Make Destiny
Balasan Review
Tentang mata Shsui, akan di ungkap pada chapter ke depan, mungkin 29 atau 30, aku juga lupa.. hehehe.
Kuchiyese
Wah, Raitogecko dan Eysa. , sepertinya anda berhasil membaca pikiranku untuk yang satu itu, tapi aku tidak akan membuat semua senjata menjadi satu, hanya beberapa pilihan yang terbaik.
Di usahakan update satu minggu sekali gan, jika bukan sabtu yah minggu
Karena Naruto itu hebat, maka ujian Chuninnya juga harus special, dan gak mainstream. Tentang bagaimana nantinya, just keep waiting till the time.. heheh
Tentang bagaimana naru keluar dari desa.. pasti harus ada sebab akibat yang lebih masuk akal, bukan hanya kebencian dan dendam saja, seperti yang biasanya. Entah kenapa kalau Cuma berdasarkan dendam dan ingin balas dendam saja, Naruto tidak akan melakukan itu. Seperti Sasuke yang di datangi oleh Itachi yang membisikkan kata 'Kebencian' Barulah ia melepaskan ikatannya dengan Konoha. Aku berpikir untuk menciptakan sebab-akibat yang membuat Naruto harus pergi dari desa. Dan harus special untuk kalian semua para pembaca setia fict ini…
Bayangan saja, Episode Shipuden nanti atau part II, tidak seperti yang kalian bayangkan akan mengikuti Canon, Ini adalah versiku dan "ANTI HOLLY MOTHER MAINSTREAM" hehehe, sorry terlalu semangat sih.
Tentang Sakura, mungkin akan menjadi seperti yang ada di cannon, mungkin juga tidak, aku masih memikirkan tentang yang satu ini.
NaruHina lover banyak juga yah, tapi akan kalian lihat nanti akan berakhir dengan siapa ending dari cerita ini. Hehehe
Uzumaki 77, Gomen nah, bahasanya memang masih menggunakan gaya pengetikannku dulu, tapi kedepannya sudah akan menyesuaikan kok.
Naruto akan melawan ayahnya? Siapa yang tau.. itu masihlah berada dalam perencanaan, bahkan belum sempat masuk ke bayangkanku.
Iya sih, kalo pribadi dan ambisi, memang naru nggak membutuhkan pair atau pasangan dalam hidupnya. Namun apalah arti hidup jika tidak memiliki sesuatu untuk yang membuatmu lebih hidup lagi..
Seorang pria hebat bisa berdiri tegak dan menatap ke depan karena di belakangnya ada Wanitanya yang akan selalu memapahnya untuk berdiri kembali bila terjatuh. Itulah yang kupercayai dan aku ingin Naru juga mempercayai ini.. kwkwkwk
NARUTO BUKAN KEPUNYANKU….
.
.
Light In the dark, The End of Tirany
.
.
.
Nami No Kuni atau negara ombak yang terkenal dengan letak strategis sebagai penghubung alur transportasi laut di dunia shinobi. Desa kecil berdekatan dengan letak uziahiogakure tempat Uzumaki Klan pernah berdiri.
Team 7 memiliki misi mengawal seorang pembuat bangunan jembatan di daerah ini. Misi yang awalnya adalah C rank namun berubah menjadi A rank setelah melawan seorang zabuza momochi miss nin bernotaben A rank dan salah satu anggota dari 7 legenda pedang kirigakure no sato. Pembunuh berdarah dingin dengan tekhnik silent kiling atau membunuh tanpa suara.
Namun tampa di sadari oleh satu orang pun dari anggota tim konoha, Naruto sudah menyelesaikan misi itu dengan rapi. Ia sudah menyelesaikan semuanya seperti Kinerja anbu Ne yang menyelesaikan semuanya dari balik bayangan tanpa harus di ketahui oleh orang lain. Naruto memiliki alasan tersembunyi kenapa ia melakukan hal itu tentunya, dan tentunya tidka ingin di ketahui oleh siapapun.
Kini hari sudah berlalu, semua sudah berkumpul di depan rumah dan melengkapi persiapan mereka masing. Baik tim Kakashi atau tim Yamato tengah akan langsung ke Jembatan hari ini, tidak seperti biasanya selalu bergiliran.
"Jadi sekarang hah... Kakashi sensei?" Tanya Menma, yang berdiri di samping kanan si ninja peniru itu.
"Jika sesuai dengan perhitunganku, maka kemungkinan hari ini Zabuza akan kembali bersama Ninja Pemburu itu" Komen Kakashi, menjawab rasa penasaran Menma.
"Aku tidak yakin sepenuhnya kalau zabuza akan datang sendiri, kemungkinan ia akan membawa bantuan bersamanya, mengingat ia telah mengetahui jumlah kekuatan kita" Kali ini Yamato ikut serta dalam perckapan itu.
"Kita juga memiliki bantuan... "komen Kakashi menatap malas Naruto yang hanya duduk menatap lautan luas dengan tatapan kosongnya "kita tidak akan pergi sendiri" lanjutnya dengan senyum mata sipitnya
"Hai.. paling tidak kita bisa bertarung dengan baik, tanpa harus menghawatirkan lagi keadaan Tazuna" Tambah Yamato.
flashback, malamnya.
Kakashi dan Yamato berada di jembatan kecil sekitar kediaman Tazuna, menatap langsung cahaya bulan. Mereka bukan hanya nongkrong semata, mereka sebenarnya berjaga secara bergantian, mencegah adanya serangan mendadak malam hari.
"Kurasa sudah waktunya untukku istrahat, Senpai" Ucap Yamato merenggangkan tulang-tulangnya sambil menguap.
"Kudengar kalau kau dan Naruto menemukan hal yang menarik selama kalian di Taki?" Tanya Kakashi penasaran.
"Eh.. Bagaiaman kau bisa mengetahui kabar secepat itu?" tanya Yamato penasaran. Kejadian di taki baru saja terjadi beberapa hari yang lalu, dan mereka tidak mungkin mendapatkan informasi tentang kejadian itu sebelum berada di Konoha.
"Aku memiliki caraku sendiri Tenzo.." ungkap Kakashi tersenyum dengan mata kanannya menyipit. Yamato hanya menghela napas saja karena ia tau kalau Kakashi tidak akan memberitahukannya bagaimana ia mendapatkan informasi itu. "Jadi, apa yang terjadi sebenarnya" lanjutnya serius.
"kejadiannya begitu rumit dan Komplikasi. Aku tidak tau bagaimana sebanarnya untaian kejadian itu, namun terdapat beberapa versi baik dari pemimpinnya ataupun yang mengaku melihatnya sendiri" jelas Yamato.
"Apa serumit itu?" Tanya Kakashi penasaran. "Kenapa kau tidak menanyakannya langsung pada Naruto saja?"
