"Kenapa kita ada di pusat kota Konoha?" tanya Naruto dengan wajah kebingungan.
Ya, kini semua siswa-siswi Konoha Gakuen sedang berdiri di halaman kantor walikota Konoha yang berada di pusat kota tersebut. Mereka memasang mimik kebingungan ketika Shizune-sensei mengarahkan mereka ke sini. Pein menatap sekelilingnya dengan tajam
"Hei Pein.."
"Hm?" Pein melirik sekilas ke arah Naruto.
"Apa maksudnya ini?" tanya Naruto dengan pandangan bertanya. Pein menatap ke atas. Matanya melebar tidak percaya.
"Na-Naruto?!" kata Pein dengan nada shock berat.
"A-ada apa?" Naruto yang mendengar suara gagap Pein ikut ikutan menjadi shock dan penasaran.
"Lihat ke langit.."
Naruto mengangkat kepalanya ke atas. Kini dia menatap kebingungan ke arah langit yang perlahan lahan menjadi gelap.
"Ada apa-ttebayo?" tanya Naruto dengan nada tidak mengerti.
TEP..Pein pun menepuk bahu temannya dengan sorot mata tajam seorang ksatria. Senyuman licik mengembang di bibirnya.
"Tidak tahukah kau apa yang akan terjadi selanjutnya kawan?"
Naruto yang melongo memiringkan kepalanya "..Sebentar lagi akan hujan?" kata sang Namikaze dengan nada bertanya.
"Lalu?" tanya Pein lagi. Naruto mengkerutkan dahinya.
"Tentu saja kalau kita di luar maka pakaian kita akan basah.."
TEP. Pein kembali menepuk bahu Naruto dengan tepukan bijaksana. Naruto semakin bingung melihat tingkah temannya tersebut.
"Sedikit lagi..sedikit lagi. Kalau basah apa yang akan terjadi?" tanya Pein sok misterius.
"Tentu saja sakit. Apa lagi-ttebayo.."
Pein menggelengkan kepalanya "Kau ini..masih seperti bocah.." Pein mengangkat tangannya seperti pendemo dan mata manik ungunya tiba tiba berapi api seperti Guy-sensei. Guy-sensei yang melihat itu menangis sedih karena ada seseorang yang akan meneruskan stylenya selain Rock Lee.
"Naruto.." kata Pein dengan nada penuh semangat "..Dengan basahnya baju kau dapat membuat suatu kesimpulan mendasar yang paling banyak diketahui pria saat ini.."
Naruto yang memasang wajah sweatdrop hanya bergumam tidak jelas karena kebingungan.
"Hujan..basah..tentu saja.." Pein memegang bahu koleganya tersebut dan menyeringai
"..Pakaian yang tembus pandang..you're understand my friend?"
Mata Naruto melebar. Naruto menepis tangan Pein dan langsung berbalik arah.
"A-ada apa naruto? Kau menjadi anak alim sekarang?" tanya Pein dengan wajah kebingungan.
"A-aku deg degan. Rasanya tidak sabar lagi.." kata Naruto pelan,
Olalala, kemesuman dimulai!
MY STUPID BOYFRIEND
BY Icha-chan
.
.
Naruto owner is Masashi Kishimoto
My Stupid Boyfriend owner me
Rated : T
Genre : Romance, Comedy
Pairing : NaruHina, SasuSaku and Akatsuki Action !
Warning : Typo, abal abal, gaje, EYD ancur dan lain lain
.
.
Enjoy it !
Chapter 26 : The Couple Romantic Day (Petualangan Penuh Cinta atau..MESUM?)
"HAI HAI MINNA~, BAGAIMANA? PASTI KALIAN TERKEJUT KENAPA ADA DI SINI KAN~? PASTI TEKEJUT KAAAAN? IYA KAAAN?" kata Shizune-sensei dengan nada yang dibuat buat sedikit alay
"Nggak.." kata semua murid Konoha Gakuen dengan nada datar.
"KENAPA DARI TADI GAK ADA RESPON RESPONNYA SIH?!" Shizune menghela napasnya, di ujung paling belakang ada sosok Kakashi-sensei yang sedang membawa sebuah papan kardus yang tertulis sesuatu. Shizune menyipitkan matanya untuk membaca tulisan tersebut.
'Kembali ke karakter yang dulu..' baca Shizune dalam hati. Shizune-sensei pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"O-ok..ehem. BAIKLAH MURID MURIDKU..KEMBALI KE TOPIK ACARA! RONDE TERAKHIR KITA KALI INI YANG DIBERI NAMA PETUALANGAN HEBAT PENUH CINTA ADALAH MEMANG PETUALANGAN HEBAT BAGI KALIAN!"
Semuanya serius mendengarkan apa yang akan dikatakan Shizune-sensei di depan mereka.
"PARA PASANGAN YANG LOLOS AKAN MEMULAI LOMBA MEREKA DARI KANTOR WALIKOTA DAN HARUS FINIS DI DEPAN GERBANG SEKOLAH KITA. BAGI PASANGAN YANG DULUAN SAMPAI KE GERBANG SEKOLAH MAKA PASANGAN ITU-LAH YANG DINYATAKAN SEBAGAI MR DAN MISS KONOHA TAHUN INI!"
Semuanya terdiam mendengarkan kata kata Shizune-sensei. Apa panitia seklah ini mulai gila? Apa yang ada di dalam otak mereka ketika ide ronde kedua ini terbentuk?
"Percaya atau tidak.." Naruto menghela napasnya dengan berat "..Waktu antara kantor walikota dan Konoha Gakuen jika menggunakan kendaraan bermotor saja sekitar satu jam..ditambah kemacetan, berbagai kejadian gaje dan-"
"OOOWWW..KALIAN TIDAK AKAN MELEWATI JALAN BIASA SAAT KE SEKOLAH TERCINTA KITA!" Shizune tersenyum misterius. "KALIAN AKAN MELEWATI APA YANG DITUNJUK DALAM PETA INI!"
Dan tiba tiba sebuah kain besar berkibar di lapangan kantor walikota Konoha. Di situ terpampang peta besar Konoha lengkap dengan nama nama jalan serta gedung gedung penting lainnya.
"Apa maksudnya ini?" kata Sasuke dengan nada bertanya. Perasaan tidak enak sekarang.
"LIHAT.." kata Shizune-sensei sambil menunjuk peta tersebut. "DALAM RONDE PETUALANGAN PENUH CINTA INI, SECARA SERENTAK KALIAN HARUS PERGI KE POS SATU UNTUK MELANJUTKAN PERJALANAN KALIAN.."
Naruto memicingkan matanya "..Pos satu..dan pos itu.."
"YA! POS SATU BERADA DI RESTORAN KONOHA FOOD DELIZY! RESTORAN TERKENAL DI KOTA TERCINTA KITA INI!" teriak Shizune sambil sekalian promosi. Siapa tahu Konoha Food Delizy mau memberikannya tiket makan gratis.
