"A…apa?" tanya Siwon pelan pada namjachingunya yang masih memandang mereka dengan pandangan ketakutan itu. Kibum menundukkan kepalanya saat dia merasakan air mata yang mulai menetes dari matanya.
"Aku…hari ini aku merasa seolah-olah mengawang-awang. Saat aku membuka mataku untuk pertama kalinya aku masih ada di ruang medis, sore hari dengan sinar matahari yang hangat masuk dari jendela di sebelahku, tapi…" dia mengeluarkan sebuah isakan kecil. "Saat aku kembali membuka mataku untuk kedua kalinya aku ada di sini, dengan kau menggenggam tanganku dan rasa dingin malam menerpa tubuhku. Aku tidak sadar apa yang terjadi denganku! Aku…Zhou Mi-ssi benar-benar mengendalikan tubuhku!"
"Itu tidak menjelaskan apa pun, Bummie!" seru Heechul. "Tidak ada bukti kalau Zhou Mi…"
Kibum menggelengkan kepalanya pelan. "Aku mengingat semuanya…" gumam Kibum. "Aku ingat saat tanganku dengan dingin menancapkan pilar-pilar esku pada setiap vampire yang kutemui di luar. Aku ingat warna dan aroma darah yang menyebar di hadapanku. Aku ingat dingin tanganku saat esku menusuk mereka…aku ingat semuanya!" Kibum mencengkeram kemeja yang dia pakai dengan erat dengan tangan gemetar. "Aku ingat semuanya…ingat bagaimana aku membunuh mereka dengan kejam dan bagaimana aku mengkhianati kalian semua dengan entengnya…."
Semua orang yang ada di sana diam membisu mendengar perkataan Kibum. Di satu sisi tak ada yang menyangkal kalau apa yang Kibum lakukan memang bisa digolongkan sebagai pengkhianatan pada mereka, dia mengkhianati mereka untuk Zhou Mi tepat di depan mata mereka sendiri tapi di satu sisi semuanya tahu kalau itu bukanlah salah Kibum.
Karena tidak ada vampire yang akan sanggup menolak perkataan dan perintah seorang vampire darah murni, sekeji apa pun perintah itu…dan betapapun mereka tahu kalau melakukan perintah itu berarti pengkhianat sekalipun.
Sebesar itulah kekuatan vampire darah murni…raja dunia vampire yang memimpin dunia vampire dan memiliki hak pada semua vampire. Bagi para vampire, mereka hanyalah sekedar pion permainan yang bisa diperlakukan sesuka hati tanpa bisa menolak, seberapapun mereka berontak untuk menolak.
"Kibum-hyung…maafkan aku kalau pertanyaanku keterlaluan…" gumam Kyuhyun pelan. "Tapi apa yang dilakukan Zhou Mi-ge padamu? Apa dia hanya sekedar memerintahmu untuk membunuh para pengawal atau…." Namja maniak game itu menggigit bibirnya sejenak. "Dia menggunakan tubuhmu untuk membunuh semua pengawal itu?"
Kibum terdiam dalam waktu lama. "Dia…menggunakan tubuhku…" bisik Kibum pelan tapi terdengar sangat jelas bagi semua orang lain di ruangan itu. "Dia menguasai tubuhku..."
Kyuhyun memandang Siwon dengan pandangan simpati dan bingung. Wajah kakak keduanya itu luar biasa pucat, seakan-akan tidak ada lagi darah yang mengalir di sana. Yah…mengetahui kakakmu menggunakan namjachingu yang paling kau cintai sebagai media pembalas dendam saja sudah cukup buruk apalagi sekarang, setelah tahu bahwa orang yang paling kau cintai…mengkhianatimu begitu saja (meski sebenarnya Kibum tak pernah bermaksud mengkhianati Siwon).
"Hyung…" gumam Kyuhyun pelan. Dia mengerti Siwon sebenarnya pasti tidak ingin percaya kalau Kibum sanggup mengkhianatinya, apalagi membantu kakaknya yang selama ini sangat dibencinya tapi…ini bukan saatnya terus membiarkan Siwon terus tenggelam dalam penyangkalan…karena masalah ini….
"Bummie…" gumam Siwon pelan. "Kau tahu…apa maksudnya ini kan? Kau mengkhianatiku begitu saja demi Zhou Mi-hyung…tepat di depan mataku. Kau tahu kalau itu perbuatan kejam yang cukup keterlaluan, kan? Dan kau tahu aku tidak bisa memaafkanmu begitu saja, kan?"
Kibum menggigit bibirnya mendengar nada dingin yang meluncur dari bibir Siwon. Demi apapun, dia sebenarnya tidak mau, bahkan tidak sanggup mengkhianati Siwon. Dia tidak ingin Siwon membencinya, tidak ingin melihat ekspresi terluka Siwon saat dia mengkhianatinya seperti ini, karena baginya sama saja dia mengkhianati cinta Siwon untuknya selama ini tapi….
"Ya…" gumam Kibum pelan. "Aku tidak akan menolak hukuman apa pun darimu…. Meski kau membunuhku sekalipun…" setetes air mata menetes dari mata Kibum. "…aku rela…."
Ya, dia tetap bersalah. Dia tetap sudah mengkhianati Siwon dan…pengkhianat, apa pun alasannya, harus tetap dihukum berat, meski hukuman mati sekalipun. Dan jauh di dalam lubuk hatinya dia ingin, merasa harus dihukum. Dia sudah melukai orang yang paling berharga untuknya…dan sekarang dia harus merasakan luka yang sama, bahkan lebih sakit daripada luka yang dirasakan Siwon sebagai balasannya….
Siwon memandang Kibum dengan pandangan terluka. Dia tidak ingin seperti ini. Seperti yang dikatakan Zhou Mi ini benar-benar hukuman yang paling menyakitkan untuknya. Dia tidak sanggup melukai namjachingu yang paling disayanginya ini tapi di satu sisi…kalau dia tidak melukai Kibum, meski hanya sedikit, maka orang-orang tidak bersalah akan menjadi korbannya. Dan dia tahu…Kibum akan semakin merasa bersalah seandainya dia tahu Zhou Mi kembali menggunakan tubuhnya dengan semena-mena suatu saat nanti untuk membunuh seseorang (lagi) dan mungkin saja itu akan mengakibatkan ketidakstabilan mental bagi namja manis berambut hitam itu karena tekanan rasa bersalah.
