Disc: Highschool DxD bukan punya saya

Author: Tessar Wahyudi

Rating: K+

Chapter 26 Berkumpulnya 3 kekuatan besar dan munculnya pedang legenda.

Azazel side

Kedutan muncul dipelipis mataku dan keningku berkerut, ditambah perasaan ingin menjambak rambutku. Karena sebuah surat yang diberikan oleh Murid, sekaligus orang yang sudah kuanggap anak.

Bagaimana tidak sekarang aku memegang sebuah surat, yang satu hari lalu ia berikan kepadaku dengan isi sebagai berikut.

[Kepada Azazel

Neh sensei kabar dariku adalah pemilik Longinus [Zenith Tempest], sudah dikonfirmasi dia adalah Dulio sang malaikat bawahan Michael.]

Sampai sini aku menarik sudut bibirku mengetahui fakta itu, tapi inilah yang membuatku melebarkan mata dan mengepalkan tanganku.

Ya itu sih kabar dariku, juga aku berhasil menggagalkan pencurian dari benda penting milik Gereja Vatikan yaitu [Holy Cross Helena]. Nah karena aku sudah menjalankan misiku dengan baik aku meminta imbalannya.

Aku mengambil surat yang satunya, karena ia menulis dengan dua kertas dan isinya.

[Tolong kau buatkan Sacred Gear juga kepada teman-temanku yaitu Reya, Momo, Nimura, Yura, Bennia serta Lis. Tolong selesaikan dalam waktu dekat aku berharap itu bisa selesai, sebelum liburan musim Panas nanti tolong ya Sensei.

Salam hangat dariku Kurogane Ikki.]

"Sial anak itu malah mengambil keuntungan dibalik keberhasilannya, 'Kurogane Ikki!"

Back to Ikki

Hachi!

Em sepertinya ada yang membicarakanku, ah entalah saat ini kan aku lagi bersantai diatas atap sekolah. Udara yang sejuk dengan awan yang melintas di langit seperti sebuah kapas.

"Sugoi ini nyaman sekali!"

Ya pada akhirnya aku beristirahat karena ini adalah waktu istirahat, biasanya aku akan kekantin untuk membeli beberapa cemilan. Tapi setiap hari aku selalu dikirimi sebuah bento yang setiap pagi ada di depan tempat aku kost, saat kutanya siapa yang mengirim mereka yang berada di sekitar kawasan kost menjawab tidak tahu.

"Aneh firasatku mengatakan dia pasti orang terdekat yang kukenal tapi siapa?"

Tiba tiba sebuah wajah dengan rambut hijau muda muncul, mengagetkanku seraya berkata.

"Oni san sedang apa kau melamun?"

"Eh? Lis jangan mengganggu kesenanganku di waktu yang penting ini."

Mendengar aku berkata seperti itu dia menggembungkan mulutnya serta menatapku horor.

"Ba baiklah apa yang kau inginkan dariku?"

Lalu modenya berubah ke wajah cerah, dilatari dengan warna kuning senja dengan bunga mawar berjatuhan.

"Aw mataku silau hentikan modemu Lis."

"Oni chan~!"

Ia kembali pada modenya dan kukatakan.

"Baik kau amat cantik jadi tolong, jangan tunjukan wajah itu lagi aku menggigil tau."

"Mou oni chan~ kejam sebenarnya aku ingin tahu apa sih yang dilakukan oni chan. Setiap hari menatap langit tanpa henti apa ada yang mengganggumu, sehingga kau tidak mau bermain ke bawah."

Mendapati ucapannya aku termenung sejenak dan menatap jauh ke langit yang berwarna biru cerah dan awan putih, lalu aku bangun dari posisiku dan duduk di depannya seraya menatap matanya kukatakan.

"Oni chan aku bicara padamu tahu?"

"Ya aku tahu Lis sebenarnya hal ini kulakukan hampir sering, karena aku merindukan ayah angkatku."

Mendapati ucapan dariku Lis melebarkan matanya dan tertegun, lalu menundukan kepala dalam

"Gomen oni-chan kalau aku ganggu suasana hatimu."

Aku menarik bibirku dan berkata.

"Heheh kau tak mengangguku hanya saja, membuyarkan ingatanku tentang ayahku saja."

Kedutan dan perempatan muncul di kepalanya dan ia berteriak.

"Itu sama baka aniki!"

"Hehe ne Lis apa kau ingat tentang orang tuamu?"

Oh ya setelah Lis di reinkarnasi kaichou menawarkan dirinya agar bersekoah di kuoh akademi, dan Lis menanggapi dengan setuju kalau dia akan sekolah disini sekarang dia adalah kelas 1 sama seperti Koneko.

"Ya aku sedikit ingat juga tapi semua sudah hancur dan ingatanku yang tersisa, kalau oni-chan adalah sepupuku yang paling baik."

Ia memelukku tiba-tiba dan membenamkan wajahnya di depan dadaku seraya berkata.

"Oni-chan jangan pergi dariku, aku takut kesepian lagi."

Mendapati perlakuan dan permohonannya yang tiba tiba tentu membuat sesuatu didadaku memuncak, dan ingin ku keluarkan dengan membelai rambutnya aku berkata.

"Tenang saja selama aku masih hidup aku pasti, akan menjagamu dengan baik percayalah padaku!"

Di dadaku ia mengaggukkan kepala tanda konfirmasi, lalu seseorang muncul dan itu adalah Kaichou.

"Ara ternyata kau dan sepupumu ada disini?"

"Kaichou!"

Lis segera menarik dirinya dari tubuhku dan mengelap liquid bening, yang terselip dimatanya serta berkata cerah.

"Baik oni-chan aku pegang kata-katamu jadi saat waktunya tiba, aku akan siap untuk menjadi pengantinmu neh!"

"Eh?"

Baka apa yang dia katakan ini akan membuat kesalah pahaman, lalu raut wajah kaichou seperti tak bereaksi. Lis berlari menghindarkan dirinya dengan cepat.

"Lis apa maksud ucapanmu itu! Ano kaichou aku bisa menjelaskannya padamu!"

"Tidak perlu!"

Potongnya dengan mata tajam menatap kepadaku dibalik tatapannya tersembunyi sesuatu, seperti orang yang kesepian tapi selanjutnya ia berkata.

"Aku bisa menerimanya jika itu Lis, karena Ia adalah orang yang dekat denganmu."

"Eh?"

Apa maksudnya dengan mengatakan seperti itu, tapi syukurlah kalau ia tidak ambil pusing tentang masalah tadi.

"Kurogane-kun bisa kau jelaskan kenapa kau mengetahui seluk beluk tentang gereja, dan penentangnya seperti yang dikatakan Azazel beberapa hari yang lalu."

