Title: Love And Confusion

Cast: All Bangtan Members - #TaeJin #YoonJin #KookJin #NamJin #VHope #YoonSeok #VMin

Genre: Love, Friendship

Lenght: Chapter Part

Rating: 15+

Author: Tae-V [Line KTH_V95, Twitter KTH_V95]

Cerita ini sedikit terinspirasi dari drama korea "Cheese In The Trap".


"Aku sudah menyukaimu, sejak kita duduk di bangku SMA.. Ketika kau duduk di kelas 2 SMA dan aku di kelas 1 SMA.. Bahkan aku sengaja memperlambat memasuki universitas, karena menunggumu.. Aku ingin kita bisa sekelas, hyeong.. Itulah alasanku memilih kuliah jurusan komunikasi, bukan musik.. Karena aku ingin bisa bersamamu, hyeong..."

Akhirnya semua yang terpendam dalam hati Yoongi selama ini berhasil diungkapkannya kepada satu-satunya pria yang sangat dicintainya itu.

"Ne?" Jin semakin membelalakan kedua bola matanya, tidak menyangka dengan apa yang didengarnya saat itu.

"Aku berharap kau mau menjadi kekasihku... Tapi aku tidak akan memaksa, hyeong.. Bukankah mencintaimu adalah hakku? Dan keputusan untuk menerimaku atau tidak adalah hakmu? Aku hanya berharap, kau bisa mengerti perasaan tulusku padamu.." sahut Yoongi sambil menatap bintang-bintang di langit malam itu, tidak berani mendengar jawaban Jin.

Jin terdiam beberapa saat lamanya, dan kemudian menjawab, "Yoongi a~ Bisa kau beri aku waktu untuk berpikir? Dan aku mohon, selama aku berpikir, hubungan kita tetap seperti apa yang selama ini sudah terjalin... Seperti katamu tadi, jangan ada kecanggungan antara kita.."

Yoongi menganggukan kepalanya, lalu menatap wajah Jin. "Ne, hyeong.. Pikirkan saja pelan-pelan, aku tidak memaksamu.. Setidaknya, kini kau sudah mengerti isi hatiku..."

"Gumawo, Yoongi a~" sahut Jin sambil tersenyum menatap Yoongi.

Yoongi menganggukan kepalanya sambil tersenyum. "Ayo kita makan ramyun, hyeong~"

"Oke call! Kajjaaaa~" teriak Jin dengan senyuman di wajahnya.


Jin kembali merenung malam itu di kamarnya setelah Yoongi pulang.

"Taehyung.. Jungkook.. Dan sekarang Yoongi... Arghhhhhhhhh~ Otakku benar-benar semakin pusing..." gumam Jin sambil memeluk bantal kesayangannya.

"Taehyung, apa ia memang tulus menyukaiku? Apa aku juga menyukainya? Mengapa wajahnya yang sangat tampan itu selalu saja melintas di benakku?" gumam Jin.

"Jungkook... Bocah kurang ajar itu... Mengapa sikap baiknya padaku akhir-akhir ini justru membuatku merasa nyaman setiap bersamanya? Dan auranya yang cool bercampur cute itu benar-benar terus melintas juga di benakku..." gumam Jin lagi.

"Dan sekarang? Seseorang yang selalu bersamaku sejak dulu... Justru mengatakan menyukaiku... Aku bahkan tidak pernah terpikirkan untuk menyukai Yoongi... Tapi, mengapa tadi saat Yoongi mengungkapkan perasaannya padaku, aku ragu? Mengapa aku tidak langsung menolaknya? Mengapa sekarang aku juga jadi memikirkan Yoongi? Arghhhhhhhhh~" Jin menendangi selimutnya sampai kasurnya jadi berantakan.

"Aku harus bagaimanaaaaaa~" Jin berteriak tanpa sadar.


"Pagi, hyeong~ Kau sudah sarapan?" Taehyung menyapa Jin pagi itu saat Jin masuk ke dalam kelas.

