Unforget Memories

by Razux

Sequel of "A Piece of memories" by Yuuto Tamano

.

.

.

DISCLAIMER : GAKUEN ALICE BELONG TO HIGUCHI TACHIBANA


24 April xxxx

Hari ini tanpa sengaja aku menabrak seorang gadis cantik yang berjalan di dalam koridor bersama temannya. Rambutnya berwarna coklat panjang dan matanya berwarna coklat madu, gadis itu benar-benar cantik sekali. Wajahnya merah sekali saat aku bertanya padanya apakah dia baik-baik saja, sepertinya dia sakit, karena itu tanpa mempedulikan Ioran dan juga temannya, aku menggendongnya ke ruang kesehatan.

Lalu, aku berkenalan dengan dia serta temannya di ruang kesehatan dan...

Uh! Aku tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Gadis yang aku tabrak itu bernama Yuka Azumi, sedangkan temannya bernama Kaoru Igarashi dan mereka berdua adalah duo primadona TODAI yang terkenal itu. Pantas saja banyak sekali orang yang menatapku dengan tajam saat aku menggendong Azumi-san ke ruang kesehatan.

Dokter di ruang kesehatan mengatakan dia baik-baik saja, walau aku meragukannya sebab wajah benar-benar sangat merah saat aku menatapnya.

Tapi, mengapa aku merasa sangat khawatir terhadapnya ya? Bahkan sekarangpun pikiranku masih penuh dengannya, aneh sekali? Ada yang tahu jawabannya?

.

25 April xxxx

Azumi-san dan Igarashi-san datang menemuiku dan Ioran hari ini. Sebagai permintaan maafnya karena telah menabraku dan juga ucapan terima kasih karena telah mengantarnya ke ruang kesehatan, dia mentraktirku dan Ioran makan siang.

Yang mana aku terima dengan senang hati karena aku bisa menghemat pengeluaranku yang seorang mahasiswa miskin. Ha...Ha...ha...

Balik ke topik awalnya.

Yuka Azumi dan Kaoru Igarshi, duo primadona TODAi itu benar-benar sangat bertolak belakang, Yuka Azumi sangat ramah, polos, lembut dan baik, sedangkan Kaoru Igarashi...

Uh.. Bagaimana aku menggambarkannya ya? Dalam pandanganku, Kaoru Igarashi itu memang cantik, baik, cuek, bebas tapi dia juga sedikit aneh, sebab dia terus-terus saja menggodaku dan Yuka Azumi dengan mengatakan :

"Kau hebat sekali ya? Dengan berpura-pura menghawatirkan Yuka yang kau tabrak, kau berhasil memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan untuk menggendongnya ke ruang kesehatan dan berkenalan dengannya."

Kata di atas ditujukan padaku, sedangkan untuk Azumi-san :

"Sepertinya panah cupid telah berhasil membidik hati Yuka Azumi sang primadona TODAI kali ini."

Aku dan Azumi-san terus menbantah ucapannya itu. Aku benar-benar malu sekali saat mendengar ucapannya itu, wajahku pasti merah sekali saat itu. Aku mengendong Azumi-san ke ruang kesehatan saat itu bukan karena aku memiliki niat seperti yang dikatakannya, aku menggendong Azumi-san ke ruang kesehatan karena aku benar-benar mengkhawatirkan dirinya saat itu.

Tapi sepertinya tidak peduli betapa kerasnya kami membantah ucapannya itu, tidak ada gunanya, Igarashi-san malah semakin menggoda kami...Kurasa akan lebih baik aku diam saja. Azumi-san juga sepertinya berpikir seperti itu.

Sedangkan dalam pandangan Ioran mengenai Kaoru Igarashi saat kami berpisah dengan mereka adalah:

Dia cantik, kuat, hebat, luar biasa atau dengan kata lain, SEMPURNA. Kurasa Ioran jatuh cinta padanya walau dia sama sekali tidak mengakuinya saat aku bertanya padanya.

Hm... Ioran yang kalem, lembut, tenang dan kelihatannya lemah dengan Igarashi-san yang kuat, bebas dan cuek. Mereka bisa jadi pasangan yang aneh jika mereka benar-benar jadian. Kutu buku TODAI dengan primadona TODAI... Pasangan yang pasti sangat aneh kan? Tapi kurasa mereka cocok juga, sebab aku tahu, walau Ioran selalu kelihatan lemah dan lembut, sebenarnya dia sama sekali tidak lemah, malahan boleh aku katakan dia sangat kuat dan dapat diandalkan.

Ya, karena itu ku doakan keberhasilanmu deh, par! Semoga kau bisa mendapatkan Kaoru Igarashi! ha..ha..ha...

.

27 Mei xxxx

Kehidupan universitasku sekarang sangat memuaskan, mungkin ini yang dikatakan orang dengan masa-masa bahagia saat di universitas ha..ha..ha...

Nilaiku di universitas ini lumayan bagus, otou-san di desa juga sehat-sehat saja dan aku juga punya sahabat yang menyenangkan di sampingku. Sempurna sekali bukan? Ha..ha..ha...

Sahabat? Tidak ku sangka sudah satu bulan lebih pertemuanku dengan Yuka dan juga Kaoru. Aneh tapi nyata, kami merupakan sahabat karib sekarang. Dan aku juga telah mengenal mereka dengan baik sekarang.

Pertama, Ioran Hyuga, putra dan pewaris dari perusahaan konglomerat Hyuga. Baik, pintar, lembut dan selalu kelihatan lemah, tapi jangan salah paham ya? Kata yang ingin aku ucapkan pada orang yang melihatnya hanya satu "Penampilan luar selalu menipu." sebab dibalik penampilannya itu, dia sangat bisa diandalkan saat kita membutuhkan bantuan. Aku bertemu dengannya di TODAI dan karena dia dan aku memiliki jurusan dan angkatan yang sama, kami menjadi sahabat karib walau kadang aku heran juga kenapa dia yang merupakan anak konglomerat mau bersahabat denganku yang merupakan seorang anak orang miskin?

Kedua, Kaoru Igrashi, berasal dari keluarga kaya walau tidak sekaya Ioran. Dia cantik, kuat, pintar, cuek, suka seenaknya sendiri, suka menggoda orang lain, namun dapat diandalkan dan aku tahu, memiliki hati yang sangat baik. Ioran jatuh cinta padanya, dia telah mengakui perasaanya padaku tiga hari yang lalu, dan aku juga tahu kalau Kaoru juga menyukainya. Namun sepertinya Ioran masih belum memiliki keberanian untuk mengungkapny.

Haih... Jangan jadi pengecut dong, par!

Dan terakhir, Yuka Azumi. Yuka merupakan seorang anak yatim piatu, dia telah kehilangan orang tuanya saat masih kecil. Dia sangat cantik, polos, lembut, lucu, baik, mandiri, pintar... Apalagi ya? Pokoknya dia sangat sempurna. Kaoru selalu menggodaku dengannya, dan dia akan selalu membantah ucapannya dengan wajah memerah seperti buah tomat. Dia benar-benar lucu dan menggemaskan sekali!

Dan tiga minggu lagi, kami akan menginap di VILLA KELUARGA IGARASHI yang terletak di luar kota tokyo ini selama dua hari satu malam! Aku tidak sabar menunggu hari itu tiba!

.

19 juni xxxx

Cuaca cerah dan semuanya sempurna. Kami berempat tiba degan selamat di villa keluarga Igarshi! Aku senang sekali, aku sudah memikirkan semua rencana untuk bersenang-senang di sini bersama sahabatku, namun sepertinya bukan hanya ada kami berempat saja yang ada di villa ini. Saat kami masuk ke dalam villa ini, aku melihat seorang pemuda tampan berambut hitam dan bermata merah tersenyum menatap kami. Walau aku sudah sering mendengarnya, tapi hari ini adalah pertama kalinya aku melihatnya, saudara kembar Kaoru, onii-channya Kaoru, Shin Igarashi.

Wajahnya memang mirip sekali dengan Kaoru namun tidak tahu mengapa aku merasa dia sama sekali tidak menyukaiku, sebab dia terus menatapku dengan tajam dan tidak membalas salamku saat aku berkenalan dengannya.

Apakah aku pernah melakukan suatu kesalahan padanya? Seingatku aku sama sekali tidak pernah melakukan kesalahan apapun padanya, kenapa dia tidk menyukaiku? Entahlah... Emangnya aku pikirin!

Acara kami tetap berjalan dengan lancar, kami memancing di sungai dekat villa ini dan malamnya kami bermain kembang api. Menyenangkan sekali!

.

20 juni xxxx

Aku...

Aku tidak tahu harus bagaimana menulis diaryku ini hari ini...

Terlalu banyak yang terjadi hari ini.

Hari ini, saat kami akan pulang, saat Ioran dan Kaoru menyuruhku memanggil Yuka yang masih ada di dalam villa itu, aku melihat Shin Igarashi menarik Yuka dan berusaha menciumnya yang terus berontak.

Hatiku sangat panas dan sangat marah saat itu, tanpa membuang waktu lagi aku berlari menolong Yuka. Aku bisa melihat mata merah Shin Igarashi yang bersinar penuh kemarahan menatapku saat itu dan seakan-akan tidak sadar dengan apa yang mau dilakukannya pada Yuka, dia berjalan meninggalkan kami.

Yuka menangis dan memeluk diriku saat Shin Igarashi telah menghilang dari pandangan kami. Yuka memohon padaku untuk tidak menceritakan apa yang telah ku lihat itu pada siapapun, lalu dia juga menceritakan semuanya padaku.

Shin Igarashi menyukai Yuka. Walau Yuka telah menolaknya, dia sama sekali tidak pernah mempedulikan itu, dia tidak pernah menyerah dan terus memaksa Yuka menerima perasaannya. Yuka tidak pernah menceritakan sikap Shin Igarashi kepada siapapun karena dia tidak mau hubungannya dengan Kaoru terganggu.

Aku menyanggupi pemohonannya itu, aku berjanji padanya saat itu, aku berjanji akan selalu berada di sampingnya dan aku akan selalu melindunginya. lalu saat memeluk badan kecilnya untuk menghibur dia yang terus menangis, aku sadar...

Aku sadar, aku...

Aku menyukai Yuka..

Aku mencintai Yuka.

Aku tidak mau dia menangis, aku tidak mau dia bersedih, aku tidak mau dia menderita, aku ingin dia selalu tertawa, aku ingin dia selalu tersenyum. Ya. Aku akan melindunginya, aku tidak akan membiarkan hal-hal buruk terjadi padanya.

.

14 juli xxxx

Hari ini Yuka ulang tahun! Aku, Ioran dan Kaoru merayakannya di apertementnya yang kecil, kami membeli kue ulang tahun untuknya dan menyanyikan lagu ulang tahun untuknya. Ha..ha..ha..

Ioran menghadiahkannya dompet, Kaoru menghadiahkannya parfum sedangkan aku...

Aku hanya bisa menghadiahkannya sebuah penjepit rambut yang sama sekali tidak ada harganya jika dibandingkan dengan hadiah Ioran dan Kaoru, sebab aku sama sekali tidak mempunyai banyak uang seperti mereka. Dan aku bahagia sekali saat melihat Yuka menerima hadiaku itu dengan penuh kegembiraan dan langsung menggunakannya!

Saat akan meniup lilin ulang tahunnya, dia mengucapkan permohonannnya, permohonannnya adalah "Semoga mimpiku bisa terkabulkan."

Kaoru terus bertanya pada Yuka, apa mimpinya itu? Namun Yuka sama sekali tidak mau menceritakannya, dia terus menutup mulutnya meski Kaoru terus memaksanya.

Dan aku bisa tertawa terbahak-bahak melihat itu, sebab aku tahu apa mimpi Yuka itu!

Yuka pernah menceritakannya padaku, mimpinya sangat sederhana, dia ingin mempunyai keluarga yang bahagia dan hangat kelak. Dia yang merupakan anak yatim piatu sejak kecil selalu mendambakan sebuah keluarga yang hangat dan bahagia.

Aku akan berdoa pada tuhan supaya permohonannya itu terkabulkan, dan...

Aku sebenarnya ingin sekali mengatakan padanya bahwa aku bersedia menwujudkan mimpinya itu.. Tapi karena aku takut penolakkannya, aku hanya bisa berdiam diri...

Rahasia ya? Aku sering membayangkan keluarga bahagia dan hangat yang dimimpikan Yuka itu dengan aku sebagai otousan, Yuka sebagai okaa-san dan beberapa orang anak.. Ha..ha..ha...

Kaoru pasti akan tertawa terbahak-bahak dan menggodaku untuk selamanya kalau mengetahui khayalanku ini. Haih...

.

1 agustus xxxx

Aku tidak tahu harus menulis apa hari ini, hanya ada satu kata kalimat yang bisa menjelaskan perasaanku hari ini, yaitu :

"AKU BAHAAAGIIIIIIAAAAAA SEKALI!"

Hari ini adalah hari ulang tahunku. Yuka, Ioran dan Kaoru menyiapkan pesta kejutan untukku di apertementku yang kecil. Mereka menyanyikan lagu happy brithday untukku dan mereka juga menyiapkan kue ulang tahun serta hadiah untukku.

Ioran menghadiahkan aku jam tangan, Kaoru menghadiahkanku... uh kupon makan siang gratis selama 1 bulan di kantin TODAI ( katanya supaya aku tidak mati kelaparan karena kiriman uang dari otou-san yang belum tiba dan juga gaji part-timeku yang masih belum keluar ), terakhir, Yuka..

Dia menghadiahkanku sebuah syal lajutan tangannya. Dia mengatakan musim dingin memang masih jauh dan karena dia sama sekali tidak punya uang untuk membelikanku hadiah, dia merajutkan syal ini untukku.

Aku bahagia sekali mendengar ucapannya itu, tahukah, dia syalnya ini sangat berharga untukku, syal ini adalah syal yang dirajutnya sendiri untukku, syal ini hanya ada satu di dunia ini. Gadis yang diam-diam aku cintai menrajutkan syal untukku, AKU BAHGIA SEKALI!

Oh, iya hampir aku lupa, saat mereka memintaku untuk meniup lilin kue ulang tahunku dan membuat permohonan, aku hanya meminta satu hal yaitu :

"Semoga keadaan ini bisa berlanjut terus, semoga aku bisa bersama Ioran, Kaoru dan yang terpenting aku bisa bersama Yuka selamanya, semoga kami bisa bersama selamanya."

.

1 januari xxxx

Selamat tahun baru!

Hari ini untuk pertama kalinya aku, Yuka dan Kaoru berkunjung ke rumah Ioran. Tidak kurasa lebih tepat, mansion Hyuga.

Gila! Rumahnya besar sekali! Melihat Ioran yang menyambut kami, aku baru saja sadar bahwa bagaimanapun juga dia memang berasal dari dunia yang sangat berbeda denganku.

Orang tua Ioran sangat ramah, mereka menerima kami dengan hangat walau status sosial kami memang sangat berbeda. Dan aku bisa melihat dengan jelas sekali senyum dan juga pandangan memeriksa dari mereka berdua saat Kaoru memperkenalkan dirinya.

Ha..ha...ha... Kedua orang tua Ioran pasti sudah tahu siapa Kaoru itu sebenarnya. Demi tuhan, gadis yang disukai anaknya! Gadis yang dicintai anaknya tanpa berani mengungkapnya sekarang berada di depan mereka! Aku bisa melihat senyum kikuk Kaoru saat kedua orang tua Ioran bertanya padanya, ku ralat mewawancarai calon menantu mereka. Harusnya aku mengabadikan saja saat-saat itu, sebab Kaoru Igarshi yang hebat ternyata bisa juga berwajah seperti itu, ha..ha..ha...

Tapi kurasa aku juga harus menyelamati Ioran dan Kaoru karena aku tahu, kedua orang tua Ioran sangat menyukai Kaoru. Sekarang tinggal menunggu Ioran mengungkapkan perasaanya saja.

Saat kami bertamu ke rumah Igarashi, aku melihat Shin Igarashi. Aku bisa merasakan tangan Yuka menggengam tangaku dengan erat saat Shin menatapnya dan aku bisa merasakan genggaman tangannya itu semakin erat saat Shin Igarashi tersenyum padanya.

Shin Igarashi..

Sampai sekarang pun dia masih saja belum menyerah untuk mendapatkan Yuka. Kadang aku berpikir benarkah dia mencintai Yuka? Aku sering mendengar cerita Kaoru mengenai kakak kembarnya itu, kedua orang tua mereka sangat menyanyangi dan mencintai putra satu-satunya mereka, sejak kecil dia selalu mendapatkan apapun yang dia inginkan. Mungkin baginya sekarang Yuka adalah satu-satunya hal yang paling dia inginkan namun tidak bisa di dapatkannya.

Dia seperti terobsesi kepada Yuka. Sejak kejadian di villa pada musim panas tahun lalu sampai sekarang, sudah berapa kali aku melihat dia mengganggu Yuka, dari sekadar menggoda Yuka, menghadiakannya bunga, coklat, maupun perhiasan, dan mengikutinya dari universitas sampai ke apertementnya, bahkan di selalu muncul di tempat kerja part-time Yuka, dengan kata lain dia seperti stalker.

Aku sebenarnya sama sekali tidak mengerti? Shin Igarashi itu tampan, sangat...sangat tampan dan pintar, banyak sekali gadis-gadis yang ingin menjadi pacarnya, karena itu aku benar-benar tidak mengerti kenapa dia yang seperti itu bisa menjadi stalker? Kurasa juga tidak akan ada yang percaya jika aku mengatakan dia adalah seorang stalker.

Tapi sejauh ini semuanya masih baik-baik saja, sebab aku selalu ada di samping Yuka, kami selalu berangkat serta pulang dari kuliah bersama dan juga karena tempat kerja part-time kami yang sama, dia sama sekali tidak bisa berbuat macam-macam lagi pada Yuka. Namun, kurasa dia juga tidak akan melakukan sesuatu yang akan menyebabkan dirinya menjadi seorang kriminal sebab bagaimanapun juga dia bukan orang bodoh.

Terakhir, aku hampir saja lupa mengirimkan kartu ucapan selamat tahun baru pada otou-san (Bisa ngamuk dia dan mengatakan aku ini anak durhaka jika aku benar-benar lupa mengirimnya ) Ha..ha..ha...

.

10 februari xxxx

Aku mendapatkan berita yang sangat buruk hari ini. Kedua orang tua Kaoru meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas.

Saat aku, Yuka dan Ioran tiba di rumah sakit, kami hanya bisa melihat dia duduk dengan wajah tanpa ekspresi di samping jenazah ke dua orang tuanya. Dia sama sekali tidak mengatakan sepatah katapun, air mata mengalir menuruni pipinya dan saat Ioran memanggilnya, dia menangis sambil memeluk Ioran dan berteriak kenapa tuhan mengambil kedua orang tuanya darinya.

Aku tidak pernah melihat dia seperti itu, kami semua sama sekali tidak pernah melihatnya seperti itu, dia yang selalu kuat itu kelihatan sangat lemah sekarang, dia yang selalu tabah dan berani itu kelihatan sangat kacau sekarang.

Kehilangan orang tua kita... Kehilangan seseorang yang sangat kita cintai itu sangat menyakitkan, aku menegerti perasaannya sebab aku juga telah kehilangan okaa-san saat aku masih kecil.

