"Namaku Rock Lee! Senang bisa bertugas di Kepolisian Jepang!" Seru Lee dengan posisi hormat kepada Kakashi yang sewaktu itu telah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Jepang
"Jadi kau yang namanya Rock Lee" kata Kakashi
"Hai'!" Balas Lee penuh semangat
"Apa kau yakin mau menerima tugas penyamaran ini?" Tanya Kakashi
"Aku sangat yakin, Kakashi-san. Apapun akan kulakukan demi tanah airku!"
"Semangat yang bagus" kagum Kakashi lalu menyodorkan sebuah dokumen
"Itu tugas kerjamu. Kau akan menyamar sebagai anggota mafia. Tugasmu, dapatkan kepercayaan seluruh anggota mafia. Keberadaanmu disana akan sangat membantu Kepolisian 3 tahun ke depan" ujar Kakashi
Lee hanya diam tak mengerti maksud dari atasan tertingginya itu. 'Keberadaanmu disana akan sangat membantu Kepolisian 3 tahun ke depan'?
"Dilihat dari raut wajahmu, sepertinya kau tidak mengerti" kata Kakashi
"Hai'" jawab Lee dengan intonasi biasa
"Dengan adanya dirimu sebagai orang kepercayaan di Akatsuki, maka 3 tahun ke depan kami pihak Kepolisian akan mengirim 2 orang lagi untuk memasuki Akatsuki dengan bantuan dirimu. Setelah itu, misi untuk pencarian bos mafia Akatsuki sebenarnya baru akan dimulai" ujar Kakashi
"Hai'. Wakatta"
.
.
KAZEHIRO TATSUYA
PRESENT
Title :
Mendokusai? Make It Easy!
3
Disclaimer :
Masashi Kishimoto
Created By :
Kazehiro Tatsuya
Pair :
Naruto X Hinata
Warning :
Season 3, Gajeness, OOC, OC figuran, AU, Typo, EYD gak jelas, alur kecepetan (karena ane gak bisa bikin lebih detail), bahasa ancur (mungkin), bikin sakit mata, dan masalah lainnya
Rated :
M
Genre :
Romance, Action, Drama, Family, Mystery, Police, and Sci-fi
.
.
Rock Lee POV
.
*Tap...Tap...Tap...*
.
Aku memasuki sebuah klub yang terletak di pinggiran kota Hokkaido. Klub malam yang bernama Succubus Club. Berdasarkan informasi yang diberikan Kakashi-san, Succubus Club adalah markas pusat mafia Akatsuki
Baru saja aku memasuki klub malam itu, aku langsung dihadiahi tarian erotis diatas panggung dengan penari yang tidak memakai sehelai benangpun. Tarian strip tease yang tentu saja dapat mengundang nafsu
Biasanya mafia identik dengan setelan jas hitamnya. Aku pun mencari orang berpakaian jas hitam. Akhirnya aku menemukan seorang pria bersurai pirang panjang bersetelan jas. Aku pun menghampirinya
"Konbanwa" sapaku sopan
"Apa?" Tanyanya ketus
"Bagaimana caranya agar aku dapat bergabung dengan kalian?"
"Ikut aku"
Tanpa menjawab pertanyaanku, pria bersurai pirang itu melangkahkan kakinya menaiki tangga. Langkahnya membawaku ke lantai 3 Succubus Club
.
*Tap...Tap...Tap...*
.
Aku berjalan mengikuti pria pirang tadi. Ternyata namanya adalah Deidara. Aku mengetahuinya setelah banyak orang menyapanya. Ia berbaik hati mau mengantarku ke kantor Akatsuki yang letaknya ada di lantai teratas Succubus Club
Baru saja sampai didepan pintu kantor, Deidara langsung berhenti karena ada 3 penjaga didepan pintu tersebut
"Siapa dia, Deidara-sama?" Tanya A
"Enyahlah" kata Deidara penuh ancaman
"Hai'" kata A lalu B dan C membukakan jalan untuk aku dan Deidara
.
*Cklek*
.
Setahun Kemudian
.
Sudah setahun aku berbakti untuk Akatsuki demi Kepolisian. Sudah setahun pula aku membangun hubungan yang baik dengan anggota Akatsuki lainnya
Aku baru saja mendapatkan sebuah reward 'orang terpercaya' dari Zetsu. Aku sangat senang. Akhirnya tujuan utamaku sudah tercapai. Aku hanya tinggal menunggu 2 tahun akan berlalu
Tapi...
