Disclaimer : YuGiOh!! Milik Om Kazuki Takahashi.

Warning : Beware of Angst in the last part, Penyiksaan Pegasus, chapter garing, beberapa kata kotor yang tidak tersensor karena suatu alasan, beberapa character yang agak OOC, Gaje dan Language

-------Chapter 26-------

The Worst Torment

"OUW MAI GOAT!!! ITU TIRAI MUAHAL YUANG AKIU BUELIE DUARIE ITALEY!!! KENAPUA JUADIE HANGOES BEGINUUIIEE?!! HUEWAAAAA!!!! TUIIDDUUAAAKKKSSS!!!!" Pegasus mulai menangis seunggukkan sambil mengibas-ngibaskan kepalanya dengan sangat lebay. Ia tidak sengaja membakar Tirai jendela wisma dengan semburan apinya. beruntung para bodyguard Kaiba bisa langsung sigap memadamkan api sebelum semuanya terlambat. Semua hanya bisa menatap Pegasus dengan ekspresi aneh. Tak lama kemudian, Pegasus mulai terdiam menatap Yugi. Yugi mulai merinding dengan hal itu.

"oh Yugi boy!!! Aku harap kau tidak terlalu kecewa dengan tarianku tadi. Itu tadi belum the best Yugi boy!!! BELUM THE BEST!!! Tadi bukan yang terbaik!!! Aku akan menunjukkan padamu tarian yang lebih spektakuler lagi." Semua hanya bisa berekspresi horor mendengar hal itu. mereka yakin bahwa dunia akan segera kiamat jika Pegasus akan melakukan tarian gila yang lainnya.

"uhh...a...aku sudah cukup puas dengan tarianmu yang indah tadi Pegasus-san. Se...sebaiknya anda tak perlu menari lagi. Ma...mataku tak sanggup lagi melihat tarian anda yang begitu 'memukau' dan 'menakjubkan' itu....." Jou, Kaiba dan Shizuka hanya bisa sweatdrop mendengar perkataan Yugi. Yugi terlihat seperti menahan muntah saat mengatakan hal itu pada Pegasus. Di sisi lain, Pegasus terlihat sangat amat terharu(?) dengan perkataan Yugi. Ia mulai tersenyum dan menatap Yugi dengan mata yang berkaca-kaca.

"OUW MAI GOAT!!! I..INI ADALAH HARI TERBAHAGIA DALAM HIDUPKU!! SEMENJAK AKU LAHIR DAN HIDUP DALAM DUNIA YANG SANGAT AMAT SUPER DUPER DOUBLE TRIPLE INCREADIBLE UNBEARABLE DAN UNFORGETTABLE KEJAM INI, AKU TAK PERNAH SEKALIPUN DIPUJI!!!! BARU KALI INI ADA SESEORANG YANG MEMUJIKU!!! A..AKU SUNGGUH TERHARU!!! HUWAAAA!!!!" Pegasus kembali menitikkan air mata dengan penuh ke-lebayan. Semua hanya bisa sweatdrop dengan hal itu. tentu saja mereka percaya bahwa makhluk tidak jelas macam Pegasus pasti tak pernah mendapat pujian dalam sejarah hidupnya. Hanya orang tidak waraslah yang mau mengagumi orang macam Pegasus.

"hei, Pegasus!! Segera hentikan bacot heart to heartmu itu!! aku sudah muak mendengarnya!!" gerutu Kaiba kesal. Pegasus hanya tertawa melihat reaksi Kaiba. Ia lalu mulai berjalan menghampiri Yugi dan mulai berlutut di hadapan Yugi. Yugi mulai ketakutan dengan hal itu.

"a...anda akan melakukan hal apalagi Pe..Pegasus-san?" Yugi hanya bisa bertanya dengan gemetar. Jou dan Kaiba mulai siaga di samping Yugi untuk berjaga-jaga jika Pegasus hendak melakukan perbuatan yang tidak senonoh(?) terhadap Yugi. Bahkan Shizuka juga sudah mengambil sapu yang entah asalnya dari mana dan mulai bersiap-siap untuk menyodok wajah Pegasus dengan sapu. Pegasus mulai mengibaskan rambut platinumnya dan mulai mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Semua mulai terbelalak saat mengetahui benda yang di sodorkan Pegasus pada Yugi. Benda itu adalah sebuah kotak kecil berwarna merah dan berisi sebuah.........cincin?

"YUGI BOY!!!! MENIKAHLAH DENGANKU!!!!"

"WHOT!!!!" Yugi sungguh shock mendengar hal itu. bahkan semua yang mendengar pernyataan Pegasus hampir saja terkena serangan jantung. Keheningan terjadi sejenak. Semua hanya bisa mematung seraya menatap Pegasus dengan pandangan aneh.

"OH, TERIMALAH WUJUD RASA CINTAKU INI YUGI BOY!!! PILIHLAH AKU MENJADI PENDAMPING HIDUPMU!!!" Semua hampir muntah mendengar lamaran menjijikkan Pegasus. Jou mulai emosi dan mulai membentak-bentak pemilik wisma sinting itu.

"ENAK SAJA KAU MELAMAR YUGI UNTUK MENIKAH DENGANMU!!!! KAU PIKIR KAU INI SIAPA HAH?!! AKU TAK AKAN TERIMA JIKA SAHABAT BAIKKU MENIKAH DENGAN ORANG SARAP SEPERTIMU!!!!"

"YA!!! DAN AKU TAK AKAN TERIMA JIKA KAU MENJADI PENDAMPING DARI ORANG YANG CUKUP BERPOTENSI TINGGI MACAM YUGI!!! YUGI ADALAH CALON DARI BAGIAN KELUARGAKU!!! JANGAN PERNAH BERPIKIRAN UNTUK MENDAPATKAN YUGI DASAR KAU LAKNAT!!! MAKHLUK NISTA JAHANAM!!!" Dengan amarah tingkat tinggi, Kaiba mulai menggeret Pegasus sejauh mungkin dari Yugi. Jou mulai berjalan disamping Kekasihnya dan mulai melayangkan tatapan pembunuh pada Pegasus. Di saat Pegasus hendak kabur dari Kaiba dan Jou, Kaiba mulai menginjak dada Pegasus dan menahan pemilik wisma Sennen itu di lantai. Pegasus mulai pucat dan ketakutan setengah mati.