Yuka berlari mendekati Kaoru sambil menangis dan memeluknya bersama Ioran. Aku hanya bisa berdiri menatap mereka bertiga tanpa melakukan apapun, namun aku tahu, air mataku telah mengalir menuruni pipiku sebab bagaimanapun juga hatiku sangat sedih saat melihat kondisi Kaoru sekarang.

Aku juga melihat Shin Igrashi, dia berdiri menatap Yuka, Kaoru dan juga Ioran tanpa mengatakan apapun dari samping Kaoru. Aku bisa melihat mata merahnya itu berkaca-kaca menahan air mata yang hampir menetes ke bawah. Dia pasti juga sangat sedih sebab bagaimanapun egois dan suka seenaknya dia, yang meninggal itu tetaplah orang tua kandungnya.

.

14 februari xxxx

Hari ini adalah hari valentine seharusnya ini menjadi hari yang bahagia bagi semua anak muda di dunia ini. Tapi tidak begitu bagi aku, Yuka dan Ioran.

Kaoru.

Kami sangat menghawatirannya. Dia sudah kembali kuliah walau orang tuanya baru dikebumikan dua hari yang lalu, dia bersikap seakan-akan tidak terjadi apa-apa, dia tetap tersenyum dan tertawa seperti biasanya. Namun, kami bertiga tahu, dia sesungguhnya sangat sedih, dia hanya bersikap kuat saja, dia tidak akan mungkin mau memperlihatkan kesedihan dan penderitaannya pada siapapun, harga dirinya tidak mengijinkannya untuk seperti itu.

Aku sangat setuju dengan rencana Yuka untuk menemaninya sebab aku tahu jika dia sendirian saja di rumah besar itu, dia pasti akan selalu teringat dengan masa-masa bahagianya bersama kedua orang tuanya yang telah tiada. Namun, aku tetap saja takut dengan rencananya itu, sebab Shin Igarashi juga berada di rumah itu. Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan Shin Igarashi pada Yuka, kurasa aku benar-benar tidak boleh meninggalkan Yuka sedetikpun selama dia berada di sana.

Dan terakhir, Yuka memberikanku coklat buatannya, aku sangat senang saat menerima coklat itu, namun aku sama sekali tidak bisa memperlihatkan betapa bahagianya aku sekarang, sebab keadaan tidak mengijinkannya.

.

16 februari xxxx

Kaoru sudah agak bersemangat, sepertinya kedatangan kami setiap hari kerumahnya untuk menemani dan menyemangatinya itu berhasil. Dan sebenarnya ada satu kejadian yang sangat megejutkanku sampai aku tidak tahu harus berkata apa.

Saat keluar dari toilet mencari Yuka yang berada di dalam dapur keluarga Igarashi ( Ioran dan Kaoru ada di dalam kamar Kaoru sedangkan Shin Igarashi sama sekali tidak berada di rumah ini ), aku mendengar pembicaraan yang benar-benar membuatku serasa sedang bermimpi, aku mendengar pembicaraan Yuka dan Shin Igarashi ( aku tidak tahu kapan dia kembali sebab saat aku pergi ke toilet dia benar-benar tidak ada di dalam rumah ini ).

Saat aku mau masuk ke dalam dapur itu aku mendengar Yuka berkata "Benar! Aku menyukai Izumi!"

Aku benar-benar hanya bisa berdiri di depan pintu dapur dan mengintip mereka saat itu, aku tidak tahu apa yang terjadi, namun aku tahu pasti Shin Igarashi kembali memaksa Yuka menerima perasaannya. Shin Igarashi sama sekali tidak mengatakan sepatah katapun saat mendengar ucapan Yuka itu, dia tiba-tiba membalikkan dirinya dari Yuka dan berjalan keluar dari rumah ini melalui pintu keluar yang ada di dalam dapur ini.

Saat Shin keluar, aku berjalan masuk dan aku bisa melihat wajah memerah Yuka dan dengan gugup dia bertanya apakah aku mendengar apa yang diucapkannya barusan. Namun sebelum aku menjawab pertanyaannya itu, Kaoru dan Ioran telah masuk ke dalam dapur dan mengajak kami makan diluar meninggalkan apa yang sedang kami masak.

Demi tuhan! Kenapa mereka berdua masuk ke dapur pada detik itu! Mereka berdua telah menghancurkan kesempatan yang aku milki untuk mengungkapkan perasaanku pada Yuka! Sialan! Suatu hari nanti mereka harus membayarnya!

.

18 februari xxxx

Shin Igarashi tidak lagi mengejar Yuka, dia tidak lagi menganggu Yuka. Sudah 2 hari berlalu setelah Yuka menolaknya dan mengatakan dia... Ehm! menyukaiku.

Shin Igarashi tidak lagi mengikuti Yuka ke mana saja lagi dan dia bahkan tidak menatap Yuka sedikitpun saat mereka bertemu di koridor ataupun dalam kelas, sepertinya dia sudah sadar dan benar-benar menyerah akan Yuka.

Yuka gembira sekali, Shin igarashi tidak lagi mengganggunya, dia akhirnya bebas dari stalkernya itu.

Aku masih belum mengungkapkan perasaanku padanya, aku masih mencari waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaanku padanya.

Tuhan! Walau sudah tahu bagaimana perasaannya padaku, walau aku sudah tahu apa jawaban yang akan aku dapatkan jika aku mengungkapkan perasaanku padanya, aku tetap saja belum berani mengungkapnya, sebab setiap kali aku berhadapan dengannya aku selalu kehilangan suaraku...

AAHHHHHH! MENGAPA SULIT SEKALI MENGATAKAN TIGA KATA SEDERHANA "AKU MENYCINTAI KAMU" PADANYA!

.

19 februari xxxx

Aku...

Aku...

Aku dan Yuka benar-benar terkejut mendengar ucapan Ioran hari ini. Hari ini dia tiba-tiba memanggilku dan Yuka, dan tanpa menjelaskan apapun tiba-tiba dia memperlihatkan sebuah cincin bertabur berlian dan berkata "Aku ingin melamar Kaoru."

Butuh waktu sekitar setengah menit bagi otakku dan Yuka untuk mencerna kata-kata itu.

MELAMAR KAORU! DIA BAHKAN BELUM MENJADI PACAR KAORU! MEREKA MASIH BELUM PACARAN! DAN KINI DIA MAU MELAMARNYA! APAKAH DIA SALAH MAKAN OBAT? Kurasa tidak.

Ioran memintaku dan Yuka untuk menunggunya di sini karena dia ingin kami yang merupakan sahabatnyalah yang paling pertama kali mendengar apa jawaban yang akan diberikan Kaoru, walau aku tahu, dia sebenarnya menginginkan kami di sana untuk menghiburnya jika Kaoru menolak lamarannya itu.

Ha..ha...ha... Dasar bodoh! Aku dan Yuka hanya bisa tertawa melihat Ioran yang berlari menemui Kaoru, sebab kami berdua yakin 100% Kaoru pasti akan menerima lamarannya itu.

Sepuluh menit kemudian aku melihat Ioran kembali menemui kami sambil menggandeng tangan Kaoru, aku dan Yuka melihat senyum di wajah mereka dan aku juga bisa melihat dengan jelas cincin berlian yang kini telah berada di jari manis Kaoru. Aku dan Yuka berari memeluk mereka saat itu, aku senang sekali! Sahabatku akhirnya bisa bahagia!

SELAMAT PAR! SELAMAT IORAN! SELAMAT KAORU! SELAMAT KALIAN BERDUA!

.

25 februari xxxx

Hari ini adalah hari terbahagia dalam hidupku, aku tidak akan pernah melupakan hari ini dalam hidupku, tidak akan pernah!

Hari ini adalah hari pernikahan Ioran dan Kaoru. Aku benar-benar tidak mengerti cara pikir orang kaya...

Demi tuhan! Belum satu minggu Ioran melamar Kaoru, mereka sudah menikah! Kedua orang tua Ioran sangat gembira saat mendengar Kaoru menerima lamaran Ioran dan tanpa membuang waktu lagi, mereka langsung meminta mereka menikah ( menurutku ini terlalu cepat, tapi ya apa boleh buat.. ha..ha..ha... )

Aku dan Yuka menjadi pengapit mereka berdua, mereka kelihatan bahagia sekali, benar-benar bahagia dan tentu saja aku turut bahagia untuk mereka. Saat Kaoru melempar buket bunga pengapit, bunga itu jatuh di tangan Yuka yang ada di sampingku. Mereka berdua bertanya pada kami kapan giliran kami.

Aku memberanikan diriku menjawab pertanyaan mereka, aku menjawab tidak lama lagi dan..

AH! AKU TIDAK TAHU HARUS MENULIS APALAGI! YUKA TERSENYUM! DIA TERSENYUM BAHAGIA MENDENGAR JAWABANKU, DIA TIDAK MEMBANTAH UCAPANKU ITU!

Lalu saat aku mengantar Yuka pulang dari pesta pernikahan Ioran dan Kaoru, aku menembaknya, aku menembak Yuka, aku menyatakan cintaku padanya dan DIA MENERIMAKU! DIA MENANGGUK KEPALANYA MENERIMA PERASAANKU!

Lalu...

Aku menciumnya.

AKU MENCIUMNYA! Aku tahu dia pasti terkejut sekali dengan ciumanku yang tiba-tiba itu, tapi dia sama sekali tidak menolaknya dan dia menutup matanya membalas ciumanku. Dia pacarku sekarang! YUKA ADALAH PACARKU SEKARANG!

Aku teringat dengan mimpi yang pernah dikatakan Yuka, mimpi memiliki keluarga yang bahagia dan hangat, aku yakin sekarang, aku pasti dapat menwujudkan mimpinya itu! Ha..ha..ha...

Sepertinya aku jadi seperti seorang cewek menulis seperti ini sekarang, tapi aku tidak peduli karena AKU BAHAGIA SEKALI SEKARANG! HA...HA...HA...

.

26 februari xxxx

Aku dan Yuka mengantar Ioran dan Kaoru yang akan berbulan madu ke eropa. Aku dan Yuka masih belum mengatakan pada mereka status hubungan kami sekarang. Aku ingin merahasiakannya dulu sampai mereka pulang dari eropa, sebab aku sudah mempunyai rencana yang sama sekali belum aku katakan pada siapapun, bahkan pada Yuka, yaitu :

"Aku ingin melamar Yuka."

Aku ingin melamar Yuka dan seperti Ioran, aku juga ingin mereka berdualah yang pertama kali mendengar apa jawaban yang akan diberikan Yuka padaku, ha..ha... ha...

Sebenarnya bukan sih.. Alasan kenapa aku tidak bisa melamar Yuka sekarang adalah karena tabunganku untuk membeli cincin untuk melamar Yuka masih belum cukup dan uang itu baru akan cukup dua hari lagi saat aku menerima gaji kerja part-timeku. Ya, aku memang tidak bisa memberikannya cincin bertabur berlian seperti yang diberikan Ioran pada Kaoru, jadi aku akan berdoa semoga Yuka mau menerimanya.

Setelah kami mengantar Ioran dan Kaoru, kami pergi kencan di taman ria. KENCAN PERTAMA KAMI!

Aku tidak tahu bagaimana menjelaskan kebahagianku saat ini, kami naik marry go round, roller coaster, makan es krim, berjalan-jalan menlihat atraksi yang di petunjukkan dan terakhir sebelum pulang, kami menaiki bianglala.

Dan di bianglala itu, aku menciumnya lagi, ciuman kedua kami.

AKU BAHAGIA!

Aku sudah mengabari otou-san mengenai hubunganku dan Yuka, namun aku belum tahu apa jawabannya, aku juga sudah mengatkan padanya akau ingin melamar Yuka melalui surat, semoga dia bisa menerima surat itu secepat mungkin. Ha..ha..ha...

Tahukah kau Yuka? Mimpi untuk memiliki keluarga yang bahagia dan hangat bukanlah mimpimu seorang saja sekarang, mimpi itu juga menjadi mimpiku sekarang, karena itu, tunggulah sebentar lagi Yuka, mimpi itu sudah akan menjadi kenyataan!

.

28 februari xxxx

YUKA MENGHILANG! Aku sudah mencarinya ke mana-mana, tapi aku tetap saja tidak menemukannya. Di mana dia berada sekarang, aku sama sekali tidak tahu.

Pagi ini, sehabis aku membeli cincin yang ingin aku gunakan untuk melamarnya, aku menemuinya. Namun, pintu apertementnya terbuka dan dia sama sekali tidak ada di dalam. Aku sangat ketakutan, aku meminta teman-temanku untuk mencarinya, tapi dia tetap saja tidak bisa kami temukan.

Aku mencari Shin Igarashi karena kemungkinan besar dialah yang menculik Yuka. Namun, aku salah, dia juga tidak tahu di mana Yuka berada. Dia mengatakan semenjak Yuka benar-benar menolaknya dan mengatakan dia menyukaiku, dia tidak pernah lagi mengejar Yuka, dia sudah benar-benar telah menyerah akan Yuka.

Shin Igarashi mengatakan dia akan membantuku mencari Yuka dan menyuruhku melapor ke polisi, namun karena belum lewat 24 jam Yuka menghilang, polisi sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa.

Yuka.. Dimana kau berada sekarang? Semoga kau baik-baik saja...

.

1 maret xxxx

Yuka belum ditemukan, polisi sudah melakukan pencarian, tapi dia tetap belum berhasil ditemukan...

.

2 maret xxxx

Yuka... Dimana kau berada sekarang?

.

4 maret xxxx

Yuka... kau sehat-sehat sajakan? Kau tidak apa-apakan? Di mana kau berada sekarang?

.

5 maret xxxx

Ioran dan Kaoru telah pulang dari bulan madu mereka, mereka berdua sangat terkejut saat mendengar berita Yuka yang menghilang, mereka berdua membantuku untuk mencari Yuka. Ioran menyewa detektif dan juga menggerakkan banyak polisi untuk mencarinya.

Aku hanya berharap mereka bisa segera menemukannya, aku hanya bisa berdoa semoga Yuka bisa ditemukan secepatnya.

.

15 maret xxxx

Sudah 16 hari Yuka menghilang, polisi dan detektif tetap saja tidak berhasil menemukannya, tidak sedikitpun petunjuk mengenainya kami dapatkan. Aku tahu, banyak sekali orang yang telah menanggab dia telah meninggal, namun aku, Ioran dan Kaoru tidak memepercayai itu.

Yuka masih hidup, dia masih hidup, DIA PASTI MASIH HIDUP!

.

20 maret xxxx

Polisi sudah mulai menyerah untuk mencari. Tapi aku, Ioran dan Kaoru masih belum menyerah, kami tidak akan menyerah sampai kami menemukannya.

.

25 maret xxxx

Yuka... Dimana kamu?

Tuhan aku mohon padamu, aku mohon padamu, kembalikan dia padaku, kembalikan Yuka padaku, jangan kau biarkan terjadi sesuatu padanya, lindungi dia, lindungi dia...

Aku mohon padamu, tuhan...

.

31 maret xxxx

Sudah satu bulan Yuka menghilang tanpa jejak, polisi dan detektif sudah berhenti melakukan pencarian, mereka semua telah menyerah untuk mencarinya.

Kaoru menangis, Ioran menghiburnya walau dia juga tidak bisa menyembunyikan kesedihannya sedangkan aku...

Aku tidak tahu harus apa lagi, apa yang harus aku lakukan? Aku harus bagaimana? AKU HARUS BAGAIMANA?

Hatiku sangat sakit! Aku sangat takut!

AKU SANGAT TAKUT!

YUKA! KAU ADA DI MANA?

.

1 april xxxx

Aku bertengkar dengan Ioran hari ini...

Dia memarahiku dan menyuruhku beristirahat, dia mengatakan aku bisa mati kalau seperti ini terus, tanpa makan, minum maupun tidur yang cukup, aku terus mencari Yuka, siang dan malam di ibukota tokyo yang besar ini.

Aku tahu, aku salah, aku tidak seharusnya bertengkar dengannya, Ioran menghawatirkanku, dia menghawatirkan kesehatanku namun aku malah marah bertengkar dengannya.

Maaf..

Maaf Ioran...

Aku harus mnta maaf padanya besok, aku harus minta maaf pada Ioran besok.

.

4 april xxxx

Tuhan, aku mohon padamu...

Kembalikan Yuka padaku, kembalikanlah dia padaku...

Aku bersedia melakukan apapun karena itu aku mohon padamu, kembalikan dia padaku...

.

5 april xxxx

Kami masih belum menyerah, aku, Ioran dan Kaoru masih belum menyerah walau semua orang telah menyerah, kami percaya Yuka masih hidup dan kami percaya kami pasti bisa menemukannya.

Yuka...

Yuka, tahukah kau? Aku mencintaimu Yuka, aku sangat mencintaimu, kehilanganmu membuatku seakan seperti orang gila sekarang, kuliahku terbengkalai sekarang, aku sama sekali tidak mempedulikan apapun lagi, aku hanya ingin melihatmu Yuka, aku hanya ingin melihat senyummu dan memelukmu, aku merindukanmu Yuka...

Cincin yang kubeli belum kuberikan padamu, Yuka. Cincin ini belum terpasang di jari manismu karena itu jangan kau tinggalkan aku Yuka, aku mohon...

.

9 april xxxx

KENAPA? KENAPA? KENAPA? KENAPA? KENAPA SEMUANYA JADI SEPERTI INI!

Aku mendapatkan kiriman kaset cd dari orang tanpa nama pengirim dan saat aku, Ioran dan Kaoru menontonnya...

Aku tidak bisa menulisnya, AKU TIDAK BISA MENULISKAN APA YANG AKU LIHAT, AKU TIDAK BISA MENULISKAN APA YANG TERJADI!

Kami berhasil menemukan Yuka, tapi dia sangat ketakutan dan dia terus berteriak histeri saat kami mendekatinya, dia tidak mengenal Kaoru lagi dan saat melihat wajahku dia mengusirku, dia terus menangis dan berteriak padaku untuk pergi dan jangan melihat dia.

Hatiku sangat sakit, sakit, sakit sekali, sangat sakit, luar biasa sakit...

Aku tidak seharusnya mempercayai perkataan Shin Igarashi saat itu, aku tidak seharusnya mempercayainya dan berhenti mencurigainya saat itu, aku seharusnya tahu bagaimana terobsesinya dia pada Yuka.

Aku pernah bersumpah untuk melindunginya dari hal-hal buruk, tapi aku gagal, aku gagal, aku telah gagal...

Maaf... Maaf... Maaf... Maafan aku Yuka...

.

10 april xxxx

Yuka masuk ke rumah sakit jiwa karena mentalnya yang terguncang hebat. Aku, Ioran dan Kaoru pergi menjenguknya, tapi dokter tidak mengijinkan kami bertemu dengannya, dokter mengatakan kondisi jiwanya masih belum stabil karena itu lebih baik kami tidak bertemu dengannya dulu.

Kaoru menangis, dia terus menangis di dada Ioran dan terus meminta maaf pada Yuka.

Maaf... Maaf... Maaf karena dia terlalu larut dalam kebahagiannya, maaf karena kakak kembarnya telah membuat dia melewati neraka.

Sidang atas dosa Shin Igarshi akan dimulai besok, aku tidak akan membiarkannya! Aku tidak akan membiarkannya begitu saja! AKU TIDAK AKAN MEMAAFKANNYA!