"Naruto bukanlah tipe orang yang akan memberikanmu sesuatu semudah membalikan telapak tanganmu senpai, kukira kau sudah tau itu" Jawab Yamato, dan di respon anggukan oleh sang senior "namun berdasarkan cerita dari berbagai sumber yang kukumpulkan, Naruto memiliki jutaan misteri yang sulit diungkapkan" Lanjutnya, menatap langit luas.
"Naruto menjadi sangat dingin sejak beberapa tahun yang lalu, dan puncaknya setelah ia pergi dari kediaman Minato sensei. Ia mengalami krisis ke percayaan, aku mengerti ia memiliki itu karena perlakuan yang selama ini ia terima dari semua yang berada disekitarnya. Perasaan terkhianati akan membuatmu sangat sulit mempercayai oang lain, sampai membuatmu bahkan tidak percaya untuk mengatakan siapa namamu sendiri" Ungkap Kakashi dramatis, seolah -olah ia mengerti apa yang membuat Naruto bersikap dingin.
Yamato menganggukkan kepalanya setuju. "Aku bisa melihat dengan jelas bagaimana sikapnya jika ia berada di sekitar keluarganya, mungkin hanya Mito-sama saja yang bisa mengajaknya berbicara seperti selayaknya saudara" tambah yamaro.
Kakashi mengangguk setuju. "Jadi, seberapa buruk kemampuannya? aku hanya bisa melihat sekilas saja ketika melakukan test, dan aku yakin masih ada banyak hal yang belum ia tunjukkan" tanya si Ninja peniru.
"Hal itu masih merupakan misteri yang belum bisa kuungkap sampai sekarang, namun aku percaya kalau Naruto memiliki levelnya sendiri" Jawab Yamato jujur.
"Seburuk itukah?" lanjut Kakashi.
"Di Taki, Ninja pelarian Takigakure Daisuke dan dua Anggota lainnya menyerang desa itu untuk mendapatkan Hero Water. Aku juga tidak tau apa itu Hero Water, namun sepertinya itu adalah harta peninggalan Taki" Ungkap Yamato mulai bercerita.
"Daisuke? Kalau aku tidak salah, ia adalah salah satu ninja pelarian kelas A" Komen Kakashi.
"Di BIngo book di katakan seperti itu. Aku juga tidak tau pastinya, namun di Taki, Daisuke ini sangat di benci hampir oleh semua warga desa itu" Tambah Yamato. "Misi kami adalah melakukan pengawalan seorang bocah wanita bernama Fuu yang ternyata adalah seorang Jinchuuriki ekor 7."
"Maksudmu dia adalah Jinchuuriki desa taki?" Yamato mengangguk setuju. "Bagaiman mungkin desa membiarkan keberadaan Jinchurikinya diluar seorang diri?" lanjut Kakashi bingung. Jinchuriki adalah hal yang paling sensitif bagi desa, dan tidak akan mungkin di biarkan berkeliaran dengan bebas.
"Kembali ke cerita, Daisuke mengigingkan biju itu dan berusaha untuk melepaskannya di tengah desa. Kemungkinan ia ingin menghancurkan Taki, seperti Kyuubi yang melakukanya ke konoha." Yamato berhenti sejenak dan menarik napas. "Bagaimanapun juga ia berhasil melakukannya, memancing si Jinchuuriki untuk melepaskan chakra Biju.
Saat itu Jounin yang berada di sekitar itu, Hanya bisa bercerita kalau ia membawa Pemimpin mereka ke rumah sakit, dan setelah itu Naruto menciptakan barrier menutup pandangan secara langsung, sekaligus barrier yang bisa menahan kerusakan meluas akibat amukan Biju."
"Barrier katamu? apa kau bisa jelaskan barrier seperti apa? aku tidak terlalu yakin kalau barrier biasa yang di kuasai seorang Chunin bahkan dapat menahan jutsu kelas A." ungkap Kakashi penasaran.
"Aku juga kurang tau tentang Tipe barrir apa yang Naruto gunakan. namun ada yang mengatakan kalau berwarna Biru, ada juga yang mengatakan merah, dan sebagian lagi ke kuningan. Seperti perkataanku tadi, semunya serba kompleks" Jawab Yamato.
'Barrier? Tapi Barrier jenis apa yang bisa di lakukan oleh seorang Genin yang mampu menahan terjangan seekor biju?' Pikir Kakashi penuh tanda tanya.
"Selebihnya, cerita yang kudapatkan adalah, Fuu mengamuk, lalu membunuh ke tiga musuhnya dan terakhir, Naruto membantu Fuu kembali dari amukan. Naruto menolak menjelaskan bagaimana ia melakukannya, dan Fuu tidak sadarkan diri sampai semuanya selesai, tidak ada lagi info yang bisa ku gali" Yamato menyudahi penjelasannya dengan tampang ekspresi kecewa.
"Kau sudah melakukan yang seharusnya kamu lakukan Yamato. Bagaimanapun juga, melakukan pemaksaan ke bocah itu demi informasi tidaklah mungkin kamu lakukan, bahkan aku tidak yakin kalau Minato Sensei akan melakukannya. Jika kita ingin mendapatkan kepercayaannya, maka kita harus mempercayainya, dan biarkan waktu yang mengubahnya." Ungkap Kakashi. " Namun satu hal yang bisa kita tarik, kalau kita memiliki bantuan besar dalam misi ini. Aku yakin Naruto sudah merencanakan sesuatu akan apa yang harus ia lakukan besok"
Yamato menganggukkan kepalanya setuju. Ia tau percis bagaimana senpainya itu dlaam hal menganlisa seseorang. Ia bukanlah tipe yang semborono, melakukan sesuatu tanpa alasan, mungkin akan berbeda jika ia bersama Gai.
End.
.
"Jika Nanti Ninja Pemburu itu muncul, maka biarkan aku yang melawannya. Aku ingin tau apa yang kudapatkan selama latihan keras beberapa hari terakhir ini" ucap Sasuke tiba-tiba, ingin unjuk gigi.
"Heh.. apa kau berpikir cuma kau yang memelajari tekhnik baru, Teme.. Aku juga tidak akan kalah darimu" Komen Menma bersemangat.
"Terserah kau saja, namun jangan berada di jalanku, atau kau akan kubakar dengn jutsuku, Dobe" Ucap Sasuke sambil menyeringai.
"Heh.. Lalu kau pikir kau bisa lolos dari Kayuku?" Ejek Menma.
"Akan ku ubah kayumu menjadi kayu bakar dengan katonku, tuan kayu" Ejek balik Sasuke. Sakura hanya cengengesan saja melihat kedua rekannya saling mengejek, sedangkan Kakashi hanya bisa tersenyum mata sipit khasnya.
'Yare.. yare.. Aku senang melihat mereka aku kembali' pikir Kakashi. Ia kemudian memperhatikan Naruto yang tidak perduli akan keadaan sekitar. 'Walaupun ada beberapa hal yang tidak bisa berubah dengan cepat' lanjutnya menghela napas.
