Tittle :

HOKO

Cast :

Cho Kyuhyun, Kim Kibum and other.

Rated :

T-M

Genre :

romance, adventure, fantasy, genderswitch

Warning :

bahasa tidak baku, Typos bertebaran dimana-mana. Death chara dan blood area.

.

.

.

Happy reading

.

.

[~Lizz_L_L~]

Dingin...

Angin dingin berhembus memecahkan kebekuan memuakan yang mengerogoti tulang bagaikan Oeteosharcoma yang melahap ngilu setiap tulang-tulang dalam tubuh.

Mendung gelap masih setia menguasai langit, dengan matahari yang tak pernah memancarkan sinarnya. Gulungan awan bergerak seiring sepoian angin yang sayup-sayup berdesir gelisah. Kyuhyun masih berdiri menghalangi Eunhyuk dan Kai yang siap memberikan ancang-ancang ingin kembali menyerang Kibum.

Tak ada suara, semua bungkam bahkan sang Hollo seolah telah di perintahkan untuk diam di tempatnya. Kibum menatap punggung kecil Kyuhyun. Sedikit getar aneh menyusup dan mengusik ketenangannya secara mendadak. Entah kenapa melihat punggung kecil yang terlihat rapuh dan kokoh di saat yang bersamaan itu membuat sesuatu dalam dadanya seolah membuncah aneh, menyembul ke permukaan dan meletup-letup tak terkendali bagaikan larva panas, terasa menyakitkan, membakar dan sekaligus nyaman.

"Apa ada yang aku lupakan? Kenapa rasanya aneh sekali" Batin Kibum berbisik lirih.

Ingatannya sebagai seorang Kim Kibum seolah telah terenggut dari otaknya. Iris merahnya tampak goyah dengan pendar aneh. Sesaat tampak berwarna merah kemudian berubah menjadi hitam lalu berubah lagi menjadi merah.

Kibum mengeram dan menutup mata kanannya yang terasa seperti di hantam oleh palu gondam.

Terasa sangat menyakitkan.

"Kyu, minggirlah. aku tak ingin kau salah langkah dengan melindunginya, dia bukan Kibum seperti yang kau kenal, Kyu. Aku mohon jangan seperti ini, dia bukan Kibum yang kita kenal, Kyu.." Eunhyuk berusaha Membujuk Kyuhyun yang masih kekeuh tak ingin beranjak dari posisinya dan menatap lelaki bergummy smile itu dingin.

Kyuhyun menunduk mengacuhkan bujukan Eunhyuk, dia sendiri juga bingung—apa inikah yang terbaik, apa ini memang jalan yang harus dia ambil. Apa ini memang jalan yang harus dia tempuh agar segalanya kebali pada jalur yang semestinya, apa dengan menyakiti hati seseorang lagi, kenapa harus seperti ini? Kenapa selalu rasa sakit yang dia rasakan kala menapak pada jalan bercabang. Kyuhyun sulit menentukan tapi dia tak bisa mengabaikan Kibum dan juga tak bisa mengacuhkan Kai.

Apa yang harus Kyuhyun lakukan. Kai adalah dunianya tapi Kibum...Kibum adalah segalanya, jagat raya Kyuhyun, napas dan kehidupannya. Meski akan sakit tapi Kai, masih bisa hidup tanpanya sedangkan Kibum tidak, sebaliknya dengan Kyuhyun, jika kali ini dia harus kehilangan Kibum maka dirinya sendiri akan mati bersamanya.

"Maaf...maaf...aku akan menebus kesalahanku di kehidupan kita yang selanjutnya, maafkan keegoisanku Kai. maaf..." Kyuhyun berkata dalam hati tau jika Kai sedang menatapnya dengan tatapan terluka. tatapan menusuk yang dalam. Dadanya bergemuruh lantang, berusaha mengenyahkan perasaan menusuk dan kekecewaan pada dirinya sendiri. Kyuhyun mengertatkan gerahamnya dan mengengam jemarinya erat-erat. Rasa asin darah terasa di indra pengecapnya saat tanpa sengaja dia mengigit pipi bagian dalamnya. Kyuhyun merasa seperti seorang pendosa sejati. Bukan hanya Kibum, Kaipun dia lukai dengan kejam hingga lukanya tak mungkin bisa tersembuhkan lagi.