"KAU GILA SHIZUNE-SENSEI!" Naruto berteriak memprotes. Tangannya menunjuk nunjuk wajah Shizune "..KALAU DARI KANTOR KONOHA KE RESTORAN ITU KAN SAMA DENGAN SATU JAM MEMAKAI KENDARAAN?! NANTI KAPAN KAMI KE KONOHA GAKUEN DAN KAPAN KAMI-"
"Inilah kerennya ronde cinta kedua kita.." kata Shizune-sensei sambil mengedipkan matanya. "..Pertama tama, kenapa hari ini mendung dan mau hujan?"
Semua mengangkat alisnya kebingungan. Pertanyaan bodoh. Ya karena kehendak Tuhan lah!
"Itu sudah kami persiapkan, bekerja sama dengan Badan Pengamat Cuaca, kami meminta bantuan membuat hujan buatan agar ronde kedua kita mendukung apa yang direncanakan panitia lomba.."
"Pein.." Naruto berbisik ke arah kolega bokepnya.
"Ada apa?"
"Orang orang Konoha Gakuen ternyata mesum sepertimu.." kata Naruto dengan nada serius.
"KAU JUGA BODOH!" kata Pein kesal. Dia tidak terima hanya dirinya yang disebut mesum.
"..Yang kedua.." Shizune-sensei menunjuk peta besar tersebut "..Kenapa hanya ada pos satu yang ditampakkan di peta?"
"Karena panitianya bodoh?" kata Sai dengan senyuman khasnya. Sai pun langsung d Smack Down gaya ala Argentina oleh Tsunade-sensei di TKP.
"Bukan itu.." Shizune-sensei menepuk jidatnya "..Satu pos yang dimunculkan disini karena hanya di pos satu kalian baru tahu arah tujuan kalian.."
"Maksudnya, saat di restoran itu (pos satu), baru kami tahu di mana pos keduanya sensei?" tanya Sasuke dengan pandangan tajamnya. Shizune menganggukkan kepalanya.
"YAK! BENAR SASUKE! DENGAN BEGINI, KALIAN TIDAK BISA MELAKUKAN TINDAKAN KECURANGAN! SEKARANG SEMUA PASANGAN AKAN MELAKUKAN SESUATU YANG KOMPETEN DALAM AJANG PERTARUNGAN PENUH CINTA INI!"
'Sisi romantisnya di mana sih?' batin semua murid Konoha Gakuen dengan wajah datar.
"Menyambut dari pertanyaan Naruto. Bagaimana cara kalian sampai ke pos satu..padahal jaraknya cukup jauh dari kantor walikota. Hmm, di sinilah rasa cinta itu diuji, terutama bagi para cowok.."
'Perasaanku kok..' batin Naruto
'Sangat..' yang ini Hidan membatin.
'..Gak enak..' batin Itachi.
'..Banget un..' Deidara mengakhiri sambungan batin tersebut (?). Para cowok saling berpandangan. Sementara Tobi yang berpasangan dengan Meru hanya mengibas ngibaskan lollipopnya dengan santai.
"..KALIAN PARA PASANGAN BAHAGIA.." Shizune membuat wajah sehorror mungkin "..BUATLAH BERBAGAI CARA UNTUK SAMPAI KE POS SATU! NAIK TAKSI KAH? YANG INI UNTUK PARA COWOK YANG MEMPUNYAI UANG BANYAK, KAN PARA COWOK YANG SEHARUSNYA MEMBAYAR. BENAR TIDAK PARA CEWEK?" Shizune-sensei mulai berorasi pro wanita
"BENAR SEKALI SENSEEEEEII!" teriak para siswi Konoha Gakuen dengan nada senang.
"..ATAU KALAU MAU MURAH SEDIKIT, NAIK ANGKOT KAH (?), NGOJEK KAH-ni yang gila siapa-, KALAU GAK ADA UANG NGERAMPOK-"
"KAU MENGAJARI YANG GAK BETUL SENSEEEEIII!" teriak para siswa Konoha Gakuen, hanya para siswa saja-_-
"AKU SETUJU SAMA PENDAPAT SHIZUNE-SENSEI!" teriak Kakuzu sendirian dengan wajah penuh efek efek bayangan hitam. Semuanya langsung menghujamkan kepala si gila uang tersebut ke tanah.
"HAHAHA, Bercanda. Kalau gak ada uang ya..jalan kaki sambil berpegangan tangan biar so sweet gitu.." Shizune-sensei memegang kedua pipinya yang memerah.
'Berpegangan tangan sejauh itu..bo-boleh juga..' batin para cowok yang mesum.
"..AHA, ATAU KALAU YANG COWOKNYA MAU GENTLEMAN, GENDONGLAH PACARMU DI PUNGGUNGMU DENGAN CINTA SEJATI.."
"Sayang sekali aku gak lolos.." gumam Pein penuh makna sambil menutupi sebagian wajahnya dengan raut sangat menyesal. Sementara Konan sudah membunyikan gergaji mesinnya dengan mata iblis yang bersinar.
"Hmm, yang menjaga di pos satu adalah Iruka-sensei. Jika kalian sampai di sana maka tanyakan kepadanya apa tugas kalian.." Shizune mendelik jam tangannya sejenak. "Baiklah..aku tidak mau membuang buang waktu. PARA PASANGAN KONOHA GAKUEN! SIAPKAN DIRI KALIAN.." Shizune menatap tajam semua muridnya. Dia mengangkat tangannya ke atas dengan cepat
"Perjuangan hebat penuh cinta.."
Semua menahan napasnya
"..START!"
~MSB~
"Bagaimana ini dattebayo! Aku dari rumah tidak membawa uang sepeserpun!" Naruto menginjak nginjak tanah dengan raut wajah kesal. Hinata yang iba melihat keresahan Naruto menepuk pundak Namikaze muda tersebut.
"Na-Naruto-kun.." katanya dengan nada lembut. Naruto melirik ke arah Hinata.
'Hinata-chan..apa dia mau memberikan uangnya kepadaku untuk memberi bantuan finansial..jika dia mau maka kami bisa langsung naik Taksi dan dengan cepat sampai ke Restoran tersebut!' Naruto mengangguk angguk dengan mantap di dalam hati.
"Ehem.." Naruto berdehem sok bijak "..Ada apa Hinata-chan?"
"Ano.." Hinata meneguk ludahnya.
'Ayo, katakan saja Hinata-chaaaan. Itu mudah kok!' batin Naruto menggebu gebu. Hinata menundukkan kepalanya.
"Sa-sabar saja Naruto-kun. Pasti ada jalan lain ke sana walaupun tanpa uang sepeserpun.."