"Bagaimana, apa anda sudah siap, Tazuna-san?" tanya Yamato, melihat Tazuna sudah berada di depan pintu.
"Hai.. Aku sudah siap sejak aku di lahirkan"Jawab Tazuna rada berlebihan. Tsunami yang mendengarnya hanya bisa menghela napas saja.
"YOSH... MARI KITA BERANGKAT.." teriak Menma bersemangat. Mereka pun kemudian melangkah menuju ke arah jembatan. Sebelumnya, Naruto memanggil Inari yang mengintip di balik paha ibunya. Meski sedikit ragu bocah itu akhirnya melangkah mendekati Naruto.
"Sudah, biarkan saja mereka, Naruto akan menyusul nantinya" Ucap Kakashi mengajak Sakura yang ingin menunggui Naruto. Si rambut pink itu hanya mengangguk dan melakukan apa yang di perintahkan senseinya saja.
"Apa kau masih ingin menangis?" Tanya Naruto. Tsunami hanya memperhatikan penasaran apa yang akan terjadi pada anaknya. Innari menggelengkan kepalanya pelan, menjawab pertanyaan itu.
"Apa yang akan kau lakukan jika Gato aku serahkan padamu? apa kau berani menghajarnya?" Tanya Naruto lagi. Inari mengangkat wajahnya, menatap bocah itu dengan cepatnya. Ia sangat penasaran dengan apa yang dikatakan Naruto.
"Ka- Nii-san serius?" tanya Inari ragu.
Naruto akhirnya berdiri, mengabaikan pertanyaan Inari yang berdiri di samping kanannya. "Jika kau ingin mendapatkan buktinya, maka pergi dan bawa semua orang desa ke jembatan. Katakan pada mereka bahwa sudah saatnya pembalasan." Dengan itu Naruto menundukkan wajahnya sejenak, menghormati Tsunami yang meneteskan air mata, mengingat keinginan suaminya akan terpenuhi.
"Arigatou.. " Bisik wanita berparas ayu itu. Naruto kemudian melangkah pelan menyusul rekannya, tidak lupa mengangkat jempolnya.
"Jika kau tidak muncul dalam 2 jam, maka aku akan membebaskan gatou. KALAU KAU INGIN MELINDUNGI NAMI NO KUNI SEPERTI AYAHMU, MAKA DATANGLAH DAN BUAT AYAHMU BANGGA, JANGAN JADI PENGECUT" teriaknya, sebelum melompat menjauh menyusul temannya.
"Kaa chan.." Gumam Inari ragu, penuh Tanya akan melakukan apa. Ia sungguh tidak tau apa yang harus ia lakukan. Dari lubuk hati terdalamnya, ia ingin melakukan pa yang Naruto katakana, namun ketakutan akan terror Gato membunuh ayahnya terlalu besar.
"Pergi Inari-kun, Naruto-kun sudah mempercayakan semuanya padamu, dan kau harus percaya padanya." ucap ibunya, menyemangati anaknya sendiri. innari mengangguk, perlahan membuka topinya, mengambil tali di dalam saku celananya, tali kecil yang selalu ayahnya guanakn sebagai pengikat kepala, khas japanese.
"AKU AKAN MELINDUNGI DESA INI.." teriaknya bersemangat.
.
.
.
Sementara itu di jembatan
"Sepertinya semua di luar pemikiran kita ne, Senpai" gumam Yamato, melihat ke sekelilingnya, belum menemukan keberadaan Zabuza dan Ninja Pemburu rekannya.
"Mungkin juga mereka ketiduran." Komen Menma bercanda.
"Yeah... atau mereka ketakutan melawan seorang Uciha" Ungkap Sasuke Arrogan. Naruto melangkah ke samping ring jembatan itu, memilih untuk duduk santai, mengabaikan percakan rekan tim konohanya.
"Kurasa hari ini kita bisa bersantai, sambil menemani Tazuna menyelesaikan pekerjaan pembangunan jembatannya" Ungkap Kakashi, melangkah dengan tujuan akan mendekati Naruto. "Yo Naruto..." sapanya mencoba ramah.
"Hn.." Jawab bocah itu tidak begitu memperdulikan Kakashi. Matanya hanya mengamati beberapa pekeja yang sibuk dengan tugas mereka. "apa yang kau inginkan, Kakashi" lanjutnya datar.
"Mah..mah.. apa aku tidak boleh menyapa anak senseiku huh?" jawab si ninja peniru, mencoba mengakrabkan diri ke Naruto. Tindakan Kakashi itu hanya mendapatkan lirikan tajam dari sepasang mata violet Naruto.
"Aku sedang tidak mood untuk berurusan denganmu, kenapa kau tidak pergi saja mengurusi muridmu" ucap Naruto sinis.
"Ayolah Naruto, aku hanya ingin melakukan percakapan ringan denganmu." Kakashi kemudian duduk di ring, samping kanan bocah itu. "Seseorang pernah berkata kalau kau keseringan serius, maka kau akan cepat tua" lanjutnya tersenyum mata sipitnya.
"Aku sudah mengatakan padamu untuk tidak bersikap seolah terjadi apa-apa. Lanjutkan saja apa yang kau mulai dan jangan ganggu aku" Komen Naruto memalingkan tatapannya ke arah luasnya negeri ombak.
'Luka yang dimiliki bocah ini sepertinya sudah sangat dalam' pikir Kakashi. "Kudengar kau melakukan pertunjukan bagus di taki?" pertanyaan Kakashi itu tidak mendapatkan respon Naruto, tidak sedikitpun. lagi-lagi Kakashi harus mencari cara lainnya untuk berusaha mengakrabkan diri dengan Naruto.
"Yamato bilang kalau kau memiliki elemen Raiton, Jika kau menginginkannya, mungkin aku bisa melatihmu satu atau dua jutsu, mengingat aku juga seorang pengguna Raiton" Usul si ninja peniru, mencoba mencari perhatian Naruto.
Dan memang berhasil, Naruto perlahan menggerakan wajahnya menatap si Ninja peniru serius. "Dengar Hatake, Jika kau tidak memiliki sesuatu untuk di kerjalan, kau bisa membantu pekerjaan Tazuna atau kau bisa menghabiskan waktumu bersama murid-muridmu. Aku tidak tertarik sedikitpun untuk melakukan percakapan denganmu, bahkan hanya untuk menyapa, apalagi mempelajari sesuatu darimu. Jadi bisakah kau pergi meningalkan aku serius" Gumam Naruto sangat serius.
'Minato-sensei... aku bahkan hampir tidak bisa melihat celah untuk mendekatinya' pikir Kakashi agak terkejut. Ia ingin mengatakan sesuatu, sebelum Seseorang muncul di tengah-tengah mereka semu.
