Chapter 26
New Member
Hinata's Ability
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : SasuHina
Rated : T
Hinata's POV
"Kita mau kemana nih ?" Tanyaku sambil nemplok di belakang Sasuke yang rupanya merupakan sebuah member organisai rahasia.
"Ke rumah sakit" Kata Sasuke dengan nada dingin sambil tetap berjalan melewati gerbang timur yang sedang digembok. Dia berhenti sebentar didepan gerbang tersebut. Yeee...! Ngapain juga lewat jalan yang susah. Dasar ayam gila...!
"Susah kali. Ngapain juga lewat sini" Kataku meledek kearah Sasuke yang tampaknya masih terdiam didepan gerbang timur yang terkunci.
"Diam kau, aku bekerja secara sangat rahasia. Jika sekolah mengerti kalo kau kena tembak, aku bisa susah" Kata Sasuke dengan nada tetap dingin. Uuuuhhh...! Menyebalkan, kenapa sih dia selalu dingin ?
Itachi-san dan Miyuki sudah lebih dulu berbaur dengan para siswa yang tengah berpesta dihalaman. Yah...! Meskipun aku enggan juga sih meninggalkan pesta.
"Sasuke-san. Bisa kau buka ?" Kata seseorang wanita dengan lembut. Suaranya terasa familiar dengan telingaku. Segera saja kudongakan kepalaku untuk melihat siapa yang bersuara di balik gerbang yang terkunci tersebut.
"Itachi tadi naruh mayatnya lewat mana ?" Tanya Sasuke. Eh...! Iya juga ya, gimana mayat gadis pirang itu bisa berada diluar kalo Itachi-san tidak membuka gerbang yang terkunci ini.
"Oh, dia melemparkannya" Kata gadis berambut hitam manis itu sambil tersenyum manis kearah Sasuke. Hah...! Dilempar ? Sadis bener.
"Shizune-san, kenapa kau ada disini ?" Sapaku dengan terkejut begitu melihat gadis dokter yang kukenal tersebut sedang berada didepanku.
"Eh...! Jadi yang terluka Hinata-san ?" Katanya dengan nada datar, seolah tidak kaget sama sekali dengan aku yang sekarang digendong oleh cowok yang berambut ayam seperti Sasuke.
"Aku tau kau dokter pribadi Hyuuga. Tapi mungkin kau bisa melanjutkan pembicaraanmu didalam mobil" Kata Sasuke sambil membuka pintu gerbang dengan ekspresi dingin. Cepet banget, tau dari mana dia kuncinya ?
"Bila kuberi kesempatan" Tambahnya dengan wajah yang datar seolah tanpa ekspresi. Kukerutkan dahiku mendengar ucapan Sasuke tersebut. Apa yang sedang dipikirkannya ? Jangan-jangan...!
Wajahku langsung memerah. Apa yang kupikirkan ? Kenapa bisa mikir sampe situ sih...! Baka, baka, baka.
Aku didudukkan di kursi belakang oleh Sasuke dan kemudian Sasuke duduk di sebelahku. Kuperhatikan ekspresi wajahnya yang datar seolah tanpa ekspresi tersebut.
Eeeehhh...! Kutolehkan wajahku kearah lain sambil tetap memasang wajah sebal. Kenapa aku harus memperhatikan si ayam itu sih ? Kurasakan wajahku memanas melihat Sasuke yang tak berekspresi tersebut.
Hinata, ada apa denganmu ? Kenapa kau menjadi seperti ini ?
"Hei...! Hinata" Panggil Sasuke dengan nada datar dan dingin kearahku. Aku langsung menoleh dengan cepat kearah Sasuke yang tampaknya masih tetap tenang seperti biasanya.
"Ap... Apa ?" Tanyaku dengan gugup. Apa-apaan sih ini...! Kenapa harus pake gugup segala lagi. Apa sih yang terjadi pada kondisiku sekarang ini ?
"Bukan apa-apa, hanya saja..." Ucapan Sasuke terdengar menggantung diakhir kalimatnya. Dia mengalihkan pandangannya keluar jendela. Helaian ravennya berkibar sempurna tertiup angin yang bertiup cukup kencang tersebut.
"Lupakan" Gumam Sasuke lirih meskipun aku masih bisa mendengarnya walaupun samar. Rupanya Sasuke juga mengalami keanehan. Yah...! Aku gak tau apa yang ada di pikiran Sasuke. Dia masih terlihat tenang seperti biasanya. Tanpa ekspresi yang jelas.
"Oh ya, Shizune-san. Kau juga anggota organisasi kan ?" Tanyaku mengalihkan perhatian pada Shizune yang sedang menyetir di depan mobil.
"Codename : Disk Doctor. Ketika dalam misi, aku menggunakan nama tersebut" Kata Shizune-san dengan raut wajah serius. Benar-benar gak jauh beda saat Sasuke yang sedang melaksanakan tugasnya.
"Nama asli akan mudah dilacak oleh agen berpengalaman sehingga kami memakai nama sandi yang digunakan untuk berkomunikasi" Kata Shizune-san.