.

11 april xxxx

DI MANA KEADILAN DUNIA INI SEKARANG TUHAN? KENAPA? KENAPA KAU MEMBIARKAN DIA BEBAS? KENAPA KAU MEMBIARKAN DIA BEBAS DARI DOSANYA ITU? KENAPA?

Pengadilan membebaskannya, pengacaranya berhasil membebaskannya dengan alasan dia menderita gangguan mental dan juga karena Yuka yang merupakan korban tidak bisa bersaksi sedikitpun maupun menuntutnya, dia bebas, DIA BEBAS DARI DOSANYA ITU!

KENAPA? KENAPA?

Apakah karena dia menyongok hakim dan pengacaranya? Kaoru menceritakannya padaku, Shin Igarashi telah menjual semua warisan orang tuanya, dia pasti menggunakan semua uang itu untuk meloloskan dirinya dari dosanya. KENAPA? KENAPA? JIKA HUKUM BISA DIBELI SEPERTI ITU, BAGAIMANA DENGAN LUKA BATIN YANG DITERIMA YUKA? BAGAIMANA DENGAN LUKA SEUMUR HIDUP YANG DIA TINGGALKAN PADA YUKA?

APAKAH SEMUA YANG ADA DI PENGADILAN ITU TIDAK MENDENGAR APA YANG DIKATAKANNYA PADAKU?

"Apa yang tidak bisa ku miliki tidak akan menjadi milik orang lain! Jika aku tidak bisa memilikinya, kau juga tidak akan memilikinya! Tapi, setidaknya aku telah merasakannya, dan kau harus tahu, dia sangat luar biasa!"

DIA TERTAWA DAN DENGAN BANGGA MENGATAKAN ITU PADAKU, KENAPA? DI MANA KEADILAN DI DUNIA INI SEKARANG? KENAPA? KENAPA? KENAPA TUHAN?

AKU MEMBENCINYA! AKU MEMBENCI SHIN IGARASHI! AKU INGIN MEMBUNUHNYA!

.

13 april xxxx

Shin Igarashi menghilang, dia menghilang dari hadapan kami semua. Aku sama sekali tidak menemukannya, aku mencarinya ke mana-mana, aku ingin mencarinya dan membuatnya menyesal telah di lahirkan di dunia ini, aku ingin membuatnya membayar semua yang telah dia lakukan kepada Yuka, namun aku sama sekali tidak menemukannya.

TIDAK AKAN AKU BIARKAN ! AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN BEDEBAH ITU MELARIKAN DIRI!

Aku Ioran dan Kaoru menjenguk Yuka, namun dokter tidak mengijinkan kami menemuinya, sebab kondisinya jiwanya masih belum stabil.

Yuka... semoga kau cepat sembuh, semua sudah berlalu, sudah tidak apa-apa..

Semua sudah baik-baik saja sekarang, Yuka...

.

15 april xxxx

Sudah berapa hari berlalu, aku sudah mendengar dari dokter, Yuka sudah mulai tenang tapi dia tetap tidak mau menemui kami, dia tetap tidak mengijinkan aku, Ioran dan Kaoru bertemu dengannya.

.

20 april xxxx

Hari ini aku menemui Yuka, meski dia menolak bertemu denganku, aku memaksa untuk bertemu dengannya dan aku berhasil, aku berhasil bertemu dengannya.

Yuka, dia kelihatan sangat rapuh, dia kelihatan sangat pucat, kurus dan lemah. Aku tersenyum memanggilnya, namun dia sama sekali tidak mau menatapku, dia terus menerus menundukkan kepalanya ke bawah tidak mau menatapku saat aku berbicara dengannya.

Dia memintaku untuk melupakannya, dia memintaku untuk meninggalkannya, dia memintaku untuk jangan pernah lagi mencarinya...

Aku tidak mau itu, aku mencintainya, aku benar-benar mencintainya. Dengan cincin yang aku beli tepat pada hari dia menghilang itu, aku melamarnya, aku melamarnya, aku tidak peduli dengan apa yang terjadi, aku tidak peduli dengan semua itu, aku mencintainya, yang aku cintai adalah hatinya, yang aku cintai adalah jiwanya bukan badannya, bukan raganya.

Namun, dia tetap menolakku, dia menangis, menangis dan menangis sambil berkata, dia tidak pantas untukku, dia berkata dia yang seperti ini tidak pantas untukku. Saat aku mencoba untuk memeluknya, dia menolakku dan menangis histeri dan mengusirku.

Dokter menyuruhku meninggalkan ruangannya dan membiarkan dia menenangkan dirinya. Aku hanya bisa melakukan apa yang dikatakan dokter itu sebab aku benar-benar khawatir dengan kondisinya sekarang.

Aku tidak bisa melakukan apapun, untuk dia yang sedang menangis aku sama sekali tidak bisa melakukan apapun, aku ingin memeluknya dan berkata sudah tidak apa-apa, aku ingin memeluknya dan mengatakan semua telah berlalu, namun dai tidak mengijinkan aku untuk melakukan itu.

Aku tidak berguna, untuk melindungi wanita yang aku cintai saja aku tidak bisa...

.

22 april xxxx

Otou-san marah besar saat aku mengatkan padanya aku tetap ingin menikahi Yuka. Dia tidak mengijinkan aku menikahinya, dia mengatakan Yuka tidak pantas menjadi istriku, dia mengtakan Yuka yang telah...

Dia mengatakan Yuka tidak pantas menjadi menantu keluarga Yukihira.

Otou-san tidak mau mendengar penjelasanku, dia mengatakan aku akan menyia-nyiakan hidupku jika aku ingin bersama Yuka. Aku tahu selama 1 bulan lebih semenjak Yuka menghilang sampai ditemukan, kuliahku telah terbengkalai dan otou-san sangat membencinya. Otou-san bahkan terus menasehatiku dan memintaku untuk melupakan Yuka.

Namun...

Aku tidak bisa, melupakan Yuka... Aku benar-benar tidak bisa...

.

30 april xxxx

Yuka tetap tidak mau bertemu dengan aku, Ioran maupun Kaoru. Kaoru menangis, dia kelihatan agak kurusan dan wajahnya sangat pucat, aku tahu dia merasa sangat bersalah kepada Yuka, dia menyalahkan dirinya atas apa yang dilakukan kakak kembarnya, dia menyalahkan dirinya karena terlalu larut dalam kebahagiannya, begitu juga dnegan Ioran, mereka menyalahkan diri mereka atas apa yang terjadi.

.

12 mei xxxx

Hari ini saat aku pulang dari menjenguk Yuka yang masih belum bersedia bertemu denganku, aku melihat Otou-san berdiri di depan pintu apertementku.

Otou-san marah besar, aku kehilangan beasiswa yang aku dapatkan di TODAI. Dia memarahiku dan mengatakan aku bodoh karena menyia-nyiakan masa depanku hanya untuk seorang wanita seperti Yuka. Seperti biasanya dia tetap tidak mau mendengar penjelasanku dan buntu-buntunya kami bertengkar hebat.

Lalu...

Dia memecatku dari anaknya, dia mengatakan jangan pernah lagi memanggilnya otou-san jika aku tetap ingin menikahi Yuka dan dia tidak mau lagi melihatku.

Aku tidak bisa melakukan apa-apa saat aku melihatnya berjalan keluar dari apertementku dengan penuh kemarahan.

Kenapa? Kenapa otou-san tidak mengerti perasaanku? Apakah salah jika mencintai Yuka? Salahkah aku mencintainya? Kenapa semuanya jadi seperti ini? Aku sama sekali tidak mengerti, kenapa hidup kami jadi seperti ini? Mimpi kami untuk memiliki keluarga yang bahagia dan hangat telah menghilang sekarang...

.

19 mei xxxx

Hari ini aku bertemu dengan Kaoru yang juga datang menjenguk Yuka. Aku sangat khawatir melihat keadaanya sekarang, dia benar-benar tidak lagi seperti Kaoru Igarashi yang aku kenal, dia kelihatan sangat lemah, pucat dan rapuh.

Aku sudah jarang bertemu dengannya mapun Ioran, aku tidak kuliah lagi, Ioran memang bersedia membantuku membayar uang kuliah, namun aku menolak, aku tidak mempunyai keinginan untuk kuliah sekarang, yang aku inginkan sekarang hanyalah berkerja, mencari uang dan menyimpan uang. Jika uangku sudah terkumpul, aku ingin membeli rumah kecil jauh di luar kota tokyo ini dan tinggal bersama Yuka di sana, aku ingin membawanya keluar dari kota yang menyakitkannya ini dan menikahinya, membangun keluarga yang bahagia, melupakan semua kenangan menyakitkan yang ada, menwujudkan mimpi kami berdua.

Namun sepertinya apa yang aku inginkan itu, mimpi itu masih tidak dapat ku gapai, Yuka masih belum mau bertemu denganku dan tabunganku juga masih sangat sedikit. Tapi, aku pasti akan membuat mimpi itu menjadi kenyataan...

PASTI.

.

25 mei xxxx

Yuka tetap tidak mau menemuiku, sudah satu bulan lebih dan dia tetap saja tidak mau menemuiku. Aku merindukannya, aku sangat merindukannya, aku benar-benar sangat merindukannya, aku ingin memeluknya, aku ingin melihat wajahnya, melihat senyum dan mendengar tawanya.

Aku merindukanmu, Yuka...

Kenapa kau tidak mau menemuiku...

.

28 mei xxxx

Sama seperti hari-hari sebelumnya Yuka masih tidak mau bertemu denganku, tapi aku belum menyerah, aku belum menyerah dan aku tidak akan pernah menyerah sebab aku tahu suatu hari nanti Yuka pasti akan bersedia bertemu denganku...

.

3 juni xxxx

Kaoru masuk rumah sakit. Dia pingsan dan dokter yang memeriksanya mengatakan pada aku dan Ioran, Kaoru mengidap kanker rahim. Kangkernya masih dalam stadium 2 dan rahimnya harus diangkat secepatnya sebelum semuanya terlambat.

Aku tidak bisa melupakan tanggisan Kaoru dan Ioran saat itu, mereka berdua menangis, Kaoru terus meminta maaf pada Ioran, maaf karena dia tidak bisa memberinya seorang anak, maaf karena dia tidak berguna...

Aku tidak tahan melihat mereka berdua, aku berlari keluar dari rumah sakit itu. Hatiku sangat sakit, sakit sekali, kenapa ini semua bisa terjadi? Kenapa nasib kami bisa jadi seperti ini? Aku menangis, aku menangis sekarang...

Yuka... tahukah kau? Kaoru menderita sekarang... Dia menangis dan menderita sekali sekarang, begitu juga dengan Ioran...

Sakit... Hatiku sakit sekali, Yuka...

.

10 juni xxxx

Operasi pengangkatan rahim Kaoru berlangsung dengan lancar. Namun aku tetap tidak sanggub menatap wajah Kaoru karena hatiku luar biasa sakit melihatnya...

Air mata, kesedihan, penderitaan, penyesalan bercampur aduk di wajahnya. Ioran menghiburnya dan mengatakan tidak apa-apa sambil memeluknya yang terus meminta maaf.

Yuka aku ingin bertemu denganmu sekarang... Aku ingin memelukmu sekarang... ku takut aku tidak bisa bertahan Yuka, aku takut aku tidak sanggub terus bertahan jika keadaan terus seperti ini...

.

14 juni xxxx

Hari ini, aku mendapat berita dari rumah sakit tempat Yuka dirawat, Yuka, dia...

Dia hamil.

Yuka mengandung anak BEDEBAH ITU...

Apa yang harus aku lakukan? Kenapa ini semua terjadi?

.

17 juni xxxx

Aku kembali mendapat berita dari rumah sakit tempat Yuka dirawat, Yuka berusaha untuk mengugurkan anak itu walau dia gagal.

.

24 juni xxxx

Yuka kembali mencoba mengugurkan anak dalam kandungannya itu dan dia kembali gagal...

.

5 juli xxxx

Aku sudah tidak tahu ini adalah keberapa kalinya Yuka mencoba mengugurkan anak itu. Namun, anak itu tetap bertahan, anak itu tetap hidup dan tumbuh dengan baik dalam kandungannya.

Yuka tetap tidak mau menemuiku, sudah berapa lama aku tidak melihatnya. Aku sangat sedih dan takut, berita tentangnya yang ku dapatkan semenjak dia mengandung hanyalah berita buruk, hanyalah berita mengenai dia yang terus mencoba menggugurkan anak itu.

Yuka, berhentilah menyakiti dirimu sendiri... Aku mohon...

.

12 juli xxxx

Hari ini saat aku mengunjungi Yuka, aku bertemu dengan Kaoru. Aku sangat terkejut melihatnya, sebab dia menangis, dan saat dia melihatku dia menundukkan kepalanya dan meminta maaf padaku...

Dia berhasil bertemu dengan Yuka, namun Yuka tidak mengenalnya lagi, Yuka mengira dia adalah bedebah itu dan terus berteriak untuk tidak menyakitinya lagi...

Aku tidak sanggub menulis diary ini lagi, aku tidak mau menulis diary ini lagi, ini halaman terakhir dalam diary ini, saat aku membaca diary ini, hatiku sangat sakit, aku tidak mau menulis lagi karena semua yang ada hanyalah penderitaan...

.

27 november xxxx

Aku tidak tahu mengapa aku kembali menulis diary ini...

Hari ini...

Hari ini, anak itu lahir, laki-laki.

Yuka bersedia menemui kami hari ini, dia mengenali Kaoru dan menerima kami. Aku gembira sekali, aku bahgia sekali, dia tersenyum, Yuka yang aku kenal telah kembali, dia telah mulai sembuh.

Namun...

Saat suster membawa masuk bayi yang baru dilahirkannya dan membiarkannya mengendongnya, saat dia melihat warna mata anak itu, dia melemparnya dan mencekiknya sambi berteriak anak itu adalah anak setan dan dia harus membunuhnya.

Kami sangat terkejut, aku serta Ioran menangkap tangannya dan Kaoru segera mengendong bayi itu keluar dari kamarnya.

Yuka... Dia ingin membunuh anak itu, dia ingin membunuh anak itu, anak itu adalah anak yang tidak diinginkannya.

Anak itu... Aku tidak tahu bagaimana perasaanku pada anak itu...

Anak itu adalah anak dari bedebah itu, namun anak itu juga merupakan anak dari wanita yang paling aku cintai, apakah aku harus membencinya?

.

28 november xxxx

Aku mengunjungi Ioran dan Kaoru hari ini, bukan lebih tepatnya mengunjungi anak itu.

Saat aku mengendong bayi itu dan melihat wajahnya, aku bisa melihat betapa miripnya dia dengan bedebah itu, namun, saat melihat anak itu, aku tidak bisa membencinya...

Anak ini tidak bersalah, anak ini tidak berdosa, keberadaan anak ini mungkin tidak pernah diharapkan Yuka dan kami semua, tapi anak ini sudah lahir di dunia ini, aku tidak mempunyai hak untuk membencinya, aku tidak mempunyai hak untuk membencinya yang tidak melakukan kesalahan apapun di dunia ini...

Dia adalah anak Yuka, aku tidak akan mungkin bisa membencinya, karena itu aku memutuskan untuk mengadopsinya, menjaga dan membesarkannya sampai Yuka benar-benar telah sembuh dan bisa hidup bersama kami.

Tapi, sebelum aku mengucapkan itu, Ioran dan Kaoru mengatakan padaku bahwa mereka ingin mengadopsi anak itu. Aku sebenarnya ingin menolak keinginan mereka itu, namun saat aku menatap Kaoru memeluk bayi itu, aku mengurungkan niatku itu. Kurasa anak itu akan lebih bahagia jika hidup bersama Ioran dan Kaoru daripada hidup denganku yang serba kekurangan ini. Dan juga, aku rasa mereka memang membutuhkan anak ini, sebab mereka tidak mungkin bisa memiliki anak lagi.

Ioran dan Kaoru menamakan anak itu, Natsume. Karena matanya yang berwarna merah seperti buah jujube, dia dinamakan seperti itu, tapi aku tahu mereka memberinya nama NAtsume karena mereka ingin memberinya nama yang berarti buah-buahan seperti Yuka.

Aku tidak bisa melakukan apapaun untuk anak ini, karena itu aku hanya bisa memeluknya, mencium keningnya dan berdoa pada tuhan untuk melindunginya, melindungi anak ini, melindungi Natsume.

.

1 desember xxxx

Yuka kabur dari rumah sakit tempatnya dirawat. Dia sama sekali tidak meninggalkan pesan sedikitpun. Aku mencarinya, aku mencarinya tanpa meninggalkan pesan sedikitpun pada Ioran dan Kaoru.

Yuka... Dia sama sekali tidak mempunyai keluarga lagi, di mana dia pergi... Satu-satunya tempat dia bisa pergi sekarang hanyalah panti asuhan tempat dia di rawat, ya dia pasti ada di sana...

Aku baru akan sampai dikota tempat panti asuhan itu besok, dia pasti ada di sana, aku pasti akan menemukannya di sana...

.

2 desember xxxx

Aku tiba di panti asuhan itu dan pemilik panti asuhan ini mengatakan Yuka sama sekali tidak berada di sini. Tidak tahu mengapa, aku sama sekali tidak memepercayai apa yang dikatakannya. Karena itu, aku menginap di sebuah penginapan kecil dalam kota ini.

Yuka pasti ada di sini, aku yakin itu.

.

9 desember xxxx

Sudah seminggu berlalu, aku tetap tidak menemukan Yuka dalam kota ini. Aku terus mengunjungi panti asuhan itu, namun sama sekali tidak ada sedikitpun petunjuk yang aku dapatkan mengenai Yuka.

.

14 desember xxxx

Aku berhasil menemukannya, akhirnya aku tahu dimana dia berada walau aku masih belum bertemu dengannya.

Sesuai dengan perkiraanku, Yuka benar-benar ada di dalam kota ini, dia tinggal di panti asuhan tempatnya dibesarkan itu.

Ibu pemilik panti asuhan mengatakan padaku, Yuka memintanya untuk tidak memeberitahuku keberadaannya sekarang sebab dia tidak mau bertemu denganku lagi. Ibu pemilik panti asuhan itu telah menegetahui semuanya, Yuka telah menceritakan semua yang terjadi padanya.

Ibu pemilik panti asuhan itu bertanya padaku, kenapa aku tidak mau meninggalkan Yuka walau keadaan Yuka sudah seperti itu.

Meninggalkan Yuka? meninggalkannya...

Aku tidak pernah berpikir sedikitpun untuk meninggalkannya, aku mencintainya, aku juga tidak mengerti kenapa? Tapi, aku mencintainya, aku benar-benar mencintainya, karena itu aku tidak mungkin meninggalkannya.

Ibu pemilik panti asuhan itu sepertinya sangat puas mendengar jawabanku, dia tersenyum dan memintaku datang ke panti asuhan itu besok.

Aku senang sekali, aku tidaksabar menunggu besok pagi!

.

15 desember xxxx

Aku benar-benar terkejut sekali dengan apa yang dikatakan ibu pemilik panti asuhan itu. Saat aku melihat Yuka, dia memperkenalkan aku sebagai karyawan baru yang akan membantu Yuka menjaga anak-anak yang ada di panti asuhan itu.