Kenapa hanya mendapatkan kepercayaan demi adanya 2 personil lagi harus menjadi tugasku? Itu juga bisa disebut sebagai tumbal, bukan?
Tumbal? Jadi selama ini diriku hanyalah tumbal? Kenapa baru sekarang aku menyadarinya?
Bersama Akatsuki membuatku mengerti. Apa yang dimaksud rekan sebenarnya. Bukan seperti Kepolisian yang membuatku seperti tumbal
Tumbal...
.
Waktu menunjukkan pukul 9 malam. Kami Akatsuki tengah berkumpul di ruang kantor Succubus Club
"Jadi, kenapa kau menginginkan kita rapat, Lee?" Tanya Zetsu
Aku terlebih dahulu diam. Memantapkan hatiku untuk mengatakan hal yang kusembunyikan dari rekan-rekanku
"Aku ingin mengatakan hal yang sebenarnya" jawabku
"Apa itu?"
Aku kembali diam. Memikirkan baik-baik. Kalimat apa yang harus kugunakan agar tidak jadi kesalahpahaman. Kemampuan analisaku entah kenapa kali ini tidak dapat kugunakan
.
Normal POV
.
"Sebenarnya aku adalah polisi"
Lee membelalakkan mata saat Kisame yang duduk disampingnya langsung mengunci tangan Lee dan menghantamkan wajah Lee ke meja rapat
"Dasar! Kau membohongi kami selama ini?!" Teriak Kisame
Zetsu memejamkan matanya. Semua anggota Akatsuki menodongkan pistol kearah Lee. Ia mencoba berfikir rasional
"Kau tahu apa yang akan didapatkan seorang mafia jika berbuat kesalahan?" Tanya Kisame
Tentu saja Lee tahu. Hukuman apa yang akan didapatkan jika berbuat salah sudah pernah diberitahukan oleh Zetsu. Yaitu memotong setiap jari tangan disetiap jumlah kesalahan. Jika 1 kesalahan, maka jari yang hilang hanya 1. Jika 3 kesalahan, maka ada 3 jari yang akan hilang
"Kesalahanmu kali ini tidak cukup hanya dipotong jari. Kau harus melakukan Seppuku" lanjut Kisame
Lee membelalakkan matanya. Bukan ini niatnya sebenarnya. Seppuku adalah suatu bentuk ritual bunuh diri yang dilakukan dengan cara merobek perut dan mengeluarkan usus untuk memulihkan nama baik setelah kegagalan saat melaksanakan tugas atau membuat kesalahan
"Kumohon, dengarkan aku terlebih dahulu!" Teriak Lee
"Atau kau ingin ditembak mati saja?" Tanya Sasori dingin
"Lepaskan dia, Kisame" kata Zetsu tiba-tiba
Kisame pun menuruti perkataan Perantara Akatsuki itu
"Jadi, apa yang ingin kau jelaskan?" Tanya Zetsu
Lee membenarkan jasnya yang sudah acak-acakkan berkat kelakuan Kisame tadi. Sekarang ia harus menjelaskan apa maksud ia berkata seperti tadi
"Aku menyadari diriku digunakan sebagai tumbal demi pihak Kepolisian. Aku dipergunakan agar Kepolisian bisa memasukkan 2 personil lagi ke Akatsuki dengan bantuanku"
"Jadi, kau berubah pikiran?" Tanya Zetsu
"Ya. Aku ingin menjadi anggota Akatsuki sebenarnya. Aku rela memberikan informasi dari Kepolisian demi Akatsuki karena bagiku Akatsuki telah menjadi keluargaku sendiri" jawab Lee membuat Zetsu menyeringai tipis
.
.
Setahun Kemudian
.
.
Rock Lee POV
.