Hati Kyuhyun rasanya sakit. Gadis itu merintih meminta pertolongan. Sebenarnya ada apa dengan hidupnya, kenapa dia selalu tak berdaya—di dunianya—dunia nyata— maupun di Hoko.

"Kai...maaf...maaf...maaf...maafkan aku." Kyuhyun merapal mantra di hatinya berulang kali berharap jika dengan kata maaf segala kesalahannya akan termaafkan dan mengurangi sedikit beban berat yang menghimpit di hatinya.

Kyuhyun Mendongakan kepalanya dengan mata memicing dan membulatkan tekad, menatap Eunhyuk dan Kai dengan ekspresi keras tak tergoyahkan.

"Aku tak bisa, Kibum...aku tak bisa meninggalkannya lagi, maafkan aku..." ucap Kyuhyun membuat hati Kai tertusuk dan hancur berkeping-keping. Kai menatap Kyuhyun dan tersenyum penuh kekalahan.

"Akhirnya aku tau dengan jelas siapa yang kau pilih, Kyu." Kai berkata dengan suara pasrah. "Tapi—kenapa? Aku mencintaimu Kyu! Tak adakah...—Bodoh, Kai bodoh sudah jelas jawabannya kenapa kau masih bertanya" Kai berbisik seolah merintih, bola matanya berkaca membiaskan rasa sakit yang tak terperikan. Menatap Kyuhyun seperti anak anjing yang meminta untuk di kasihani dan memohon untuk tidak di buang. Kai sangat berharap meski tau kenyataan dan pada akhirnya tetaplah Kibum yang akan jadi pemenang di hati Kyuhyun. Dan sekali lagi Kai tampak meringis serta mencengkeram dadanya hingga buliran bening mengalir semakin menegaskan kekalahannya.

Kai menatap Kyuhyun sekali lagi, seolah menyakinkan pada dirinya sendiri jika dia sudah tak memiliki tempat dan harapan lagi di hati Kyuhyun. Sementara Kyuhyun menatap Kai sendu dan memalingkan wajahnya ke arah lain. Dan seketika itu Kai ingin memghilang dan berharap jika jasadnya bisa hancur lebur saat itu juga.

Kibum masih bergeming, berdiri di belakang Kyuhyun seolah membiarkan drama luapan perasaan sia-sia Kai. Menatap pemuda tan menyedihkan yang pasrah dan tak bisa berbuat apa-apa.

Sedetik kemudian kakinya melangkah dengan kedua lengan yang terjulur dan tangan yang membentuk gestur untuk mencekik Kyuhyun dari belakang. Eunhyuk yang menyaksikan gelagat aneh Kibum bersiap menebas Kibum seketika jika dia memiliki indikasi untuk membunuh Kyuhyun.

Melihat reaksi Eunhyuk, Kyuhyunpun mulai waspada dan bergerak reflek mengengam erat pedangnya bersiap menghalau serangan Eunhyuk jika memang Eunhyuk berusaha untuk menebas Kibum. Kyuhyun sudah bertekad mati, di tangan Kibum, Kai atau Eunhyuk baginya tak masalah. Kyuhyun sudah siap dengan segala apapun yang terjadi termasuk dengan kehilangan nyawanya sekalipun.

Kyuhyun tak perduli, dia terlalu lelah dengan hidupnya dan untuk sekali saja dia ingin berjuang untuk melindungi Kibum dan orang-orang di sekitarnya.

