... AKU MASIH HIDUP LHO!
Hai, hai, maaf lama nggak update ya huhu, tugasnya mengerikan semua *gelindingan*
Oke, balas review dulu deh~
RosyMiranto18
Sun Ce: oh, oh, itu teman tanpa nama kok! Hahaha! Kecelakaan lalu lintas, sih. Habisnya kasihan juga, orang tuanya berada di luar kota dan yang paling dekat dengannya cuma aku dan Daqiao, jadi aku harus segera menjenguknya. Siapa tahu butuh apa-apa.
Sun Shangxiang: rahasia! *kemudian tertawa*
Sun Quan: lihat deh, meme yang dikirim Zhou Tau mantap gila recehnya!
Sun Ce: *sweatdrop* adik gue jadi receh, help.
Sun Shangxiang: iya juga sih, kalau dikasih nama semua bakal nggak seru, terlalu banyak.
Lu Xun: uhh... iya, itu bahan utama.
Zhu Ran: hei, hei, aku dan Xu Sheng bukan orang seperti itu!
Xu Sheng: *masih masuk ke dalam dunia parfait*
... Sheng, sadarlah.
Lu Xun: SIAPA YANG YANDERE?! *asah pisau*
Zhu Ran: NAH ITU BUKTINYA XUN!
Ahaha, iya karena kebanyakan sudah pada punya aplikasinya di hape, aku buka di PC juga karena di hapeku kadang suka ngajak ribut aplikasinya *nangis*
Terima kasih sudah bersabar menunggu dan review-nya!
Guest
Lu Xun: ah, terima kasih...
Terima kasih sudah mampir untuk review ya~
Langsung saja, segala macamnya di bawah saja wkwkwk...
Beberapa waktu lalu, Xu Sheng sempat mencari tempat untuk melakukan tur parfait dan akhirnya tempat yang direkomendasikan banyak orang sudah berhasil ia dapatkan dan sudah dipilih berdasarkan hasil review dari orang-orang melalui media sosialnya. Dalam kesempatan kali ini, Xu Sheng akan melakukannya seorang diri, karena anak-anak dari Shu sedang sibuk mengerjakan tugas yang belum selesai dikerjakan. Begitu juga dengan anak-anak dari Wu, Lu Xun sedang bekerja dan tidak bisa diganggu gugat, Sun Quan yang tidak mungkin meninggalkan café karena ada beberapa urusan yang harus diselesaikan hari ini juga bersama Sun Ce, dan Zhu Ran yang tidak bisa menemani karena ayahnya pulang dari dinas dan tentu saja berkumpul bersama keluarga.
Tidak apa-apa, Xu Sheng, kamu 'kan sudah besar.
Iya, sudah besar, sudah besar badannya.
"Terima kasih pujiannya, Author…"
…
Jadi yang tadi masuk pujian, ya?
Oke, lupakan.
Hari ini mau ke mana?
"Agenda hari ini aku mau ke *mblrg* café—Huh? Sensor ini lagi?"
…
Maafkan aku, Xu Sheng.
"Uhh… Tidak masalah, Author. Jadi, hari ini aku akan pergi ke café itu untuk mencicipi apa yang menjadi rekomendasi orang-orang selain Sun Café. Aku berharap kalau tidak ada yang bisa menyaingi parfait Sun Café. Oh, aku harap aku bisa bertemu dengan Guo Jia lagi untuk lomba makan parfait. Aku suka ide gilanya." ucap Xu Sheng kemudian tertawa kecil.
Xu Sheng berjalan santai sambil terus mencari keberadaan café yang ia cari. Tak lama kemudian, Xu Sheng menemukan café tersebut dan segera mencari tempat duduk. Sebuah café yang berada di pinggir jalan khusus pejalan kaki bisa dibilang café yang cukup luas. Dekorasi yang simple tapi menarik dan tempat duduk serta mejanya yang nyaman untuk digunakan menjadi nilai tambah café tersebut. Pelayanannya ramah dan terlihat santai. Begitu juga dengan fasilitas ruang tunggu bagi orang-orang yang ingin membawa pulang pesanannya. Bisa dibilang café ini sangat nyaman untuk dijadikan tempat nongkrong, mengerjakan tugas, atau sekedar berkumpul dengan teman-teman.
Satu lagi…
Stop kontak everywhere…
Wifi dengan kecepatan tinggi…
Ada stop kontak dan wifi kecepatan tinggi, semuanya senang dan betah.
Ketika Xu Sheng sudah menemukan tempat duduk yang pas untuk menikmati parfait, seorang pelayan pun datang menghampiri dan memberikan buku menu.
