*lempar pensil* sialan! kok kayaknya kagak pernah abis-abis sih ujian idup gue?!#abaikan
warning : humor garing, OOC, typo, gaje, nistaan homo, sadistik dan masochist, deelel
Chapter 25
Author POV
Saat ini, para pemuda-pemudi yang kita cintai sedang bermain di malam camp musim panas mereka(yang entah sudah hari yang ke berapa). Dan mereka sedang bermain King Game dimana saat ini Kise Ryouta, si small forward klub basket menjadi 'raja' mereka semua. Penderitaan Aomine dan Kagami selesai terlebih dahulu.
"Lalu~ aku ingin Kurokocchi berdandan perempuan-ssu! Pasti manis!" katanya nista. Lainnya langsung mengalami error loading brain. Lalu kamu berdiri, mengambil wig yang entah darimana, bedak dan sisir. Lalu kamu duduk di depan Kuroko.
"Dengan senang hati aku akan merubahmu menjadi gadis manis Kuroko~" katamu dengan senyum cerah. Mengucur keringat dingin di kepala Kuroko, dia menatapmu horor. Kamu mengabaikannya dan mulai mendandaninya.
'rambutnya lembut, wajahnya juga manis, kulitnya yang putih ngepas banget... Yosh!' batinmu mensurvei
.
.
.
Kalian semua sedang terdampar sekarat di kamar.
"A-ano... minna-san... daijoubu-desuka?" panggil Kuroko,
'Kami nggak baik-baik saja dasar setan! Kau ingin mengambil pergi kewarasan kami ha?!' batin kalian nista bersamaan.(kalian bayangin aja Kuroko yang pake wig terus didandani kayak cewek gitu*nosebleed*)
Untuk kepentingan cerita, tak lama kemudian kalian sadar dengan muka yang sulit untuk dijelaskan, dengan perasaan yang sulit dijelaskan dan pikiran yang tak layak dijelaskan*plaak*.
"untuk Momoicchi... jangan memaksaku untuk mencoba masakanmu-ssu... etto... untuk selamanya-ssu..." kata Kise ragu-ragu takut-takut karena dia rapuh-rapuh(halah). Momoi menggembungkan pipinya sebal.
"Ki-chan wa hidoi! Kenapa kau berbicara seperti itu?! Kau kejam sekali! Aku benci kamu! Ayo (name)-chan!" kata Momoi sambil menggandeng tanganmu dan akan mengajakmu kembali ke kamar. Kamu menahannya.
"Gamenya masih belum selesai Satsuki-chan, sebenarnya maksud Ryouta adalah, kamu harus meningkatkan kemampuan memasakmu kalau ingin menjadi istri yang baik... apalagi kau sudah menemukan pria idamanmu, dia tak ingin mengganggu kalian, dia hanya tak bisa menemukan kata-katanya. Dan Ryouta, mulai sekarang kau memasak sendiri untuk makananmu." Katamu sambil men-death glare kawan kuningmu yang tengah menciut. Takut kamu akan melahapnya saat ini.
"Kise-kun, kimi wa baka-desu"(Kise-kun, kamu bodoh) komen Kuroko poker face.
"baka da" (dasar bodoh) komen Nijimura dan Kagami bersamaan.
"baka da ne" (memang bodoh ya) komen Himuro dengan suara dan senyum kalemnya.
"aho" (goblok :v) komen Aomine sambil menggali harta karun di telinganya.
"hmph, kudaranai-nanodayo" (dasar tidak berguna) Midorima menaikkan kacamatanya.
"Aku rasa kau harus menambah kosakata di otakmu yang sempit itu, Ryouta" kata Akashi dengan menyilangkan tangannya dan senyum coolnya.
"Kise-chin wa aho~" (Kise-chin bodoh~) komen Murasakibara tidak menghayati(?) sambil nyemil, dan Kise makin pundung berkuadrat di pojokan. Momoi puas melihatnya yang tersiksa dan mood bermainnya dengan cepat kembali.
(author : dasar sadis. Momoi : biarin week!*julurin lidah* . Author : Akashi, pinjam gunting . Akashi : Baiklah *nyerahin gunting*. Author : kemarikan lidahmu nak Momoi~ *evil smile* Momoi : *ngacir* . akashi : *sweatdrop*) wah, yandere mode on O_O".