Juluran lengan Kibum bukannya mendekati leher belakang Kyuhyun melainkan melewati kepala wanita itu dan menekuk lurus melingkari lehernya. Dada bidang bertemu dengan punggung mungil. Rasa hangat saling tersalurkan saat dua tubuh saling menghimpit dengan buncahan kerinduan yang tak terjelaskan.

Kibum memeluk Kyuhyun erat. Mensejajarkan kepalanya di samping telinga Kyuhyun, "Aku mengingatmu, mengingat semua...aku merindukanmu...sangat merindukanmu, Kyu."bisiknya lirih penuh kesenduan.

Kyuhyun terhenyak, tak menyangkah jika Kibum mengatakan kan hal itu dan memeluknya hangat. Rasa bahagia tak terkira bagaikan euforia kemenangan tak bisa di sembunyikan oleh Kyuhyun.

Kyuhyun menatap kosong dengan iris yang membeliak lebar namun tak lama tangannya terangkat untuk menyentuh lengan hangat Kibum, seolah isyarat akan respon bahagia yang dia terima. Sementara bibirnya menyungingkan senyum yang terpancar penuh kelegaan.

"Maafkan aku, aku tak bisa meninggalkannya karena aku mencintainya."ucapnya dengan air mata penuh pancaran sinar kebahagian dan keputusasaan di saat yang bersamaan saat menatap Kai dan Eunhyuk.

[Flashback]

"Ayo pus...kemarilah, tidak tidak jangan menjauh kesana. kau akan jatuh, oke aku akan mundur, tidak ada ancaman untukmu segalanya aman terkendali! Aku bukan monster, tak ada yang perlu di takuti!" seru Kyuhyun di atas sebuah batang pohon dengan tangan terangkat membentuk gestur tanda menyerah, berniat bernegosiasi dengan seekor kucing kecil berbulu emas. "Aku tak akan menyakitimu, percaya deh, aku akan menyelamatkanmu dan setelahnya kita bisa turun dari pohon tinggi menakutkan ini! hoo...jujur saja, aku juga takut di sini, tapi demi kau tak masalah sekalipun, jadi cepatlah kemari kucing sayang!" bujuk Kyuhyun sekali lagi sambil menatap kucing kecil berwarna emas yang terlihat gemetar di ujung ranting. Lama Kyuhyun menanti kucing kecil itu tak kunjung beranjak dari tempatnya membuatnya kehilangan kesabaran.

"Hei kucing bodoh, cepat kesini kalau kau ingin hidup! aku berniat menolongmu bukan membunuhmu tapi kalau kau masih keras kepala, terserah saja. aku akan turun dan kau akan mati di sini sementara aku akan pulang makan sosis dan setangkup roti isi tuna yang enak dengan segelas susu hangat." teriak Kyuhyun marah-marah memprovokasi seekor anak kucing. Pikirnya sang kucing akan mengerti bahasanya dan termakan bujuk rayuan yang dia ucapkan, khas sekali pemikiran dari bocah tiga belas tahun yang kekanak-kanakan.

Wajah Kyuhyun mencerah saat kucing berbulu emas itu perlahan berjalan mendekat ke arahnya. "Bagus, begitu sedikit lagi! Kau pasti bisa sayangku" ucapnya senang dengan perubahan mood yang terbilang mendadak dan meraih sang kucing kecil dan mengendongnya penuh suka cita.

"Jangan takut, kau sudah aman sekarang." ucap Kyuhyun berbisik lirih sambil mengusap bulu kucing kecil itu dengan sayang. Namun saat dirinya berniat turun dari atas pohon, ranting tempatnya berpijak anjlok dan patah dengan bunyi gratak yang mengerikan.

