KP: Chap ini ada sekitar 14 halaman (gak termasuk bakomnya author maupun balesan review)
Oiya, chapter ini kesannya mulai rada serius. Yang nggak mau Kyuubi ditekan alias keliatan lemah di tangan Itachi, skip aja sampe nemu batas pertama 'KucingPerak'.
Btw, di chap ini juga bakal muncul rivalnya Sasuke …
Sasuke: Haku, maksud loe?
KP: Nay~. Bukan. Dia mah rival u soal Minato, yang bakal muncul kali ini rival u dalam urusan Naruto …
SasuNaru: Eeeeh? Akhirnya elo munculin orang ketiga di antara kami?
KP: Orang ketiga? Haha! Gak sesederhana itu, kale! Eh, tapi kalo dari chap ini, emang keliatan cuma segitu sih. (maksud?)
Eh, Kushina juga ada! Walo masih dikit~
Chapter 25: Cemburu gueeee~ …
"Hhh … hh … hh … " Kyuubi ngos-ngosan n bangkit perlahan, sambil megang sisi lengan kanannya yang membiru akibat jatoh dengan keras di atas meja tadi. Hal itu keliatan jelas karna dianya lagi make baju lengan pendek.
Tangan kanan Kyuubi lalu terangkat n nyeka keringat di dahi n dagu dengan wrist-band merah yang doi pake di situ. Pistol peraknya yang kehabisan peluru tergeletak begitu aja di bawah white board. Entah sejak kapan tuh benda kelempar ke sana. Doi lagi nggak bawa pistol bius.
"Hha … haha … "
Suara tawa perih barusan bikin Kyuubi kembali waspada.
"Hahahaha!"
Itachi ketawa. Uzumaki tadi emang cuman setengah ngeduga kalo tuh cowok bakal pingsan. So dia nggak terlalu kaget pas Itachi masih sadar n mulai berdiri lagi kayaq sekarang. Padahal gue udah nyerang titik vital di rahangnya. Apa tadi gue meleset?
"Elo emang nggak ada matinya, yaaa … ?" Itachi senyum, terus ngegemeretakkin lehernya sampe bunyi 'kretek-kretek', kayaq patah aja. "Well … emang itulah salah satu hal yang gue suka dari loe."
Jeda sejenak.
"Dulu kita emang equal. Tapi, sekarang … gue terus terang aja, deh … ". Dia ngarahin telunjuknya ke Kyuubi. " … kalo sebenernya … elo lebih lemah dari gue."
Petir.
Barusan bagaikan ada petir yang menyambar di benak Kyuubi. Dia marah banget ngedenger kata-kata itu.
"Gue … 'lemah' kata loe … ?" Dia geram.
"Kalo dikategorikan dalam kelompok manusia biasa, elo emang termasuk kuat. Tapi, nggak kalo dalam kelompok manusia penguasa Ninpo."
Kedua tangan Kyuubi mengenggam, keras. "Ninpo lagi, ninpo lagi … GUE NGGAK PEDULI! ELO SALAH! GUE LEBIH KUAT DARI LOE!" Dia pun kembali menerjang ke arah Itachi. Tapi, cowok tsb segera menghilang dari hadapannya. Bikin doi terbelalak dengan kecepatan tsb.
'BRUGH!'
Itachi yang entah sejak kapan ada di belakangnya, nyeret n ngedorong dia sampe setengah badannya terhempas ke atas meja dosen di kelas tsb. Tangan kirinya menahan kedua tangan Kyuubi di belakang. Sedangkan yang kanan menekan punggungnya supaya tetap di tempat.
"Sekarang elo udah sadar kalo elo salah?" tanya Itachi, raut mukanya mulai keliatan sebel atas kekeraskepalaan nih cowok. "Akui aja kalo elo emang lebih lemah dari gue."
"Nggak! Kalo gue bilang gue lebih kuat dari loe, berarti gue emang lebih kuat dari loe!"
"Kyuubi, elo mulai nggak rasional, deh." Itachi muterin bola matanya, nggak habis pikir. "Dengan situasi ini, mustinya elo udah nyadarin kenyataan itu, kan?"
Kyuubi makin ngamuk mo ngelepasin diri darinya. Dia nyoba mengangkat tubuhnya, tapi gagal. Coz Itachi menekannya dengan kuat. Ngelepasin kedua tangannya pun susah. Padahal Itachi cuman menahan kedua lengannya pake satu tangan.
"Percuma … . Sudahlah, nyerah aja."
" … "
Sunyi.
Yang kedengaran cuma suara nafas Kyuubi yang ngos-ngosan lelah.
" … "
"Gue … nggak lemah … " Sang Uzumaki mulai kembali bicara. Tapi suaranya kedengaran lirih.
Itachi angkat alis.
"Gue nggak lemah … " kali ini suara Kyuubi kedengaran lebih keras. "GUE NGGAK LEBIH LEMAH DARI LOE!"
"Kyuubi, mengakui kekurangan diri itu salah satu cara buat melangkah maju. Elo udah musti mulai ngurangin ke-superiority complex-an loe itu dari sekarang." Itachi makin erat megangin dia. "Kalo gengsi loe setinggi ini, sampe kapan pun loe nggak bakal bisa ngutarain perasaan loe ke Gaara."
"Jangan sok tau, loe!"
"Gue tau elo takut ditolak! Iya kan!" balas Itachi, keras. Kyuubi langsung terdiam. Jarang banget dia ngeliat Uchiha satu ini ngebentak, kalo bukannya nggak pernah sama sekali. Biasanya kalo Itachi ngomong selalu aja dengan nada santai, main-main, or semacamnya. Nggak kayaq gini.
" … Gue … takut … ?"
"Ya."
Dahi Kyuubi makin mengerut.
"JANGAN SEMBARANGAN!" Dia kembali berontak. "NGGAK ADA YANG GUE TAKUTIN! GUE NGGAK PERNAH TAKUT! GUE JUGA NGGAK LEMAH! GUE NGGAK PUNYA KEKURANGAN!"
"Kyuubi … "
"GUE NGGAK PERNAH SALAH! GUE SELALU BENAR!"
"KYUUBI!"
Itachi mempererat cengkramannya, bikin cowok tadi meringis kesakitan. "Denger … " Uchiha tsb agak menunduk n ngomong di telinga kiri Kyuubi, bikin tubuhnya jadi nempel punggung cowok itu. "Superiority loe udah kegedean. Kalo terus dibiarin … ntar jadi berkembang makin parah. Ujung-ujungnya kemungkinan besar loe cuman bakal nyakitin orang-orang yang loe sayangi. Termasuk Gaara."
"Gue nggak bakal mungkin nyakitin dia!"
"Masa? Bukannya barusan tadi elo nyodok lehernya? Salah tenaga sedikit aja, dia bisa mati, tau."
"Ugh … "
Itachi kembali berdiri, walau dianya masih nahanin badan Kyuubi di meja.
"Gue khawatir ama elo, Kyuubi. Elo yang sekarang ini kayaq hewan karnivora yang jatuh cinta ama hewan herbivora. Terus terang, gue ngerasa elo nggak seharusnya punya kemauan buat bersatu ama Gaara." Raut mukanya berubah datar (tapi Kyuu nggak bisa liat karna masih ditahan).
"Apa loe bilang … ?"
"Elo ama Gaara tuh terlalu beda. Gaara orang yang cinta damai n nggak suka ama apa yang namanya kekerasan. Sedangkan elo sebaliknya. Gue yakin selama ini loe berdua sering cekcok, iya kan?"
" … "
"Kalo elo mo bersatu ama dia, elo musti ngebiasain 'makan rumput' kayaq dia. Jadilah herbivora juga."
" … "
" … walau gue rasa itu bakal sulit. Karna elo tipe orang yang pengen orang lain ngebiasain diri dengan loe, bukannya ngebiasain diri loe dengan mereka."
" … "
"Tapi, masalahnya di sini beda. Kalo elo yang berusaha berubah n misalnya itu berhasil, gue bisa jamin hubungan loe berdua bakal lancar. Tapi, kalo elo maksain dia yang berubah demi elo … dia nggak bakal tahan, n dia cuman bakal berakhir jadi makanan loe, Kyuubi."
" … "
"Tapi gue lain lagi. Gue bisa tahan ama loe. Karna kita 'sejenis'."
"Aaaahh! Elo ini ngomong apa sih! Jangan sok gitu deh! Elo nggak tau apa-apa soal kami! Seenaknya nganalogikan gue ama dia kayaq binatang!"
Itachi ngehela nafas, berat. "Pokoknya … pikirin aja kata-kata gue barusan."
"Hah? 'pokoknya' kata loe? ELO MERINTAH GUE?"
"Masa kata sesederhana itu aja juga ngefek ke elo, sih? Wah, elo emang beneran udah parah, nih … "
Kyuubi kembali berontak lagi buat ngelepasin diri.
"Kenapa loe nggak mau ngakuin aja kekurangan loe, hah? Di dunia ini nggak ada orang yang bener-bener sempurna." Itachi lagi-lagi menahannya tetap di tempat dengan kuat. "Di atas orang yang kuat, masih ada yang lebih kuat. N dalam hal ini, gue ada di atas loe, Kyuubi."
"NGGAK! ITU NGGAK BENAR! ELO NGGAK DI ATAS GUE!"
Itachi kembali muterin bola matanya lagi, ngehela nafas. "Tau nggak … " Dia nunduk lagi untuk ngomong di dekat telinga Uzumaki. "Kalo gue mau, gue bisa aja nge-rape elo sekarang, saat ini juga, di kelas ini, di meja ini. Kalo itu satu-satunya hal yang bisa bikin elo sadar kalo gue emang ada di atas loe … "
Mata merah Kyuubi membesar. Dalam hati, dia makin panik. Tapi, dianya juga nggak mau mengaku kalah.