"Yosh! Mari kita lanjutkan lagi~ sekarang tarik lagi stiknya~" kata Momoi riang, sepertinya mereka skip time di giliran Kise ini... Kise yang malang, satu kata dariku untukmu nak : RASAIN!
Dan, ternyata oh ternyata, karena evil mindku sudah meraja lela, kali ini Momoi sendiri yang mendapat stik birunya, dia sekarang yang menjadi 'raja'nya, eh, mungkin lebih pantas kusebut pink rose queen? :v
Nah~ mari kita mulai saja~
"yatta! Aku yang dapat stik biru~ sekarang apa yang harus kupinta ya~ huhum~" kata Momoi riang dengan pose sok berpikir gaya imut, padahal ya gak imut-imut amat, malah menurutku gak imut sama sekali*plaak* aduh, Cuma moe. *Momoi blushing*(nah, puas kan lu?)
"o-oke~ yang pertama~ hem...Tetsu-kun! Cium aku!" katanya bersemangat 45.
"ha?" reaksi orang-orang disana. Memasang tampang terbodoh mereka.
"ci-um a-ku" kata Momoi memutus kata-katanya, agar bisa lebih dimengerti.
Kuroko Cuma menghela nafas, lalu memegang kedua pundak Momoi, menatapnya lurus dan momoi udah mulai blushing. Kalian masih membatu dengan sweat drop yang setia menggantung.
'Hoi oi, Tetsu/Kurokocchi/Tetsuya/Kuro-chin/Kuroko. Kau serius? Tunggu, KAU BENAR-BENAR SERIUS AKAN MENCIUMNYA?!'
"Tolong persiapkan dirimu Momoi-san." Katanya dengan tatapannya yang datar tapi sedikit menunjukkan keseriusan. Inget, sedikit :v
"Hai!" kata Momoi tambah semangat, tersenyum lebar sambil menutup matanya dan mengangkat jempolnya, tapi...
Sruut... tes... tes...
Ada sungai merah yang baru terbentuk dan sumbernya berasal dari hidung cantik sang ratu -_-". Kuroko jadi agak... gimana... gitu dan mengurungkan niatnya, merogoh sakunya dan mengeluarkan sapu tangannya, lalu mengelap hidung 'ratu'nya saat ini.
"Tolong kendalikan dirimu Momoi-san" katanya datar agak ngerasa gak enak karena ngomongin gitu pada cewek.
"EH?!" dan karena Momoi gak sadar, dia terkejut mengetahui kalau dianya mimisan secara terang-terangan dihadapan pria yang dia sukai. Rasanya pingin gali lubang dan masuk kedalamnya terus gak keluar-keluar kan? Pasti malu banget tuh. Yang lainnya berusaha untuk menahan tawanya semampunya. Lalu Kuroko hanya mencium dahinya saja. Bagi Momoi itu sudah lebih dari cukup :v
"Sayang sekali ya~ Satsuki-chan~" katamu mengejek. Momoi menggembungkan pipinya dan membuang muka, Kuroko menghela nafas lega. 'mereka kekanakan sekali...' batinmu sweatdrop.
"oke, selanjutnya~ Midorin~ kamu harus mempraktekkan pose neko yang paling moe yang kamu bisa!" perintah Momoi. Kacamata Midorima seketika itu juga pecah berkeping-keping.
"n-neko?" kata Midorima membeo plus sweatdrop dan muka pucet kayak gak disiram matahari satu tahun.
"hai! Neko-desu!" balas Momoi mengiyakan dengan aura cerahnya.
Momoi emang rese' kalo lagi laper#dibanting. Bercanda, pikiran Momoi yang evil mulai aktif, terbukti dengan adanya korban nistanya yang ketiga saat ini. Bisa bayangin tuh green tsundere prince berpose Neko yang moe-moe itu? Aku sih gak bisa bayangin yah (nah loh, terus gimana?) oke, akan kubuat idol kalian ini 'sedikit' OOC di bagian ini.
Midorima terdiam,
.
10 menit...
masih membatu.
.
30 menit...
masih diem,
.
45 menit...