Yuka menolak dengan tegas, namun dia sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa, sebab bagaimanapun juga dia tidak bisa melawan ibu pemilik panti yang selama ini membesarkannya.

Aku senang sekali, setelah sekian lama, aku akhirnya bisa melihat Yuka, setelah sekian lama aku bisa mendengar suaranya dan bersamanya, aku tidak mau kehilangan dia lagi, aku pasti akan menwujudkan mimpi itu, mimpi untuk membangun keluarga yang bahagia dan hangat Ha..ha..ha...

.

31 desember xxxx

Malam tahun baru!

Aku senang sekali, malam ini aku habiskan bersama ibu panti, Yuka dan juga anak-anak penghuni panti asuhan ini! Senang sekali, aku gembira sekali dan yang lebih aku senang adalah aku melihat Yuka tersenyum.

DIA TERSENYUM!

Akhirnya setelah sekian lama aku melihatnya TERSENYUM!

Walau dia masih belum bersedia berbicara denganku, aku percaya suatu hari nanti dia pasti akan berbicara denganku lagi, aku akan menunggu hari itu tiba.

Aku mengirimkan kartu selamat tahun baru pada otou-san, Ioran dan Kaoru, semoga mereka mendapatkannya.

.

27 januari xxxx

Sudah satu bulan lebih aku berada di panti asuhan ini dan jujur aku suka sekali dengan perkerjaan baruku mengawasi anak-anak yatim piatu ini sebab aku memang menyukai anak-anak. Ha..ha..ha.. Tapi, alasan sebenarnya adalah karena aku bisa bersama Yuka lagi.

Yuka tetap sama seperti biasanya, dia tetap tidak bersedia berbicara denganku.

.

14 april xxxx

Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan Yuka dan ibu pemilik panti asuhan hari ini.

Yuka menangis dan memohon pada ibu pemilik panti untuk mengusirku dari sini. Dia mengatakan hatinya sangat sakit setiap kali dia melihatku. Setiap kali dia melihatku dia pasti akan teringat dengan apa yang telah dialaminya, melihatku dia selalu teringat dengan kenyataan bahwa dia tidak bisa bersamaku.

Aku benar-benar tidak mengerti maksudnya, mengapa? Bagiku masa lalu itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan masa sekarang maupun masa depan, tapi kenapa Yuka begitu terbebani dengan masa lalu itu? Aku tidak mengerti kenapa Yuka seperti itu?

Ibu pemilik panti menolak permohonan Yuka itu dan dia mengatakan pada Yuka untuk berhenti terpaku dengan masa lalu, melangkahlah ke depan dan hadapi masa depan tanpa takut. Namun, Yuka sama sekali tidak mengatakan sepatah katapun, Yuka tidak bisa...

Aku jadi berpikir...

Apakah yang aku lakukan sekarang benar? Melihat air mata Yuka, aku merasa hatiku sangat sakit, Yuka menangis karena aku, akulah yang membuatnya menangis...

Keputusanku untuk tidak meninggalkannya ini, apakah ini keputusan yang benar? Apakah aku egois jika berpikir seperti ini? Apakah cintaku padanya ini salah? Aku hanya membuat gadis yang aku cintai menderita...

.

20 april xxxx

Hari ini, saat aku mendekati Yuka yang sedang tersenyum dan bermain dengan anak kecil...

Saat aku mendekatinya, saat mata kami bertemu, aku bisa melihat senyumnya menghilang.

Apa yang harus aku lakukan? Sejak hari itu sejak hari dimana aku mendengar pembicaraan Yuka dan ibu pemilik panti itu, aku tidak bisa menatap Yuka. Setiap kali aku menatapnya, hatiku sangat sedih, aku bisa melihat kesedihan di wajahnya, aku bisa melihat ketakutan di wajahnya.

Apakah aku boleh di sini? Apakah aku boleh berada di sampingnya?

.

1 mei xxxx

Aku keluar dari panti asuhan itu hari ini. Ibu pemilik panti asuhan, rekan-rekan sekerjaku dan juga anak-anak dipanti itu menentang keputusanku untuk keluar. Tapi, keputusanku sudah bulat, aku tetap keluar.

Yuka sama sekali tidak menghentikan niatku itu, dia bahkan tidak mengantarku saat aku keluar dari panti asuhan ini...

Aku tidak bisa berada di sini lagi, aku tidak sanggub melihat Yuka bersedih setiap kali menatapku. Aku tidak mau dia bersedih dan menderita lagi, jika aku dia akan bahagia jika aku menghilang dari hidupnya, maka aku akan melakukan itu, walau hatiku akan hancur...

Selama Yuka bahagia aku pasti akan baik-baik saja...

.

28 juni xxxx

Sudah satu bulan lebih aku meninggalkan panti asuhan itu, aku kini tinggal di sebuah kota kecil tidak auh dari kota tempat Yuka tinggal.

Yuka, kau sehat-sehat sajakan? Aku sehat-sehat saja, aku berdoa semoga kau bisa tertawa dan tersenyum dengan bebas sekarang...

.

2 juli xxxx

Hari ini aku menerima surat dari ibu pemilik panti asuhan, surat itu menuliskan bahwa semua yang ada dipanti asuhan sehat-sehat saja begitu juga dengan Yuka.

Aku bahagia sekali saat melihat sebuah foto yang dilampirkan pemilik panti asuhan itu padaku, foto itu adalah foto Yuka yang sedang tersenyum dengan bahagia bersama anak-anak.

Syukurlah... Syukurlah Yuka sudah bisa tertawa dengan bebas seperti itu, keputusanku ternyata tidak salah, keputusanku ternyata tidak salah...

.

14 juli xxxx

Yuka selamat ulang tahun..

Aku tidak bisa mengirimkan apapun untukmu sebab aku takut akan mengingatkanmu pada masa lalu itu lagi, karena itu aku hanya bisa berdoa dari sini untukmu "Semoga kau sehat selalu, semoga kau bisa tertawa dan tersenyum seperti dulu lagi, semoga kau bisa melupakan mimpi buruk masa lalumu itu, semoga kau bahagia selalu, Yuka..."

.

1 agustus xxxx

Hari ini aku ulang tahun, selamat ulang tahun diriku...

Permohonanku tahun ini hanya satu "Semoga Yuka bisa bahagia untuk selamanya..."

.

14 oktober xxxx

Sudah berapa lama aku tidak menulis buku harianku ini? Aku tidak tahu apa yang harus aku tulis lagi.

Kata orang, menulis diary itu, menuliskan apa yang terjadi dan juga perasaan yang kita rasakan setiap hari dan jika menyuruhku menulis itu, maka setiap harinya akan sama.

Setiap pagi aku bangun pagi dan berangkat berkerja, siang istirahat untuk makan lalu berkerja lagi, sore aku pulang, mandi, makan lalu tidur. Besoknya akan seperti itu lagi, terus,terus dan terus seperti itu.

Perasaan...

Perasaan yang aku rasakan tetap saja sama, setiap hari, setiap jam, setiap menit dan setiap detik...

Aku merindukanmu, Yuka...

Tidak ada gunanya aku menulis diary ini lagi bukan?

.

21 desember xxxx

Aku mendapat undangan pesta natal di panti asuhan itu hari ini. Aku tidak tahu apakah aku harus pergi atau tidak, separuh hatiku ingin sekali pergi sebab aku ingin melihat Yuka, namun seperuh hatiku lagi tidak ingin pergi karena aku tidak ingin membuat dia teringat masa lalu itu jika melihatku...

Apa yang harus aku lakukan? Pergi atau tidak?

.

23 desember xxxx

Kuputuskan untuk pergi, namun bukan sebagai Izumi Yukihira, aku akan menyamar, aku akan menyamar menjadi sinteklas dengan begitu aku harap dia tidak akan sadar bahwa aku hadir di sana.

Semoga dia tidak menyadarinya, semoga.. Ha..ha..ha...

Hatiku sekarang terasa sangat deg-degan, semoga dia tidak menyadari bahwa aku ada di sana nanti...

.

24 desember xxxx

Aku benar-benar bahagia, tidak ada yang menyadari keberadaanku kecuali ibu pemilik panti asuhan. Aku yang menyamar jadi sinteklas bisa melihat Yuka, aku yang menyamar jadi sinteklas bisa berada di sampingnya, dia tersenyum dia tertawa seperti pertama kali aku melihatnya, tuhan mengabulkan permintaanku dia telah kembali bahagia...

Aku sama sekali tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagiaku sekarang, sebagai sinteklas aku membagikan hadiah, dan aku bisa, tahun ini aku akhirnya bisa memberikannya hadiah...

Aku benar-benar bahagia sekali saat dia tertawa dan mengambil hadiah dari tanganku, aku bahagia sekali, sungguh bahagia. Aku menghadiahkannya sebuah liontin, memang tidak mahal dan mewah, tapi aku berharap dia menyukainya.

Saat dia membuka kadonya itu, aku melihat dia tersenyum dan memakainya, syukurlah dia menyukainya!

Terima kasih tuhan, terima kasih kau memberiku kesempatan ini, ini adalah hadiah natal terluar biasa yang pernah aku dapatkan seumur hidupku ini.

.

25 desember xxxx

Hari ini saat aku ingin pulang, aku mendapat telepon dari ibu pemilik panti asuhan yang mengatakan Yuka mengalami kecelakan, bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan lalu lintas.

Tanpa membuang waktu lagi, aku berlari ke rumah sakit tempat Yuka di rawat, betapa leganya aku saat melihat dia tidak apa-apa, betapa leganya aku saat melihat dia hanya mengalami luka ringan. Aku bisa melihat dia sangat terkejut saat melihatku, namun aku sama sekali tidak mempedulikan apapun saat itu, aku berlari memeluknya dengan erat.

Namun, yang paling mengejutkanku adalah Yuka menangis dan memelukku, dia menangis dan memelukku dengan erat, dia tidak menolakku lagi, dia memelukku, dia memelukku dengan erat sambil memanggil namaku.

Aku senang sekali, aku bahagia sekali, akhirnya setelah penantian sekian lama, aku bisa mendengarnya memanggilku lagi, aku bisa memeluknya lagi, merasakan kehangatan badannya, mendnegar suaranya.

Terima kasih tuhan... Terima kasih...

Saat Yuka telah tenang, tiba-tiba ada seorang suster yang masuk dan memanggilnya, aku, Yuka dan juga ibu pemilik panti asuhan sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi, kami dibawah ke sebuah kamar, dan aku melihat seorang wanita yang terbaring dengan badah lemah dan penuh luka mengenggam tangan Yuka dan berkata "Aku mohon, jaga anak kami... Jadilah ibu anakku... Besarkanlah anakku bersama dia yang kau cintai..."

Aku bisa melihat wajah terkejut Yuka, wanita itu menutup matanya dengan pelan begitu selesai mengatakan kalimat itu.

Wanita itu adalah salah satu korban kecelakaan itu, dia sedang mengandung dan bersama suaminya di dalam bus itu saat kecelakaan itu terjadi. Suaminya meninggal seketika dalam kecelakaan itu, sedangkan wanita itu, walau mengalami luka parah, dia berhasil melahirkan anak dalam kandungannya dengan selamat walau anaknya merupakan bayi prematur.

Yuka sangat shock dengan kejadian itu, dia mengatakan dia tidak sanggub menjaga anak itu, dia mengatakan dia baru saja bertemu wanita itu dan suaminya dalam bus itu sesaat belum kecelakaan itu terjadi, dia hanya mengobrol dengan suami-istri itu tentang anak kecil dan juga sedikit tentang dirinya. Dia sama sekali tidak mengenal mereka, kenapa dia tiba-tiba diserahkan tugas seperti itu.

Setelah Yuka agak tenang, kami pergi melihat bayi yang baru lahir itu. Perempuan, bayi itu perempuan dan meski lahir prematur, kami semua yang melihatnya hanya bisa mengatakan satu kata, cantik, bayi itu cantik sekali, bayi itu adalah bayi tercantik yang pernah aku lihat.

.

26 desember xxxx

Suami-istri itu tidak memiliki kerabat lagi dan bayi mereka yang baru lahir itu sekarang menjadi incaran banyak orang yang tidak memiliki anak. Aku bisa memaklumi itu semua, sebab bayi itu benar-benar cantik sekali.

Yuka masih binggung dengan keputusan untuk mengadopsi anak itu walaupun itu adalah permintaan terakhir sang ibu. Yuka mengatakan dia tidak sanggub membesarkan anak, namun aku tahu, Yuka telah jatuh cinta kepada bayi itu, matanya saat melihat bayi itu benar-benar sangat lembut.

Lalu aku sendiri...

Aku juga jatuh cinta pada bayi itu, tidak tahu mengapa aku sama sekali tidak bisa melupakan bayi itu dari dalam pikiranku, bayi itu sungguh mungil, lucu dan cantik, dia pasti akan luar biasa cantik saat besar nanti.

Aku sangat senang sekarang karena Yuka sama sekali tidak menghindariku lagi, dia tidak menghindariku lag, TUHAN, DIA TIDAK MENGHINDARIKU LAGI!

.

27 desember xxxx

Yuka...

Yuka kembali menghindariku, aku tidak tahu mengapa dia kembali menghindariku, saat aku memanggilnya, dia pura-pura tidak mendengar dan berjalan menghindariku...

Hatiku sakit... semuanya kembali lagi seperti awal, dia kembali menjauh dariku...

Aku mendnegar dari suster yang merawat bayi itu, Yuka masih ragu untuk mengadopsi bayi itu, namun dari caranya menatap bayi itu suster itu merasa bahwa dia ingin sekali mengadopsinya. Apa yang sesungguhnya membuatnya ragu? Apa yang sesungguhnya membuatnya ragu untuk mengadopsi anak itu? Aku sama sekali tidak tahu...

.

29 desember xxxx

Aku akhirnya tahu alasan kenapa Yuka tidak bisa mengadopsi bayi itu. Tanpa sengaja aku mendengar pembicaraannya dengan ibu pemilik panti di dalam rumah sakit saat menjenguk bayi itu.

Yuka mengatakan bahwa sebenarnya dia memang ingin mengadopsi bayi itu, namun dia merasa bayi itu akan lebih bahagia jika diadopsi orang lain, sebab dia tidak akan mungkin bisa memberikan sebuah keluarga yang lengkap dan bahagia padanya. Dia bisa memberikan kasih sayang seorang ibu padanya, tapi dia tidak akan bisa memberikan kasih sayang seorang ayah padanya, sebab dia tahu, dia tidak akan bisa menikah.

Aku tidak bisa bergerak sedikitpun mendnegar pembicaraan itu. Dan sekarang, aku sedang memikirkan sesuatu sambil menulis diary ini, memikirkan keputusan yang ingin aku ambil, keputusan untuk mengabulkan keinginan Yuka dan mengejar kembali mimpi kami yang telah ku lupakan, mimpi untuk membentuk sebuah keluarga yang bahagia bersamanya.

.

30 desember xxxx

Aku memutuskan untuk memeberanikan diriku sekali lagi, aku memutuskan untuk beharap satu kali lagi, aku memutuskan untuk berjuang satu kali lagi.

Kenapa aku bisa berpikir seperti itu? Mungkin karena bayi itu. Hari ini aku mengunjungi bayi itu lagi, tidak tahu mengapa aku tetap rutin mengunjungi bayi itu setiap hari dan hari ini saat melihat bayi itu, aku bagaikan mendapat dorongan semangat untuk tidak menyerah, aku bagaikan mendapat dorongan semangat dan juga gambaran keluarga yang selalu kami mimpikan, keluarga bahgia dan hangat, keluarga kecil dengan aku, Yuka dan bayi itu sebagai anggotanya.

Karena itulah, aku menemui Yuka di panti asuhan itu, aku menemui dia yang sedang berada di ruang bermain bersama ibu pemilik panti, teman sekerjanya dan juga anak-anak di panti itu. Dia sangat terkejut dengan kemunculanku yang tiba-tiba dan tanpa mempedulikan apapun lagi, aku berjalan mendekatinya dan melamarnya dengan cincin yang telah aku beli dua tahun yang lalu.

Aku melamarnya sekali lagi, aku mempertaruhkan segalanya sekali lagi, aku mengatakan padanya, aku ingin mengabulkan mimpinya, aku ingin mengabulkan mimpinya untuk memiliki sebuah keluarga, mengabulkan mimpinya untuk menjadi seorang ibu, mengabulkan keinginannya untuk mengadopsi anak itu.

Yuka tidak menjawab lamaranku itu, dia malah menatapku dengan penuh ketakutan dan bangkit dari tempat duduknya, dia membalikkan badannya untuk berlari keluar dari ruangan itu, namun sebuah tangan menghentikan dia, ibu pemilik panti mengehentikan dia dengan mengatakan satu kalimat yang akan aku ingat seumur hidupku

"Lupakanlah masa lalu, melangkahlah ke depan, siapapun berhak mendapat kebahagiaan tidak peduli bagaimana masa lalu mereka, kau berhak mendapatkan kebahagiaan ini, Yuka-chan."

Yuka menghentikan langkah kakinya dan menatap ibu pemilik panti asuhan itu, ku pikir dia akan sadar dan mengerti apa yang diucapkannya, namun aku salah, dia tetap tidak mengerti sebab dia kembali berlari meninggalkanku.

Kenapa ? Kenapa Yuka? Begitu bencikah kau padaku? Begitu tidak inginnya kah kau melihatku?

.

31 desember xxxx

Saat aku bangun pagi hari karena suara barang yang jatuh, aku menemukan Yuka di sampingku, dia sedang membaca buku diaryku ini.

Kujelaskan dulu, aku menginap di panti asuhan semalam sebab aku terlalu sedih dan tak bertenaga untuk melangkah kembali ke hotelku, jadi aku sama sekali tidak menolak tawaran ibu pemilik panti asuhan yang menyuruhku menginap.

Kembali ke awal cerita : Aku menemukan Yuka berdiri di sampingku membaca buku diaryku, dan aku sangat terkejut saat melihat dia menangis. Aku sangat panik, aku segera bangkit dan mendekatinya.

Dia mengucapkan satu kata padaku. "Maaf..."

Dia meminta maaf padaku, maaf karena dia telah menyakitiku, maaf karena dia telah membuatku menderita, maaf untuk semua yang telah dia biarkan aku lalui.

Aku memeluknya yang terus meminta maaf padaku dan aku tidak tahu mengapa atau bagaimana, mendengar permintaan maafnya, mulutku bergerak sendiri dan mengucapkan satu kalimat

"Aku akan memaafkanmu jika kau bersedia menikahiku dan menwujudkan mimpi kita yang pernah hilang dulu..."

Dia terkejut dan menatapku, aku tidak mengatakan sepatah katapun lagi, jika dia sudah membaca diaryku, aku tahu, dia sudah tahu semua perasaanku, aku tidak perlu lagi mengatakan apa-apa.

Dia tetap menolaknya, dia mengatakan dia tidak pantas untukku, aku lebih pantas mendapatkan gadis lain, gadis yang lebih bersih dan suci, bukan gadis yang sudah kotor dan penuh noda.

Aku sebenarnya sama sekali tidak mengerti, di mataku dia sangat bersih dan suci, di mataku dia sama sekali tidak ternoda, dan yang terpenting, di dalam hatiku, gadis sesuci atau secantik apapun tidak akan mungkin bisa menggantinya, keberadaannya di hatiku tidak tergantikan sebab aku mencintainya, aku terlalu mencintainya.