"Hallo semuanya " Suara Crow terdengar menyapa semua pekerja saat itu. Kakashi dan Yamato langsung melompat ke arah Tazuna, bersama dengan murid-muridnya yang langsung bersiaga melakukan pengawalan. beberapa pekeja jembatan langsung melompat ke atas laut, dan beberapa lagi bersembunyi bersama Tazuna di belakang tim Konoha.
"Aku tidak menyangka kalau Gatou akan menjadikan orang sepertimu pengganti zabuza." Suara Kakashi terdengar menyamut si Crow.
"Mah... Mah.. apakah itu sebuah pujian, ataukan itu sebuah penghinaan dari seorang legenda Sharingan no Kakashi" Canda Crow, melangkah ke arah tepi jembatan, dimana Naruto duduk tenang.
"Jika aku jadi kau, maka aku tidak akan mencoba mendekatinya. Kau hanya akan menggali lubang kuburmu sendiri, jika kau mencoba macam-macam dengannya" Komen Kakashi mencoba menghentikan langkah Crow. Belum sempat Crow mendekati ring tepi jembatan, tiga buah kayu muncul dari dalam tanah, berukuran sebesar paha orang dewasa, langsung melilit tubuh Crow.
"Mokuton No Tenzo.. Aku tidak berniat melakukan hal yang berbahaya di sin" Ungkap Crow.
"Jika kau tidak akan melakukan hal berbahaya, lalu kenapa kau berada disini? kenapa orang sepertimu berada di tempat seperti ini" Tanya Yamato serius.
"Yamato sensei? Siapa dia?" tanya Menma penasaran.
"Jika di lihat dari penampilannya, ia hanyalah seorang bocah yang tidak jauh berbeda dari kami semua, lalu kenapa kau begitu takut padanya?" Tambah Sasuke, melangkah ke depan akan melawan Crow.
"Kau jangan bodoh Sasuke, dia itu bukanlah oang yang bisa remehkan" tahan Kakashi sangat serius, menggerakkan tangan kirinya ke Hita-itaenya bersiap untuk melakukan pertarungan.
"Lalu siapa dia sensei?" Tanya Sakura penasaran.
"Dia adalah seorang hantu, Hantu yang meneror Ninja pelarian di semua negara ninja yang ada di dunia ini, Crow No Sharingan" Ungkap Yamato serius.
Tentu saja Sasuke yang mendengarkan nama kekkei genkai klannya di sebutkan langsung terkejut. Begitu juga Menma terkejut karena Sharingan bukan hanya berada di konoha saja. "Apa maksudmu Sharingan, apa ia seorang Uchiha?" Tanya Sasuke.
"Tidak ada yang mengetahui dengan jelas apa ia memiliki Sharingan atau tidak, namun semua penampilan fisiknya seperti yang di ceritakan di bingo book" Jawab Kakashi.
Kemudian terdengarlah beberapa potong kayu yang terjatuh ke lantai jembatan itu. Potongan kayu yang berasal dari jutsu mokuton Yamato, yang melilit tubuh Crow tadi. Di sana telihat Naruto berdiri, menggunakan Nuibarinya menghancurkan sissa lilitan kayu di tubuh si Crow.
"NARUTO.. APA YANG KAU LAKUKAN.. KAU BODOH JIKA KAU MELEPASKAN DIA SEPERTI ITU. KAU TIDAK TAU DENGAN SIAPA KAU BERHADAPAN NARUTO" teriak Kakashi khawatir, menatap Naruto. Terlihat Crow melangkah santai, mendekati Naruto yang tidak memperdulikan perkataan Kakashi.
"Kau sudah cukup lihai menggunankan benda itu" Ucap Crow ramah menyapa Naruto. Kini muncullah rasa penasaran besar di kepala seluruh Ninja Konoha yang melihat ke akraban Naruto dengan si pemburu ninja pelarian itu.
"Hai.. sedikit susah menggunakannya, tapi terima kasih. Benda ini cukup berguna juga" Jawab Naruto mengangkat nuibari itu, menatapnya serius.
"Aku senang kau menyukainya, sebenarnya aku khawatir kalau kau tidak akan menyukai pemberianku itu" Komen si Crow.
"Nuibari senjata yang bagus, begitu ringan dan kuat, bisa menyelinap masuk meski di tepis. Aku sekarang yakin kalau aku cocok dengan senjata ini" jawab Naruto, terlihat bahagia.
'Terjawab sudah, Nuibari di berikan oleh Crow..tapi apa hubungan mereka?' pikir kedua Jounin dari konoha.
"Naruto... Bagaimana kau mengenal seseorang seperti dia" tanya Kakashi tegas, meminta jawaban langsung dari si blonde itu.
"kenapa aku harus memiliki alasan untuk mengenal seseorang, Hatake? lagipula bagaimana aku bertemu dengan Crow bukanlah urusan kalian, tidak ada satupun yang berurusan dengan ini di Konoha" Jawab Naruto dengan tegas.
"Dan juga aku bebas untuk kenalan dengan siapapun yang aku mau" Tambah Crow.
"Naruto... apa kau tau kalau dia adalah seorang pe"-
"Pembunuh.. atau pembantai?" Potong Crow. "Kita berada di dunia ninja Kakashi, kau tidak usah bersikap polos seakan kau tidak pernah membunuh siapapun juga. Kita semua shinobi kelas Atas pasti pernah mencuci talapak tangan kita dengan darah lawan yang pernah kita hadapi" Lanjut si Crow serius.
"Uhm... Bisakah seseorang tolong jelaskan apa yang sedange terjadi saat ini?" suara itu adalah milik Sakura. Ia kebingungan mencoba menebak apa yang sebenarnya sedang terjadi saat itu, kenpa Naruto bersama seseorang yang baru saja ia lihat, kenapa mood Kakashi begitu buruk, dan juga yang lainnya.
"Orang di depan kita ini adalah orang yang berbahaya, itu saja yang harus kau ketahui" Jawab Kakashi cukup sederhana.
"Mah.. mah... Aku tidak berniat untuk melakukan apapun yang buruk pada kalian, Kakashi.. bukankah aku sudah mengatakan itu" ungkap Crow dengan nada bercandanya.
"Aku tidak perduli dengan apa yang kau katakan, tapi kau memiliki gelar Crow no Sharingan, mirip dengan Kakashi, berarti kau memiliki Sharingan juga. APA KAU SEORANG UCHIHA?" Ungkap Sasuke terlihat sudah tidak dalam keadaan biasa, mengaktifkan Sharingannya melototi Crow.
"Eh.. kau memiliki murid seorang Uchiha yah.. menarik" Gumam Crow sejenak, kemudian langsung mengabaikan Sasuke dengan menatap Naruto.
"AKU SEDANG BERBICARA DENGANMU BANGSAT.. KAU JANGAN MENGABAIKANKU" teriak Sasuke kesal. Di sisi lain kedua orang dewasa di sekitar Sasuke merasa sangat khawatir.