"BURUAN GOBLOK KEBURU PAGI DASAR SOMPLAK!"#BLETAAAAK
Karena kebaikan hati(?) sang mantan kapten untuk 'membersihkan' kepalanya dengan kipas kertas karton ukuran jumbo, Midorima pun sadar dari tidur panjangnya(?) dan mulai mengangkat tangannya perlahan sambil gemetar dan menunjukkan wajah yang horor, menekuk jari-jarinya dan pergelangan tangannya ke depan, mulai mendekatkannya ke pipi, wajahnya mulai merona parah, rasanya dia bisa tumbang kapan saja. Lalu dia memiringkan kepalanya kesamping...
"N-nyaa..."
...
MARI KITA BERJOGET BERSAMA PEMBACA! SANG PANGERAN TSUNDERE KITA TELAH LULUS UJI COBA KEWARASAN DAN DINYATAKAN 100% OUT OF CHARACTER DAN HILANG MARTABAT TSUNDERENYA BERKAT SAYA!*plaak* ehem, kembali ke topik. Intinya, ke-moe-annya bahkan melebihi kucing yang asli, dan mereka saat ini mengajukan pencemaran nama jelek ke pengadilan terdekat.
(reader : jangan main-main terus author! Yang bener dong! . Author : aku serius kok, mungkin efek mulai laper?*digampar sandal cap bambu item*)
*jepret* Midorima mendengar sesuatu dan itu berasal dari ponselmu.
"... apa yang kau lakukan (name)?" katanya mulai curiga
"Ha? E-enggak... nggak ngapa-ngapain kok..." katamu sambil garuk-garuk tengkuk.
"... kau ... memotretku barusan kan?"
"a... ahahaha... ha-habis sayang banget kalo gak diabadikan..."
"HAPUS ITU" . "nggak mau." . "hapus, (name)" . "kalo aku bilang nggak ya nggak" . "hapus itu atau aku akan-" . "kalau kau melakukan sesuatu, aku akan menyebarkannya di internet dan menjualnya dengan harga tinggi" ups, keceplosan, dan Midorima mulai melangkah mendekat, kamu otomatis sembunyi di belakang sosok yang tak terkalahkan diantara mereka bahkan Midorima kalah dengannya padahal dia jauh lebih tinggi dan besar dari orang tersebut..(NGEK)
"Pose tadi kan sayang kalau nggak di abadikan, kau setujukan Sei?" tanyamu, dalam hati kamu masih takut-takut, tapi kamu lebih sayang sama foto tadi.
"aku setuju denganmu, boleh aku minta?" katanya sambil pengeluarkan ponselnya.
"Oke~" dan kamu membagi foto berharga itu dengan sang kapten. Yang lain ikut-ikutan.
"KENAPA KALIAN IKUT-IKUTAN-NANODAYO?!"
"Sayang kalo gak punya~" jawab mereka bebarengan dengan senyum cerah minta di gampar pake pantat wajan yang item itu. Midorima tepok jidat dan sujud guling-guling (bisa bayangin?)
"Selanjutnya~ Kagamin! Aku ingin kau..." Momoi memutus kata-katanya. Kagami menelan ludah, tegang menyelimuti mereka berdua karena yang lainnya masih ber moe ria dengan foto tadi. Midorima di ikat tali tambang dan rantai plus gembok(?) biar gak macem-macem.
"etto... karena kemampuan merayumu yang (tak disangka) hebat, coba bikin Akashi-kun blushing." Kata Momoi masang wajah watados dan menunjuk kaptennya yang menoleh tajam pada mereka.
GLEK
"Ha... harus?" kagami mulai panik bung!
"iya, harus~" kata Momoi tak menghiraukan death glare kaptennya.
Suasana seketika itu juga menegang, hawa dingin malam merasuk tulang, aura-aura gak enak nan dingin menusuk tulang mulai menyelimuti ruangan itu, nada-nada yang membangkitkan bulu kudukpun mulai berkumandang. Kalian semua otomatis berhenti ber moe ria, wajah kalian kayak orang ambeien berbulan-bulan, sangat sulit untuk dijelaskan, dan kalian menatap horor sepasang pemuda yang sama-sama berambut merah(walaupun yang satunya warna item di pangkalnya sih) yang sedang berhadapan saat ini, saling bertatap muka, yang satu udah kayak mau gali kubur aja dan yang satu tetep stay cool.
