ONLY MINE

.

.

Park Chanyeol adalah seorang CEO di Park Enterprise, ia juga seorang pimpinan mafia sangat kejam dan berhati dingin yang hanya menginginkan kekuasaan dan uang lebih. Ia sangat cerdik dan teliti dalammengamati orang-orangnya, satu kali kesalahan dan kau pasti akan dipecat. Tapi semua berubah saat seorang laki-laki mungil berambut brunet tidak sengaja menubruk seorang Park Chanyeol. Setelahnya Chanyeol sadar kalau ia membutuhkan satu hal lagi dalam hidupnya— yakni Byun Baekhyun.

.

.

Original Story

By applepie12

www asianfanfics com/story/view/1126743/only-mine-angst-fluff-baekyeol-kaisoo-chanbaek-baekyeol00mafia

(ganti spasi dengan titik)

..

.

SPECIAL CHAPTER

Baek membau aroma pakaian…

.

.

T/N [Baca note di bawah ya. Ada voting disana]

.

"Byun Baekhyun! Ya Tuhan! Apa yang sebenarnya kau lakukan?" Chanyeol memarahinya sambil berjalan ke arah ruang tengah—uhh bisakah ruangan itu disebut demikian?

Disana, Baekhyun dengan topi berbentuk harimau di kepalanya dan juga syal merah terlilit beberapa kali di lehernya sampai hampir menutup separuh wajahnya, sedangkan tubuhnya terbungkus dalam selimut tebal berbulu.

Satu kantong keripik rasa BBQ dan sekaleng soda terletak di pinggiran meja kecil berbentuk persegi di depannya—kalengnya hampir jatuh. Dan juga TV yang menampilkan tayangan Spongebob sedang tertawa terbahak dan Patrick yang berlarian mengejar ubur-ubur.

Baekhyun sedikit terlonjak dari sarang yang dibuatnya dan menjawab pertanyaan Chanyeol,

"Aku menonton TV." Ia lalu menatap kembali pada layar TV yang ditontonnya.

"NO. Berhentilah bermalasan dan lakukan hal produktif." Chanyeol mendecih sambil mengambil kantong keripik yang sudah dibuka si brunet. Ia juga membersihkan remahan keripik di sekitar tempat itu.

"Masih ada remahan di pojok itu." Baekhyun berkata sambil menunjukkan tempat yang dimaksud, sementara Chanyeol dengan cekatan membersihkannya. Si giant lalu mengerang kesal saat menyadari peran mereka yang telah tertukar.

Sambil menyisir rambutnya ke belakang dengan jarinya, Chanyeol langsung mengambil bungkus keripik yang sedang dimakan oleh Baekhyun. Si mungil langsung mendongak dan menatap tajam padanya sambil bertanya-tanya. Kenapa kau melakukan ini padaku?

..

.

"Aku akan keluar sebentar, dan saat aku kembali sebaiknya ruangan ini sudah bersih dan semacamnya." Chanyeol menyelesaikan perkataannya setelah selesai membenarkan dasinya dan membuka pintu keluar mansion.

Sambil menghela nafas, Baekhyun keluar dari selimut yang membungkusnya dan berdiri dari tempatnya sambil merenggangkan otot-otot tubuhnya, sambil terus menguap mengantuk.

Ia memutuskan untuk memberesi barang yang terbesar terlebih dulu—yakni selimut. Setelah menyatukan kedua sudut selimut dan melipatnya dengan rapi, ia lalu naik ke lantai atas menuju kamar Chanyeol untuk meletakkan selimut itu pada tempatnya.

Baekhyun berjalan disekitar kamar mencari tempat yang pas untuk meletakkan selimut itu, ia lalu memutuskan untuk meletakkannya ke dalam lemari pakaian Chanyeol yang sangat besar. Ia baru saja akan keluar, tapi kemudian satu pakaian berwarna biru langit memikat Baekhyun.

Baju itu terlihat sangat rapi tanpa kerutan dimanapun, sebuah kemeja yang terkancing rapi sampai atas terpampang indah di lemari itu. Perlahan ia mengusap pelan kain itu dengan jemarinya dan merasakan betapa lembutnya bahan baju itu.

Baekhyun tidak tau mengapa ia melakukannya, ia mendekatkan wajahnya pada baju itu dan mulai menghirup aroma baju itu. Ia merona saat menyadari aroma khas Chanyeol bercampur dengan aroma lembut kain.