"Ka...Kaiba boy, Jo..Joey boy, a...apa yang a..akan kalian lakukan pa...padaku?!!" Pegasus benar-benar ketakutan. Kaiba yang sedari tadi masih menginjak Pegasus dengan satu kakinya, mulai melipat kedua tangannya dan tersenyum sinis.

"katakan padanya puppy, kita akan melakukan apa padanya?" Jou mulai melipat kedua tangannya dan ikut tersenyum mendengar hal itu.

"kami akan memberimu sebuah pelajaran yang begitu berharga. Sebuah pelajaran yang akan membuatmu menyesal karena pernah mencintai Yugi. Hanya ada satu orang yang pantas untuk mendapatkan Yugi dan orang itu bukan KAU!!!" dengan itu, Jou mulai berjalan menuju ke tempat meja kue tart dan mengambil dua tingkat kue tart. Ia lalu kembali berjalan ke tempat Pegasus yang masih berusaha berontak dari injakan Kaiba.

"O..Ouw mai goat!! A...Apa yang akan kalian berdua lakukan padaku?!! To...tolong a...ampuni aku!!! Ja...jangan sakiti aku!!" Pegasus mulai menangis dengan lebay dan mulai gemetar. Kaiba dan Jou mulai tertawa melihat hal itu.

"tenang saja Pegasus, kekasihku akan memberimu sebuah hadiah kue tart. Kau suka kue kan?" Kaiba mulai tertawa bagaikan iblis. Jou mulai berjongkok di dekat Pegasus dan bersiap-siap melemparkan Kue tart ke wajah Pegasus.

"TU....TUNGGU DULU!!! JA...JANGAN DI LEMPAR!!! JANGAN DI LEMPAAARRRGGGHHHH!!!!!"

CCRRROOOOOOOOTTTTTT!!!!!!

-------Lorong Wisma Sennen-------

"Aarrgghh!!! Kenapa susah sekali!!!" Yami mulai mengeluh dan kesal. Dari tadi, ia masih belum berhasil memasang satu pun kepingan puzzlenya itu. ia terus mengacak-ngacak rambutnya dan berusaha memasangnya lagi. Bakura hanya bisa menghela nafas melihat roommatenya itu.

"sudahlah, kau tak akan bisa memasang itu tepat waktu. Sebaiknya kau segera ungkapkan perasaanmu pada si culun dan berikan saja dia hadiah kaos kaki!!!" Yami langsung sweatdrop mendengar itu.

"aku tak mau memberi Aibou hadiah kaos kaki!! Kau pikir aku sudah gila hah?!! memberinya kaos kaki?!!!" Bakura mulai cemberut mendengar hal itu.

"hei jaga bicaramu brengsek!!! Aku juga mengado kaos kaki tahu!!!" gerutu Bakura tersinggung. Yami hanya bisa memutar bola matanya ke atas dan kembali mengeluh.

"kalau begitu, segera berikan hadiah 'kaos kaki badut super spesialmu' itu pada Aibouku." Bakura hanya bisa merengut mendengar hal itu.

"hal itu tidak mudah brengsek!!! Harga diriku bisa hancur jika hadiahku di pertontonkan di muka umum!!!"

"hah!! kau sendiri saja malu dengan hadiahmu itu, lalu mengapa menyarankan aku memberi Aibou hadiah kaos kaki hah?!!" Bakura mulai menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"itu karena.....a..agar Setidaknya, tidak hanya harga diriku saja yang hancur....." Yami hanya bisa sweatdrop dengan hal itu.

"oh....jadi kau ingin harga diriku juga ikut hancur begitu? aku tak mau menemanimu dalam penghancuran harga diri!! Aku bukanlah orang bodoh yang akan memberikan Aibou hadiah konyol macam kaos kaki!!! Aku akan tetap memberikan Millenium Puzzle ini sebagai hadiah untuk Yugi......" dengan itu, Yami kembali serius mencoba memasang puzzlenya. Bakura hanya bisa pasrah dan menghela nafasnya.

"terserahlah!! aku akan mencoba mengulur waktu sebisaku. Sebaiknya kau segera selesaikan Puzzle terkutuk itu dan segera nyatakan perasaanmu itu. mengerti kau?!!" Yami hanya bisa tersenyum mendengar hal itu. roommatenya itu ternyata masih mau membantunya.

"yes mom...."

"FUCK!!!" geram Bakura seraya berjalan pergi meninggalkan Yami yang terus mentertawakannya.

-------Ruang Tengah Wisma Sennen-------

Saat ini keadaan di tempat Yugi semakin bertambah kacau. Jou masih terus-terusan merajam Pegasus dengan kue tart. Kaiba terus menahan Pegasus dengan menginjaknya. Bahkan saat ini Shizuka juga ikut bergabung dan ikut menyodok wajah Pegasus dengan sapu. Pemandangan itu sungguh amat sadis dan mengerikan. Yugi hanya bisa menatap hal itu dengan wajah horor.

"te...teman-teman, a..apa tidak sebaiknya kita sekarang menghentikan mereka? Ka...kasihan Pegasus-san. A...aku takut jika dia mati." Ujar Yugi gemetar. Anzu hanya bisa menepuk bahu kawan kecilnya itu dan menghela nafasnya.

"kita tak akan bisa menghentikan mereka bertiga Yugi. Mereka sepertinya begitu panas dan marah. Sudahlah, kau tak perlu khawatir. Aku yakin pemilik tempat kosmu itu tak akan mati semudah itu."

"ya, sebaiknya kau tidak usah terlalu mempedulikan Pegasus Yugi.......orang tak jelas macam dia akan semakin besar kepala jika kau berbelas kasihan padanya. Sudah biarkan saja dia menerima pelajarannya agar ia tidak mengganggumu lagi." Jelas Honda tenang. Yugi masih terlihat ragu akan hal itu.

"ta....tapi apa hal itu tidak terlalu ekstrim?"

