Balas Review! :D
RosyMiranto18: Nirleka itu artinya sama kayak pra-aksara, makanya dibilang 'you don't say'. *tapi nggak yakin juga sih benar atau nggak, wong pelajaran SMP.*
Linda: "Dua-duanya."
Zetrina: "Dua sampai tujuh kali per bulan."
Idham: "Jangan tanya aku." =_=/
Teiron: "Jangan salah, aku suka berbagai macam kue. Dan... Aku pakai semua bahan yang ada di dapur saat itu."
Maurice: "Kalau itu sepertinya lebih cocok untuk Flamy, dia (sedikit) lebih pendek dariku." .w.a
Thanks for Review.
Happy Reading! :D
Malam Minggu Daffa: Let's Create a Band!
Daffa sedang mendengarkan musik, kemudian dia mulai terbawa suasana sampai memperagakan air guitar.
'Baik! Aku putuskan!'
"Hah? Bikin band? Lu serius, Daf?"
Setelah itu...
"Gue sih oke-oke aja, tapi kita latihannya dimana?" tanya Doni.
"Iya juga sih." Daffa berpikir sejenak. "Sewa studio musik aja kali ya?"
"Buat apa sewa studio kalau bisa di garasi? Makanya ada istilah 'garage band'." celetuk Tobias yang entah sejak kapan sudah berada di belakang Daffa.
"Masalahnya, kita tuh nggak ada yang punya garasi di rumah. (Nongol dari mana lu?)" balas Daffa.
"Jangan khawatir, kawanku! Aku tinggal hubungi pelayanku dan semua mobilku bisa dijual, jadi kita bisa pakai garasi yang kosong deh!" Tobias mengeluarkan handphone-nya. "Bentar ya, aku SMS dia dulu!"
'Tobyyyyyyy!'
Kemudian...
"Untuk instrumen yang akan kita pakai, aku sudah pesan beberapa." Tobias melihat daftar di tangannya. "Satu gitar gibson les paul, satu bass fenderprecision, satu drum set yamaha hipsis, satu sampler dan mixer, dan satu mic. Kalau kurang bisa ditambahkan. Pengirimannya sudah dimulai, akan tiba hari Kamis."
"Dengan begitu, kita bisa latihan." lanjut Furon.
"Rasanya nggak sabar ya, Ira?" tanya Nayla (yang diajak Doni ikutan) antusias.
"Iya!" balas Ira senang.
"Hebat juga kamu bisa menyediakan semua itu, Toby!" ujar Tartagus kagum.
"Tapi..." Tobias menggantung sesaat. "Kalau dijadikan komik malah jadi sangat jelek karena Author-nya nggak jago gambar, makanya kita batal pakai instrumen mahal. Maaf ya."
GUBRAK!
"Nggak usah break the fourth wall please..." gumam Tartagus sweatdrop.
Tobias menghela nafas. "Apa boleh buat, kita akan pakai instrumen biasa saja. Lagipula ini cuma fanfic."
"Hey..." protes Tartagus risih.
"Kalau begitu... Frontman band kita sudah ada?" tanya Furon.
Webek webek...
Daffa, Doni, Tobias, dan Tartagus langsung melakukan hompimpa.
"Hom pim pa! Hom pim pa!"
"Dan band pun bubar sebelum dibentuk. (Eaaa~)" sindir Nayla sweatdrop.
"Gue kan cuma nanya..." gumam Furon.
"Sebelumnya, aku mau tanya sesuatu. Apa saja skill kita semua untuk membuat band? Ngomong-ngomong, aku bisa main gitar, bass, dan cello." ujar Tobias.
"Gue sih cuma bisa gitar (dan nyanyi)." balas Daffa.
"Gue cuma bisa main bass sih." timpal Doni.
"Aku bisa main drum, tenagaku lumayan kuat lho!" sahut Tartagus.
"Aku bisa bernyanyi dan menari!" celetuk Ira.
"Gue bisa turntable, mixing, dan sampling." sambung Furon. "Kalau Nayla?"
"Lulila lulila lala~ Lulila lalalala~" (Note: Ini lagu 'The Song I Heard Somewhere'.)
"Nayla pernah jadi anggota paduan suara lho!" jelas Doni.
'Indah banget suaranya...' batin Daffa yang menangis terharu.
"Hey hey! Gimana kalau lagu ini?" Furon memutar sebuah lagu di handphone-nya. "Arasemennya menarik, pas untuk kita karena butuh dua vokal cewek, gimana?"
"Boleh juga!" (Tobias)
"Semua bisa berpartisipasi!" (Tartagus)
"Sip!" (Daffa)
"Sepertinya para cowok setuju. Gimana dengan kalian, Nay, Ira?" tanya Doni.