"Elo … nggak bakal berani … "
"Apa itu tantangan … ?" tanya Itachi, angkat alis. Tangan kanannya mulai turun n bergerak masuk ke dalam kaos orange gelap yang dipake ama tuh cowok. Dia lalu meraba sisi kanan tubuh itu, dari pinggang ke atas.
Kyuubi merinding ngerasain tangan yang dingin itu di tubuhnya yang hangat. Dia menggelepar, hebat. Kyuubi menaikkan badannya, mo bangkit. Tapi Itachi masih aja menindih punggungnya di situ, ngegunain berat badannya buat nahanin dia. "Berhentilah berontak." Bisiknya. "Elo cuman bikin gue tambah horny, my devil~ … " doi mulai mencium perbatasan leher n pundak tuh cowok.
Kyuubi terkesiap.
"D-DASAR MESUM!"
Doi ngejauhin kepalanya, mo ngehindar. Tapi tentu aja itu percuma.
"Biasanya gue bukan orang yang mesum, koq. Cuman ama elo aja gue jadi gini." Itachi tertawa kecil. "N gue yakin, elo sendiri juga bisa jadi mesum kalo ama Gaara, iya kan?" Dia lalu ngegigit leher itu, lumayan keras. Sampe berdarah dikit.
"Ggh … ." Kyuubi meringis, sakit. "B-Brengsek … ."
"Gue cuma ngasih tanda ke elo, koq." Bisik Uchiha, di telinganya. "Ini cuma baru awal … " Doi ngejilat darah n bekas gigitan itu. Bikin merinding. Tangan kanan Itachi bergerak lagi turun … kali ini megang ikat pinggang n melepasnya.
"Elo yakin nggak mau nyerah? Gue serius, lhooo … " bisik Uchiha lagi, sementara tangannya merayap meraba perut Kyuubi, hingga ke pinggang. Mo ngelepas celana itu.
" … !"
Kancingnya udah lepas.
Itachi mulai memegang restletingnya, bersiap menarik benda itu ke bawah.
"Ja-Jangan … "
Akhirnya Kyuubi mulai ngomong lagi.
Gerakan Itachi terhenti. "Hmm? Kurang keras, my devil … " bisiknya senyum, sambil menarik pelan restleting celana tsb ke bawah.
Muka Kyuubi langsung horror.
"JANGAN!" Serunya, nyaring.
Tubuhnya gemetar.
"Gitu dong." Cowok di atasnya kembali berbisik. "Sekarang, akuilah … kalo elo emang lebih lemah dari gue … "
" … "
"Ayo~" desak Itachi, ngenarik full restleting itu. Trus mulai megang karet elastic di baliknya. Bersiap mo menarik boxer sekaligus dengan celana panjangnya.
"STOP!" Teriak Kyuubi, panik.
Itachi stop.
" … stop … cukup … jangan … " suaranya kedengaran lirih.
"Lalu … mana pengakuan loe … ?"
Kyuubi nelen ludah sejenak.
"G-gue … "
"Ayooo … "
"… gue … " Tiba-tiba aja cowok tadi ngerasa tenaganya seolah terkuras habis. " … lebih … lemah …" ucapnya, makin kecil.
Itachi tersenyum penuh kemenangan ngedenger itu.
"Kyuubi!"
Tiba-tiba kedengaran suara seseorang di ambang pintu kelas.
Akamizu Gaara.
Dia keliatan ngos-ngosan n keringetan habis lari.
"What the … ?"
Ranselnya jatoh begitu aja dari bahu kanan. Kedua bola mata aquamarinenya terbelalak ngeliat situasi itu.
Situasi di mana Uchiha Itachi menindih Uzumaki Kyuubi di atas meja dosen, dengan sebelah tangan Itachi yang megang sisi pinggul cowok di bawahnya, bersiap menarik turun celana tsb.
Dari ekspresi Kyuubi, bisa dipastikan kalo cowok itu sama sekali nggak suka dengan perlakuan tsb. (Gaara liatnya dari samping)
"Hai, Gaara." Sapa Itachi, noleh ke dia sambil senyum. "Elo ngeganggu acara kami, nih. Gimana kalo elo pergi aja dulu, hm?"
Kyuubi menutup matanya, keras. Dia lalu ngalihin pandangan ke samping. Nggak mau diliat. Dia malu banget kepergok ama Gaara dalam kondisi begini. Sial, gue keliatan lemah di depan matanya … . Doi jadi nggak yakin musti ngerasa lega or marah atas kedatangannya. Kyuubi nggak mau keliatan lemah di depan uke incerannya, sih!
Dahi Gaara mengerut, marah. Matanya juga keliatan menajam. Sebuah ekspresi emosi nggak suka mulai terlihat di wajahnya. Ekspresi yang biasanya hanya dia tunjukkan ke Kyuubi. Itachi sampe tertegun ngeliatnya.
"Tolong menyingkir darinya, Uchiha Itachi-san … " suaranya datar, tapi tersirat kemarahan di dalamnya.
"Hoo? Ada uke yang lagi mo nyelametin semenya, nih." Sang Uchiha kembali tersenyum, setengah ngeledek. "Seme loe aja nggak bisa ngalahin gue. Yakin elonya bisa?"
"Kalo elo mau berantem, gue nggak bakal lari. Tapi, gue sama sekali nggak ada niat buat berantem ama loe. Gue cuman minta elo menyingkir darinya. Lagian … gue ama Kyuubi nggak punya hubungan kayaq gitu."
"Lalu kenapa loe keliatan marah, huh?"
Mata merah Kyuubi kembali membuka ngedenger pertanyaan Itachi ke Gaara barusan.
Akamizu tadi jadi speechless sejenak. "Itu karna … " Doi ngeliat ngalihin pandangannya ke lantai, sebelum kembali menatap mata hitam tsb. "Itu karna Kyuubi temen gue. N jelas-jelas dia nggak suka ama perlakuan loe sekarang. Jadi, gue ngerasa punya kewajiban buat nolong dia."
Temen … ?. Entah kenapa kata itu sama sekali nggak kerasa ngelegain hati Kyuubi. Malah jadinya bikin dia kecewa.
Sunyi.
"Ahahahahahh!" Itachi ketawa-ketawa, nepuk dahi. Dia pun ngelepasin n menyingkir dari cowok di bawahnya. "Oke. Gue bakal menyingkir dari 'temen' loe. Seenggaknya untuk sementara ini … "
Kyuubi merosot terduduk di depan meja, wajahnya tetap teralih, nggak mau ngeliat Gaara yang masih ada di ambang pintu. Tangan kirinya mencengkram bekas gigitan di perbatasan leher kanan.
Itachi yang jalan ke arah pintu, berenti sejenak buat nepuk pundak Gaara dua kali. "Hati-hatilah dengannya … " bisik cowok itu, lalu kembali jalan. Keluar. Gaara noleh ke dia dengan pandangan tanya. Tapi doi nggak sempat nanya apa maksudnya coz sekarang kondisi Kyuubi lebih penting untuk ditanyain.
"Kyuubi." Dia bergegas menghampirinya. "Loe nggak papa, kan?" tanyanya, megang kedua pundak cowok yang masih nggak mau menatapnya itu, agak membungkuk. Dia cemas.
'BUG!'
"Ugh!"
Kyuubi memukul sisi pinggangnya dengan lengan kanan, kesal. Gaara sampe jatoh teduduk karnanya.
Cowok berambut merah tadi meringis, megangin pinggangnya. "Elo ini kenapa sih, Kyuu-!"
Sebelum Gaara sempet ngeliat mukanya, Kyuubi langsung berbalik n memeluknya yang terduduk itu, erat.
"-bi?" sambung Gaara, kaget. Jantungnya deg-degan. Oh my … berhentilah deg-degaaan! . Dia lalu menyadari kalo restleting celana Kyuubi masih terbuka! Walau boxernya masih aman di baliknya, sih … . Tapi, tetep aja … hal itu bikin dia ngerasa panik 'dalam artian yang berbeda'.
"K-Kyuubi, betulin dulu cela-"
"Gue nggak lemah … " bisik Uzumaki sulung itu, serak.
"Hah … ?"
" … gue nggak lemah … gue sama sekali nggak lemah." sambungnya, lirih. Doi meluk dada n kepala tuh cowok, bikin dagu Gaara jadi 'nyangkut' alias nempel ke bahunya. Gaara bisa ngerasain bahu itu bergetar. Kyuubi … ?. Gaara memeluk balik punggung itu, pelan. Dia … nangis … ?
"Dia salah … . Si brengsek itu salah … . Gue yang benar … gue nggak pernah salah … "
"Kyuubi …?" Gaara jadi cemas banget dengan keadaannya. Rasa panik karna celana Uzumaki yang setengah berantakan tadi jadi berganti ama perasaan panik ama keadaan mentalnya cowok itu. "Apa yang terjadi tadi … ?"
"Gue nggak bakal nyakitin elo … gue nggak bakalan bisa nyakitin elo … nggak … nggak … nggak … "
"Eh … ?"
'GRT!'
"Agh!"
Pelukan Kyuubi makin erat. Cowok tadi jadi terkesiap, susah nafas.
"K-Kyuubi, to-tolong lepasin. Se … sak~ … "
"Diam … diam … diam … " Uzumaki tsb menggeleng, masih memeluknya. Ucapan-ucapan Itachi tadi serasa berputar di kepalanya. Suara Gaara udah nggak kedengaran lagi. " … diam … diam … diam … "
"A-aduh!" Pelukan Kyuubi makin keras aja. "Kyuubi ... ugh, elo … kena … pa … ?"
" … diam … diam … diam … DIAAAAAM!"
KucingPerak
Saat itu, di dalam Limousine hitam, di jalan raya.