Naruto merasakan tubuhnya mengecil, mengecil dan sangat mengecil hingga menjadi sebuah titik. Dan jangan lupa ekspresi melongo tidak percayanya.
KIRAIN HINATA MAU MEMBERIKAN SEDIKIT UANG KEPADANYA!
"Go-gomen.." Hinata mengangkat wajahnya "A-aku juga lupa membawa uang dari rumah karena sibuk mempersiapkan bekal untukmu nanti.."
'Lengkap sudah penderitaanku..' batin Naruto dengan tubuh terhuyung huyung.
TEP. Seseorang menepuk bahu Naruto dengan mantap. Naruto menoleh ke arah kanan dan melihat kolega bokepnya tersenyum ramah ke arahnya. Naruto mengangkat alisnya dengan tampang lesu.
"Ada apa Pein?" tanya Naruto sedikit kesal.
"Aku kasihan melihat tampangmu kawan.." Pein merogoh kantong celananya "..Nih aku beri bantuan finansial kepadamu.."
Naruto langsung tersenyum dengan wajah berseri seri. Dia menengadahkan tangannya di bawah tangan Pein. Dan Pein pun menjatuhkan lima Yen ke telapak tangan Naruto yang penuh harapan dan impian tersebut.
Hanya lima Yen..
"KAU KIRA AKU MAU NAIK BAJAJ APA?!" protes Naruto sambil bawa bawa kendaraan yang tidak ada di Jepang "LIMA YEN MANA CUKUP UNTUK NAIK TAKSI!"
"Gak mau? Nih aku ambil.." kata Pein dengan wajah santai. Mata safir Naruto terbuka lebar.
"EEEEKHHH?! APA YANG TELAH DIBERI DENGAN IKHLAS TIDAK BOLEH DIMINTA LAGI DATTEBAYOO!" Naruto langsung mengamankan lima Yen tersebut di dalam kantong celananya. Pein menarik napas dengan wajah bosan.
"Bilang saja itu berharga.." kata Pein dengan nada malas "Tapi Naruto..intinya, hanya kalian dan Sasori serta Ui yang menjadi harapan kami. Jangan sampai kalah.." Pein menepuk bahu temannya tesebut "..Ingat, hari juga mau hujan.."
"Hei Dobe..apa yang kau tunggu.."
Naruto dan Pein menoleh ke arah Sasuke dan Sakura yang sudah bergandengan tangan sambil berjalan menuju ke arah luar gerbang kantor walikota. Sasuke menatap tajam sahabat sekaligus rivalnya tersebut.
"Bukankah kau dan Hinata sudah berjanji kepada kami kalau kita akan bertemu di final?" tanya Sasuke dengan nada sarkatik. Sakura menganggukkan kepalanya.
"Gunakan otakmu.." Sasuke dan Sakura pun dengan cepat berlari ke arah gerbang kantor walikota Konoha. Mata Naruto sedikit melebar.
"YO NARUTO! APA YANG KAU TUNGGU?!" tanya Hidan sambil menggandeng tangan Mei. Sementara Deidara bersama Kirara sudah melambaikan tangan tanda mereka siap pergi. Terlihat juga Zetsu dan Yukari yang kini sudah berada di jalan dan sepertinya menunggu sesuatu. Pein menepuk pundak temannya dan mengangguk mantap.
"Ayo Naruto.." katanya dengan nada penyemangat. Naruto menundukkan kepalanya.
ZETT! Mata Namikaze muda itu kemudian berubah merah-PLAK-maksudnya tajam dan dengan cepat dia menggandeng tangan Hinata dan menoleh ke arah pasangannya tersebut.
"Kita juga tidak mau kalah, bukan begitu..Hinata-chan?" tanya Naruto sambil menyengir memamerkan gigi giginya.
Hinata yang masih sedikit kurang tanggap akibat tangannya dipegang tiba tiba oleh Naruto hanya terdiam. Dia sedikit tersentak dan menganggukkan kepalanya, tentu saja dengan wajah super memerah.
"YO, SEMANGAT KAWAAAN!" teriak Pein dengan mata berapi api.
"TENTU SAJA PEIIN!" teriak Naruto tak kalah berapi api.
"NANTI DI PEREMPATAN ADA TOKO BUKU YANG MENJUAL MAJALAH 'ITU', TOLONG KAU BELIKAN UNTUKKU YAAA?" teriak Pein, masih dengan mata yang berapi api.
"TIDAK BISAAAA! KARENA KONAN-SAN SUDAH ADA DI BELAKANGMU SAMBIL BAWA BAZOOKA!"
"BUKAN GERGAJI MESIN KAH?!"
"BUKAN! KALAU TIDAK PERCAYA LIHAT SAJA KE BELAKANG!" Naruto dan Hinata pun pergi dari situ sebelum terdengar bunyi ledakan yang sangat keras dari halaman kantor walikota Konoha.
Sebelum keluar dari gerbang. Ada sebuah pondok kecil kumuh yang terbuat dari kayu lapuk menenteng di situ. Papan nama yang sedikit miring terpampang di depan pondok kumuh gak pantas dibangun tersebut dan bertuliskan 'BUTUH UANG UNTUK MENUJU KE POS SATU? BUTUH UANG UNTUK KEPERLUAN HIDUPMU? BUTUH UANG? BUTUH UANG? DI SINI, KOPERASI KAKUZU, BERASASKAN KEKELUARGAAN SESUAI UUD DENGAN PRINSIP BUNGA 100 KALI LIPAT. DIJAMIN ANDA AKAN SUKSES'. Dan di belakang kata SUKSES tersebut ada sebuah tulisan yang memakai spidol bertuliskan BANGKRUT. Parahnya lagi, di depan pondok tersebut berdiri Kakuzu (sang pemilik) sambil mengacungkan jempolnya dengan wajah tidak meyakinkan. NaruHina pun pergi meninggalkan pondok tersebut dan tanpa mereka ketahui, satuan Satpol PP Konoha dengan beringasnya menggusur koperasi dadakan tak berkompeten itu.
NaruHina pun berlari kecil kecil di tepi jalan Konoha. Naruto masih menggenggam tangan putri Hyuuga dengan erat. Namikaze muda tersebut kemudian menoleh ke arah sang pemilik mata lavender dengan raut wajah kebingungan.
"Sekarang bagaimana Hinata-chan? Tidak mungkin kita terus terusan berlari hingga sampai ke pos satu.." nada bicara Naruto terdengar sangat khawatir. Hinata mengkerutkan dahinya tanda berpikir. Wajahnya sangat manis ketika dalam pose tersebut. Dan Naruto harus kembali merasakan jantungnya berdegup tidak jelas dan pipinya terasa panas dan hangat.
"Ya, aku tahu Naruto-kun!" kata Hinata dengan wajah senang. Naruto menatap kebingungan hime manis tersebut, safirnya menyiratkan segala macam kebingungan.