Mendapati pertanyaan yang diberikan aku menjelaskan.

"Dulu ayah angkatku adalah seorang peneliti dalam bidang keagamaan, dia mempelajari hal-hal rahasia tersembunyi. Tentang sesuatu yang dianggap mitos atau takhayul oleh agama dan lainnya, hasil dari hal tersebut adalah dia memperoleh banyak informasi."

"Seperti apa misalnya kurogane-kun?"

"Dia menjadi tahu tentang segala jenis sejarah seputar gereja, Iluminati, Fremasson, kebenaran tentang knight of Templar, dan sebagainya. Kemudian ketika aku berusia 15 tahun aku di pindahkan ke jepang, 6 bulan setelahnya aku mendapat kabar kalau ia dibunuh dengan cara disalib terbalik. Sama seperti yang dialami oleh santo Petrus."

Mengingat itu semua dan menceritakan itu semua membuat sesuatu di dalam hatiku teriris, karena hal inilah aku selalu diam dan tertegun sebuah liquid bening akhirnya keluar dari sudut mataku. aku menundukkan kepalaku dan mengepalkan tanganku tapi sebuah tangan meraih pipiku, dan mataku beradu dengan mata kaichou.

"Kurogane-kun jadi selama ini kau menanggung beban seberat itu, mengapa kau tak pernah cerita sebelumnya."

"Maaf kaichou! Aku tak ingin orang orang disekitarku sedih, melihatku dalam keadaan begini."

Aku mengutarakan perasaan jujurku ya aku takut, jika mereka mengkhawatirkanku karena keadaanku.

"Baka Ikki!"

Dengan lepasnya kalimat itu, ia meraih tubuhku dan memelukku erat.

"Mulai sekarang kau bisa ceritakan apapun yang kau rasakan kepadaku, aku akan mendengarkanmu ingat kau itu adalah keluargaku. Dan tugasku sebagai keluargamu adalah menghilangkan keriasauan hatimu."

Entah mengapa saat aku berada di pelukannya hatiku yang teriris seperti disembuhkan kembali, luka yang menggores hatiku tertutup olehnya. Dan kesendirianku lenyap tak berbekas kala ia selesai mengucapkan kalimat tersebut.

"Arigatou kaichou!"

"Doiteshimasita Ikki!"

Setelahnya ia melepaskan pelukannya dan rasa hangat masih membekas dihatiku, aku merasa kenapa ini terasa hanya sekejap padahal itu sedikit lama. Teori memang benar dalam cuitannya ia berkata.

{Satu jam dengan sesuatu yang kau cintai sama seperti satu menit, tapi satu menit menahan rasa sakit sama dengan satu jam.}

Selanjutnya kaichou menghapus aliran air mataku dan berkata.

"Kau tidak sendirian lagi ada aku, Tsubaki, Saji, Tomoe, Bennia, Ruruko, Reya, Momo, Yura, serta Taiga dan Gamaken sebagai partnert dan familiarmu. jadi kau tidak perlu khawatir lagi."

"Hm sekali lagi terima kasih Kaichou!"

Dengan itu Ia menganggukan kepala, dan ia beranjak dari tempatnya serta berkata.

"Ikki bersiaplah malam ini akan diadakan pertemuan 3 fraksi, dan tempatnya adalah Akademi kuoh ini."

Ucapan kaichou menyadarkanku benar pertemuannya sebentar lagi, dan di akademi ini aku penasaran dengan hasilnya nanti. Perdamaian kah atau perang yang akan diambil apapun itu aku berharap yang terbaik saja. Dan aku juga penasaran dengan surat yang diberikan oleh Michael sama.

"Ha'i Kaichou."

Sirzech Pov

Sebuah tempat di dunia bawah aku berkumpul di sebuah meja, bertemu dengan 3 rekan lamaku dan seperjuangan. ketika aku berjuang bersama dalam menjalankan misi menumpas Iblis fraksi lama, ketika terjadi Civil War didunia bawah.

"Jadi siapa yang akan pergi menuju dunia manusia, guna menghadiri pertemuan tersebut."

Ajuka Belzeebub yang memiliki nama Ajuka Astaroth memcah kesunyian diantara kami, disini kami bukanlah pemilik asli dari 4 nama Maou agung tersebut. contohnya aku adalah Sirzech Gremory tapi karena kesepakatan dewan konsili Iblis, maka aku ditunjuk untuk memegang tampuk pemerintahan sebagai Maou agung Lucifer.

"Tentu aku akan pergi ini menyangkut permasalahan dengan adikku So-tan, tak akan kubiarkan Azazel-chan lolos meskipun kemarin aku di sogok dengan boneka itu. Kya! tapi boneka itu adalah edisi terbatas jadi aku terbawa suasana."

"Hah dasar Sera! Kau itu masih saja seperti anak kecil, padahal kau itu memikul jabatan Maou."

Menjawab keluhan panjang serafal Sitri sebagai Maou Leviathan, adalah seorang Maou lain yaitu Falbium Asmodeus yang memiliki nama asli Falbium Glasya Labolas.

"Dalam hal ini aku juga yang akan turun langsung menemui masing masing pemimpin, karena Michael sebagai pemimpin surga saat ini pasti akan tertarik dengan pertemuan ini. Lalu kudengar dari pihak mereka mengharapkan seseorang yang berada dalam keluarga Sitri, jadi aku penasaran sekali dengan anak itu dan ingin mengetahui apa sebabnya. Pihak malaikat menginginkan anak itu berada pada sisi mereka."

"Maksudmu Kurogane Ikki?"

Ajuka menyebutkan nama dari anak tersebut ya itu wajar saja, karena dia pasti memiliki link yang mampu mengetahui jejak pemuda tersebut.

"Benar apa kau tahu sesuatu tentangnya, 'Ajuka?"

Ia mnggelengkan kepala mendengar pertanyaanku dan berkata.

"Sesuatu yang terkait dengan anak itu masih rumit, karena dengan alasan tak jelas saat umur 15 tahun dia dikirim ke sini. 6 bulan setelahnya ayah angkatnya dibunuh dengan kejam, dan mayatnya disalib terbalik sebagai lambang penghinaan. Kurasa anak itu menanggung beban berat di pundaknya."

"Jadi begitu ya terima kasih atas informasinya, dan mungkin ini akan membuat kalian lebih terkejut. Kabar dari Rias adalah anak tersebut ingin menjadi seorang Maou di masa depan."

Falbium Asmodeus tertawa lebar dengan ucapanku.

"Iblis reinkarnasi yang baru menghasilkan akar, sudah berani berkata ingin menerjang badai topan. Aku penasaran seperti apa dirinya aku juga akan melihatnya."

