Fanfiction

Title : Kehidupan Baru Boruto

Chapter : 26

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rate : T+

Genre : Romance & Drama

Pairing : Uzumaki Boruto & Uchiha Sarada

Warning : OOC Yg Berlebihan, TYPO, EYD dan bahasa yg hancur, AU.

::==::==::

:

:

:

Setelah semua Hacker di kumpukan kembali ke ruang kendali utama, dan Satelit Mafia dan Techconnec telah berada di satu orbit, maka Hagoromo langsung mengerahkan Seluruh Hacker untuk mulai meretas Satelit Mafia setelah orbit dan jaringan kedua satelit itu sama.

Suasana di tempat itu terasa sangat tegang. Bahkan Hagoromo dan Hashirama pun ikut menjadi tegang perasaannya. Itu wajar, saat ini mereka akan meretas Satelit mafia. Sedikit saja kesalahan yang membuat mereka di ketahui, Maka Mafia akan mengerahkan kekuatan tempur rahasia mereka untuk menyerang Sakhuri.

Bukan hanya itu saja, Jika sampai Mafia mengetahui bahwa mereka di retas oleh Sakhuri, Techconnec pun akan mengetahuinya karena Sakhuri memakai jaringan mereka. Itu sudah pasti akan membuat kedua organisasi itu akan marah dan menyerang Sakhuri.

Detik demi detik telah berlalu menjadi menit yang kemudian menjadi jam. Rasa kantuk jelas terlihat di semua orang di ruangan tersebut kecuali Hagoromo dan Hashirama. "Sedikit lagi kita akan mendapatkan Satelit, mulai dari saat ini, kita tidak boleh lenga dan mengulur-ulur waktu," ucap Hagoromo.

"Tapi mereka perlu istirahat, mata mereka sekarang pasti sudah lelah dan pastinya mereka mengantuk. Rasa lapar dan haus tidak bisa di pungkiri," ucap Hashirama. "Kolonel, panggil ketua medis dan penanggung jawab kantin ke sini!" ucap Hagoromo. "Siap," ucap Kolonel Cahya lalu pergi meninggalkan ruang kendali utama.

"Untuk apa? Yang mereka butuhkan adalah istirahat bukannya dokter," ucap Hashirama. "Kau lupa, di markas kita ada suplemen yang akan membaut tubuh terasa seperti baru bangun di pagi hari, aku akan memerintah medis untuk mengecek status kesehatan mereka lalu memberi mereka suplemen agar mereka bisa terus melakukan pekerjaan ini hingga pagi," ucap Hagoromo.

"Terserah anda, asal ini tidak berlangsung berhari-hari. Kasihan mereka, mereka tidak terlatih seperti kita, mungkin fisik mereka tidak tersiksa, tapi batin mereka pasti tersiksa," ucap Hashirama. "Ini menyangkut keselamatan kita bersama. Sedikit pengorbanan akan sangat berguna untuk sebuah tujuan besar, begitu kita memasuki komputer utama Mafia, tugas mereka selesai. Setelah saat itu, anggota kita sendiri yang akan mengambil alih untuk memasukan virus itu," ucap Hagoromo.

Tak lama kemudian setelah pembicaraan Hashirama dengan Hagoromo selesai, Ponsel milik Hagoromo berbunyi. Ia pun mengangkat dan berkata "Ada apa?" "Begini komandan, ketua medis bertanya, apakah mereka ke sana Cuma untuk mendengar pengarahan atau untuk mengobati atau memeriksa kesehatan para Hacker," ucap kolonel Cahya.

"Bilang pada ketua medis, datang kemari dengan membawa 12 orang. Serta masing-masing membawa peralatan medis untuk membuat Para Hacker mampu bekerja semalaman tanpa rasa kantuk dan lelah, mengerti?" ucap Hagoromo.

"Siap, mengerti," ucap Kolonel Cahya lalu menutup Telepon.

::==::==::

Beberapa menit kemudian, 12 medis dengan sebuah tas perlengkapan medis pun tiba di ruang kendali utama. Beberapa dari mereka terlihat sedikit kagum menandakan itu adalah pertama kalinya mereka memasuki ruangan ini. "Lapor, kami sudah siap memberi suplemen kepada ke 12 Hacker," ucap ketua Medis.