Akhirnya sudah 2 tahun berselang aku menjadi mafia Akatsuki. Sudah 2 tahun pula akhirnya aku mendapatkan label kepercayaan dari Perantara Akatsuki, Zetsu
Kini aku beserta anggota Akatsuki lainnya akan pergi menuju markas besar Akatsuki yang letaknya sangat rahasia dikarenakan disanalah bos Akatsuki sebenarnya berada
Jika sudah 2 tahun, maka hanya setahun lagi tugasku sebagai polisi selesai. Maka di tahun ke-4, pihak Kepolisian akan mengirimkan 2 personil yang dimaksud Kakashi
Karena diriku sudah mengumandangkan sumpah setia dihadapan seluruh Akatsuki, maka aku dan Akatsuki akan mulai mempermainkan Kepolisian
Aku akan tetap dikenal mereka sebagai polisi yang menyamar. Tapi dibalik itu sebenarnya aku telah memerangkap mereka. Lihat saja permainanku nanti
2 mobil mini-bus hitam yang membawa kami berhenti disebuah bangunan besar yang dikelilingi penggunungan. Sepertinya inilah markas yang dimaksud
"Masuklah" kata Zetsu yang pertamakali memasuki gedung besar yang penjagaannya super ketat itu
Aku pun memasuki gedung besar itu bersama rekan-rekanku di Akatsuki. Zetsu menuntun kami menuju sebuah ruangan khusus
Masuklah kami kedalam ruangan itu. Aku mendapati sebuah kursi seperti singgasana raja. Aku menaikkan sebelah alisku saat pria merah yang duduk di singgasana malah membungkuk hormat ke Zetsu
"Selamat datang, Zetsu-sama" salam pria bersurai merah itu
Pria itu pun turun dari singgasananya. Dia pun berdiri di hadapan kami semua
"Kerja bagus, Nagato" kata Zetsu menyodorkan tangannya berniat bersalaman. Tanpa ragu Nagato balas menyalami Zetsu
"Dia adalah Adagaki Nagato. Bos palsu Akatsuki" ujar Zetsu
"Palsu? Lalu siapa bos sebenarnya?" Tanya Lee
Zetsu dan Nagato akhirnya selesai bersalaman. Zetsu pun membalikkan badannya menghadap rekan-rekannya
"Dia sudah dipenjarakan. Namanya adalah Yahiko. Biasa dipanggil Pain. Ia telah meracuni seorang wanita yang merupakan ibu dari seorang pria yang telah memiliki hutang dengan Akatsuki. Karena ia telah membunuh ibu pria itu, ia dihajar oleh pria tadi dan dipenjarakan" ujar Zetsu
Lee tidak begitu terkejut. Zetsu pun menyeringai seperti biasa. Sedangkan Nagato mengamati Lee sedaritadi
"Lee, maukah kau menempati posisi bos sebenarnya di Akatsuki? Akatsuki akan menjadi milikmu sepenuhnya"
.
-_Mendokusai? Make It Easy! 3_-
.
.
Rock Lee POV
.
"Yo"
Naruto dan Sasuke langsung menoleh ke arahku saat suaraku mengintrupsi mereka yang sedang menyiapkan perlengkapan di kamar Naruto
"Kau lama" kata Sasuke
"Maaf saja. Hari ini aku tidak cuti. Butuh beberapa alasan agar aku bisa keluar untuk sementara" ujarku
Benar memang kalau aku harus memberi alasan agar Zetsu memperbolehkanku mengikuti permainan mereka. Aku harus membuat apa yang mereka lakukan tidak berhasil menangkap Kakuzu
"Kurasa orang kepercayaan tidak akan susah meminta izin" kata Sasuke ketus
"Mmmm...kurasa kau benar" kataku lalu mengalihkan perhatiannya ke Naruto
Seketika mataku kubuat berbinar kagum agar sandiwara ini dapat lebih real di mata mereka
"WOW! Aku melihat H2 sekarang!" Kagumku berpura-pura saat melihat Naruto yang mengenakan seragam baru H2
.
SKIP TIME
.
