Title : Honey
.
Author : pinkypapers a.k.a Kinara Kim (기나라 김)
.
Disclaimer : The story idea belongs to Yutaka Tachibana, this story belongs to me, Kyuhyun belongs to Sungmin and Sungmin belongs to Kyuhyun.
.
Main Cast :
Lee Sung Min [Super Junior] as yeoja 23 years old
Cho Kyu Hyun [Super Junior] as namja 17 years old
Kim Hee Chul [Super Junior] as yeoja 17 years old
Han Geng | Tan Han Kyung [Super Junior] as namja 17 years old
Lee Dong Hae [Super Junior] as namja 16 years old
.
Sub Cast :
Choi Min Ho [SHINee] as namja 14 years old
Noh Lee Young | E-Young [AFTERSCHOOL] as Minho's eomma {Choi Lee Young}
Lee Soon Kyu | Sunny [Girls'Generation] as yeoja 17 years old
Kim Hyo Yeon [Girls' Generation] as yeoja 17 years old
Stephanie Hwang | Tiffany [Girls' Generation] as yeoja 17 years old
Kim Hyo Jung | Hyorin [SISTAR] as yeoja 17 years old {Min Hyorin}
Lee Hae Ri| Haeri [Davichi] as Hyorin's friend
Kim Jae Joong | Hero Jaejoong [JYJ/TVXQ!] as Tifanny's namjachingu
.
Extra Cast [Just Name] :
Park Jung Soo | Leeteuk [Super Junior] as teacher
Choi Jin Ri | Sulli [f(x)] as Minho's ex-girlfriend
.
Main Pair : KyuMin [Kyu Hyun – Sung Min]
.
Genre : Romance, School life, a bit Humor, Drama, Slice of Life, Angst, Hurt/Comfort
.
Rating : T
.
Warning : Gender Switch; Cover Story; A bit cheesy; Bad Language; Typo; Out of Character
.
Summary :
Setelah menolak bertunangan dengan Minho, Sungmin meninggalkan rumahnya dan menuju apartemen Kyuhyun. Lalu, apa mereka berdua akan tinggal dalam satu atap? Di satu sisi, suatu hari muncul murid bernama Hyorin yang suka meniru gaya Sungmin. Di balik murid itu, ternyata ada Minho…
.
Background Music : Orange Caramel (오렌지 캬라멜) - A~ing (아잉 )
.
Note :
Hanya sebuah cover fanfiction dari Manga Honey by Yutaka Tachibana. Dedicated for all KyuMin shipper ^-^ Saya benar-benar berterimakasih untuk para readers yang mau menyempatkan waktu untuk membaca, apalagi meninggalkan jejak (such as review, comment, thumb or kudos). Mohon nggak ada bashing untuk para cast/pair yang saya gunakan, disini saya punya kuasa penuh untuk menentukannya. DON'T LIKE DON'T READ :)
Just have fun with me, arraseo?
Happy Reading and of course, please left a comment or thumb/kudos and NO BASHING & COPAST!
.
Sungmin mengembangkan senyumnya ─seperti anak kecil yang baru saja dibelikan es krim─lalu ia bergelayut manja di lengan Kyuhyun. "Sekarang, aku sedang menuju rumahmu."
"HAH?!"
"Sampai aku bisa memutuskan pindah kemana.. apa kau mau menampungku, Kyuhyunnie?"
.
.
.
CHAPTER TWENTY FOUR [Part A]
Kyuhyun terdiam di tepi jendela apartemennya, sedangkan yeoja berwajah aegyo yang berstatus 'menumpang' kini dengan wajah tanpa dosanya sedang berendam air hangat tanpa tahu sang pemilik apartemen─kekasihnya─ sedang memikirkan bagaimana caranya mengusir yeoja itu dengan halus─sangat-sangat halus.
Kyuhyun mendesah berat. Ingin sekali ia rasanya keluar hanya untuk menenangkan pikirannya yang galau. Senandung Sungmin yang terdengar samar-samar dari balik pintu kamar mandi seakan hampir membuatnya gila.