Dengan itu berarti dia akan datang kepertemuan 3 Fraksi lalu Ajuka pun berkata.

"Motivasi apa yang membuatnya ingin menjadi Maou, aku juga ingin sekali melihatnya."

Ajuka pun merasa tertarik dengan Kurogane Ikki, dengan ini aku memutuskan.

"Jadi kita Yondai Maou akan hadir di acara tersebut!"

Mereka pun menjawab dengan alasan masing masing.

"Aku datang karena ada So-tan"

Itu jawaban Serafal Leviathan.

"Kalau aku ingin menghilangkan kebosanan, karena banyak tugasku yang belum kelar."

Jawaban dari Falbium membuatku menarik bibirku juga lalu Ajuka menyentil.

"Kalau tidak dikerjakan memang begitu jadinya, kalau aku ingin mampir ke dunia manusia karena sudah lama aku tak melihatnya sejak menjadi Maou."

Aku cukup senang melihat mereka mau menghadiri pertemuan itu ini pasti karena Kurogane Ikki, tapi ada yang lebih menarik yaitu Sekiryuutei dan Hakuryuuko masa ini juga akan hadir dalam pertemuan itu.

Michael side

Surga ketujuh adalah surga yang hanya bisa di tempati oleh malaikat sekelas High seraph, dan disini berkumpul 3 sahabatku sebagai Yondai High Seraph. Terdiri dari Aku, Rafael, Uriel, dan Gabriel sejak ketiadaan Ayah. Ketiga temanku menunjukku sebagai pengganti Tuhan dalam mengurusi persoalan yang harusnya di pegang Ayah.

"Jadi bagaimana apakah hanya Michael saja yang akan hadir?"

Uriel menanyai Rafael dan Gabriel sekali lagi pasalnya, dalam usulan yang dulu pernah kami sepakati beberapa hari sebelumnya. Diputuskan bahwa aku yang akan pergi sendiri.

"Ano menimbang situasi, aku ingin menemani kakak juga sepertinya."

Gabriel menyatakan dirinya akan ikut dalam pertemuan itu tapi kemudian.

"Kalau aku ingin melihat bocah yang dikatakan oleh Michael itu!"

"Maksudmu Kurogane Ikki?"

Rafael mengangguk dengan jawabanku dan melanjutkan.

"Iya itu benar bagaimana mungkin Iblis sepertinya bisa menarik perhatian Paus, aku ingin melihatnya dengan jelas dengan mataku sendiri."

Berarti Rafael juga akan Ikut dan kali ini Uriel menambahkan.

"Keingintahuanku juga sama dengan Rafael aku ingin melihatnya juga, dengan ini kita sebagai Yondai High Seraph akan hadir."

Aku mengangguk dan menarik sudut bibirku.

"Dengan ini kita akan menyerahkan tempat ini, pada para Seraphim untuk menjaganya."

Dengan usulanku mereka setuju kurasa ini akan menjadi pertemuan, apakah perang akan berlanjut atau berakhir. dan juga Kurogane-kun kau pasti akan berada dipihak kami.

Azazel side

"Woi cepatlah putuskan siapa yang akan hadir ke pertemuan itu?"

Semhazal sebagai bagian dari Trio High Fallen Angel, menanyakan kepada pimpinan malaikat jatuh yaitu Azazel.

"Hm aku memberikan perintah kepada kalian untuk sekalian hadir semua disana, karena aku sangat yakin Yondai Maou dan Yondai High Seraph akan hadir disana. Terlebih disana ada Hakuryuuko dan Sekiryuutei masa kini yang akan hadir dalam pertemuan itu."

Sebenarnya aku ingin melihat murid sekaligus anak angkatku Ikki. Yah hitung hitung juga sebagai liburan dan pertemuan antar 3 kekuatan besar. Yang membentuk Imperium Of Bible yang diciptakan oleh Ayah.

Baraqiel yang mendapati jawaban tersebut, keluar dari mulut pimpinannya hanya berkata.

"Baiklah kalau itu perintahmu Azazel-sama aku menurut."

Sedangkan Semhazal juga sama.

"Ya mau bagaimana lagi di pihak kita yang tersisa adalah kita bertiga, ini karena kebodohan dari Kokabiel yang menginginkan berkobarnya perang kembali. Padahal apa untungnya coba?"

Lalu aku menegaskan.

"Jadi sudah kuputuskan bahwa kita bertiga akan hadir di pertemuan itu sebagai Trio High Fallen Angel, dan kuharap pertemuan ini menghasilkan sesuatu yang bagus."

Semhazal dan Barakiel menjawab.

"Ha'i Azazel sama."

Other side

Duduk seorang wanita di atas singgasananya dan beberapa pengawal yang berada di belakang kursinya, dalam ruangan yang besar bergaya kerajaan masa abad pertengahan. Lalu seorang datang terburu-buru melaporkan sesuatu

"Yang Mulia Katerea Leviathan hamba melapor!"

Seng empu nama adalah Katerea yang merupakan keturunan langsung dari Maou Leviathan, kenapa dia disini itu karena saat fraksi Maou lama kalah perang dalam civil war. Mereka sibuk menyelamatkna diri masing-masing dan berpencar.

Tapi beberapa tahun belakangan mereka berkumpul kembali dalam sebuah kelompok yang bernama Chaos Brigade, Fraksi malaikat jatuh sudah pernah mendengar kabar tentang organisai ini namun masih dalam proses pencarian data.

Menyambut sang pembawa kabar Katerea menjawab.

"Apa yang kau bawa untukku?"

"Ha'i hari ini akan diadakan pertemuan 3 fraksi yang melibatkan pemimpin, dari masing masing golongan untuk hadir dalam pertemuan tersebut. Membahas rencana selanjutnya apakah akan berperang atau akan berdamai. Itu aja yang bisa hamba laporkan my lady."

Menarik sudut bibirnya mendengar laporan anak buahnya ia berseru.

"Apa yang kau laporkan sangat bagus, jika masing masing pemimpin ras berkumpul pada satu tempat. Kita tidak perlu repot-repot mengumpulkan mereka, kita hanya harus menyerang mereka bersamaan. Beritahukan hal ini kepada Shalba Belzeebub, agar ia juga ikut dalam penyerangan ini."

"Ha'i Yang Mulia!"

Perintah tersebut segera dilaksanakan bersamaan, dengan selesainya kalimat tersebut Katerea bergumam.

"Kali ini aku akan merebut kembali apa yang menjadi milikku Serafal Sitri, aku pasti akan menghancurkanmu. Kalian adalah Maou palsu yang dengan cara kotor merampas sesuatu, yang seharusnya milik kami para keturunan Maou asli."