"Mamaaaaaaaaaa..." Kyuhyun menjerit heboh membuat seorang pemuda berkaca mata tebal yang tak sengaja melintas di taman tersembunyi itu terkejut mendengar jeritan Kyuhyun tepat di atas kepalanya. reflek dia berjalan mundur, berniat menghindari timpaan tubuh Kyuhyun, namun sayang kakinya tanpa sengaja menginjak kerikil yang tersebar banyak hingga membuatnya jatuh terjengkang ke belakang di atas semak-semak. Sementara tubuh Kyuhyun jatuh mulus dan mendarat tepat di atas dada pemuda yang menatapnya terkejut dengan beberapa daun yang bersarang di surai segelap malamnya.

Keduanya terdiam, mungkin masih mencerna situasi mengejutkan yang sedang berlangsung dan coba mengumpulkan nyawa yang tercecer karena kaget. Kibum—pemuda bersurai gelap itu tersadar, reflek membenarkan kacamata berbingkai tebal yang melorot dari hidungnya. Saat niatnya ingin menghardik gadis aneh yang tiba-tiba saja jatuh di atas tubuhnya, keinginan itu sirna saat rok milik Kyuhyun tersingkap dan menampilkan celana dalam berenda super seksi yang di kenakan Kyuhyun yang mengintip tidak tau malu di antara pahanya yang terbuka.

Seketika wajah Kibum memanas dan memerah. Kibum membeku sesaat dengan perasaan berdebar aneh, tak lama pemuda itu mengalihkan pandangannya ke arah lain. "Bisakah kau turun dari atasku!"

Kyuhyun mengamati ekspresi Kibum dengan wajah idiotnya dan tersadar jika pemuda culun itu sejak tadi menatapi bagian bawahnya, cepat Kyuhyun merapihkan roknya posesif. "Oh...hei, kau mengintip ya, dasar mesum!" jerit Kyuhyun tak terima dan langsung meloncat dari atas tubuh Kibum. Kibum bangkit berdiri, mengibaskan bercak debu dan dedaunan yang memgotori seragam sekolahnya.

"Aku tidak mengintip, rokmu sendiri yang...ah sudahlah, lagipula bukan hal itu yang ingin ku dengar!" tenang Kibum menimpali dan menatap Kyuhyun dengan tatapan mengintimidasi. "Kau sudah menimpahku, lagipula mengatakan 'maaf' atau 'apa kau baik-baik saja' atau 'terima kaish' apakah terlalu sulit."

"Aku tidak sengaja, lagipula bukan salahku jika aku jatuh di atasmu, dan kau juga berhutang permintaan maaf karena telah melihat celana dalamku. Bukankah kau menikmatinya, harusnya kau juga minta maaf padaku." Kyuhyun berujar keras, sepertinya gadis kepas kepala itu tak ingin di salahkan dan tak ingin rugi juga.

Bayangan celana dalam seksi milik Kyuhyun singgah kembali di dalam kepalanya dan tanpa di undang warna merah sekali lagi merajai kulit wajah seputih salju milik pemuda itu. Kibum menutup bibirnya dengan tangan kanannya. Berusaha menutupi rasa malunya, melihat hal tak wajar itu tak ayal wajah Kyuhyunpun ikut memerah samar.

"Maafkan aku." akhirnya mau tak mau Kibum meminta maaf juga. Niatnya dengan meminta maaf dia bisa segera pergi dari hadapan Kyuhyun dan masalah selesai.

Gadis itu melonggoh, tak menyangkah jika Kibum akan meminta maaf padanya. Sungguh saat mendengar suara Kibum, kegugupan mulai mengusiknya, hingga dia ingin mengumpati mulutnya yang berbicara terbata seperti bocah yang baru paham berbicara. "T—tidak masalah, a—ku juga bersalah. maaf, kita anggap ini selesai." Kyuhyun di serang rasa gugup yang tiba-tiba muncul dan memutuskan pergi dari tempatnya sebelum dia meleleh karena malu di hadapan pemuda culun yang tak di kenalnya.

