I Chanbaek You fanfic event present
ToD
.
Chanyeol x Baekhyun
.
.
"Hyuuung... Kumohon, ganti saja hukuman nya, please!"
"Oh itu tidak mungkin adikku sayang,"
"Sudahlah Baek, terima saja hukuman mu itu, hahaha..."
"Diam kau hitam!"
"Sudah jam 10!"
"Pas sekali! 'dia' pasti ada di atap! Semangat Baek! Semoga berhasil! Ayo Kris Hyung!"
Mereka –Kris dan Kai, berlalu dengan tawa membahana dan jangan lupakan nada mengejek dari si hitam, Kai. Oh kita melupakan si mungil. Lihatlah si mungil sekarang sedang menggerutu tentang sifat kakaknya dan si hitam, Kai.
'Dasar gila mereka kira hukumnya itu mudah apa?! Dan lagi, si hitam itu sahabatku atau bukan sebenarnya?!'
Si mungil kini membalikkan badannya dengan kaki yang dihentakkan. Sepanjang lorong gerutuannya tidak berhenti. Tujuannya hanya satu, atap gedung universitasnya. Ia harus segera menyelesaikan hukuman bodohnya ini.
.
.
Kedua orang yang sedang dibicarakan oleh si mungil justru sedang tertawa keras. Yang paling tinggi berusaha meredakan tawanya.
"Kai, menurutmu apa kita tidak berlebihan pada Baekhyunie? Kau tau sendirikan bagaimana sikap ajaib Yoda muka datar itu?"
"Oh ya Tuhan! Aku melupakan fakta ini?! Tapi hyung, kurasa Baekki akan aman setelahnya melihat sikap antipati Yoda padanya selama ini,"
"Berdoa saja semoga Baekhyunie aman, huuh,,"
Kembali pada Baekhyun yang sedang mondar-mandir di depan pintu menuju atap. Mulutnya masih menggumamkan hal-hal yang tidak begitu jelas surai coklat madunya tampak berantakan. Dia terus mengacak-acak surainya sejak tiba di depan pintu ke atap, sepuluh menit yang lalu.
.
.
'Uugh sekarang apa yang harus aku lakukan?!'
'Apa aku kembali saja lalu kukatakan kepada Kris hyung kalau aku sudah melakukan hukumnya? Aah.. benar, begitu saja! Tapi, bagaimana kalau Kris hyung mengkonfirmasi pada si muka datar itu?!'
'Aargh! Apa yang harus kulakukan?! Aku bisa gila kalau begini caranya!'
.
.
Di atap nampak seorang lelaki tengah duduk di bangku bekas sambil memetik gitarnya. Surai merahnya melambai-lambai bersama dengan desau lirih angin yang bertiup rancu di sekitarnya.
I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Ooh ooh oohh...
They don't know how long it takes
Waiting for a love like this
Everytime we say goodbye
I wish we had one more kiss
I'll wait for you I prom—
'BRAAK'
Si surai merah menghentikan petikan gitarnya. Ia menoleh ke sumber suara. 'Bukankah itu adiknya Kris? Apa yang dilakukannya di sini?'
Baekhyun berusaha meredakan gugup dalam dirinya. Ia melangkah mantap menuju sasarannya, si surai merah. Baekhyun berhenti tepat di depan si surai merah.
"Apa yang kau—"
'CUP'
Belum sempat Chanyeol –si surai merah menyelesaikan ucapannya, Baekhyun sudah menundukkan kepalanya dan mengecup bibirnya. Sekali lagi, Baekhyun mengecup bibirnya, BIBIRNYA!
Baekhyun menegakkan badannya 5 detik kemudian. Mukanya memerah sampai ke telinga. Lalu bagaimana dengan Chanyeol kita? Lihatlah keadaannya sekarang, matanya yang sudah bulat dipaksa melebar karena kecupan mendadak adik sahabatnya.
"H-hyung, ma-maafkan aku!"
Baekhyun membungkuk sambil menggumamkan kata maaf dengan cara yang sangat menggemaskan. Pada bungkukkan yang ketiga, Baekhyun sudah akan beranjak dengan rasa malu yang tak terhingga. Tapi niatnya untuk pergi gagal saat ada yang mencekal lengan kanannya. Uugh, dik mungil tahukah engkau apa yang baru saja kau lakukan?
"Kau pikir kau mau kemana?"
"H-hyuung, s-sungguh aku minta maaf! B-biarkan aku pergi hyung, kumohon!"
"Astaga! Apa kau tahu apa yang baru saja kau lakukan itu?!"
Chanyeol meletakkan gitarnya pada sisian bangku yang didudukinya. Ia lalu memberi isyarat agar Baekhyun duduk di pangkuannya.
"Kemari!"
"T-tapi hyung! Aaah!"
"Sekarang aku mengantuk, nyanyikan sebuah lagu untukku!"
"T-tapi—"
"Bernyanyi kubilang!"
Posisi Baekhyun yang berada di pangkuannya, memudahkan Chanyeol untuk menyandarkan kepalanya di bahu Baekhyun. Tangan Chanyeol melingkari pinggang Baekhyun. Pelukannya mengerat seiring dengan nyanyian Baekhyun.
I do believe all the love you give
All of the things you do
Love you, Love you...
I'll keep you save, don't you worry
I wouldn't leave, wanna keep you near
Cause I feel the same way too
Love you, Love you...