Itachi terbaring lelah. Kepalanya di atas pangkuan Deidara, sedangkan bagian pahanya di atas pangkuan Sasori. Lengan kirinya di tas perut, sementara yang kanan di atas mata. Luka-luka habis berantem ama Kyuubi tadi habis diobatin. Bukan luka yang parah, sih. Tapi lumayan merah-merah.
"Bukannya hari ini loe cuman mo ngasih tau Uzumaki soal jadwal kita yang sekelas dengannya? Kenapa ujung-ujungnya malah jadi berantem plus bolos kuliah gini?" tanya anak buah sekaligus sobat blondenya, lengkap dengan earphone di kedua telinga.
Itachi ngehela nafas. Matanya masih ketutupan ama lengan kanan. "Habisnya … kalo gue tetep masuk kuliah hari ini, Kyuubi bisa makin stress." Dia ketawa sejenak. "Walo gue rada ragu mereka bakal tetep masuk jam pelajaran selanjutnya habis kejadian itu, sih … " Kalo Itachi bolos, SasoDei juga ikutan bolos. "N soal kenapa kali ini gue mau ngelayanin dia berantem … itu karna gue cemburu."
Deidara n Sasori saling pandang ngedenger itu. Itachi yang nggak masalah ngebiarin calon pacarnya selingkuh bisa cemburu juga?
"My devil bisa semarah itu cuman gara-gara gue nyium dia tepat di depan Gaara … "
"Bisa aja karna dianya malu elo ngelakuin itu di depan anak-anak lain kan? Inget, bukan cuma Gaara yang ada di situ." Ucap Sasori, nenangin.
"Mm-hmm … " Itachi ngegeleng dikit, masih berbaring. "Tapi … dia bisa semarah itu pasti karna disaksikan oleh orang yang dipedulikannya banget. Dia nggak bakal terlalu peduli ama pendapat orang lain kecuali orang-orang yang 'spesial' baginya."
"Kenapa loe pikir gitu?"
"Karna gue pikir emang gitu?" jawab Itachi, bikin dua temennya ngehela nafas panjang.
"Lalu … kenapa tadi loe ngomong kayaq seolah mo nyuruh Uzumaki supaya buruan nembak Gaara, hah?" tanya Deidara, herman. Tadi doi n sang pacar ngedenger semua percakapan Itachi n Kyuubi di kelas. Dia n Sasori saat itu nggak bener-bener pergi. Mereka nungguin sang boss di deket pintu kedua yang ditutup, pintu yang berbeda ama yang dimasuki Gaara.
"Iya, tuh. Gimana kalo Gaaranya juga suka dia? Elo udah nggak ada harapan lagi, Itachi." Sambung Sasori, ikutan heran.
Itachi tersenyum. "Bukannya 'kalo gimana' lagi Saso. Si Gaara emang udah mulai ada rasa ke Kyuubi, koq."
"Eh?" Deidara n Sasori kaget. "Bukannya dia homophobic?"
"Kayaqnya udah sembuh, tuh. Cara yang paling cepat buat ngilangin homophobia emang jatuh cinta ama homo itu sendiri, yaaaa? Dalam hal ini: jatuh cinta ama sesama cowok juga … " Itachi tertawa kecil. "Hal itu emang sulit kejadian. Tapi, bukannya nggak mungkin. Yaah~, kalo ada orang-orang tertentu yang memandangnya dalam sudut lain, mereka bakal bilang kalo itu merupakan takdir or cobaan dari Tuhan buat Gaara."
" … "
"N sejauh ini mereka masih belum bilang soal perasaan masing-masing."
"Lantas kenapa loe malah mo ngedorong Uzumaki nembak Gaara sementara elonya dah tau kalo mereka sebenernya saling suka?" tanya Sasori lagi, gak ngerti ama jalan pikiran nih orang.
"Hmm … " Sang Uchiha tersenyum lagi. "Masih ingat teori psikoanalisa Freud soal id, ego, n superego?"
Deidara n Sasori saling pandang, sebelum akhirnya mengangguk bersamaan.
"Nah, kalo diliat dari tiga unsur itu … bisa dibilang kalo egonya Kyuubi lebih memilih id. Sedangkan, Gaara … egonya lebih memilih superego."
(Note: kalo diringkas, id tuh adalah semua keinginan diri yang maunya dipenuhi terus. Superego adalah nilai-nilai positif or bisa juga norma sosial alias suatu peraturan umum yang seharusnya dipatuhi. Sedangkan ego itu adalah penentu alias si tukang pilih yang memilih si id or si superego yang nantinya bakal dilanjutin dalam bentu sikap. Ngerti kan?^^)
"So … meski dalam hati mungkin Gaaranya emang mengakui dia suka ama Kyuubi, tapi dia nggak bakal mau jadian ama Kyuubi. Itu karna superegonya kuat. Karna nilai diri n nilai di sekitarnya yang memandang kalo hubungan gay itu nggak normal n nggak seharusnya ada … ngedorong dia untuk menolak perasaannya itu. Gue yakin … saat ini dia pasti lagi nyari cara untuk ngilangin perasaannya ke Kyuubi."
"Jadi … elo sengaja ngedorong Uzumaki nembak Gaara … " (Deidara)
" … supaya Uzumakinya ditolak … ?" (Sasori)
"Gitu deh~ … " Itachi terkekeh.
Dasar jahat … . batin DeiSaso, bareng. Yah, emang begitulah Itachi …
"Nah, untuk tipe orang yang jarang down macam Kyuubi, sekalinya down dia bakal sulit buat bangkit lagi." Itachi kembali ngomong. "Saat dia lagi broken itulah … gue bakal datang ke sisinya n menghiburnya plus ngebantu dia buat bangkit, sekalian ngasih sugesti ke dia yang akhirnya jadi bikin tuh cowok ngerasa nyaman dengan kehadiran gue. Mungkin awalnya dia bakal ngejadiin gue pelariannya. Nggak masalah sih, coz ujung-ujungnya … dia bakal cinta juga ama gue … "
"Ck … ck …ck … " Deidara berdecak. "Wah, gue jadi bingung musti kasian ama mereka or bahagia buat elo … " katanya, geleng-geleng. Itachi cuman ngejawabnya dengan senyum. Sementara Sasori ngeliat keluar jendela mobil. Ekspresinya nggak senang.
Gaara … , Uzumaki …
KucingPerak
Siangnya di SMP Konoha
Pulang sekolah …
Naruto meluncur ke arah gerbang keluar dengan lunglai. Capek! Hari ini tadi seharian doi ngehindar mulu dari Sasuke. Sasuke sendiri juga belakangan ini ngotot banget ngejar-ngejar dia sambil manggil 'Naru-chan-Naru-chan'.
Naru-chan …
Panggilan itu, suara itu, gaya rambut itu, mata hitam itu … mirip banget ama mimpi gue tadi malem … . Batin Naruto, mukanya memerah lagi. Di antara berjuta-juta manusia di dunia ini, kenapa gue malah mimpiin dia sih? Gue kan straight? Atau … sebenernya bukan?
"AAAAAA!"
Naruto tiba-tiba tereak sendiri sambil ngacak-ngacak rambut pirangnya, frustasi. Kisaliten yang jalan di belakangnya saling pandang, bingung.
"Naruto, elu masih waras?" tanya Tenten, nepuk pundaknya dengan muka cemas.
"Yeah, gue nggak gila koq, Ten. Seenggaknya 'belum' … " jawab si blonde tadi, ngehela nafas.
"Hey, Akamaru!"
Kiba melambaikan tangan manggil anjingnya yang selalu ngejemput dia pas pulang sekolah kayaq biasa.
"Guk!"
Akamaru menggongong, ekornya bergoyang senang. Tapi dia masih di luar gerbang. Nggak masuk. Coz emang udah dilatih gitu. Kiba melarangnya masuk ke sekolah, coz sekolah ini ngelarang anjing masuk, sih.
Saat muka Naruto terangkat buat ngeliat Akamaru, nafasnya seolah terhenti pas ngeliat seseorang yang nyandar gerbang di dekat anjing tsb.
Sasuke … ?
Uchiha Sasuke berdiri nyander gerbang dengan kedua tangan dimasukkan saku. Dianya sekarang lagi keliatan ngomong ama Shineshin, entah ngomongin apa. Gak lama kemudian, cs-nya itu pun pergi sambil ngelambaikan tangan, n tinggal Sasuke aja sendiri.
"Pren. Loe semua pulang duluan aja ya? Gue ada urusan … " ucap Naruto, berenti tiba-tiba. Kisaliten ikutan berenti, menatapnya. "Urusan apa? Kami bisa nunggu." Jawab Sai.
Naruto buru-buru menggeleng.
"Pokoknya urusan gue pribadi banget, nih. N bakal lama. So, pulang aja duluan ya? Nggak usah nungguin." Katanya, gusar. Kisaliten saling pandang sekali lagi. "Umm … oke … "
"Thanks!"
Naruto ngelakuin salam tinju ama empat temennya itu sebelum akhirnya kembali meluncur, ke arah yang berlawanan.
Sepeninggal Naruto, empat sekawan tadi langsung disamperin ama Sasuke.
"Di mana dia?" tanyanya, ngeliat Kisaliten satu-satu, kayaq si Narutonya lagi nyamar jadi salah seorang dari mereka aja.
"Naruto maksud loe?" Sai yang pertama kali bersuara. "Dirinya sedang ada urusan penting. Katanya akan memakan waktu lama, makanya kami disuruh pulang duluan." Sambung Lee.
"Urusan penting? Urusan apa? Di mana?" buru Sasuke lagi.
"Entahlah, man. Dia nggak bilang lebih jauh." Jawab Kiba, seraya ngegendong anjing kecilnya.