"ekstrim? Apa maksudmu Yugi?" Anzu terlihat bingung. Yugi mulai menunjuk ke arah Pegasus yang saat ini sedang menerima penyiksaannya.

"AAARRRGGHHH!!!!"

"BERISIK!!! DIAMLAH DEDEMIT JAHANAM!!!!"

CRROOOTTTTT!!!!!

"BBUUULLLRRPP!!!"

"GARA-GARA KAU, SEPUPUKU GAGAL MENYATAKAN PERASAANNYA!!!! LEMPARKAN LAGI PUPPY!!!!"

CCRRROOOOTTT!!!!!

"UUUAAARRRGGGHH!!!"

"MAKHLUK RENDAH DAN TIDAK JELAS MACAM DIRIMU TIDAK PANTAS BERSANDING DENGAN YUGI-KUN!!!!"

SSRRROOOKKKK!!!!

"UUUURRRGGGGHHH!!!!!"

"BAGUS SHIZUKA!!! SODOK TERUS WAJAHNYA!!! HARUSNYA KAU PAKAI SAPU LIDI TADI!!!"

"MAAF KAKAK, TIDAK ADA SAPU LIDI!!!"

SSRRROOOKKKK!!!!

"AAARRRGGGHHH!!!!"

"CIH!!! ANDAI SAJA ADA SETRIKA!!! AKAN KUGOSOK WAJAHMU HINGGA GOSONG!!! DASAR KAU IBLIS!!!!"

CCRROOOOTTTTT!!!!

"AAARRRGGHH!!!!"

"AKU BENAR-BENAR INGIN MENUSUKMU DENGAN BESI PANAS!!! KAU BERUNTUNG TAK ADA BENDA TAJAM DISINI. LEMPARKAN LAGI KATSUYA!!!!"

CRROOOOOOTTTT!!!!

"AAARRRRGGGHHHH!!!"

Semua hanya bisa melongo melihat moment penyiksaan itu. tak ada yang menyangka bahwa Jou, Kaiba dan Shizuka adalah kombinasi psycho yang mengerikan. Yugi, Anzu, Honda bahkan Isono dan bodyguard yang lain hanya bisa menatap hal itu dengan wajah horor. Tak ada yang berani mendekat untuk menghentikan penyiksaan itu. mereka semua hanya bisa berharap dalam hati agar Pegasus masih bisa selamat dari mimpi buruknya itu.

'Aku harap tak ada korban yang tewas dalam insident ini. aku tak ingin pesta ulang tahunku menjadi hari kematian untuk seseorang......' batin Yugi merinding. Tak lama kemudian, dari arah belakang Yugi, sesosok figur mulai menepuk bahu pria kecil itu.

"Yugi-kun......"

"eh? Ry...Ryou-kun!" Yugi sangat terkejut melihat roommatenya itu. Ryou mulai menarik lengannya dan mulai membawanya ke suatu tempat.

"Ry...Ryou-kun? Kau mau membawaku kemana?"

"sshhh......aku ingin memberimu sesuatu." ujar Ryou singkat seraya terus membawa Yugi ke ruang depan. Yugi hanya bisa menautkan alisnya dan hanya bisa pasrah membiarkan Roommatenya itu membawanya.

'sebenarnya apa yang ingin Ryou berikan padaku? La...lalu kemana Yami? kenapa aku tidak melihatnya semenjak Pegasus menari tadi? Me...mengapa aku merasakan firasat buruk?' Yugi mulai merasa tidak tenang. Pikirannya mulai berkecamuk. Walaupun Yugi menyimpan perasaan pada Ryou tapi ia akan selalu memikirkan Yami. apapun yang terjadi, ia akan selalu memikirkan kembarannya itu. Bahkan ia juga menyimpan sebuah perasaan yang lebih besar terhadap Yami daripada perasaan yang ia rasakan terhadap Ryou.

'kau dimana Yami......?'

-------Ruang Tengah Wisma Sennen-------

"HOLY MOTHER OF ZORC!!!" Bakura hampir mendapat serangan jantung saat ia melihat ruang tengah yang saat ini terlihat begitu berantakan. Tirai dan setengah jendela wisma Sennen hangus terbakar. Kue tart berceceran dimana-mana dan di tengah-tengah terdapat jasad manusia yang terendam dengan kue tart. Disana terlihat Kaiba yang melipat kedua tangannya seraya memandangi jasad tart(?) itu dengan tatapan pembunuh.

"siapa ini?" tanya Bakura seraya menunjuk ke arah jasad tart di depan Kaiba.

"dia pemilik kos. Aku hanya memberinya pelajaran karena telah berani mengacaukan pesta."

"pelajaran? La...lalu kemana yang lainnya? Kenapa disini hanya ada kau dan beberapa bodyguardmu saja?" Kaiba mulai menghela nafas.

"peliharaanku, adiknya dan juga teman-teman mereka sedang membersihkan diri di toilet lalu....."

"la...lalu kemana si culun?!!!" sela Bakura panik. Kaiba mulai menautkan alisnya.

"Yugi? Dia...." Kaiba mulai melihat sekelilingnya. Ia mulai bingung saat tidak melihat Yugi di dalam ruangan.

"ke....kemana dia? Tadi perasaan dia masih berada di sini!!" Kaiba mulai serius. Ia terus memperhatikan sekelilingnya. Tak lama kemudian, Isono mulai buka suara.

"tadi tuan Yugi sepertinya pergi ke ruang depan bersama dengan sahabatnya yang mirip anda." jelas Isono seraya menunjuk Bakura. Bakura mulai melotot dengan hal itu.

"jangan-jangan dia bersama Ryou!!!"

"Apa?!! Ryou?!!" Kaiba juga ikut terkejut mendengar hal itu. dengan cepat ia mulai bertanya pada Roommate sepupunya itu.

"Kenapa ia bersama Ryou? Lalu kemana Atem?!! Kenapa dari tadi aku tidak melihatnya!!" Kaiba mulai cemas. Bakura mulai terlihat serius.

"dengar Kaiba, aku tak ada waktu menjelaskan semuanya. Aku harus segera ke tempat culun sekarang juga!! Jika kau ingin melihat sepupumu, dia ada di lorong sekarang!!"