Dirinya sungguh tidak habis pikir. Bagaimana bisa seorang Lee Sungmin, yeoja dewasa berumur 23 tahun memutuskan tinggal bersama dirinya yang notabene adalah kekasihnya yang tinggal sendirian di apartemen? Apakah Sungmin tidak ingat bahwa ia masih memiliki sepupu evil -nya yang kapan saja siap membantunya?
Atau Sungmin mengalami gegar otak ringan yang membuatnya tidak bisa berpikir jernih?
Kyuhyun mengenakan kacamata minusnya dan kembali menggoreskan pensil mekaniknya, menuliskan sejumlah penyelesaian soal pertidaksamaan matematika yang terhidang dihadapannya.
Apaan, sih? Kondisi yang sekarang ini kok.. Kenapa jadinya sekarang Sungmin yang menumpang tinggal ditempatku?! Terus, kenapa sekarang dia malah berendam?! Di sini cuma ada satu kasur dan selembar selimut saja. Gimana cara penyelesaiannya tuh?! Sungmin tidak mungkin tidak tahu soal itu. Kan dia sudah lumayan sering kemari untuk bersih-bersih. Dia juga pasti tidak berpikiran untuk membawa kantung tidur sendiri. Kalau begitu.. apa dia mau menggodaku? Apa maksudnya begitu?! Tapi kenapa? Apa phobianya pada namja sudah sembuh? Atau, karena masalah dengan halmeoni dan bocah itu membuatnya bertindak nekat?!
Kyuhyun berdecak, mengutuki pikirannya yang mulai memikirkan hal-hal yang aneh. Otak jeniusnya mulai menyimpulkan bahwa Sungmin menginap dirumahnya memang untuk 'itu'. "Nggak apa-apa nih?" gumamnya frustasi.
"Apanya?"
Kyuhyun menoleh. Bayangan seorang wanita cantik bertubuh mungil dengan rambut sehitam arang dan mata foxy, balik memandangnya. Piyama yang dikenakan Sungmin sangat serasi dengan kulit putih susu miliknya─piyama dengan atasan tanpa lengan dan celana selutut yang membuat kulit putihnya sedikit terekspos dari yang biasanya. Ditambah lagi rambut panjangnya yang basah, terkesan menambah keseksian Sungmin dimata Kyuhyun.
Tapi Kyuhyun tidak menyukainya.
Tidak disaat mereka berdua berada dikamar apartemen Kyuhyun yang sunyi.
Kyuhyun tak bisa mengucapkan sepatah katapun untuk membalas tatapan bingung kekasihnya. Ia hanya membulatkan matanya seraya mengepalkan tangannya untuk menahan hasrat dalam tubuhnya yang mulai bergejolak.
Sungmin tersenyum polos tanpa sadar bahaya yang mungkin bisa menyerangnya kapan saja. "Rupanya Kyuhyunnie belajar ya? Hebat!" serunya riang.
Tidak mendapatkan respon lagi seolah namja dihadapannya tengah mengalami pembekuan di otaknya sehingga tidak mampu berbicara, Sungmin memilih melangkah kearah dapur. "Kyuhyunnie mau minum teh?" tanyanya riang yang tentu saja tidak mendapatkan jawaban.
Kyuhyun memandangi langkah kecil Sungmin dari belakang. Ya! Lee Sungmin! Memangnya kau mau aku bagaimana lagi?! Menyerangmu detik ini juga?, batin Kyuhyun gila.
.
"Daun teh ini kudapat dari Leeteuk seonsaengnim. Hihihi… Di luar dugaan, ternyata dia itu penggemar teh. Ini namany Steinthal White Tea. Rasa asamnya sama sekali nggak ada. Rasa teh-nya juga ringan sekali. Sebagai tambahan, 50 gram teh ini harganya 4800 won. Selain itu, Darjeeling Puttabong dan Green Tea juga suka.." cerocos Sungmin sembari sesekali menyeruput tehnya perlahan. Tampaknya yeoja mungil itu senang sekali menghabiskan waktu minum teh berdua dengan kekasihnya.