Tanpa nunggu apa pun lagi, Uchiha tadi bergegas balik ke sekolah, nyari Naruto. Dia ke mana sih? Gue kan mau ngajakin dia bicara antar ayah-anak n bikin dia lebih rileks ngadepin pubernya … ?
"Errrh … guys, kayaqnya … sebaiknya tadi loe-loe semua nggak usah bilang apa-apa ke dia, deh … " kata Tenten, natap kepergian Sasuke.
"Oups … "
.
Di taman belakang sekolah yang sepi.
Naruto ngos-ngosan nyandarin sebelah tangannya di batang pohon mangga gadung. Duh~. Si Sasuke make nungguin di gerbang segala, lagi … . Apa sih maunya?. Doi berbalik n merosot duduk, nyander pohon, jongkok. Nggak nyadar kalo itu bikin sergam putihnya kotor.
Naruto membenamkan mukanya ke kedua lengan yang dilipat di atas lutut. Dia jadi inget lagi ama mimpinya tadi malam. Mimpi tentang dia n Sasuke yang sedang ngelakuin-
"Uwaaaaaa!" Naruto tereak ngegeleng sambil nendang author (?). "Kenapa? Kenapa? Kenapa?" Doi mukul-mukul kedua sisi kepalanya sendiri. "Kenapa mimpi basah gue tadi malem bukannya ama cewek, tapi malah ama cowok, seeeh?"
"Itu artinya, ada kemungkinan elo gay … atau bi." Ucap seseorang. Naruto terkesiap. Dia kembali ngangkat wajahnya, terus liat kanan kiri tapi nggak ada siapa-siapa. Eh? Koq nggak ada siapa-siapa?
Tiba-tiba dia jadi merinding.
"Hantu penunggu sekolaaah!" tereak Naruto seraya bangkit cepat, tapi-
'GUBRAK!'
… dia jatuh tergelincir oleh sepatu rodanya sendiri.
"Aguuuh~ … Higungguu~" Naruto meringis sambil megangin hidungnya yang sakit.
"Hey, loe nggak papa?" tanya suara tadi, seiring dengan suara jatoh … or lebih tepatnya dibilang 'suara mendarat'. Ada sepatu alias kaki di dekat kepala Naruto yang masih tengkurap gara-gara tadi.
"Uzumaki-kun?"
Naruto mendongak perlahan, ngeliat siapa tuh orang.
"Maaf kalo gue bikin loe takut. Tadi gue lagi di atas pohon. Makanya elo nggak liat." Katanya, ngulurin tangan. Cowok pirang tsb nyambut uluran itu n berdiri.
"Elo … " Naruto memicingkan matanya. " … Nikaido … Temujin … ?"
Cowok asing tadi pun mengangguk, senyum. "Konnichiwa … "
"Ah? Ko-konnichiwa … "
(Note: Temujin, karakter dari anime Naruto the Movie 2. Nama marganya ngarang aja)
Nikaido Temujin adalah siswa kelas 3 SMP alias kelas IX-A Konoha yang juga sekelas ama Naruto. Dia pemegang peringkat tujuh. Dia termasuk siswa yang jarang masuk sekolah karna sering ke luar kota untuk bertanding. Temujin seorang atlet anggar termuda dari Konoha yang berhasil mencetak juara berturut-turut. Matanya hijau, rambutnya yang pirang pucat sepunggung itu disisir dengan rapi ke belakang. Kulitnya nyaris seputih Gaara. Doi lebih tinggi sedikit dari Naruto, mungkin bisa dibilang … tingginya sama ama Sasuke.
Temujin lumayan cakep! Dia juga punya beberapa fangirls n fanboys di sekolah ini. Walau masih kalah jumlah ama fansnya Sasuke sih … . Doi juga lumayan sering muncul di TV n media massa lainnya dikarnakan prestasinya itu. Kalo para fans di luar sekolah dihitung, maka jumlah fans yang dia punya lebih banyak dari Sasuke. Soalnya dia atlet terkenal, sih! Beda ama Sasuke si 'cowok rumahan' yang nggak minat jadi atlet. Walau dulu Sasukenya sering menang dalam pertandingan taekwon antar sekolah dsb, dianya nggak minat buat ngelanjutin ke jenjang yang lebih tinggi.
Untuk ukuran seseorang yang lumayan terkenal, Temujin adalah orang yang sopan n ramah! Walau jarang ngobrol karna dianya sering absen, Naruto cukup menyukai cowok yang rendah hati ini. Sebagai teman.
"Umm, Nikaido-kun … ano … " Naruto keliatan gelisah. Temujin ngangkat sebelah tangannya. "Please, panggil Temujin aja." Potongnya.
"Oh? Oke … "
"Boleh gue panggil elo 'Naruto-kun'?"
"Mm." cowok bermata biru tadi mengangguk. "Boleh aja … . Ngomong-ngomong, ngapain loe tadi di atas pohon?"
"Gue habis ngembalikan anak burung yang jatoh dari sarangnya. Kasian, sih …"
"Heee? Baik banget si loe?"
"Biasa aja … "Temujin menggeleng senyum."Nah, Naruto-kun … apa yang mo loe tanyain di awal tadi?" tanyanya.
Muka Naruto memerah sekilas. "Itu … tadi elo denger ya? Soal mimpi gue … ?"
"Ah? Soal mimpi basah pertama loe yang ama cowok?" Temujin angkat alis. "Ssssh! Ssssh!" Naruto berdesis keras. "Jangan keras-keraaaass~" katanya, ngacungin jari telunjuk di depan mulut. "Jangan bilang siapa-siapa juga, ya? Tolong. Plis banget, pokoknya!"
Atlet muda tadi tertawa kecil. "Oke … gue bakal diam."
Naruto ngehela nafas lega. Kayaqnya Temujin orang yang bisa dipercaya.
"Oh ya, Naruto-kun … " Temujin kembali ngomong. "Huh?" sahut cowok tadi, natap dia.
"Gue suka ama loe. Jadilah pacar gue."
"He?"
…
Sunyi
…
Angin berhembus.
Naruto berkedip dua kali. " … sori? bisa diulangi?" tanyanya, nggak yakin.
Temujin tersenyum. "Gue serius." Dia lalu maju satu langkah n ngeletakkin kedua tangannya ke kedua bahu tuh cowok."Sebenernya gue udah lama suka ama elo. Tapi, karna waktu itu setau gue elonya straight, makanya gue nyerah n diam aja. Tapi … pas tau ada kemungkinan elo bisa suka ama cowok kayaq sekarang, gue jadi pengen berjuang. Boleh kan?"
"Temujin … elo gay?" tanya Naruto, baru tau.
"Yup." Sahut cowok tadi sambil mengangguk, seolah bangga.
"A-a-a-ano-itu-eh-gue-um-huh?" Naruto jadi gugup. Nggak cuma sekali dua kali sih dia ditembak, tapi semua itu nggak ada yang kesannya seserius ini.
"Gimana, Naruto-kun … ?" tanya Temujin lagi. "Apa loe mau jadi pacar gue? Kalo mau dirahasiain dulu juga nggak papa, koq. Gue ngerti."
Naruto tertunduk. "Umm … gimana ya? Gue … emang nggak benci elo, Temu. Tapi gue juga … nggak punya perasaan kayaq gitu … . Lagian … perasaan gue ke Sakura-chan … umm … "
Temuji tersenyum ngedenger panggilan kecil atas namanya barusan dari mulut tsb.
"Sudahlah. Nggak usah dijawab sekarang. Nanti aja." Katanya, membelai rambut emas itu, satu kali. Naruto kembali mendongak, perlahan.
"Tapi selagi elo mikirin jawabannya … boleh kan, gue berusaha bikin elo jatuh cinta ke gue … ?" pintanya ramah, tapi serius.
Naruto jadi nelen ludah.
"Umm … asal jangan berlebihan, gue rasa … "
"Oke." Potong cowok tadi, kembali tegak. Tadi dia sempet rada nunduk untuk menatap muka Naruto pas ngomong. "Kalo gitu, sampe besok … "
'Cup.'
Dia mencium punggung tangan Naruto!
" … Naruto-kun." sambung cowok itu. Lalu jalan mundur dua langkah sebelum akhirnya berbalik ninggalin dia di situ.
Naruto blink-blink, kaget. Eh? Ehh? Ke-kenapa jadinya malah gini? Kenapa gue jadinya ngasih harapan ke dia sih? Aaaah! gue terlalu hanyut ama kesantunan n keramahannyaaaa!
Sementara itu tanpa setau mereka, dari tadi ada seseorang yang nyaksiin semua percakapan dari balik pohon nggak jauh dari situ. Seseorang bermata n berambut hitam spike ke belakang.
Uchiha Sasuke.
"Naruto … "
Tangannya kanannya mencengkram batang pohon, geram. Mata hitamnya menatap tajam ke arah Temujin yang pergi, nggak suka.
KucingPerak
Sementara itu, di lokasi lain kota Konoha …
Terlihat aksi kejar-kejaran heboh di trotoar yang penuh ama jejeran toko. 2 orang ngejar 1 orang. Yang berakhir dengan kena tendangnya 1 orang tadi oleh pengejar pertama.
Orang-orang di jalan pun menghampiri mereka.
"Udahlah. Nyerah aja lu." tunjuk seseorang berjubah kotak-kotak. Penampilannya mirip ama Sherlock Holmes yang suka ada di cover novel-novel detektif. Lengkap ama topinya.
"Tunggu! Bukan gue pelakunya! Gue sama sekali nggak pernah ngerampok!" seru pria sekitar 30an itu, takut. Dia yang terduduk jadi makin mundur seiring dengan makin majunya seseorang yang habis menendangnya barusan.
'kruk, kruk.'