"di lorong? Ke...kenapa dia di lorong?!! Eh Bakura!!! Tunggu!!!" Kaiba tak sempat bertanya lebih jauh lagi karena Bakura sudah melesat pergi menuju ke ruang depan. Kaiba mulai memiliki firasat buruk. Dengan cepat ia segera beranjak menuju ke lorong wisma.

-------Ruang Depan Wisma Sennen-------

"Ry....Ryou-kun a...apa ini?"

Yugi hanya bisa terbelalak shock saat roommatenya itu memberikan hadiah kepadanya. Hadiah itu berupa cincin berbatu diamond berwarna biru. Batu diamond itu hampir sama dengan kalung yang di kenakan oleh Ryou. Ryou hanya bisa tersenyum dengan lembut seraya menatap Yugi.

"aku ingin mewujudkan sesuatu Yugi-kun......"

"se...sesuatu?"

"ya. Sesuatu itu adalah........janji kita. Aku ingin merealisasikan janji kita dulu untuk selalu bersama-sama...."

"Janji....." Yugi sungguh terkejut mendengar hal itu. kini sesuatu yang selalu membayanginya telah datang. Ia tak akan pernah lepas dari bayang-bayang masa lalu. Bayangan janjinya pada Ryou semasa kecil. Untuk selalu bersama selamanya.

"aku harap waktu yang kuberikan padamu selama ini bisa membuatmu mencapai sebuah titik kesimpulan Yugi-kun......aku harap janji kita bisa terwujud. Aku menyukaimu Yugi-kun dan aku ingin kita menjadi sepasang kekasih......"

Yugi seakan hancur mendengar hal itu. ia tak menyangka bahwa menepati janji bisa begitu terasa menyakitkan. Saat itu ia tak ragu untuk menepati janjinya terhadap roommatenya itu. ia masih menyimpan suatu perasaan di dalam hatinya. Sebuah perasaan lebih terhadap Ryou. Sebuah perasaan suka, sayang bahkan mungkin cinta. Namun akhir-akhir ini di saat ia tahu bahwa Yami juga menyimpan perasaan terhadapnya, keraguan pun mulai muncul. Sebuah keraguan yang bisa mematahkan keyakinannya. Ia juga merasakan perasaan yang lebih terhadap kembarannya itu. sebuah perasaan yang berpotensi untuk menjadi lebih besar lagi. Kini Yugi berada di dalam dilema. Ia tak mungkin mengingkari janjinya. Tapi bagaimana dengan keinginan hatinya? Yugi seakan ingin menangis dengan keraguan itu.

"Ry...Ryou-kun aku......" Yugi sungguh tak dapat berkata apa-apa lagi. Ia hanya bisa memalingkan pandangannya ke samping. Air mata hampir saja keluar dari kedua mata violetnya. Ia masih menantikan Yami. menantikan Yami untuk mengambil hatinya. Mengambil cintanya. Tapi.......saat ini dimana dia? Mengapa ia tidak datang?

'ka...kau dimana sekarang Yami? a...aku menunggumu.....ku....kumohon datanglah.......jangan biarkan aku hidup dalam kepalsuan. Aku tak ingin menyakiti siapapun.......' Yugi hanya bisa menahan kedua air matanya. Perasaannya sungguh berkecamuk. Ia masih tak dapat mengatakan satu patah katapun. Ryou hanya terdiam dengan hal itu. dalam hati ia senang. Ia senang karena Yugi pasti menjadi miliknya.

'sampai kapanpun kau menunggu, ia tak akan datang Yugi......hanya akulah yang pantas memilikimu......hanya aku. Karena......aku sangat mencintaimu......' batin Ryou seraya tersenyum. Tersenyum dalam kemenangan konspirasinya.

-------Lorong Wisma Sennen-------

"Atem!!! Apa yang sedang kau lakukan disini?!!"

"Se...Seto!!" Yami sangat terkejut saat kini sepupunya tengah berlari menuju ke arahnya dan tak membutuh waktu lama untuk Kaiba menjadi shock karena realitas baru yang ia lihat saat ini.

"Ya...Tuhan!!! Mi...Millenium Puzzle!!! Ke...kenapa bisa menjadi hancur begini?!!" Kaiba sungguh terkejut saat melihat Millenium Puzzle yang hancur setengah bagiannya itu. ia lalu mulai menatap sepupunya. Yami hanya bisa menunduk dan terdiam untuk sesaat. Tangannya mulai gemetar menggenggam kepingan Puzzle. Perasaan pria punk itu saat ini sungguh semakin berkecamuk.

"se...sebenarnya apa yang telah terjadi Atem?"

"ini hanyalah konsekuensi yang harus kutanggung Seto......mungkin ini adalah ujian untukku......apa aku layak untuk mendapatkan Aibou atau tidak......" Kaiba mulai tak mengerti dengan maksud dari perkataan sepupunya itu.

"se...sebenarnya apa maksudmu Atem?!! Siapa yang berani berbuat seperti ini?!!" Kaiba mulai mencengkram bahu sepupunya itu. Yami masihlah terlihat menunduk. Tak lama kemudian ia mulai menjawab dengan sangat lemah.

"Ryou......"

"APA?!!! RY...RYOU!!!" Kaiba langsung shock mendengar hal itu. ia tak menyangka bahwa kembaran Bakura yang terlihat sangat ramah dan lembut itu bisa berkelakuan seperti ini pada sepupunya. Amarah mulai muncul dari dalam diri pria brunette itu. Ia mulai mengepalkan tangannya erat-erat.

"Brengsek!! Beraninya dia berbuat seperti ini!!?" Kaiba mulai berdiri dan hendak beranjak mencari Ryou, namun dengan cepat pula Yami langsung menahan sepupunya itu.

"tu...tunggu dulu Seto!!!"

"Apalagi Atem!!! Ia sudah berani berbuat licik seperti ini padamu!! Ia harus diberi pelajaran!!!" Kaiba terlihat emosi. Ia sangat tidak senang dengan ketidak adilan. Yami hanya bisa menghela nafas dengan hal itu.

"aku tahu ini memang sangat tidak adil Set, tapi kita juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Ryou....."