Tentu saja yang langsung dilihat oleh Xu Sheng adalah bagian parfait.
Berderet banyak sekali varian parfait dengan gambar yang menggoda.
"Maaf, saya mau tanya, untuk parfait yang paling recommended di sini yang mana, ya?" tanya Xu Sheng yang kebingungan harus memilih yang mana.
"Oh, untuk yang paling sering dipesan pelanggan adalah Tiramisu Parfait."
"Ohh… Kalau begitu saya pesan Tiramisu Parfait satu."
"Ada lagi?"
"Sudah, itu saja."
"Baik, mohon tunggu sebentar, ya."
Pelayan itu pergi dengan senyum.
Baiklah, apa yang harus Xu Sheng lakukan sekarang adalah menunggu pesanannya datang sambil sesekali melakukan vlog untuk bahan nistagram story-nya.
"Hai, hari ini adalah hari dimana aku melakuakan tur parfait. Tempat pertama yang aku kunjungi adalah *mblrg* Café, yang ada di daerah *mblrg*. Terlihat nyaman bukan? Satu lagi, stop kontak tersedia banyak, lho! Wifi juga kecepatan tinggi. Untuk parfaitnya, nanti ya. Aku sedang menunggu."
Selesai.
Seperti itulah vlog yang dilakukan Xu Sheng, tentu saja sambil menunjukkan suasana café, stop kontak, dan dirinya sendiri.
Xu Sheng ketularan Li Dian atau bagaimana?
"Ah, aku melakukan ini untuk laporan ke Sun Quan juga, kok. Tenang, videonya aku save juga."
Oh, begitu rupanya.
Kukira karena ulah Li Dian.
"Ngomong-ngomong soal Li Dian… Dia update foto, nih. Baru saja."
…
Nggak mau lihat, makasih.
Mari kita lanjutkan!
Beberapa menit kemudian, parfait pesanan Xu Sheng datang.
"Tiramisu Parfait. Parfait ini yang jadi rekomendasi banyak orang. Parfait yang terdiri dari… Remahan biskuit susu di bagian bawah, lapisan pudding vanila di atasnya, cream cheese, kemudian remahan biskuit lagi ditambah dengan chocochips… Di atasnya lagi ada lapisan pudding vanilla, kemudian ada cream cheese dan remahan biskuit susu. Untuk topping, ada whip cream dengan taburan chocochips, cokelat bubuk, dan coffee granules. Dari tampilannya sih sederhana, tapi terlihat menarik. Semoga saja rasanya enak." ucap Xu Sheng, sibuk melakukan vlog, "kalau begitu, selamat makan!"
Suapan pertama siap mendarat…
HAP!
"Hmm… Rasa kopi dan cokelatnya terasa sekali. Pudding dan biskuitnya juga lembut! Boleh juga, nih!"
Sepertinya review yang dilakukan oleh orang-orang di medsos ada benarnya juga.
Tapi, apakah parfait ini lebih enak dari punya Sun Café?
"Hmm… Jujur saja, punya Sun Café masih jauh lebih enak."
Sudah kuduga…
Jadi, sekarang mau langsung pergi ke café lain?
"Hmm…"
"Anu, permisi."
Seorang laki-laki mendatangi Xu Sheng yang sedang memikirkan apa yang harus dia lakukan setelah menghabiskan parfaitnya. Seorang laki-laki yang belum pernah ia temui sebelumnya. Bahkan kenal saja tidak.
"Ada apa, ya?" tanya Xu Sheng kebingungan karena wajah laki-laki ini terlihat lesu.
Tiba-tiba laki-laki ini menaruh box pizza ukuran jumbo di meja Xu Sheng.
"M-Maukah kamu makan pizza ini denganku? Aku tidak mungkin makan sebesar ini sendirian. H-Hueee…"
Matanya yang berkaca-kaca membuat Xu Sheng tidak bisa menolak.
Pada akhirnya, mereka berdua menikmati pizza jumbo bersama.
"Umm… Maaf kalau boleh tanya, memangnya ada apa dengan pizza jumbo ini?" tanya Xu Sheng yang penasaran dengan laki-laki dan box pizza jumbo itu.
"Ah, baru saja aku dapat titipan dari teman-temanku yang akan berkunjung ke rumahku untuk diskusi kelompok, hanya saja karena suatu hal, diskusi kelompok harus diundur entah kapan. Aku terlanjur sudah membelinya dan orang rumah kebetulan pergi semua untuk beberapa waktu. Jadi… Makan sendiri 'kan… Rasanya… SROOT!"
Woy, jorok mas!