Sedangkan Kyuhyun─yang dari tadi hanya meminum tehnya dengan penuh konsentrasi, atau tepatnya berusaha menahan diri untuk tidak menatap penuh minat kearah tubuh Sungmin yang terekspos hanya bergumam pelan, "Oooh…"
Sungmin tersenyum, menggeser duduknya sesenti lebih dekat dengan kekasihnya seraya menatap mata onyx Kyuhyun. "Mashita?"
Kyuhyun membalas tersenyum seadanya sembari meniup pelan uap panas teh dari gelasnya. "Ne, jagiya."
Sesaat ruangan apartemen itu mendadak sunyi, cerocosan Sungmin yang dari tadi mengisi kekosongan ruangan itu lenyap. Diganti dengan suasana yang sangat tidak mengenakkan untuk Kyuhyun karena Sungmin mulai menatapnya lekat seakan ingin menelannya bulat-bulat.
Kyuhyun memalingkan wajahnya canggung. Ia merasakan aura tidak enak dari tatapan Sungmin yang barusan dilemparkan padanya. Tatapannya mengandung tekad yang err… mengerikan. Lihat, tuh! Dia lihat! Dia pasti lihat sesuatu!
"Kyuhyunnie?" panggil Sungmin pelan.
"Ne?"
"A─anu.. Aku.. A─"
Dancing in summer paradise sarange hi ya ya~
Alunan lagu dari sebuah boyband yang bernaung dibawah nama TVXQ! dengan cepat menginterupsi kalimat penuh kecanggungan yang siap dilontarkan Sungmin. "Siapa ya yang telepon jam-jam segini.."
Sungmin mengernyitkan dahinya bingung sambil beringsut menjauh kearah tas jinjingnya. Mencari handphonenya dan mengangkat tanpa melihat sebuah nama yang tertera di layar handphonenya.
"Yoboseo. Sungmin disini.." sapa Sungmin sopan.
/"MINNIE! GWAENCHANHA?!"
Kyuhyun menutup matanya lelah. Suara Heechul kini memenuhi gendang telinganya walaupun Sungmin sama sekali tidak menekan option loudspeaker di handphonenya. Pertanda bahwa yeoja berwajah sangar itu benar-benar murka diseberang sana.
"Chu-chullie.."
/"Kau nggak diapa-apakan Kyuhyun, kan?! Dia nggak menyakitimu?! Dia itu nggak ada bedanya sama namja mesum lainnya. Kau harus hati-hati! Lagipula, kenapa sih, kau nggak pergi kerumahku.. tapi malahan milih pergi ke tempatnya?!"
Sungmin menjauhkan handphone itu dari telinganya. Sepupunya tampak berniat untuk memecahkan gendang telinganya. "Tu─tunggu dulu Chullie.. Suaramu kenceng banget."
/"Biarpun melawan, yeoja selemah kau pasti akan bisa ditundukkannya dengan gampang! Namja yang otaknya encer macam dia pasti punya ketertarikan yang kuat sama hal-hal yang aneh! Belum lagi sifat ngototnya yang keterlaluan itu! Pokoknya, dia bukan namja biasa!"
Kyuhyun memilih untuk meminum tehnya sembari menikmati (?) sindiran-sindiran dari Heechul yang terdengar. Prasangkanya hebat amat.. Dia pasti sengaja ngomong sekeras itu supaya kedengaran juga olehku..
/"Dengar ya?! Begitu dia mau berlaku yang aneh-aneh, kau harus segera datang kemari! Min"
"SHIREO!"
Seketika suasana menjadi hening ke titik terendah. Bentakan Sungmin dengan tiba-tiba membungkam cerocosan Heechul, menyisakan tanda tanya besar di kepala Heechul dan Kyuhyun yang sembari tadi mendengarkan pembicaraan mereka tanpa berhenti meminum tehnya yang mulai mendingin.
Tatapan Sungmin mendingin. Pertanda yeoja mungil itu serius dengan apa yang akan dikatakannya. "Aku.. Apapun yang terjadi, aku nggak akan beranjak dari sisi Kyu."
/"Minnie, apa yang kau katakan…"
"Terus…"
/"Kau ngerti apa maksud kata-katamu barusan?!"
Sungmin menarik napas panjang dan berteriak dihandphonenya. "Malah aku yang akan melakukan hal yang aneh-aneh!"