"Apa maksudmu?" Kaiba mulai mengernyitkan keningnya. Yami mulai berbalik membelakangi sepupunya seraya mengalihkan pandangannya ke samping.

"jika aku jadi dia mungkin aku juga akan melakukan hal licik seperti ini. ia sama seperti diriku Seto. kami berdua sama-sama mencintai Yugi. Dan aku yakin diantara kami berdua, Ryoulah yang lebih sakit hati......"

"sakit hati?"

"ya. Dia dan Aibou sudah bersama sejak lama. Mereka sudah bersama sebelum aku masuk ke dalam kehidupan Yugi. Bahkan mereka berdua sudah berjanji untuk selalu bersama jika bertemu kembali bukan? Aku yakin Ryou selalu menanti Yugi. Di saat ia sudah menemukan Yugi, aku datang di antara mereka dan membuat Aibou ragu. Aku yakin ia pasti sangat marah dan sakit hati karena ternyata Aibou lebih percaya padaku jika dibandingkan dengan dia. Aku bisa mengerti akan hal itu Seto. aku yakin hal itu sangatlah tidak adil untuknya....." Kaiba mulai mengerti poin yang disampaikan oleh sepupunya itu. Namun rasa tidak terima masihlah tetap hinggap di hatinya.

"tapi walaupun begitu, ia tak bisa seenaknya berbuat licik dan curang seperti ini Atem?!! Jika ia memang ingin mendapatkan Yugi, ia harus bisa bersaing secara sportif!!! Perbuatannya kali ini sungguh rendah!!! Ini namanya egois!!!" geram Kaiba. Yami hanya bisa menunduk mendengar hal itu.

"aku juga sempat emosi Seto. aku bahkan sempat menghajar Ryou. Namun setelah kupikir lagi, waktu itu aku juga pernah melakukan perbuatan yang lebih rendah darinya Seto.......aku pernah menyakiti Aibou bahkan mencoba mengambil keuntungan darinya......aku juga merupakan orang yang egois......" Kaiba mulai terdiam mendengar hal itu. Yami lalu mulai berbalik menghadap ke arahnya.

"Aibou adalah orang yang sangat berharga bagi semua orang. Aku tahu bahwa untuk mendapatkan Aibou sangatlah tidak mudah......aku sudah tahu akan konsekuensinya Seto. apapun yang terjadi, aku akan berusaha sampai akhir walaupun mungkin hasilnya tidak seperti yang ku harapkan tapi dengan aku berusaha dan berjuang, aku sudah cukup bangga Seto.......Aiboulah yang mengajarkan hal itu padaku......mengajarkan untuk tetap percaya dan berjuang sampai akhir......"

"Atem....." Kaiba tak tahu harus berkata apalagi. Yang dikatakan oleh sepupunya itu ada benarnya juga. Ia sungguh sangat takjub sepupunya itu bisa berubah menjadi orang yang lebih baik berkat Yugi. Untuk itulah ia bertekad untuk membuat Yugi bersatu dengan sepupunya.

Tak lama kemudian, Yami kembali terduduk dan mencoba memasang kepingan Puzzle. Kaiba mulai berjalan dan berjongkok tepat di hadapan sepupunya itu.

"jadi kau akan tetap menyelesaikan puzzle ini?" Yami mulai mengangguk mendengar hal itu.

"kau pernah bilang kan Seto, jika ada seseorang yang berhasil menyusun puzzle ini, permintaannya pasti akan terkabul. Aku sudah membuat harapan pada puzzle ini. untuk itulah aku akan menyelesaikan puzzle ini dan memberikannya pada Aibou......" Kaiba hanya bisa menghela nafasnya. Tugas sepupunya itu sungguh amatlah berat. Ia tak akan bisa mencampuri tugas sepupunya itu. ini adalah ujian untuknya.

"kau harus menyelesaikan Millenium Puzzle secepatnya Atem. jangan sampai kau kehilangan Yugi......" Yami hanya bisa terdiam mendengar hal itu. ia tahu bahwa perkataan sepupunya itu ada benarnya. Ia sungguh berada di ambang cobaan yang begitu sulit. Yami lalu mulai menunduk dan menatap Puzzlenya. Ia mulai berharap dengan sangat tulus dari dalam hatinya.

'ibu......bantu aku menyelesaikan Puzzle......'

-------Ruang Depan Wisma Sennen-------

Keheningan masihlah terjadi diantara Yugi dan Ryou. Tak ada satupun yang membuka suara. Mereka masih sama-sama sedang berpikir keras. Selang tak lama kemudian, Ryou mulai menatap ke arah roommate kecilnya itu. ia lalu mulai menyentuh pipi Yugi dan mengarahkan pandangannya ke depan. Di sana terlihat jelas raut wajah Yugi yang di selimuti oleh kebimbangan. Ryou hanya bisa menatap Yugi dengan lembut.

"apa kau masih ragu Yugi-kun?" Yugi terkejut mendengar hal itu. ia memang tak bisa memungkiri hal itu. hatinya benar-benar diliputi rasa bimbang yang begitu besar.

"Aku....."

"CULLLUUUUNNNN!!!!!"

"Huh?" Yugi mulai menatap ke arah sumber suara itu. di sana di dapati Bakura yang sedang berlari menuju ke arahnya. Ryou mulai menatap tajam ke arah kakaknya itu.

"JANGAN DENGARKAN DIA DULU CULUN!!!!" Bakura mulai terengah-engah mengatur nafasnya. Yugi mulai menautkan kedua alisnya.

"a..apa maksudmu Bakura-kun?" Yugi terlihat semakin bingung. Bakura mulai angkat bicara.

"ada sesuatu yang ingin kusampaikan padamu...." Yugi mulai menautkan kedua alisnya mendengar hal itu. Ryou hanya terdiam dan menatap tajam ke arah Bakura.

"sesuatu? A..apa itu?" mendengar hal itu, Bakura mulai menatap ke arah Yugi.

"dia akan datang padamu. Yang harus kau lakukan adalah menunggu dan percaya pada kata hatimu sendiri...."

"hah? a..apa?" Yugi mulai memasang ekspresi aneh. Bakura mulai menepuk jidatnya.