"Kami juga menggunakan samaran untuk misi dan identitas palsu saat kami akan menyelidiki kasus. Organisasi bertugas untuk mengatur lalu lintas data di negara ini sehingga perbuatan kami tidak terlacak oleh negara" Kata Sasuke sambil tetap memasang ekspresi datar didepan jendela.
"Apa tujuan organisasi kalian ?" Tanyaku dengan nada penasaran dengan organisasi yang diikuti oleh Sasuke dan Shizune-san.
"Mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya" Jawab Sasuke dengan nada datar dan serius sambil tetap mengarahkan pandangannya keluar jendela.
"Dan mencegah kemungkinan perang dunia" Lanjut Shizune yang bila kulihat dari spion pun berubah menjadi sangat serius, tidak seramah yang tadi.
"Organisasi mengumpulkan banyak sesuatu yang berdasarkan iptek dan mencoba untuk membuat penemuan. Strukturnya mengikuti struktur komputer dimana yang akan jadi peran utama adalah BIOS dan kemudian dia memanggil MBR yang berisi bootloader lalu meload OS" Jelas Sasuke sambil lalu.
"OS akan meload beberapa program aplikasi yang akan menangani masalah. Saat ini kedamaian dunia berpusat pada PBB. Jika suatu saat PBB sudah tidak mampu menangani, kami akan berada pada status aktif dan menyelidiki secara diam-diam orang yang mengancam perdamaian" Kata Shizune dengan nada serius.
"Dan membunuhnya" Ucapan Sasuke benar-benar terngiang-ngiang di benakku sehingga aku membulatkan mataku seolah tak percaya dengan ucapan mereka.
"Tapi masih ada dua komponen utama yang harus di penuhi. Komponen Machine yang akan meneliti dan memperbaiki struktur kerja tim kita. Tugasnya adalah meneliti apa yang kita peroleh untuk kemajuan berikutnya. Dan Human yang bertugas menentukan status komponen apakah statusnya nonaktif atau aktif" Jelas Shizune sambil tetap menyetir.
"Komponen Human adalah big boss sendiri dan Machine adalah orang-orang besar. Ayahku, Fugaku Uchiha adalah salah satunya" Kata Sasuke. Fugaku Uchiha adalah salah satu direktur perusahaan yang telah mendirikan sebuah sekolah khusus detektif di Konohagakure.
"Kami adalah komponen aksi. Tugas kami menyelidiki dan mengirim data ke machine dan juga Human. Setelah itu kami menerima perintah dari human" Kata Shizune sambil menatap tajam kedepan.
"Sayang sekali, Hinata" Kurasakan sebuah benda dingin dan keras menempel di pelipis kananku. Kulirik benda yang menempel tersebut yang langsung membuatku terkejut. Sasuke menodongku dengan pistol yang dibawanya.
Dan yang lebih mengejutkan lagi, dia melihat keluar jendela dengan tanpa ekspresi.
"Apa-apaan ini" Protesku dengan nada gemetar. Jantungku serasa di pompa habis-habisan melihat pistol yang sudah di tempelkan di pelipisku tersebut.
"Kau sudah mengetahui rahasia kami. Kenapa kau tidak menceritakannya" Kata Sasuke sambil tersenyum dingin dan mengerikan kearahku.
"Bersamanya diakhirat" Sambungnya sambil melirik kearah mayat yang berada di belakangku tersebut. Kuteguk ludahku secara susah payah mendengar ucapan mengerikan dari Sasuke tersebut.
"Oyasuminasai, Hinata-chan" Kata Sasuke sambil tersenyum mengerikan kearahku dan menarik pelatuknya.
Dor...!
"Gak usah lebai kali" Kata Sasuke dengan nada sebal entah pada siapa. Aku tadi memang memejamkan mataku untuk mencegahku melihat hal yang dilarang buat balita.
"Heh...!" Kataku dengan nada tidak paham begitu membuka mataku. Sekuntum mawar berwarna merah telah siap menyambut pipiku. Kulihat kearah datangnya mawar tersebut dan mataku langsung disambut dengan manis oleh moncong pistol dengan Sasuke sebagai pembawa pistol sedang menyangga kepalanya di depan jendela dengan wajah malas.
"Baca saja pesannya sendiri. Kamu gak buta huruf kan ?" Kata Sasuke dengan nada datar. Beberapa saat kemudian dia menyunggingkan seulas senyuman.
Sumpah...! Selama ini aku gak pernah melihat senyuman tersebut. Senyuman yang riang dan sangat lembut dan menenangkan.
Dia sangat tenang seolah dia sudah tahu semuanya tentangku. Juga sangat lembut sehingga aku benar-benar tak merasakan sesuatu atau bahkan firasat pun tentang semua ini. Semuanya berjalan begitu halus sehingga tidak ada memory yang tertinggal dalam ingatanku yang berkesan sedikit pun.
Ku lihat sekuntum bunga tersebut. Tanpa melihatnya pun aku sudah tau apa artinya bunga ini. Dia ingin menembakku sekarang.