Aku menjelaskan padanya, di dunia ini aku hanya akan memperistri satu orang, di dunia ini aku hanya akan menikahi satu orang dan orang itu adalah dia, Yuka Azumi, tidak ada yang lain lagi.

Air matanya mengalir semakin deras dan tanpa mempedulikan apapun lagi, aku menciumnya. Dia meronta untuk memebebaskan dirinya, namun aku tidak mengijinkannya, aku memeluknya dengan erat. Aku bisa merasakan badannya yang meronta berhenti dan dia...

Dia membalas ciumanku!

Saat aku melepaskan ciumanku, aku menatap wajahnya yang memerah dan penuh air mata itu, aku melamarnya lagi untuk ketiga kalinya dalam hidupku dan akhirnya dia menangguk, dia akhirnya menangguk kepalanya, DIA AKHIRNYA MENERIMA LAMARANKU!

Jika apa yang terjadi hari ini adalah mimpi, maka jangan pernah bangunkan aku lagi, ku ulang satu kali lagi JANGAN BANGUNKAN AKU LAGI! UNTUK SEUMUR HIDUP KU!

Aku bahagia sekali, aku memeluknya dan menciumnya, aku menariknya keluar menemui ibu pemilik panti asuhan dan semua penghuni panti asuhan ini, YUKA MENERIMA LAMARANKU! DIA AKAN MENJADI ISTRIKU!

Semua yang ada mengucapkan selamat dan bersuka cita dengan kebahagianku ini.

Aku bersumpah kali ini, aku pasti akan memebahagiakannya, aku pasti akan melindunginya, aku pasti akan menwujudkan mimpi kami, aku tidak akan gagal lagi kali ini!

.

1 january xxxx

Aku tidak bisa mengatai Ioran dan Kaoru lagi, mereka menikah seminggu setelah Kaoru menerima lamaran Kaoru, sedangkan aku...

Aku menikahi Yuka sehari setelah dia menerima lamaranku! YA! AKU MENIKAH HARI INI!

Kami tidak mengadakan pesta atau apapun, aku menikahinya di sebuah gereja kecil dalam kota ini dengan di saksikan semua penghuni panti asuhan ini.

Yuka sungguh cantik, saat dia berjalan ke altar dengan gaun pengantin putihnya simpel yang diberikan ibu pemilik panti, aku bagaikan melihat malaikat. Rambut coklatnya yang dibiarkan tergerai dan terpenting senyum bahagia di wajahnya...

Aku adalah laki-laki paling bahagia dan terberuntung di dunia ini karena bisa memilikinya.

Sumpahku untuk mencintainya walau apapun yang terjadi, sumpahku untuk selalu berada di sampingnya, sumpahku untuk selalu melindunginya serta sumpahnya untuk mencintaiku selamanya, sumpahnya untuk selalu berada di sampingku dan tidak pernah akan meninggalkanku apapun yang terjadi, akan aku pastikan tetap terjaga, akan aku pastikan tidak pernah hancur lagi.

Mulai hari ini, mulai saat itu, mulai detik itu, Yuka adalah istriku, dia adalah istriku, penantianku tidak sia-sia, terima kasih, terima kasih tuhan, terima kasih.

Setelah kami menikah, kami pergi ke rumah sakit, kami mengadopsi bayi itu dan karena bayi itu belum memiliki nama, kami menamainya MIKAN, nama yang sama dengan Yuka yang juga berarti jeruk.

Mikan..

Mikan bayi ini adalah keajaiban yang diberikan tuhan padaku dan Yuka, jika Mikan tidak pernah ada mungkin kami tidak akan pernah bersama seperti sekarang ini, Mikanlah yang mempersatukan kami, Mikan adalah malaikat yang dikirimkan tuhan untukku dan Yuka.

Satu januari...

Meski Mikan bukan lahir hari ini, bagiku dan Yuka ini adalah hari ulang tahunnya, mulai hari ini, dia adalah Mikan Yukihira, putri kami berdua.

Aku dan Yuka sudah memutuskan untuk mengadopsi dan membesarkannya, dan mengenai siapa orang tua kandungnya, kami akan memeberitahunya saat dia besar nanti sebab bagaimanapun juga dia harus tahu kedua orang tua kandungnya mencintainya, kedua orang tua kandungnya mencintainya sampai akhir hayat mereka.

Aku tidak tahu bagaimana untuk menuliskan dalam diary ini sekarang, perasaanku, kegembiraanku, kebahagiaanku, semuanya telah lengkap.

Terima kasih tuhan...

Terima kasih...

.

2 februari xxxx

Ternyata sudah satu bulan aku tidak menulis diary ini, apa boleh buat, aku terlalu sibuk. kurasa lebih baik aku menuliskan apa yang terjadi selama sebulan ini ssesingkat-singkatnya saja, aku tidk punya banyak waktu untuk menulis diary ini.

Yuka dan Mikan, atau tepatnya ISTRI dan PUTRIKU TERCINTA pindah ke sebuah kota kecil yang agak jauh dari panti asuhan itu, kami pindah ke kota ini karena aku mendapatkan perkerjaan yang lebih bagus di sini. Kota ini sangat indah, dengan bungan sakura yang bermekaran di sepanjang jalan, aku hanya merasa tidak salah kami pindah kemari. Lalu, dengan uang simpananku serta Yuka, kami membeli sebuah rumah kecil dan hidup dengan penuh kebahagiaan di sana. Aku berkerja dari pagi sampai sore sedangkan Yuka membersihkan rumah, menjaga Mikan, memasak makan malam dan menungguku pulang dari kantorku bersama Mikan setiap harinya.

Aku bagaikan bermimpi, setiap kali pulang dan melihat Yuka yang menyambutku bersama Mikan, aku sama sekali tidak bisa menyembunyikan kebahagiaanku, bahagia, aku bahagia, BAHAGIA SEKALI!

Lalu Mikan, putriku ini...

Dia benar-benar keajaiban, dia mirip sekali dengan Yuka, wajah, warna rambut serta warna matanya mirip sekali dengan Yuka dan terakhir senyumnya, senyumnya itu adalah senyumku, senyumnya mirip sekali denganku. Tidak ada seorangpun yang meragukan perkataan kami jika kami mengatakan Mikan adalah anak kandung kami, sebab dia mirip sekali dengan kami.

Mengapa Mikan bisa semirip itu dengan kami, aku tidak tahu? Keajaiban? Mungkin memang benar. Namun, aku juga ingat dengan salah satu pembicaraanku dengan Yuka. Yuka mengatkan mungkin, kedua orang tua kandung Mikan merupakan kerabat jauhnya, kerabat yang sangat-sangat jauh sehingga tidak dikenalnya lagi.

Apa yang dikatakan Yuka, mungkin memang benar, tapi bagiku itu tidak ada hubungannya, sebab bagaimanapun juga bagiku, Mikan adalah keajaiban di dunia ini, dia adalah keajaiban dalam hidup kami, dia adalah anak penuh keajaiban yang diberikan tuhan kepada kami.

.

16 april xxxx

Mulai hari ini dan juga seminggu ke depannya, aku akan berlibur dengan istri dan putriku tercinta di kota kecil yang indah tidak jauh dari kota tempat kami tinggal. Karena itu aku punya waktu untuk menulis diary ini Ha..ha..ha...

Aku ingin menceritakan tentang seorang anak kecil yang kami temui hari ini, anak kecil itu bernama Rei Serio. Kami bertemu dengannya di dalam taman kota ini. Saat Yuka ke toilet dan aku duduk beristirahat di bawah pohon sakura, Rei mendekati Mikan dan menatapnya, dia sama sekali tidak menyadariku yang berada di balik pohon sakura sebab perhatiannya tertuju pada Mikan.

Dan dari perkenalanku dengannya, aku tahu dia itu anak baik yang sangat bertangung jawab, buktinya dia masih sempat memarahiku karena mengira aku meninggalkan Mikan sendirian. Dan saat aku memperkenalkan Yuka padanya, dia mengatakan hal yang selalu dikatakan orang "Mikan mirip dengan Yuka".Ha..ha..ha...

Aku dan Yuka cukup menyukai anak ini dan saat aku mentraktirnya es krim, aku dan Yuka bercanda dengannya di depan pemilik stan es krim itu dengan bersandiwara sebagai sebuah keluarga.

Namun, aku sama sekali tidak menyangka dia akan menangis dan memeluk Yuka yang menanyainya sambil memanggil okaa-san dan otou-san saat kami meninggalkan stan es krim itu. Melihat Rei saat itu, aku dan Yuka tahu, dia, Rei adalah anak yatim piatu, anak yatim piatu yang menginginkan kehangatan seorang okaa-san dan otou-san. Kami tahu sekali, sebab kami sudah terlalu sering melihat anak yatim piatu, terutama Yuka yang juga merupakan seorang anak yatim piatu.

Yuka membalas memeluknya sambil menenangkannya dan aku hanya bisa menjongkok di samping mereka mengelus kepala Rei dan menenangkannya. Dia tertidur dalam pelukan Yuka dan kami mengantarnya pulang ke panti asuhan. Di panti asuhan itu, kami mendengar cerita mengenainya yang selalu kesepian dan tidak memiliki teman, karena itu aku dan Yuka memutuskan satu hal, selama seminggu di kota ini, kami akan membawanya bersama, kami akan mengajaknya jalan-jalan dan membiarkannya merasakan kehangatan sebuah keluarga.

Aku tidak sabar menunggu datangnya besok!

.

24 april xxxx

Kupikir aku bisa menulis diary ini secara rutin selama seminggu ini, tapi ternyata tidak bisa, aku terlalu lelah untuk menulisnya sebab aku benar-benar capek beberapa hari ini. Setiap pagi aku, Yuka, Mikan dan juga Rei berjalan-jalan mengelilingi kota ini dan mengunjungi semua tempat rekreasi yang ada. Namun, aku akui satu hal, meski capek dan lelah, semua itu sangat seru dan menyenangkan.

Kami akan kembali ke rumah kami besok, lalu yang paling penting, aku dan Yuka telah memutuskan satu hal, KAMI AKAN MENGADOPSI REI! Dia akan jadi putra kami besok, dia akan menjadi anak kami besok. Selama beberapa hari kami menghabiskan waktu bersama, aku dan Yuka menyukainya, kami menyanyanginya, bahkan Mikan juga begitu, Mikan suka menggenggam tangannya dan aku juga bisa melihat bahwa Rei juga menyukai kami.

Dari mana datangnya perasaan itu, aku dan Yuka juga tidak tahu? Perasaan ini sama dengan perasaan kami saat melihat Mikan, perasaan sayang padanya terlanjur mengakar dalam hati kami karena itu kurasa tambah seorang anak tidak ada salahnya.

Karena itu besok cepatlah datang! Aku sudah tidak sabar menunggu besok tiba! Ha..ha..ha...

.

25 april xxxx

Dia terkejut dan dia menangis lagi.

Rei memangis karena bahagia saat dia mengetahui kami mengadopsinya, dia memeluk kami berdua dengan erat sambil memanggil kami otou-san dan okaa-san.

Mendengarnya memanggilku otou-san, aku sangat bahagia, bahagia sekali dan aku yakin Yuka juga merasakan itu.

Kupikir-pikir lagi, dalam liburan ini, kami sama sekali tidak pernah menyangka akan bertemu dengan Rei dan mengadopsinya. Tapi, tidak tahu mengapa memiliki Rei sebagai anak terasa sangat benar, mungkin sama seperti Mikan, Rei ditakdirkan untuk menjadi anak kami, dia ditakdirkan untuk bersama kami, keajaiban bagi kami.

Dan sekarang aku sudah berada di rumah kami dan saat aku membalikkan wajahku ke samping aku akan melihat, istriku tercinta serta anak-anakku tercinta sedang tertidur dengan nyenyak sambil tersenyum.

Ku tambahkan, sebelum aku tidur, aku akan mencium kening Yuka, istriku tercinta, lalu Mikan, putriku tercinta dan terakhir, Rei, putraku tercinta...

Selamat malam, mimpi yang indah...

.

25 april xxxx

Hari ini aku dan Rei masih juga harus membawa bekal yang gosong berangkat dari rumah. Yuka benar-benar tidak punya bakat memasak. Tapi, aku dan Rei sama sekali tidak pernah menolak bekal yang dibuatnya, sebab kami tahu itu adalah bekal penuh cinta yang dibuatnya dengan susah payah untuk kami, dan aku akui, rasanya tidak begitu buruk, hanya saja sedikit gosong.. Ha..ha...ha...

.

1 mei xxxx

Hari ini Rei bertanya padaku pelajaran sekolahnya, dengan semangat aku menjelaskannya, dengan aku yang dulunya merupakan mantan mahasiswa TODAI yang pintar, aku yakin dia pasti akan mengerti pelajaran sekolah semudah membalik telapak tangan.

Tapi, belum selesai aku menjelasjkan semuanya, dia sudah berjalan bertanya pada Yuka.

Heh! Apa-apaan itu, Yuka tertawa dan berkata padaku bahwa Rei tidak mengerti penjelasannku karena tingkahku terlalu konyol dan bodoh.

.

10 mei xxxx

Hari ini, kami sekeluarga pergi ke taman untuk bersantai. Yuka duduk di bawah pohon sakura mengendong Mikan sambil menatap aku dan Rei yang sedang bermain baseball. Saat aku dan Rei selesai bermain, Rei berlari ke arah Yuka dan Mikan untuk memakan bekal.

Melihat mereka bertiga yang tersenyum dna tertawa, aku benar-benar bahagia, keluarga yang bahagia, mimpi kami telah dikabulkan tuhan, kami telah memiliki keluarga yang selama ini kami inginkan.

.

25 mei xxxx

Malam ini hujan turun dengan deras dan suara petir yang kuat terdengar degan keras.

Rei datang ke kamar kami sambil menangis, sepertinya dia ketakutan. Yuka tersenyum dan memintanya tidur bersama kami, yang mana diterimanya dengan senang hati.

Rei... Dia sungguh manis Ha..ha..ha...

.

10 juni xxxx

Hari ini saat kami sedang duduk di menonton tv, tiba-tiba Mikan merangkak untuk pertama kalinya, aku Yuka, dan Rei yang melihatnya merangkak untuk pertama kalinya benar-benar terkejut, aku gembira sekali, aku bahagia sekali, putriku sudah bisa merangkak!

Yuka memasak nasi merah untuk merayakan kebahagiaan ini!

.

25 juni xxxx

Hari ini, saat aku masuk ke dalam ruang tamu, aku melihat Yuka, Rei dan Mikan tidur dengan tenang diatas sofa. Aku tidak bisa berhenti tersenyum melihat mereka bertiga.

Istri dan anak-anakku, keluargaku, permataku, harta tak tergantikan bagiku...

.

6 juli xxxx

Hari ini kami sekeluarga pergi jalan-jalan di taman, seperti biasanya, Yuka dan Mikan akan duduk di bawah pohon sakura itu melihatku dan Rei yang sedang bermain baseball ataupun sepak bermain kami akan makan bekal bersama.

Ini sudah menjadi suatu kebiasaan bagi keluarga kami, datang ke taman ini untuk piknik setiap kali aku bebas dari perkerjaanku. Aku bisa mendengar dengan jelasan orang yang melihat kami mengatakan betapa bahagianya kami, betapa hangat dan membuat irinya keluarga kami ini.

Mereka benar! Keluarga kami ini adalah keluarga terhangat, terbahagia dan terbaik di dunia ini!

.

14 juli xxxx

Selamat ulang tahun Yuka!

Yuka gembira sekali, aku, Rei dan Mikan merayakan ulang tahunnya di sebuah restoran kecil di dekat rumah kami. Aku bisa melihat kebahagiaannya dengan jelas saat dia meniup kue ulang tahunnya. Saat aku membuat permohonan sebelum meniup lilin dia berkata "Semoga keluarga kita akan selalu bersama dan bahagia untuk selamanya."

Aku hanya bisa tersenyum mendengar permohonannya itu, sebab aku tahu, permohonan itu pasti akan dikabulkan, sebab aku tidak akan pernah meninggalkannya begitu juga dengan Rei dan Mikan.

Aku menghadiakannya sepasang anting-anting, Rei menghadiakannya bunga dan Mikan yang masih kecil dan tidak tahu apa-apa menghadiakannya ciuman. Ha..ha..ha...

Yuka. Apakah kau tahu? Kurasa kau tidak tahu dan aku juga tidak mau kau tahu, hadiahku bukan hanya anting-anting itu, hadiahku untukmu ada satu lagi, yaitu kebahagiaanmu, kebahagiaanmu di dunia ini, tidak ada air mata lagi, tidak ada penderitaan lagi, tidak ada kesedihan lagi, doa setulus hati untuk kebahagiaanmu...

Aku mencintaimu Yuka.

.

26 juli xxxx

Aku mendapat promosi!

Arti lainnya, gajiku bertambah! Aku senang sekali, dengan begitu aku bisa membelikan pakaian, makanan yang lebih baik lagi untuk istri dan anak-anakku! Ha..ha..ha...

Yuka dan Rei sangat gembira mendengar berita promosiku ini, Yuka memasak nasi merah untuk merayakannya!

.

1 agustus xxxx

Aku tiak tahu harus bagaimana mengungkapkan perasaanku? Aku bahagia sekali!

Hari ini aku ulang tahun, Yuka, Rei dan Mikan merayakannya. Yuka membuat kue ulang tahun untukku walau sedikit gosong rasanya tetap saja enak, Rei memberikanku dasi yang dibelinya dengan menyisahkan uang sakunya dan Mikan yang masih kecil mencium pipiku.

Betapa bahagianya aku, air mataku mengalir menuruni pipiku saat itu, aku sama sekali tidak bisa membendung air mata kebahagian itu, aku tidak peduli jika orang mengatkan aku cengeng atau apa, sebab aku benar-benar bahagia, benar-benar, sungguh-sungguh BAHAGIA SEKALI!

Tidak ada penderitaan lagi, air mata yang ada hanyalah air mata kebahagiaan sekarang, tidak ada air mata kesedihan lagi!

HANYA ADA KEBAHAGIAAN!

.

20 agustus xxxx

YUKA HAMIL! DIA HAMIL! DIA MENGANDUNG ANAKKU!

Aku sama sekali tidak bisa mengatakan sepatah katapun saat Yuka mengatakan padaku dia hamil, sama sekali tidak pernah aku bayangkan, anakku, anakku, ANAKKU!

Anakku dan Yuka! Adik dari Rei dan Mikan! Keluarga baru kami!

.

17 september xxxx

Sudah lama juga aku tidak menulis diary ini. Ha..ha..ha...

Aku tidak punya waktu belakangan ini sebab aku yang lebih banyak mengerjakan perkerjaan rumah sekarang, ya dibantu Rei tentunya, Ha..ha..ha...

Aku tidak mengijinkan Yuka melakukan semua tugas rumah sebab aku tidak mau dia kelelahan, aku dan dia sudah membuat perjanjian yaitu selama dia hamil, dia harus lebih banyak beristirahat dan tidak maksakan diri, sebab aku tidak mau terjadi apa-apa dengan dia dan anak dalam kandungannya.