Benar-benar balas dendam yang kejam…dan mengerikan. Selama ini Siwon tidak pernah menyadari sebenci apa Zhou Mi padanya, tidak pernah menyadari segelap apa hati namja jangkung berambut merah itu hingga hari ini. Hingga hari ini matanya terbuka dengan kedalaman dan kekejian dendam kakaknya yang tertuju padanya akibat keengganannya untuk mengakui hubungannya dengan Henry.
Dengan melukai orang yang paling dicintainya di dunia ini dengan begitu keji….
"Heechul-hyung, Hankyung-hyung," panggil Siwon pada kedua namja yang berdiri di sebelahnya. "Aku ingin kalian membawa Kibum ke kamar di ruang bawah tanah. Aku akan segera menyusul ke sana sebentar lagi, selama itu jangan tinggalkan Kibum sendirian, mengerti?"
Heechul memandang Siwon dengan pandangan terkejut. Jujur saja namja cantik itu sama sekali tidak menyangka kalau sampai Siwon berpikir untuk mengurung adiknya itu untuk kesalahan yang sebenarnya bahkan bukan salahnya. "M-maksudmu…"
"Ya," kata Siwon dengan nada dingin. Nada elegansi dan dingin seorang vampire darah murni yang bahkan sanggup membuat Heechul bungkam seketika. "Kurung dia di sana."
Hankyung dan Heechul segera menggenggam tangan Kibum dan membawanya pergi ke ruang bawah tanah. Kibum sama sekali tidak melakukan perlawanan dan membiarkan saja kakaknya membawanya pergi.
"Eunhyuk-hyung, Donghae, tolong kalian pergi ke akademi dan bicara dengan Teuki-hyung dan Kangin-hyung. Aku rasa ada kemungkinan para hunter akan terlibat di sini. Cobalah berbicara dengan mereka berdua untuk meminta kerja sama mereka," kata Siwon. Eunhyuk dan Donghae mengangguk sebelum berjalan turun dan mengenakan jaket mereka sebelum berjalan pergi keluar. Tidak lama kemudian terdengar suara mobil yang bergerak pergi dari arah luar mansion.
"Dan kau Kyu, jaga Sungmin-ssi," kata Siwon. "Jangan pernah tinggalkan sisinya untuk sekarang." Siwon memandang Sungmin dengan dingin, seolah-olah menyalahkan namja manis bermata kelinci itu untuk keadaan namjachingunya sekarang. "Karena kalau Zhou Mi-hyung sanggup membuat Kibum seperti ini tidak ada jaminan dia tidak akan melakukan apa pun pada Sungmin-ssi."
Kyuhyun mengangguk mendengar perkataan kakak keduanya itu. "Aku mengerti, hyung…" gumam Kyuhyun sebelum membawa Sungmin kembali ke kamarnya, meninggalkan Siwon sendirian di ruangan itu.
Siwon menggeram marah dan membanting vas di sebelahnya hingga vas itu pecah berkeping-keping. Di luar petir semakin keras menyambar, memberikan suara dan kesan kemarahan Siwon yang menyeramkan.
"Aku tidak akan memaafkanmu, Zhou Mi-hyung!" geram Siwon dengan marah. "Begitu kita bertemu lagi kupastikan aku akan memenggal kepalamu!"
Kyuhyun berjengit saat dia mendengar suara vas pecah di ruang tamu. Namja maniak game itu tahu pasti kalau Siwon pasti sedang mengamuk di luar. Dia ingin sekali pergi ke luar dan menenangkan Siwon tapi cengkeraman tangan Sungmin yang gemetaran di kemejanya menghalangi niat Kyuhyun untuk mendatangi kakaknya itu.
Karena dia tahu sekarang Sungmin sedang terguncang. Mengetahui kalau Zhou Mi sampai sanggup melukai Kibum untuk membalaskan dendamnya pada Siwon berarti juga kalau Henry sanggup dan mengizinkan Zhou Mi melakukan hal yang sama padanya.
Tanpa banyak bicara Kyuhyun duduk di ranjang tepat di sebelah Sungmin dan memeluk namja manis bermata kelinci itu dengan lembut, seakan-akan Sungmin adalah sebuah porselen kaca rapuh yang akan hancur kalau dia memegangnya terlalu keras. Kyuhyun mengusap rambut hitam Sungmin dengan penuh rasa sayang ketika dia merasakan Sungmin menangis di dadanya.
"Tenanglah, hyung…" bisik Kyuhyun lembut di telinga Sungmin. "Aku janji aku akan menjagamu…. Aku juga berjanji aku akan menyelamatkan Kibum-hyung…juga Henry. Kau tidak perlu takut, hyung. Aku janji…tidak akan ada yang melukaimu…."
"Aku takut, Kyu…" bisik Sungmin sambil terisak pelan. "Kalau Zhou Mi bisa berbuat begitu pada Siwon hanya karena Siwon enggan mengakui hubungannya dengan Henry apa yang akan dilakukan Henry dan dia padaku yang sudah melukai Henry bertahun-tahun? Dia mungkin…pasti tidak akan segan membunuhku!"
"Dan itu tidak akan terjadi, hyung," kata Kyuhyun sambil mencium dahi Sungmin. "Kau itu kuat, hyung. Kau vampire hunter yang kuat, yang aku yakin bisa melindungi dirimu sendiri. Kalau semua itu tidak cukup…kau tidak usah takut, hyung…aku janji aku akan melindungimu…dengan segenap kekuatanku."
Sungmin hanya diam mendengar perkataan Kyuhyun. Kyuhyun segera mengangkat dagu Sungmin, membuat mata namja manis bermata kelinci itu berpandangan langsung dengan mata Kyuhyun. Sungmin bisa melihat dengan jelas…kesiapan dan ketegaran yang Kyuhyun miliki dan siap untuk lakukan…baik untuk melindungi dirinya dan mengembalikan keluarga mereka masing-masing ke tempat mereka seharusnya, ke sisi mereka masing-masing.