"A-Ah, maaf. Kalau pizza ini harus aku simpan untuk beberapa hari juga rasanya sudah lain… Uhh…" jawab laki-laki itu, masih dengan tatapan sedih sambil menyantap satu slice pizza jumbo.
Xu Sheng mengangguk pelan, "iya juga, sih. Makanan yang terus-terusan dihangatkan juga tidak bagus… Oh, ngomong-ngomong, perkenalkan, namaku Xu Sheng."
"Salam kenal, Xu Sheng. Namaku Ma Dai."
Ma Dai, iya, Ma Dai yang itu.
Xu Sheng bisa bertemu dengan Ma Dai yang kebetulan berada di café itu bahkan berbagi pizza jumbo untuk dimakan berdua.
Padahal pizza jumbo bisa dimakan bahkan lebih dari empat orang.
Namanya juga jumbo.
Saat sedang menyantap pizza jumbo berdua, Xu Sheng dan Ma Dai banyak bercerita, entah itu cerita berasal dari mana dan lain sebagainya.
"Oh, Xu Sheng anak Wu yang dapat beasiswa ke Jerman?! Luar biasa!" mata Ma Dai berbinar mendengar cerita Xu Sheng.
"Ahahaha, begitulah… Lalu, kamu anak Shu, ya? Kenal Zhao Yun, nggak?"
"Ah! Kenal, kenal! Aku sudah beberapa kali bertemu dengannya, tapi kami tidak begitu dekat, sih. Kak Zhao Yun dekatnya sama young master—maksudku Ma Chao."
"Ma Chao…?"
"Iya, sepupu, hehe."
Xu Sheng mengangguk untuk yang kedua kalinya, tentu saja masih menyantap pizza jumbo.
Ngomong-ngomong soal pizza jumbo, bagi dong…?
"Oh iya, Xu Sheng kenapa ada di café ini sendirian?"
Nggak sendirian, ada aku…
"Aku sedang melakukan tur parfait." jawab Xu Sheng.
"E-Eh? Tur parfait…?"
"Ya. Aku sedang mencicipi beberapa parfait yang masuk dalam rekomendasi orang-orang dan mendapat review bagus. Selain berburu parfait adalah hal yang aku sukai, aku melakukan ini untuk mencari tahu keberadaan parfait yang lebih enak dari Sun Café."
"Eeeh? Aku baru tahu ada hal begituan, kukira mereka tidak hanya fokus satu makanan saja. Ternyata ada yang fokus satu ya…? Tapi kamu tidak apa-apa, 'kan? M-Maksudku… Itu parfait dan kamu harus makan itu seharian? Kuat habisinnya?"
"Hmm? Tentu saja kuat."
'MENGERIKAN SAUDARA-SAUDARA!' batin Ma Dai hampir pingsan mendengarnya.
"Toh hanya beberapa yang akan aku coba, tidak semuanya. Kalau semuanya, mungkin aku sudah pergi ke dunia parfait selamanya."
'MAKSUDMU SURGA?!' Ma Dai lagi-lagi syok mendengar istilah 'dunia parfait' yang diucapkan Xu Sheng.
"Ahahaha, begitu rupanya! Lalu, setelah ini mau ke mana?" tanya Ma Dai kemudian menyeka keringatnya yang bercucuran amat deras.
"Selanjutnya, aku akan ke *jleb* café."
Ma Dai terdiam sesaat.
'SENSOR APA LAGI YANG KAMU GUNAKAN, AUTHOR?!' batin Ma Dai mengamuk.
Oh, aku hanya menggunakannya sebagai pembeda dengan yang atas.
Semua café nggak mungkin aku jadikan *mblrg*, kamu mau reader bingung?
'TAPI, TAPI, TAPI, SENSOR BARUNYA BERASA NUSUK ORANG!'
Ma Dai sudah belajar telepati, ya.
Sudahlah, Ma Dai, ikuti saja…
"Umm… Ma Dai, kamu tidak apa-apa?"
Xu Sheng jadi panik gara-gara melihat Ma Dai yan tiba-tiba mengeluarkan arwah dari mulutnya.
Ma Dai, sadarlah!
"Jangan-jangan sudah tidak kuat makan, ya—"
"Eh? Ah? Ada apa, ya? Oh, masih kuat, kok! Hahaha!" akhirnya Ma Dai sadar dan kembali menyantap pizza jumbo yang masih tersisa beberapa slice, "Xu Sheng, kalau kamu mau, aku bisa menemanimu ke café tujuanmu, lho! Tenang saja, aku sangat senang kalau bisa membantu orang!" lanjutnya.