Usia kandungannya sudah hampir tiga bulan, tidak lama lagi, tidak lama lagi anggota baru keluarga kami ini akan lahir!

.

24 oktober xxxx

LAKI-LAKI! COWOK! PRIA!

Itu jenis kelamin anak kami! Aku dan Yuka senang sekali, begitu juga dengan Rei, dia terus mengatakan jika adikknya itu sudah lahir, dia pasti akan mengajarinya bermain baseball dan sepak bola, sedangkan Mikan yang masih kecil dan tidak tahu apa-apa terus tersenyum dan tertawa seakan-akan dia tahu apa yang sedang terjadi. Ha..ha..ha...

Aku harus memikirkan nama sekarang, nama untuk anak laki-lakiku ini! Ha..ha..ha...

.

18 november xxxx

Setelah sekian lama, akhirnya kami memutuskan nama untuk anak laki-laki kami.

Yoichi yang ditulis dengan kanji matahari dan satu.

Nama yang baguskan, Yoichi.

Matahari yang melambangkan cahaya, doa kami supaya masa depannya selalu cerah dan bahagia.

Satu yang mengharapkannya kelak bisa menjadi orang yang hebat dan selalu nomor satu. Ha..ha..ha...

Yuka dan Rei sangat menyukai nama itu, begitu juga dengan Mikan sebab dia terus berusaha untuk mengucapkan nama Yoichi dengan bibirnya yang kecil, yang mana membuat kami semua tertawa dan memeluknya karena DIA SANGAT LUCU!

.

25 desember xxxx

Hari ini adalah hari natal.

Ibu pemilik panti memang mengundang kami untuk merayakan natal ini bersama, tapi kami menolak sebab kondisi perut Yuka tidak memungkinkan kami untuk berangkat ke kota itu.

Aku sama sekali tidak menyangka sudah hampir satu tahun berlalu, kebahagianku ini, keluargaku ini sudah hampir satu tahun. Aku pasti kelihatan seperti orang idiot sekarang sebab aku sekarang sedang tersenyum. HA..ha..ha...

Yuka, Rei dan Mikan sudah tidur sekarang, mereka sudah tertidur dengan nyenyak dikamarku ini, atau lebih tepatnya di sampingku sekarang Ha..ha..ha...

Saat aku menatap mereka, aku sama sekali tidak bisa berhenti tersenyum.

Aku benar-benar bahagia sekali! Ha..ha..ha... Sudah berapa kali aku menulikan kata AKU BAHAGIA di dalam diary ini, aku sudah tidak tahu, tapi inilah perasaanku sekarang, bahagia.

Hari ini adalah hari natal dan juga merupakan hari kelahiran Mikan. Kami tidak merayaannya sebab menurut kami akan lebih bagus lagi, kami merayakan hari ulang tahunnya itu pada tanggal 1 january, hari di mana kami mengadopsinya. Kami merasa ironis jika kami merayakannya hari ini sebab kedua orang tua kandungnya meninggal tepat pada tanggal ini juga...

Mikan...

Saat aku melihat dia, aku hanya bisa merasa bahwa dia benar-benar merupakan keajaiban...

Jika Mikan tidak pernah ada, aku dan Yuka tidak akan mungkin bisa bersama..

Jika Mikan tidak pernah ada, kami dan Rei tidak akan mungkin bertemu...

Jika Mikan tidak pernah ada, keluarga ini tidak akan pernah ada...

Terima kasih tuhan, kau memberikan Mikan padaku, kau memberikan Mikan pada kami, kami yang tidak bisa bersama bisa bersama karena Mikan. Aku, Yuka dan Rei bisa bersama sekarang karena Mikan..

Keajaiban kami, dia adalah malaikat kami, dia adalah hadiah natal terluar biasa di dunia ini yang kau berikan pada kami...

Terima kasih...

.

1 januari xxxx

Selamat Ulang tahu Mikan! Selamat ulang tahun malaikatku, putriku!

Yuka membuatkannya kue ulang tahun, aku dan Rei menghadiakannya boneka. Mikan tertawa dengan bahagia dan dia MANIS SEKALI!

Aku yakin sekali, kelak jika dia sudah besar nanti, dia pasti akan luar biasa mirip dengan Yuka, dia pasti akan menjadi gadis yang cantik sekali seperti malaikat dan pasti akan ada banyak sekali cowok yang menginginkannya.

AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN ITU TERJADI! AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN SERANGGA BUSUK MENDEKATI MALAIKATKU INI!

Aku dan Rei sudah sepakat, kami pasti akan melindungi Mikan dari serangga busuk saat dia besar nanti. Rei juga mengatakan jika Yoichi sudah lahir, dia pasti akan mengajarkannya karate atau judo supaya kelak kami bertiga bisa melindungi Mikan dan juga Yuka. Yuka hanya bisa mengeleng-geleng kepalanya mendengar pembicaraanku dengan Rei itu.

HEY! Kami serius Yuka!

Kami tidak akan membiarkan permata kami, malaikat kami yan berharga ini direbut orang lain!

.

24 january xxxx

Hari ini...

Saat kami sekeluarga sedang bersantai di ruang tamu dan mendengarkan berita yang di siarkan, kami melihat berita tentang perusahaan besar Hyuga yang kini telah menjadi perusahaan terbesar di jepang, kami melihat Ioran, Kaoru dan...

Dan anak itu...

Natsume.

Yuka sangat ketakutan saat melihat Natsume, dia terus berteriak dengan badan yang terus gemetar sambil menangis mengatakan Natsume adalah anak setan dan bukan anaknya. Aku bisa melihat Rei dan Mikan sangat ketakutan, karena itu aku memerintahkan Rei membawa Mikan ke kamar secepatnya, mereka tidak boleh melihat kondisi Yuka yang seperti ini.

Saat Rei dan Mikan sudah masuk ke kamarnya, aku terus memeluk dan menenangkan Yuka. Saat Yuka sudh tenang dan tertidur di sofa, aku masuk ke kamar mencari Rei dan Mikan.

Mikan sudah tertidur dan Rei bertanya padaku, ada yang terjadi dengan Yuka dan apakah anak setan yang dikatakan Yuka adalah anak dalam siaran tv itu?

Aku tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutku saat mendengar pertanyaannya itu.

Anak setan...

Bukan, Natsume bukan anak setan, Natsume adalah anak manusia, Natsume adalah anak Yuka, saudaranya, Mikan dan juga Yoichi. Aku menjelaskan semuanya pada Rei, mengenai masa lalu kami dan siapa sebenarnya Natsume itu.

Rei...

Dia membenci Natsume, dia membenci Natsume dan tidak mengakui keberadaannya. Aku meminta Rei untuk tidak membencinya, namun Rei sama sekali tidak mau menurutinya, dia berbalik bertanya padaku apakah aku tidak membencinya? Apakah aku tidak membenci Natsume?

Hatiku sakit sekali mendnegar pertanyaan itu..

Bagaimana aku bisa memebencinya? Bagaimana aku bisa memebenci Natsume yang sama sekali tidak bersalah itu? Betapa menyedihkannya dia, betapa malangnya dia, dia dibenci oleh mereka yang seharusnya mencintainya, dia dibenci dan ditakuti oleh orang mereka yang merupakan keluarganya...

.

28 januari xxxx

Syukurlah tidak ada yang berubah, kami berusaha untuk melupakan apa yang terjadi empat hari yang lalu dan harus aku akui, kami berhasil, Yuka tidak mengungkit sedikitpun tentang Natsume begitu juga dengan Rei, semuanya telah kembali seperti semula...

Namun...

Kenapa aku tidak bisa menghapus wajah Natsume dari pikiranku?

Wajah Natsume di dalam tv itu, begitu dingin dan tidak berekspresi, ekspresi wajah itu sama sekali bukan ekspresi wajah untuk anak seusianya, anak seusianya seharusnya tertawa dan tersenyum dengan bahagia, bukan dingin dan tanpa ekspresi seperti itu. Dia dibesarkan oleh Ioran dan Kaoru yang serba berkecupan, dia seharusnya sangat bahagia tapi Kenapa dia memiliki ekspresi wajah seperti itu? Kenapa dia jadi seperti itu? Apakah dia tidak bahagia? Apakah keputusanku dulu untuk menyerahkannya pada Ioaran dan Kaoru salah?

.

12 februari xxxx

Semakin aku berusaha untuk melupakan Natsume, semakin aku teringat padanya. Wajahnya yang tanpa ekspresi itu benar-benar tidak bisa aku lupakan, Kenapa? Kenapa aku terus teringat padanya?

Yuka tidak boleh tahu apa yang aku pikirkan sekarang? Dia sama sekali tidak boleh tahu, dia pasti akan histeri dan ketakutan jika mengetahuinya.

.

24 february xxxx

Hari ini aku mendapatkan tugas ke luar kota dan sebenarnya aku mau menolak mengingat kondisi Yuka yang perutnya kini sudah begitu besar. Namun, aku akhirnya menerimanya juga karena Yuka mengatakan dia tidak apa-apa dan memaksaku menerima tugas itu.

Dan...

Sesungguhnya aku sama sekali tidak pernah membayangkannya, dalam mimpiku yang terdalamapun aku tidak pernah membayangkannya, aku melihtnya di kota ini, aku melihat dia, aku melihat bedebah itu, aku melihat Shin Igarashi.

Kemarahan menyelimutiku, aku ingin sekali berlari meninjunya mengingat apa yang telah dialami Yuka gara-gara dia, namun langkah kakiku terhenti saat melihat seorang wanita hamil yang berjalan di sampingnya.

Wanita itu mirip dnegan Yuka, rambut coklat panjang, kulit berwarna putih bersih, bahkan wajah mereka juga cukup mirip, namun yang paling berbeda hanyalah satu, yaitu warna mata mereka, warna mata wanita itu adalah coklat tua.

Aku mengikuti mereka sampai mereka masuk ke sebuah apertement yang aku yakin merupakan tempat tinggal mereka. Aku bertanya pada orang di sekeliling mereka dan aku mendapatkan informasi. Shin Igarashi telah menikah, dia telah menikah dengan wanita itu, dan aku juga mendengar alasan dia menikahi wanita itu adalah karena wanita itu meminta pertangung jawaban karena menghamilinya saat mabuk. Shin Igarashi sama sekali tidak mencintai istrinya itu, namun istrinya itu mencintainya.

Dengan sikapnya itu, aku tahu, dia tidak akan mungkin bersedia menikahi wanita itu meski wanita itu telah menghamilinya. Namun, begitu aku teringat lagi dengan wajah wanita itu, aku mengerti sesuatu...

Shin Igarashi...

Dia mungkin memang benar-benar mencintai Yuka, cintanya pada Yuka mungkin tidak kalah denganku, alasan dia melakukan dosa itu tiga tahun yang lalu mungkin karena dia memang terlalu mencintai Yuka sehingga dia tidak bisa berpikir dengan akal sehat lagi. Alasan kenapa dia bersedia menikah dengan wanita itu pasti karena wanita itu mirip dengan Yuka, dia melihat bayangan Yuka dalam wanita itu.

Aku tidak akan mungkin bisa memaafkannya seumur hidupku, dosanya tidak mungkin bisa ku maafkan, tapi aku...

Aku...

Aku tidak tahu harus melakukan apa..

Karena itu aku meninggalkan kota ini malam ini juga, pulang ke rumah dengan kereta terakhir. Aku akan berpura-pura tidak melihatnya, aku akan berpura-pura untuk menanggab aku sama sekali tidak pernah mengetahui apa-apa...

Tuhan, apakah yang aku lakukan ini benar?

.

13 april xxxx

LAHIR! LAHIR! YOICHI TELAH LAHIR DENGAN SELAMAT!

Yoichi mirp sekali dengan otou-san, berambut abu-abu dan bermata hijau, dia tampan sekali! Aku, Yuka, Rei dan Mikan gembira sekali!

Rei mengatakan bahwa hanya Mikanlah yang mirip dengan Yuka. Aku dan Yuka tertawa mendengarnya, sebab kenapa Mikan bisa semirip itu dengan kami adalah keajaiban, Mikan adalah keajaiban yang diberikan tuhan, sama seperti Yoichi dan Rei.

Aku sangat gembira dengan kelahiran Yoichi, namun...

Saat aku melihat Yuka yang tersenyum sambil memeluk Yoichi, aku hanya bisa kembali teringat dengan anak itu, teringat dengan Natsume...

Yuka memeluk dan mencium Yoichi sedangkan kepada Natsume dua tahun yang lalu dia melempar dan ingin membunuhnya. Natsume dan Yoichi sama-sama merupakan anak kandungnya, tapi mengapa perlakuan Yuka kepada Natsume begitu berbeda? Aku tahu, Yuka bisa bersikap seperti itu pasti dikarenakan siapa ayah kandung Natsume sebenarnya, dikarenakan Yuka sama sekali tidak pernah menginginkan Natsume dalam hidupnya.

Tapi... Natsume sama sekali tidak bersalah, dia sama sekali tidakbersalah...

.

20 april xxxx

Sudah seminggu berlalu dan aku tidak bisa berhenti memikirkan Natsume. Setiap kali aku melihat Yuka, Rei, Mikan dan Yoichi, aku pasti akan teringat padanya, aku sudah berusaha untuk melupakan Natsume, namun semua itu sia-sia.

Aku terus teringat dengan wajahnya yang tanpa ekspresi dan dingin itu, wajahnya terus menghantuiku. Karena itu aku memutuskan untuk menemuinya besok, tapi aku harus merahasiakannya dari Yuka, dia tidak boleh tahu itu.

Haih... Aku sebenarnya sama sekali tidak mengerti kenapa aku mau menemui Natsume? Ya, semoga aku bisa mengerti jika sudah bertemu dnegannya...

.

21 april xxxx

Hari ini pagi-pagi sekali saat aku pamit dengan Yuka dengan alasan mau ke rumah temanku yang sakit. Yuka tanpa curiga sedikitpun mengijinkanku pergi, namun dia memintaku membawa Mikan sebab dia tidak bisa menjaga Rei, Mikan dan Yoichi sekalian, dan karena kupikir tidak ada salahnya aku memebawa Mikan, aku menyanggupinya.

Aku membawa Mikan ke kota tokyo di mana Natsume.. bukan bukan Natsume tapi BOCAH ITU.

Aku membawa Mikan ke kota tempat bocah itu berada. Aku sudah menyelidikinya sebelum kemari. Pada hari minggu seperti ini, Ioran dan Kaoru selalu menitipkan bocah itu di sebuah gereja kecil di pinggir kota karena mereka yang sibuk dengan pertemuan ini dan pertemuan itu.

Saat aku dan Mikan tiba di gereja itu, aku menemukan dia duduk seorang diri di bawah sebatang pohon sakura. Melihatnya saat itu, aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa, namun aku akhirnya memberanikan diri menyapanya dan dia...

DIA TIDAK MEMPEDULIKANKU!

Saat aku menyapnya, dia mengangkat kepalanya menatapku dan membuang muka. Apa-apaan sikapnya ini? Dan saat aku bertanya mengapa dia seorang diri saja di sini, aku benar-benar terkejut sebab dengan santai dia menjawab "Jangan pernah berbicara dengan orang yang tidak kau kenal. Bukankah itu juga merupakan kata-kata yang akan kau ajarkan pada putrimu, orang tua."

Aku benar-benar sangat terkejut mendengar jawabannya itu. Demi tuhan! Diakan baru berusia dua tahun lebih? Kenapa dia bisa berbicara seperti itu? Dia sama sekali tidak mempedulikanku, aku memperhatikannya dengan sesakma, wajah tampannya itu begitu tenang dan tanpa ekspresi, benar-benar bukan ekspresi wajah untuk anak seusianya, lalu matanya itu... Matanya yang dingin itu sama sekali bukan mata seorang anak kecil.

Aku berusaha untuk mengobrol dengannya, namun dia tetap saja tidak mempedulikanku dan saat aku sudah hampir menyerah, tiba-tiba Mikan berlari ke arahnya dan memeluknya...

MEMELUKNYA! PUTRIKU MEMELUK COWOK LAIN SELAIN AKU, REI DAN YOICHI! DI DEPAN MATAKU LAGI!

Apa yang telah dilakukan bocah ini pada putriku? Mengapa Mikan tiba-tiba memeluk bocah itu? Dan yang membuatku semakin marah adalah Mikan sama sekali tidak mau melepaskan bocah itu, dia memeluknya dengan sangat erat, bahkan dia menangis saat aku berusaha memisahkan mereka!

Bocah itu sepertinya sangat terkejut dengan sikap Mikan, dia terus menatap Mikan dengan kedua mata merahnya itu tanpa mengatakan sepatah katapun. Lalu Mikan... Mikan tersenyum dan memegang kedua pipinya dengan tangan kecilnya. Mikan memberikan senyuman malaikatnya kepada bocah itu!

Katakan aku iri atau cemburu, duniaku bagaikan berhenti berputar saat itu sebab... sebab..

PUTRIKU LEBIH MEMILIH BOCAH ITU DARI PADA AKU! DIA LEBIH MEMILIH BOCAH YANG BARU DIKENALNYA ITU DARI PADA AKU OTOU-SANNYA!

Namun, yang paling mengejutkanku adalah ekspresi wajah bocah itu tiba-tiba melembut, matanya yang dingin itu melembut. Aku sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi, namun aku hanya bisa berpikir akan satu hal, yaitu TIDAK ADA YANG MAMPU MELAWAN SENYUM MALAIKAT PUTRIKU! HA...HA..HA...

Setelah itu, semuanya menjadi lebih mudah, bocah itu akhirnya bersedia berbicara denganku, untuk ukuran anak kecil berusia dua tahun, dia...

Dia benar-benar luar biasa pintar dan aku juga baru tahu ternyata dia memiliki IQ yang sangat tinggi, Bagus... Bagus.. Sungguh bagus, dia bahkan bisa melawan semua kata-kataku. Namun...

HEY! DIA SAMA SEKALI TIDAK MELEPASKAN MIKAN! DIA BAHKAN MEMELUK MIKAN DAN TERSENYUM MENYERINGAI MENATAPKU SAAT AKU MEMINTA MIKAN MELEPASKANNYA! DASAR BOCAH SIALAN!

Saat hari sudah agak sore, aku terpaksa memisahkan Mikan darinya atau kami akan ketinggalan kereta. Mikan terus menangis dan menarik baju bocah itu karena tidak mau dipisahkan. Akhirnya aku terpaksa berjanji pada Mikan untuk mempertemukannya lagi dengan bocah itu minggu depan.

Aku tidak bisa melupakan senyum menyeringai bocah itu saat mendengar janjiku itu, dia mengatakan padaku untuk jangan pernah mengingkari janji itu walau Mikan hanyalah seorang anak kecil. Aku benar-benar tidak mengerti bocah itu... Tapi aku tahu, sepertinya dia suka pada Mikan sebab saat menatap Mikan, dia tersenyum dengan lembut, apakah karena Mikan mirip dengan Yuka, apakah karena dia melihat bayangan Yuka, ibu kandungnya dalam diri Mikan dari dalam lubuk hati terdalamnya, aku tidak tahu...

TAPI AKU TIDAK AKAN MENYERAHKAN MIKAN PADANYA!

.