We back to Ikki.

"Cepat geser mejanya kemari dan bantu aku Ikki!"

Itulah perintah dari sekretaris Osis, yaitu sahabatku Saji dan aku menanggapi.

"Ha'i baiklah!"

Lalu kami berdua mengangkat meja dan mengumpulkannya dalam satu tempat, sehingga membentuk sebuah bentuk segitiga yang lumayan besar. Teman-Teman Osis yang lain pun saat ini juga ikut membantu, dan bahkan klub penelitian ilmu gaib pun hadir untuk membantu.

"Sebenarnya berapa banyak dari mereka yang akan datang sih?"

"Menurut kabar dari Buchou dan Kaichou seluruh pimpinan dari para Ras di dampingi petinggi penting akan hadir, dengan kata lain Yondai Maou, Yondai High Seraph dan Trio High Fallen Angel akan hadir semua."

Aku sangat maklum jika beberapa laki-laki di tempat ini sedikit melebarkan mata, sebenarnya laki-laki di sisi kami ada 4 diantaranya Aku, Saji, Kiba, dan Issei. Kami berkumpul untuk sekedar membahas topik yang akan para petinggi bicarakan.

"Tapi apa yang akan dilakukan mereka ketika mereka semua bertemu terlebih bukankah itu berarti, semua pemimpin golongan akan datang ini benar-benar sesuatu yang langka?"

Pertanyaan ambigu yang kuutarakan dijawab oleh Kiba.

"Menurut prediksiku mereka tertarik dengan Two Heavenly Dragoon yaitu Sekiryuutei dan Hakuryuuko masa ini, karena mereka akan terlibat juga dalam peristiwa ini."

"Oh jadi begitu mereka tertarik dengan kekuatan Issei dan Vali."

Mendengar penuturanku Kiba mengangguk membenarkan lalu.

"Tapi ada juga kabar kalau pertemuan ini akan menghasilkan maksud lain entah itu perang atau perdamaian, semua di tentukan oleh pertemuan ini karena itu ini sangat penting."

"Oh jadi pertemuan ini adalah pertemuan untuk membahas hal itu juga."

Ternyata Saji sudah maju satu langkah dariku, dia sekarang bukan idiot yang hanya memikirkan Sona kaichou.

"Neh daripada itu aku ingin sekali membuat perhitungan dengan pimpinan malaikat jatuh Azazel, karena dia yang tidak bisa mengatur anak buahnya Rias Buchou dan Sona Kaichou hampir terluka saat insiden Kokabiel."

Issei juga sama seperti Saji dia juga sudah bertranformasi menjadi sosok laki-laki, yang akan melindungi wanita kurasa impianmu untuk jadi Raja harem akan terlaksana.

"Neh Issei apakah kau sudah menyiapkan tekad?"

"Apa maksudmu Ikki?"

"Hm kurasa Hakuryuuko nanti akan datang jadi aku berpikir, apakah kau sudah ada tekad untuk situasi terburuk contohnya jika ada pertempuran? Apa kau akan maju melindungi orang yang kau sayangi?"

Dengan kilat mata yang membara dan tangan terkepal dia berkata.

"Tentu saja Ikki aku akan mengerahkan seluruh kekuatanku, tak perduli siapa lawanku nanti!"

Aku menarik sudut bibirku mendengar tekadnya dibalik itu aku juga harus memiliki tekad yang sama, agar tidak ada lagi orang yang berharga di sekitarku terluka.

"Woi para laki-laki cepat bantu kami sebelah sini!"

Dengan itu kami kembali pada pekerjaan membereskan tempat ini, agar bisa siap sebelum acara pertemuan 3 fraksi nanti.

Ditempat lain.

Aku masih memikirkan surat ini memang Kurogane itu memberikan informasi yang baik tentang pemilik Longinus, ditambah dia juga menyakinkan Michael untuk datang ke pertemuan itu. Kurasa permintaan kali ini tidak terlalu buruk dia hanya ingin agar kelompoknya dapat bersaing, di kedepan hari nanti Kurogane ternyata kau itu suka melindungi orang lain.

"Azazel dono ada kabar buruk!"

"Eh kabar buruk apa itu Semhazal?"

Mengangguk menanggapi ucapanku, bawahanku yang satu ini membuka suara.

"Aku rasa organisasi Chaos Brigade akan bergerak dalam pertemuan 3 fraksi nanti, alasannya jelas keempat Maou pasti akan hadir tentu anda sudah bisa menebaknya bukan."

Jadi begitu rencana mereka adalah melempar batu, dan dua burung mati rencana yang bagus.

"Kau jangan beritahu dan bocorkan informasi ini, biar saja ini menjadi milik kita."

Semhazal mengangguk dengan perintahku, walau terdapat raut keraguan dalam wajahnya.

"Kenapa anda tidak menjadikan acara ini sebagai pancingan dan bekerja sama dengan pemimpin ras lain, agar bisa mengungkap dalang dibalik layar organisasi tersebut."

Aku menarik sudut bibirku atas usulan bawahanku.

"Itu memang bagus tapi akan terlihat kalau kita bukan berencana berdamai dengan mereka, aku ingin agar mereka Chaos Brigade sendiri yang membongkar kedok mereka dihadapan kita."

Mendengar jawabanku saemhazal menunjukkan giginya dan berkata.

"Anda memang orang yang licik, tapi rencana anda sepertinya bagus."

"Baiklah sisanya kita serahkan pada putusan masing masing pimpinan nanti."

Back to Ikki

Akhirnya waktu yang ditunggu tiba kami kelompok Sitri dan kelompok Gremory, juga hadir sebagai tuan rumah acara ini dan bertugas agar pertemuan ini lancar.

"Apa mereka sudah ada yang hadir?"

Aku bertanya pada Yura yang berada di sebelahku kami berjaga di atas atap sekolah, karena akan dijadwalkan kalau para pimpinan akan masuk melalui atap sekolah.

Entahlah mereka belum kelihatan.

Lalu sebuah suara terdengar.

"Oh jadi ini ya anak yang di inginkan Paus agar bergabung dengan kita."

Ketika kalimat tersebut selesai diucapkan aku menoleh arah sumbernya, dan disana berdiri sosok malaikat agung dengan warna rambut jingga dan aura yang serupa. Pakaiannya berwarna putih bersih bak mutiara, di belakangnya juga ada orang yang memiliki tinggi sejajar dengannya. Tapi dengan rambut berwarna hitam, dengan tanda halo di masing-masing kepala mereka. Dan itu merupakan ciri khas seorang malaikat.

"Ano selamat datang para pimpinan malaikat."

"Baik terima kasih sambutannya!"

Itulah yang dia ucapkan pada kami.