"Ya, sebaiknya kalian bergerak dengan cepat," ucap Hagoromo. "Kalian bisa beristirahat sejenak, dan berbaris di depanku," ucap Hagoromo pada ke 12 hacker. Mereka pun meninggalkan kursi mereka dan berjalan untuk berbaris di hadapan Hagoromo. "Kalian akan di beri Suplemen agar kalian bisa bekerja hingga matahari terbit, aku harap tak satupun dari kalian yang takut dengan jarum suntik," ucap Hagoromo.

Yoga langsung mengangkat tangan "Bagaimana kalau ada yang takut jarum suntik?" Tanya Yoga. "Apa kau takut?" Tanya balik Hagoromo. "Tidak, hanya saja aku mau tahu apa yang akan anda lakukan untuk menangani anggotaku yang takut jarum suntik," ucap Yoga.

"Begitu, akan kuberit tahu. Pertama sebagai komandan Sakhuri, aku menanamkan kepada seluruh anggotaku rasa percaya diri yang kuat, rasa bertanggung jawab, di siplin, dan rasa tak takut terhadap sesuatu, Jika ada anggotaku yang takut dengan Jarum suntik, maka anggota ku itu lebih hina dan buruk dari pada banci, sebagai Komandan tertinggi Sakhuri, tentu aku akan merasa sangat malu. Dan mungkin akan menembak kakinya dengan pistolku," ucap Hagoromo.

"Dan jika ada di antara kalian yang takut, kami tetap akan memberikan kalian suplemen dengan cara menyuntikan cairan suplemen itu lewat bokong kalian dengan cara apapun. mau dengan cara memaksa atau bagaimanapun, akan tetap kami lakukan," ucap Hagoromo dengan nada dan ekspresi serius.

Mendengar itu, hati Boruto menjadi deg-deg'an. "Syukur aku bukanlah ayahku," batin Boruto sambil mengelus dadanya. "Medis, silakan beri mereka suplemen," ucap Hagoromo. Para medis pun mendatangi ke 12 hacker dan memberi mereka suplemen.

Boruto di tangani oleh ketua medis atas perintah Hashirama. Mereka di beri 2 buah suntikan yang berbeda. Suntikan pertama memiliki cairan yang lebih banyak dengan warna biru. Mereka juga di beri cairan yang lebih sedikit berwarna kuning. Yang biru di suntikan di bokong mereka sementara yang kuning di lengan mereka.

"Efeknya akan terasa beberapa detik lagi," ucap Medis itu pada Boruto. Kemudian ia mengeluarkan sebuah tetes mata dan meneteskannya beberapa kali di kedua mata Boruto yang langsung membuat matanya terasa lebih segar. "Seharusnya suntikan tadi sudah bekerja, bagaimana rasanya?" Tanya ketua medis itu. "Tubuhku terasa lebih segar, rasa lelah dan kantuk ku juga terasa hilang," jawab Boruto.

Setelah itu, sang medis mengeluarkan termometer untuk mengukur suhu Boruto. Setelah itu ia mengeluarkan sebuah alat pengukur tensi. Kemudian ia mengambil beberapa tetes darah Boruto untuk di periksa di laboratorium. "Kau sepertinya sedikit banyak pikiran, kuharap kau bisa melupakannya sejenak agar kau tidak jatuh sakit," ucap sang medis lalu menyimpan kembali barang-barangnya ke dalam tas.

Tak lama kemudian, semua Hacker telah di periksa. Para medis pun keluar dari ruangan itu dengan membawa tas-tas mereka. "Kalian istirahat sejenak. Saat makanan kalian tiba, kalian harus langsung makan dan kembali meretas," ucap Hagoromo. "Baiik," jawab para Hacker serentak.

::==::==::

Setelah makan, mereka pun kembali melakukan pekerjaan mereka. Dengan tubuh yang terasa fit layaknya baru bangun tidur dan berolah raga di pagi hari, mereka melanjutkan proses peretasan itu. Tak lama kemudian, muncul tulisan.