'Sial.. kau tidak seharusnnya memancing masalah, Sasuke.. kau tidak tau dengan siapa kau berhadapan' Pikir Kakashi khawatir, melirik muridnya itu.
'Kini apa yang akan kulakukan.. aku yakin aku bisa memberikan bantuan ke Kakashi senpai jika saja Crow menyerang. Namun melihat Naruto begitu nyaman berada di sekitar Crow.. dia tidak akan tinggal diam melihat orang yang ia anggap dekat di keroyok' pikir Yamato.
Perlahan Crow membalikkan wajahnynya, menatap langsung si Uchiha itu. Bukan lagi dengan tatapan biasa, namun dengan sepasang mata menyala Sharingan tiga tomoe yang bersembunyi di balik dalamnya lubang topengnya. Sasuke bisa melihat jelas mata itu, begitu juga Kakashi dan Yamato.
"KAU BERASAL DARI UCHIHA... " teriak Sasuke shok.
"Apa masalahmu, Bocah" Tanya Crow singkat.
Sasuke hanya menyeringai, tapi entah kenapa perasaan Kakashi dan Yamato menjadi sangat tidak enak saat itu. "Kau berada dalam kekuasaan dan perintah Uchiha. Aku adalah calon pemimpin klan Uchiha di masa depan, jadi secara tidak langsung kau berada di bawah kendaliku" Ungkapnya arrogan.
'Sial...' Pikir Yamato dan Kakashi bersamaan.
"Sasuke... "Panggil Kakashi. si Uchiha itu menoleh ke senseinya dan dengan cepat Yamato memukul tengkuknya, membuatnya tidak sadarkan diri.
"Hey.. apa yang sensei lakukan padanya?" Tanya Menma khawatir, langsung menopang tubuh tak sadarkan diri rekannya itu.
"Tidak baik baginya untuk berbicara tentang kekuasaan klannya saat ini. Kita tidak berada di Konoha, dan orang itu bukanlah orang yang akan mengerti siapa targetnya" Jelas Kakashi serius.
'Syukurlah kau melakukan itu, Senpai' Pikir Yamato sedikit lega.
"Kau melakukan hal yang baik sebagai seorang sensei, aku baru mau menyumbal mulutnya menggunakan kepalang tanganku ini" gumam Crow, mengepal erat kedua tangannya.
"Jadi apa yang sebenarnya kau inginkan ?" Tanya Kakashi serius.
"Aku hanya mengunjungi seorang teman lama.. itu saja" Ungkapnya bangga, dan di respon anggukan oleh blonde di sampingnya.
'teman lama?' pikir kedua Jounin penasaran.
"Naruto bukanlah orang yang spesial seperti yang lainnya, apa sebenarnya tujuan mendekatinya? Aku tau kalau kau bukanlah orang yang melakukan sesuatu tanpa menggunakan alasan yang jelas" Komen Kakashi.
"Kau mengamati sesuatu dengan cepat, Hatake Kakashi. Itu yang membuatmu berbeda dengan yang lainnya." puji Crow. "Naruto memiliki hal yang kubutuhkan di masa depan nantinya. Suatu saat aku akan mendapatkannya dan ia akan datang kepadaku dengan sendirinya. " ia kemudian melemparkan sebuah gulungan ke Naruto, dan bocah itu menangkapnya.
Tentu saja ke dua Jouni itu langsung melebarkan kedua mata mereka, ketika mendengarkan perkataan Crow, namun juga penasaran di saat yang sama. Apa yang di miliki Naruto sehingga crow menginginkannya. Tentu saja ini adalah hal buruk baginya, paling tidak itulah yang ada di dalam kepala mereka..
"Kita akan bertemu lagi, dan saat itu, kau akan jadi milikku... HAHAHAHAHAHAH" tawa mengerikan Crow terdengar saat itu, sebelum ia akhirnya melompat ke bawah jembatan.
Kakashi dan Yamato dengan cepat melompat ke tepi jembatan, mencari keberadaan Crow, namun mereka tidak bisa menemukan apapun. Crow sudah menghilang bagaikan di telan bumi, bahkan tanpa adanya gerakan di permukaan air.
'Crepat sekali.. aku bahkan tidak bisa lagi merasakn chakranya.. 'Pikir Kakashi terkejut. Kedua Jounin itu kemudian memindahkan titik fokus mereka ke Naruto..
"Kalian tidak akan mendapatkan apapun dariku" Jawab Naruto datar.
"NARUTO NII-CHAN" terdengar teriakan Inari yang membawa puluhan massa di belakangnya dengan berbagai senjata rumah tangga di tangan mereka. Massa yang mayoritas orang tua dan ibu-ibu itu berasal dari desa itu. Terlihat juga Tsunami yang berdiri di samping anaknya dan menyemangatinya.
"Inari.. Ap-apa yang..." Gumam Tazuna terkejut.
"Yo.. Inari.." sapa Naruto, sambil melangkah mendekati kumpulan massa yang berhasil Inari rekrut. "Kau melakukannya dengan baik yah.." Puji Naruto menyentuh kepala Inari, membuat bocah itu meronah malu.
"Ja-jadi, dimana Gato?" tanya Inari.
"Warga Nami.." ucap Naruto, meminta perhatian seluruh warga. "SELAMA INI KALIAN TELAH MENGALAMI PENDERITAAN KARENA TIRANI DARI SEORANG YANG BERNAMA GATO. JIKA AKU MEMBERIKAN KESEMPATAN PADA KALIAN UNTUK MENGHAKIMI GATO, APAKAH KALIAN AKAN MELAKUKANNYA" lanjutnya berteriak.
"YEAH.. BUNUH GATO.."
"HANCURKAN TIRANI.."
"BEBASKAN TANAH OMBAK"
"HANCURKAN PENJAJAHAN"
Itulah jawaban murka dari para warga, Sedang bersama tim Konoha hanya menatap Naruto penuuh tanda tanya bercampur penasaran akan apa yang Naruto lakukan.
"senpai.. Aku tidak yakin akan pikiranku, tapi apa kau berpikir kalau Naruto akan memimpin warga menyerang Gato?" tanya Yamato penasaran.
"Aku juga ragu Yamato, Ia adalah orang misterius yang tidak bisa di tebak sebelum hal itu benar-benar terjadi" Jawab Kakashi.
"YEAH.. HAJAR MEREKA… SI GATO ITU NII SAN" teriak Menma dengan semangat 45 nya sampai menjatuhkan tubuh Sasuke.
"Sasuke -kun" teriak Sakura yang langsung menyodorkan tubuhnya untuk menjadi matras penghalang tubuh Sasuke. "MENMA BAKA.. APA YANG KAU LAKUKAN, KAU MEMBUAT SASUKE-KUN TERJATUH" teriaknya horor dengan badannya di tindih Sasuke, seperti di peluk.