Kedengaran suara sesuatu yang digigit or dikunyah dari mulut seseorang berjubah tadi. Sebuah batangan putih keliatan dari mulutnya. "Masih belum mau ngaku juga? Padahal semua bukti udah terkumpul jelas … "
"Bohong! Itu nggak mungkin! Karna gue bukan pelakunya!"
"Uh huh?" Orang dengan batangan putih yang bertengger di mulut itu kini ngeluarin borgol dari balik jubahnya. "Pokoknya loe ditangkap atas tuduhan ngerampok bank sejumlah 3 milyar."
"Hah? Tunggu! Yang gue rampok cuma 200 juta, koq! Itu pasti orang lain, bukan gue!" seru pria tadi, sekilas lega.
"Heh … " Si orang berjubah tersenyum, sinis. "Bego lu. Segampang itu kejebak."
"Eh?"
"Barusan elo udah ngakuin kalo elo emang ngerampok, tolol." Orang tadi terkekeh.
"Yare-yare~ … " seorang pemuda berambut putih mencercah bahu yang berdiri di belakang orang berubah, geleng-geleng kepala. "Inspektur … tolong jaga kata-kata Anda. Kita lagi ada di tempat umum. Ada remaja n anak-anak juga yang nonton. Nggak baik buat pendidikan mereka … "
"Huh! Kalo mereka terpengaruh cuma karna ini, berarti mereka bego karna nggak bisa ngebedain n memilah mana yang seharusnya diikutin n yang enggak!" sahut orang berjubah tadi. Mata ijonya masih menatap si perampok di depan.
Pemuda silver tadi ngelirik ke anak kecil yang keliatan takut n memeluk kaki ibunya di sebelah.
"Inspektur … kayaqnya nada tinggi Anda bikin takut anak kecil tuh." Tegurnya, ke seseorang yang kayaqnya atasannya. Tapi beda ama atasannya yang make jubah coklat panjang yang menyolok di musim panas, dia cuma make kaos pendek ungu bergambar hiu di dada, celana panjang putih, plus sandal jepit putih-ungu (jepitannya yang ungu). Nyantai abiz!
"Ah diam lu, Sui! Asisten dilarang merintah-merintah!"
"Siapa yang merintah … ? Saya kan cuman ngasih tau aja … ?"
Pemuda berambut putih yang ternyata bernama Suigetsu tadi geleng-geleng lagi, ngehela nafas. Kalo diliat secara fisik, tuh orang usianya kira-kira ada di awal dua puluhan. Masih muda. Kayaq mahasiswa. Kalo orang yang berjubah nggak jelas keliatan. Soalnya sebagian mukanya ketutup ama bayang-bayang moncong topi di terik matahari ini.
"Adik-adik … " Suigetsu berbalik ngadep anak-anak kecil yang ikutan nonton. "Kata-kata orang ini jangan ditiru, ya?" Dia nunjuk ke sang atasan di belakang pake jempol. "Itu sama sekali nggak bagus … ". ucapnya, nyengir.
"Hiiiii! Mamaaaa! Riko takuuut!"
Cengiran pemuda tadi malah bikin anak kecil nangis. Why? Soalnya gigi-giginya tajem banget, sih!. Kayaq hiu. Jadi nakutin, deh.
"Hoo boy~ … " Suigetsu sweatdrop. Senyuman n cengirannya emang sering bikin takut anak kecil. Padahal dia sama sekali nggak pernah bermaksud nakutin n cuma pengen bersikap ramah n friendly.
"HIAAAAAA!"
Pria si pelaku perampokan yang mo diborgol, segera bangkit sambil ngarahin belati yang dia sembunyikan di balik baju. Dia mo nusuk si orang berjubah!
"Inspektur!"
Suigetsu telat menyadarinya.
'BUG!'
"Ugh!"
Ternyata sebelum belati itu nusuk badannya, si orang berjubah keburu ngejepit lengan penjahat tsb dengan siku n lutut kanannya yang dinaikkan. Senjata tadi pun lepas.
'BUAG!'
Pria tadi pun kembali kelempar. Kali ini karna kena pukulan dalam.
'kruk-kruk'
"Hh, jangan ngeremehin gue lu. Dasar siput! Lambat!" Ledek si jubah, sinis. Mata perampok tadi keliatan marah. Dia bangkit perlahan, ngusap pipi kanannya yang habis kena bogem.
"URRRYAAAA!"
Dia kembali nyerang. Kali ini melayangkan tendangan.
'GREP!'
Tapi si orang berjubah keburu nangkep kaki kanan itu pake tangan kirinya. Lalu ia pun ngalihin kaki tsb ke bahu kanannya cepat, n …
'BAG!'
"Uagh!"
… nendang belakang pinggang pria tsb dengan kaki kiri, dari samping. Orang itu pun tertunduk, hampir jatuh berlutut ke depan. Bersamaan dengan kakinya yang dilepasin oleh sang Inspektur.
'BUG!'
Ternyata orang berjubah alias si inspektur tadi kembali nendang muka tuh orang pake kaki kanannya sebelum jatoh, bikin dia jadi kembali berdiri n ngedongak.
'DUAG!'
Masih make kaki yang sama n masih dengan posisi kaki yang terangkat habis nendang tadi, dia kembali nendang si perampok ke bawah.
"Aaah? Inspektur, cukup!" Suigetsu buru-buru menarik lengannya mundur. "Jangan nyerang kepala, dong. Bahaya! Kalo dia mati sebelum diadili, gimanaaaa?"
"Asisten diam aja. Sana hubungi markas."
Sang inspektur ngerebut lagi lengannya n bertolak pinggang, ngeliatin si perampok yang pingsan bersimbah darah.
'kruk-kruk'
"Lagian dia nggak mati, koq. Gue ngurangin tenaga … "
Suigetsu nepuk muka n kembali menggeleng, pasrah.
"Uwoooo! Kereeeen!"
'PLOK! PLOK! PLOK!'
Para audience di jalan para bertepuk tangan rame, ngeliat adegan langsung penangkapan penjahat barusan.
Nggak lama kemudian, ada beberapa orang yang menghampiri mereka. Atau lebih tepatnya menghampiri si orang berjubah.
"Hebat, Bang! Minta tanda tangan dong!"
"Pak inspektur, namanya siapa?"
Sang Inspektur tertegun sejenak. Sementara asistennya cekikikan nahan tawa sambil nelpon markas lewat hape.
"OEY! OEY! OOOOEEEYY!" Tereak orang berjubah tadi, ngedorong orang-orang yang mengerumuninya supaya menyingkir. Mereka pun langsung ambil jarak, takut.
"'Bang-bang', 'pak-pak', seenaknya aja lu-lu semua manggil gue gitu!" marah Inspektur.
'kruk-kruk'
Dia pun ngebuka topinya. Rambut merah tomat panjang yang tadinya tersembunyi di sana tergerai menghiasi kepala itu. Wajah cantik seorang wanita n mata hijau gelap menatap para penonton, sebal. Dia lalu ngelepas batangan putih di mulut yang ternyata adalah batang permen loli! Walau bentuknya udah nggak bulat lagi karna rada ancur habis digigit.
"GUE BUKAN LELAKI! DASAR ORANG-ORANG BODOOOOH!"
Dia tereak, nyaring.
Marah euy!
.
Nggak lama kemudian, perampok itu pun dijemput oleh orang-orang berseragam polisi. Sedangkan inspektur n asistennya tadi kembali masuk ke mobil merah hati mereka.
"Huahahahaha! Ini udah yang keberapa kali ya? Anda disangka laki-laki, Inspektur?" tawa Suigetsu, di bangku kemudi.
"Ketawa lagi, gue jitak." Ancam inspektur, sambil ngambil permen loli baru rasa cola dari dalam jubahnya. Pemuda tadi langsung diam, walau masih senyam senyum nahan tawa.
"Orang-orang itu aja yang bego. Masa gue yang gini dibilang kayaq cowok seh?" dengus wanita tadi, sambil ngemut permennya di bangku sebelah.
"Habisnya~, Anda juga sih yang berpenampilan gitu. Rambut n muka disamarin pake topi. Trus pake baju kayaq jubah, lagi. Itu jadinya nutupin bentuk dada Anda, kan?"
'BLETAK!'
'Ouch!'
"Vulgar!" Sang inspektur ngejitak kepala si asisten. "Ini stylenya idola gue, tau!" Dia emang sangat mengidolakan Sherlock Holmes.
"Tapi, haha! se-selain itu … " Suigetsu kembali ngomong, setengah ketawa. N kembali kena jitak. Dia udah biasa dijitak, jadi nyantai aja. " … kebiasaan Anda yang makan permen loli walau sambil bicara itu … bikin suara Anda jadi kurang jelas. Udah gitu, kalo ngomong suara Anda kedengaran kasar n berat, lagi. Coba diramahin n dimanisin dikit … pasti bisa kedengaran feminine deh. Lagian, kalo diliat dari jauh, batang permen Anda tuh lebih keliatan kayaq rokok khasnya cowok."
"Huh! Semua itu sih lebih karna elu yang manggil gue 'inspektur-inspektur' gitu! Kebanyakan inspektur tuh cowok, mangkanya gue kena imbas juga!" Wanita tadi menyilangkan lengannya di dada, ngebuang muka. "Mulai sekarang, panggil gue pake nama aja."
"Tapi bukannya nama Anda itu juga bisa dipake ama cowok?"
"NGGAK!" bentaknya, melotot. "Udah, cepet jalan sana!"
Suigetsu ketawa-ketawa sambil ngestarter mobil. "Oke-okee~. Terserah Anda aja, Kushina-san~ … "
.
.
Beersaaambuuuuuung ….
KucingPerak
Sasuke: Hey, hey! Siapa tuh Temujin? Jangan seenaknya nyiapin penghalang, dong!