"Akses Satelit di ambil alih"

Akhirnya, mereka berhasil meretas Satelit Mafia dengan cara yang sama seperti mereka meretas Komputer utama Techconnec hanya dengan waktu yang lebih lama. Hagoromo dan Hashirama pun tersenyum kala mengetahui mereka sudah memasuki Jaringan Techconnec.

Sekarang tinggal Sakhurilah yang mengambil alih kendali dan memasukan jaringan mereka ke jaringan komputer utama Mafia. Tapi pekerjaan mereka belum selesai, karena mereka harus membobol pertahanan Komputer utama Mafia yang mungkin tingkat keamanannya lebih susah dari milik Techconnec.

"Letnan, bagaimana? Apakah kita sudah terhubung dengan komputer utama mereka?" tanya Hashirama. "Belum jendral, masih di usahakan, mungkin akan memakan waktu yang lama," ucap seorang letnan yang duduk di komputer pengendali jarak jauh. "Hmm, baiklah, jika sudah selesai, kau harus langsung mengatakannya," ucap Hagoromo.

Para Hacker pun bisa bernafas lega. Dengan selesainya tugas keempat, ini membuat mereka akan semakin cepat selesai dan dapat segera pulang ke rumah mereka dan mendapatkan semua kehidupan pribadi mereka kembali. Namun, Boruto lebih merasa lega karena ia tak perlu merasa begitu bersalah karena membobol komputer utama perusahaan tempat ia bekerja itu.

1 jam kemudian, Mereka sudah terhubung dengan Komputer utama Mafia. Itu membuat mereka jelas menjadi lebih bahagia. "Teman-teman, kita harus fokus. Jika kita berhasil meretas ini, maka itu berarti kemampuan menghacker kita sudah jauh di atas rata-rata," ucap Yoga.

Proses peretasan pun di mulai kembali. Hari sudah semakin gelap dan pastinya udara di luar pun semakin mendingin. Tapi mereka yang berada di dalam ruangan markas Rahasia Sakhuri tentu tak akan merasa kedinginan.

Beberapa jam kemudian, hari sudah semakin gelap dan waktu sudah menunjukan jam untuk pergi ke kamar dan tidur. Namun, berkat suplemen yang di berikan tadi Boruto dan ke-11 Hacker tidak merasa mengantuk sama sekali. Mereka merasa seperti baru bangun tidur dan bekerja dengan fisik yang masih fit. Bahkan pasti mereka akan berpikir untuk membawa pulang suplemen itu agar mereka bisa begadang semalaman tanpa rasa mengantuk dan lelah.

Di ruangan itu, Para Hacker sedang bekerja untuk meretas Komputer utama Mafia. Namun, Hagoromo dan Hashirama beserta 5 personel Sakhuri sudah tertidur lelap. Hashirama tidur sambil melipat tangan dan bersandar di kursi sementara Hagoromo melipat tangannya di meja dan tidur di atas tangannya.

"Boruto, tidak ada masalahkan?" Tanya Reza. "Ya, sejauh ini tidak ada masalah berarti," jawab Boruto. "Aku berharap Proses ini bisa selesai besok pagi. Aku sudah tidak sabar untuk pulang kerumah dan bertemu dengan pacarku," ucap Reza. "Semoga, aku juga sudah rindu dengan orang yang kusayangi," ucap Boruto.

"Hey, jangan banyak bicara, fokuslah dengan apa yang kalian kerjakan saat ini. Jika mau cepat selesai, kalian harus serius," ucap Yoga. "B-baik, maaf. Aku hanya bosan jika terus bekerja tanpa berbicara," ucap Reza. "Aku maklumi, tapi kalian berdua harus tetap fokus dan serius. Ini menyangkut keselamatan kita bersama," ucap Yoga.