BHUH!
Sontak Kyuhyun tersedak teh yang sedang diminumnya. Teh yang tadinya disesapnya dalam damai sembari menikmati sindiran Heechul kini sudah tumpah membasahi sebagian wajah tampannya dan sebagian lagi membasahi kaus putih yang tengah dikenakannya.
/"Hah? Tutunggu dulu, Minnie.. Min"
Pip!
.
Diseberang sana Heechul menatap handphonenya dengan ekspresi err… shocked. Selama 17 tahun hidupnya ia mengenal Sungmin, ia sama sekali tidak pernah sekalipun menerima perlakuan seperti ini dari seorang Lee Sungmin.
Tapi barusan…
Sungmin memutus teleponnya dengan mudah dan mematikan handphonenya.
Seolah menegaskan untuk tidak mengganggunya untuk menghabiskan malam bersama kekasih barunya, Cho Kyuhyun.
Heechul membanting handphonenya ke kasur. Awas saja kau Cho Kyuhyun, jika kau berani menyentuh Minnie seujung jaripun, jangan harap kau bisa melihat matahari lagi!
.
Sungmin mengalihkan tatapannya pada Kyuhyun yang sedang sibuk mengeringkan wajah dan bajunya. Kyuhyun yang merasa diperhatikan, mengangkat wajahnya, mendapati Sungmin menatapnya dengan mata yang berapi-api. Seketika Kyuhyun merinding.
"Mi─min?" Panggil Kyuhyun pelan, memastikan bahwa yeoja dihadapannya ini memang Lee Sungmin. Barusan.. Barusan dia bilang apa?
"Kyu!"
Sungmin beringsut meminimalisir jarak diantara mereka. Wajah putihnya memerah karena malu.
"Ka─kau.. Kau suka padaku?" tanyanya malu-malu.
Kyuhyun tercengang. Lho? Sungmin.. rupanya dia serius.. "Ne. Aku suka." Jawab Kyuhyun singkat, berusaha menerka-nerka apa yang ada dibalik rona merah Sungmin.
"Ka─kalau begitu lepas kacamatamu."
"Hah?" balas Kyuhyun tak mengerti.
"Lepas saja!" perintah Sungmin tegas.
Kyuhyun melepas kacamatanya perlahan. Kenapa Sungmin terlihat menggebu-gebu seperti ini?
Sungmin mengepalkan tangannya seolah menguatkan dirinya. "Aku harus tegar! Harus!" bisiknya pelan untuk dirinya sendiri.
"Ja─jangan bergerak ya!" seru Sungmin tiba-tiba dan..
CUPS!
Kyuhyun terperangah.
Kejadian barusan terjadi begitu cepat, bahkan ia tidak sempat mengedipkan matanya. Seorang Cho Kyuhyun yang jenius bahkan perlu waktu beberapa detik untuk mencerna kejadian barusan.
Dan akhirnya satu kalimat tertera jelas di otak jeniusnya.
Barusan saja Lee Sungmin─yeoja yang berprofesi sebagai guru perawat di S.M High School dan terkenal dengan kepolosan tingkat tingginya─berusaha menciumnya dengan ganas.
Tapi.. tetap saja yang kita bicarakan ini Lee Sungmin. Walau yeoja ini bertingkah nakal ia tetap saja seorang Sungmin yang polos.
"Jagiya.. itu dihidung." Tegas Kyuhyun, membuyarkan scene beku yang diciptakan Sungmin.
Sontak saja wajah Sungmin memerah karena malu. Usahanya memberikan Kyuhyun sebuah ciuman romantis sepertinya yang dilihatnya di sebuah drama gagal total.
"Kyaaa! Mian! Mian! Mian! Mianhaeeee!" serunya panik.
Kyuhyun sweatdrop. Jadi ini yang dimaksud dengan 'melakukan hal yang aneh-aneh'? Tekad yang mengerikan.
Kyuhyun tersenyum tipis, mencoba untuk menenangkan Sungmin. "Aku ngerti kau sudah berusaha. Ah.. tenanglah dulu sayang.."