23 april xxxx

Aku berusha untuk merahasiakan pertemuanku, Mikan dan bocah itu kepada Yuka. Namun, aku juga cukup sulit sebab Mikan terus saja merengek padaku untuk bertemu dengan bocah itu,

"Tou-can... N-Natcume... Natcume..." Ujarnya setiap hari saat bersamaku, seakan-akan memastikan aku untuk mengingat janjiku padanya.

TIDAK! MIKAN BENAR-BENAR LEBIH MEMILIH DIA DARI PADA AKU!

.

27 april xxxx

Aku bukan seorang yang suka mengingkari janji karena itu aku membawa Mikan kembali menemui bocah sialan itu di gereja itu. Yuka sepertinya sedikit curiga padaku, buktinya dia terus menatapku dengan tajam saat aku berpamitan padanya dengan alasan menjenguk temanku yang masih sakit.

Haih... Apa yang akan terjadi jika Yuka tahu apa yang sedang aku lakukan?

Saat aku dan Mikan tiba di gereja itu, aku melihat bocah itu duduk di bawah pohon sakura itu lagi, Mikan langsung berlari memeluknya meninggalkan aku sendirian. Bocah itu membalas pelukan Mikan sambil tersenyum menyeringai menatapku. DASAR BOCAH SIALAN!

Kami menghabiskan hari bersama seperti biasanya dan dari pembicaraan kami, aku mendapat gambaran tentang bagaimana kehidupannya di keluarga Hyuga. Dari ceritanya Ioran dan Kaoru benar-benar membesarkannya seperti anak kandung mereka, namun mereka berdua sama sekali tidak berlebihan memanjakannya, mereka cukup displin kepadanya, namun, dia kesepian, dia kesepian walau dia tidak pernah mengatakannya, Ioran dan Kaoru terlalu sibuk, mereka sama sekali tidak memiliki banyak waktu untuk bersamanya. Apakah karena itulah dia memiliki sikap seperti ini?

Sesungguhnya, walau aku sama sekali tidak mau mengakuinya, aku...

Aku menyukai bocah itu.

Dia memang tidak sopan dan luar biasa kalem, tapi aku sangat menyukainya, terutama saat aku melihat dia tersenyum bersama Mikan, mereka berdua sungguh luar biasa cocok...

TIDAK! APA YANG SEDANG AKU TULIS! TIDAK! AKU TIDAK AKAN MUNGKIN MENYERAHKAN MIKAN PADA BOCAH ITU!

Dan sama seperti minggu lalu, saat aku mau pulang, lagi-lagi Mikan menangis dan tidak mau berpisah dengannya. Lalu sebelum aku mengatakan apa-apa, bocah itu tiba-tiba berkata pada Mikan untuk jangan menangis karena aku sudah berjanji padanya akan mempertemukan mereka lagi minggu depan.

HEY! KAPAN AKU BERJANJI SEPERTI ITU!

Tapi, sudahlah, senyum bahagia Mikan dan juga bocah itu benar-benar membuatku tidak bisa menolaknya. Kurasa mempertemukan lagi tidak ada salahnya. Ha..ha..ha...

.

29 april xxxx

Sepertinya Yuka mencurigaiku sekarang, sepertinya dia sama sekali tidak percaya dengan alasan yang kubuat untuk menemui bocah itu. Dia memintaku jujur padanya dan yang paling mengejutkanku adalah dia mengira aku BERSELINGKUH!

HEY! Yuka! Aku tidak mungkin berselingkuh tahu? Aku tidak mungkin menghianatimu, aku hanya mencintaimu seorang saja, kenapa dia punya pikiran seperti itu?

Aku berusaha untuk menjelaskan pada Yuka bahwa aku sama sekali tidak selingkuh, namun aku tetap tidak mungkin mengatakan kemana sebenarnya aku pergi. Ya aku tetap mengarang alasan bahwa aku memang menjenguk temanku yang sedang sakit keras. Semoga dia percaya dengan kebohonganku ini.

.

1 mei xxxx

Aku benar-benar menggali lubang kuburku sendiri. Yuka tetap saja curiga dan Mikan terus tersenyum dan memastikan aku ingat dengan janjiku minggu ini.

Haih... apa yang harus aku lakukan?

.

2 mei xxxx

Hm... Bagaimana aku memulai menulis apa yang aku alami hari ini, ya?

Hari ini sesuai janjiku, aku membawa Mikan menemui bocah itu lagi. Namun, aku sama sekali tidak pernah menyangka...

Yuka mengikutiku!

Dia mengikutiku dan aku sama sekali tidak menyadarinya. Dia melihat aku, Mikan dan bocah itu, dia melihat Mikan berlari memeluk bocah itu sambil tertawa dengan matanya sendiri.

Aku benar-benar sangat terkejut saat melihatnya saat itu, wajahnya memucat dan badannya bergemetar hebat saat melihat bocah itu, dia membalikkan badannya dan segera berlari keluar dari gereja ini. Aku mengejarnya, aku mengejarnya sambil memanggil namanya meninggalkan Mikan. Dan itu adalah tindakan sangat bodoh yang aku lakukan.

Saat aku mengejar Yuka, Mikan yang tidak tahu apa-apa ikut berlari mengejar kami, dan saat aku sudah berhasil menangkap Yuka yang telah menyebrangi jalan, aku mendengar suara klakson mobil dari belakangku. Hatiku bagaikan berhenti berdetak saat itu, sebab di belakangku, aku melihat Mikan berlari mendekati kami dengan mobil yang melaju dengan cepat ke arahnya.

Aku pikir sudah terlambat, aku pikir aku akan kehilangan Mikan, namun tiba-tiba aku melihat sepasang tangan kecil menariknya ke belakang.

Bocah itu! Bocah itu! Natsume berhasil menyelamatkan Mikan!

Aku dan Yuka sama sekali tidak mempedulikan apa-apa lagi, kami segera berlari mendekati mereka yang sedang terduduk di atas aspal jalan. Mikan menangis dan bocah itu memarahi Mikan sambil memeluknya.

Aku benar-benar berterima kaih padanya, aku benar-benar berterima kasih pada bocah itu, aku sama sekali tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi jika bocah itu tidak berhasil menyelamatkan Mikan.

Lalu Yuka...

Yuka berterima kasih pada bocah itu, Yuka berterima kasih pada bocah itu karena dia telah menyelamatkan Mikan. Aku sama sekali tidak mempercayai apa yang aku lihat saat itu. Bocah itu terus menatap Yuka tanpa berkedip dan aku bisa melihat wajah Yuka semakin memucat dan ketakutan.

Bocah itu hanya mengatakan satu kata begitu mendengar ucapan terima kasih Yuka, yaitu "Hn."

Dia membalikkan wajahnya kembali pada Mikan. Hatiku terasa sangat sakit saat itu, apakah bocah itu tahu? Apakah bocah itu sadar bahwa wanita di depannya itu adalah ibu kandungnya? Apakah dia tahu bahwa wanita di depannya adalah ibu kandung yang tidak pernah menginginkannya? Tidak, kurasa dia tidak akan pernah tahu.

Aku menjelaskan semuanya pada Yuka, aku menjelaskan alasan sebenarnya pada Yuka kenapa aku menemui bocah itu dan syukurlah Yuka mengerti dan memaafkan aku. Alasan kenapa aku menemui bocah itu adalah karena aku ingin mengetahui kenapa aku tidak bisa melupakannya dan saat Yuka bertanya padaku apakah aku sudah menemukan jawabannya, aku hanya bisa menggeleng kepalaku, sebab aku sama sekali belum menemukan jawabannya.

Apa sebenarnya alasan aku tidak bisa melupakannya? Aku tidak tahu..

Bocah itu kembali memintaku membawa Mikan menemuinya minggu depan dan yang paling mengejutkanku adalah dia juga memintaku membawa Yuka sekalian. Yuka sangat terkejut mendengar permintaannya itu, namun dia sama sekali tidak mengatakan sepatah katapun dan kurasa minggu depan kami harus datang lagi ke gereja ini.

.

4 mei xxxx

Yuka tidak mengungkit sedikitpun mengenai kejadian dua hari yang lalu, dan aku juga tidak berani mengungkitnya, apakah dia akan pergi menemui Natsume lagi minggu ini? Aku tidak tahu, tapi apapun keputusannya nanti, aku akan menghormatinya.

.

8 mei xxxx

Yuka mengatakan padaku dia akan ikut bersama kami menemui bocah itu besok, aku tidak mengatakan sepatah katapun atau lebih tepatnya, aku tidak tahu harus berkata apa.

.

9 mei xxxx

Ini adalah halaman terakhir diary ini, aku tidak akan menulis diary ini lagi sebab akhirnya aku mengerti, akhirnya aku paham semuanya, akhirnya aku tahu apa yang sesungguhnya alasanku tidak bisa melupakan bocah itu, apa sesungguhnya yang aku inginkan dalam hidupku ini sekarang. Aku sama sekali tidak pernah menyangka aku akan mendapatkan jawabannya dari mulutnya, aku tidak pernah menyangka dialah yang akan menjawab pertanyaanku ini. Ha..ha..ha...

Aku, Yuka dan Mikan pergi menemui bocah itu. Dan seperti biasanya, aku membiarkan dia bermain dengan Mikan, sedangkan aku dan Yuka duduk dibawah pohon sakura menatap mereka. Yuka sama sekali tidak mengatakan sepatah katapun dan aku tetap bisa melihat ketakutan di wajahnya setiap kali matanya bertemu dengan mata bocah itu.

Bocah itu memang kelewatan pintar dan berani, sebab dia tiba-tiba berjalan mendekati Yuka dan bertanya padanya "Kenapa kau begitu takut padaku?"

Aku dan Yuka benar-benar sangat terkejut mendengar pertanyaannya itu, wajah Yuka semakin memucat dan dia sama sekali tidak menemukan sepatah katapun untuk menjawab pertanyaannya itu. Mungkin dia bertanya seperti itu karena dia merasa kurang nyaman dengan wajah ketakutan Yuka, tapi bagi Yuka pertanyaan itu mungkin memiliki arti yang sangat dalam.

Kenapa kau begitu takut padaku? Aku tidak bisa membayangkan perasaan Yuka saat mendengar pertanyaan itu dari mulut bocah itu.

Dengan terbata-bata, Yuka akhirnya menjawab pertanyaan bocah itu, jawabannya adalah "Maaf..."

Bocah itu tidak mengerti jawaban Yuka, dia tiba-tiba membalikkan badannya dan berkata "Kau tidak perlu minta maaf padaku."

Aku tidak tahu dari mana datangnya keberanian dari dalam hati Yuka, dia tiba-tiba bertanya pada bocah itu "Apakah kau bahagia dalam hidupmu sekarang?"

Kurasa bocah itu cukup binggung dengan pertanyaan Yuka, namun dia tetap mejawab "Aku tidak tahu, tapi aku akan mengejar keahagiaanku dan akan aku pastikan aku akan bahagia saat besar nanti."

Tahukah? Aku sangat terkejut mendengar jawabannya itu. Jawabannya itu mungkin sangat sederhana, itu adalah jawaban dari seorang anak kecil tapi jawabannya itu, jawabannya itu berhasil menjawab semua pertanyaan yang menyelimuiku. Akhirnya aku tahu alasan kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkannya, akhirnya aku tahu alasan aku menemuinya, jawaban dari apa yang sesungguhnya aku inginkan.

Jawabannya hanyalah satu yaitu "Aku ingin bahagia."

Aku tertawa dan aku tahu, Yuka dan bocah itu pasti merasa aku sangat aneh saat itu.

Aku ingin bahagia, aku ingin benar-benar bahagia di dunia ini. Saat aku melihat wajah tanpa ekspresi bocah ini dari tv, hatiku terdalam berteriak tanpa aku sadari, kebahagiaan keluarga yang aku bangun bersama Yuka ini belum sempurna, kami belum benar-benar bahagia. Kami tidak akan benar-benar bisa bahagia jika Yuka masih terbelenggu oleh masa lalu, lalu aku kami juga tidak akan benar-benar bahagia jika bocah itu tidak bahagia.

Bocah itu, mungkin dari dalam lubuk hatiku yang terdalam, saat aku pertama kali memeluknya di rumah Ioran dan Kaoru, aku telah mengakuinya, mengakuinya dan menginginkannya menjadi bagian dari mimpiku ini.

Lucu bukan? Kenapa aku bisa berpikir seperti itu? Tapi, ku rasa ini wajar saja, dia adalah anak Yuka, anak dari wanita yang aku cintai dan anaknya adalah anakku juga. Ha..ha..ha...

Sudah waktunya, sudah waktunya ini semua terselesaikan, sudah waktunya kami melepaskan masa lalu kami. Masa lalu itu mungkin memang tidak bisa diubah lagi, namun tidak berarti masa lalu itu akan terus menghantui masa depan yang ada, masa depan aku, Yuka, Rei, Mikan, Yoichi dan juga bocah itu., masa depan kami yang cerah dan penuh kebahgiaan.

Aku ingin keluargaku benar-benar lengkap, karena itu aku tahu, aku masih kekurangan anggota keluargaku

Karena itu aku bertanya pada bocah itu "Maukah kau menjadi anakku?"

Setelah kupikir-pikir lucu juga, ini akan menjadi kedua kalinya aku menginginkannya menjadi anakku. Ya, kurasa dia memang sudah ditakdirkan menjadi anakku.

Yuka sangat terkejut mendengar pertanyaanku dan aku bisa melihat bocah itu menyipitkan matanya menatapku dengan wajah aneh sambil menjawab "Aku sudah punya otou-san dan aku sama sekali tidak perlu seorang idiot sepertimu jadi otou-sanku. Dan juga bagaimana mungkin aku menjadi anakmu?"

Idiot? Jawaban yang benar-benar merupakan ciri khasnya. Tapi aku bukan orang yang mudah menyerah dan juga sesuai katanya barusan, aku juga akan mengejar kebahagiaanku, aku tidak akan semudah itu melepaskan kebahgiaan yang sudah ada di depan mataku. Aku terus memintanya menjadi anakku dan dia terus menolaknya, lalu saat aku melihatnya mengenggam tangan Mikan, aku mendapatkan kelemahannya, aku tahu apa yang harus aku katakan untuk membuatnya bersedia menjadi anakku.

Ha..ha..ha... Aku benar-benar tidak bisa berhenti tertawa saat mengingat kejadian itu, sebab itu adalah untuk pertama kalinya aku melihanya sebagai anak kecil seusianya.

"Aku tahu cara untuk membuatmu menjadi anakku dan aku yakin kau tidak akan mungkin bisa menolaknya?"

Ha..ha.. Aku tidak bisa berhenti tersenyum saat melihat dia membalikkan wajahnya menatapku sambil tersenyum menyeringai dan mengatakan bahwa tidak ada satupun hal yang bisa membuatnya setuju menjadi anakku.

Salah besar! Salah besar bocah! Sebab satu kalimaku berhasil membuat senyum menyeringainya itu menghilang, kalimat itu adalah "Nikahilah Mikan saat kau besar nanti."

Wajahnya memerah dan dia menatapku dengan ekspresi penuh rasa terkejut. Hah! Dia pasti menyangka dia bisa menyembunyikan perasaannya dariku. Salah besar! Sejak pertemuan pertamanya dengan Mikan, aku sudah sadar dia menyukai Mikan. Ya, siapa yang bisa menolak pesona Mikan. Ha...ha..ha...

Apa yang aku katakan tidak salahkan? Jika dia menikahi Mikan kelak, dia akan menjadi anakku. Walau terasa aneh, aku merasa aku bisa menyerahkan Mikan pada bocah itu. Dia dengan berani menyelamakan Mikan semiggu yang lalu, saat dia besar nanti, dia pasti bisa melindungi Mikan dan membahagiakannya.

Ya... Walau aku tidak mau mengakuinya, bocah ini mungkin memang satu-satunya yang paling pantas bersama dengan Mikan kelak.

Dia setuju, dia menangguk kepalanya dan menyetujuhi ucapanku itu, dia menyetujuhi untuk menikahi Mikan saat dia besar nanti. Ha..ha..ha... Aku menyuruhnya berjanji padaku dengan mengaitkan jari kelingking, dan dia dengan cepat mengaitkan kelingkingnya padaku.

Ku katakan padanya, kelak saat dia besar nanti dia harus menikahi Mikan di gereja ini, dia hanya boleh mencintai Mikan seorang saja di dunia ini, dia harus melindungi Mikan walau mempertaruhkan nyawanya sendiri, dia tidak boleh meninggalkan Mikan walau apapun yang terjadi dan dia wajib membahagiakan Mikan untuk selamanya.

Lucu sekali saat aku melihat dia menanggukkan kepalanya dengan cepat mendengar semua ucapanku itu tanpa mengatakan apapun sambil tersenyum bahagia. Dia memang masih anak kecil Ha..ha..ha..

Aku bisa melihat Yuka menatapku dengan penuh kebingungan saat itu, aku tahu, dia pasti sangat binggung dengan tindakanku itu dan sebelum dia bertanya aku berkata padanya "Jangan pernah menyangkal lagi, dia adalah anakmu. Dan bagiku, anakmu adalah anakku."

Yuka menangis mendengar ucapanku itu, aku memeluknya dengan erat dan saat kami menatap bocah itu yang sedang menatap kami berdua dengan penuh kebingungan aku memerintahkannya "Panggil kami berdua otou-san dan okaa-san mulai hari ini!"

Aku bisa melihat wajah kesalnya, namun dia akhirnya memanggil kami berdua "Otou-san... Okaa-san..."

Aku benar-benar bahagia mendengarnya memanggilku otou-san, dan Yuka tiba-tiba melepaskan dirinya dari pelukkanku, dia berlari memeluk bocah itu sambil menangis dan berkata "Maaf...Maaf..Maaf..."

Bocah itu sangat kebingungan melihat Yuka yang memeluknya sambil menangis dan meminta maaf, tapi, dia sama sekali tidak mengatakan sepatah katapun, dia mengangkat kedua tangannya yang kecil dan membalas pelukannya dengan erat.

Air mataku mengalir saat itu, aku sama sekali tidak bsa menyembunyikan kebahagiaanku, Yuka akhirnya bisa menerimanya, Yuka akhirnya bisa menerima bocah itu, menerima Natsume, melupakan masa lalu itu.

ha..ha..ha.. Mikan yang sama sekali tidak tahu apa-apa itu, tiba-tiba meloncat memeluk Yuka dan bocah itu, dan aku juga tidak mau ketinggalan, aku juga memeluk mereka bertiga. Aku meminta orang untuk menfoto kami berempat, foto ini, foto aku, Yuka, Mikan dan juga Natsume.

Kebahagiaan, aku bisa melihat kebahagiaan di masa depan yang akan datang dengan jelas sekarang, aku ingin semua yang aku cintai bahagia, aku tidak mau hidup dalam penyesalan, aku tidak mau kami semua dibelenggu dengan masa lalu, AKU INGIN BAHAGIA! AKU INGIN SEMUA YANG AKU CINTAI BAHAGIA!

Otou-san...

Apakah kau membacanya? Apakah kau membaca diaryku ini? Aku mengirimkan diaryku ini padamu, sebab aku ingin kau tahu perasaanku, aku ingin kau tahu bagaimana perasaanku sebanarnya? Aku ingin bahagia dan aku memerlukanmu untuk bahagia..

Aku mencintaimu otou-san, kau adalah keluargaku, aku ingin kita sekeluarga bahagia, karena itu aku memohon padamu, pahamilah, terimalah kami semua, mari kita semua hidup dengan bahagia.