"Silakan pintu masuknya ada di sebelah sini!'

Yura menunjukkan jalan menuju ke dalam ruang pertemuan, dan aku melihat juga seorang Wanita dengan rambut pirang terurai. Dan mata hijau emerald bagaimana aku menjelasakannya dia sangat cantik. Michael sama yang menyadari tatapanku pada malaikat wanita itu berdehem.

"Kurogane maaf tidak sopan sebelumnya akan kuperkenalkan dulu bawahanku, Dua orang yang tadi menyapamu yang memiliki rambut jingga adalah Uriel. Yang berambut hitam adalah Rafael, dan yang berdiri disampingku adalah adikku yaitu Gabriel. Dan yang perempuan itu kau pasti sudah kenal yaitu Irina"

Aku mengangguk atas ucapannya tersebut.

"Ha'i Michael sama terima kasih sudah hadir di sini. Demikian juga pada kalian Uriel-sama, Rafael-sama, dan Gabriel-sama!"

Lalu Irina menatapku dan berkata.

"Ikki kami pasti akan membuatmu masuk dalam pihak kami."

Selesai Ia mengucapkan kalimat tersebut. mereka mengikuti arah yang ditunjukkan Yura untuk masuk ke dalam Kuoh akademi, sementara itu di langit berkumpul malaikat yang mengawal mereka.

Lalu malaikat yang memiliki sayap hitam yang bergerombol muncul seperti kawanan burung gagak yang mengintai mangsa, kemudian 3 orang yang kurasa pimpinan mereka turun lebih awal salah satunya adalah Azazel sensei.

"Wah ternyata Ras Malaikat telah tiba lebih dulu ternyata kami terlambat dari mereka, itu pasti karena mereka terlalu mengikuti perintah Ayah dulu. Kalau sesuatu itu harus di kerjakan lebih awal."

Selesai Sensei berkata seperti itu salah seorang pimpinan malaikat jatuh tersebut, maju selangkah dan menatapku lalu berkata.

"Jadi kau yang telah menyelamatkan artefak milik Tuhan yang dicuri menarik sekali, kau adalah iblis yang memang aneh. Hoi Azazel aku heran kenapa sang Paus sangat menginginkannya?"

"Hei apa anda merendahkanku!"

Ia menarik bibirnya mendengar protesku dan membalas.

"Hoho maafkan aku yang bicara tidak-tidak, lidahku sedikit kepeleset tadi."

"Apa mulutmu itu penuh minyak sehingga, lidah yang seharusnya diam bisa terpeleset!"

"Hahaha untuk ukuran pemula kau sangat berani denganku tapi itu menarik, dengar bocah aku berharap kau akan menunjukkan dirimu di kemudian hari. Namaku adalah Semhazal ingat itu."

Aku menggertakan gigiku mendengar ucapannya, tadi itu ternyata hanya candaan saja. Tapi itu membuat aku kesal juga lalu Saji dan Kiba muncul serta berkata.

"Ah silakan tuan Azazel dan pengawalnya memasuki ruangan, kami akan mengantar anda."

Ketika Kiba mengatakan itu pria didepanku menunjukan gigi, dan menatapku serta bergumam ketika berpapasan denganku.

"Dengar bocah! Untuk melawan angin besar kau harus memiliki akar dan tubuh yang lentur itu adalah pesanku, lidah dan gigi yang akan hancur duluan adalah gigi. Karena gigi terlalu kuat jadi pikirkanlah itu."

Sejenak aku tertegun dengan ucapannya dan dia pun melangkah menjauhiku, aku tahu apa maksudnya yaitu agar aku tidak hanya memikirkan ambisiku saja. Tapi aku juga harus memperhatikan hal yang lain, tapi aku tidak bisa mengerti cara dirinya menyampaikannya.

Oh ya diantara mereka juga ada Hakuryuuko yang akan menghadiri rapat ini, sebagai saksi dari berkumpulnya kekuatan besar. Dan penentuan akan jadi apa kedepannya status 3 Fraksi, perang atau perdamaian yang akan diambil..

Kemudian bergerombol pasukan bersayap kelelawar muncul, di depan mereka ada 4 orang yang mungkin adalah para Maou saat ini. Juga seorang Maid yang menyelamatkan kami saat insiden Kokabiel terjadi. Ketika mereka mendarat dan berada di hadapanku, aku membungkukan badan tanda hormat.

"Angkat tubuhmu wahai iblis muda!"

Mendengar perintahnya aku berdiri normal dan menatapnya Dia adalah laki laki tampan, yang kira kira berumur 35 tahun dan memiliki warna rambut Crimson.

"Namaku Sirzech Lucifer dan aku adalah Maou Lucifer saat ini!"

Mengatakan itu dengan anggun aku mengangguk tanda paham, menilai dari rambutnya yang berwarna sama dengan milik Rias Buchou. Membuatku yakin kalau dia pasti Kakak dari Rias Buchou.

"Hm jadi ini orang yang memiliki impian menjadi seorang Maou."

Pria berambut hitam dengan mata jingga dan mengenakan pakaian khas seorang bangsawan berwarna putih, dengan ornamen serigala kecil di bahu kirinya yang mengaitkan jubah miliknya berkata seperti itu serta menatapku.

"Ha'i hamba adalah orangnya tuan!"

"Panggil aku Falbium Asmodeus itu adalah julukanku saat ini, nama sebenarnya diriku adalah Falbium Glasya Labolas!"

"Sebuah kehormatan bisa bertemu dengan kalian Yondai Maou saat ini."

Setelah mengatakan seperti itu pria berambut hijau berkata.

"Hm bidak milikmu aneh sekali boleh aku memeriksanya."

Pria tersebut maju selangkah ke hadapanku dan mengarahkan tangannya, ke arahku lalu cahaya kuning terpancar dari telapak tangannya.

Kemudian sesuatu dalam tubuhku ada yang bergejolak sedikit, entah mengapa seperti pembatas yang sudah dilepaskan.

"Kau mempunyai partner yang memiliki hubungan kuat denganmu, dan dia sama-sama iblis bisa aku melihatnya ano?"

Dia tahu Taiga hanya dengan mengarahkan telapak tangannya ke arahku, Maou satu ini pastilah sangat hebat.

"Namaku adalah Kurogane Ikki dan aku memiliki impian menjadi seorang Maou, dan untuk yang terakhir ya aku memiliki partner yaitu sebuah sacred gear buatan."

Mengatakan itu aku bersiap memanggil Taiga, kukepalkan tanganku kesamping dan meninju ke depan dan berteriak.

"[Brave Up Gear]!"

Menarik tinju sedikt ke samping dan muncullah sebuah knuckle di kedua lenganku.

