Disclaimer: Masashi Kishimoto
Warn: AR, TWT.
.
Pelangi
~karena keindahan pelangi tercermin darinya~
By: Light of Leviathan
.
Hinata Hyuuga tiba-tiba saja menyesali keputusannya untuk pergi ke kantor Hokage di siang hari selepas kepulangannya dari misi solo. Bukan karena siang hari ini begitu terik sampai hampir memanggang, tapi karena di ujung ruang pandangnya, ada Naruto Uzumaki yang sedang berjalan keluar kantor Hokage sembari bersiul-siul riang.
Mengapa mesti berjumpa sekarang? Apa yang harus dilakukannya? Akal sehat menjawab, tentu saja ia harus menyapa, tapi batinnya bertanya, bagaimana kalau Naruto lagi-lagi tidak menyadari keberadaannya?
Lamunannya buyar ketika Naruto berhenti melangkah tepat di hadapannya dan berkata dengan antusias, "Wah! Ada pelangi!"
Hinata mengedarkan pandangnya, lalu menengadah pada langit. Keningnya berkerut saat pandangannya bertemu ada biru cerah saja. Didengarnya Naruto terkekeh kecil. "Bukan di langit kok—"
Naruto tidak bohong. Tatkala Hinata menengadahkan kepala dan memandang pada sinar mentari, cahaya sang surya menyinari sepasang bola mata bagai mutiara, dan merefleksikan lebih tegas warna-warni indah yang memesona...
"—tapi di matamu, Hinata."
...yeah, Naruto memang sangat suka membuat 'pelangi'nya itu tersipu malu seperti ini. Karena dia jadi bisa menatap wajahnya yang manis sekali.
.
TAMAT
.
A/N: LoL a.k.a Light bangkit. Muahahaha. Sebenernya waktu itu fic ini untuk NHL-chan a.k.a Tita chan. Light harap ficlet ini nggak mengecewakan. ;)
Tiada review~ tiada update~ ;D