"Aa..jadi, apa yang harus kita lakukan?"
Hinata menunjuk ke arah sebuah simpang empat yang berada 200 meter di hadapan mereka "Belok ke sebelah kiri! 100 meter dari sana ada sekolahnya Hanabi-chan!"
Naruto tidak mengerti apa artinya sekolah Hanabi dan bantuan kepada mereka untuk cepat sampai ke pos satu. Tetapi demi ketek Tou-sannya, Hinata pasti mempunyai ide yang lebih baik ketimbang dirinya.
Saat itu jam istirahat di Konoha Junior Highschool, Hanabi yang sedang bersantai dengan teman temannya di sebuah bangku panjang di depan halaman sekolahnya melihat pasangan NaruHina sedang berjalan tergopoh gopoh ke arahnya. Adik Hinata tersebut perlahan lahan menaikkan alisnya tanda kebingungan. Apa yang dilakukan Nee-channya bersama pemuda berambut kuning jabrik mesum itu. Berpegangan tangan lagi?!
"Haah..haah..hai Hanabi-chan.." kata Naruto dengan senyuman dibuat semanis mungkin saat dia dan Hinata sudah sampai di hadapan Hanabi dan teman temannya.
"KYAAAA HANABI-CHAN! WAJAH NII-CHAN ITU MESUM BANGET! SENYUMANNYA MEMUAKKAN!" teriak teman teman Hanabi JLEB banget d hati Naruto.
"H-Hanabi-chan..bisa tolong pinjamkan sepedamu sebentar?" tanya Hinata langsung to the point. Hanabi kembali mengangkat alisnya
"Untuk apa Hinata nee?"
Hinata menggaruk pipi chubbynya perlahan "A-ano..sekolah kami sedang mengadakan lomba dan pokoknya kami..kami butuh sepedamu untuk lomba tersebut.."
Hanabi menoleh ke arah Naruto "Baka Nii-chan mesum ini kah yang menyetir?". Naruto yang ditatap sangat tajam oleh Hanabi menjadi salah tingkah.
"Tentu saja Hanabi-chan..aku kan laki laki.." kata Naruto dengan raut wajah kesal.
"LAKI LAKI MESUM!" teriak teman teman Hanabi dengan kejamnya menunjuk wajah Naruto. Sementara Pein yang berada di halaman kantor walikota tertawa terbahak bahak.
'Dasar bocah bocah sialan, nanti gue culik elo semua dan berikan ke Kakuzu..biar elo dijual sama si rentenir bercadar itu!' batin Namikaze muda tersebut dengan raut wajah gemas.
Hanabi menganggukkan kepalanya. Naruto dan Hinata saling berpandangan. Wajah mereka berdua terlihat senang.
"Tetapi.." Hanabi kembali menatap tajam pemuda blondie tersebut. Naruto mengangkat alisnya 'mau apa ni bocah' batinnya kebingungan.
"..Baka Nii-chan jangan ngerem mendadak ya..nanti dada ketemu punggung.." kata Hanabi memperingatkan, lebih tepatnya mengancam..
.
.
.
"YA ENGGAKLAH! ELO KIRA NAIK MOTOR BOCAH?! KALAU NAIK MOTOR MUNGKIN GUE MAU!"
PLAK!
Dan sebuah bogeman dari Hanabi serta teman temannya menerpa dengan 'lembut' di wajah tampan nan mesum seorang Namikaze Naruto.
.
.
.
Beberapa menit setelah kepergian NaruHina.
Hanabi kembali mengangkat alisnya ketika sesosok Neji bersama seorang gadis kini belari tergopoh gopoh ke arahnya. Dan tangan mereka berdua saling berpegangan. Apa ada event pegangan tangan bagi siswa-siswi Konoha Gakuen untuk hari ini.
"Hanabi! Neji nii boleh-"
"Sudah dipinjam Hinata nee, Neji nii.." kata Hanabi dengan raut wajah datar. Semua kawan kawan Hanabi menunjuk wajah Neji dengan tangan bergetar. Neji menatap kebingungan siswi siswi SMP tersebut.
"Dia..dia.."
Neji menunjuk wajahnya sendiri dengan tampang melongo.
"KAU WAJAH PEDOFILIA! LOLLICON AKUT!" teriak semua teman Hanabi dengan wajah penuh keyakinan.
GUBRAK! Neji langsung jatuh dengan tidak elitnya. Sementara Ten ten sudah menyiapkan gulungan Ninjanya #STOOP! STOOP TEN TEN! INI BUKAN FIC CANON!# maksudnya kunainya #sama saja-_-#
"Aduuuh..kita kalah cepat dari Hinata-sama.." kata Neji dengan wajah kecewa. Ten ten tersenyum dan menjetikkan jarinya.
"Bukan masalah Neji-kun.." mata Ten ten bergerak seperti mencari seseorang. Cukup lama Neji menunggu sampai Ten ten berteriak senang.
"Lin lin!" teriak Ten ten sambil memeluk seorang siswa SMP yang memasang wajah datar.
"Nee-san..siapa pria berambut gondrong bertampang pedo di sampingmu itu?" tanya Lin lin, adik Ten ten dengan mimik datarnya. Sementara Neji memukul sebuah pohon dengan raut wajah tidak percaya.
'Apakah wajahku memang seorang pedofilia?!'
"Dia teman Nee-san Lin, dia orangnya baik.." Ten ten mengelus kepala adiknya dan tersenyum "Eh, Nee-san boleh pinjam sepedamu nggak?"
Lin lin tetap mengawasi Neji yang kini berdiri di samping Hanabi. Informasi saja, Lin lin itu menyukai Hanabi.
"Ya boleh..HEI MUKA PEDO! JANGAN NGELIRIK NGELIRIK HANABI-CHAN HAH?!" teriak Lin lin dengan wajah murka. Neji yang kesal dipanggil Pedo berjalan sengit ke arah Lin.
"Emang ada apa bocah? Kau siapanya Hanabi heeeh?!" kata Neji ikutan meladeni anak SMP
"Aku teman baiknya! Jangan kira aku takut sama rambut gondrongmu itu muka pedo?!" kata Lin lin dengan kedutan kedutan kemarahan di wajahnya. Apa hubungannya sangar sama rambut gondrong?
"Kau mau tahu siapa aku?" tanya Neji dengan nada dibuat sekejam mungkin.
"Aku tahu.."
"Lho? Kok tahu?" Neji melongo tidak percaya. Apa adik Ten ten ini punya ilmu hitam (?).
"Ya tahu-lah, kau kan Pedofilia.."
"BUKAN ITU BRENG-" Neji menatap Ten ten yang balas menatapnya dengan pandangan elo-apa apain-adik-gue-kita-gak-akan-bertemu-kembali-rambut-gondrong-muka-pedo.