Sejak kejadian itu tanpa sadar di mana ada Kyuhyun mata Kibum selalu terfokus ke arahnya tanpa di minta, begitupun dengan Kyuhyun. Kadang mereka seolah gengsi dan mengingkari ketertarikan di antara mereka yang bagaikan dua kutub magnet yang saling menarik satu sama lainnya. Namun keduanya seolah enggan untuk mendekat dan menjalin sebuah hubungan dan tertahan oleh spekulasi masing-masing.

Kyuhyun hanya sedikit tak percaya jika ada pemuda yang menyukainya tulus tanpa embel-embel status sosialnya. Kyuhyun hanya terlalu ragu dan takut untuk menerima Kibum dan membuat kisah percintaan mereka berakhir dengan kekecewaan. Sedangkan Kibum, dirinya hanya kurang merasa percaya diri jika di sandingkan dengan Kyuhyun. Karena di bandingkan gadis itu, dia bukanlah apa-apa selain kutu buku yatim piatu. Kibum terlalu tau diri untuk mendekatkan dirinya pada Kyuhyun yang bagaikan seorang putri mahkota yang berharga.

Brak

"Apa-apaan sih, sakit bodoh!" Kyuhyun berdesis sengit saat tiga orang gadis yang sepertinya adalah kakak kelasnya memojokan dirinya di tembok belakang sekolah.

Plak

Satu tamparan mendarat di pipi Kyuhyun dengan lengan kiri sang kakak kelas yang mengunci leher Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa melongoh kaget dan tersenyum bengis.

"Masih belum tau kesalahanmu, pelacur?" desis sang kakak kelas dengan penuh amarah.

Bagi Kyuhyun tak ada ampun bagi siapapun yang berani menyakitinya. Karena mottonya adalah mata di balas mata dan nyawa di balas nyawa. Maka dari itu jika dirinya mendapat satu tamparan maka orang itu harus mati.

"Hei...Bicth, asal kau tau ya, jika Kyuhyun itu selalu benar meski dia salah, jadi berhenti mengumbarkan aroma sampah busuk di sini. Lagipula aku bukan peramal untuk mengetahui segala omong kosongmu." Kyuhyun balas melotot tak terima. Enak saja, Kyuhyun tak pantas di bully dan seharusnya yang paling benar adalah Kyuhyun yang membully bukan sebaliknya karena harga dirinya melarang dia untuk melakukan hal itu.

Tangan sang kakak kelas kembali terangkat, berniat menampar Kyuhyun untuk yang kedua kalinya, namun tangan yang sudah melayang di udara itu terhenti mendadak saat sebuah suara seorang pemuda menghentikannya, "wow...pembullyan?" ucapnya dengan nada kagum. Si murid baru. Pemuda tampan yang menjadi idola dadakan berdiri di sana seolah mengawasi dengan cengiran gusi khasnya.

"Hyuk...ini... Ti—tidak seperti yang kau kira, k—kami hanya sedang bercakap-cakap—antara seorang wanita!" gugup sang kakak kelas, sepertinya gara-gara pemuda itu hingga membuat dirinya membully Kyuhyun saat menyangkah jika menurut rumor bahwa Eunhyuk sedang mengincar Kyuhyun untuk di jadikan kekasihnya membuatnya nekad membully Kyuhyun.

Eunhyuk tersenyum nakal dengan sebuah kerlingan mengoda dan melanjutkan ucapannya, "siapapun yang menang, akan ku jadikan kekasihku!" ucap Eunhyuk sambil memutar-mutar bola basketnya santai, terlihat menikmati perannya menjadi si bajingan brengsek yang mengoda.

Ketiga gadis itu saling menatap, hingga detik berikutnya mereka malah saling bergumul, bertarung sengit layaknya betina tangguh hanya demi seorang brengsek seperti Lee Hyukjae A.K.A Eunhyuk yang terlihat asyik menikmati tontonan menghibur para lady's di sekolah barunya.