"Aku sih oke-oke aja. Kamu gimana, Nay?" (Ira)
"Aku suka lagu ini. Ayo aja!" (Nayla)
"Oke, semuanya sudah sepakat! Ayo mulai 'jam session' pertama kita!"
Beberapa hari kemudian...
"Yeeaaaaaaaaaaaaah!"
"Metal Scream lu kurang mantap, Daf!" celetuk Furon.
"Terus, gimana caranya biar mantap? Gue kan bukan Max Cavalera." tanya Daffa bingung.
DUAK!
"Gyaaaaah!" Daffa menjerit kesakitan setelah ditendang oleh Furon.
"Hmm... Jadi menendang selangkangan tidak bisa membuat 'Metal Scream' jadi mantap ya." gumam Furon.
"Woy!" seru Tartagus yang ngeri melihat itu.
"Hey! Mumpung bicara soal metal, gimana kalau kita coba main 'Speed Metal'?" usul Doni.
"Aku juga tertarik." timpal Tobias.
"Mau coba yang mana? Demetori? Crow's Claw? Livehouse S.S.H?" tanya Tartagus penasaran, di belakangnya terdapat Daffa yang ingin menghajar Furon karena kejadian sebelumnya.
Doni tersenyum. "Ayo kita mainkan 'Art of Life', dari X Japan!"
Setengah jam kemudian...
"Hah? Daffa, Doni, Toby, dan Arta kena kram otot? Kok bisa, Furon? Kalian cuma main band kan?" tanya Ira bingung.
'Pasti main 'Speed Metal'...' batin Nayla sweatdrop setelah mengetahui apa yang terjadi.
Special Omake:
1. Matre
"Kok kalian nggak ada yang bisa jawab sama sekali? Padahal ini gampang lho!" tanya Idham sambil menunjuk soal di papan tulis.
"Nggak bisa gitu, Sensei! Kalau mau nanya pada mereka tuh kayak gini!" Jeremy menengok ke arah teman-temannya. "Goceng tambah goceng berapaaaaa?"
"Cepekceng!" koor para murid kelas Ranged serentak.
'Guyon kalian...' batin Idham speechless.
2. Nyontek
Saat ini kelas Rare sedang ulangan.
"Cuy, liat contekan lu juga dong! Bahasa Inggris-nya pintu apa ya?" bisik Dodi.
"Door." balas Sena singkat.
"AH, KAGET!" seru Dodi tiba-tiba.
Sena langsung merinding ketakutan karena ternyata Berwald sedang mengawasi dari belakang.
3. Sudahlah
Ada dua orang yang sedang bertengkar karena perbedaan pendapat.
"Sudahlah kalian. Daripada berantem mulu, mending main sama kucing baruku aja." lerai Teiron yang menggendong seekor kucing.
"Aww~ Lucu banget!"
"Gemes deh~ Nama panggilannya apa?"
Teiron malah nyengir. "Pengalihan isu."
"Guyon kamu!"
4.Susah Tidur
"Nggak bisa tidur? Mending lu coba hitung domba aja deh." usul Seila yang lagi chatting sama Evaron.
"Basi ah, Sei!" balas Tracy.
"Ya udah, lu coba hitung si entuh aja."
"Hmm, oke. Gue coba deh." Kemudian Tracy menutup mata dan mulai berhitung. "Satu Solace... Dua Solace... Tiga Solace..."
Tapi...
"Udah tidur belum?"
"Ngantuk kan?"
"Tidur dong."
Ketiga Biosolace itu malah meneror Tracy.
'Sial!' batin Tracy yang akhirnya malah nggak mau tidur.
5. Testimoni Puitis
Pada suatu hari, terjadi sebuah kecelakaan.
"Jadi anda adalah saksi mata dari kejadian ini?" tanya seorang polantas pada Exoray.
"Iya benar, pak." balas Exoray.
"Apakah anda bisa menjelaskan bagaimana kejadiannya?"
"Bermula di saat senja mulai berkiprah di horizon. Silaunya mentari memudar dan jalanan pun mulai menghilang di kegelapan. Sang pengendara pun salah memutar setir dan hilang kendali. Ia pun terjerembab manja dan mencium mesra aspal jalanan. Dan begitulah kisah sang pengendara ini."
Semua orang di tempat kejadian (termasuk si korban) langsung tepuk tangan karena terharu.
Sementara sang polantas hanya mengusap air mata. "Guyon kamu..."
Omake End!
OC of the Day:
Daffa Reltion
Umur: 17
Tanggal lahir: 21 September
Zodiak: Virgo
Warna rambut/mata: Coklat tua/hitam
Hero: Grand Templar
Kelas: Melee
Fakta unik: (Nothing.)
Yah, gimana gitu deh... -w-/
Jika ada yang nanya kapan GSS update, tunggu aku ngumpulin mood dulu baru bisa update. *plak!*
Review! :D