"Hyung, percaya padaku," kata Kyuhyun dengan tegas. "Percaya padaku kalau aku sanggup melindungi hyung! Aku akan menjaga hyung dan mengembalikan Zhou Mi-ge dan Henry ke sisi kita, ke tempat mereka seharusnya berada dan hidup bahagia bersama mereka! Aku bersumpah untuk itu! Percaya padaku dan aku akan melakukan apa pun untuk menepati sumpah itu pada hyung!"
Sungmin tertegun mendengar perkataan Kyuhyun. Perkataan yang sama sekali tidak mengandung keraguan. Kyuhyun benar-benar sudah yakin dengan sepenuh hatinya dengan pilihan yang diambilnya dan siap untuk menerima segala resiko dan melakukan segalanya untuk melaksanakan pilihan yang sudah diambilnya. Dia pun harus seperti itu. Dia tidak boleh ragu dan kalah dengan perasaan berdosanya pada Henry. Dosa masa lalunya pada Henry sudah tidak bisa dihapuskan tapi maaf dari adiknya itu masih bisa dia punya….
Dan dia pun siap melakukan segalanya untuk mendapat kata maaf dari adiknya itu.
"Ya," kata Sungmin sambil tersenyum manis. "Aku percaya padamu."
Dan ciuman yang Kyuhyun berikan padanya menjadi tanda sumpah mereka…kesiapan mereka untuk segalanya yang akan terjadi setelah semua ini. Kesiapan terluka dan menderita…untuk kebahagiaan yang mereka inginkan.
Kibum sedang duduk di ranjang yang ada di kamar bawah tanah dalam diam. Namja manis berambut hitam itu hanya diam di ranjang bagaikan patung, tanpa bergerak, berbicara, atau bereaksi apapun. Heechul memandang adiknya itu dengan cemas sebelum duduk di samping adiknya itu dan memeluknya erat.
"Jangan terlalu menyalahkan dirimu sendiri, Bummie…" gumam Heechul pelan pada namja manis di pelukannya itu. "Itu bukan salahmu. Aku yakin Siwonnie pun pasti mengerti kalau kau tidak pernah ingin mengkhianati dan melukainya."
"Tapi itulah kenyataannya," gumam Kibum pelan. "Aku mengkhianati Siwon dengan kejam dan…"
"Tidak ada yang bisa kau lakukan untuk itu. Zhou Mi adalah vampire darah murni yang memiliki kuasa penuh pada kita," kata Heechul tegas. "Kalau kau ingin meminta maaf pada Siwon maafkan dirimu sendiri dan hadapilah dunia ini dengan tegas. Aku percaya kau bisa melakukan itu Bummie, karena kau adikku. Meski seluruh dunia ini menyalahkanmu atas apa yang sudah kau perbuat pada Siwon, aku akan selalu membelamu dan berada di sisimu."
Kibum terdiam sejenak sebelum menyandarkan kepalanya di bahu kakaknya. "Kalau Hankyung-hyung yang ada di posisiku sekarang…" gumam Kibum pelan. "Apa hyung akan membencinya? Apa hyung akan marah kalau seandainya Hankyung-hyung yang mengkhianati kakak seperti aku mengkhianati Siwon?"
"Tidak," kata Heechul dengan mantap, membuat Kibum langsung memandang kakaknya itu dengan tatapan bingung. Heechul tersenyum dan mengusap lembut rambut Kibum dengan penuh rasa sayang. "Karena aku percaya dengan Hannie."
Kibum tetap membisu memandang kakaknya itu.
"Hannie selalu punya alasan untuk melakukan sesuatu, apa pun itu. Karena itu…meski dia mengkhianatiku sekalipun dia pasti punya alasan untuk melakukannya. Selain itu…Hannie tidak akan pernah melukaiku…dan karena itu dia pasti tidak akan pernah mengkhianatiku," kata Heechul sambil tersenyum yakin. "Apalagi kalau dia ada di posisimu yang 'dipaksa' untuk berkhianat, aku semakin tidak akan membenci Hannie."
Heechul mencium dahi adiknya itu. "Percayalah dengan Siwonnie dan maafkan dirimu. Percayalah kalau Siwonnie tidak membencimu. Jangan membenci diri dan tenggelam dalam perasaan bersalah atas sesuatu yang bukan salahmu, Bummie. Kau tidak salah dan tidak akan pernah bersalah, baik di mataku ataupun Siwon."
Kibum tersenyum manis mendengar perkataan kakaknya itu. "Terima kasih, hyung," bisik Kibum pelan. "Aku menyayangimu…."
"Aku juga menyayangimu, Bummie," kata Heechul sambil kembali mengusap lembut rambut Kibum. "Karena kau adalah adik kesayanganku…."
Saat itu Siwon berjalan masuk ke dalam kamar itu. Heechul yang melihat Siwon yang berjalan masuk segera mencium dahi Kibum untuk terakhir kalinya sebelum berdiri dan berjalan pergi. "Baiklah aku permisi dulu, Kibummie, Siwonnie, baik-baik ya~" katanya sebelum menghilang menuju lantai atas.
Siwon memandang namjachingunya yang kini terlihat begitu terguncang dan kacau itu. Wajah Kibum yang pucat terlihat semakin pucat, dan kentara sekali kalau namja manis berambut hitam itu terlihat lelah dan tertekan. Siwon berjalan ke arah Kibum dan mencium dahi Kibum lembut.
"Siwonnie?" bisik Kibum pelan.
"Maafkan aku karena harus melakukan ini padamu," kata Siwon sambil mengusap pipi pucat Kibum dengan hati-hati. "Aku…benar-benar minta maaf. Aku tidak bisa memikirkan cara lain supaya kau tidak bersentuhan langsung dengan yang lain."
"Tidak apa-apa, aku mengerti," kata Kibum sambil tersenyum kecil. "Bagaimanapun dengan kuasa penuh Zhou Mi-ssi atas tubuhku aku berbahaya untuk berbaur dengan yang lain. Apa pun yang kulihat dan kudengar bisa langsung tersampaikan langsung pada Zhou Mi-ssi. Mengizinkanku mendekatimu dan yang lain…sama saja dengan mengarahkan moncong pistol ke diri kalian sendiri."