"Ekh.. bukannya kau menyukai posisi seperti itu" Ejek Menma yang sukses membuat gadis itu memerah. "Aku penasaran jika Nii-san melihatmu seperti ini, apa yang akan ia katakan." Lanjutnya menyeringai. Mata Sakura langsung melebar dan melompat membiarkan tubuh Uchiha itu menyentuh permukaan lantai jembatan. Kakashi hanya bisa menghela napas saja, melihat muridnya seperti itu.
Bersama Naruto.
"Baiklah semuanya, dengan ini aku persembahkan untuk kalian," Ia berhenti sejenak, lalu mengangkat gulungan kecil di tangannya itu. "GATOO" Teriaknya membuka gulungan itu yang di sertai dengan gumpalan asap.
Seluruh warga menantikan dengan rasa penasaran yang hampir membuat jantung mereka keluar. Detak jantung tak beaturan dan tensi darah mereka yang sudah rata-rata memanas. Hanya butuh 5 detik saja, asap menghilang dari pandangan mereka dan terlihatlah seorang yang sudah di nanti-nantikan.
"CROW SAMA.. AKU BERJANJI TIDAK AKAN MELANG-" gato berhenti berbicara tak kala melihat sekelilingnya adalah massa desa Nami. Naruto telah melangkah menuju ke tempat lain, bersama rekannya.
"GATO MILIK KALIAN" teriak Naruto melompat kebelakang, membiarkan warga mengepung si kerdil itu.
"MATI KAU.." Teriakan -teriakan horor yang di berikan oleh warga sambil menghajar gato, dan teriakan minta tolong gato menjadi musik horor yang terdengar menusuk di tengah sayatan matahari pagi saat itu. Akhirnya matahari keluar juga menyinari Nami sesaat setelah Gato di serahkan.
"Indah bukan?" Gumam Naruto,menyaksikan pembataian si pembuat tirani.
"Siapa kau sebenarnya? bagaiaman mugkin kau menyebut sebuah pembantaian seperti itu indah?" Tanya Kakashi horor membayangkan sosok monster dalam tubuh Naruto yang sangat menikmati ke sadisan.
"Orang yang memiliki moral dan kemanusiaan seharusnya di perlakukan secara manusiawi juga, namun orang seperti Gato, bahkan diperlakukan seperti hewan pun masih belum layak rasanya" Gumam Naruto.
"Bagaimana kau melakukan semua ini? Bagaimana kau bisa yakin kalau isi gulungan itu adalah gato? apa yang kau rencanakan sesungguhnya?" tanya Yamato.
"Bagi mereka yang tidak bisa melakukan sesuatu untuk merubah nasib dan takdir mereka, maka harus ada yang membantu mereka untuk melakukannya. Hanya butuh dorongan kecil saja dan mereka akan menjadi seorang yang berani. Lihatlah mereka, jangan lihat dari tindakan sadis mereka ke gato, tapi lihatlah bagaimana keberanian mereka untuk menghancurkan penyebab tirani, setelah selama ini menghilang di balik bayang-bayang ketakutan tirani Gato.
Aku tidak dapat menjamin, namun aku yakin kalau di masa depan nanti, nami akan baik-baik saja, selama ada seseorang yang mau menyatukan mereka." Mata Naruto tertuju pada Inari yang sudah menatapnya dari kejauhan sambil tersenyum bahagia, meski beberapa percikan darah di wajah dan lengannya.
"NARUTO NII-CHAN... AKU PERCAYA KALAU AKU BISA MENJAGA DESA INI" Teriak bocah itu bersemangat, dan hanya mendapatkan acungan jempol dari Naruto.
"Aku pernah mendengar seorang berkata, pahlawan sejati bukanlah individu yang dapat mengalahkan ratusan musuhnya, namun mereka yang bisa mengumpulkan keberanian dari orang-orang di sekitarnya agar mau memberikan untaian tangan mereka." Kalimat penutup yang sempa keluar dari mulut Naruto saat itu, sebelum menurunkan kembali tangannya.
"Arigatou.." Gumam Tazuna.
"Aku tidak melakukan apa-apa, Tazuna-san" komen Naruto.
"Kau adalah cahaya yang membebaskan Inari dari kegelapan, dan Inari memberikan cahaya bagi semuanya. Akan kunamakan jembatan ini sesuai namamu, agar semua orang dapat mengingat kalau akan selalu ada pelangi setelah hujan badai" Ungkap Tazuna bangga.
.
.
.
Kantor Hokage.
"Itulah yang bisa kulaporkan, Minato sensei" Ucap Kakashi menyelesaikan laporan tentang misi di Nami No Kuni yang baru saja mereka selesaikan.
"Aku pernah mendengar kutipan perkataan Naruto itu, tapi aku melupakannya" gumam Minato penasaran.
"Tobirama sensei pernah mengatakan itu, pada Kagami karena keberaniannya membawa klan Uchiha untuk bertarung di garis depan bersama klan senju." Komen Sandaime yang berdiri di samping jendela, menatap patung Hokage.
"Apa anda yang memberitahukan hal itu padanya, Sandaime?" tanya Minato penasaran.
"Tidak.. aku tidak pernah mengatakan hal itu padanya, dan sebenarnya aku baru mengingat itu setelah mendengarkan cerita Kakashi kun tadi." komen Sandaime. 'Jika seperti itu, maka Shisui kunlah yang mengajarkannya. Jika kau masih ada di sini Shisui, kau pasti akan bangga melihat muridmu memegang teguh ajaranmu' pikir Sandaime.
"Jadi kesimpulannya, aku memiliki seorang anak yang penuh dengan misteri" Gumam Minato membaca ulang laporan Kakashi selama melaksanakan misi.
"Kau memiliki seorang anak yang hebat, Minato." Komen Sandaime.
"Yah, seorang anak hebat yang tidak bisa ku kendalikan." gumam Lagi si blonde Hokage itu.
Sandaime hanya tersenyum tipis, melihat ekspresi Yondaime seperti kekanak-kanakan karena ia tidak bisa mengontrol anaknya yang satu itu. "Dia telah melaksanakan tugasnya dengan baik, dalam dua misi yang ia lakukan. Bukan hanya menyelesaikan misi saja, melainkan menjadi pahlawan yang membawa nama desa menuju puncak di desa itu" Komen Sandaime rasional.
"Ok, aku mengakui kalau itu adalah sisi positifnya. Lalu bagaimana dengan sisi yang lainnya? bagaimana mungkin seorang bocah genin berusia 13 tahun mampu menahan seekor biju ekor tujuh yang lepas kendali dari Jinchurikinya dan membunuh tiga ninja pelarian kelas A, tanpa mengalami luka Goresan.
BAGAIMANA MUNGKIN SEORANG BOCAH BISA MENCIPTAKAN BARRIER YANG MAMPU MENAHAN KERUSAKAN KARENA SEEKOR BIJU YANG MENGAMUK? MONSTER APA YANG KALIAN CIPTAKAN DALAM TUBUH NARUTO? KENAPA IA BISA MENGENAL SEORANG SEPERTI CROW NO SHARINGAN, BAHKAN DI BERIKAN PEDANG LEGENDA.. SIAAALLLLL" Ungkap Minato yang sudah tidak tahan lagi karena otaknya tidak bisa megungkap misteri-misteri itu.