"Keluarlah [Taiga]!"

Sebuah cahaya putih bersinar dan membesar menghasilkan silau di mataku, lalu sebuah harimau besar setinggi 4 meter muncul. Dengan tubuh putih perak dan corak biru di sekitar tubuhnya, dan sebuah berlian biru di dahinya sert bulu putih di lehernya.

"Hamba adalah Taiga sacred gear buatan dari Azazel, dan hamba adalah partner dari Kurogane Ikki. Mohon terimalah hormat hamba para Maou Agung saat ini!"

Melihat kemunculan Taiga membuat mereka sedikit melebarkan mata, dan Nona Serafal Leviathan langsung berteriak.

"Sugoi kau memiliki hewan Demonic Beast yang imut seperti ini kyaaa!"

Dia dengan cepat langsung terbang kearah Taiga, sedangkan yang di terjang memasang wajah rumit. Pada akhirnya nona Serafal bergelantungan dilehernya dan Taiga berusaha melepaskan diri dari pelukan nona Serafal

Meskipun dia itu perempuan tapi dia sangat aktif itulah seberapa mengerikannya dia, harapanku adalah agar ia tidak memelukku lagi karena terakhir kali. Saat aku bertemu dengannya aku sendiri yang kesusahan.

"Hm menarik sekali kau dan Taiga seperti satu jiwa dengan dua tubuh."

Aku penasaran dengan maksud ucapannya kemudian dia mekanjutkan.

"Bagaimana kalau aku menyatukan kalian."

Belum selesai aku dari kebimbanganku dia mengatakan itu. Taiga juga sedikit terdiam mendengarnya, dan Nona Serafal melepaskan pegangan tangannya pada Taiga. Untuk memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh Ajuka -sama lalu aku membeo.

"Menyatukan aku dan Taiga apa maksudnya Ajuka sama! dan bagaimana caranya juga?"

"Dengan cara seperti ini!"

Dia mengangkat telunjuknya dan tercipta lingkaran sihir di bawah kakiku dan Taiga, kemudian bidak kami keluar dari tubuh kami. Lalu 2 bidak milik Taiga mengitari bidak milikku, ada sedikit aliran yang menghubungkan bidak Taiga dan bidak milikku.

"Ini adalah hal yang baru kutemukan akhir-akhir ini yaitu [Linked Piece], sebuah metode untuk membuat bidak pawn mengikuti salah satu bidak milik rekannya contohnya kalian nanti."

Selesai dia mengatakan itu aku mengerutkan kening, karena bukan hanya Azazel sensei yang menjadikanku kelinci percobaan tapi Ajuka sama juga. Sepertinya Maou Belzeebub sama tak memperhatikan wajahku, terbukti karena ia melanjutkan.

"Singkatnya jika Kau berpromosi ke bidak benteng maka otomatis Taiga juga, akan berpromosi menjadi bidak benteng mengikuti bidak milikmu."

"Jadi ketika aku berpromosi Taiga juga akan otomatis, berpromosi mengikuti bidak yang kupromosikan."

Mendengar kesimpulanku Maou Ajuka, menganggukkan kepala dan membuka suaranya

"Kau cukup tanggap rupanya."

Lalu Dia memngembalikan bidak Pawnku dan Taiga ke dalam diri kami masing-masing, jadi begitu metode ini disebut [Linked Piece] ya.

"Terima kasih atas kemurahan hati anda Maou Ajuka-sama!"

"Sama sama Ikki."

Lalu Taiga kembali menghilang dan kembali ke [Brave Knuckle]ku, kemudian seseorang menginterupsikepada kami dari belakangku.

"Ano Para Yondai Maou silakan memasuki ruangan yang telah disediakan, karena para petinggi dari malaikat dan malaikat jatuh telah hadir. Ikki apa saja yang sudah kau lakukan sehingga membuat mereka menunggu disini."

Aku yang tersadar pun menundukan kepala dalam dan berseru.

"Maafkan aku yang telah membuat anda berhenti disini, silakan kami antar kalian ke dalam."

"Tidak usah difikirkan!"

"Sesungguhnya kami tidak repot kok!"

Kemudian para Yondai Maou saat ini memasuki ruangan rapat, Issei berbisik kepadaku saat kami berjalan mengantar dari belakang.

"Ikki apa yang kau bicarakan pada mereka?"

"Tidak ada yang kami bahas, yang ada hanya perkenalan saja Issei."

Mendengar jawabanku Ia mengangguk dan berkata.

"Oh begitu kau tau kenyataan kalau Sirzech Lucifer itu seorang Siscon, saat dia menginap di rumahku dia mengajariku agar aku mentransfer kekuatanku ke dada Rias buchou. Dan apa yang terjadi aku mengkhayal semalaman, memikirkan berbagai simulasi apa yang terjadi."

Saat itu aku melihat ia memasang wajah mesum, dengan hidung yang mulai meneteskan beberapa bulir darah.
Kedutan muncul di kepalaku mungkin juga dengan perempatan mendengar kisah konyolnya, dan tanganku terkepal lalu langsung saja ku jitak kepalanya.

Pletak!

"Baka! Issei jangan bicara hal seperti itu disaat begini."

"Ittai! sakit Ikki, kau sama seperti Kiba. tidak tertarik pada wanita Ikki."

"Hei aku masih normal tahu."

"Ya terserahlah."

Lalu kami masuk ke dalam ruang rapat, didalam sudah berkumpul petinggi dari masing-masing fraksi. Dan duduk pada tempat yang telah disediakan, lalu Sona Kaichou dan Rias Buchou membuka acara.

"Kami akan memandu jalannya acara ini."

"Sebagai tuan rumah dari tempat ini."

Tiba-tiba Michael mengangkat tangannya dan menginterupsi.

"Sebelum acara dimulai Kurogane-kun boleh aku bertanya sesuatu."

Aku yang mendapat pertanyaan tiba-tiba, mengerutkan keningku dan mengangguk.

"Tentu Michael-sama!"

"Heh kau memanggilnya dengan Michael Sama, tapi kau tidak memanggilku demikian, 'Ikki!"

"Eh epa maksudmu Sensei apa kau iri?"

Kemudian Michael-sama mengangguk dan berseru.

"Kurogane kali ini aku menawarkan, maukah kau menjadi seorang Guardian?"

"Eh?"

"Tunggu jabatan apa itu?"

Saji yang berkata seperti itu dijawab oleh Sensei.

"Guardian adalah jabatan yang diberikan oleh gereja, bagi mereka yang akan menjalankan misi khusus atas nama gereja. Kenapa jabatannya turun dari Arc angel menjadi guardian, apa kau merendahkan kurogane?"

