Senyuman di bibir Draco kian melebar. "Draco,serius berhenti tersenyum. That Weird"tegur Harrieta. Draco hanya memberikan tatapan Aku-setampan-ini-kau-bilang-aku-aneh. Harrieta menggelengkan kepalanya. "Honeydukes!!!"teriak Harrieta begitu mereka sampai di Hogsmede.

"Kau dan Cokelatmu"gerutu Draco yang mengikuti Harrieta sementara Blaise dan Hermione terlebih dulu membeli quil dan tinta . Baik di kehidupan yang lalu maupun sekarang, Harrieta masih penggila cokelat. Harrieta hampir saja memborong semua cokelat di Honeydukes jika Draco tidak menghentikannya.

"Setelah Honeydukes, Kau mau kemana?"Tanya Draco.

"Bersantai di dekat hutan terlarang?"kata Harrieta memastikan. Draco mengangguk. Setelah perang di kehidupan lalu, Baik Draco dan Harrieta senang menyendiri di dekat hutan terlarang. Memasang mantra penyamaran dan mantra Privacy, Draco membawa Harrieta ke dalam pelukannya. Membiarkan ia bertindak sesuai dengan usia jiwanya. "Draco"kata Harrieta lirih.

"Biarkan aku memelukmu seperti ini. Jika bukan karena kejadian itu, kau sudah menjadi Lady Malfoy dan kita tidak akan kembali melewati masa puber. Ugh Hormon"keluh Draco. Harrieta tertawa. "Ya benar Hormon. Aku tahu di tahun ini kau sering mencium Pansy"goda Harrieta melepaskan pelukannya sebagai gantinya gadis itu kini bersandar pada pundak pewaris Malfoy tersebut"Untungnya sekarang aku bisa menciummu"kata Draco. Pemilik rambut pirang platina itu mencium Harrieta dengan lembut, Harrieta membalas ciuman tersebut.

"Sekarang apa , bibiku sudah bersama pengeran kegelapan dan pengkhianat itu tak lebih dari tubuh tanpa jiwa"kata Draco.

"Kau lupa tahun depan, Tournament Triwizard. Jika namaku muncul di piala api. Alliance bisa menyerang credibilitas Dumbledore.Ah ya Bart Crouch Junior akan muncul tahun depan. Aku juga butuh bukti bahwa Dumbledore memalsukan ramalan"kata Harrieta. Draco mengangguk. Ya benar masih banyak yang harus dilakukan .

Ditempat lain, Blaise dan Hermione menikmati waktu mereka sambil berjalan mengelilingi Hogsmede. "Nona Hermione, Aku ingin meminta izinmu untuk mendekatimu"kata Blaise sambil memberikan hadiah Courtship pertamanya berupa setangkai bunga mawar putih. Blaise tahu bahwa Harrieta dan Hermione lebih memilih Old ways, jadi ia juga memilih menggunakan Courtship untuk mendekati Hermione.

"Kau mendapatkan izinku Blaise"kata Hermione tersenyum