Kami bertiga akhirnya sudah berada dibelakang hotel dimana Kakuzu tinggal. Aku sudah menyiapkan semua ini. Aku harus membuat mereka masuk hotel melalui jendela di lantai 4. Setibanya di lantai 6, aku harus membuat mereka berpencar sementara aku harus dipilih menyusuri jalan kanan dimana kamar Kakuzu disana sementara jalan kiri dan lurus telah ditunggui oleh anak buah Kakuzu
"Target kita adalah Kakuzu"
Aku manggut-manggut mendengar perkataan Naruto selaku pemimpin dalam misi penyamaran ini
"Lee, apa kau pernah kesini sebelumnya?" Tanya Naruto kepadaku
Tentu saja aku pernah ke sini sebelumnya. Tapi aku harus berbohong agar Kakuzu bisa kabur
"Walaupun aku telah menyamar selama 3 tahun demi adanya kalian berdua di Akatsuki, aku tidak diperbolehkan berkunjung ke kediaman masing-masing anggota. Itulah peraturan Akatsuki" jawabku berbohong
"Souka...Dengan begini, kita tidak perlu khawatir lagi dengan keamanan kita di apartemen, dobe" kata Sasuke
"Kau benar" balas Naruto sambil memegang dagunya sendiri
Yang benar saja. Dengan adanya diriku, kalian tidak mungkin aman di apartemen kalian. Kapan saja Akatsuki bisa memergoki kalian sedang membicarakan kami
"Shika, nomor berapa kamarnya?" Tanya Naruto
Ternyata ia bertanya dengan rekan hackernya. Andai saja ia bertanya padaku, sudah dipastikan aku menjebaknya
"Begini saja. Kita akan masuk dari cerobong asap agar terhindari dari CCTV" kata Naruto
"Setuju" kata Sasuke
Mereka berdua mulai berdiri. Lewat cerobong asap maka diluar rencanaku. Aku harus membuat mereka masuk dari lantai 4
"Tunggu dulu" kataku
"Kenapa?" Tanya Sasuke
"Kurasa lewat cerobong asap bukanlah ide yang bagus"
"Kenapa kau bisa berkata seperti itu?" Tanya Naruto
"Apa kalian tidak berpikir apa yang akan terjadi setelah itu? Bagaimana jika ada pemilik kamar yang memasak sehingga mengeluarkan asap. Asap itu langsung naik ke cerobong. Tapi jika ada yang menghambat yaitu tubuh kita, maka asap tersebut akan kembali ke dalam kamar membuat pemilik kamar akan protes ke staf hotel sehingga staf hotel akan memeriksa. Hal itu membuat kita menjadi repot" jawabku mencoba meyakinkan mereka
"Kau benar juga. Itu sangat merepotkan" kata Naruto manggut-manggut
"Tipemu sekali bukan?"
"Hm. Aku tidak suka hal yang merepotkan" jawab Naruto lalu menutup kepala atas dengan kerudung jaket hitamnya dan melekatkan masker di wajah tampannya
"Kalau begitu, kita masuk dari jendela lantai 6" ujar Naruto
"Itu juga bukan ide yang bagus juga" kataku kembali memprotes ucapan Naruto. Bagaimana pun juga aku harus membuat mereka masuk lewat lantai 4
"Kenapa lagi?" Tanya Naruto
"Disana terpasang banyak CCTV"
"Aku tahu kau bisa meretasnya. Kendalanya terletak di penjaga yang menjaga disepanjang lorong lantai 6. Kau tahu? Lantai 6 di hotel ini khusus orang ber-uang sehingga pemilik hotel memberikan keamanan tinggi bagi pengunjung lantai 6"
"Jadi kau takut?" Tanya Sasuke
"Masalahnya bukan karena takut. Tapi jika kita membuat keributan, maka alarm akan dibunyikan" jawabku
"Bukankah alarm termasuk bisa diretas?"
"Bukan alarmnya yang kita waspadai. Tapi CCTV-nya"
"Kau meremehkan kemampuanku?"
"Kuulangi kembali. Lantai 6 di hotel ini khusus orang ber-uang sehingga pemilik hotel memberikan keamanan tinggi bagi pengunjung lantai 6. Bukankah dengan hilangnya kontak CCTV di lantai 6 akan membuat penjaga monitor curiga? Analisalah dengan baik"
"Baiklah. Kita masuk dari jendela lantai 4" kata Naruto tenang
"Itu baru cocok" kataku sambil mengacungkan jempolnya
.
.
*Tap! Tap! Tap!*
.
Akhirnya perpotongan 4 lorong yang kumaksud datang juga. Aku harus membuat mereka berpencar dan aku harus dipilih menyusuri jalan kanan
"Ada 3 pilihan" gumam Naruto melihat 4 perpotongan jalan
"Apa kita harus memeriksa satu persatu agar tidak terpisah?"
"Itu ide bagus. Darimana kita memulainya?"