"Bummie…" gumam Siwon pelan.
"Karena itu tolong…jangan lagi menemuiku. Jangan menyentuhku, jangan berbicara denganku, jangan menciumku…anggap aku tidak pernah ada di hidupmu. Anggap aku orang asing yang tidak ada hubungan apa-apa denganmu. Aku takut…kalau kau memperlakukanku istimewa aku…"
'Aku tidak bisa menahan diriku sendiri untuk terus menginginkan lebih…dan akhirnya lupa kalau aku adalah boneka yang akan mengantarkanmu dalam kesengsaraan sampai sudah terlambat untuk menyadarinya…'
"Aku tidak ingin menjadi orang yang melukaimu, Siwonnie…" bisik Kibum dengan senyum lembut pada Siwon yang kini duduk di sebelahnya. "Karena itu…tolong anggap saja aku ini tidak punya hubungan apa-apa de―"
Perkataan Kibum langsung terputus saat dia merasakan Siwon memeluknya lembut. Untuk beberapa saat Kibum berusaha berontak dari pelukan Siwon, sebelum akhirnya dia menyerah dan membiarkan dirinya tenggelam dalam dekapan hangat Siwon.
Dekapan yang sangat disukainya…dan ingin selalu dirasakannya….
"Jangan berusaha mengasingkan diri dariku, Bummie…" bisik Siwon lembut di telinga namjachingu tercintanya itu. "Jangan menjauhkan dirimu dariku. Aku tidak akan membiarkanmu melewati semua ini sendirian. Aku tidak akan mengizinkanmu…untuk menderita sendirian."
"Siwon, kumohon…" kata Kibum di pelukan Siwon. "Aku tidak tahu kapan Zhou Mi-ssi akan menguasai tubuhku lagi. Aku berbahaya untukmu, lepaskan aku! Menjauh dariku dan jangan mendekatiku lagi!" Kibum mendorong Siwon dengan sekuat tenaganya, menjauhkan dirinya dari namjachingu yang paling dicintainya itu.
"Bummie…" bisik Siwon.
"Kau terlalu percaya padaku, Siwon!" seru Kibum. "Mungkin saja…mungkin saja kali berikutnya kau memelukku aku akan menusukmu dengan pisau makanku, mencekikmu, mematahkan lehermu, atau menusukmu dengan pilar esku…aku bisa membunuhmu di sini!"
"Aku tidak keberatan…" gumam Siwon pelan.
"Siwon!" seru Kibum tapi Siwon tidak memberinya kesempatan untuk bicara ataupun menjauh saat tiba-tiba saja namja bertubuh kekar itu menindih Kibum di atas ranjang, kembali memeluk Kibum dengan erat.
"Kalau kau ingin membunuhku, silahkan membunuhku…" gumam Siwon. "Tapi aku percaya kau tidak akan melakukannya. Kau terlalu baik…bukan tipe orang yang sanggup membunuh orang."
"Aku sudah membunuh orang, Siwonnie…" bisik Kibum. "Vampire…"
"Yang tidak punya hubungan apa pun denganmu, tapi aku adalah namjachingumu," kata Siwon sambil memandang Kibum dan mencium dahi namja manis berambut hitam itu. "Orang yang paling kau cintai dan sayangi di atas segalanya. Orang yang paling kau anggap penting. Orang yang paling kau hargai. Apa kau sanggup membunuh orang sepenting itu di hidupmu?"
Kibum terdiam sejenak sebelum menggelengkan kepalanya. "Tapi Zhou Mi-ssi bisa membunuhmu…"
"Kalau itu terjadi…aku cukup membuatmu tertidur," kata Siwon sambil mencium pipi Kibum. "Aku cukup membuatmu tidak sadarkan diri dan semuanya akan baik-baik saja. Percayalah padaku, Bummie. Percaya padaku dan biarkan aku menopangmu."
Siwon memandang Kibum sejenak sebelum mencium bibir namjachingu tercintanya itu. "Percayalah kalau aku akan melepaskanmu dari Zhou Mi-hyung…."
Air mata menetes dari mata Kibum saat dia mendengar perkataan Siwon. Meski dia sudah mengkhianati Siwon sejauh ini…meski dia sudah menyakiti Siwon seperti ini…dia masih ingin mempercayainya? Dia masih ingin melindunginya? Mencintainya? Apa…apa yang dia perbuat hingga dia pantas mendapatkan perasaan cinta sebesar ini dari Siwon?
"Karena aku mencintaimu, Kibummie…" bisik Siwon lembut. "Mencintaimu untuk selamanya…."
Dan Kibum pun hanya diam…saat Siwon kembali mempertemukan bibir mereka berdua dalam sebuah ciuman lembut penuh rasa cinta. Ciuman yang dipenuhi rasa percaya dan cinta untuk satu sama lain dari diri mereka berdua.
"Jadi maksud kalian adalah kemungkinan besar Zhou Mi-ssi menggunakan tubuh Kibum sebagai medianya untuk perang ini?" tanya Kangin pada Donghae dan Eunhyuk yang duduk di hadapannya dalam diam. Kedua namja itu hanya bisa menganggukkan kepala, terlalu lelah dan bingung karena semua masalah yang datang bertubi-tubi dengan cepat seperti ini.
"Lalu bagaimana dengan Sungmin?" tanya Leeteuk dengan cemas. "Apa dia baik-baik saja?"
"Bagaimana ya…?" gumam Eunhyuk pelan. "Karena meski tidak dikatakan secara gamblang, kentara sekali kalau Siwon menyalahkan Sungmin-hyung atas apa yang terjadi pada Kibum saat ini. Bagaimanapun juga target utama Zhou Mi-ssi adalah Sungmin-hyung jadi…meski sedikit pasti ada sisi hati Siwon yang menyalahkan Sungmin-hyung atas kondisi Kibum sekarang, berpikir seandainya Sungmin-hyung tidak ikut pergi ke sana maka Kibum pasti tidak akan jadi begini…."