"KENAPA TATAPANMU ADA RAMBUT GONDRONG MUKA PEDO TEN TEN-CHAN!" Neji langsung jatuh setengah tengkurap dengan napas ngos ngosan. Keringat dingin membasahi rambut-gondrong-muka-pedonya*Author dijyuuken Neji*
"Ah sudahlah.." Ten ten menggenggam tangan Neji dan melambaikan tangannya ke arah Hanabi, Lin lin dan semua teman mereka yang ada di situ. "DOAKAN KAMI AGAR MENANG YA~!" kata Ten ten dengan nada penuh semangat. Walaupun tidak tahu menang untuk apa, para siswa-siswi Konoha Junior Highschool tersebut menganggukkan kepalanya dan mengatupkan kedua tangan tanda berdoa bersama. Sementara pasangan NejiTen sudah berlari ke parkiran sepeda Konoha Junior Highschool dan dengan cepat memilih sepeda Lin lin untuk dipakai demi lomba penuh cinta dan nista di ronde kedua ini.
~MSB~
Napas menderu cepat, keringat bercucuran, tatapan tajam bak elang kelaparan, konsentrasi tingkat tinggi. Naruto menyelip sesosok kakek tua yang berjalan terbungkuk bungkuk di tepi jalan, melintasi sebuah pondok yang bertuliskan 'Koperasi Kakuzu' *kok ini ada lagi?!*, sedikit bergoyang akibat sebuah batu, dan akhirnya ngos ngosan di lampu merah. Naruto dan Hinata, mereka kini sedang berbonceng menaiki sepeda milik Hanabi yang mempunyai tumpangan duduk di belakangnya. Naruto sang pengemudi, Hinata sang penumpang.
Seorang pengamen bernyanyi di depan Naruto dengan suara cemprengnya, lagu Wind milik Akeboshi dinyanyikan satu lirik dan salah lagi, "Don't Cry..Don't Cry..Don't cry..Don't Cry..", kemudian menengadahkan tangan tanda meminta belas kasihan kepada Naruto. Padahal yang dimintai belas kasihan sebenarnya berwajah penuh belas kasihan. Naruto menendang pengemis tersebut sambil berteriak
"APA KAU NGGAK LIAT AKU BERSEPEDA?!"
Naruto lupa, kalau sang pengemis tadi adalah tetangganya Shikamaru *Wwkwkwk, masih ingatkah Readers-san sekalian^_^*
Lampu hijau pun kembali menyala. Naruto dengan semangat 45 mengayuh sepeda tersebut dengan cepat. Tiba tiba terdengar suara mobil sedan di sampingnya.
"Yo Dobe!"
Naruto menoleh dengan wajah horror.
"Teme..DARI MANA KAU DAPAT MOBIL MEWAH ITU?!" teriak Naruto dengan wajah shock berat. Sasuke yang sedang menyetir mobil sedan Volkswagennya hanya mengibaskan poninya tidak penting. Di sampingnya duduk Sakura dengan manis sambil menonton TV monitor kecil di dalam mobil tersebut.
"Aku kan Uchiha, Naruto.." Sasuke mengedipkan matanya seolah olah mengatakan 'Iniilah akibatnya karena kau tidak mau menjadi Uke-ku..'. Naruto menggelemetukkan gigi giginya. Sasuke bersiul siul mengejek dan dengan raungan mobil sedan tersebut, SasuSaku pun pergi jauh meninggalkan pasangan NaruHina yang hanya naik sepeda. Sabar mas Naru..
Baru beberapa menit setelah Sasuke meninggalkan Naruto dengan santainya, terdengar suara klakson motor menggelegar di telinga Naruto.
"Yo Naruto!"
Naruto menoleh ke arah kanan dan sepedanya sedikit oleng. Hinata berteriak pelan dan memeluk erat pinggang Naruto. Sebuah rahmat di balik kemuraman.
"Itachi nii!" Naruto menelan ludahnya. Itachi kini sedang membonceng Yuki dengan motor Ninja Kawasaki hitam RX terbaru. Sang Uchiha mengedipkan mata dari balik helmnya dan mengatakan seolah olah 'Inilah akibatnya jika kau tidak mau menjadi Uke-ku..'. Naruto sedikit sweatdrop menanggapi arti dari kedipan Itachi tadi.
"Itachi nii, kau kok bisa membeli motor itu dengan mudah..jangan bilang karena kau ini Uchiha!" kata Naruto dengan nada sebal. Itachi membuat tanda hormat cool di depan helmnya.
"Yap..seperti itu lah Naruto..jika Sasuke terlalu tamak dengan membeli mobil sedan keluaran terbaru, maka aku dengan segala kerendahan hati hanya membeli motor ini.." Itachi kembali dengan gajenya mengedipkan mata onyx-nya tersebut.
'Kerendahan hati katanya..lihatlah diriku, itu yang namanya kerendahan hati. Gak ada bawa uang, gak ada kendaraan, pakai sepeda, minjam lagi!' Naru mendengus kesal. Dia benar benar orang yang rendah hati.
"Good bye Naruto..sampai ketemu di pos satu!" Itachi mengatupkan kaca helmnya dan menarik gas motor ninjanya tersebut dan sang motor ninja Kawasaki langsung menghilang dengan Sunshin no Jutsu (?). Mata Naruto dan Hinata berkedip kedip kebingungan. Author kampret ni mulai gila!
Naruto dan Hinata tidak akan kalah! Mereka adalah pair utama di fic-bukan itu Naru-chan, Hina-chan-maksudnya mereka berdua akan berjuang mati matian demi kelas mereka! Mereka berdua akan menunjukkan kepada dunia, apa itu arti cinta!
TLAK!
Rantai sepeda Hanabi putus.
Hening sejenak..
Author tarik kata kata penuh semangat tadi.
~MSB~
"Fiuuh.." Naruto mengelap peluh di wajahnya setelah dengan penuh perjuangan, otak yang cermat, dan pengalaman yang hebat, err..dalam memperbaiki rantai sepeda, perjuangan di sebuah pondok tak terpakai akibat digusur satpol PP Konoha itu pun selesai dalam waktu kurang lebih 25 menit. Naruto menghela napasnya dan duduk di samping Hinata yang bersenandung kecil di bangku panjang pondok bobrok tersebut. Safir Naruto menangkap sebuah papan nama yang tergeletak dengan indah di halaman pondok tak beradab ini, dan tulisan di papan tersebut adalah..
'Koperasi Kakuzu..'. Ya, Kakuzu dan koperasi rentenirnya ada di mana mana..Awas Ada Kakuzu! Prikitiew, prikitiew, prikitiew..