Want you to know that I'm with you
I'll Love you and Love you and Love you
Gonna hold you and hold you and squeeze you
I will please you for all time
I don't wanna lose you and lose you and lose you
Cause I need you and need you and need you
Senja telah datang menyapa. Membawa semburat jingga di hadapan mata. Menggiring lebih banyak angin tak kasat mata untuk menerpa.
Chanyeol mulai membuka mengerang untuk membersihkan tenggorokannya. Pelukannya pada pinggang Baekhyun mengerat. Rasanya nyaman sekali.
"H-hyuung... hyung sudah bangun? Bi-bisakah aku pulang sekarang? Ini sudah sore, Kris Hyung pasti mencariku saat ini."
"Sebentar lagi, nanti biar aku yang bicara pada sepupumu yang gila itu."
"Gila? Maksud hyung apa? Kris hyung, kurasa Kris hyung tidak gila. Dia kakak sepupuku yang paling baik."
"Paling baik apanya? Mana ada kakak sepupu yang menyuruh adiknya untuk mencium laki-laki yang tidak ada hubungan dengan adiknya? Aku benarkan? Pasti Kris yang menyuruhmu tadi."
"H-hyung bbagaimana hyung tahu? Eeh tidak, tidak, Ktris hyung tidak menyuruhku. Aku hanya melakukan hukumanku saja."
"Dik mungil, itu sama saja, Kris tetap memperbolehkanmu menciumku kan?"
Baekhyun merona seketika. Panggilan macam apa itu? Dik mungil katanya? Sebenarnya di sini siapa yang gila?
"Baiklah sekarang biarkan aku mengantarmu pada Kris hyung gilamu itu"
"T-tap—"
"Tidak ada tapi – tapi dik mungil! Ayo!"
Dan Baekhyun dengan tidak tahu malunya merona lagi. Chanyeol yang menyadari itu sudah tidak tahan dengan sikap menggemaskan si mungil. Ia menundukkan kepalanya dan membiarkan bibirnya bertemu dengan milik Baekhyun. Baekhyun terkejut dengan gerakan tiba – tiba Chanyeol. Mukanya makin merah saat Chanyeol menambahkan lumatan – lumatan lembut pada bibir bawahnya.
Chanyeol mengakhiri ciumannya dengan sebuah kecupan lembut di dahi Baekhyun. Si mungil benar – benar ingin berteriak merasakan panas pada mukanya. Jantungnya tidak terkondisikan dengan baik.
"Aku menyukaimu. Jadilah kekasih Giant ini."
"Hy-hyung bagaimana kau –"
"Ssst.. aku tahu semuanya tentangmu dik mungil. Hari lahirmu, makanan kesukaanmu, warna favoritmu, jadwal kegiatanmu, dan sebutanmu untukku. Jadi, bagaimana? Kau maukan menjadi kekasih Giant yang tampan ini, Smurfie?"
"Hyuuuuuung..."
"Heung? Kau merona lagi apa aku perlu menciummu lagi seperti tadi?"
"Hyuuung... jangan menggodaku..."
"Jadi bagaimana? Ya atau tidak?"
"I-iya"
"Aku tidak dengar Smurfie"
"Hyuuung!"
"Aku sungguh tidak dengar tadi, apa kau menolakku? Oh astaga! Hatiku sakit sekali!"
"Bu-bukan begitu hyuuung! Iya, iya aku mau jadi kekasihmu!"
"Benarkah? Aaah senangnya! Kemari Smurfie-ku yang cantik!"
"Aku namja hyung!"
"Lalu kenapa? Kau memang cantik kok!"
"Arrggh Hyung!"
"Hahaha baiklah ayo kuantar pulang!"
.
.
Di lain tempat seorang namja tengh frustasi memikirkan nasib adik sepupunya yang belum pulang sampai sekarang. Ini sudah lima jam lebih dan Baekhyun adik manisnya belum kembali. Apa Baekhyun baik – baik saja? Bagaimana keadaannya sekarang? Apa saja yang dilakukan si Park –idiot- Chanyeol itu pada adik manisnya? Aarrgh ini kesalahan si hitam Kai yang memberi hukuman seperti ini pada Baekhyun. Seharusnya ia sudah tahu otak mesum Kai itu akan bekerja untuk mengganggu adik manisnya saat Kai memberikan ide untuk bermain ToD semalam. Ya Tuhan otak mesum kai itu memeng tidak akan bersih meskipun diguyur alkohol berkali – biarkan Kris sedikit mengintrospeksi dirinya agar tidak terlalu lama dekat dengan Kai karena, ya pengaruh otak mesum Kai itu sangat besar.
.
(EPILOGUE)
"Kris hyung silahkan diputar botolnya"
Itu Kai yang memberikan usul bermain True or Dare setelah meliht botol bekan minuman sodanya tadi sore.
"Baiklah"
"Yak! Baekhyun! Botol itu mengarah padamu! Jadi, True or Dare?"
Harusnya Baekhyun menyadariseringai di sudut biobir Kai saat itu agar ia bisa memilih dengan lebih bijaksana.
"Dare"
Oh Byun mungil sepertinya kau akan tamat malam ini.
"Baiklah! Besok kau harus mencium Chanyeol Hyung tepat di bibirnya"
"APA?!"
Benarkan? Malang sekali nasibmu dik mungil.
.
.
The End
.
Hello good people! Kalau berkenan, kalian bisa meninggalkan review ya ^^ Disamping menambah motivasi Author dalam menulis, event ini juga akan mengambil dua readers login sebagai pemenang Readers Tercyduk! Good luck!
.
This fanfic is belongs to the real author. Please give your best support to our writers who have work hard! Thankyou!