DEG...
.
.
DEG...
.
.
DEG...
.
.
Buset, serasa jantung udah mau copot aja nih.
Setelah berdag-dig-dug riang gembira(eh), akhirnya Kagami mulai membuka mulutnya takut-takut, kalian mengikuti gerak mulutnya, tapi dia menutupnya kembali, kalian kecewa, Akashi masih dengan sabar menunggu sambil menatap kalian dan suasana yang (baginya) sangat lucu, dia hampir saja ketawa tapi dalam hati demi jaga image. Kagami menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya perlahan, dan menatap Akashi lurus *masuk mode serius*
"Akashi... memang kita baru saja ketemu, tapi... pikiranku begitu terperangkap dalam bayang sosokmu, cinta tidak peduli tentang waktu dan aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama, my beautiful red king." Katanya sambil menunjukkan senyum terlembutnya *author epilepsi*
UOOOOKH! KAGAMIIII! KEMANA SISI GAK PEKA DAN OON-MU ITU NAK?! JANGAN-JANGAN KAMU PUNYA KEPRIBADIAN GANDA JUGA?!*get plak-ed*ehem, maaf.
Kalian seketika itu juga jawdrop berjamaah seakan menciptakan patung totem jenis baru... dan Akashi... masih berwajah datar tapi matanya sedikit membulat-eh, tunggu
*zoom in*
aku melihat... ada semburat tipis di wajahnya... dan oh, dia menutupinya dengan punggung tangannya dan menunduk saat ini...
...
DEMI KOLORNYA EYANG GENDERUWOOW! AKASHI BLUSHING GEGARA GOMBALNYA KAGAMI! PADAHAL MEREKA SAMA-SAMA COWOK NORMAL(?)! Sepertinya kiamat memang sudah dekat yee~
Setelah di silent mode, kamu memotret pemandangan sekali seumur hidup(?) itu, sebanyak-banyaknya dengan kualitas sebagus-bagusnya, dan memperoleh hasil yang memuaskan para fangirl, kamu mulai menyeringai evil sambil melihat hasil jepretan itu yang menghasilkan foto terlaknat yang pernah ada. Dan sekelilingmu (kecuali Aomine, Kagami dan Akashi) merinding disko merasakan hawa gelapmu.
"Woaa~ nice kagamin! Saiko da yo~ dan Akashi-kun nggak boleh protes dalam bentuk apapun~ untuk sekarang dan seterusnya~" kata Momoi untuk mencegah malam berdarah terjadi.
"Selanjutnya, Ki-chan, pakailah baju maid ini, lalu bersikap dan berdandanlah seperti perempuan! Ini perintah~" kata Momoi riang sambil membawakan sehelai baju maid yang entah dia dapat dari mana, jangan-jangan punyamu lagi.
"Na-nande?! Yada-ssu! Aku nggak mau memakainya! Itu lebih cocok dipakai (name)-cchi-ssu no!" tolak Kise
"Ryouta, sore wa jouou-sama no meere da."(Ryouta, itu adalah perintah ratu) katamu dengan nada sarkastik dan tatapan tajam, sambil berpose bagai wartawan yang telah siap untuk memotret berita berbesar abad ini.
"ukh... hai..hai..wakatta-ssu no..jangan begitu dong (name)-cchi... serem tau..." kata Kise mengambil pakaian itu dan menuju ruang ganti. Dia dandan sendiri...
20 menit, kemudian...
Sraak
Kise keluar dari ruang ganti, um... lebih tepatnya kamar mandi karena sudah jelas disana gak ada ruang ganti, ini bukan mall.
Kise diam berdiri, menundukkan wajahnya dan mengalikannya ke samping, menyembunyikan rona merah di wajahnya. Kalian membatu bersama, tanpa ekspresi, tanpa hati, tanpa jiwa(lho)
"Wah, tak kusangka cocok juga" komentarmu, kamu yang pertama kali bersuara setelah beberapa detik kalian membatu menatap pemuda blonde itu.
"Tapi ototnya yang kekar mengganggu yah" komentar Momoi sambil memegang dagunya dengan telunjuk dan ibu jari. Kamu mengangguk setuju.