[Hacking Progres]

:

Connecting...TECHCONNEC Satelit-to-Mafia Satelit...[Connec -to-] {Status : 100% Success}

:

Connecting MAFIA Satelit-to-MAFIA Headquarter PC...[Connec -to-] {Status : 100% Success}

:

Create System Code Generate for Hack Ip and Create data protection for Ip {Status 11% Success}

:::Mafia Headquarter PC Access Danied:::

:::Repeat Hacking Progress:::

Create System Code Generate for Hacking Ip and Create data protection for Ip {Status : 0% Success}

:

Send Virus Programs for Hacking MAFIA Headquarter PC Database...{Status : 1% Success}

:

:::Having Problem With Satelit Connection Network:::

Create Private Network For MAFIA Satelit To MAFIA Headquarter Database PC...{Status : 100% Success}

:

Connecting Ip [ to with ] Sakhuri Connec to Mafia...Connec To Techconnec...{Status : 100%

:

Configuring Code Password...{Status : 20%}

:

Generating Code Password...{Status : 1%}

:

Hacking MAFIA [] Security System...{Status : 0%}

:

Secure Sakhuri & Techconnec [ & ] Security System...Wirewall...Database...Protection...{Status : 100% Complete}

:

:::Access Accepted:::

:::Hacking Success:::

:::Mission Complete:::

Setelah muncul tulisan 'Hacking Success', para Hacker pun bersorak gembira hingga membangunkan Hagoromo dan Hashirama beserta 5 personel Sakhuri lainya di ruangan itu. Para Hacker saling bercabat tangan dan berpelukan atas keberhasilan mereka. Air mata bahagia pun terlihat keluar dari mata beberapa Hacker.

Boruto tak mampu membendung air mata bahagia. Ia dan Reza pun mengeluarkan air mata Bahagia mereka dan saling berjabat tangan. "Kita berhasil Boruto, kita semua berhasil," ucap Reza. "Ya, tak kusangka bisa selesai secepat ini," ucap Boruto. "Sekarang kita bisa di catat sebagai Hacker terhebat karena mampu meretas Kedua Perusahaan Telekomunikasi terbesar di dunia," ucap Reza.

"Semua tenang, kita dengar intruksi selanjutnya dari Komandan!" ucap Yoga. Semua hacker pun menjadi diam dan kembali duduk di tempat mereka masing-masing. Sang komandan pun mendekat dan Berkata "Cepat sekali kerja kalian, kalian akan mendapat imbalan yang selayaknya. Mulai dari sini, Sakhuri yang akan ambil alih. Tinggalkan tempat ini dalam 1 menit," ucap Hagoromo. Setelah itu, para Hacker pun berdiri dari tempatnya dan berjalan menuju pintu keluar. Hashirama terlihat sedang berbisik dengan Hagoromo. "Silakan, tapi setelah itu, kembali ke sini segera. Kita akan membongkar rencana dan rahasia Mafia," ucap Hagoromo.

Hashirama lalu memanggil Boruto untuk membuatnya berhenti. "Ikut aku, ada sesuatu yang perlu aku katakan hari ini," ucap Hashirama.

::==::==::

Kini, Hashirama dan Boruto berada di kamar Hashirama. Kamar yang begitu luas namun di penuhi barang-barang yang tersusun rapi. Terlihat beberapa foto di sana dan juga sebuah senapan tahun 1990-an yang masih terlihat sangat bagus di tembok.

Selain itu, ada beberapa senjata Mitraliur dan sebuah senapan serbu milik Hashirama yang bertuliskan Sakhuri yang terpajang rapi di sebuah lemari kaca di sudut kamar. Selain senjata, tentu ada Baju zirah full body milik Hashirama yang di simpan di lemari itu juga.

"Wah, ini semua barang-barang milik anda, tidak heran karena anda merupakan komandan Sakhuri Resort Konoha," ucap Boruto kagum. "Ya, ini hanyalah beberapa dari senjata yang pernah kupakai selama bertugas. Sengaja kusimpan sebagai kenang-kenangan masa-masa sulit Sakhuri," ucap Hashirama.

"Ada apa kau membawaku ke sini, apa Cuma mau menunjukan ini," tanya Boruto. "Tentu tidak, aku ingin memberitahukan sesuatu padamu. Tapi sebelumnya, aku mau berterima kasih karena kau mau bekerja sama dengan kami dalam meretas Mafia," ucap Hashirama.

"Ya, aku juga tidak keberatan. Apalagi virus yang anda berikan waktu itu sangat membantu untuk memproteksi data Techconnec," ucap Boruto. "Hmm. Aku ingin memberi tahumu sesuatu. Tapi sebelumnya, aku mau mengetesmu dahulu," ucap Hashirama lalu menekan sebuah tombol di tembok.