"Bagaimana dari...-"
"Sebaiknya kita berpencar" kataku tiba-tiba saat mereka merencanakan untuk memeriksa satu per satu
"Kurasa berpencar bukan pilihan yang bagus karena hadangan mungkin akan ada"
"Menurutku, lebih cepat lebih baik. Bukankah kita ada HT?" Tanyaku membuat Naruto dan Sasuke diam
"Baiklah. Kita akan melakukan seperti apa yang kau pikirkan" ujar Naruto sedangkan Sasuke mengangguk setuju
"Aku akan pilih kiri. Sasuke lurus. Dan Rock Lee kanan. Sekarang berpencar" kata Naruto dan langsung lari
Aku dan Sasuke diam di tempat. Semua sesuai rencana. Aku pun menoleh ke polisi bodoh disampingku
"Apa yang kita tunggu?" Tanyaku
Tanpa menjawab pertanyaanku, Sasuke langsung melesat lurus ke depan meninggalkanku sendirian
.
Normal POV
.
*Cklek*
.
Seorang pria bob memasuki kamar Kakuzu. Pria yang punya kamar sedang menyiapkan segala keperluannya untuk segera kabur
"Mana kunci mobilnya?" Tanya Kakuzu
"Ini" jawab Lee lalu memberikan sebuah kunci
"Apa kau sudah membuat 2 polisi itu kerepotan?" Tanya Kakuzu
"Sudah. Kau bisa keluar dari hotel ini dengan santai"
Kakuzu pun keluar dari kamarnya. Menuju lift diikuti Rock Lee
"Saat dimana kau harus berpura-pura mengejarku?" Tanya Kakuzu saat mereka berada di dalam lift
"Saat penghalang terakhir Sasuke menyerukan kata 'Brengsek' itu berarti kode agar aku kembali bersandiwara
.
*Ting*
.
Lift pun berhenti. Sudah ada puluhan anak buah Kakuzu dengan dandanan babak belur yang dibuat-buat agar mereka terlihat seperti dihajar oleh Rock Lee
Kakuzu pun keluar dari kawasan hotel. Ia memasuki mobil hitam mini-bus
"Brengsek!"
Akhirnya kode untuk Lee segera bersandiwara dikumandangkan. Anak buah yang berdandan babak belur pun mulai ikut akting. Ada yang sudah jatuh terkapar, ada yang pingsan dan ada yang masih pura-pura berkelahi dengan Rock Lee
"Mana dia, Lee?!" Tanya Sasuke saat Rock Lee sudah selesai berkelahi yang hanya sekedar akting
"Dia mencoba kabur. Ayo kita kejar!"
.
Kebohongan Rock Lee berlanjut setelah tertangkapnya Kakuzu. Tertangkapnya Kakuzu berarti tugasnya gagal. Ia gagal melindungi anak buahnya
"Ternyata bos Akatsuki bukanlah Kakuzu" gumam Sasuke
"Tentu saja bukan dia" batin Lee kesal
Lee mendapati Naruto yang menengok arlojinya. Entah kenapa Rock Lee terasa ingin menonjok wajah pria bersurai putih itu
Salahsatu personil polisi lengkap dengan seragamnya datang menghampiri mereka. Ia terlebih dahulu hormat
"Kalian diminta Kepala Polisi Jepang untuk segera menangkap Tobi malam ini juga"
"Apa? Tidakkah ada waktu kami untuk beristirahat?" Tanya Lee mencoba kembali berakting agar anak buahnya tidak tertangkap lagi
"Tidak bisa. Karena mungkin hanya di hari ini kalian off bertugas" jawabnya
"Tidak apa Lee. Sebaiknya kau kembali ke markas Akatsuki. Biar aku dan Sasuke yang menanganinya" kata Naruto
Bingo! Akhirnya Naruto terperangkap aktingnya. Ia menunggu perkataan seperti itu agar ia dapat memberitahukan Tobi untuk segera melenyapkan narkobanya sekaligus bersiap-siap kabur
"Kalian yakin?" Tanya Lee
"Hm" jawab Naruto
Lee berdiri dari duduknya. Ia harus pergi secepatnya menemui Tobi dan merencanakan bagaimana cara membunuh Naruto dan Sasuke
.
.
.
.
.
TO BE CONTINUED
.
.
.
.
.
AUTHOR NOTE :
Gomenasai, minna-san!
Maaf karena chapter 26 ini sangatlah pendek seperti yang saya katakan sebelumnya di A/N chapter 25
Jika ada kekurangan, mohon maaf.
Manusia tidak luput dari kesalahan
Terima kasih atas Favorites, Follows, dan Reviews, minna-san
Silahkan tinggalkan jejak :v
.
.
.
.
.
.
.
.
.
KAZEHIRO TATSUYA
Chapter depan kembali ke cerita utama