"Tidak kami tidak merendahkannya justru karena kami menghormati impiannya ingin menjadi Maou, maka kami menawarkan posisi dimana ia tidak akan berubah menjadi pihak kami."

Lalu Sirzech-sama mengimbuhkan.

"Tapi itu berarti Kurogane-kun harus memperioritaskan tugas, yang diberikan kepada pihak kalian daripada tugas yang di berikan pihak iblis, 'bukan!"

"Tentu tidak Sirzech-kun, kami tidak akan memaksa dia sampai begitu. Tapi jika dalam keadaan mendesak, tentu hal tersebut tak bisa dihindari."

Aku yang di perdebatkan hendak menjawabnya dengan tegas, tapi terhalang sebuah suara.

"Kuragane-kun adalah keluargaku jadi tidak ada seorang pun, yang berhak mengambilnya tanpa seizinku."

"Oni-chan akan selalu dipihak kami!"

Aku menoleh kearah kaichou, Lis, dan teman-temanku. Mereka mengepalkan tangan mereka dengan mata mengkilat, seraya mengangguk dengan itu aku menjawab.

"Maaf Michael-sama dengan hormat aku menolak tawaran anda."

Selesai keluarnya kalimat tersebut, Ia malah tersenyum dan berkata.

"Kurogane-kun kau pasti akan menjadi Guardian kami, sekarang bukalah surat yang kuberikan padamu dan bacalah keras-keras isinya."

Dia merencanakan sesuatu tapi aku tidak tahu apa itu, kemudian aku membuka surat darinya dan membacanya. Apa maksudnya coba dengan keyakinan yang terpancar dari wajahnya.

{Aku yang membaca surat ini menyatakan aku menolak tawaran dari sang pengirim surat, maka aku siap menerima segala resiko yang akan terjadi.
aku baik di perintah atau tidak diperintah oleh sang pengirim surat, untuk membuka surat ini pada suatu waktu. Lalu baru dibuka surat ini disaat ini sama saja, aku sudah menerima apa yang telah ditawarkan oleh sang pengirim surat tersebut.}

Selesai aku membaca surat itu aku bertanya.

"Hei bukankah aku sudah menolak tawaranmu Michael-sama?"

Tapi Kaichou, Lis, dan teman temanku menatapku dengan horor dan bergumam.

"Ikki no baka!"

"Hei apa yang kalian katakan?"

Dengan serempak mereka berteriak

"IKKI NO BAKA!"

"Oni chan no Baka!"

"Eh sebenarnya kita sedang main apa sih?"

Maou Lucifer menurunkan bahu serta menghela nafas dan kemudian berkata.

"Kurogane Ikki ketika kau membaca surat tersebut, dan sesaat setelah surat tersebut selesai di baca. Maka kau sudah resmi menjadi seorang Guardian."

"Etto Ehhhhhhhh! Apa maksud anda bukankah aku sudah bilang aku menolaknya. Michael-sama apa Maksud semua ini?"

"Heheh melihat tindakanmu saat menolak tawaran Paus, aku sudah tahu kalau kalian para Akuma jika bertekad pasti tidak akan berubah haluan. Jadi aku menjeratmu ke dalam genggamanku."

"Ehh?"

Sensei kemudian menjelaskan.

"Jadi saat kau bertanya sebenarnya itu hanya untuk mengaktifkan pasal pertama dari pernyataan tersebut, bahkan jika kurogane menolak maka dia harus menanggung resikonya. Dan itu adalah menjadi Guardian begitu."

Selesai Sensei menjelaskan hal tersebut, Michael-sama mengangguk dan menarik sudut bibirnya.

"Itu benar Azazel!"

"Tunggu bukankah itu pemaksaan?"

Aku mencoba membantah tapi Sirzech Lucifer memotong.

"Itu disebut dengan paksaan secara lembut, dengan kata lain Kurogane-kun. Kau sudah terjebak bahkan saat kau menerima surat tersebut."

"Tapi itu tidak adil bukan! masa dengan menolak tawaran malah mendapat resiko menjadi hal yang ditolak."

Sona kaichou membelaku tapi.

"Jika pasal pertama bisa di patahkan aku yakin sekali, pasal kedua tidak mungkin bisa. Kurogane-kun aku bertanya tolong jawab dengan jujur. Apa ini pertama kalinya kau membuka surat ini?"

Kuso! Michael sama benar-benar menjebakku. Dia sengaja mengatakan hal tersebut saat aku menerima surat ini, kini Ia memasang wajah kemenangan sementara aku gemetar karena kebodohanku.

"Ha…ha'i ini pertama kalinya aku membuka surat ini."

"Itu berarti kau telah menjadi seorang Guardian, selamat!."

"Aarrrggghh kenapa Oni-chanku sebodoh ini!"

"Tunggu jangan guncang aku seperti ini!"

Setelah mendengar jawabanku Lis langsung berteriak, dan menguncang guncangkan tubuhku dengan kencang.

"Kurogane kau benar-benar bodoh!"

"Bagaimana bisa orang ini menjadi Maou ke depannya!"

"Tapi aku cukup prihatin dia dijebak oleh pemimpin malaikat dengan cara licik."

Itulah hal yang diucapkan teman-temanku, sedangkan aku hanya bisa pasrah menerimanya dengan menunduk dalam. Setelah Lis menghentikan perlakuannya terhadapku aku mengeluh.

"Anda tega sekali padaku Michael-sama."

Lalu suara Irina memecahkan kesedihanku.

"Kurogane-kun apa kau tidak mau berada di pihak kami."

Mendengar ucapan Irina yang penuh kesedihan. Aku pun menjawab.

"Ya sebenarnya aku memang keberatan tapi mau bagaimana lagi, Michael sama benar-benar menarikku dalam urusannya."

Lalu Michael menenangkanku.

"Kurogane-kun aku akan memberikan sesuatu kepadamu!"

"Sesuatu?"

Ia mengangguk dan beberapa pemimpin dari Malaikat berbisik.

"Michael apa yang akan kau berikan kepadanya?"

"Hanya sesuatu yang hanya di pahami oleh manusia itulah yang dikatakan Paus."

Jawabannya tentu membuat aku juga ikut bingung, kemudian Michael-sama mengeluarkan sebuah pedang berkarat dari ketiadaan. Aku yang melihat hanya mampu membelalakan mata lalu.

"Pedang apa itu dilihat dari penampilannya, itu adalah pedang terburuk."

Yuuto Kiba sebagai orang yang memahami seluk beluk pedang, mengatakan hal tersebut disusul dengan Xenovia.

"Itu bahkan tidak bisa disebut sebagai sebuah pedang."

Sensei juga menarik bibirnya dan bergumam.
"Jadi itu saja yang bisa diberikan oleh pihak malaikat padamu, setelah kau menjadi bagian dari mereka."