"Coba singkirin ototmu, Ryouta, mengganggu saja" . "MANA BISA-SSU!" . "dia benar-benar berbakat jadi model..." . "maksudmu Model majalah fujoshi?" . "Huwaaa! Aominecchi dan Kurokocchi hidoi-ssu! Aku nggak mau jadi model majalah begituan-ssu!" . "Kise-san, aku adalah fans nomor satumu*pft*" . "Bahkan Himuro-san juga?!" . "Oho... cocok-cocok, sekarang coba hidangkan sesuatu Kise" . "Nijimura-senpai! Jangan ikut-ikutan mereka dong!" . "Kise... sepertinya jenis kelaminmu itu harus dipertanyakan sekali lagi ke dokter..." . "Aku cowok tulen Kagamicchi!"
Dan keributan itu terus berlangsung, Akashi? Dia masih membatu, kesadarannya seketika melayang entah kemana. Efek Cross dressing yang luar binasa, bahkan sang kapten yang dikenal selalu stay cool dimana saja kapan saja ini tak bisa berkutik. Dan Midorima... kacamatanya langsung pecah tadi, dalam semalam dia sudah memecahkan 2 kacamatanya gegara kenistaan kawan sejenisnya, kacamata itu mahal lho, Midorima yang malang... dan kamu, tentu saja kamu tak akan melewatkan kesempatan ini untuk mengambil foto Kise sebanyak dan sebagus mungkin.
"Maa, maa, kalian berhentilah bertengkar, mari kita lanjutkan, Ki-chan, jangan lepaskan itu sampai game ini selesai." Kata Momoi. Kise pundung di pojokan, lalu setelah itu keluarlah suara yang kerap muncul di film horor *hiks* *hiks*, suara tangisan yang entah milik siapa dan dari mana(udah jelas kalo itu dari Kise kan?)
"Aomine-kun, bersujudlah dihadapanku dan bilang 'aku adalah monyet terhina, terendah dan termesum yang pernah ada' katakan itu sambil teriak yang keras yaa~" wush! Momoi sepertinya puya dendam kesumat sama exotic prince kita ini.
"HA?! JANGAN BERCANDA SATSUKI! AKU TAK AKAN MAU MELAKUKANNYA!" protes Aomine
"A-o-mi-ne-kun~ saat ini, kata-kataku itu..." Momoi menggantungkan kalimatnya.
"AB-SO-LUTE~" katamu melanjutkan
"tunggu, kata-kata tadi..."Akashi (akhirnya) angkat bicara. Kamu dan Momoi tersenyum kearahnya.
"hehe~ kami meniru kata-katamu~ ya ampun, aku selalu ingin mencobanya!" katamu gembira.
"Rasanya keren juga ya!" sahut Momoi. Kamu mengangguk semangat.
Akashi tak bisa berkomentar apa-apa melainkan hanya tersenyum, kali ini dia akan membiarkan teman-teman(budak-budak)nya untuk bersenang-senang malam ini, mengingat dia juga menikmati game ini.
(R : tunggu, maksudmu dia seneng di gombali Kagami? . A : he? Iya juga ya, mungkin, aku tak tau, kumohon jangan menanyakannya lebih lanjut, sosok gelap yang berdiri di depan pintu kamarku, membelakangi lampu dan sepertinya sedang memegang sesuatu yang tajam itu tengah menyeringai menakutkan sambil menatapku.)
"Daiki, turuti kata-katanya" ucap(perintah) sang kapten. "ukh..." dan Aomine sudah pasti tak bisa melawannya.
Dia bersujud dengan gaya dogeza tergreget yang pernah ada, Kamu memotret penuh hikmat(?)
"AKU ADALAH MONYET TERHINA, TERENDAH DAN TERMESUM YANG PERNAH ADA!" ah... Aomine... malang sekali nasibmu nak... kau terlalu banyak menumpuk dosa dan inilah balasanmu... sepertinya kali ini dewa kesialan berpihak padamu.
Momoi tersenyum puas, kamu berhasil merekam video peristiwa fenomena langka itu dan cekikikan sendiri melihatnya. 'nice! Satsuki-chan! Good job!' batinmu.