Tiba-tiba, sebuah ruangan terbuka. Ruangan itu sangatlah panjang dan cukup luas walau tidak seluas kamar Hashirama. Di ujung ruangan itu, ada sebuah target tembak. "Aku mau mengetes kemampuan membidikmu," ucap Hashirama lalu menekan sebuah tombol yang berada di ruangan tersebut.

"Ini adalah tempat latihan tembak pribadi para perwira, aku sendiri yang menyarankan dan mendesainnya. Tapi lemari senjata rahasia Cuma ada di kamar Komandan dan kamar ini saja," ucap Hashirama. Setelah tombol di tekan, tembok pun terbuka dan menampakan beberapa senjata-senjata bertuliskan Sakhuri yang tersusun secara rapi sesuai jenisnya.

Hashirama mengambil sebuah pinstol dan melemparnya ke arah Boruto. Karena refleks kaget, Boruto nyaris menjatuhkan pistol itu saat berusaha menangkap pistol yang di lempar Hashirama itu. "Usahakan yang ini jangan sampai jatuh," ucap Hashirama lalu melempar sebuah Magasin yang berisi 2 buah peluru ke arah Boruto.

Panik, itulah yang di rasakan Boruto saat itu. Namun bekat kepanikannya itu, ia berhasil menangkap magasin itu dengan mulus. Hati Boruto saat itu deg-degan saat melihat tangannya memegang sesuatu yang dulu nyaris membuatnya terbunuh.

"Akan kuajarkan cara pakai, pertama masukan magasin ke senjatamu," ucap Hashirama sambil memasukan magasin ke senjata yang ia pegang. "Kedua Kokang pistolmu," ucap Hashirama sambil mengkokang pistolnya. "Ketiga, bidik target di depanmu," ucap Hashirama sambil melakukannya. "Dan keempat tarik pelatuknya dengan jarimu," ucap Hashirama sambil menembak target.

Dengan sedikit keraguan, Boruto melakukan hal serupa dengan Hashirama. Namun saat pengkokangan, ia merasa sedikit kesulitan. Dengan mengeluarkan lebih banyak tenaga, akhirnya senjata itu berhasil ia kokang. "Sekarang bidik target 12 meter di depanmu itu," ucap Hashirama sambil melihat dengan teropong ke arah sasaran tembak.

Boruto membidik. Tangannya terasa bergetar bahkan ia tangannya berkeringat karena gugup. Namun, ia berusaha tetap fokus dan membidik target. "kenailah Perutnya," ucap Hashirama. Boruto pun menarik pelatuk pistolnya tanpa ragu walau tangannya masih sedikit bergetar. Pistol pun di tembakan dan mengenai perut bagian kiri target. "Lumayan, sekarang tembak kepala target," ucap Hashirama.

Boruto menarik nafas lalu menembakan pistolnya. Namun, peluru itu meleset dan malah mengenai dada sasaran tembak itu. "Buruk, tapi aku maklumi. Tanganmu masih belum terlatih," ucap Hashirama lalu mengambil pistol dari tangan Boruto dan menyimpannya kembali.

"Tujuan utamamu berada di sini adalah untuk di latih menjadi agen Sakhuri. Kan akan menjadi bagian dari Sakhuri selama 2 tahun ke depan. Aku harap kau mau menerimanya untuk melindungi Techconnec dari Jauh. Apa kau setuju?" ucap Hashirama. Antara bimbang dan bingung, Boruto pun hanya bisa mengangguk tanda setuju.

"Bagus, besok Komandan akan menjelaskan lebih lanjut. Kau istirahatlah dan bersiap untuk mengikuti upacara pelepasan besok. Tugas Hacker telah selesai dan mereka akan pulang. Itu artinya kau akan kembali sendiri lagi di sini," ucap Hashirama. "Apapun akan kulakukan jika itu menyangkut Techconnec dan Mafia," ucap Boruto lalu pergi keluar dari kamar Hashirama menuju kamarnya.