"Eh? Benarkah?"
"Ya! Kita pakai motorku!"
… Bukan motorcross, 'kan?
'ITU MAH MOTORNYA YOUNG MASTER—MAKSUDKU MA CHAO!' jawab Ma Dai jengkel.
"Kalau begitu, mohon bantuannya untuk menemaniku tur parfait, Ma Dai!"
###
"Selamat datang!"
Dua orang pelayan menyambut pelanggan café di pintu masuk, bahkan membukakan pintu untuk mereka.
Akhirnya Xu Sheng dan Ma Dai sampai di café berikutnya, *jleb* Café. Café yang satu ini lebih menonjolkan dekorasinya yang terbilang cute, karena warna pastel dari dinding café begitu juga dengan dekorasinya yang bisa dibilang lucu, imut, dan sebagainya. Begitu juga dengan stiker yang tertempel di dinding, menampilkan sensasi imut bagi siapapun yang datang ke café ini.
"Silahkan, mau pesan apa?" seorang pelayan memberi Xu Sheng dan Ma Dai buku menu sekaligus menu khusus yang sedang ada promo.
"Kudengar di sini ada parfait enak, kalau boleh tahu, parfait yang recommended yang mana, ya?" tanya Xu Sheng sambil melihat-lihat isi menunya.
"Oh, kalau parfait yang recommended kami punya Mini Bunny Parfait. Kalau beli dua bisa dapat harga yang lebih murah karena kebetulan sedang ada promo." jawab pelayan dengan ramah.
"Wah, ada promo? Ya sudah saya pesan dua Mini Bunny Parfait, ya. Ma Dai mau apa?"
"Uhh… Namanya lucu-lucu, ya…"
Sepertinya Ma Dai kesulitan memilih menu karena tampilannya yang sangat imut.
"Hehehe, sesuai dengan konsep café kami." ucap pelayan itu sambil tersenyum.
"Kalau begitu, aku pesan ini saja, deh. Umm… Cat Mango Juice…? Ya, itu saja."
"Oke. Dua Mini Bunny Parfait dan satu Cat Mango Juice, ada yang lain?"
"Itu saja dulu."
"Baik, kalau begitu, mohon ditunggu pesanannya! Akan saya antar nanti."
Pelayan pergi begitu saja.
Mari kita lihat seperti apa yang mereka pesan ini…
Mini Bunny Parfait, walau parfait ini ukurannya mini, tapi tampilannya begitu imut karena ada topping es krim yang dibentuk menyerupai kepala kelinci dengan telinga yang terbuat dari cokelat dan untuk yang berwarna-warni terbuat dari cokelat putih dan pewarna makanan. Isi dari parfait mungil itu terdiri dari whipped cream, buah-buahan seperti jeruk mandarin, stroberi, dan yang lainnya, white chocolate dan dark chocolate, kemudian sebelum diberi topping es krim, parfait ditaburi oleh meyses warna-warni. Benar-benar mungil dan imut.
"Ah, aku jadi ingat plushie kelinci bundar punya Author—"
Ssst…
Tidak, Xu Sheng.
Jangan bawa-bawa dia.
Lanjut.
Mari bahas pesanan Ma Dai.
Pesanan Ma Dai ini sebenarnya adalah jus mangga, hanya saja diberi es krim yang dibentuk menyerupai kepala kucing dengan ekspresinya.
Simple tapi imut.
"Permisi, dua Mini Bunny Parfait dan satu Cat Mango Juice."
Pelayan menaruh pesanan mereka berdua.
"Ah, tampilannya benar-benar seperti di buku, ya. A-Aku nggak tega makan es krimnya…" tangan Xu Sheng gemetar ketika hendak menyendok parfait imut itu.
"Kalau meleleh bentuknya jadi aneh, lho."
"B-Benar juga. Ya sudah, selamat makan!"
HAUP!
Nyem nyem nyem…
"I-INI ENAK SEKALI!"
Apakah Xu Sheng sudah masuk ke dunia parfait?
"D-Dunia parfait?! A-Apakah dia akan mati setelah makan parfait?!" tanya Ma Dai panik.
Ma Dai, dunia parfait di sini bukan surga seperti yang dimaksud di awal, dunia parfait ya dunia parfait.
"Eh… Ohh…" Ma Dai sweatdrop dan tidak tahu harus bereaksi seperti apa.
Ngomong-ngomong, Xu Sheng, kamu lupa bikin vlog.
"Eh…? A-AAAHH BODOHNYA AKU!"