Sedangkan Saji mengepalkan tangannya dan berteriak.

"Michael-sama apa anda bercanda! Dengan memberikan senjata tersebut pada temanku, bukankah dia juga yang sudah membantumu."

Yang lain juga mengutarakan pendapat mereka. Issei bahkan mengatakan kalau hadiah dari Michael-sama padanya lebih baik dari pedang tersebut, dan Vali berpendapat bahwa pedang seperti itu hanya bisa untuk memotong rumput.

"Ano Michael sama aku menegaskan! Apa kau yakin memberikan pedang teraebut padaku?"

Ia menajamkan mata ketika aku mengatakan hal tersebut, seperti seseorang yang menemukan sesuatu lalu Lis berteriak.

"Oni chan apa kau hendak menerimanya."

Aku mengarahkan tanganku agar ia diam sejenak, dan menatap mata milik Michael-sama.

"Sekali lagi aku tegaskan! Apa kau benar-benar memberikan pedang yang paling berharga itu kepadaku?"

Kiba menyentil.

"Berharga! Kurogane aku tahu jenis-jenis pedang, dan pedang tersebut merupakan pedang terburuk yang pernah kulihat."

Aku tidak mempedulikannya, aku hanya ingin kepastian dari Michael-sama.

"Iya aku memberikannya padamu. Apa kau menolaknya?"

"Aku aku hanya takut jika aku tidak pantas, mendapat kehormatan sebesar itu."

"Woi Kurogane! Apa kau bercanda aku juga tahu apa itu pedang baik dan buruk."

Aku lagi-lagi tidak perduli dengan ocehannya, kemudian aku maju kedepan dan meraih pedang karatan tersebut. Gagangnya berwarna biru dengan bilah yang cukup besar, ini adalah sebuah Broadsword dilihat dari ukurannya.

"Pedang yang dulu bersama dengan pemimpin Ksatria Templar, dan telah banyak menulis sejarah dengannya. Usia pedang ini sama dengan usia Ordo Ksatria Templar. Pedang ini banyak memberikan konstribusi dalam Cross war, dibanding dengan Excalibur dan Durandal. Yang pada masa itu hilang entah kemana, dan baru muncul beberapa dekade belakangan. Dengan pedang inilah pimpinan Kstria suci Templar menghancurkan musuhnya, dan semangat mereka tetap membara sampai tetes darah penghabisan. Inilah pedang yang dahulu di warisi dari generasi ke generasi, dan yang terakhir adalah Raja dari Inggris Richard the Leonheart. Itulah sejarah dari pedang ini."

Semua yang mendengar menahan nafas setelah aku, membeberkan sejarah dari pedang tersebut. Lalu sensei berseru spontan.

Jangan bilang kalau pedang itu adalah, "pedang yang dulu diciptakan oleh 9 Ksartria agung. Yang menjadi cikal bakal berdirinya Ordo Ksatria Templar."

"Anda benar Sensei, inilah pedangnya bernama Brave heart Sword."

And cut~

Aaarrrggghhhhhh aku hampir kehabisan ide saat menulis chapter ini, kalian tahu aku sampai mencari referensi tentang ksatria Yemplar. Hanya agar aku bisa paham sedikit tentang mereka dan hubungannya dengan gereja, yah mencari di googpe hanya akan menemukan dua pendapat. Yaitu Pro dan Kontra dengan ksatria Templar, tapi aku hanya mengambil sisi baiknya saja. Sama seperti perkataan Ujang dalam cerita dunia terbalik {Lihat sisi baiknya atu}

Haha oke sorry maaf tadi itu hanya salam hangat saja untuk kalian pembaca setia ini, kebenarannya memang benar saat menulis chapter ini saya berada dalam posisi yang tak diuntungkan. Kewajiban untuk membuat E-KTP dan melakukan perekaman, membuat jadwal menulis berantakan di tambah untuk membuatnya. Aku harus ke Bandar Lampung dan itu jauh sekali, karena tempat aku berada ini di mesuji yang tentu saja memakan banyak waktu.

Oke chapter ini tidak menunjukan adu jotos karena itu akan dilakukan nanti minggu depan, doakan aku sukses membuat adegan adu jotosnya minna .

Kemudian ya aku sedikit tertawa saat memuat chapter ini, itu karena aku membuat Ikki terjebak dengan surat itu. Kemudian membuatnya harus menjadi seorang Guardian, tapi tenang jabatan ini justru akan membuat dia terkenal dikalangan para malaikat nantinya. Dengan ini surat misteri terungkap akhirnya satu hutangku lunas.

Jika di light Novel Issei terkenal karena kebodohan dan tingkah kocaknya maka berbanding sedikit terbalik dengan Ikki, dia akan terkenal karena pemecahan puzzle dan rahasia-rahasia terpendam pra sejarah.( ini juga kisi-kisi identitas profesi ayah angkat ikki, yaitu seorang pemecah masalah gereja siapa dia tunggu lebih lama lagi ya.)

Awalnya aku ingin mengikuti Light novel yang hanya menampilkan Sirzech, Serafal, Michael, dan Azazel. Tapi aku berfikir ini kan pertemuan penting ditambah Two Heavenly Dragoon. Akan datang dalam pertemuan tersebut, tentu akan mengundang banyak perhatian.

Dan satu lagi rahasia terbongkar ya, walau belum dijelaskan detail tentang pedang tersebut oleh ikki. Tapi setidaknya nama dari pedang tersebut sudah di sebutkan yaitu Brave Heart Sword, bentuknya sendiri nanti adalah pedang satu tangan yang mirip seperti milik Alucard dalam Mobile Legend. Nah seperti itu bentuknya dengan ini hutangku yang lain sedikit lunas. (Pasal pedang ini hanya karya fiktif author, tidak ada dalam canon Highschool DxD asli. Tapi merujuk pada sejarah asli para templar, namun nama pedangnya saja yang fiktif alias tidak pernah ada. )

Kok sedikit karena permulaan chapter depan akan membahas prihal pedang tersebut. Dah itu aja yah untuk chapter ini jika ada yang kurang puas saya minta maaf, karena saya hanya penulis cerita amatir yang hanya nempel pada latar penulis terkenal.

Lagi lagi lama buruan! Udah pada pegel ni badan nunggu lu mulu.

Bentar! Bentar! gue mau ucapin sesuatu.

Bacalah terus I Want to be Maou dan ikutilah perjuangan iblis reinkarnasi, menapaki jalan berliku demi menjadi seorang Maou di masa depan

Jaa nee.

Udah selesai.

Ya udah.

Klo gitu bye bye reader..

Layar pun berkilau putih.