya pas orang-orang membicarakan Scorpius maka mereka akan mengingat atu setidaknya mention tentang Atropa.
selamanya: selama mereka masih membicarakan Scorpius, maka pengaruh Atropa akan ada sampai seterusnya.
Bisa dikatakan bahwa, secara tidak langsung (karena Atropa rasanya sewaktu menjalankan rencananya tidak sedikitpun memikirkan niat untuk itu), inilah 'hukuman' Atropa.
Terhadap orang-orang di sekitarnya, yang sudah mengabaikan kebahagian masa kecil dan kesehatan mentalnya demi kedamaian dunia sihir. Selama mereka mengingat Atropa, maka mereka akan ingat bagaimana penyesalan karena tidak bisa menolongnya dan berhenti berusaha, kemudian membiarkannya hidup seperti itu saja. Pengen nulis tentang Ron, James, Teddy, Victoire, Luna, Blaise, Theo, Lavender, Viktor, dll,, tapi bisanya hanya yang sebagian aja,, ,
Dan setelah author cornah ini adalah alasan kenapa Draco n Hermione berbuat begitu pada Atropa,, yang dimana merupakan faktor saya menunda mengerjakan chapter ini hingga sedemikian lamanya. Coz, saya lupa alasan sesungguhnya mereka meninggalkan dan melakukan banyak hal kejam padanya (terutama Hermione, karena dia yang paling traumatik).
Terakhir, apa yang dimaksud dengan Atropa Malfoy lebih mirip Roadside Angel daripada UNBORN adalah karena 'harapan' dan 'sesuatu yang tidak bisa dikembalikan'. UNBORN berisi 'harapan', yakni kelahiran kembali Scorpius. Sementara AM dan RA berakhir dengan kematian, dan jreng everything is irreversible, tidak ada harapan bagi tokoh utama dan semuanya tidak bisa dikembalikan lagi. ,
Yosh! Big thank you for all readers that have supported this fic from the very beginning! So many readers that I'm too lazy to mention your awesome names here #slap!
Yosh! thank you for reading (and demanding the update)!
keep fabulous
=w=
Rozen91
_another Laurant in the mist—
.
.
.
.
xxx
xxx
Sedangkan meja di bawah lampu sorot itu
disediakan hanya untuk ayah dan ibunya.
Yang memandang jauh pada langit bebas.
Yang menatap lekat sepetak tanah kosong.
Padahal mereka tahu bahwa pada akhirnya ATROPA MALFOY akan mati.
Padahal mereka sudah melakukan segala macam hal untuk tidak berhubungan dekat dengannya.
Memalingkan wajah darinya.
Tidak memandangnya.
Meninggalkannya.
Padahal mereka tahu betul bahwa ATROPA MALFOY tidak akan hidup lama.
Tapi, tetap saja...kenapa?
Apa artinya kehampaan di dalam hati ini?
Padahal mereka tahu betul kematian itu akan terjadi.
Akan tetapi, kenapa...
...Ah,
the losers of the bloody birdcage's happy banquet.
(pecundang dari perjamuan bahagia sangkar burung yang terkutuk)