"Kali ini, aku akan melakukannya dengan benar!"
"Hah?! Tu─tunggu dulu Min.."
"Jangan takut! Kali ini aku nggak akan gagal!"
CUPS!
Kali ini semua masih saja berlangsung begitu cepat tapi Kyuhyun sudah berantisipasi sehingga ia hanya bergumam pelan, "Itu.. di dahi.."
Sungmin melepaskan ciumannya di dahi Kyuhyun seraya berteriak frustasi. Harga dirinya seperti jatuh didepan kekasihnya.
"Wae?! Wae?! Waeee?!"
"Apa bukannya karena kau yang terlalu cepat menutup mata.." gumam Kyuhyun takut-takut.
Sungmin menggigit bibirnya kesal, memfokuskan tatapan matanya kearah bibir Kyuhyun. Kenapa sulit sekali mendaratkan ciuman manis disana? Kenapa selama mereka berciuman harus selalu Kyuhyun yang menyentuh bibirnya lembut?
Sungmin juga ingin menunjukkan rasa cintanya, meyakinkan namja berwajah stoic itu bahwa hanyalah dirinya kini yang mengisi hatinya. Bukan lagi Choi Siwon.
"Jadi begitu ya?! Kyu memang pintar!" bentak Sungmin kesal untuk menutupi rasa malunya. Ia mulai mengumpulkan tekadnya seraya mengepalkan tangannya. "Kalau begitu, sekali lagi.."
Kyuhyun memundurkan tubuhnya, bergidik melihat Sungmin seperti ini. "Tu─tunggu Min.. Memangnya apa yang membuatmu terburu-buru begitu?"
"Eh.." gumam Sungmin tak mengerti.
Kyuhyun tersenyum lembut, menyadari kekasihnya mulai tenang. Perlahan ia sentuh rambut hitam Sungmin dan mengelusnya lembut. "Bukan sifatmu untuk berlaku seperti ini.. Aku senang sih, kau mau melakukannya untukku. Tapi kau nggak harus sampai memaksakan diri, sayang."
Sungmin membalas tatapan lembut Kyuhyun dengan mata memerah menahan air mata. Betapa ia sangat menyayangi Kyuhyun, tapi ia merasa tidak bisa melakukan apa-apa untuknya, bahkan untuk meyakini Kyuhyun saja dirinya gagal.
Air mata itu perlahan jatuh membasahi pipinya seiring kekecewaan teramat dalam yang dirasakannya. Bayangan Kyuhyun tadi siang berkelebat lagi dipikirannya.
"Jadi kau menangis karena teringat pada kedua orang tuamu? Atau.. atau karena kau masih.. kau masih memikirkan namja itu?"
Kyuhyun meragukannya, dan ia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Habisnya kau pasti bimbang kan?"
"Min.."
"Aku selalu membuatmu khawatir. Aku.. bukan orang yang bisa diandalkan. Kupikir.. kupikir, sepatah kata 'saranghae' saja mungkin nggak akan cukup." Lirih Sungmin pelan seraya tertunduk.
Kyuhyun tidak mampu berkata apa-apa. Ternyata pernyataannya tadi siang itu sangat mengena ke Sungmin. Dan bodohnya ia sama sekali tidak menyadarinya.
Sungmin mengangkat kepalanya perlahan, menatap Kyuhyun dengan ekspresi wajah yang sudah berubah. "La─lagipula.. Ka─karena aku yang lebih tua, maka aku yang harus mengambil inisiatif.."
Kyuhyun sweatdrop. Memangnya apa yang bisa dilakukan sama yeoja yang bahkan nggak bisa melakukan ciuman dengan benar?! Tekad yang mengerikan, sayang.
Lama Kyuhyun pandangi wajah kekasihnya yang merona malu, sekarang Sungmin telah resmi menjadi miliknya, lalu apalagi yang harus ia tunggu?
"Kalau begitu.. kau mau lebih sedikit berusaha sayang?"
Belum sempat Sungmin bertanya apa yang dimaksud Kyuhyun, dengan lembut Kyuhyun mendorong Sungmin ke kasur yang terbentang dibelakangnya.
"Kyaa!"