"Ya...brengsek, hentikan...aku bahkan tak tertarik dengan monyet bergusi itu, aarrggh...jangan jambak rambutku pelacur, mati kau ya, beraninya kau menarik rambut suciku!" jeritan Kyuhyun marah, tak mampu meredahkan perkelahian ketiga gadis tidak waras yang saling bergumul sengit dan melibatkannya dalam pertarungan anak kecilnya. Hingga perkelahian mereka menjadi tontonan seru murid-murid lainnya dengan sorakan yang menderu bagaikan pertarungan saling membunuh dalam tinju boxing liar di arena.

Kebetulan Kibum melintas dan mendapati Kyuhyun yang telah memenangkan pertarungan tidak seimbang itu dengan sempurna. "Aku tak perduli dengan monyet setan itu asal kalian tau, jadi berhenti melibatkanku dengan urusan kalian atau aku akan mengantung kalian hidup-hidup! Dan kau monyet sialan, awas saja di kehidupan yang selanjutnya kau akan mati di tanganku" Kyuhyun berkacak pinggang seperti ketua preman sambil mengacungkan jari tengahnya ke arah Eunhyuk dengan baju seragam yang terlihat compang camping dan rambut serta wajah berantakan dan penuh lecet.

Krak

Kibum meremas ponsel milik salah satu temannya hingga remuk kemudian mendelik dingin pada salah satu siswa lainnya yang sengaja merekam perkelahian Kyuhyun hingga gadis itu babak belur dengan keadaan yang jauh dari kata pantas untuk di tonton, "Jika sampai ada satu video saja yang tersebar, mati kalian!" ucap Kibum memperingati, berjalan angkuh melepas jas almamaternya lalau menyampirkan di pundak Kyuhyun untuk menutupi baju sobek di lengan kanan atasnya dan dua buah kancing seragamnya yang terlepas entah kemana lalu mengengam pergelangan tangan Kyuhyun yang terkesima dengan kedatangan Kibum yang mirip seperti pahlawan dan membawanya menjauh dari kerumunan.

Sementara Eunhyuk tampak terkekeh dan bersiul Senang, sepertinya hari barunya di sekolah ini akan menjadi menarik karena dua adik kelasnya yang entah mengapa seolah ada ikatan yang memang mengharuskan dia mengacaukan hari kedua juniornya itu. Dan tentu saja dengan senang hati Kyuhyun akan melakukannya.

"Apa yang kau pikirkan?" Kibum berseru sedikit kesal sambil mengiring Kyuhyun ke jalanan, sepertinya Kibum berniat mengajak Kyuhyun untuk membolos. Lagipula belajarpun tak bisa membuatnya fokus untuk saat ini.

"Mereka yang memulai lagi pula mana mungkin aku membiarkan diriku di aniyaya seperti itu, memangnya aku bodoh hingga rela di siksa tanpa perlawanan, lagipula aku menang tau, aku tak selemah kelihatannya." Kyuhyun menjelaskan dengan ada sedikit rasa bangga dalam nada suaranya.

Kibum menghela napas panjang dan menatap wajah babak belur Kyuhyun yang memamerkan senyum ceria, "wajahmu kotor! dasar gadis gila" ucapnya dengan jemari yang refleks mengusap berniat membersihkan wajah kotor Kyuhyun. Keduanya saling menatap hingga aksi saling tatap mesrah mereka terganggu oleh kedatangan bocah berandal dengan cengiran kurang ajarnya.

"Hei...aku tak bermaksud untuk menganggu acara lovey dovey kalian, tapi aku harus memenangkan taruhan ini demi 1000 dolar, demi hidupku kawan. Jadi jangan terlalu membenciku karena ini oke." pemuda tan itu menunduk dan mencium bibir Kyuhyun sekilas dan setelahnya pergi dengan dengan cengiran kemenangannya menuju kedua temannya yang sedang menunggu dengan umpatan paling busuk pada pemuda berkulit tan yang malah asyik berselebrasi dengan lembaran dollar di tangannya. Membuat gadis itu dan Kibum terkesiap hingga tak bisa merespon kejadian yang terasa begitu cepat.