Yoongi belum terlihat di kelas karena ia bangun kesiangan, ia hampir tidak tidur semalaman setelah mengungkapkan perasaannya kepada Jin semalam.

"Uh? Aku belum sarapan..." sahut Jin sambil tersenyum kaku.

Memang, sejak kejadian sore itu di tepi sungai Han, Taehyung sudah meminta maaf kepada Jin berkali-kali dan Jin berusaha menerima permintaan maaf Taehyung.

"Ayo kita sarapan dulu di kantin, hyeong~" sahut Taehyung sambil tersenyum.

Dan anehnya, kali ini Jin tidak menolaknya.

Hati kecil Jin berbisik, memintanya mengiyakan ajakan Taehyung.

Dan akhirnya mereka berdua sarapan bersama pagi itu di kantin kampus.

Tentu saja semua mata kini memandang mereka berdua, karena ini pemandangan langka!

Hampir semua mahasiswa tahu betapa Jin sangat menjauhi Taehyung untuk alasan yang tidak mereka ketahui, namun sekarang mereka justru makan berdua di meja yang sama.

"Beruntungnya Jin hyeong..." gumam Hoseok sambil meletakkan kepalanya di atas meja kantin. Sejak ditolak oleh Yoongi, Hoseok rasanya sudah tidak bersemangat untuk datang ke kampus.

Hoseok dan Namjoon duduk tak jauh dari meja Jin dan Taehyung pagi itu.

Dan Namjoon terus memandangi Jin. Kecewa karena Jin bersama Taehyung pagi itu.

"Bukankah Jin hyeong membenci Taehyung?" sahut Namjoon.

"Kau kan tahu sendiri betapa besar perjuangan Taehyung mendekati Jin hyeong.. Mana mungkin lama-lama hatinya tidak luluh juga?" sahut Hoseok.

"Mengapa harus Taehyung?" gumam Namjoon sambil terus menatap Jin dan Taehyung.


"Gumawo, hyeong..." sahut Taehyung sambil berjalan beriringan dengan Jin menuju kelas.

"Wae?" Jin menatap wajah Taehyung.

"Karena kau mau menemaniku sarapan pagi ini.. Hehehe~" sahut Taehyung sambil tersenyum.

DEG!

Senyuman Taehyung sukses membuat detak jantung Jin kembali berdetak tidak karuan.

"Jangan tersenyum seperti itu!" gerutu Jin dalam hati.

Mereka berpapasan dengan Yoongi yang baru saja tiba di depan kelas.

"Pagi, Yoongi a~" sahut Jin sambil tersenyum menatap Yoongi.

Yoongi tentu saja terkejut melihat Jin dan Taehyung berjalan beriringan berdua seperti itu.

Yoongi dan Taehyung saling beradu pandang.

Tatapan yang menandakan pertarungan antara Yoongi dan Taehyung untuk memperebutkan hati Jin.


"Yaishhh~ Hyeong~ Apa ini jawabanmu atas pernyataan cintaku?" gerutu Yoongi sore itu ketika mereka pulang bersama.

Jin diminta Yoongi untuk menemaninya membeli sebuah gitar baru sepulang kuliah, dan tentu saja Jin tidak bisa menolak ajakan Yoongi, sahabat terbaik yang pernah dimilikinya itu.

"Jawaban? Maksudmu? Bukankah aku bilang aku butuh waktu, Yoongi a" Jin menatap bingung ke arah Yoongi.

"Tadi pagi, tidak biasanya kau berjalan beriringan dengan Taehyung.. Aku bahkan bisa melihat aura wajah Taehyung yang sangat bahagia ketika berjalan bersamamu di koridor tadi pagi..." sahut Yoongi sambil menendang kerikil yang ada di dekat kakinya.

"Uh? Maksudmu?" tanya Jin.

"Kau mulai menyukainya? Jujur saja, hyeong~ Gwenchana... Aku baik-baik saja jika kau tidak memilihku... Ya.. Mungkin aku akan meminta waktu untuk menenangkan diriku sejenak jika kau akhirnya menolakku... Hanya saja aku berharap bukan Taehyung yang kau pilih.. Karena aku akan sangat cemas jika kau bersamanya..." sahut Yoongi pelan.