"Kalau begitu tidak bisakah kalian mengirim Sungmin-hyung kembali ke sini?" tanya Ryeowook pelan. "Maksudku, bukankah dengan menjauhkan dia dari bahaya…"
"Kyuhyun pasti tidak akan mengizinkan Sungmin keluar dari penglihatannya dalam situasi seperti ini," kata Donghae. "Dan tidak mungkin mengirim Kyuhyun pulang ke sini juga karena selain berbahaya membiarkan Kyuhyun yang kekuatannya masih belum matang itu sendirian, Siwon juga pasti tidak akan mengizinkan Kyuhyun pergi ke tempat di mana dia tidak ada."
"Kau benar…" gumam Leeteuk pelan sambil menghela napas. Dia sangat mengerti sesayang apa Siwon pada Kyuhyun sejak kecil (karena meskipun dia seorang vampire hunter, dia cukup akrab dengan orangtua Kyuhyun dan Siwon).
"Kalau begitu tidak bisakah kalian menjauhkan Kibum dari Sungmin sejauh mungkin?" tanya Yesung. "Mengurungnya di penjara senat vampire atau markas hunter, atau mengirim Kibum ke sini di bawah pengawasan kami…."
"Itu lebih tidak mungkin dilakukan," kata Donghae. "Karena sekarang saja Siwon sudah luar biasa murka, dia tidak akan senang kalau Kibum dipenjara di senat ataupun markas hunter karena itu sama saja dengan memperlakukan dan menganggap Kibum sebagai narapidana dan masalah Kibum dikirim balik ke sini…aku tidak tahu apa ini hanya kekhawatiranku atau apa, tapi itu terasa…seperti mengirim serigala ke kandang domba."
"Hah?" tanya Ryeowook bingung.
"Tempat ini adalah akademi dimana banyak manusia berkeliaran," kata Eunhyuk. "Jika Zhou Mi-ssi menggunakan tubuh Kibum untuk menyerang siswa-siswa di sini, dikendalikan atau tidak, para hunter akan menganggap ini sebagai tindak kriminal. Seandainya para hunter memburu Kibum atas tindak kriminal itu, Siwon yang marah besar pasti tidak akan ragu untuk mengumumkan perang pada para hunter. Itu sama saja dengan menyulut api antara para hunter dan vampire, sesuatu yang jauh lebih berbahaya daripada perang tertutup personal yang sekarang ini terjadi. Setidaknya sekarang perang ini hanya antara Zhou Mi-ssi dan Siwon tapi kalau sampai perang ini merembet menjadi perang antara vampire dan para hunter juga…."
"Sudah cukup, aku mengerti," kata Kangin tegas, memotong perkataan Eunhyuk. "Dan memang benar, itu hal yang berbahaya. Jadi kurasa…satu-satunya hal yang bisa kalian lakukan adalah memastikan Kibum tetap menjauh dari Sungmin ataupun Kyuhyun sampai Zhou Mi bisa ditemukan dan yah…kuasa Zhou Mi atas tubuh Kibum bisa dilepaskan. Selain itu…kurasa tidak ada hal lain yang bisa dilakukan."
"Kalian tidak usah khawatir, aku akan menyuruh para hunter untuk membuka matanya lebar-lebar mengenai keberadaan Zhou Mi-ssi. Aku yakin tidak butuh waktu lama agar Zhou Mi-ssi ditemukan. Selain itu kami akan selalu siap memberikan bantuan apa pun yang kalian butuhkan," kata Leeteuk sambil tersenyum pada kedua namja di hadapannya itu.
"Semoga saja begitu…" gumam Eunhyuk pelan.
"Baiklah, kalau begitu kami permisi dulu. Kami harus segera kembali ke mansion Siwon," kata Donghae sambil bangkit dari sofa yang didudukinya, diikuti oleh Eunhyuk. "Baiklah kami permisi, Kangin-hyung, Leeteuk-hyung."
"Ya, salam untuk Siwon, Kyuhyun, dan Sungmin," kata Leeteuk sambil tersenyum pada kedua vampire itu sebelum keduanya menghilang dari rumahnya.
"Ternyata Zhou Mi sama sekali tidak main-main untuk melaksanakan pembalasan dendamnya pada Siwon," gumam Kangin sambil kembali menghempaskan diri di sofa ruang tamu. "Dan ini berarti Henry juga tidak akan main-main saat dia diberi kesempatan untuk membalas dendam pada Sungmin."
"Dendam itu…memang mengerikan, ya?" gumam Ryeowook pelan sambil menatap ke luar kaca jendela di hadapannya. "Sampai sanggup mengubah anak semanis dan sebaik Henry menjadi anak kejam yang dingin seperti ini."
"Dan kalau berpikir semua ini hanya karena kesalahpahaman…" kata Yesung sambil memeluk pinggang Wookie dan membenamkan wajahnya di leher namjachingu tercintanya itu. "…hanya karena sikap yang salah dimengerti oleh Sungmin ataupun Henry…"
"Semengerikan itulah dendam…" gumam Leeteuk pelan. "Satu perasaan yang merupakan pembunuh yang paling keji di dunia ini…."
Semuanya hanya terdiam, membuat hanya ada kesunyian yang menyelimuti ruang tamu itu. Semuanya tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.
Tentang kekejian perang yang mulai menyelimuti mereka semua yang terlibat di dalamnya….
Donghae menghela napas saat dia menyandarkan diri di gerbang depan akademi, merasakan dingin batu bata di punggungnya. Dia mengusap rambutnya sejenak sebelum kembali memandang kegelapan malam yang mulai berganti fajar di hadapannya.
Namja tampan berambut hitam seleher itu menggosok matanya yang terasa sakit sejenak saat sinar matahari yang mulai muncul dari balik kegelapan malam menusuk matanya. Sebagai seorang vampire, sinar matahari memang terasa menyakitkan di tubuhnya (meski tentu tidak mematikan).
"Kenapa…semuanya harus seperti ini?" gumam Donghae pelan. "Kenapa semuanya menjadi serumit ini?"
Dia…di antara semua vampire yang dekat dengan Siwon, mungkin dia tidak sedekat Kibum, Heechul, Hankyung, ataupun Kyuhyun tapi mengenai kepekaannya pada perasaan Siwon, dia yang mungkin paling memahami perasaan namja bertubuh kekar itu di atas semuanya (mungkin karena memang pada dasarnya Donghae adalah orang sensitif yang sangat peka pada kesedihan dan perasaan orang lain).