Hinata menoleh ke arah wajah tampan tan yang kini sedang menatap datar ke arah jalan. Lalu lintas di Konoha memang padat seperti biasanya. Konoha merupakan kota termaju kedua setelah Tokyo. Dalam hal pengembangan teknologi, Konoha merupakan nomor satu di Jepang, dan katanya nomor tiga di dunia. Lihat saja sekolah terkenalnya yang menganut sistem kasta A sampai F dan teknologi DEWA yang ditampilkannya saat The Game of Class Day. Baru festival sekolah terkenalnya, belum festival kotanya..
"Naruto-kun.."
"Hm?" Naruto tetap lurus memandang ke depan. Dia harus beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menyenangkan mereka. Ya, Hinata senang karena dibonceng. Dirinya yang tersiksa karena mengayuh sekuat tenaga. Tapi bagi Naruto, dengan adanya Hinata, perjalanan nista derita tadi menjadi perjalanan bahagia yang menyenangkan. *ehem..ehem..*
"Na-Naruto-kun.."
Naruto menoleh ke arah Hinata tetap dengan mimik datarnya dan tiba tiba sebuah tisu melekat di dahinya. Naruto merasakan wajahnya kembali memanas. Hinata tersenyum manis..aduuuh, begitulah di hati sang Namikaze, Hinata tersenyum manis sambil membersihkan dahinya yang entah kotor karena apa dengan tisu yang dipegang tangan kanan Hinata. Naruto sedikit salah tingkah karenanya.
"A-ada apa Hinata-chan?"
"Ano..ada bekas oli di dahimu.." kata Hinata dengan nada lembut. Hinata segera membuang tisu hitam legam itu ke dalam pondok bobrok Kakuzu yang tiba tiba teralihkan menjadi tempat sampah masyarakat.
Naruto menggosok dahinya dengan tangannya dan Hinata memekik pelan.
"Ja-jangan digosok memakai tanganmu lagi Naruto-kun. Kan jadi kotor lagi.." Hinata segera mengambil tumpukan tisu di dalam sebuah kantong kecil di dressnya dan kembali membersihkan dahi Naruto dengan cermat. Naruto tersenyum memandang muka serius nan cantik dari putri Hyuuga tersebut.
"Ciee Naruto~ The Couple Romantic Day..ciee~"
Naruto dan Hinata menoleh ke arah jalan raya Konoha. Terlihat Sasori dan Ui lagi berboncengan memakai motor vespa. Naruto melonjak tak percaya dan berteriak ke arah teman sekelasnya tersebut.
"DARI MANA KAU DAPAT MOTOR VESPA ITU SAS?!" teriak Naruto dengan wajah kesal.
"Ehem.." Sasori melambatkan gasnya dan membetulkan helm kerupuknya "..Ini adalah hadiah dari kemenanganku dalam mengikuti lomba berskala internasional.."
Naruto memasang wajah bingung "Internasional? Lomba apa tuh?"
"Kuiz Olimpiade Pengetahuan Tentang Barbie.." kata Sasori dengan wajah cool, jaim, dan tentu saja..BANGGA.
Naruto drop seketika.
"Jaa kawan, sampai berjumpa di pos satu..jaa Hinata..cieee.." Sasori dan Ui tertawa kecil ketika melihat pasangan NaruHina langsung memerah memerah gimana gitu XD. Naruto menoleh ke arah Hinata dan mengepalkan tangan dengan penuh semangat.
"Hinata-chan! Ayo kita pergi juga!" kata Naruto dengan safir yang menyala.
"K-kau sudah bugar Naruto-kun?" tanya Hinata dengan nada khawatir.
"Iya dong dattebayo! Aku kan sudah minum jamu Pria Kuat (?), jadi kau tenang saja!" kata Naruto asal asalan. Hinata yang melihat semangat Naruto kembali berkobar menganggukkan kepalanya. Mereka berdua pun menaiki sepeda Hanabi dengan raut wajah yakin penuh kemenangan.
"Hei Naruto~"
Naruto kembali menoleh dengan wajah kebingungan. Kini dilihatnya Zetsu dan Yukari sedang berbonceng bertiga dengan sebuah pot tanaman di tengah dan mereka kini menaiki motor Harley Davidson seri 80. Naruto ternganga lebar.
"DARI MANA KAU DAPAT BENDA ITU! JANGAN KATAKAN KALAU KAU MENANG KUIZ OLIMPIADE PENGETAHUAN TENTANG TANAMAN ATAU SEJENISNYA!" teriak Naruto dengan nada kesal, sebal dan segalanya.
"Ini adalah motor teman satu klub pecinta tanaman. Makanya aku menunggu di depan gerbang kantor walikota tadi, Naruto.." Zetsu melambatkan Harleynya "..Saat itu aku menelpon teman temanku dan meminta bantuan mereka. Ya..mereka menyanggupinya dengan syarat yaitu saat bermotor aku harus membawa tanaman dalam pot ini jalan jalan.." Zetsu mengedipkan matanya "..Yu-chan, pegangan..jaa kawan, sampai jumpa di pos satu.."
'Se-sejak kapan dia memanggil cewek dengan panggilan chan..' batin Naruto kini tertohok dua kali. Zetsu, Yukari, dan tanaman abal abalnya pun melengos jauh meninggalkan NaruHina yang masih terdiam di atas sepeda mereka.
"Na-Naruto-kun.." kata kata Hinata membuyarkan lamunan Naruto.
"O-oh iya..baiklah Hinata-chan.." Naruto memasang wajah sangar "..Pegangan!" kata Naruto seolah olah sepedanya itu bisa tancap gas.
Kieet..kieeet..dan bunyi rantai yang sedikit berkarat mengalun pelan di telinga Naruto dan Hinata. Hinata yang memegang pinggang Naruto erat erat tersenyum tipis. Ya, sepeda mereka berjalan dengan tenangnya..
BRROOOOOOOMMM! Terdengar auman dari sebuah motor racing di samping Naruto. Motor berisik tadi tiba tiba berbalik dan langsung berjalan dengan santai di samping Naruto.
"Yo teman!" Naruto menghela napasnya, dia menatap lurus dan malas ke depan.
"Yo Hidan! Dari mana kau dapat motor berisik itu sih?" tanya Naruto dengan nada ogah ogahan.
Hidan langsung mengangkat ban depannya, membuat Mei memeluk pinggangnya dengan erat dan berteriak "BAKA HIDAN! BAKA HIDAN!", pasangan tersebut langsung melesat pergi meninggalkan Naruto.
"MALAK ORANG NARUTOOO!" teriak Hidan dari kejauhan. Ada terdengar nada bangga dalam teriakan Hidan tadi, lalu terdengar teriakan "Jashin hebat!" dari kejauhan. Agama Jashin mengajarkan 'Jika kau tidak mempunyai apa apa, maka mencuri diwajibkan'. Agama sesat..