Saat itu juga ia langsung mendapatkan sebuah ide, dengan bantuan kursi kecil ia lalu menurunkan baju itu dari gantungannya. Sambil tersenyum lebar ia memasukkan pakaian itu melalui kerah leher ke kepalanya, ia lalu memasukkan kedua lengannya pada lengan kemeja.

Walaupun lengan kemeja itu terlihat terlalu panjang untuknya sampai membuat tangannya tenggelam dalam kemeja itu dan hanya menyisakan ujung-ujung jarinya saja. Ia terlihat seperti seorang anak kecil yang memakai kemeja ayahnya.

Panjang kemeja itupun juga mampu menutup tubuh Baekhyun sampai bawah pantatnya, sedangkan kerah leher kemeja itu menampilkan tulang selangka indah si mungil.

Anehnya ini membuat Baekhyun senang, rasanya seperti Chanyeol tengah bersamanya. Memeluknya, menciumnya, dan menggenggamnya.

Dengan itu, Baekhyun lalu berjalan di sekitar kamar dan mengambil beberapa pakaian dan menumpuknya diatas tubuhnya—membuatnya puas dengan aroma manly khas Chanyeol disana.

Sekitar seperempat dari isi lemari pakaian telah tercecer tidak beraturan di lantai dengan tumpukan acak atau berada di pelukan Baekhyun yang tengah asyik mencium aromanya.

Baekhyun terlalu asik disana dan tidak menyadari suara ceklekan kunci di pintu, langkah kaki, ataupun protesan kesal yang terdengar dari seorang yang berpostur tinggi dan berjalan ke arah lantai atas.

Chanyeol berdiri membeku disana dengan ikatan dasi yang sudah longgar, rambut tersisir ke belakang dan kernyitan alis di wajahnya saat ia menemukan tumpukan besar pakaiannya berantakan dengan kancing kemeja yang sebagian besar telah terbuka.

"BYUN BAEKHYUN!" Chanyeol membentak marah ke arah Baekhyun yang masih memakai kemeja biru langit miliknya.

"APA YANG KAU LAKUKAN? WHAT THE F***! Aku mengharapkan ruang tengah bersih, bukan malah mansion yang hancur berantakan saat aku datang!" Chanyeol membentaknya benar-benar marah saat melihat tumpukan bajunya yang berantakan dengan susunan warna yang tentunya sama berantakannya.

Ia berniat membentak Baekhyun lagi, tapi saat ia melihat si brunet meremas lengannya tanpa sengaja sambil menunduk tidak berani menatapnya, Chanyeol lalu berdehem sejenak untuk mencairkan suasana dingin disana. Dan taunya ia malah makin membuat Baekhyun terkejut.

"M…ma..af. Aa…aku membuat masalah. A..ak.." Dengan itu, Baekhyun makin menunduk malu dan sangat menyesali perbuatannya. Kali ini ia melakukan hal berlebihan.

"Ba…baiklah. Berdirilah." Chanyeol memerintahnya sambil berjalan medekat dan menarik berdiri Baekhyun. Tapi si brunet masih setia menundukkan kepalanya.

"Aku akan membersihkan semuanya." Baekhyun berkata pelan dan bergegas mengambil tumpukan baju disana untuk digantungkan di lemari lagi.

"Tunggu. Baekhyun, apa yang sebenarnya akan kau lakukan dengan baju-baju ini?" Chanyeol menanyainya saat ia menyadari betapa sempurnanya Baekhyun memakai kemeja birunya.

Baekhyun terkejut mendengar pertanyaan itu, ia langsung berfikir keras mencari alasan yang masuk akal.

"Mmm… A… aku akan memberikan udara segar pakaian-pakaian ini diluar lemari." Baekhyun berkata cepat.

"Dengan menumpuknya?" Chanyeol menanyainya sambil berjalan mendekat kearah Baekhyun yang sedang menata pakaiannya.

"Y…ya, kudengar pakaian baiknya sesekali diangin-anginkan." Baekhyun menjawabnya.

"Dan… kenapa kau memakai kemejaku?" Chanyeol menayainya dengan penuh curiga sambil perlahan mengusap bahu si brunet dan membenarkan kemejanya di Baekhyun.

Baekhyun terkejut saat menyadari sentuhan itu.

"Aku kedinginan."

Chanyeol sama sekali tidak mempercayainya sambil terus mengusap bahu si mungil.

.

.

.

Chanyeol's Pov

Aku sangat bersemangat untuk pulang kerumah dan mengajak Baekhyun ke suatu tempat, tapi semangatku langsung hilang saat aku masuk ke ruang tengah dan disana masih sangat berantakan.

Suara kikikan membawaku berjalan ke lantai atas sambil kulonggarkan ikatan dasiku; aku merasa sangat kesal.