Karena itu Donghae sangat mengerti…seberapa besar kesedihan Siwon sekarang. Namjachingu yang paling disayanginya di atas segalanya menjadi orang yang mengkhianatinya begitu saja…tentu saja Siwon akan sakit hati dan terluka. Dan rasanya melihat Siwon yang seperti itu….
"Kau bersimpati padanya? Bersimpati pada adikku yang manis dan sombong itu?" bisik seseorang di belakang Donghae tepat di telinga namja tampan berambut hitam itu, bersamaan dengan sepasang lengan yang melingkar di pinggang namja tampan itu.
Donghae, secara refleks, langsung mencekal lengan seseorang di pinggangnya itu dan berbalik, membuat dirinya langsung berhadapan langsung dengan orang yang ada di belakangnya. Napas namja tampan itu langsung tercekat dan tubuhnya membatu seketika saat dia melihat Zhou Mi berdiri di belakangnya sambil menyeringai sinis.
"Z…Zhou Mi-ssi…" gumam Donghae pelan. "Ke…kenapa…?"
"Kenapa aku ada di sini?" tanya Zhou Mi menyambung perkataan Donghae. Namja jangkung berambut merah itu tersenyum melihat wajah Donghae yang pucat pasi seperti kertas di hadapannya itu. "Menurutmu kenapa aku ada di sini?"
Donghae hanya bisa terpaku menghadapi Zhou Mi yang berdiri di hadapannya itu. Sebelumnya, dia tidak terlalu merasakan aura menekan Zhou Mi, karena memang saat itu tujuan Zhou Mi adalah Kibum, bukan dirinya. Karena itu saat itu meski ada perasaan tidak nyaman tapi dia tidak terlalu mencemaskan dirinya, tapi sekarang….
Aura gelap yang menekan penuh ancaman jelas sekali terasa di tubuh Donghae, membuat tubuh namja tampan berambut hitam seleher itu gemetar ketakutan. Aura itu jelas sekali berusaha menekannya, membuatnya tunduk pada Zhou Mi. Takut…hanya itu perasaan yang bisa Donghae rasakan saat dia berdiri tepat di hadapan Zhou Mi, dan menjadi mangsa yang sama sekali tidak bisa melawan namja jangkung berambut merah itu.
"Lee Donghae…dongsaeng kesayangan Siwon selain Kui Xian…" gumam Zhou Mi sambil berjalan mendekati Donghae yang masih terpaku di tempatnya berdiri tanpa bisa menggerakkan tubuhnya sedikitpun. Zhou Mi mengamati Donghae dari kepala sampai kaki sejenak sebelum kembali tersenyum. "Kau cukup manis juga…."
Zhou Mi mengusap pipi Donghae sejenak sebelum tiba-tiba saja menendang Donghae dengan keras, membuat namja tampan berambut hitam seleher itu terhempas ke pohon di belakangnya. Donghae mengerang kesakitan saat dia merasakan punggungnya yang berhantaman langsung dengan keras dengan batang pohon di belakangnya itu.
"Dongsaeng kesayangan Siwon akan cocok sekali menjadi pion selanjutnya yang kuhancurkan di papan permainanku dengan Siwonnie, kan?" tanya Zhou Mi pada Donghae sambil menjilat bibirnya dengan kesinisan dan kesadisan seorang psikopat. Dia menatap Donghae sejenak sebelum mengeluarkan nada perintah vampire darah murni yang membuat Donghae tidak bisa melakukan apa pun untuk menolak perkataan Zhou Mi.
"Sekarang tidurlah dengan tenang, Lee Donghae. Biarkan aku membawamu pergi dengan tenang dan menambah rasa menderita Siwon karena kehilangan orang lain yang penting untuknya," kata Zhou Mi. "Dan itu adalah perintah."
Dan Donghae hanya bisa pasrah saat merasakan kelopak matanya yang perlahan-lahan terasa semakin berat dan pandangannya yang menjadi semakin buram dan buram.
'Siwonnie…Hyukkie…maaf…' batin Donghae dengan getir. 'Karena sepertinya aku menyusahkan kalian…lagi. Aku…memang lemah, bukannya melindungi kalian…aku malah membuat kalian menderita…lagi'
'Maaf…maafkan aku…Siwonnie…Hyukkie…'
Dan setelah itu yang dilihat Donghae hanyalah kegelapan….
Zhou Mi memandang Donghae yang sudah lemas tidak sadarkan diri itu dengan pandangan datar sebelum membungkuk dan mengelus rambut hitam Donghae pelan.
"Orang seperti Siwon…apa pantas kau mengasihani orang seperti dia?" gumam Zhou Mi pelan pada Donghae, meski dia tahu kalau sekarang namja tampan berambut hitam itu sudah tidak bisa mendengarnya lagi. "Orang yang tega melukai orang lain seenaknya itu tidak pantas dikasihani…."
Zhou Mi tersenyum sebelum melempar Donghae ke bahunya dan berjalan pergi, meninggalkan gerbang akademi itu seolah-olah mereka berdua memang tidak pernah ada.
Kecuali sebuah surat yang tersemat di batang pohon yang tadi ditabrak Donghae. Sebuah surat yang menandakan api perang yang semakin kuat berkobar….
"Hae? Hae, kau dimana? Hae, jawab aku!"
Eunhyuk memandang ke sekelilingnya dengan cemas, berusaha mencari keberadaan namjachingu tercintanya itu. Entah kenapa tadi saat dia sedang mengambil mobil mereka tiba-tiba saja dia merasakan aura Donghae tiba-tiba saja menghilang. Bukan hanya itu…entah kenapa bersamaan dengan menghilangnya aura Donghae tiba-tiba saja Eunhyuk merasakan perasaan tidak enak, seolah-olah ada sesuatu yang terjadi pada namjachingunya itu.
Karena itu daritadi dia sudah berusaha mencari Donghae, meski hasilnya nihil.
Eunhyuk memanggil Donghae sekali lagi sebelum berjengit karena sinar matahari yang mulai terbit menerpa tubuhnya. Namja berambut cokelat itu segera menutup kepalanya dengan hoodie yang dipakainya untuk melindunginya dari sengatan matahari fajar itu. Pagi sudah mulai menjelang dan Donghae masih menghilang.