::==::==::

Keesokan paginya, Boruto yang sedang tertidur di bangunkan dengan suara bel pintu yang berbunyi terus menerus. Dengan sedikit rasa kantuk yang masih bersarang di badannya, Boruto berjalan untuk membuka pintu dan menyapa orang yang sedari tadi membunyikan bel itu.

"Ada apa?" ucap Boruto lalu menguap. "Lho, kau bisa tidur? Aku saja dari semalam hingga pagi ini tidak merasa mengantuk," ucap Reza. "He...kok bisa, setelah aku kembali ke kamarku semalam, aku langsung mengantuk. Lagi pula semalam kita kan selesai jam 2 malam, wajarkan kalau aku mengantuk, apalagi aku tidak tidur siang," ucap Boruto.

"Wajar sih wajar, tapi kemarin kan kita di beri suplemen. Aku dan beberapa Hacker yang kutemui tadi tidak tidur semalam. Mereka hanya bermain game dan mengobrol satu-sama lain di kantin," ucap Reza. "Aneh, tapi semalam mataku serasa berat, makanya aku langsung ke kamar dan tidur, kukira kalian juga tidur karena tempat ini semalam begitu sunyi," ucap Boruto.

"Kami di kantin, kami nongkrong di sana. Semalam aku mencarimu namun tidak ketemu makanya aku sendiri ke sana," ucap Reza. "Hump. Mungkin kondisi fisikku lagi buruk belakangan ini, makanya suplemen itu tidak begitu manjur," ucap Boruto. "Mungkin. Ayo kita ke kantin. Aku lapar, sebentar sore kita harus mengikuti upacara pelepasan, dan akhirnya kita bisa pulang," ucap Reza. Mereka pun berjalan menuju kantin.

Setelah tiba di kantin dan menyantap sarapan, Tiba-tiba saja Beberapa Hacker yang saat itu juga sedang sarapan mendadak menjadi mengantuk. "Kenapa tiba-tiba aku menjadi mengantuk begini ya?" tanya Reza. "Huh, mungkin efek Suplemen semalam telah habis, makanya kalian langsung merasa mengantuk," ucap Boruto.

"Oh ya, Boruto ada benarnya," ucap Yoga. "Kalau begitu, sebaiknya kita kembali ke kamar masing-masing dan tidur. Sebentar sore kita akan melaksanakan upacara pelepasan," ucap Reza. "Kalian kembalilah lalu tidur, aku mau keliling sekaligus mencari keberadaan penanggung jawabku," ucap Boruto. "Ya, terserah kau, nanti sore bangunkan aku ya, Boruto," ucap Reza lalu berdiri.

Para hacker yang mulai mengantuk pun pergi meninggalkan Boruto yang sedang menyeruput secangkir teh di pagi hari. Setelah para Hacker yang lain meninggalkan kantin, Boruto segera menghabiskan tehnya lalu membayar dan pergi meninggalkan kantin menuju kamarnya untuk suatu hal yang penting.

Baru akan meninggalkan kantin, Boruto teringat bahwa di konoha masih malam dan pastinya Sarada masih tidur. Ia pun menanggalkan niatnya untuk menghubungi Sarada. Ia pun memutuskan untuk mencari keberadaan Hashirama.

Tak membutuhkan waktu yang lama, Ia menemukan Hashirama di depan lift sedang menunggu pintu lift terbuka. "Jendral!" panggilnya. "Boruto, kebetulan aku bertemu dengamu. Ayo ikut aku ke ruang kendali," ucap Hashirama. "Eh..., baiklah," ucap Boruto.

::==::==::

Setibanya di sana, ia melihat Hagoromo yang sedang sibuk membaca sesuatu yang tercetak di sebuah kertas. Ya itu adalah hasil kerja Boruto dan para Hacker semalam. Sakhuri berhasil mendapatkan dokumen-dokumen yang menyimpan rahasia Techconnec. Selain dalam bentuk File dokumen, Sakhuri juga berhasil mengambil file dalam bentuk Video dan lain-lain yang di proteksi oleh Mafia.