KP: Ah, dia? Kurasa dia emang rival yang cocok buat u, Sasuke. Coz, pas aku ngeliat the movie 2 itu, aku jadi lumayan suka juga ama pair TemuNaru. Serasi euy! Tapi, pair ini langka sih. Coz Temu bukan tokoh tetap, mangkanya kurang populer kali ya? Makanya, Sasuke~, jangan ninggalin Naru, dunks!
Oya, di awal movienya, mata Temujin tuh merah. Tapi, waktu kekuatan batu gelel dalam tubuhnya dilepas, matanya berubah ijo. Kurasa itulah warna asli matanya, jadi kupake yang ijo aja.
Ah iya! Akhirnya Kushina-san muncul! Ow yeah!(*joget-joget kucing*)
Itachi: Hmm, Kushina-san itu … mirip Kyuubi versi cewek, yaaa? Sifatnya, maksud gue …
Naruto: (*manggut*) Emang udah turunan …
KP: N … rencananya Kushina nanti bakal ngajarin Kyuubi Ninpo! So dia juga bakal jadi lebih kuat! Elo bakal kesulitan buat ngalahin dia lagi kayaq tadi, Itachi! (*Kushina pengguna Ninpo juga!*)
Itachi: No prob. Itu kan termasuk tantangan? Justru buat gue yang begitu makin seru …
KP: Serius, nih. Dia bakal jadi kuat banget tau~. Biar gimana pun juga, dia tuh termasuk dari salah satu seme favoritku. Aku nggak bakal bikin dia lemah dalam waktu lama.
Kyuubi: (*nggak denger*) Gue benci chapter ini … gue benci chapter ini … gue benci …
Naruto: Sasuke, kalo elo tetep ngincer bokap gue, kayaqnya elo nggak bakal sukses kalo nggak ngalahin nyokap gue dulu …
Sasuke: (*merinding juga*) Ta-tapi, kan … mereka kan udah cerai … ?
KP: Yang nebak mimpinya Naru ternyata ama Sasuke: TEPAT! (Ini sih udah jelaz … )
Balesan review
KP : Sekarang koq updatenya lama? Hmm, banyak hal yang terjadi (mbeuh!). Tapi dari sekian banyaknya hal tsb, yang paling mempengaruhi is … game!
SasuNaru: Hah?
KP: Wah, tiba-tiba aku jadi pengen maen RPG lagi, nih! (*lagi liburan, masuk bulan September nanti*). Nggak tau kenapa tiba-tiba juga aku jadi males ngetik. Wah, seandainya aja ada laptop or kompu yang bisa ngetik secara otomatis hanya dengan pikiran, yaaaa~? (*ngayal tingkat tinggi*)
Wow, ada yang ngusul adegan Naru nangis karna inget keluarga lengkapnya dulu, n Sasuke jadi 'tobat' ngincer Minato-kun karna nggak mau ngancurin lagi keluarga Naru? Hahaha! Bisa aja u. Liat aja nanti …
Sasuke bego, karna belum nyadar juga kalo jelas2 dia suka ama Naru? Hehehh! Orang pinter pun juga punya sisi kelemahan. N kelemahan Sasuke ya lemot nyadarin perasaan sebenernya dia ke Naru.
Sasuke: Hey, elo kan udah bikin gue payah dalam seni? Masa ditambahin lagi?
KP: Gaara boleh aja menyingkir dari Kyuu, tapi larinya ke Shu aja, jangan Matsuri? Waaah? Beberapa reviewers di sini emang kayaqnya ada yang nggak suka ama dia. Sampe-sampe ada yang bilang mo ngeblender dia segala kalo nempel Gaara, plus ada yang mo ngebunuh dia juga. Kenapa yaaaa? Ah? Apa mungkin karna dia 'cewek'? Aku sendiri sih nggak benci dia … .
Kyuubi: Elo mah nggak punya chara yang bener2 loe benci. Dasar ngebosenin …
KP: Punya koq. Chara yang nggak kusuka tuh ya character yang terlalu ngeflirt kayaq Karin n Sakura kecil. Tapi, pas mereka lagi nggak gitu, aku suka-suka aja.
Scenes SasuNaru di mall keren walo nggak romantis, tapi manis? Hahah! Syukur, deh!
Eh, Kyuu. Ada reviewer yang bilang kalo u bukan pengecut di chap lalu itu, pas u ngekiss Gaara yang tidur.
Kyuubi: Gue emang bukan pengecut, koq. (*buang muka*)
SasuNaru: Pengecuut! Beraninya nyium pas tidur! (*dibius Kyuu*)
KP: Hmm, soal di chap lalu … kalo SasuNaru bersatu, maka ItaKyuu nggak bakal bisa bersatu maupun sebaliknya … itu emang sengaja buat bikin pembaca bingung, koq. Hahahaha! (*dijitak*)
Readers: Maksud loe apa!
KP: Soalnyaa … kayaqnya blakangan ini ItaKyuu 'merajalela' di fic ini n sekilas lebih banyak pendukungnya dari SasuNaru. Aku cuma mo tau, sebenernya readers tuh lebih suka pair mana di antara dua itu. Coz, biar gimana juga umumnya u semua baca nih fic karna SasuNarunya kaaan?
Shu ama Gaara jadian aja, coz mereka cocok banget? Hahah! Wah, pendukung ShuGaa udah muncul, neh. Padahal diriku belum munculin scenes mereka. Ruarr biassaaa ….
Ho? Mo ngasih 10ribu dolar supaya ItaKyuu jadian? Kuraaaaang! (*nyodorin tangan gaya preman stasiun*PLAK!*)
Haha! Ada reviewer yang sebel ama Sasuke sampe mo ninju dia, nih. Kesel karna dia masih keu-keuh mo ngincer Minato n belum nyadarin perasaannya ke Naru, yaaa? Sabar, neng!
Sasuke: Kapeeee! Elu bikin gue dibenci readers! Ayo tanggung jawaab!
KP: Itachi nggak boleh ngancurin hubungan SasuNaru? Hm, kalo SasuNaru yang ngancurin hubungan ItaKyuu boleh, nggak? (*grin*)
Wah? Ada reviewer yang suka ngebiarin n merhatiin nyamuk ngisap darahnya? Heeey, jangan dunks! Rawan penyakit, euy! (malaria, radang otak, demam kuning, n demam berdarah). Weh? u lebih suka ngenyiksa n ngebunuh lalat? Hmm, aku setuju2 aja sih u ngebunuh lalat, coz lalat tuh bisa makan sampah, kotoran hewan n manusia, nanah, ludah, n bangkai hewan. Makanan manis juga mereka suka sih, tapi justru di situ bahayanya, kan? Karna mreka yg habis nempel tempat juorok tadi malah nempel makanan manis punya kita! Kumannya juga nempel tuh!
Besides, pas makan lalat tuh ngeludahin makanan padat yang mo dimakan supaya bisa dihisap ama mulut ala sponsnya, habis itu dia bakal muntahin makanan yang dimakan tadi, lalu memberaki makanan juga. Yeukh! Itulah proses lalat kalo makan yang cuman kurang lebih 5 menit. (sumber: Buku Pengetahuan Paling Jorok Sedunia by Yim Sook Young. Walau gaya penjelasannya di sini rada kuubah dikit^^ … ). Tapi lalat lumayan berguna dalam perkawinan bunga, soalnya dia juga bisa nebar serbuk sari ke putik. Kayaq kupu2.
Jelasin Dissosiative identity disorder, dong? Hmm … setauku itu semacam kepribadian ganda. Lalu … yang mo u tanyain itu apanya, yak? Kalo gak spesifik, aku jadi bingung mo ngejawab apaan.
Btw, jangan panggil aku 'Mr' dong. Aku kan cewek? Jadi mustinya 'Ms', iya kan? (*kedap-kedip lentik*ditimpuk readers*)
Adegan KyuuGaa so sweet banget n minta ditambahin? Oh? Rupanya u nggak suka pair sesama seme makanya ngedukung KyuuGaa, toh? Heheh. Kalo ada Shu, bikin dia jadian ama Itachi aja? Wah, itu ShuIta or ItaShu? Eh, tapi Shu juga seme lhoooo …
Capek 8jm perjalanan ilang habis baca nih fic? Wah, emang dirimu lagi ke mana, neng? Ke luar kota? Umroh? (*masa mo umroh baca yaoi?*)
SasuNaru so sweet n KyuuGaa bikin terharu?
Naruto: Karna si Kyuu cuman bisa ngekiss Gaara pas Gaara nggak nyadar tuh …
KP: Hmm, emang kasian tuh si Kyuu. Di chap ini juga dia kasian. Apa karna belakangan ini aku tambah suka dia, yaaa? (*inget, yang disukai Kape biasanya yang paling menderita*)
Eh, tapi aku masih lebih suka Gaara tuh! Kalo Naru, aku juga suka. Tapi, aku rada nggak tega bikin sial dia …
KyuuGaa: Kalo ke kami elo tega?
KP: Hmm, ada yang juga ngerasa lebih enak baca lemon Inggris daripada lemon Indo? Itu mungkin karna English bukan bahasa sehari-hari kita, mangkanya walau sevulgar apa pun tetep kuat bacanya? Ha! Setuju!
Kalo Itachi ngancurin SasuNaru, mo nyincang dia jadi martabak? Haha! Eh? Nggak boleh! Dia juga termasuk chara faveku. Jangan dimasak!
Itachi : (*sigh*) cewek zaman sekarang emang nakutin …
KP: Oh, tapi kalo dijadiin tahu isi, boleh-boleh aja. Aku suka tuh! (*grin*) Kalo gitu, sambel petisnya pake darah, dong?
Itachi: (*sweatdrop*) Cewek zaman sekarang emang BENER2 nakutin …
KP: Becanda koq, Itachi~. (*meluk-meluk Ita*)
Pesan buat Einstein-2 supaya jadi laptop yang baik n ngedukung aku ngupdate fic?