Hidan tidak tahu, korban pemalakannya sudah melapor ke polisi sambil memberikan kartu pelajar Hidan yang terjatuh di tanah. Pak polisi yang masih sepupuan dengan Anko-sensei pun menghembuskan napas bagai Kingkong. Dia pernah dengar cerita anak abal abal ini dari Anko, dan dia siap menghabisinya di ruang Penjara.
Naruto masih mengayun sepeda Hanabi dengan semangat tinggi. Safirnya menatap tajam dan penuh konsentrasi ke depan. Tiba tiba terdengar bunyi lonceng sepeda dari arah kirinya.
"Hmm?" Naruto tekejut ketika mendapatkan Deidara yang sedang membonceng Kirara dengan wajah bahagia, Dei melambaikan tangannya dan kembali melanjutkan perjalanannya.
"Dei, dari mana dapat sepeda itu?" tanya Naruto penasaran. Dei malak orang?! Gak mungkin!
"Menggoda dan merayu yang punya un.." kata Dei dari kejauhan. Naruto menaikkan alisnya.
"Cewek?" tanya Naruto
"Cowok un.."
Naruto manggut manggut mengerti. Sementara Kirara dan Hinata yang mendengar hal itu langsung sweatdrop seketika.
"Eh, Naruto-kun..restorannya sudah terlihat!" kata Hinata dengan nada senang. Naruto mengangkat wajahnya sedikit lebih tegak dan tersenyum bahagia. Kayuhan sepedanya semakin cepat.
"BYE BYE NARUTO-SENPAIII!"
Naruto terbelalak. Tobi sangat cepat melewatinya, dengan apa dia ke pos satu dan mengapa dia sangat cepat.
"YUHUUUU! AYO MERUUUU!" teriak Tobi dengan kecepatan tinggi sambil menggendong Meru yang mual mual di punggungnya.
"Ternyata Tobi memakai kekuatan orang autis.." gumam Naruto dengan wajah drop. Kayuhan sepedanya sedikit melambat karena target mereka sudah dekat. Pos satu, NaruhIna datang!
"Naruto-kun.."
"Hmm?" Naruto tetap konsentrasi menatap lurus ke depan.
"Aku senang..walaupun.." terdengar suara tawa kecil Hinata "..walaupun sepertinya kita berdua yang tampak emm.."
"Orang tak punya gitu?" tanya Naruto, safirnya tetap konsentrasi ke jalan. Hinata terdiam sambil menggaruk pelan pipi mulusnya.
"Begitukah menurutmu, Naruto-kun?"
"Tidak.." suara Naruto terdengar datar dan berat, tetapi ada nada ceria di sana "..Kita berdua mempunyai apa yang disebut perasaan. Dan perasaan itu lah yang membuat perjalanan ini menyenangkan.."
Lavender itu membulat sempurna. Hinata menundukkan kepalanya.
Itulah Naruto-kun. Si baka yang pantang menyerah..
"Hinata-chan.."
Hinata mengangkat kepalanya. Naruto menyeringai sambil menekan rem belakang sepeda Hanabi
"Kita sampai!"
DAN SEPEDA ITU TERPAKIR DI ANTARA MOBIL SEDANG VOLKSWAGEN, NINJA KAWASAKI RX, HARLEY DAVIDSON, RACING MOTOR DAN VESPA! YA SEPEDA! WALAUPUN HANYA SEBUAH SEPEDA!
TBC
Ciaat..ciaat..mungkin MSB dalam tahap akhir ini sedikit bertransfrom lebih ke Romance karena Humor of sense Author gajenya ini lagi galau. Haha, ide sepeda romantis Naruto dan Hinata Icha dapatkan saat mendengar cerita kencan dari seorang paman Icha. Waktu itu kawan kawannya naik motor *zaman dahulu kalau sudah punya motor itu berarti kaya guys* dan berwajah bahagia, dia dan pacarnya berkencan dengan sepeda ontel, pakai acara putus rantai segala..wkwkwkwk, walaupun lucu, menurut Icha sisi romatisnya dapat tuh..ciee paman*PLAK*
Emm, Omake dulu ya..NejiTen kan belum tahu kabarnya, dan mereka ada di Omake ini^_^
Omake
Di jalan raya Konoha, terdapatlah dua pasangan bahagia yang sedang dalam perjalanan kencang menuju pos satu-target mereka-dengan sisi wajah yang berbeda.
Ten ten dengan wajah bahagia.
Neji dengan rambut gondrong muka pedo *Neji : BUKAN ITUUU!*
Maksudnya Neji dengan wajah berpeluh keringat dan kecapekan.
"Ten ten-chan, bisa berhenti sebentar?"
"Ayo lah Neji-kun..sedikit lagi kita sampai.."
"Tapi Ten-chan, aku lelah..capek..haus..haus akan susu kamu.."
Ten ten mendelik kesal ke arah Neji
"Gitu aja kok capek..kita kan sudah pinjam sepedanya Lin lin.."
"Iya pinjam..TETAPI KAMU SAJA YANG MENAIKINYA DAN AKU BERLARI!" teriak Neji sedikit kesal.
Ten ten tersenyum kikuk "Gomen Neji-kun, aku tidak tahu kalau sepeda Lin lin adalah sepeda sport tanpa tempat boncengan.."
"TIDAAAAAAK!" teriak Neji lebay, biar keren gitu di akhir cerita *PLAK*
TBC
Hahaha..gomen Neji FG, Neji-kun yang kereeen, cup cup..nanti Ten-chan berikan susunya kok *digampar*. Tapi mesumnya ke mana ya?-_-
Issues Next chap : The Couple Romantic Day (Memasak, Hujan, Basah deh)
Naruto : eh Thor, ngasi judul chap itu bener dikit dong!
Author : Naruto~ memasaaaak..
Naruto *memandang Hinata yang lagi membuatkan bekal* : Perasaanku kok gak enak..
Haha, balas review dulu^_^
Mimin : Haha..penggemar Kisame ya^_^ emm, akan Icha coba. Arigatou ya..
Uciha Kenny : Oke sip..arigatou..
Namina Rin Rin : Yap..gak apa apa kok Namina-san. Arigatou atas review dua kalinya *hehehe* dan pemberitahuan Typonya ya. Sip, icha akan ganbatte..
Nyuga totong : Oke bos..sip. Arigatou ya..
Tony Namikaze no Baka : Arigatou Tony-san. Emm, saran ya..saya lebih suka mengobrak abrik pair PeinXKonan. Tapi YahikoXKonan sama juga..gomen, itu sudah lama saya obrak abrik jadi lupa. Arigatou ya..
Namikaze16 : Wokeh sip..arigatou^_^
Rafi. Rahmatullah. 7 : Oke sip..arigatou ya..
