Z for Zipper

Pairing: Neo

Rating: K

Disclaimer: VIXX belongs to Jellyfish Ent., their families, and God.

Warning: Typo(s), Sho-ai, OOC, GS!Genderswitch

note: this is pure my idea. Do not bash or flame

.

.

.

Jika seseorang disuruh mendeskripsikan Hakyeon dalam satu kata pasti di antara...

Ceroboh.

Pelupa.

Clumsy.

Careless.

Karena memang itu kenyataannya.

.

.

.

Cha Hakyeon, yeoja 17 tahun tersebut hampir selalu membuat kesalahan tiap harinya. Lupa membaw buku, lupa mengerjakan PR, salah seragam, tersandung, menabrak sesuatu atau seseorang ketiduran, dan lainnya. Teman-temannya sangat mengkhawatirkan keadaan Hakyeon tersebut. Bagaimana mungkin seseorang bisa seceroboh itu? Jujur, mereka agak takut. Hakyeon sendiri? Well, dia tipe yang careless karena itu ia tidak pernah memedulikannya.

Seperti sekarang ini.

"Hakyeon noona! Sudah atau belum?!" Hakyeon buru-buru keluar dari salah satu bilik toilet, hampir terpeleset. Ia mencuci tangannya lalu keluar dari toilet, menghampiri seorang namja tampan berambut hitam yang menunggu.

"Nde, kajja Hongbinnie!" Hakyeon menggamit lengan Hongbin, tetapi Hongbin melepaskannya.

"Mian, noona! Aku dipanggil ketua OSIS, jadi aku harus segera pergi! Mianhae, ne? Annyeong!" Hongbin buru-buru lari, meninggalkan Hakyeon yang merajuk.

"Hongbinnie jahat! Huh!" Hongbin berjalan dengan langkah yang dihentak-hentakkan. Ia tengah diusir dari kelas karena lupa mengerjakan PR (lagi). Hongbin? Dia sebenarnya ada urusan dengan ketua OSIS tapi tadi dia memutuskan untuk menemani noonanya sebentar. Hakyeon memutuskan untuk ke kantin saja, toh, dia tidak bisa ke kelaa. Hakyeon berjalan sambil sesekali meloncat-loncat mengikuti irama lagu yang digumamkannya. "Eum?"

Hakyeon melihat seorang namja tengah berjalan ke arah yang berlawanan dengannya, sebuah jaket abu-abu tua menutupi seragamnya. Di tangan namja itu terdapat buku tebal. Ia memutar otaknya, berusaha mengingat namja itu.

"Ah! Kau Jung Taekwoon kan?! Annyeong!" sapa Hakyeon. Namja itu-Taekwoon- hanya menatap Hakyeon lalu berjalan melewatinya, membuat Hakyeon kesal. "Ish! Menyebalkan!"

Taekwoon membalikkan badannya, menatap Hakyeon yang berjalan, masih dengan langkah dihentakkan. Ia terkejut saat menyadari sesuatu. Buru-buru ia melepas jaketnya dan mengejar Hakyeon.

Hakyeon tertegun saat merasakan sesuatu di pinggangnya. Taekwoon melingkarkan jaketnya di pinggang Hakyeon.

"Jangan dilepas..." bisik Taekwoon di telinga Hakyeon. Ia pun berbalik dan berjalan meninggalkan Hakyeon.

"Hey, ada apa?!" tanya Hakyeon.

"Lihat saja di toilet..." jawab Taekwoon. Hakyeon mengerutkan alisnya, tidak mengerti. Ia mengangkat kedua bahunya dan kembali berjalan menuju kantin.

.

.

.

"Noona!" Hongbin menepuk pundak Hakyeon, membuat Hakyeon hampir tersedak. Hakyeon menoleh dan menatap Hongbin sengit. "E-eh, mianhae."

"Aku hampir tersedak, kau tahu?!" omel Hakyeon. Hongbin mengucapkan 'Mian' berkali-kali dan duduk di depan Hakyeon. Hakyeon berdiri, hendak ke toilet.

"Noona, bukankah itu jaket milik Jung Taekwoon?" tanya Hongbin. Hakyeon melihat ke pinggangnya dan mengangguk.

"Wae?"

"Ani, hanya saja tumben Taekwoon mau berbaik hati meminjamkannya. Dia jarang berbicara dan selalu mengenakan jaket itu," Hongbin menujuk jaket yang melingkar di pinggang Hakyeon. "Setiap hari."

"Oh, geuraeyo? Aku ke toilet dulu." Hakyeon berjalan menuju toilet. Ia sibuk memikirkan menu makan siang nanti, membuatnya tersandung dan menabrak orang beberapa kali. Di toilet, ia melihat cermin dan teringat ucapan Taekwoon.

"Lihat saja di toilet..."

Hakyeon melepaskan jaket Taekwoon dari pinggangnya. Di bagian depan roknya tidak ada yang aneh. Ia berbalik, dan wajahnya memerah saat menyadari hal yang dimaksud Taekwoon.

"Dasar pervert.."

.

.

.

"Jung Taekwoon!" Hakyeon mendatangi kelas Taekwoon dengan langkah yang dihentakkan dan muka yang memerah. Taekwoon menoleh ke arahnya dan meletakkan bukunya di meja. Hakyeon menghampiri mejanya dan memberikan jaket Taekwoon. "Igo."

"Sudah tahu apa yang kumaksud?"

"Sudah. Kenapa kau tidak memberitahuku langsung saja atau kau yang menaikkannya?"

"Aku namja, babbo."

"For god sakes! It's just a damn zipper!" teriak Hakyeon, membuat murid-murid di kelas menoleh ke arahnya.

"Kau sendiri, kalau aku menyuruhmu menaikkan resletingku, memangnya kau mau?" pertanyaan Taekwoon membuat wajah Hakyeon kembali memerah.

"Jung Taekwoon pervert!"

.

.

.

FIN

.

.

.

Berakhir dengan tidak elitnya...

Akhirnya! 'Neo Drabbles' selesai jugaaaaa! Beruntung dulu writers blocknya cuma sekali (tapi lama (._.")) Domō Arigatou buat yang udah baca, review, ngefav, dan ngefollow!

Annyeong~!