"Dan selanjutnya~ berhubung kita punya banyak ikemen disini, aku ingin mencoba sesuatu... dan akan dilakukan Himuro-san kepada Akashi-kun lagi~ dan peringatan kembali, untuk Akashi-kun akan kuulangi perintahku, Akashi-kun gak boleh protes dalam bentuk apapun~" Akashi dan Himuro melebarkan matanya dan mengerjap dua kali, mereka mulai sweatdrop, Himuro masih memasang senyumnya dan Akashi masih memasang poker facenya yang mulai hancur.
'Aku dapat firasat buruk tentang ini' batin mereka bersamaan.
"Himuro-san, tolong cium Akashi-kun" pintanya.
Kamu jantungan mendengarnya. Kuroko pengen salto kebelakang, Midorima kehilangan rohnya, Nijimura jawdrop dengan ekspresi tergreget, Murasakibara menjatuhkan cemilannya dan menatap cengo, Kise jungkir balik, Aomine ketawa-histeris pengen kabur dari sana, Kagami membatu dengan tidak elitnya, Momoi senyum-senyum sendiri dengan bunga-bunga yang bertaburan.
"C-cium?" tanya Himuro untuk memastikan
"Yep~"
"Momoi, memasang kan sesama pria seperti ini sama sekali tidak menyenangkan, bisa ganti yang lain?" protesnya halus, Akashi, seperti bukan kamu saja dee~ kamu kerasukan apa?#dicambuk
"Heee? menurutku menyenangkan kook~ kalian lucu banget, aku gak mau ganti dan Akashi-kun harus menurutiku kali ini..." Momoi menggembungkan pipinya sebal.
"... kau akan membayar untuk ini" balas Akashi sarkastik dengan suara yang lebih gelap dan dalam.
Momoi begidik ngeri, tapi saat ini dia benar-benar senang melakukannya, sudah lama dia ingin menyiksa para ikemen klub basketnya itu yang setiap hari berhasil membuatnya pusing kepala setiap hari. Dan, siapa sih yang tau kalau ternyata Momoi suka hal yang menjurus pada 'itu'? you know what 'that' is? I will give you a big clue, sesama cowok yang sedang melakukan adegan romantis.
Karena mereka ingin cepat-cepat menyelesaikan ini dan tidur, saat mereka berhadapan Himuro menutup matanya dan dengan cepat menempelkan bibirnya ke bibir Akashi, setelah itu selesai dengan amat, sangat cepat, 1 detik sudah cukup, tapi... masih kalah oleh kecepatanmu yang dengan sigap selesai memotretnya dalam waktu 0,48 detik. Muka Himuro memerah semerah rambut partner ciumnya barusan. Dan Akashi... bahkan ekspresinya tak berubah sedikitpun, tetap stay cool. Sasuga Akashi...(Akashi memang hebat) dan dia tersenyum dalam hati, 'mereka semua polos sekali' batinnya dan kamu. Kagami pengen ketawa sekeras-kerasnya, tapi kalian berdua tau kalau Himuro pas marah itu gak main-main ganasnya.
hening...
Tak ada komentar apapun tentang itu dan kalian melanjutkannya secara aman, damai, rukun dan sejahtera(?).
maaf updatenya lama, dan jangan hiraukan kicauan di atas sendiri itu :v efek pasca ujian dan lagi di karantina oleh yang namanya remidi :'v
aku bakal update 2 chapter sebagai permintaan maaf. hope you like it! dan kalau kurang panjang, panjangin aja sendiri, dan kalau gombalnya kurang greget, beli lagi aja*plaak*
Terima kasih selalu kuucapkan pada readers yang setiap membaca ni fanfic~ arigatou~ yang ngefav, ngefollow, dan yang ramai mereview~ i lop yu pul cemuah #jijay
Choutoru, fuyuki208, ashidaakane7, Hyuuga Kaname, ShanNeko, alice dreamland, Yuzu Nishikawa(cium aja tuh bibir, gue ikhlas ko~#digampar Nijimura), Kurotori Rei, Shinju Yoichi(fanfic ibu-ibu?), me (aku gak punya line nak, maaf), farahlagiOOC(tolong, kata-katamu itu loh -_-)
jangan lupa tinggalkan jejak kehadiran kalian yee~ (emang hantu gitu jejak kehadiran?!*plaak*)