###
Seharian penuh mereka berkeliling berburu parfait dengan bantuan Ma Dai yang siap mengantar Xu Sheng ke tempat tujuan, sampai pada akhirnya tur parfait pun berakhir. Xu Sheng minta diturunkan di Sun Café karena akan langsung memberikan laporannya kepada Sun Ce atau Sun Quan, setelah itu dia bisa kembali ke rumah Zhu Ran dengan senang. Sesampainya di Sun Café, Xu Sheng turun dari motor Ma Dai dan segera melepas helm cadangan yang dibawa Ma Dai kemanapun.
"Ma Dai, nggak mau masuk dulu?" tanya Xu Sheng seolah-olah Sun Café sudah menjadi rumahnya sendiri.
"Eh? Oh, nggak usah. Aku akan langsung pulang. Siapa tahu di rumah sudah ada orang, haha!"
"Ah, ya sudah kalau begitu, terima kasih atas bantuannya, ya! Mungkin suatu saat nanti aku bisa traktir di Sun Café."
"Eeeh, nggak usah nggak masalah, lho! Aku memang sudah niat membantumu. Kalau begitu, sampai jumpa! Kapan-kapan kita bisa ketemu lagi kalau kau butuh sesuatu!"
Ma Dai segera melaju dengan motornya untuk pulang ke rumahnya.
"Hmm… Sekarang saatnya laporan ke—"
"Xu Sheng."
Tiba-tiba Zhao Yun keluar dari Sun Café.
"Ah, Zhao Yun! Tadi aku—"
"Tadi beneran Ma Dai? Kok bisa dia sama kamu?" tanya Zhao Yun yang kebetulan melihat Ma Dai, "mana motornya lebih keren dari Ma Chao pula! Kayaknya aman kalau sama Ma Dai."
Zhao Yun mempermasalahkan motor…
"Ceritanya panjang. Pokoknya dia membantuku tur parfait seharian ini," jawab Xu Sheng dengan wajah senang, "ngomong-ngomong, sudah mau balik?"
"Hmm… Iya, tadi aku mampir cuma mau ketemu Lu Xun. Ya sudah, aku balik dulu, ya. Kerja bagus, Xu Sheng."
Setelah Zhao Yun berlalu, Xu Sheng langsung masuk ke Sun Café dan segera menemui Sun Ce atau Sun Quan untuk menyerahkan hasil laporan berupa vlog seharian penuh.
"Wah, Xu Sheng. Sudah kembali dari tur parfait?" tanya Sun Quan yang kebetulan berada di luar kantor.
"Sudah. Aku vlog tadi."
"Dan hasilnya?"
"Seperti biasa, tidak ada yang menyaingi parfait milik Sun Café!" Xu Sheng memberikan jempol terbaiknya.
Mendengar jawaban Xu Sheng, Sun Quan tertawa puas.
"Dasar kamu ini. Ya sudah, copy saja videonya ke komputer Kak Ce. Selebihnya aku chat nanti kalau aku mau tanya-tanya."
"Oke!" Xu Sheng segera melangkah menuju kantor manajer, hanya saja langkahnya terhenti ketika hendak membuka pintu kantor, "oh, Sun Quan! Ada satu hal lagi!"
"Hmm? Ada apa?"
"Terima kasih sudah memberikan kesempatan langka ini!" ucap Xu Sheng kemudian pergi masuk ke kantor untuk menyerahkan rekaman vlog tur parfait.
Sun Quan terdiam sesaat, kemudian tersenyum.
"Dasar pecinta parfait…"
Hmmm...
Xu Sheng: hmmm...
Zhao Yun: hmmm...
INI KENAPA PADA IKUT-IKUTAN?!
Oke, dikarenakan program kampus yang sempat saya katakan di chapter sebelumnya itu DITUNDA jadi bulan Oktober alias bulan depan (dan keberangkatan juga ku masih belum tahu dapat kloter berapa hiks), jadi mohon maaf kalau misal di bulan depan (iya, udah mau bulan Oktober aja ya) yang harusnya update jadi tertunda karena program case study ini dan harus selesaiin laporan secepatnya.
Jadi mohon maaf kalau ada keterlambatan update dikarenakan hal di atas hehe *gelindingan sampai Parangtritis*
Seperti biasa, kalau mau tahu perkembangan bisa update dan lain-lain, bisa lho follow/add friend medsos Author, cek profil Author deh *wink* tapi Author lebih aktif di fb (walau cuma share meme receh seperti yang Zhou Tai lakukan) dan twitter. Di IG juga udah lumayan bisa aktif lagi sekarang-sekarang ini, hehe.
Kalau begitu, sampai jumpa next chapter!
SEMANGAT!