Kyuhyun memandangi Sungmin yang terbaring dibawahnya dengan tatapan seduktif. Perlahan ia menarik tali tipis piyama Sungmin tanpa perlawanan berarti. Napasnya menderu seiring nafsu yang bergejolak.
Ia siap mengambil resiko apapun malam ini.
Kyuhyun menurunkan tubuhnya perlahan, mengarahkan bibirnya ke telinga Sungmin dan menjilatnya pelan. "Aku.. sudah sampai batasku.."
.
.
.
"Aku pulang."
Alis Lee Young bertaut ketika membuka pintu, mendapati anaknya memasuki rumah mereka dengan menggeret koper besarnya. Lengkap dengan wajahnya yang berlipat.
"Wah, Minho! Kau sudah pulang?" tanya Lee Young dengan nada ramah, atau lebih tepatnya menyindir.
Minho terus saja melangkahkan kaki ke kamarnya. "Tolong bayarkan uang taksinya." Ujarnya dingin tanpa menoleh.
Seorang supir taksi separuh baya berdiri didepan pintu dengan wajah mengantuk. "Maaf. Ditambah biaya tambahan untuk layanan waktu malam, semuanya jadi 29.990 won."
"MWO?!"
.
Minho membantingkan tubuhnya lelah ke tempat tidur miliknya. Perasaan kacau berkecamuk dalam hatinya. Ia lemparkan kopernya dengan kasar kesudut kamar.
"Mian. Aku memilih dia."
Kalimat yang tertera disurat yang ditinggalkan Sungmin tadi terbayang-bayang dibenaknya. Sehebat apa Cho Kyuhyun sampai bisa membuat Sungmin membantah kata-kata halmeoninya?
CKLEK!
Lee Young membuka pintu kamar anaknya perlahan, tidak dikunci seperti perkiraannya. "Eomma masuk."
"Apa?" tanya Minho dingin.
Lee Young berjalan kearah rak buku besar yang terlihat mendominasi kamar itu. Sudah lama ia tidak masuk keruangan ini, entah sejak kapan kamar ini disulap anaknya menjadi perpustakaan. Ia mengambil salah satu buku dari rak itu dan mulai membalik-balik halamannya tanpa minat.
"Eomma yang seharusnya mengajukan pertanyaan itu. Bukannya kau bermaksud untuk tinggal dirumah keluarga Lee?"
"Min-ah pergi ke tempat namja itu."
Lee Young membulatkan matanya. "Ke tempat putra anggota parlemen daerah itu?"
"Ne. Dia ke tempat Cho Kyuhyun." Ujar Minho dengan nada dingin.
Lee Young menghela napas lega. Setidaknya Sungmin tidak akan tunduk pada perintah halmeoni-nya. Urusannya kini hanya tersisa pada kebebalan Minho.
"Bisa juga nona muda berbuat begitu. Yaah.. biar pun rumah itu menyimpan banyak kenangan untuknya, tapi bisa bersama namja yang dicintainya adalah hal yang paling utama. Lalu, akhitnya sekarang kau baru bisa menyerah?"
"Aku cuma kembali untuk mengambil barang-barangku yang ketinggalan."
"Ooh.. Apa boleh buat. Dari awal pembicaraan soal pertunangan itu memang sudah nggak mungkin. Kau juga. Sebaiknya berhenti baca buku yang isinya rumit begini, dan kembali bertingkah seperti layaknya anak SMP yang kadang-kadang melakukan kebodohan yang konyol." Lee Young kembali meletakkan buku yang dibuka-bukanya tadi ke raknya. Mata tajamnya mulai meneliti judul-judul buku yang ada dirak tersebut. "Apaan ini?! Bukan cuma ilmu murni, tapi juga 'Hukum Filosofi Hegel', 'Sejarah Ekonomi', 'Elemen Analisis Terbatas', dan 'Sejarah Hukum Peradaban'? Memangnya kau ingin jadi apa?"
Minho mulai memainkan gadgetnya. Pertanyaan ibunya sama sekali tidak penting. "Buku-buku yang ada di situ bukan buku yang kusukai."