"Bajingan, beraninya dia—" Kibum mengumpat keras, berniat untuk menyusul bocah bodoh yang seenaknya menyerobot ciuman pertama Kyuhyun.

Sedangkan Kyuhyun masih syok di tempatnya, "Kyu, kau tidak apa-apa, sial—aku akan membunuh bocah gosong tak tau diri itu." Kibum berniat mengejar namun di hentikan oleh Kyuhyun.

"Sudah hentikan, astaga kenapa hari ini aku sial sekali." Kyuhyun berujar lemas sambil mengusap sudut bibirnya yang telah tercemar beberapa detik tadi.

"Aku bisa menghajarnya, aku akan menghajarnya, sialan...kenapa kau biarkan dia menciummu, kenapa harus bibir kotornya, sialan.!" Kibum bersunggut-sunggut tak terima dan berjalan pergi meninggalkan Kyuhyun yang melongoh saat mendengar ucapan Kibum.

"Aku bisa menghajarnya sendiri, kau pikir aku selemah itu, lihat saja jika aku bertemu dengannya dia pasti akan mati. Lagipula dia tidak menciumku, dia hanya menyentuh sudut bibirku saja!"

"Apanya yang sudut bibir, dia benar-benar menciummu, apa kau pikir aku buta?" Kibum berteriak keras.

"Kenapa kau marah padaku, Kibum? kenapa? Kenapa?" Kyuhyun mendesak dengan nada tak terima.

"Lupakan!" putus Kibum pasa akhirnya. Membuat Kyuhyunpun tak ingin membantah dan membuat pemuda berwajah kalem itu semakin marah.

Keduanya berjalan beriringan dalam diam dengan tujuan tak pasti di sertai kebisuan yang membuat hati Kyuhyun was-was. Terasa sedikit menakutkan jika Kibum dalam mode seperti ini.

"Hei...katakan sesuatu, apapun—apapun yang bisa membuatku melupakan kemarahanku sebelum aku mematahkan leher seseorang yang kutemui secara random di sini!"

Kyuhyun mendelik lebar, "apa...maksud...hei..." Kyuhyun seolah bingung dengan maksud ucapan Kibum. Seolah otaknya berhenti berfungsi seketika. Lagipula dia bahkan tak tau dan tak mengerti bagaimana caranya membuat cerita garing supaya membuat pemuda irit bicara dan irit senyum itu agar bisa tersenyum dan melupakan amarahnya, Damn—sepertinya Kibum terlalu tinggi memberinya ujian kali ini.

"Hei Kibum lihat, ada anjing alien sedang akrobat sambil ngupil cantik!" Kyuhyun berseru ribut di sertai kehebohan yang terlihat menyakinkan sambil menunjuk kejauhan.

Kibum menoleh pada Kyuhyun dengan tatapan tak percaya dan, "ppfftt—kenapa harus anjing akrobat yang errhh...mengupil, yang benar saja, bagaimana otakmu bisa memikirkan hal paling idiot seperti itu." senyum Kibum perlahan terkembang dan reflek jemari pemuda itu menyentil dahi Kyuhyun.

"Tapi kau tersenyum, kupikir aku sedikit pintar, bukan." Kyuhyun tersenyum cantik ke arah Kibum dengan penuh kebangaan. Kibum mengendikan bahunya dan tertawa semakin lebar.

"Dasar, ayo traktir aku es cream."

TBC

Sedikit lagi bakal tamat, di tunggu lagi next chap masih flasback ya dan di lanjut eksekusi terakhir dan HoKo bakalan tamat.

Jadi sedih wkwkwk tapi lega juga karena hutang kemungkinan bakal berkurang satu.

Oiya jangan lupa komennya ya dan makasih udah setia baca HoKo.

Pai pai guys, see U next time.