"Ah... Aniya~ Siapa bilang aku memilihnya? Aku hanya berusaha menjadi sahabatnya.. Uhm... Ah~ Molla~ Aku juga bingung..." sahut Jin sambil mengacak-acak pelan rambut belakangnya.

Jujur saja Jin memang kepusingan karena ia sendiri tidak mengerti dengan perasaannya terhadap Taehyung.

"Hyeong... Apakah pernyataan cintaku membebanimu?" tanya Yoongi.

Jin berpikir sejenak, kemudian menjawab, "Bukankah sejak dulu aku selalu berterima kasih padamu? Karena selalu membantu dan menemaniku... Mana mungkin sekarang aku menganggapmu sebagai sebuah beban? Aigoooo~"

Jin mengacak pelan poni Yoongi sambil tersenyum, membuat Yoongi ikut tersenyum melihat senyuman yang terbentuk di wajah manis Jin.


Malam hari tiba.

Dan sesuai perjanjian, Jungkook berjalan menuju taman dekat rumah ayahnya untuk menemui Taehyung.

Sosok pria berambut merah terang itu sudah ada disana ketika Jungkook tiba.

Berdiri dalam diam.

Keheningan sangat terasa malam itu, karena hanya semilir angin yang menjadi backsound disana.

Jungkook melangkah pelan, enggan bertemu dengan pria yang paling dibencinya itu.

"Aku kira kau takut menemuiku~" sindir Taehyung ketika ia melihat kedatangan Jungkook.

"Untuk apa aku takut padamu? Apa ada yang perlu ditakuti dari sampah masyarakat sepertimu? Perusak masa depan... Pembunuh..." sahut Jungkook dengan nada sinis.

Taehyung geram mendengar ucapan Jungkook. Ia langsung maju mendekati Jungkook dan mencengkram kerah baju yang dipakai Jungkook.

"Sudah kubilang itu semua bukan kesalahanku! Itu salahmu karena tidak mendengar peringatanku, bajingan kecil!" bentak Taehyung sambil menatap wajah Jungkook dengan penuh kebencian.

"Lihat dirimu, brengsek! Kau selalu seperti ini sejak dulu.. Kau selalu beranggapan bahwa kau yang paling benar dan semua yang ada di sekitarmu yang bersalah... Karena pola pikirmu yang seperti itulah makanya kau tidak bisa berubah... Asal kau tahu, lama-lama kau bisa menjadi psikopat jika kau terus berpikiran seperti ini!" sahut Jungkook sambil menatap tajam tepat ke kedua bola mata Taehyung.

DUG!

Sebuah pukulan yang sangat kencang mengenai pipi Jungkook hingga Jungkook terjatuh ke tanah.

"Kyaaaaaaaaaa!" Sebuah suara pekikan terdengar tak jauh dari situ.

Taehyung dan Jungkook menoleh ke arah suara teriakan itu berasal.

Ternyata sesosok pria berambut blonde yang sangat mereka cintai ada disana, berdiri sambil menutup mulut dengan kedua tangannya, terkejut melihat Taehyung memukul Jungkook dengan sangat keras.

Jin saat itu tengah berjalan menuju rumahnya setelah selesai menemani Yoongi membeli gitar. Yoongi ingin mengantarnya pulang namun Jin bilang ia sedang ingin berjalan sendirian menikmati angin malam.

Dan di tengah perjalanan menuju kosannya itulah Jin tidak sengaja melihat kedua kakak beradik tiri itu sedang bertengkar.

"Jin hyeong?" Taehyung membelalakan kedua matanya menatap kehadiran Jin disana. Ia padahal bermaksud untuk selalu menujukkan sisi baik dirinya di hadapan Jin, bukan menunjukkan sisi gelapnya yang seperti ini.