"Kalau ini semua bukan buku yang kau sukai, lalu buku siapa?"
"Itu kesukaan si anak anggota parlemen daerah itu."
"Hah?"
"Bukan hanya buku-buku kesukaannya. Keluarga, SMP almamater, teman-teman, tingkah laku, selera, hobi, mata pelajaran yang paling dikuasainya, tipe yeoja yang disukainya, dan lain-lain.. Aku tahu segalanya tentang namja itu. Bahkan sampai hal yang nggak disadari oleh orangnya sendiri."
Lee Young bergidik, melemparkan tatapan tajam ke anaknya. Ia sama sekali tidak menyangka Minho sudah menyelidiki Cho Kyuhyun.
"Ke─kenapa kau menyelidiki dirinya sampai sejauh itu?!"
Minho tersenyum santai. "Kan aku punya sponsor yang kuat."
"Bukan itu maksudku Choi Minho!"
"Untuk menang perang, informasi itu hal yang penting sekali. Bukannya eomma sendiri juga sealu melakukan hal yang sama dengan perusahaan? Untuk memenangkan persaingan yang ketat dan mencatat angka penjualan tertinggi, tentu saja kita harus meningkatkan kualitas barang produksi kita sendiri. Tapi selain itu, kita juga harus aktif mencari kelemahan perusahaan saingan dan membuat mereka goyah dari dalam."
"Apa─"
"Yang diperlukan supaya tetap bisa bertahan sebagai pemenang bukan hanya kata-kata klise belaka. Halmeoni sudah mengajari aku banyak sekali hal. Dan aku sendiri, apapun yang terjadi.. aku nggak berniat untuk jadi pihak yang kalah."
Lee Young berdecak kesal mendengar kalimat demi kalimat penuh keyakinan dari Minho. Ambisius. Sama seperti ayahnya. "Huh! Sudahlah! Terserah kau saja! Kau dan presdir sama-sama aneh!"
Minho tertunduk, jari-jarinya berhenti mengetik sesuatu pada gadgetnya. Sejenak, Lee Young menangkap ada guratan kekecewaan dimatanya. "Mulai besok, aku akan tinggal dirumah itu eomma. Aku akan merawatnya, karena rumah itu sangat berarti bagi Min-ah."
Apa benar anaknya mencintai Lee Sungmin? Lee Young sudah tidak ingin memikirkannya lagi, ia lelah dengan semua ini. "Lagipula kau memang sudah dibencinya. Padahal, kalau mau pacaran, lebih baik kau pacaran sama anak yang suka padamu. Oh ya.. Minho, eomma jadi teringat. Hari ini ada telepon untukmu. Dari anak yang namanya Sulli. Dia bilang, 'maafkan soal yang hari ini'. Sampai nanti. Jaljayo!"
BLAM!
Minho hanya bisa memandang pintu yang dibanting ibunya dalam diam. Ia seperti bisa melihat bayangan Sulli, berdiri dihadapannya dengan tatapan takut-takut, meminta maaf.
Maaf.. Maaf.. Sulli, dia selalu saja minta maaf. Karena aku melarangnya menelepon ke handphoneku, akhirnya dia malah telepon ke rumah ya. Sudah anaknya cengeng, mana lamban dan bebal lagi..
Minho mengacak rambut hitamnya kesal, membanting kacamatanya ke atas meja.
Tapi perasaannya lembut sekali dan agak sedikit mirip dengan Min-ah. Makanya, aku memutuskan untuk pacaran dengannya. Padahal dia sudah punya namjachingu, tapi nyatanya gampang seali membuatnya berpaling padaku. Tapi itu karena hubungan mereka bukanlah sesuatu yang mendalam. Kalau begitu... seperti apa hubungan Min-ah dan Cho Kyuhyun?
.
.
.
"Ja─.. ngghhh.. Tu─tunggu..! Tunggu! Janganhhh! Kyuhhh.."
Kyuhyun menghentikan jilatannya pada leher Sungmin dengan tidak rela. Perkiraannya benar. Kulit putih mulus yeoja ini benar-benar manis. "Apa?" desahnya berat.