Saat aku sampai di ruangan itu, pintu lemari pakaian nampak terbuka lebar. Sambil menyisir kebelakang rambutku, kemarahanku makin menjadi saat aku menemukan pemandangan di depan mataku.

"BYUN BAEKHYUN!" aku membentak dan satu kepala mungil dengan surai cokelat muncul dari tumpukan-tumpukan pakaian di sana.

Dengan kesal, aku berjalan mendekat ke arah Baekhyun dan aku tidak bisa mengendalikan emosiku.

"APA YANG KAU LAKUKAN? WHAT THE F***! Aku mengharapkan ruang tamu tengah bersih, bukan malah mansion yang hancur berantakan saat aku datang!"

Semuanya terlihat sangat berantakan di karpet lantai seolah terkena badai tornado, kesabaranku makin menipis dari waktu ke waktu.

Aku berniat membentaknya lagi, tapi melihat kepalanya menunduk dengan mata puppynya yang melengkung ke bawah serta satu tangannya tidak sengaja meremas tangannya sendiri membuatku menghela nafas berat. Kemarahanku sebelumnya langsung menghilang dan tergantikan dengan kekhawatiran dan rasa bersalah.

Apa aku terlalu kasar padanya?

Sebelum aku memikirkannya jauh lebih dalam, Baekhyun terlebih dulu menyelaku.

"M…ma..af. Aa…aku membuat masalah. A..ak.." Ia berkata terbata dan terdengar ketakutan, juga menyesal—membuatku menyesal juga.

"Ba…baiklah. Berdirilah." Aku memerintahnya dan membantunya keluar dari tumpukan pakaian disana, tapi ia masih menunduk sedangkan aku merasa makin bersalah.

"Aku akan membersihkan semuanya." Baekhyun berkata sangat pelan dan aku hanya mengangguk menanggapinya. Ia mulai merapikan pakaian disana.

Setelah beberapa saat, aku mulai penasaran kenapa ia menumpuk-numpuk pakaian menjadi berantakan seperti ini, pastilah ada alasannya.

"Tunggu. Baekhyun, apa yang sebenarnya akan kau lakukan dengan baju-baju ini?"

Kemeja biruku benar-benar terpakai sempurna di tubuh Baekhyun, dan seketika itu juga imajinasi-imajinasi cantik muncul di pikiranku.

"Mmm… A… aku akan memberikan udara segar pakaian-pakaian ini diluar lemari." Baekhyun menggumam sambil merona, tatapannya mengarah ke sana sini tapi tidak berani menatapku. Mencurigakan.

"Dengan menumpuknya?" aku menanyainya sambil mendekat padanya sedangkan ia terus melanjutkan pekerjaannya.

"Y…ya kudengar sesekali baiknya mengangin-anginkan pakaian diluar lemari." Baekhyun menjawab.

"Dan… Kenapa kau memakai kemejaku?" Aku menanyainya lagi sambil mengusap dan membenarkan kemejaku di bahunya. Kurasakan kain bajuku di lengan Baekhyun. Aku tau Baekhyun terkejut dengan sentuhanku, sebelum menjawab pertanyaanku.

"Aku kedinginan." Ia menjawab santai seolah itu adalah jawaban paling masuk akal.

Bagaimana mungkin kemeja biruku bisa membuatnya hangat.

Aku tidak begitu mempercayainya, aku mengusap pelan bahunya sebelum aku teringat sesuatu.

Aku tersenyum miring sebelum keluar dari kloset pakaian dan Baekhyun nampak menghela nafas lega saat aku berjalan keluar dari sana.

..

.

Aku lalu duduk di meja kerjaku dan memasukkan password pada komputer disana. Beberapa gambar kecil muncul di layar. Aku segera memutar ulang kejadian yang terekam di cctv dua puluh menit yang lalu. Tepat sesaat sebelum Baekhyun masuk ke lemari pakaian.

Sambil menyangga daguju dengan satu tanganku, aku memperhatikan rekaman saat Baekhyun meletakkan selimut di pojokan dan akan keluar dari sana sebelum ia tiba-tiba berhenti di deretan pakaianku yang tergantung disana.

Ia lalu menyentuh kemeja biruku dengan jemarinya—kemeja biru yang sekarang masih dipakainya. Satu senyuman tercetak di wajahnya saat ia merasakan kemejaku di jarinya. Hal selanjutnya sangat mengejutkanku, disana nampak Baekhyun yang mendekatkan wajahnya pada kemejaku dan menciumnya.