E2: Of course. Lagian gue juga lebih canggih daripada Einstein-1!
KP: Tapi u black, kalo Einstein-1 silver. Apa ntar kuganti aja pen-name ku jadi 'KucingHitam', yaaa?
KyuuGaa: Cocok! Coz elo emang kerjaannya bikin sial. Bahkan kucing2 hitam yang u piara juga kena sial semua n mati nggak wajar!
KP: Hush!
Hmm, aku bakal tetep make 'KucingPerak' aja.
KP: Wah, banyak yang gak setuju Itachi jadi perusak hubungan SasuNaru, nih!
Ada yang ngancem mo ngaduin ke anikinya, Ada juga yang ngancm mo nyulik Kyuubi (emang sanggup?), ada yang bakal nonjok Itachi ke samudra Hindia, ngebubarin Itachi-fansclub, dsb.
Heheh … kayaqnya emang yang paling disukai pembaca tuh SasuNaru ketimbang ItaKyuu, yaaa?
Naru straight, emang bisa dia mimpi basah ama Sasuke? (*grin*) kalo ternyata dianya bukan straight, bisa-bisa aja, kan?
Aku ajaib? Apa di dunia nyata aku juga ajaib? Huh? Ajaib apanya, yak? (*bingung mode: ON*). Aku nggak bisa sihir, koq. (*siapa yang nanyain soal sihir!*). Haha! Aku cuma manusia biasa dengan keunikan tersendiri, s'all!
Kyuubi pasti ngedapetin keduanya, baik Gaara maupun Itachi?
Kyuubi: gue nggak perlu si brengsek itu gue cuman perlu G-Ga-G-Ggg-
Gaara: ?
KP: Hayo-hayo, masih nggak sanggup nyebut nama orang yang u suka terang-terangan, huh? Dasar payah~
Kyuubi: Elo yang bikin gue payah!
KP: Minta kissing-scene KyuuGaa pas mereka sadar? Hmm … tunggu aja … 'mungkin' …
Mo bikin fic n ngutip punyaku? (*grin*) ngutip apanya yak? Kata2nya? Karakter2nya? Haha! Kalo mau, jelasin aja lebih detail lewat PM.
Naruto: Dia udah ngePM loe, n elo juga ngabalesnya n bilang 'boleh aja'.
KP: Ah? Gitu ya? (*garuk2*). Kalo gitu, monggo~
Wah, wah, ada reviewers yang suka ngebunuh ikan bunting? Ck-ck, kasian deh u, gak sanggup bunuh kucing jadinya lebih berani ke ikan …
SasuNaru: Oey! Kasian ama ikannya, dunks!
KP: Haha! If u masih punya sesuatu or seseorang yang nggak sanggup u bunuh, berarti u emang bukan psikopat sejati. N itu adalah hal yang bagus!
Hee? Ada reviewer yang curhat soal riwayatnya yang dulu penyuka SasuSaku tapi mulai suka yaoi karna gak sengaja baca SasuSai rate M? Gyahahahaha! Karna itu u mulai baca cerita yaoi laen termasuk yang ini yaaaa? Aku jadi bingung mo ngucapin selamat datang or turut berduka cita atas berubahnya u jadi fujoshi~
Awalnya biasa ama nih fic, tapi gitu ada itakyuu n ada prtarungannya jadi tertarik? Plus bhasa yg nyantai n pnjelasan plajaran IPA?
Hoo? So pair yang bikin u jadi tertarik di fic ini is ItaKyuu, toh? (*manggut2*). Bahasa nyantai? Heheh. Aku pribadi emang lebih suka nulis dengan gaya ini. Coz lebih rileks, sih! Kayaq nulis diary. Kalo pake formal … terasa lebih kayaq nulis tugas Bhs Indo yg musti pake EYD. Soal penjelasan plajaran IPA … Haha! Asal tau aja. Waktu SMA, aku milih masuk kelas IPS, lho! Aku emang suka plajaran Fisika, Kimia, Biologi, tapi aku gak suka ama Matematika! (wakru itu benci banget!) So, aku ke IPS n belajar IPA sendiri scara otodidak. (tapi ternyata di IPS juga ada MTKannya! Argh!)
Buat Kyuu nunjukkin ekspresi sayang ke Naru … , meski kayaqnya itu sulit … bakal kucari celah untuk itu, deh! (sayangnya Kyuu ke Naru lebih berupa tindakan daripada ekspresi muka, sih!)
He? Ada readers yang ngasih pendapat soal kenapa SasuNarunya terkesan gak menonjol? Itu karna Sasukenya gak mesum ke Naru?
Itachi: bener banget?
KP: But, aku emang sengaja bikin Sasuke seme yang paling nggak mesum n rada innocent di sini, koq … . Ternyata yang disukai readers tuh seme-seme yang mesum, toh?
Itachi: Gue sebagai kakaknya bakal ngajarin dia yang mesum2 deh … . Tunggu aja, pemirsa!
KP: Eh? Cita-citaku apa? Wah, pertanyaan sederhana namun unik, neh. Hmm cita-citaku … adalah menguasai dunia! (*dilempar ke sumur*). Bohong koq … cita-citaku … rahasia! Haha! sebenernya sih banyak! cuman males kusebutin semua! Kukasih tau salah satunya aja nih: pengen jadi Dosen!.
Tekhnik bola NaruKiba ngingetin u ama tekhnik si kembar gigi 1 dari Captain Tsubasa? Hahaha! Wah, aku tau mereka koq. Tapi aku jarang ngikutin anime itu. Kalo tekhnik si kembar yang kuingat salah satu dari mereka sampe ada yang naik ke tiang gawang. Kalo teknik NaruKiba kemaren tuh lebih kena pengaruh ama manga Samurai X, pas Kenshin ngegunain tinjunya Sanosuke buat pijakan menuju balon udara di mana Enishi (adek iparnya) berada. Tapi di sini kuubah dikit jadi kaki sama kaki, bukan tinju sama kaki kayaq mereka.^^
Shika koq jadi lemot? Apanya? Dia nggak lemot, koq. Cuman kemalasannya aja yang bikin dia keliatan gitu … . Shikamaru di sini nggak gitu pinter tekhnik, di cuma pinter di otak. Kalo Sasuke dua2nya, cuman mungkin otaknya nggak sejenius Shika.
Hmm? Ada reviewers yang anak baik2 tapi suka n ngefave adegan pas Kyuu mo dirape Itachi? Wahaha!
Kyuubi: Elo bikin anak baik2 itu jadi nggak baik2 lagi tau!
KP: Sebel karna Gaara pengen ngilangin rasa sukanya itu ke Kyuu? Haha! Gaara tuh lebih ngedengerin 'nilai yang seharusnya' daripada 'keinginan hatinya' sendiri, sih. Tapi apa ntar akhirnya dia bakal ngikutin keinginannya itu n bersatu ama Kyuu aku masih belum nentuin.
Pagi hari di chap lalu yang pas Naru tereak u kira itu Gaara yang tereak? Gara-gara pas dia bangun udah nggak pake apa-apa bareng Kyuu karna habis ngelakuin 'piiip'. Huahaha! Hebat juga imajinasi u. Haha! (*ktawa2 gila*)
Request adegan Gaara yang nggak sengaja nunjukin rasa sukanya ke Kyuu? Hmm, akan kupertimbangakan ….
Kira2 Kyuu ntar ngerebut Gaara dari Matsuri buat jadi partner tugasnya or nggak? Hm, belum yakin nih. Tapi, kalo Gaara tetep jadi partneran ama Matsu, partnernya di Kyuu ntar is Itachi, lho!
Kyuu: HEEEEH? NO WAY IN HELL!
Itachi: (*smirk*)
Gaara: Gue musti ngejauhin dia dari Kyuubi, kan?
KP: Gara2 kepincut KyuuGaa, jadi sering ngebayangin mereka sebelum tidur? Ngebayangin mereka punya anak bernama Kyuura? HUWAKAKAKAKAK! (*Ngakak abiz!*). Trus gimana caranya si Gaara yang cowok itu bisa hamil, non?. Si Gaara emang pantes jadi ibu, tapi kayaqnya Kyuu gak pantes jadi ayah? Hmm, kalo si Kyuu misalnya jadi ayah, dia bakal jadi ayah yang suka ngajarin n nyuruh anaknya yang bukan2, deh~
Kyuubi: Anak gue nggak boleh lemah! Ayo lari keliling kota lima kali n belajar pake pistol!
KP: Sebenernya inti cerita ini apa? Heh?
Gaara: (*sigh*) gue rasa sebenernya nggak cuma dia (*reviewer yg nanya*) yang bingung, deh … . Mungkin karna loe nulis nih fic terlalu rumit, berbelit-belit, makanya dia nggak ngerti,
KP: Masa si? Tapi aku ngerti2 aja.
Gaara: Itu karna elo selaku author udah tau lanjutan fic ini, makanya lebih ngerti.
KP: Ah? Kalo gitu nggak akan kukasih tau, toh ntar kalo dia baca lanjutannya juga ngerti. (*males ngejelasin*grin*)
Gaara: Elo itu ya ... (*geram*)
KP: Weh? request adegan Kyuu yang nyelametin Gaara bak seorang ksatria nyelametin putri? Wah, gimana tuh? (*mikir mode: ON*). Tapi, aku gak bakal bikin Gaara jadi feminine lho. Di fic ini nggak bakal ada uke or seme yang terlalu lemah or lembut.
Sasuke: Lha? Bukannya elo udah bikin si Temujin itu sbg seme yang lembut?
KP: (*smirk*)
Emang Shu umurnya brapa? Kirain udah bapa2? Haha! Dia sepantaran Itachi or Sugetsu di sini, koq!
Sasuke gila, masa makan pantat ayam? Gak bau, apa? Waktu ngadung Sasu Mikoto ngidam apaan si?