Wajah Sungmin sudah memerah karena malu diperlakukan begini oleh Kyuhyun. "Tunggu.. Bi─biarkan aku yang─"
Kyuhyun menatap mata foxy Sungmin dengan intens. Ia ingin memakannya saat ini juga. "Begini ya─"
"Jebal.. Jebal Kyu.."
"Nggak boleh. Kau nggak bisa apa-apa sayang."
"A─aku akan berusaha!"
"Shireo."
"Ka─kali ini pasti bisa. Aku nggak akan gagal lagi." Iba Sungmin, demi sebuah kesempatan untuk mengambil dominasi dalam permainan ini. Tapi Kyuhyun malah bangkit dan membuka bajunya.
Jantung Sungmin serasa berhenti berdetak ketika Kyuhyun mulai mendekati tubuhnya dengan tatapan seduktif dan topless.
"Kau.. sudah siap mental kan?"
Lidah Sungmin kelu. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Ia sama sekali tidak yakin dirinya bisa melewati hal itu lagi. Hal yang pernah dulu dilakukannya bersama Choi Siwon.
Luka lamanya..
Sungmin sama sekali tidak yakin.
Kyuhyun yang tidak sabar mulai menggerayangi perut Sungmin, berusaha membuka pakaian atasnya.
Sungmin menepis tangan Kyuhyun cepat. "Ja─.. Da─dasar jahil! Kenapa kau nggak membiarkan aku yang─"
"Kalau kau bisa mengurangi rasa takutmu bila kau yang berinisiatif, maka pemikiranmu itu salah besar."
"Eh?"
Kyuhyun menepuk pelan pipi kekasihnya. Dengan lembut ia hapus air mata yang sempat membasahi pipi Sungmin saat memohon-mohon tadi. "Kau takut kan? Sudah kubilang Min, kau nggak usah memaksakan diri."
"A─aku tidak memaksakan diri.."
Senyum mulai terukir dibibir Kyuhyun. Yeoja dihadapannya ini terlalu berharga untuk disakiti. "Bagaimanapun jadinya, pihak yeoja akan jadi yang selalu menerima. Persiapkan baik-baik fisik dan mentalmu sebelum memutuskan mau apa. Lagipula, ucapanku saat itu.. ucapan itu keluar karena aku cemburu saja kok. Melihat usahamu untuk menjawab perasaanku saja.. sudah membuatku sangat senang. Tapi aku masih mau menunggu." Walaupun kami sudah mampu melampaui satu dinding pembatas, bukan berarti kenangan itu akan langsung hilang begitu saja. Semakin besar rasa sukaku pada Sungmin.. pasti akan semakin banyak perasaan baru yang terlahir dari dalam diriku..
Kyuhyun memainkan poni Sungmin dengan lembut, mengelus kepalanya dengan penuh sayang.
"Makanya kita berdua, melangkah pelan-pelan saja dulu Min." Aku harus menghadapinya langsung.. Karena aku tidak ingin menjadikan Sungmin sebagai pelarianku..
Sekali lagi, Sungmin menepis tangan Kyuhyun yang mengelus kepalanya dan menjatuhkan dirinya dalam pelukan Kyuhyun. "Ehehehe.. Kalau kau sudah sampai ngomong begitu.. Aku mau menunggu kok. Sebenarnya aku nggak takut lho." Seru Sungmin riang, sangat kontras dengan sikapnya yang tadi.
Kyuhyun mengangkat alisnya menikmati pelukan Sungmin didadanya. Jadi dia mulai manja karena sudah merasa tenang ya.."Aku memang bilang kita akan maju pelan-pelan saja. Tapi itu sama sekali nggak berarti aku nggak akan melakukan apa-apa hari ini." tegas Kyuhyun.
Sungmin dengan cepat melepaskan pelukannya dari Kyuhyun. "Eh? Eh? Eeh?!"
Kyuhyun menggertakkan giginya kesal melihat kepolosan Sungmin,
"Untuk sementara, hari ini.. izinkan aku menciummu."
TO BE CONTINUE..
Cast yg udah Kika perkenalkan diawal tapi belum masuk di part ini, berarti ada di part depan. Makasih buat yang udah mau baca, no bashing please