'Aku belum pernah melihat Minato sensei se depresi itu sebelumnya' Pikir Kakashi.
"Ada terlalu banyak misteri yang ada pada Naruto-kun yang sampai sekarang belum bisa di ungkapkan. Namun aku tidak memperdulikan hal itu, karena di mataku dia adalah seorang bocah biasa dengan kemampuan mengagumkan" Gumam Sandaime melepaskan hembusan asap rokok dari dalam mulutnya.
"Apa saja yang kalian berikan ke anak itu? Bagaimana ia bisa menciptakan fuinjutsu barrier yang mampu menahan biju?" tanya Minato penasaran.
"Kau penasaran akan kemampuan anakmu bukan?" Tentu saja Minato menganggukkan kepalanya setuju. "Naruto-kun itu bagaikan sebuah jarum dalam tumpukan. Sangat sulit untuk menemukannya, namun ketika kau menemukannya, maka kau bisa pastikan kalau jarum itu adalah yang paling kuat dan berbeda dibandingkan jerami lainnya.
Kenyataannya, Kau, Kushina dan Jiraiya bukan kalian saja yang bisa memiliki kemampuan sebagai seorang master fuinjutsu, namun juga Naruto-kun." Mata Minato melebar, sangat terkejut akan apa yang baru saja di katakan oleh Sandaime, terlebih bukti nyatanya sudah ada, yaitu barrier yang Naruto ciptakan.
"Bagaimana bisa? siapa yang mengajarinya?" Tanya Minato penasaran.
Sandaime kembali menghisap pipa tembakau kesukaannya, kemudian menghembuskan gumpalan asap dari mulutnya. "Antuk dasar-dasar fuinjutsu aku yang mengajarinya, namun selanjutnya ia belajar sendiri. Darah Uzumaki dalam tubuhnya tidak bisa di bandingkan dengan siapapun juga di Konoha. Ia memilkiki kemampuan Uzumaki kental, bahkan mungkin lebih dibandingkan Kushiana. Disamping itu, ia memiliki sumber pembelajaran fuinjutsu yang memadai di kediaman Senju.
Ia menghabiskan semua waktunya untuk berlatih dan berlatih, tidak pandang letih, siang, malam, panas dingin. Ia hanya ingin melupakan kesakitan yang ada dalam hatinya melalui latihan keras, berharap ia tidak akan memiliki waktu untuk mengingat kesalahan orang terdekatnya yang telah mengabaikannya" Sandaime menyelesaikan ceritanya, dengan menatap ke arah patung Hokage.
Minato terlihat sangat buruk saat itu. Kesalahan yang ia perbuat di masa lalu karena mengabaikan anaknya bukanlah hal yang wajar. Ia sekarang tidak bisa melakukan apapun kecuali berharap suatu saat nanti Naruto akan mengampuni mereka, dan memberikan kesempatan kedua untuk mereka bersatu selayaknya keluarga. Ekspresi penyesalan di wajahnya tergambar jelas, dan bisa di baca bahkan oleh seorang bocah ingusan.
"Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan lagi... tapi kuharap kau bisa membantuku mengungkap ini" Ucap Minato, menyerahkan sebuah buku saku ke Sandame, buku saku dalam keadaan terbuka pada bagain pertamanya. Buku saku itu tidak lain dan tidak bukan adalah Bingo Book dengan foto Naruto di dalamnya.
Konoha's devil
Nama : Naruto Namikaze
Jenis kelamin : Pria
Umur : 13 Tahun.
Kelas : GENIN
asal : Konohagakure
keluarga : Namikaze Minato (kiroi Sekko, ayah)
Kushina Uzumaki (Akai chisio no habanero, ibu)
Menma Namikaze (adik)
Mito Namikaze (adik)
Ciri-ciri khusus : Rambut Blonde dengan bola mata violet.
Kemampuan
elemen : Raiton
tekhnik : Kenjutsu (TInggi)
Taijutsu (Sedang)
Ninjutsu (Di duga tinggi)
Fuinjutsu (Tinggi)
Genjutsu (-)
Nb.
Telah membunuh lima Ninja kelas A dari Iwagakure secara misterius. Menjadi pahlawan di Takigakure karena mampu menghentikan Biju yang mengamuk. DI duga memiliki kemampuan khusus untuk menekan chakra Biju.
Bounty : 50.000.0000 ryu hidup dan 40.000.000 ryu, Mati. (Iwagakure)
.
Sandaime menutup buku Bounty itu, sambil menghembuskan napas asap rokoknya. "Dua dari tiga Ninja Iwa tewas saat kejadian penculikan Mito. Aku tidak tau tentang yang tiganya" Komen si kakek tua itu.
"Bukan itu yang ingin ku ketahui dari anda" tegas Minato. "Seberapa kuat Naruto itu sebenarnya?" lanjutnya sangat serius.
"Jika kau menanyakan seberapa kuat dia, mungkin aku juga tidak mengetahuinya. Bukankah tugas Orang tua yang memantau dan mengukur kekuatan anaknya? aku hanyalah orang tua yang memberikan sedikit bantuan pada bocah itu" Jawab Sandaime.
.
.
.
Bersama Naruto.
Ia kini sedang duduk di tempat yang paling dia sukai di Konoha, diatas patung kepala Shodai Hokage. Dari tempat ini ia bisa memperhatikan dan mengamati seluruh polosok desa, meski tidak jelas. Tempat ini juga adalah saksi di kala ia meluangkan keluh kesahnya.
"Kenapa kau belum datang melapor padaku setelah kau menyelesaikan misi dari Hokage?"Suara datar, angkuh yang sangat familiar terdengar dari belakang bocah blonde itu.
"Kenapa aku harus melapor padamu? bukankah misi yang kulakukan berasal dari Hokage, bukan darimu... Danzo" Jawab Naruto tidak begitu peduli pada perkataan sang pemimpin Ne.
Mendengar komentar seperti itu, tentu saja Danzo langsung menyipitkan kedua matanya. "Apa maksudmu berkata seperti itu padaku?" tanyanya sangat sinis.
"Aku yakin kalau kau tidak tuli.. Aku hanya akan melapor padamu jika kau yang memberiku misi. Kali ini bukan kau yang berhak menerima laporan misi, jadi aku tidak melakukannya" Jelas Naruto datar.
"Kau rupanya sudah cukup berani bermain-main denganku, Bocah" Gumam Danzo.
"Bisa kau jelaskan, apa maksudmu mengatakan arti kata berani itu?" tanya Naruto balik.
"Sepertinya kau harus menjalani pembersihan emosi secara total di markas, untuk mengajarkanmu siapa sebenarnya dirimu" tegas Danzo. Mendengar perkataan Danzo itu, Naruto hanya memberikan tawa kecil, tawa mengejek si kakek tua.