Sebenarnya kemana namjachingunya itu? Sechildish apa pun Donghae, namja tampan berambut hitam itu tidak pernah pergi seenaknya, apalagi tanpa memberitahu Eunhyuk. Sejak kecil selalu begitu….
Sejak kecil, Eunhyuk merasa kalau dia harus melindungi Donghae. Persetan dengan kenyataan kalau namja itu sekarang lebih tinggi dan terkesan lebih tampan dan dewasa darinya (dan menyebalkannya, dia juga menjadi 'seme'nya), di mata Eunhyuk sampai kapan pun Donghae hanyalah anak kecil yang childish, lembut…dan hangat.
Cahaya hangat yang menghangatkan Eunhyuk…memberikannya alasan untuk hidup dan tertawa.
Eunhyuk diadopsi oleh keluarga Donghae setelah orangtuanya tewas dihukum mati oleh senat vampire karena dianggap sebagai pengkhianat akibat kedua orangtuanya membantu Zhou Mi untuk membunuh keluarga Choi. Setiap harinya menerima label 'anak pengkhianat' yang selalu diucapkan padanya terus-menerus dari semua orang membuatnya tumbuh menjadi anak dingin. Dia tidak percaya dengan kehangatan dan tempat damai yang nyaman, baginya semua itu hanya tipuan, ilusi konyol membuai yang bodoh. Di dunia ini yang penting baginya hanyalah dirinya sendiri, karena orang lainpun membuang dan menghinanya. Tidak ada orang yang bisa dipercaya oleh Eunhyuk, karena semua orang yang ditemuinyapun tidak ada yang mau mempercayainya.
Kecuali keluarga Lee…terutama Donghae.
Donghae adalah orang pertama yang mau tersenyum padanya. Sejak pertama kali bertemu, anak kecil itu selalu mau berbicara padanya, tertawa padanya, memeluknya…. Untuk pertama kalinya Eunhyuk merasa hangat. Saat Eunhyuk bertanya kepada namja berambut hitam itu apa alasan dia berbuat sejauh itu (karena jujur saja dia bingung kenapa Donghae mau berteman dengannya, yang jelas-jelas adalah anak pengkhianat sampai seperti itu), jawaban yang diberikan namja berambut hitam itu membuat Eunhyuk bahagia. Begitu bahagianya…hingga saat itu juga dia merasa tak ingin kehilangan Donghae.
"Anak pengkhianat bukan berarti pengkhianat, kan? Lagipula…apa pun yang terjadi aku percaya pada Hyukkie! Hyukkie…begitu baik dan hangat. Hyukkie bukan tipe orang yang akan mengkhianati orang lain tanpa alasan. Aku percaya kalau Hyukkie tidak akan pernah mengkhianati orang lain! Aku…Hyukkie bukan pengkhianat…bagiku Hyukkie adalah cahayaku…orang yang paling kupercaya di dunia ini!"
Kepercayaan yang begitu besar…kepercayaan yang begitu tulus…itulah pertama kalinya Eunhyuk merasakan perasaan hangat dan cinta. Sejak saat itu Eunhyuk bersumpah kalau dia akan selalu melindungi Donghae. Apa pun yang terjadi…dia akan menjaga namja tampan berambut hitam itu. Apapun rela dia lakukan, meski harus mengkhianati siapapun, membunuh siapapun, menyakiti siapapun, dia akan lakukan dengan senang hati…asalkan Donghae tetap tersenyum di sisinya.
Tiba-tiba mata Eunhyuk menangkap pemandangan sebuah surat yang tertancap di sebuah batang pohon. Eunhyuk segera mengambil surat itu dan mengamati amplopnya. Kosong. Tidak ada nama pengirim ataupun orang yang dituju. Eunhyukpun memutuskan membuka surat itu dan membaca isinya, sekedar untuk melihat untuk siapa surat itu ditujukan.
Dan isi surat yang dibacanya langsung membuat wajahnya pucat penuh ketakutan. Tangannya yang gemetar menggenggam kertas surat itu dengan kuat, membuat kertas itu kusut di sana-sini.
"Hae…" gumam Eunhyuk pelan. Tanpa basa-basi namja berambut cokelat itu segera berlari menuju mobilnya dan mengemudi dengan kecepatan tinggi kembali ke mansion Siwon.
"Hyung, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" tanya Kyuhyun pada Siwon saat dia dan kakak keduanya itu sedang duduk di ruang kerja Siwon sementara yang lainnya masih tertidur lelap di kamar masing-masing.
"Apa yang bisa kita lakukan? Aku juga ingin menanyakan itu!" kata Siwon sambil mengacak rambutnya dengan frustasi. "Apa yang harus kulakukan untuk melepaskan Kibum dari kontrol Zhou Mi-hyung? Entah Zhou Mi-hyung sendiri yang melepaskannya atau aku harus membunuhnya!"
"Hyung akan membunuh gege?" gumam Kyuhyun pelan.
"Apa kau ingin aku membunuhnya?" tanya Siwon pada adiknya itu. "Karena kau terlalu sayang padanya. Dari dulu selalu begitu…kau lebih suka bermanja-manja padanya daripada denganku…."
"Gege…dia…dulu dia begitu hangat…" gumam Kyuhyun sambil mencengkeram kemeja hitam yang dipakainya. "Dan aku ingin percaya kalau sekarangpun dia tetap hangat…. Kuakui aku ingin gege kembali tapi kalau memang…semua itu tidak mungkin…."
Kesunyian dan ketenangan di ruang kerja Siwon langsung hancur saat tiba-tiba saja Eunhyuk berlari masuk ke ruangan itu tanpa permisi atau bahkan mengetuk pintu lebih dulu. Siwon baru saja ingin menegur Eunhyuk atas tindakannya yang 'kurang sopan' itu tapi namja bertubuh kekar itu segera memutuskan untuk tidak melakukannya melihat keadaan Eunhyuk yang terlihat panik dan kacau, bahkan kalau boleh berkata dia terlihat murka.