Sasuke: Heh! Loe pikir gue makan pantat ayam mentah, apa! Soal nyokap gue ngidam apaan itu bukan urusan loe!
KP: Mikoto-san emang ngidam pantat ayam goreng, tuh!
Wah, ada yang mo curhat karna aku psikolog? Wah, neng. Aku bukan psikolog, koq! S1 aja aku belum tamat! Psikolog tuh profesi yang bisa didapat habis tamat S2. Kalo S1 mah nggak boleh nerapi, n bolehnya jadi konselor doang. Tapi, aku yang baru mahasiswa ini juga sebaiknya jangan ngonselorin orang dulu, seh … . Karna itu apa yang aku bilang, jangan terlalu ditelan ya? Dirasain dulu, mantep gak? (*maksud?*)
Hmm, sebel banget ama ortu karna dikatain kebanyakan ol n ngomik? Sampe sering nangis tiap malem, badmood, telat makan, dll? Apa u gila? Or stress?
Wah, u gak gila koq! Don't worry. Stress? Bisa jadi. Tapi itu wajar kalo cuman berkisar sampe 3 bulan. Kalo lebih dari itu, baru bisa dikatain ada yang nggak beres. Oh! Aku punya pengalaman nih, mungkin bisa u ikutin caranya kalo mirip. Gini, sebenernya aku juga pernah ngalamin itu. My King alias my Dad bilang kalo aku kebanyakan main game mulu, beliau nyuruh aku ngurangin or ngehentikan itu supaya belajarnya mantep (kira2 kejadian ini waktu aku SMP). Nah, trus aku bilang kurang lebih gini:
'Wah, bagaimana kalo Ayah juga berhenti merokok? Rokok itu juga nyaris sama dengan game. Mungkin game memang bisa mengganggu belajar, tapi rokok itu sudah jelas-jelas mengganggu kesehatan. Nah, kalau Ayah juga berhenti merokok, maka aku akan lebih bersemangat untuk berhenti main game. Karena yang namanya berjuang itu akan lebih terasa semangat dan keberhasilannya jika dilakukan bersama, iya kan?'
Beliau sempet speechless sejenak, sih. (PLAK! XD), Trus beliau bilang : 'Ah, rokok itu beda'. n terus aja ngerokok like always. Tapi, habis itu my dad nggak pernah lagi nyuruh aku berenti or ngurangin main game. Heheh. Tapi, masih ada kendala lain : yaitu MY QUEEN, alias my Mom. Tapi, caranya biar dibiarin ngegame gak rumit, koq. Pokoknya selain ngegame, belajarnya jangan ditinggalin. Itu aja. Jaga nilai2 pelajaran u supaya tetep bagus. Kalo gitu, meski u ngegame, ol, or ngomik mulu juga ortu nggak bisa bilang apa-apa, kan? Heheh. Jangan sampe hal itu biarin ngerusak badmood n ujung2nya juga jadi ngrusak mood belajar, yaaa? Bikin asyik aja!
SasuNaru di chap lalu romantis banget? Gak nyangka aku bisa bikin adegan romantis begitu? Haha! Thanks! Tapi, reviewers lain juga ada yang bilang kalo itu nggak romantis, tuh! Katanyaa sih : manis.
Kayaqnya perkembangan SasuNaru yang paling lambat? Iya emang!
Sasuke ngelakuin pelecehan seksual karna nepuk pantat Naru di depan umum? (*laughs*).
Sasuke: Gue … emang suka nepuk pantatnya. Itu pelecehan?
Itachi: Ya ampun, my otouto~. Itu emang termasuk pelecehan, tau. Polos banget si loe? Elo ini emang perlu dipoles ama yang penjelasan yang mesum-mesum nih …
Gaara nggak pantes ama Kyuu? Haha! Kata pendukung ItaKyuu sejati, nih … . Tapi, aku mau tau, emang kenapa menurut u nggak pantes?
Hm? Meski misalnya Itachi jadi ngancurin hubungan SasuNaru, u gak bakal benci ama dia?
Itachi: Thanks a lot, girl. Elo emang bener2 ngedukung gue ama Kyuubi sepenuh hati, yaaa?
Wah, ada reviwers yg juga suka ngasih nama ke laptop, neh. He? Nama laptop u Kuro-chan n Shiro-chan buat hape u karna berdasarkan warna? Haha! Btw, selain laptop, aku juga ngasih nama ke hapeku. Namanya Newton!. Kalo motorku kukasih nama nama Leo (Pendekan dari Galileo), kalo otakku alias suara yg kadang sering ngobrol di kepalaku juga kukasih nama, yaitu-
SasuNaru: Oeeey! Nggak ada yang nanya!
KP: Request KyuuGaaNaru ke mall, dengan penampilan Naru cewek, penampilan Gaara kayaq nyamar di pesta Hakuren, n penampilan Kyuubi like Hiruma? Hmm, bakal kupertimbangkan …
Whoaa, ada reviewer baru yang ngerasa punya superiority complex neh, Heheh. Apa separah Kyuubi? Hm? U juga ngerasa mirip kayaq Itachi yang muka dua? Hahaha! Sama ama aku juga dong! U juga punya filosofi yang mirip ama Itachi, tapi hukum ketiganya Newton? Ah, yang 'ada aksi n reaksi' itu ya?.
Itachi: Oh, emang. Tapi itu sifatnya lebih kayaq counter-attack. Habis nyium- pasti bakal langsung bales nyium juga.
Sasuke: Contoh yang terlalu dipaksain …
KP: Beruntung u gak punya kenalan psikologi? (*grin*) what d u maksud?
Gaara: Gunain kata 'mean'.
KP: Emang ada yang aneh ama schizoid? Karna u salah satunya? Hee? Beneran nih. Ya emang nggak normal dunks! (walau menarik untuk dipelajari). Shcizoid itu kan istilahnya kayaq 'emotional freezing' yang nggak punya emosi n nggak punya ketertarikan khusus dalam hal apa pun? Termasuk temen, keluarga, ngebaca fic (hoe?), dihina or dipuji pun nggak kerasa beda buat orang2 Shcizoid. Shcizoid ini muncul sbg salah satu premorbid alias keadaan awal dari schizophrenia, lho. Walau Shcizoid emang bukan Schizophrenia. Tapi, ntar bisa jadi berkembang sampe ke sana, tuh. Yakin u emang schizoid? Mungkin cuman anti-social aja kali? U masih peduli ama keluarga u, kan?
Yagura: Apa gue juga Shcizoid … ?
KP: Oh? Yagura! Nggak, koq. U cuma 'hampir'. Tapi u gak termasuk Shcizoid coz u masih punya orang yang u pedulikan, yaitu Shukaku kan?
Yagura: (*ngangguk*)
KP: Ngomong2 soal Shukaku, aku pengen banget nulis dia, tapi belum saatnyaaaa!
Gak usah peduliin readers yang gak baca warning, makin bloody makin bagus? Haha! Thanks!
Gaara pengecut karna nggak mau ngakuin perasaannya ke Kyuu? Heheh … lebih 'pengecut' mana antara dia n Kyuu sendiri?
Hm? Nanya apa itu Chronological Age (CA)? Itu usia berdasarkan kelahiran. Misalnya usia u sekarang 15 tahun 2 bulan 7 hari. Nah itu namanya CA. CA biasanya ini digunain dalam rumus intelegensi,yaitu IQ=MA/CA kali 100. (MA=Mental Age). Hmm, kalo gak salah … buat nyari MA caranya tuh: tahun, bulan, n hari sekarang dikurangi ama CA. (*gak yakin*)
Naruto: Koq gak yakin? Kan ada bukunya di rak kamar u? Cari sana supaya yakin!
KP: Males ah~
All: Ye!
KP: Ah? Hino Matsuri emang nama komikus alias mangaka, koq. Kan udah kutulis tuh diujung chapter 'Beneran cinta or … '. Aku emang ngambil Hino dari dia. U suka artworknya karna suka rinci n keren? Wah, aku juga suka, sih. Tapi cowoknya doang. Kalo ceweknya … aku kurang suka coz buatku mata mereka kegedean! (walo gak semua. Tapi cewek tokoh utamanya biasanya gitu, sih!). Kalo mangaka yang artworknya paling kusuka tuh is Takeshi Obata, yang nggambar Hikaru no Go n DeathNote.
Ho-oh, neng. Yes my lord-nya Mikoto tuh emang terinspirasi dari Sebastian. Tapi dia bukan pelayan tentunya~. Udah kutulis di balesan review lalu koq … XP
Oh, kalo sebutan keluarga ala caturnya Itachi yang ngaku bishop n King, Queen, plus Knight buat FugaMikoSasu tuh terinspirasi dari keluargaku sendiri. Aku iseng ngode-name mereka di hape q gitu. The King 4 bokap, The Queen 4 Nyokap, The Knight 4 my big bro, n aku sendiri the bishop. (tapi kakakku lebih ngode bokap dengan: Boss). So, bukan trinspirasi ama komik Golden Days … . Kebetulan aja aku n mangakanya mikir hal yg sama kaleee~. Eh, emang beneran tuh komik temanya Shonen ai? Rasanya aku belum pernah baca,deh. Manga or komik Shonai yang pernah kubaca palingan doujinshi yang ada di net.
Eh, tolong sebutin manga n komik shoai yang diterbitin di Indonesia dong!
Sasuke keliatan OOC banget pas di meja kasir? Haha! Iya emang!
Nunggui adegan berantem coz kalo aku yang bikin, sadisnya ngenak banget? Waw. Request u dah terkabul. Walo gak sadis-sadis amat sih …
KP: Sekian 4 this chappie. Oh ya! Aku izin telat ngupdate chap depan karna mo maen RPG! (*THWACK!*)