"Kau benar-benar sudah mulai pikun, tua bangka" gumam Naruto perlahan membalikkan tubuhnya menatap si kakek tua. "Apa kau sudah lupa bagaimana perjanjian kita disaat kau mendatangiku?"
Flashback.
"Namaku adalah Danzo Shimura" suara Danzo memeperkenalkan dirinya kepada Naruto di awal pertemuan mereka.
"Danzo Shimura.." Gumam Naruto mengingat kembai kutipan pesan shisui dalam surat yang ia temukan. 'Jadi dia yang sudah mengambil mata Shisui..' Pikir Naruto.
"Aku adalah salah satu tetua desa Konoha dan aku juga adalah pemimpin kesatuan Anbu Ne yang bergerak dari bawah tanah, memopong pohon Konoha" Jelas Danzo.
'Aku tidak menyangka kalau ia akan menemuiku sendiri seperti ini.. tapi aku tidak perlu lagi repot-repot mencarinya' pikir Naruto. "Aku tidak perduli siapa dan apa kau ini pak tua. Kenapa kau menemuki dan apa tujuanmu sebenarnya" Tanya Naruto.
"Sama seperti ayahmu, kau berbicara langsung pada intinya." Naruto menyipitkan kedua matanya tak kala Danzo mengatakan dia mirip ayahnya. "Namun ayahmu tidak begitu jeli melihat berlian yang ada di sekitarnya, namun ia tidak bisa menggunakannya" Lanjutnya.
"Apa sebenarnya maumu, katakan saja dan tidak usah berbelit-belit" tegas Naruto.
"Aku punya usulan untukmu, aku menyodorkan proposal sebuah posisi sebagai komandan salah satu divisi anbuku. Kau akan menjadi komandan dalam divisi 13, bagaimana menurutmu?" tanya Danzo.
"Kau salah orang pak tua.. aku hanyalah seorang murid akademi yang baru saja lulus" komen Naruto datar.
"Kau bisa membodohi semua orang, dan tapi tidak bisa membodohiku. Aku memiliki mata di seluruh pojok konoha yang selalu mengawasimu." Ungkap Danzo.
"Apa maksudmu.." tanya Naruto
"Kau memiliki kemampuan kenjutsu yang kau ciptakan sendiri, di sampin itu, kau memiliki dua sensei yang terbaik, Rekan lamaku Hiruzen dan salah seorang sannin, Tsunade. Kau bahkan mewarisi kemampuan human strength yang ia miliki, dan kau gabungkan dengan style yang kau pelajari dari gulungan komplek senju.. "Naruto melebarkan kedua matanya terkejut.
'Gawat.. apa ia juga tau tentang Sharinganku?' pikirnya khawatir.
"Aku tau semua kemampuanmu, termasuk kau memiliki Sharingan" Mata Naruto benar-benar melebar saat itu.
"Apa... kau mengetahuinya?" Jelas Naruto.
"Aku mengetahuinya Uzumaki Naruto, aku tau kalau kau mengaktifkan Sharinganmu sepeti selayaknya seorang Uchiha. Kenyataannya, keluargamu tidak memiliki darah Uchiha, mungkin aku bisa membantumu untuk mengungkapkannya" ungkap Danzo.
'Jika aku memberikan contoh DNAku, kemungkinan ia akan menemukan DNA Shisui nii san di sana.' pikir Naruto. "Aku benar -benar tidak menganggap penting hal itu sekarang ini. Kembali ke apa yang kau tawarkan, apa keuntungan yang akan ku dapatkan jika aku menerima tawaranmu?" Tanya Naruto.
"Apa kau meminta keuntungan atas jasamu melindungi Konoha?" Tanya Danzo penasaran.
"Aku memang baru lulus akademi, namun aku tidak sebodoh yang kau kira. Aku memang tidak pernah mendengar tentang Anbumu, Namun jika semua bekerja di dalam tanah, berati bekerja di balik bayangan melakukan hal kotor untuk desa. Aku tidak ingin melakukan pengabdian yang hanya menguntungkan pihakmu saja, namun aku juga harus memiliki keuntunganku sendiri" Jawab Naruto logis.
'Aku tidak menduga kalau ia akan bisa berpikir sejauh itu. Jika aku menggunakan mata Shisui, maka ia akan mengenali mata itu, karena ia pernah bersama Shisui.' pikir Danzo memikirkan cara untuk mendapatkan Naruto di pihaknya. "Katakan apa yang kau inginkan dan aku akan melakukannya sebagai bayaranmu"
Terlihat Naruto menyeringai saat itu. "Pertama, Aku akan di biarkan memasuki ruang arsip Ne, apakah itu tentang jutsu atau apapun juga, Termasuk jika aku menginginkan mempelajari apa yang ada di sana maka aku berhak melakukannya" Ucap Naruto.
"Kau meminta sesuatu yang tidak mungkin.." komen Danzo sinis.
"Jika itu tidak bisa, maka aku tidak akan mau bergabung dalam kesatuanmu.." ucap Naruto cuek.
'Bocah ini cukup lihai dalam negosiasi..' Pikir Danzo. "Dengan satu syarat, Selama kau di markas Ne, kau akan mematuhi semua aturan yang ada di sana, dan melakukan latihan bersama dengan yang lainnya"
"Kurasa aku bisa melakukannya.. Lalu yang kedua, Aku hanya akan patuh selama menjalankan misi darimu, apapun itu. Namun di luar itu, aku memiliki kehidupanku sendiri, dan kau tidak bolah ikut campur di dalamnya" Tegas Naruto.
'Jika kau bergabung dalam Ne, maka cepat atau lambat aku akan mendapatkanmu. Hanya masalah waktu saja yang akan menjawabnya.. lagi pula aku masih memiliki mata Shisui sebagai senjata terakhir.'Pikir Danzo
"Deal..."
End.
"Ingatlah ini baik-baik Danzo.. aku tidak akan pernah bisa kau jadikan bonekamu seperti yang kau lakukan pada Ne.. Aku adalah seorang yang tidak akan bisa kau sentuh.. Tidak akan pernah bisa.. Jadi singkirkan keingiananmu untuk mengendalikanku" Gumam Naruto tajam.
'Untuk sekarang aku akan mengalah karena aku masih menginginkanmu dalam misi ini.. tapi setelah misi, kau akan segera mungkin menjadi milikku' Pikir Danzo sangat serius."Baiklah kalau begitu.. Aku memililki misi baru untukmu, dan kali ini adalah misi khusus..." Ungkapnya, terlihat menyerah akan keinginannya.
"Katakan..." respon bocah itu cepat.
"Minggu depan, Chunin exam akan di adakan di Sunagakure.. dan misimu adalah... Menemukan Jinchuuriki Ichibi"
T
B
C
Leave Review…