Bahagia.

Izumi Yukihira

.

Mikan POV

"Bahagia... Izumi Yukihira..." Ujarku membaca halaman terakhir buku harian itu dengan berlinang air mata.

Aku menutup buku harian itu dan menolehkan wajahku menatap Natsume yang masih masih terbaring lemah dan tidak sadarkan diri di sampingku. Sudah satu minggu berlalu semenjak kejadian itu, namun Natsume tetap saja tidak belum membuka matanya.

Buku harian ini dikembalikan Kaname-kun padaku lima hari yang lalu, dia meminta maaf padaku, meminta maaf akan semua yang dilakukannya padaku, Natsume dan juga anak dalam kandunganku. Rei-nii, Yo-chan, Ruka-pyon dan Tsubasa-kun sangat marah saat melihat Kaname-kun, mereka mengusirnya, bahkan Yo-chan memukulnya dan mengatakan dia tidak akan membiarkanya hidup jika terjadi sesuatu pada Natsume.

Lalu Luna-senpai. Dia masih ditahan polisi. Ioran otou-san, Kaoru okaa-san serta Hotaru mengatakan padaku bahwa mereka pasti akan menjebloskan dia ke penjara untuk bertanggung jawab atas kejahatannya.

Banyak yang terjadi akhir-akhir ini, namun aku sama sekali tidak tahu harus melakukan apa, aku sama sekali tidak mengatakan sepatah katapun saat Kaname-kun meminta maaf padaku ataupun saat Hotaru mengatakan mereka pasti akan menjebloskan Luna-senpai ke penjara. Kepalaku sekarang sama sekali tidak bisa memikirkan itu, yang ada di dalam kepalaku sekarang hanya satu, aku ingin Natsume cepat sadar, aku hanya ingin dia membuka matanya.

Aku tersenyum kecil menatap Natsume dan berkata "Natsume... Aku tahu walau kau selalu kelihatan kuat dan tidak mempedulikan masa lalu itu, kau sesungguhnya kau juga cukup sedih kan? Kau sesungguhnya juga cukup menderita dengan kenyataan itu kan? Tapi aku ingin sekali kau tahu.. Kau salah mereka tidak membencimu, Yuka okaa-san tidak membencimu dan Izumi otou-san... Dia menyayangimu, dia mencintaimu Natsume..."

Natsume sama sekali tidak bergerak sedikitpun dan aku mengangkat tanganku menyentuh tangannya.

"Kau tahu Natsume, ternyata kau telah tiga kali menyelamatkan aku dengan mempertaruhkan nyawamu, saat kita kecil dulu, dua tahun yang lalu dan sekarang.. Aku tidak akan pernah bisa hidup di dunia ini, jika kau tidak ada Natsume, aku bisa hidup karena kamu Natsume..."

Aku mengangkat tangan kananku menyentuh pipinya "Kau sudah menepati janjimu pada Izumi otou-san untuk menikahiku di gereja itu, menepati janjimu untuk mencintaiku seorang saja di dunia ini, menjaga dan melindungiku dengan mempertaruhkan nyawamu, namun kau harus ingat Natsume, kau juga berjanji padanya untuk tidak pernah meninggalkanku walau apapun yang terjadi dan akan membahagiakanku selamanya..."

Aku bisa merasakan air mataku mengalir menuruni pipiku, aku mengangkat tangan Natsume menyetuh perutku "Dia membutuhkanmu Natsume, anak kita memerlukanmu, kami berdua memerlukanmu, jangan tinggalkan kami berdua, aku mencintaimu dan aku tahu, anak ini pasti juga sangat mencintaimu... Karena itu bukalah matamu, jangan pernah tinggalkan kami berdua..."

Tuhan, apakah kau mendengarkanku?

Aku ingin kau tahu tuhan, aku mencintainya, aku benar-benar sangat mencintainya, terlalu mencintainya sehingga aku sama sekali tidak mempedulikan apapun lagi meskipun harus menjadi seorang pendosa hanya untuk bersamanya. Kau mempertemukanku padanya, kau sudah menakdirkan kami untuk bersama sejak kami kecil bukan? Kau sudah menakdirkan dia untuk mencintaiku dan aku mencintainya bukan?

Aku ingin bahagia tuhan, tidak salahkan jika aku menginginkan kebahagiaan di dunia ini? Di dalam hidupku ini.. Karena itu aku mohon padamu, kembalikanlah Natsume padaku, aku hanya bisa bahagia jika dia ada di sampingku, aku dan anakku hanya bisa bahagia jika dia ada di samping kami.

Kembalikanlah dia pada kami..

Natsume POV

Aku sama sekali tidak tahu aku ada dimana, sejauh mataku memandang yang ada hanya kegelapan. Aku membiarkan kakiku membawaku ke mana saja sesukanya.

Gelap? Ya, di sini memang gelap? Tapi aku masih bisa melihat tangan, kaki, dan badanku dengan jelas. Aneh sekali? Dimana aku sebenarnya berada?

Tiba-tiba dari depanku aku melihat cahaya, aku bisa melihat cahaya yang terang di depanku dan saat aku ingin berlari kerah cahaya itu aku mendengar suara seseorang memanggilku dari belakang.

Suara itu terdengar sangat pelan dan sepertinya aku pernah mendengar suara itu, namun aku sama sekali tidak bisa mengingat suara siapa itu. Saat aku menatap ke arah sumber suara itu, aku hanya melihat kegelapan lagi.

Aku tidak mau ke dalam kegelapan lagi, aku membenci kegelapan, sebab melihat kegelapan aku selalu teringat akan siapa diriku sebenarnya.

Kegelapan. Itulah tempatku berasal sebenarnya. sejarah kelahiranku sangat gelap, aku adalah sebuah kesalahan, aku adalah anak yang tidak diinginkan, aku mungkin sebenarnya saam sekali tidakboleh dilahirkan di dunia, aku mungkin tidak boleh hidup di dunia ini.

Aku sama sekali tidak bisa mengingat apapun dengan jelas sekarang an aku juga terlalu malas untuk berpikir lagi. Aku lelah, sangat lelah. Aku sudah terlalu malas melihat kegelapan, siapapun yang memanggilku dari dalam kegelapan itu, aku tidak peduli lagi sebab yang aku mau lihat sekarang adalah cahaya, aku mau berjalan ke cahaya di depanku itu.

Semakin aku berjalan ke arah cahaya di depanku itu, suara yang ada di belakangku semakin pelan dan tiba-tiba saja aku merasakan seseorang menarik bajuku dan berkata "Kau tidak boleh ke sana, bocah!"

Aku segera membalikkan badanku ke belakang menatap siapa yang menarikku, aku melihat seorang pria berambut pirang dan bermata violet menatapku sambil tersenyum. Aku tidak mengenal pria ini, tapi tidak tahu mengapa pria ini sama sekali tidak terasa asing bagiku, terutama senyumnya itu. Senyumya itu mirip sekali degan senyum seseorang, tapi siapa?

"Masih belum waktunya kau ke sana, bocah!" Ujar pria itu lagi.

"Jangan memanggilku bocah. Aku bukan bocah, idiot?" balasku kesal "Dan apa hakmu melarangku ke sana! Aku tidak mau berada dalam kegelapan terus."

Pria itu tertawa mendengar jawabanku "Kau memang tidak pernah berubah bocah sialan. Tapi kau harus tahu, aku punya hak untuk itu, sebab kau masih harus menunaikan semua janjimu padaku."

Janjiku padanya? Apa maksud ucapannya? Aku sama sekali tidak mengenal pria ini, kapan aku membuat janji padanya?

"Sepertinya kau salah orang." Ujarku sambil mentapnya.

Pria itu kembali tertawa "Aku tidak mungkin salah orang, bocah. Kami selalu melihatmu jadi aku tidak mungkin salah orang."

Aku benar-benar bingung sekarang, kami? Selalu melihatku? Siapa pria ini sebenarnya? Namun sebelum aku bertanya lebih lanjut, aku tiba-tiba mendengar suara seorang wanita dari belakangku.

"Benar, kami berdua selalu melihat kalian semua dari sini."

Aku membalikkan wajahku menatap wanita yang tiba-tiba saja telah berdiri di belakangku, wanita itu berambut coklat sebahu dengan bermata coklat madu dan saat aku menatap wajahnya aku sangat terkejut, sebab aku kenal wajah itu, wajah Mikan.

"Mikan..." Panggilku pelan, namun setelah aku mengamati lagi dengan jelas, aku sadar, wanita di depanku ini bukan Mikan, wanita di depanku ini adalah...

Wanita ini adalah...

Yuka Azumi, ibu kandungku.

Aku segera membalikkan wajahku menatap pria yang ada di depanku itu dan aku menyadarinya, pria di depanku ini adalah Izumi Yukihira, ayah Mikan.

Mereka tersenyum menatapku dan aku benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa lagi, bagaimana mungkin aku bisa bertemu mereka? Bukankah mereka sudah meninggal? Tunggu dulu, apa yang sesungguhnya terjadi padaku? Di mana aku sebenarnya? Kenapa aku sama sekali tidak bisa mengingat apapun?

Seperti menyadari kebingunganku, Izumi Yukihira tiba-tiba menepuk pundakku "Kau memang telah menepati semua janjimu padaku, bocah. Tapi, kau juga harus tahu, batas waktu janjimu itu belum tiba, janjimu dulu padaku adalah selamanya, karena itu kau sama sekali tidak boleh berada di sini."

Aku benar-benar binggung mendengar ucapannya itu "Apa maksudmu?"

Izumi Yukihira hanya tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaanku, sedangkan Yuka Azumi hanya tersenyum, dan berjalan mendekatiku.

Aku benar-benar tidak dapat bergerak saat melihat dia berdiri di depanku. Yang di depanku sekarang adalah ibu kandungku, ibu yang melahirkanku dan tidak pernah menginginkanku, ibu yang membenciku dan ingin membunuhku.

Aku tidak tahu harus melakukan apa ataupun mengucapkan apa, namun tiba-tiba dia mengangkat kedua tangannya menyentuh pipiku dengan lembut, air mata mengalir menuruni pipinya, dia tersenyum dengan bahagia dan berkata padaku

"Terima kasih.. Terima kasih... Terima kasih... Aku selalu melihatmu dari sini, aku selalu melihat apa yang kau lakukan untuk Mikan, Yoichi, Rei dan semua yang ada di sekelilingmu. Dulu.. Saat aku mengandungmu dan melahirkanmu, aku sangat membencimu, aku sangat takut padamu, sebab kau adalah bukti dari mimpi burukku, namun, aku bersyukur sekarang, aku bersyukur melahirkanmu yang begitu luar biasa di dunia... Aku menyanyangimu... Aku mencintaimu Natsume, anakku yang luar biasa..."

Selesai berkata itu dia memelukku dan aku tahu sekali dia tersenyum bahagia.

Hangat. Hangat sekali, pelukkannya hangat sekali, aku tidak tahu mengapa, tiba-tiba aku merasakan air mataku mengalir menuruni pipiku, aku mengangkat tanganku memeluknya

Izumi Yukihira tersenyum dan menepuk kepalaku "Bagus sekali, bocah, sekarang panggil kami otou-san dan okaa-san!"

Aku tidak tahu mengapa, tapi ucapannya itu sepertinya pernah aku dengar saat aku masih sangat kecil. Di dalam memori masa kecilku, sepertinya aku pernah mendengar perkataan seperti itu dan aku juga tidak tahu mengapa sebab suaraku keluar dengan sendirnya.

"Otou-san.. Okaa-san.."

Izu... Tidak, otou-san tertawa dan dia membuka tangannya dan memelukku dan okaa-san "Kau harus tahu Natsume, kau sama dengan Mikan, kau adalah keajaiban terluar biasa yang diberikan tuhan pada kami berdua, kau adalah keajaiban di dunia ini, anakku.."

Aku bahagia sekali, hatiku terasa sangat hangat dan penuh kegembiraan seakan-akan ingin meledak, aku sama sekali tidak tahu bagaimana menjelaskan perasaan ini lagi. Aku bukan anak yang tidak diinginkan, keberadaanku bukanlah sebuah kesalahan, aku tidak dibenci oleh mereka berdua, mereka mencintaiku, mereka mencintaiku dengan segenap hati mereka.

Tiba-tiba aku mendengar suara seseorang yang memnaggilku lagi, namun kali ini aku mengenal suara itu, suara lembut dan damai yang selalu ku ingat, suara Mikan.

Otou-san dan okaa-san melepaskan pelukan mereka. Okaa-san mencium keningku dengan lembut dan mengangkat tangannya menunjuk kegelapan yang ada di depanku sambil tersenyum "Pergilah ke sana, tempatmu bukan disini."

Aku membalikkan wajahku menatap otou-san, dia menatapku sambil tersenyum dan mengacak-acak rambutku "Jangan membuat Mikan dan semuanya menunggu lebih lama lagi, cepatlah pergi.."

Aku tersenyum mendengar ucapannya dan tanpa membuang waktu lagi aku berlari menuju kegeapan di depanku itu, baru tiga langkah aku melangkah, tiba-tiba dari belakangku aku mendengar mereka berdua berteriak "Ingat selalu, Natsume. Kami berdua selalu mencintaimu!"

Aku membalikkan wajahku menatap mereka berdua, aku melihat mereka berdua melambaikan tangannya padaku sambil tersenyum dan dalam sedetik kemudian mereka menghilang dari pandanganku.

Aku hanya tersenyum dan kembali berlari menuju kegelapan di depanku itu, aku tidak takut lagi dengan kegelapan yang ada, sebab aku tahu sekarang, aku tidak sendirian, di balik kegelapan itu ada orang yang menungguku, di balik kegelapan itu ada Ioran otou-san, Kaoru okaa-san, Rei-nii, Yoichi, Aoi, Ruka, Hotaru, Tsubasa dan Misaki, dan yang terpenting di balik kegelapan itu ada mereka berdua, ada Mikan dan anak kami yang sedang menungguku.

"Natsume..."

Aku bisa melihat cahaya sekarang, kegelapan itu telah menghilang, suara Mikan yang memanggilku dapat kudengar dengan jelas sekarang, suara yang selalu ku rindukan, suara yang selalu aku ingat.

"Mikan..." Panggilku pelan sambil membuka mataku.

Mikan POV

Natsume membuka matanya, dia akhirnya membuka kedua kelopak matanya sambil memanggilku dengan pelan. Aku tidak bisa menyembunyikan perasaan lega dan kebahagiaanku lagi saat melihatnya telah siuman. Air mataku mengalir menuruni pipiku dan dengan cepat aku menekan tombol untuk memanggil dokter.

Natsume sudah siuaman, dia sudah sadar.

"N-Natsume..." Panggilku pelan dengan berurai air mata sambil menatapnya, namun sebelum aku menyelesaikan ucapanku, pintu kamar ini tiba-tiba terbuka.

Aku melihat, Ioran otou-san, kaoru-okaasan, Rei-nii, Yo-chan, Aoi-chan, Hotaru, Ruka-pyon, Tsubasa-kun, dan Misaki-chan berlari memasuki kamar ini dan saat mereka melihat Natsume yang telah siuman. Kaoru okaa-san dan Ioran otou-san berlari dengan mata berurai air mata memeluk Natsume sambil tersenyum, Aoi-chan tertawa terbahak-bahak dengan mata yang berurai air mata memeluk Yo-chan yang tersenyum lebar, begitu juga dengan Misaki-chan, dia memeluk Tsubasa-kun yang tersenyum menyeringai menatap Natsume, sedangkan Rei-nii, Hotaru-chan dan Ruka-pyon berjalan mendekati Natsume tanpa mengatakan sepatah katapun, namun sebuah senyum terlukis di wajah mereka.

Natsume tersenyum melihat mereka semua, dan saat Ioran otou-san dan Kaoru okaa-san melepaskan pelukan mereka, mereka berdua mendorong aku yang berada di samping mereka kepada Natsume.

Air mataku membuatku tidak bisa melihatnya dengan jelas dan dengan pelan dia mengangkat tangannya menghapus air mataku "Bodoh.. Jangan menangis, aku ada di sini, bukankah aku sudah berjanji.. aku tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian."

Aku mengangkat tanganku menyentuh tangannya yang ada di pipiku sambil menangguk kepalaku. Tangan yang hangat ini, tangan hangat yang selalu ada dan melindungiku dari apapun sejak aku kecil, tangannya yang hangat.

"Tersenyumlah... Tersenyumlah Mikan.." Ujarnya pelan sambil tersenyum.

Aku tersenyum lebar mendengar ucapannya dan tanpa membuang waktu lagi aku memeluknya, aku menutup mataku dan menangkap bibirnya dengan bibirku, aku tidak mempedulikan siapa yang ada di ruangan ini lagi, aku bisa mendengar suara tawa mereka dan aku juga bisa merasakan Natsume memelukku dan membalas ciumanku.

Semuanya telah berlalu, air mata, penderitaan, kesedihan, kesakitan, kebimbangan dan keraguan telah berlalu. Aku tidak takut apapun lagi, aku tidak akan pernah melepaskan tangan ini lagi, aku tidak mau kehilangan tangan ini lagi.

Kebahagiaan.

Aku bisa melihat kebahagiaan di masa depan kami dengan jelas sekarang, masa depan kami yang cerah, masa depanku bersama mereka semua yang aku cintai, masa depanku bersama Natsume dan juga anak kami, masa depan yang penuh kebahagiaan.


MAAF UNTUK UPDATE YANG LAMA BANGET! Ini adalah chapter terakhir dari fic ini, ya walau masih ada epilognya yang mungkin baru akan aku updete besok! Akhirnya! Panjang banget ya chapter ini! ha..ha..ha... Sejujurnya chapter ini adalah chapter tersulit yang pernah ada dan aku sejujurnya sama sekali tidak begitu puas dengan chapter ini terutama di bagian buku harian Izumi, tapi, sudahlah, aku tidak punya waktu untuk merubahnya lagi T_T , and now, Time for replay the reviews^^

Daiyaki Aoi : Bagaimana menurutmu chapter ini? Aneh tidak? untuk TODAL Aku akan berusaha untuk menupdatenya secepat yang aku bisa ^^

Yuuto Tamano : Bagaimana dengan requestmu yang muncul dalam chapter ini? Mungkin tidak memuaskan ya? Dan aku ada rencana untuk membuat satu chapter tambahan lagi kok dengan Yuka dan Izumi sebagai tokoh utamanya, bagaimana menurutmu? Dan sesuai katamu chapter terakhir adalah chapter terpanjang ^^

Kuroichibhineko : tunggu epilognya ya! ha..ha..ha.. ^^

Thi3x : Ya. Ini chapter terakhir, tapi masih ada epilognya kok, baca trus ya^^

Rurippe no kimi : happy end sesuai janjiku kan? Ha..ha..ha... semoga kau tidak kecewa dengan chapter terakhir ini ^^

Hyuuga naka96 x1smanisda : Ganti nama lagi ya? ha..ha..ha... thx tu reviewnya, aku akan senang sekali jika kau membacanya samapai akhir fic ini nanti saat sudah ada waktu ^^

Yukina itou sephiienna kitami : Thx tuk reviewnya maaf aku update kali ini lama sekali habis chapter ini panjang sekali sih... ha..ha..ha... ^^