"Jungkook a, gwenchana?" Jin segera berlari menghampiri Jungkook yang tengah tersungkur di tanah, tepat dihadapan taehyung.

Jungkook menganggukan kepalanya. Namun bibir Jungkook mulai mengeluarkan darah.

Jin segera mengambil sapu tangan dari sakunya, lalu mengelap darah yang ada di bibir Jungkook.

"Ouch..." Jungkook memekik pelan ketika sapu tangan Jin menempel di luka di bibirnya.

Jin menatap Taehyung, dengan tatapan yang dingin.

Taehyung terkejut melihat cara Jin menatap dirinya.

"Ternyata apa yang Jungkook bilang benar... Bahwa kau memang pria yang menyeramkan.. Kim.. Tae... Hyung..." sahut Jin dengan nada sangat dingin.

Taehyung memicingkan matanya, lalu menatap Jungkook. "Benar dugaanku.. Kau menghasutnya agar menjauhiku, iya kan? Dasar bocah brengsek!"

DUG!

Sebuah pukulan kembali melayang ke pipi Jungkook hingga tubuh Jungkook terdorong ke belakang beberapa langkah .

"Yaish, Kim Taehyung!" Jin berteriak sambil memegang tangan Taehyung yang tengah berusaha memukul Jungkook lagi.

"Lepaskan tanganku!" Taehyung menampis tangan Jin hingga Jin terdorong dan terjatuh.

Belum sempat Jungkook menolong Jin, Taehyung kembali memukuli Jungkook sambil merutuk.

"Dasar bocah brengsek! Kau sudah merebut ayahku dan ibuku! Sekarang kau bahkan berusaha merebut pria yang paling kucintai? Sialan!"

Jungkook berhasil lolos dari serangan bertubi-tubi yang diarahkan Taehyung padanya, lalu Jungkook berhasil memukul Taehyung hingga Taehyung terjatuh duduk dihadapannya.

"Siapa yang mencoba merebut darimu? Sudah kubilang, karena pola pikirmu yang seperti itulah makanya Jin hyeong tidak pantas bersamamu!" bentak Jungkook.

Taehyung semakin geram. Ia segera mengambil sebongkah batu besar yang ada di dekatnya kemudian bangkit berdiri dan mengarahkan batu itu ke kepala Jungkook.

DUG!

"Arghhhhhhhhhhhhhhhhhhh~"

Dan darah itu menetes cukup deras dari kepala Jin. Membasahi rambut blonde milik Jin.

"Ji...Jin hyeong..." Taehyung terbelalak melihat apa yang ada dihadapannya.

-TBC-


JENG JENG JENG HAYOLO JIN NYA BOCOR KEPALANYA...

Chapter selanjutnya akan saya post insya allah di Selasa, 28 Juni 2016 ya :)

Silakan ditunggu kelanjutannya :)

Btw, thx a lot again buat semua support, masukan, saran, pujian, dan selalu semangatnya :)

Tinggal 2 chapter lagi nih :) Semoga masih terus setia mantengin ff ini sampe end ya all.. Jangan lupa reviewnya~ /bows/


reply for review:

ORUL82 : hayo diterima ga ya hmmmm? :)

Aiko Vallery : here ya aiko :) thx sabar banget mantengin ff ini dari awal :)

mincsn : akhirnya yoongi nembak~ XD

Key0w0 : maksudnya key? bingung saya O_O

megane1506 : iya mega :) wkwkw maapkeun kalau saya bukan author yg baik XD keep strong baca lanjutannya ya mega :)

Tazkiyah653 : #JinSuperGalauAkut wkwkw thx a lot taz pujian dan fightingnya :)

heyoyo : iya ada beberapa yg request jikook dijadiin XD tp kalo taehyung lg keluar imutnya itu uke sekali auranya XD thx semangatnya /peluk bora noona yg baru kambek/?/

hanashiro kim : kamu cocok banget kalo tuker pikiran sama injung sunbae, otak kriminal, doyannya adegan berdarah/? XD uke tertindas kayak di FF One Shoot saya yang "A Lost Child"? XD