"Ada apa, hyung?" tanya Kyuhyun pelan. Namja maniak game itu langsung berjengit saat dia melihat Eunhyuk melotot marah padanya. Namja berambut cokelat itu segera berjalan ke arah Kyuhyun dan mencengkeram kemeja namja maniak game itu.
"Semua ini gara-gara namjachingumu!" seru Eunhyuk marah. "Seandainya…seandainya Sungmin-hyung tidak ada…semua ini tidak akan jadi begini! Tanggung jawab! Kembalikan Hae padaku! Kembalikan Hae!"
"Hyung, ada apa denganmu?" seru Siwon. Eunhyuk selama ini dikenal sebagai namja yang baik. Meski dingin, dia tidak pernah menyalahkan Sungmin atas apa pun yang terjadi dan sekarang tiba-tiba saja sikap Eunhyuk yang tadinya begitu bersahabat pada Sungmin langsung berubah menjadi sikap penuh kebencian. Ada apa sebenarnya? Apa yang terjadi?
"Kakak kalian berdua! Si bedebah Zhou Mi itu!" bentak Eunhyuk marah pada Siwon. Sepertinya namja berambut cokelat itu sudah tidak peduli lagi dengan status Siwon dan Kyuhyun yang merupakan vampire darah murni dan notabene derajatnya jauh lebih tinggi darinya karena kalau dia peduli dia tidak akan berani membentak kedua namja itu. "Kakak kalian berdua itu menculik Hae!"
Suasana sunyi langsung terjadi di ruangan kantor itu. Kyuhyun menatap Eunhyuk dengan tatapan terkejut sementara Siwon menatap namja berambut cokelat itu dengan tatapan datar tanpa ekspresi.
"Hyung, kau yakin Zhou Mi-hyung menculik Donghae?" tanya Siwon.
"Apa surat ini tidak cukup menjelaskan itu?" seru Eunhyuk sambil menghempaskan surat yang tadi dilihatnya ke atas meja Siwon. "Surat ini jelas-jelas mengatakan kalau bedebah itu menculik Hae!"
Siwon segera membaca surat itu dengan seksama sementara Kyuhyun menatap Eunhyuk dengan tatapan tidak mengerti. "Lalu apa hubungan Donghae-hyung dengan Sungmin-hyung? Yang menculik Donghae-hyung adalah Zhou Mi-ge bukan Su―"
"Tapi namjachingumu itu alasan dia menculik Hae!" bentak Eunhyuk tajam pada Kyuhyun, membuat namja maniak game itu bungkam seketika. "Karena surat sial itu jelas-jelas mengatakan kalau ingin Hae kembali maka kita harus memberikan Sungmin padanya."
Dan perkataan Eunhyuk langsung membuat Kyuhyun membatu seketika.
Author note:
Horeee~akhirnya bisa nyelesain chapter ini lumayan cepat~
Hohoho…minggu ini saya sedang bahagia~semua mv yang sudah diincar sejak lama akhirnya dapat semua~ Opera Suju, Tarantallegra Junsu-oppa, The Chaser Infinite, Twinkle TaTiSeo…SAYA BAHAGIAAA~apalagi Opera sama The Chaser! OMG Kyuhyun-oppa ama Sunggyu-oppa cakep banget di mv itu~apalagi keduanya auranya rada mysterious (lagu Opera emang udah lagu yang rada dark karena kesannya benar-benar kayak 'Phantom of the Opera' banget, dan untuk Sunggyu-oppa…OMG, dia jalan dengan santainya di hadapan mobil Myungsoo-oppa yang udah kebalik! Kesannya dia kayak habis ngebunuh Myungsoo-oppa aja!)! Pengen banget culik mereka untuk dijadikan suami saya~ -ditamparSungminamaWoohyun- dan…Baekhyun-oppa ama Kai di mv Twinkle TaTiSeo tetep~cakep ya (meski cuma nampang muka sekilas doang, sih) emang mereka berdua pantes banget jadi calon suami yang kesekian-digamparExotic-
Oke, lupakan perkataan (baca: fangirlingan) saya yang gak penting di atas itu dan kembali fokus…
Pokoknya again~aku perlu minta maaf meski kali ini kayaknya maafnya buat para Honeys and Elfishy karena buat Zhou Mi begitu jahat dan Donghae…jadi korban Zhou Mi yang berikutnya. Oke, mungkin rada gak tepat sih milih Donghae jadi korban Zhou Mi habis…please, dia seme Hyukkie-oppa! (meski jadi uke juga pernah) Tapi…saya punya alasan sendiri buat jadiin Donghae korban Zhou Mi ketimbang Eunhyuk, dan buat para Elf pasti tahu apa alasan saya! Tapi kalau gak tau saya bakal kasih tahu di chapter selanjutnya….
Oke, seperti biasa, saya ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya pada para readers yang masih setia membaca fic saya yang sudah berlanjut selama ini! Apalagi buat para readers yang rela biasnya saya siksa di fic ini, makasih banget! –manaadayangrela—dihajarELF- pokoknya buat yang biasnya saya siksa di fic ini sekarang dan seterusnya, aku minta maaf yang sebesar-besarnya –bungkuk2-
Seperti biasa, special thanks to:
Hyeri| yolyol| kyumin forever| melly| creaamypeachELF| Cho Kyuri Mappanyukki| Keys47| WhiteViolin| lee kyuzha| wonniebummie| kyurin minnie| GyuMaeMin| anon| desysaranghaesuju| Kim Ayuni Lee| MissBabyKyu| Saeko Hichoru| Bunny Ming| shin ah gi| ChoiEunJoon| Ticia| Ggogabang
Karena mau mereview fic saya hingga saat ini! Saya sangat bahagia mengetahui kalau fanfic ini masih punya pembaca setia yang mau membaca fanfic ini dari dulu, sekarang, dan seterusnya! Again, thank you so much! Review kalian sangat berarti besar untuk saya! Terima kasih banyak semuanya~ -bungkuk-
Oke, sepertinya sekian dulu ramblingan (yang sumpah gak jelas) ini! Seperti biasanya saya mengharapkan review dari kalian untuk memberikan saya semangat sekaligus tanda untuk saya kalau fic ini masih pantas untuk dilanjutkan! Oke, so please review para readers, oke?
Oke, meet again at (hopefully) the next chapter! Bye bye ^_^