Selanjutnya, ia berbalik dan menngambil kursi pendek disana. Ya, dia sering mengeluh karena tidak bisa mengambil gantungan bajuku tanpanya.

Ia lalu menegakkan badannya dan perlahan mengambil kemejaku sebelum ia menciumnya lagi dan memakainya. Aku terkikik pelan saat melihat lengan kemejaku terlalu panjang untuknya. Ia lalu mengayun-ayunkan lengan kemejaku yang lain dan mengambilnya satu persatu dari gantungan.

Aku mengernyit saat ia mulai menumpuk pakaianku dan meletakkannya di tubuhnya sambil terus menciuminya.

Baekhyun terkikik senang sebelum aku muncul disana. Selanjutnya aku mematikan komputerku saat kudengar rekaman dimana aku membentaknya.

Perlahan, aku berdiri dari kursiku dan berjalan kembali ke lemari pakaian sebelum memeluk Baekhyun. Ia langsung membeku di tempatnya dengan tangannya masih menggenggam pakaian yang akan digantungnya.

Ia sedikit menggerakkan lengannya sebelum aku berbisik padanya,

"Kenapa kau tidak bilang padaku?"

Baekhyun menghentikan pergerakannya sebelum mengintip menatapku dengan poutan di bibirnya sambil bertanya,

"Apa yang tidak kuberitahukan padamu?"

Sambil mengamatinya lebih dekat, kulihat rona di wajahnya. Jarak wajahku dengannya hanyalah beberapa centimeter saja.

"Aku tidak keberatan." Aku berbisik pelan.

"Chanyeol, aku tidak paham deng…." Baekhyun akan bertanya lagi sebelum aku menyelanya.

"Hirup aromaku. Cium aromaku semaumu." Aku menyeringai saat kernyitan di dahinya berubah menjadi ekspresi terkejut dan malu. Sementara matanya membola lucu dan ekspresi terkejut meluncur dari bibir cantiknya.

"Aku tidak keberatan." Aku mengatakannya lagi saat aku melihat Baekhyun menatapku dengan tatapan kosong.

"Ti…tidak, aku tidak." Ia mencoba menyangkal dan aku makin mengeratkan pelukanku untuk meredam sangkalannya.

"Berhenti menyangkal, tidak ada gunanya." Aku menjawabnya sebelum meniup main-main telinganya.

"A…aku janji tidak akan melakukannya lagi." Baekhyun menjawabku dengan malu-malu dan menyesal.

"Hei, sudah kukatakan aku tidak keberatan. Baekhyun, cium aromaku semaumu." Aku menjawabnya sambil tersenyum.

"Kau seharusnya tidak mengetahui ini." Ia bergumam pelan masih kebingungan bagaimana caraku mengetahui hal itu.

"Kau sungguh menggemaskan." Aku keceplosan sambil memeluknya erat.

Yang mengejutkan, Baekhyun tidak lagi merona saat aku menunduk dan melihatnya membenamkan wajahnya di dadaku dan menghirup aromaku.

Nampaknya dia tidak mendengarku saat ia makin mendekatkan wajahnya pada kemeja dan tubuhku. Matanya terpejam dengan bulu mata lentik yang menghiasi mata puppynya.

Beberapa baju yang tadi masih ada di tangganya telah tergeletak terlupakan di lantai. Aku lalu mengambil langkah mundur, dan ia mengikuti langkahku dengan melangkah ke depan. Akupun terkekeh melihatnya.

Aku mengusap rambut di samping kepalanya saat ia berayun perlahan di tubuhku. Mungkin aku akan membuatnya ketagihan untuk menciumku setiap harinya.

Lalu tiba-tiba seolah sesuatu menyadarkannya, Baekhyun membuka lebar matanya dan terasa dari gerakannya—ia berniat untuk menjauhkan tubuhnya dariku.

Tentu saja aku tidak membiarkan itu terjadi. Aku memeluknya erat sedangkan Baekhyun menggumam sesuatu di pelukanku. Aku tidak mendengarnya karena suaranya teredam oleh pelukanku.

Baekkiku.

To be Continued…

.

.

.

T/N

Holla Dearris….

Special Chapter yang sweet nih…. #gemasssh

Oke, jadi transfic ini 3 chapter lagi end dan aku mau minta pendapat kalian tentang transfic selanjutnya. Aku masih bingung mau translate ff apa setelah ini. Oke aku kasih dua pilihan genre, vote ya dear.

Chanbaek fluffy romance yang sweet.

Chanbaek dark mafia dengan happy ending.

Jangan lupa vote dan see u in the next parts^^

.

.

.

#lovesign