Bala-san dewa hikikomori : Haha, pending dulu. Intinya dia akan menambah runyam di s2. Arigatou Bala-san^_^
Daehyuk Shin : Haha, jangan gitu dong..MSB kan Mesum, Sinting, Baka..hihi. Arigatou Dae-san.
Ahmadbima27 : Oke sip..arigatou ya^_^
Joan Hozuki SKY23 : Okeeee^_^ arigatou atas reviewnya Joan-san. Icha akan teruskan perjuangan ini (?). Hihi..
Rizkiirawan3 : Emm, belum tahu Rizki-san. Kalau Icha sih tinggal di Padang. Yap, arigatou atas reviewnya ya^_^
Bagust. Selamanya : Oke..arigatou atas reviewnya Bag-kun. Sip..
Namikazenaru16 : Arigatou..Icha senang bisa membuat orang senang. Oke sip..
Akbar123 : Haha, arigatou Akbar-san. Icha senang^_^. Oke sip..
NarutoNaruko : Sabar..Kisa-chan lagi bersenang senang dengan Anko-sensei. Haha, arigatou ya..
Viryaparamita : Haha..arigatou. Mereka kan ehem..ehem..*ditimpuk Konan*
Gezze : Arigatou Gezze-san. Oke sip^_^
Akagawa Shin : Haha, sip Fadiel-san. Yang pertama..emm, tangka lollipop Tobi itu khusus. Tangkai lolli-nya dapat melengkung mengarah ke mulutnya, seperti ada gaya magnet gitu^_^. Yang kedua, haha..kadang kadang semua, kadang kadang ada yang beruntung. Emm, untuk TBT masih menunggu Doni-san. Dia lagi kerja di Singapura sambil membawa laptop kesayangannya itu ke sana. Jadi yah..gomen ya kalau fic yang itu harus stop sebentar. Arigatou^_^ *Icha gak mesum kok*
MahardikaRBL : Iya..beneran^_^. Haha, sama?! Icha gak nyangka lho Mahar-san..jangan jangan*PLAK*. Arigatou ya^_^
Uchiha leo : Oke sip..arigatou ya^_^
Dwi2 : Hihi..sabar Dwi-san. Itachi nii lagi mengoleskan krim anti , oke sip..
Raven. Exel : Lho? Kok angst Raven-san, angst yang agak sedih sedih gitu kan..haha, arigatou deh^_^
Uchiha drac : Icha masih muda^_^. Kelas 3 smp kok. Umur baru 14 kok..tapi Icha akan berusaha menjadi seorang penulis hebat, walaupun dalam pelajaran Bahasa selalu kacauT_T. Haha, arigatou ya..KYAAAA, Icha malu beneran nih..
AP21 : Arigatou..kalau bingung, review "wkwkwkw" aja *ditimpuk* sekali lagi arigatou ya^_^
Kamikaze Yugito : Haha, arigatou Kamikaze-san. Sudah tahu kan peraturannya. Oke sip, Jaa juga^_^.
Blue-senpai : Hihi, eh Pein..dikatain mesum^_^. Arigatou atas reviewnya Blue-senpai..
Diery. Snap : Yap, sepertinya para Kru MSB akan Icha naikin ke kelas 2. Dan mungkin ada sedikit perubahan sikap dari mereka, serius sedikit..Icha sudah memikirkan bagaimana MSB s2 nanti, emm..kata Doni-san konfliknya coba dibanyakin. Yap..arigatou Diery-san^_^
Teostra Dual Teska : Hmm, oke sip. Akan Icha coba. Arigatou^_^
Ultimatekuuga : Haha, sip sip..arigatou ya^_^
Girou : Haha..sip. Arigatou ya Girou-san.
Irfan namikaze : Haha..Icha juga gak nyangka *PLAK, lo kan Authornya Cha* hihi, arigatou Irfan-san^_^
Niizuma Eiji : Arigatou Niizuma-san. PeinKonan gak lolos karena Konan menjawab tidak sesuai dengan sifat Pein. Umm, memang seperti itu, tetapi pair utamanya tetap NH Niizuma-san. Arigatou^_^
Khf16 : Haha, arigatou ya^_^
DylanNHL : Kelas 3 SMP, mau SMA^_^. Arigatou Dylan-san..sip oke bos..
Kun-cici naru : Haha, keduanya benar..waktu luang dan sesuai mood. Hihi, arigatou^_^
Uchiha dant57 : Haha..ada s2nya kok MSB. Si udik itu aja belum muncul..hihi, dia lagi dipending dulu Dant-san. Arigatou ya^_^
Nagasaki : Aseeeek :D. Haha, arigatou Nagasaki-san^_^
Anonymous : Haha..pssst, rahasia Konan sama Pein lho..eh? Pein? Haha..gak apa apa kok, oke sip Sugi-san dan arigatou ya^_^
MVOElite : Iya iya..senang banget nih..Icha gak cantik kok, Icha jadi malu dan Icha masih muda dan icha..#haah#. Arigatou ya^_^
UzumakiKurnia : Haha, oke Kurnia-san. Ada s2 nya kok. Sip, arigatou atas semangatnya^_^
Ritsu Natsuki : Haha..oke sip Ristu-san. Pilih hotel yang mana nanti*PLAK, ngawur* hihi, arigatou ya^_^
Randou Uzumaki : Haha..arigatou Randou-san. Icha jadi senang^_^. Emm, Doni-san lagi kerja di Singapura. Yaah, cukup lama sih. Icha belum tahu kapan baliknya, doakan secepatnya sajalah..arigatou ya^_^
Aldo. F. salamander : Haha, jangan galau Aldo-san^_^ oke sip..arigatou atas review dan semangatnya ya..
Blood D. Cherry : Hihi, iya nih. Icha masih harus..gimana ya..pokoknya Icha lagi berusaha memutar kepala Icha ni Cherry-san. Arigatou ya..tapi nambah humor itu susah Cherry-sanT_T. Ganbatte aja^_^
Uzumaki LOVE Hyuga : Haha, yang itu bercanda kok. Hihi, arigatou ya^_^
June25 : Haha, begitulah cinta *ni ngomong apa lagi*, hihi..arigatou ya..
Itanatsu : Ow yeah,,arigatou Ita-san^_^. Sip okeeeee..
Thedy76 : Haha, thedy-san masih ingat toh..yes, arigatou^_^. Haha, akan Icha usahain kok..arigatou ya..
Jims001 : Yatta..arigatou ya^_^ sip bos..
Minyak tanah : Hihi, yes bos..arigatou ya^_^
ARIGATOU MINNAAAA~ ICHA SAYANG KALIAN^_^. Terima kasih atas review, saran, kritik dan dukungannya. Terima kasih banyak, Icha senang berkenalan dan berbagi dengan para Readers di sini, bersuka ria dan pokoknya . oke abiiiis..
Sekian dari Icha..please review dan sarannya ya^_^
Tertanda. Icha Ren