'shit!! Aku memang tidak berbakat berkata puitis seperti Yami!! aku tampak seperti orang bodoh!!' batin Bakura. Ia lalu kembali menjelaskan pada Yugi.

"ah sudahlah!! Aku yakin kau pasti mengerti maksud perkataanku. percayalah bahwa dia pasti akan datang. Dia mungkin agak terlambat akibat ulah dari interuptor misterius......." sindir Bakura seraya menatap Ryou. Ryou hanya bisa menatap tajam ke arah kakaknya itu. namun ia tidak mengatakan apapun.

"interuptor........misterius?" Yugi semakin tidak mengerti. Namun belum sempat Bakura menjelaskan, dari arah belakang, tiba-tiba ia di dekap oleh seseorang.

"Ah!! Disini kau rupanya Kura!! Kami sudah mencarimu kemana-mana tahu!!!"

"Ma...Marik?!!" Bakura mulai terbelalak melihat duo psycho Marik dan Malik yang saat ini sedang menginterupsi misinya. Ia mulai panik seketika.

"brengsek!!! A..apa yang kalian lakukan disini hah?!! lepaskan aku keparat!!!" Bakura mulai mencoba melepaskan diri dari jeratan Marik namun Malik malah ikut mendekapnya dari samping.

"aww....Kura-chan(?) kami saat ini sangat membutuhkanmu sebagai tester untuk menguji keakuratan mercon rakitan Marik. Ini juga untuk kepentingan hadiah Yugi-kun!!" Malik terlihat manja. Bakura mulai melotot mendengar hal itu. Yugi dan Ryou hanya bisa sweatdrop.

"APA!!!! TESTER MERCON!!! KALIAN INI SARAP ATAU BLO'ON HAH?!! DASAR GOBLOK!!!!" Bakura terus mencoba berontak namun sayangnya, Marik dan Malik semakin mencengkram tubuhnya dengan erat dan menggeret Bakura menuju ke ruang tengah. Bakura benar-benar panik dengan hal itu, sebelum ia keluar dari ruang depan, ia langsung meneriakkan kata-kata terakhir(?) kepada Yugi.

"PIKIRKAN PERKATAANKU BAIK-BAIK CULUN!!! DIA SANGAT AMAT MENCINTAIMU!!! HIDUPNYA AKAN HANCUR JIKA TAK ADA DIRIMU DI SAMPINGNYA!!! KAU ADALAH CAHAYA HIDUPNYA!! KAU ADALAH..........AIBOUNYA!!! INGAT ITU!!!" Yugi benar-benar shock mendengar perkataan terakhir Bakura. Ia mulai mengerti maksud dari perkataan Bakura terutama saat ia mendengar kata 'Aibou'.

"Yami....." mendengar kata itu keluar dari mulut Yugi, Ryou menjadi geram seketika. Ia mulai mengepalkan tangannya dan langsung mencengkram kedua bahu Yugi. Ia langsung menekan tubuh roommatenya itu ke dinding. Yugi benar-benar shock dengan hal itu.

"Ry...Ryou-kun?!!"

"kau harus menepati janjimu padaku Yugi-kun!!! Aku sangat mencintaimu!!! Kita harus bersama selamanya!!" Ryou semakin menekan tubuh Yugi ke dinding. Yugi mulai panik dengan hal itu.

"le...lepaskan aku Ryou-kun!!!"

"tidak!!! Sebelum kau menerimaku Yugi!!! Aku sudah menantimu sejak lama!! Aku begitu mencintaimu!! Kau tak bisa mengingkari janji kita Yugi!!! Tidak bisa!!!" nada putus asa mulai terdengar dari perkataan Ryou. Yugi hanya bisa mengalihkan pandangannya ke samping.

"ta...tapi a...aku.....ha...hatiku.....Yami......" Ryou mulai menunduk mendengar hal itu. ia lalu kembali mengeluarkan cincin diamondnya dan memperlihatkannya di hadapan Yugi.

"kau tahu Yugi-kun? Cincin ini kudapatkan dari siapa huh?? Cincin ini begitu mirip dengan cincin ibumu kan?"

"cincin ibu?!!" Yugi mulai terbelalak mendengar hal itu. Ryou mulai tersenyum dan melanjutkan penjelasannya.

"ya. Cincin ini diberikan ibumu kepadaku saat sehari sebelum kau pindah ke Domino. Ibumu menyampaikan amanah padaku untuk memberikan cincin ini padamu. Ibumu begitu baik dan percaya padaku. Cukup percaya untuk menjadikanku sebagai pendampingmu Yugi-kun...." Yugi mulai shock mendengar hal itu.

"a..apa maksudmu dengan menjadi pendampingku?!!" Ryou mulai tertawa mendengar hal itu. ia mulai menyentuh pipi Yugi dan mulai berkata dengan sangat tenang.

"itu artinya, ibumu setuju jika aku menjadi pendampingmu Yugi-kun......ibumu sangat berharap jika kita bisa bersatu suatu hari nanti......kau tak bisa mengecewakan harapan ibumu Yugi-kun......dia adalah orang yang sangat baik....." seketika itu Ryou berhenti menekan Yugi ke dinding. Yugi mulai menunduk dengan tatapan kosong. Sejak dulu Ryou dan dirinya memang sangat dekat. Bahkan ibunya pun begitu kagum terhadap Ryou. Yugi tak menyangka bahwa ibunya menyimpan harapan yang lebih kepada Ryou untuk menjadi pendamping hidupnya. Ia tak mungkin mengecewakan harapan ibunya. Seorang ibu yang selalu melindungi dirinya dari kekerasan ayahnya sendiri. Yugi tidak bisa mengecewakan ibunya. Ia hanya ingin ibunya bangga terhadapnya dan juga bahagia.

"jadi Yugi-kun, apa kau bersedia ku ikat dengan cincin ini? cincin ibumu ini adalah simbolisasi ikatan kita......aku pasti akan membuatmu bahagia Yugi-kun.......aku pasti akan melindungimu......" Yugi tak mengatakan apapun. Ia hanya diam dan menunduk. Ryou mulai memasukkan cincin itu ke jari manis Yugi. Yugi hanya bisa pasrah dengan hal itu. hatinya terlalu sakit. Sakit karena pada akhirnya, ia harus menjalani sebuah kepalsuan perasaan.

