SCARY
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Riddle kali ini saya juga pernah baca di blog, jadi mungkin ada yang tahu jawabannya.
Ide cerita bukan seluruhnya punya saya._.V
Level: Hard
Lay POV
Kesibukanku di Cina membuatku jarang sekali berkumpul bersama yang lain. Tapi kali ini aku memiliki waktu yang cukup untuk istirahat, juga jadwalku ada di Korea.
Sambil menunggu manager hyung menjemput kami yang akan menghadiri sebuah variety show sebagai guest, kami memilih untuk merapikan ruang tengah yang agak berantakan.
Aku sedang memindahkan kotak-kotak yang menumpuk di ruang tengah. Mendekati musim dingin banyak yang memberikan kami hadiah, kemarin aku mendapat paket berisi syal dan topi rajut.
"Lay hyung, ada paket untukmu." Aku menoleh ke arah Chanyeol yang mengangkat sebuah kotak cukup besar. Benar itu untukku?
"Coba kulihat." Aku mengambil kotak besar itu dari tangannya. Memang benar ini untukku, namaku tertulis dengan jelas. Apa isinya? Kotaknya saja besar, isinya pasti besar. Aku membuka bagian atas kotaknya, ternyata sebuah boneka beruang berwarna hijau.
"Ayo, saatnya berangkat. Manager hyung sudah menunggu di depan. Kita bisa mengurus kotak-kotak ini nanti." Kata Suho hyung, aku mengurungkan niat untuk mengeluarkan bonekanya, aku menutup kembali kotaknya dan meletakkan kotak itu di karpet depan televisi. Kami segera pergi keluar untuk menjalani kesibukan yang sudah akrab dengan kami.
Saat kami pulang hari sudah malam, aku memutuskan untuk mandi duluan karena aku merasa risih. Saat keluar aku melihat yang lain sudah tertidur di ruang tengah, tanpa mandi. Pasti mereka kelelahan. Aku tersenyum tipis dan ikut berbaring di karpet di sebelah Baozi hyung. Moment seperti ini yang tidak akan pernah dilupakan. Keesokan paginya pasti manager hyung akan mengamuk karena kami tidur di ruang tengah lagi.
Seminggu kemudian...
Tak terasa aku sudah seminggu berada di Korea, hari ini aku harus kembali ke Cina karena ada jadwal disana. Padahal aku masih ingin disini :(
"Lay-ah, jaga kesehatanmu, makan yang teratur, banyak-banyak minum air, jangan tidur terlalu malam, jangan terlalu memaksakan diri."
Aku tertawa ringan karena Suho hyung yang mengantarkanku ke bandara menasehatiku seperti seorang ayah. Ngomong-ngomong aku sudah terbiasa pergi sendiri tanpa ditemani manager.
"Iya appa..." Ucapku. Setelah itu ada panggilan untuk tujuan terbang ke Cina, aku berpamitan kepada Suho hyung dan membalikkan badanku.
Aku yakin aku baru melangkah sejauh lima meter saat aku merasa seseorang menabrakku dari belakang. Aku meringis sakit saat aku menghantam lantai, saat aku bangkit dan duduk, aku melihat Suho hyung yang terduduk di sebelahku.
"Tangkap perempuan itu!" Suho hyung berteriak keras hingga membuatku kaget. Di kejauhan aku melihat seorang perempuan yang berlari menerobos kerumunan, ada beberapa security yang mengejarnya. Aku masih terduduk dan melongo bingung.
"Kau tidak apa-apa Lay?" Aku melihat Suho hyung, aku kaget melihat tangannya yang berdarah, aku baru sadar ada sebilah pisau berlumuran berdarah di dekat kakinya.
"Hyung, kau terluka!" Teriakku panik. Ditengah kekacauan itu, aku terlalu panik sehingga aku tidak ingat bagaimana aku bisa berada di ruang keamanan bandara. Yang ada di pikiranku hanya menghentikan pendarahan di tangan Suho hyung. Tangannya sudah diperban, tapi darahnya sudah terlanjur mengotori pakaiannya.
"Perempuan itu ingin menusukmu Lay, kau tahu kan kalau itu sangat berbahaya bagimu."
"Tapi kau tidak harus melukai dirimu sendiri hyung."
Aku mendengus kesal karena Suho hyung melukai dirinya sendiri. Dia menahan pisau yang dipakai perempuan gila itu dengan tangannya sendiri, lihatlah lukanya yang dalam itu! Aku tahu goresan saja bisa berbahaya untukku, tapi kan tidak usah sampai segitunya.
Tak lama security masuk dengan membawa seorang perempuan muda yang memberontak. Saat tatapan mata kami bertemu, dia terlihat benci padaku.
"Kau! Kenapa kau ingin melukai Lay?!" Tanya Suho hyung, aku bisa merasakan amarah di kalimatnya.
"Karena... Gelap." Dia menatapku dengan sinis, bibirnya menyeringai tipis.
"Apa maksudmu?"
Tanya Suho hyung lagi, semua yang mendengarnya tentu merasa bingung. Apa hubungannya aku dengan gelap?
"Aku ingin membunuhnya... Karena gelap..."
Kalimatnya tajam seolah menusukku. Aku hanya bisa terdiam saat perempuan itu dibawa pergi oleh polisi yang tiba. Apa mungkin... Karena...
Aku merasakan pundakku di tepuk. Saat aku menatap mata Suho hyung, aku baru menyadari kalau aku sudah gemetar karena takut.
•
•
•
•
•
•
•
•
•
No... Yixing... Don't tell me that you know what happened... Because that is so... Umm...
Jawaban Riddle sebelumnya: The Girl Who Always Waiting
Gadis kecil yang ditemui oleh Suho bukan anak biasa, dia adalah arwah seorang gadis kecil...
#matikan lampu #hidupin senter #deketin ke muka
Sepuluh tahun yang lalu ada seorang ibu yang membuang anaknya ditaman saat hujan, dia berkata pada si anak untuk menunggunya dan dia akan menjemputnya. Tapi setelah sekian lama menunggu, ibunya tak kunjung datang dan anak itu meninggal karena kelelahan dan kedinginan. Sampai sekarang arwah gadis kecil itu masih terus berada ditempat yang sama. Dia terus menunggu sang ibu untuk datang menjemputnya meski sudah sepuluh tahun berlalu...
#matiin senter #hidupin lampu
Udah ah horornya ._.
BTW... Saya terkadang kok tidak dapat melihat review sih? Apa yang salah -.-
Bye Bye ^3^