Beberapa dari file itu menyimpan sebuah rahasia yang sangat besar. Dan sampai saat ini, Sakhuri baru membaca dan melihat 30% dokumen yang mereka ambil dari basis data Mafia. Salah satunya adalah yang sedang di baca oleh Hagoromo saat ini. Dokumen itu bercerita mengenai sosok pemimpin tertinggi Mafia yang di kenal dengan nama Bayangan Hitam.

"Hashirama, oh, ternyata kau juga membawa Boruto. tak apalah, ia juga layak tahu semua ini," ucap Hagoromo. "Apa yang anda baca?" Tanya Hashirama. "Ini, ini berbicara mengenai sosok pemimpin Mafia yang menculuki dirinya dengan nama Bayangan Hitam. Ternyata, yang membunuh Uchiha Fugaku dan Uchiha Madara itu adalah Mafia. Hanya mereka membuat seolah-olah mereka mati karena kecelakaan," ucap Hagoromo.

"Berarti yang selama ini di bilang oleh Uchiha Sasuke benar adanya. Sosok Bayangan Hitam alias pemimpin tertinggi Mafia lah yang membunuh pendiri dan penerus Techconnec ini," ucap Hashirama. "Tapi, sayangnya di sini tidak di jelaskan secara detail siapa pemimpin Mafia. Hanya ada inisial yaitu Hmra yang menculuki dirinya Bayangan Hitam. Siapapun pemimpin Mafia, pasti ia sudah mengantisipasi ini semua, makanya ia tidak menaruh identitas sesungguhnya di dokumen manapun," ucap Hagoromo.

"Komandan, Jendral, kemarilah, aku menemukan sebuah dokumen yang tampak mencurigakan. Nama dokumen itu 'Operasi Mata Bulan'," ucap seorang anggota di ruangan itu. Hagoromo dan Hashirama pun mendekati dan membaca dokumen yang ingin di tunjukan oleh orang tadi.

Recana mata bulan adalah rencana yang sangat rahasia yang di susun oleh Mafia. Rencana ini adalah alasan mengapa mereka ingin mendapatkan dan menguasai Techconnec beserta teknologinya. Rencana ini memanfaatkan bulan sebagai perantara sehingga di sebut 'Rencana Mata Bulan'.

Mafia berencana melakukan kerjasama dengan seluruh kelompok radikal lainnya yang tersebar di seluruh belahan bumi. Untuk melakukannya, mereka perlu berkomunikasi dengan para ketua kelompok radikal tersebut. Karena sebagian besar kelompok radikal itu merupakan kelompok kecil, pastinya akan sulit melakukan komunikasi apalagi jika mereka berada di tempat tersembunyi dan di daerah hutan.

Untuk mempersingkat waktu, uang, dan tenaga, Mafia berencana melakukan komunikasi seluler (Melalui jaringan telepon). Namun, karena seperti alasan di atas, sangatlah sulit untuk menghubungi mereka yang berada di tengah hutan tanpa adanya sinyal. Untuk mengatasi itu, Mafia telah menyusun rencana-rencana yang sangat strategis dan kemungkinan berhasil adalah 90%.

Agar mereka bisa berkomunikasi dengan para pemimpin-pemimpin kelompok radikal yang tersebar di seluruh dunia tanpa mendatangi mereka, Mafia memerlukan jaringan yang mencangkup seluruh benua dan tempat yang berada di bumi. Untuk itu, bulan adalah sebuah perantara yang bagus karena bulan dapat dilihat dari manapun.

Untuk melakukannya, Mafia akan bekerja sama dengan NASA untuk membangun sebuah alat pemancar sinyal yang besar dan di letakan di bulan. tidak masuk akal memang. Tapi itulah yang akan di lakukan oleh Mafia. Dengan berkedok sebagai rencana untuk memperluas jaringan internet dan komunikasi bagi masyarakat, NASA pun menyetujui kontrak kerjasama itu dan mulai merakit pesawat dan menara yang akan di pasang di bulan.

Proyek itu sudah rampung 4 tahun yang lalu. Dan rencananya, setelah Techconnec di rebut maka Mafia akan langsung menerbangkan dan membangun menara pemancar sinyal itu di bulan.