'terlambat......'

Ryou mulai mendekap erat tubuh Yugi. Air mata mulai mengalir dari kedua mata violet Yugi. Ia terus meneteskan air mata tanpa suara tangis. Hatinya tersiksa. Ia sungguh tersiksa karena seseorang yang mendekapnya saat ini bukanlah seseorang yang ia cintai sepenuh hati. Ia sungguh menderita. menderita karena tubuh yang mendekapnya saat ini bukanlah tubuh hangat yang biasa mendekapnya setiap saat. Dan ia begitu kecewa. kecewa karena pada akhirnya seseorang yang mendekap erat hatinya bukanlah seorang partner yang ia cari.

'orang ini bukan dia......bukan orang yang selalu mendekapku dengan erat dan hangat. Bukan orang yang selalu ada di sampingku. Bukan orang yang selalu memanggilku Aibou. Orang ini bukan dia. Orang ini Bukan......Yami'

Kini Yugi sadar akan satu hal. Ia begitu teramat sangat mencintai Yami. ia terlambat menyadarinya. Yami pun terlambat datang padanya. Semuanya terlambat. Roda takdir pun berjalan terlambat. Semua tidak berjalan sesuai harapan. Ia harus terus terbelenggu dalam masa lalunya.

"kau harus belajar melupakannya dan mencintaiku sepenuhnya Yugi-kun.......karena......." Ryou mulai menyentuh pipi Yugi dan mendongakkannya ke arah wajahnya. Ia mulai mendekatkan jarak wajahnya pada Yugi. Yugi hanya bisa menatapnya dengan kosong. Ryou mulai berbisik dengan lembut.

"kau adalah.......milikku sekarang......." dengan itu, Ryou langsung memutus jarak dan menempelkan bibirnya pada bibir Yugi. Air mata terus mengalir deras dari kedua mata Violet Yugi. Ia hanya bisa pasrah. Hatinya serasa hancur berkeping-keping. Tapi, Walaupun begitu, Hanya ada satu nama yang ada di hatinya. Sebuah nama yang dapat membuat hati rapuhnya itu bernafas.

'Yami.....'

CCTTAAAARRRRR!!!!!

Suara sebuah benda jatuh berbunyi dengan sangat nyaring dan memecah keheningan itu. Yugi mulai terbelalak shock saat melihat sebuah benda berbentuk Pyramid yang terbuat dari emas itu tergeletak di lantai. Secara perlahan-lahan ia mulai mengarahkan pandangannya ke atas dan ia serasa ingin lenyap saat seorang figur yang ia tahu kini berdiri tepat di depan pintu dengan raut wajahnya yang begitu menyedihkan. Figur itu terus mematung dan terus menatap ke arahnya dengan penuh perasaan hancur. Kedua mata merah yang bagaikan darah itu kini mulai berlinang air mata. Air mata itu tak henti-hentinya mengalir. Yugi hanya bisa gemetar saat mendengar satu kata yang diucapkan figur itu. ia mengatakan kata itu dengan sangat rapuh dan penuh kesedihan. Ia seakan kehilangan cahaya hidupnya.

"Ai...bou......"

To Be Continued.......

Ryou mulai membongkar satu lagi rahasianya dan hal itu membuat ia bisa menekan situasi Yugi dan memaksa Yugi untuk menjadi kekasihnya. Yugi kini menyadari bahwa ia sangat mencintai Yami. namun semuanya sudah terlambat. Ia harus kembali ke dalam lingkaran masa lalunya. Lalu bagaimana dengan Yami? apa yang terjadi saat ia mengetahui semua kenyataan pahit itu? kejutan apalagi yang akan hadir? Nantikan di chapter berikutnya.

Author : harusnya kan humor, kenapa jadi angst begini? (langsung dihajar massa) saya memang lebih ahli membuat angst daripada humor T_T (disambit) tenang aja Saya tak mungkin mengakhiri fic ini dengan keadaan begini. Kejutan lain masih mengantri untuk segera di munculkan. Semoga chapter ini tidak terlalu mengecewakan para reader sekalian T_T (dikeroyok semua reader, dibekep and di cemplungin ke lava panas gunung merapi)

To Vichan91312 : haha, soal lilin itu emang pada edan semua XDD Bakura kalo lagi serius emang manggil Yugi dengan namanya. Untuk Ryou? Silahkan bantai sepuasnya XDD (diinjek Ryou) semoga tidak terlalu mengecewakan Vi chan. Arigato reviewnya Vi chan!! ^__^

To Dika The Winged Kuriboh : nyahaha!! Kaiba emang sinting!!! Aku setuju pol!!! XDD (disambit laptop ama Kaiba) hehe, ini udah ada pertumpahan air mata di chapter ini. mudah-mudahan chapter ini masih bisa menghibur(?) kurii chan!! Arigato ne Kurii chan!! XDD

To Sora Tsubameki : hiks!! Hiatusnya jangan lama-lama Sora-san!! Saya penasaran sama fic anda!! Huueee.....TT-TT (langsung dihajar) dugaan Sora-san bener. Yugi beneran jadi ama si Ryou. Tapi walaupun Bakura ngungkapin kejadian interuptor misterius itu ke Yugi, keadaan nggak bakal berubah tuh gara-gara cincin laknatnya Ryou (langsung ditendang) semoga chapter ancur ini masih bisa memuaskan Sora-san. Arigato ne Sora san!!! ^-^/

To coolkid4869 : Om Kaiba!!! XDD (ketawa gelundungan) ehehe, saya udah update nih!! makasih buat tipsnya ya!! ^^ akhirnya saya ke warnet juga T_T Ayo dragon masternya di update!! Udah tuh kampus bakar aja!!! Bakar!! (ditendang) hmm...Ryou psychonya ketularan Bakura emang. Kakaknya aja udah Psycho, adiknya juga harus double psycho donk! XDD (dijendul Ryou) wokeh!! arigato buat reviewnya coolkid san!! Thanks udah di add!! XDD