"Jadi..." Tanyanya tidak sabar sambil menatapku dengan tajam dan dengan nada yang tak sabaran. Kusunggingkan seulas senyuman yang kubuat seimut mungkin pada Sasuke.
"Jangan senyum begitu ah. Terasa mengerikan tau gak" Ucapan Sasuke langsung membuat tingkat kepedeanku menurun drastis.
"Tapi dia kan wanita yang membuatmu jatuh hati, Sasuke-san" Kata Shizune dengan tatapan menggoda kearah kami berdua yang berada di jok tengah tersebut. Sasuke hanya tersenyum, senyuman yang dingin seperti biasanya.
"Terserahlah" Kata Sasuke sambil mengambil bunga mawar tersebut dan menyerahkannya padaku tanpa disertai ekspresi yang memuaskanku.
"Ambillah dengan tangan kanan jika kau terima" Kata Sasuke dengan nada datar seolah itu hanya masalah enteng baginya. Tapi bagi kami, itu masalah yang cukup besar lho...! Kamu kok gak peka gitu sih ?
Kugoda dia sebentar ah...! Ku dekatkan tangan kiriku kearah bunga tersebut. Dia bahkan tak bergeming sedikit pun, hanya menatapnya dengan tatapan kosong. Ku bawa lebih dekat lagi, eh ternyata tak berubah. Kubawa lebih dekat lagi.
Oups...! Dia mendekatkan bunga tersebut ke tangan kiriku. Sontak aku menarik tangan kiriku agar tidak tersentuh.
"Kau gak niat nembak ya ?" Kataku sambil mengambil bunga tersebut dengan tangan kanan. Sasuke lalu tersenyum kecil sambil menarik tangannya.
"Yo, aku telah melihat kemampuan analisismu saat aku disekap di gudang. Dan, mungkin big boss akan merekrutmu" Kata Sasuke sambil tersenyum geli kearahku dan kemudian mengeluarkan hapenya dan memencet beberapa nomor dan menempelkan hape tersebut di telinganya.
"Yo, Itachi" Kata Sasuke dengan riang sambil menyunggingkan seulas senyuman sinis entah pada siapa.
"Itachi, install software" Kata Sasuke bak seorang yang mengirim sebuah kode rahasia pada rekannya yang berada disana.
"Ummm...! Kurasa softwareku sudah overload" Kata Itachi. Kudengar suara backsound lagu band Hebi yang terdengar lembut. Rupanya dia masih menjadi Hinata dan sekarang berada di lapangan upacara.
"Oiy...! Hinata...!" Suara ini...! Suara Sakura. Dia pasti mencariku setelah aku mencari Sasuke dan disandra tadi.
"Bilang saja, aku pulang. Dan beritahukan pada Human kalo dia memang ingin menginstall sesuatu" Kata Sasuke sambil menutup telepon tersebut.
"Yang berkewajiban menginstall software adalah OS" Kata Sasuke sambil tersenyum kecil kearahku. Kurasakan sakit yang ada dikakiku mulai mereda dan tampaknya sudah berkurang drastis.
"Jadi, bagaimana dengan Kimimaro ? Bukankah dia akan menandatangani perjanjian kerja sama dengan perusahaan Hyuuga" Kata Sasuke dengan nada bertanya kearahku.
"Oh...! Itu, sebenernya aku sudah tau" Kataku. Memang saat itu aku sudah tau sejak beberapa minggu yang lalu. Karena liat aja dia yang cool dan tampan itu, aku jadi jatuh hati sejak saat itu.
"Beberapa minggu yang lalu aku ditawari dengan pertunangan. Tapi mungkin masih terlalu dini untuk bertunangan, jadi aku menolaknya" Kataku dengan seulas senyuman manis kearah Sasuke.
"Lagipula, sekarang aku kan gak butuh pertunangan lagi" Kataku dengan seulas cengiran menggoda kearah Sasuke.
"Jangan mulai deh. Aku tau kalo kau menyukaiku sejak beberapa hari yang lalu" Kata Sasuke dengan ekspresi datar seperti biasanya. Pede sekali dia.
"Nih, big boss menelepon" Kata Sasuke sambil menyerahkan teleponnya kepadaku. Kujawab telepon tersebut dan kutempelkan di telingaku.
"Codename : Cleaner, Hyuuga Hinata"
FIN
Akhirnya fic ini kelar juga. Tapi sepertinya masih banyak juga hal yang belum jelas.
Mengapa Firmware AMI keluar dari organisasi dan malah memusuhi organisasi ? Siapa sebenernya BIOS tersebut ? Apakah ada hubungannya dengan Firmware AMI ? Bagaimanakah hari-hari SasuHina disaat mereka harus menjadi agen rahasia ?
Mungkin saya butuh sedikit tanggapan dari para reader untuk membuat sekuel ini. Bisa berupa saran, kritik atau komentar. Jadi, tolong kirim aja tanggapan itu melalui review.
Author akan coba untuk menerima dan memperbaiki fic author.
Happy Read