Dengan teknologi Techconnec, maka Mafia dapat membuat dan memperkuat menara-menara mereka. Pemancar ini memiliki kekuatan sinyal yang kuat dan Frekuensi yang besar serta jangkauan yang luas sehingga bisa mencapai bumi dan segala tempat yang berada di bumi. Ini adalah cara agar mereka dapat berkomunikasi dengan seluruh pemimpin kelompok radikal.

Alasan Mafia ingin merebut Techconnec selain karena teknologinya yang dapat mewujudkan rencana mafia itu, ada sebuah alasan mengapa mereka sangat menginginkan Techconnec. Alasannya yaitu karena letak Techconnec pusat yang tepat berada di titik yang strategis karena tepat berada di jalur yang sejajar dengan bulan. hal ini akan membuat Sinyal yang di terima dari pemancar di bulan menjadi lebih bagus.

Di sebut mata bulan karena bila rencana kerja sama berhasil dengan baik, maka komunikasi akan sangat lancar walaupun Mafia berkomunikasi dengan kelompok radikal yang berada di tengah hutan atau tengah samudra yang luas. Sistem komunikasi ini pun dapat menjadi mata dan telinga bagi Mafia tanpa ada kendala jaringan yang berarti.

Dengan bersatunya Mafia dengan para kelompok-kelompok radikal, akan membuat Mafia menjadi lebih kuat dan akan di takuti sehingga mereka mampu menjadikan setiap negara dapat mereka taklukan. Menjadikan mafia sebagai pasukan militer dengan persenjataan kuat bukanlah masalah yang sulit. Dengan uang yang mereka punya, mereka bisa menjadi sebuah negara adidaya ke tiga.

Satu-satunya yang dapat mencegah mafia mewujudkan rencananya hanyalah menjaga Techconnec agar tidak di rebut oleh Mafia. Ada dua cara merebut Techconnec yang pertama adalah melalui penandatanganan surat kepemilikan Techconnec yang artinya legal secara agama dan negara. Kedua adalah melalui jalan kekerasan dan pemaksaan yang artinya ilegal dan tidak sah menurut agama dan negara. Sampai sekarang Mafia masih menjalankan cara pertama untuk merebut Techconnec.

"Dugaan sementara kita sejauh ini benar. Tak kusangka mereka ingin bekerja sama dengan seluruh kelompok radikal. Jika sampai rencana ini berhasil, maka kekuatan Mafia akan melebihi kekuatan Techconnec dan juga Sakhuri, benar-benar tidak bisa di biarkan," ucap Hashirama.

"Pemimpin Mafia ingin menjadikan mafia di takuti dan menjadi raja yang memimpin dunia ini, apa ia kira teknologi mereka bisa membuat kita takut, apa ia kira kesetiaan warga negara dan presiden dapat di beli dengan uang," ucap Hagoromo sambil mengepal tangannya.

"Jadi, itu adalah rencana Mafia selama ini, aku tidak akan membiarkan mereka mendapatkan Techconnec," batin Boruto begitu kaget mengetahuinya. "Hashirama, kita harus melakukan sesuatu untuk lebih melindungi Techconec agar tidak di rebut oleh Mafia, untuk melakukan itu, kita butuh orang dalam yang mengetahui secara pasti mengenai Techconnec, Sasuke, dan Sarada," ucap Hagoromo sambil melirik Boruto yang nampaknya sedang berfokus pada layar monitor komputer di hadapan mereka.

"Ya, sebaiknya setelah upacara pelepasan selesai di gelar, kau melantiknya menjadi agen Sakhuri karena ia sudah setuju," ucap Hashirama. "Ya, tapi latihan yang akan ia lakukan akan sangat berat. Tapi ia tetap akan memiliki partner dan kuharap kekasih Boruto tidak cemburu karena hal ini," ucap Hagoromo. Hashirama pun tersenyum dan kembali memfokuskan perhatiannya pada layar komputer.

:

:

:

To Be Continued

A/N : Tidak ada yang perlu di bahas lebih dalam lagi.

Author punya satu perminataan.

Apakah ada sesuatu dalam cerita yang membuatmu kaget karena kau tidak menyangka akan menjadi seperti itu. Kalo ada, mohon di beri tahu pada auhtor agar author bisa mengetahuinya.

trims