To Ryuu No Kami : ehehe, untuk dr Ryuu kun, diharap menyediakan persediaan air mata(?) untuk chapter kedepannya nanti. Karena akan banyak pasien YGO chara kita yang kehabisan air mata XDD (langsung di tendang) semoga chapter ini tidak terlalu mengecewakan Ryuu kun. Tenang, nih fic nggak sampe 50 chapter keatas kok. Otak saya bisa gempor tuh kalo jadi 50 keatas! XD (di lindes) wokeh, arigato!! XDD

To Shara Serenia : ayo kita rajam si evil genius beautiful cute albino angel itu dengan flame dan mercon Shara san!! Ayo kita rajam Ryou habis-habisan!!! Grroooaaarr!!! TAT (di tendang Fans Ryou) hiks....Yami terlambat Shara-san!! Hueee......harusnya dia punya roket ato apalah biar cepet gitu....(ditampol) tenang, fic ini masih jauh dari kata akhir. Tetep stay tune Shara san!! Arigato ne!! XDD

To Nonohana Kizure : XDD bodyguardnya Kaiba mungkin udah niup sekitar seratus lilin. Maybe lho XDD si Peggy mungkin niup lilin pake nafas hidung tuh, makanya lilinnya nggak mati-mati. Tuh orang emang sarap!! (dijedotin Peggy) hehe, Peggy udah di siksa and di rajam pake kue tart tuh sama Jou. Salah sendiri ganggu momentnya orang, Huff parah. Dan untuk Yami.....hiks....dia harus menghadapi sebuah cobaan yang menyakitkan T_T (langsung digebukin Yami) chapter 25 waktu itu belum keluar? Mungkin situs ini lagi eror waktu itu. sering-sering di refresh aja. hehe, arigato buat reviewnya Nonohana san!!! XDD

To Aihara Zala : haha,aku yakin semua orang pasti mau di kasih laptop mahal ama Kaiba XDD Hiks....Puzzlenya hueee T_T yang sabar Yam.... (langsung dikepruk Yami) semoga chapter ini tidak terlalu mengecewakan Aihara-san!! Arigato ne Aihara san!! Thanks udah di add!! XDD

To De-chan_aiShiro : hmm....banyak yang komplain soal erornya situs ini. nih situs kadang nggak bener!! (dihajar staff FFN) jadi Siaga refresh aja XDD oh ya, makasih udah diingetin soal spasi. Hehe, saya emang terlalu bersemangat dan lebay(?) dalam mengetik jadi kadang sering terjadi typo. Jika ada kesalahan lagi, ingetin saya ya De-chan!! XDD saya senang anda suka cerita saya. Saya juga masih butuh banyak belajar lagi ^^ mudah-mudahan tidak terlalu mengecewakan De-chan. Arigato untuk semua complimentnya De-chan!! Review anda membuat saya selalu termotivasi!! XDD salam elus lagi buat Jun pyu_pyu ya!! Saya beneran maniak ama yang namanya kucing!! XDD wokeh!! Arigato!!

To ArcXora : thanks udah di add Xora san!! XDD sebenarnya pengen banget masukin pereview ke acara ultahnya Yugi, tapi ntar fic ini jadi crack donk DX (di sambit) tenang aja, di akhir cerita, saya mungkin akan membuat chapter yang melibatkan pereview. Hmm....untuk Yami? huuee....T_T dia broken heart!! (ditampol) kita lihat saja kejutan apa yang terjadi selanjutnya. Arigato ne Xora san!!! XDD

To Uchiha 'Haruhi' Gaje : thanks udah di add Haru-chan!! XDD hiks.....gomen, sepertinya telah terjadi heartshipping disini. Ryou emang iblis!! T_T (langsung diinjek-injek Ryou) tenang, saya nggak mungkin ninggalin fic dalam keadaan begini. Hehe, oh ya fic anda cepetan dipublish!!! Saya tunggu lho!! XDD wokeh, arigato ne Haru-chan!! XDD

To KitsuNeko : hehe, situs ini emang kadang rada eror Neko san jadi siaga refresh aja XDD chapter sebelumnya emang sengaja nggak dibuat menyedihkan. Saya mencoba untuk menonjolkan sisi emotionalnya saja. Untuk friendship di antara Bakura dan Yami, sepertinya juga agak aneh kalo saya buat mereka lebih dekat lagi dari yang kemarin. Karena Bakura di fic ini sebenarnya juga tidak terlalu menjadi friendship guy(?) dia pasti punya konspirasi khusus di setiap tindakannya. Jadi nggak selalu setiap tindakan dia lakuin untuk teman. Tapi chapter kedepan, saya pasti akan berusaha untuk menonjolkan persahabatan mereka se-gentle mungkin. hmm....untuk gambar cover fic ini, sebaiknya buka di warnet aja Neko san, karena kalo lewat Hp sering nggak keluar gambarnya karena gambar itu letaknya di situs blog saya. Kalau mau lihat, ada juga di album foto facebook saya. Oke, arigato ne Neko san!!! XD

To Kuzu here Kuzu There : ehehe, Kaiba emang pervert. Maksud polos disini hanya saat ia mau membeli sesuatu. Dia kan kalau beli barang, sukanya yang mahal-mahal XDD (dikeplak) aih, untuk pairing Ryou x Bakura? Kita lihat saja di kedepannya nanti. Arigato buat Reviewnya dan thanks udah di Add!!! ^__^

To arc"MizU H.2468 : hehe, nulis namanya nggak salah kan 'bro'? XDD minna san semangat terus ya!! Walaupun setan try out masih terus menghantui, keep fighting!!! (langsung ditampol) oh ya, untuk sis, tetep semangat ya!! Kau tidak sendirian!! XDD arigato ne minna!!! XDD

To Bm, Lisa, Devil xXx, Y x Y dan Pembaca yang lain : arigato!!! Thank you!! XDD

Yugi : Sebelum meninggalkan fic ini, laksanakan ritual review seperti biasa!! XDD

Yami : -_- untuk Flame akan digunakan untuk membakar Ryou. Sekian dan terima kasih.

Ryou : (pucat)

Author : hehe, see you all in the next chapter!! Ja Ne!! ^_^