Day 26: Ternyata…

Cast
Kim Joonmyeon
Zhang Yixing ( Cuma nongol nama, sorry )
Do Kyungsoo

Disclaimer
The cast aren't mine, but the story are mine! Plagiarism? Karma does exist, btw.

Warn
BL, GS, Twin!YixingLay, Boy!Yixing, Girl!Lay, Girl!Luhan, OOC, Typo, fail EYD, banyak kesalahan. No proof-read, selesai bikin langsung publish ;-;

Setiap cerita bisa jadi beda setting waktu, suasana, tempat.

.

Happy Reading! ^^

.

Siapa yang tidak mengetahui Zhangs Sibling? Seluruh sekolah sudah tau, tentunya. Luhan, sang kakak tertua yang cantik dan menggemaskan. Anak kembar beda gender, Yixing dan Yixing. Well, nama mereka sebenarnya hanya berbeda aksara saja, namun dalam pengucapan dan arti nama sama sekali tidak ada bedanya. Untuk itu, kita panggil yang berkelamin perempuan dengan Lay saja, oke?

.

.

"Yixing-er! Selamat dataaang~ Wah, ada Suho-sshi juga," sambut Luhan heboh begitu melihat adiknya datang bersama sang pujaan hati.

"Jiejie apa-apaan sih? Nggak usah heboh gitu dong. Aku hanya baru pulang main," gerutu Yixing lalu menarik tangan Suho menuju kamarnya. Meninggalkan Luhan yang tengah cemberut ditempatnya.

"Yixing-er~! Bantu aku mengerjakan tugas yaa?" pinta Lay sambil bergelayut manja dilengan Yixing yang membuat Yixing menatap adik kembarnya tajam dan berusaha untuk tidak menjitak Suho agar Suho tidak tertawa.

"Apaan sih? Lepasin, Xiao-lei. Aku mau main sama Joonmyeon hyung nih,"

"Aaaa, aku ikuuut~ Ya? Ya? Ya? Please, Yixing-er~"

"Nggak. Pergi sana,"

Kali ini, giliran Lay yang cemberut karena dicuekin Yixing bersama sang pujaan hati.

.

.

"Jie, aku bisa gilaaaa! Yixing-er memonopoli Suho oppa terus, giliranku kapaaan?" seru Lay frustasi sambil mengacak-acak rambut panjangnya yang terurai bebas.

"Tapi kamu masih mending, sekelas sama dia, bisa ketemu hampir setiap hari. Aku?" jawab Luhan sambil menghela nafas.

"Jie, kita bertanding yuk? Kita menyatakan perasaan kita pada Suho oppa sewaktu hari Valentine besok. Siapa yang paling cepat dan tidak mendapatkan gangguan dari Yixing-er, dia yang menang. Gimana?"

"Hm, boleh aja. Pokoknya kamu siapin mental aja kalau kalah, huahaha,"

Tawa Luhan menggema dikamar mereka berdua. Membuat ujung dahi Lay berkedut kesal.

"Kebalik jie. Harusnya jiejie yang kalah,"

"Tidak Xiao-lei, kamu yang kalah. Suho mana mau sama anak manja kaya kamu?"

"Suho oppa mana mau sama tante-tante pedofil kaya jiejie?"

"ADUUUUHHH, SAKIT JIEEE! AMPUN, AMPUUUUN!"

"RASAKAN ITU!" Luhan kembali menarik rambut Lay tanpa ampun, membuat sang empunya rambut makin mengaduh kesakitan.

"JIEJIE! XIAO-LEI! KALIAN BERDUA BERISIK!"

.

.

"Jiejie/Xiao-lei kok kamu disini?" tanya mereka berdua setelah menghampiri satu sama lain didepan gerbang taman bermain.

"Hah. Lupakan saja. Lebih baik kita masuk dan menunggu Suho didalam,"

Luhan menarik tangan Lay utuk segera masuk. Untuk saat ini, perasaan mereka berdua benar-benar tidak karuan.

.

.

"Well, aku berterimakasih karena kalian sudah menyukaiku. Tapi maaf, aku tidak bisa,"

Suho memberikan senyum terbaiknya kepada kakak-adik dihadapannya. Berusaha sebisa mungkin agar tidak melukai hati dua orang dihadapannya ini.

"Tapi kenapa?" tanya Lay dengan lemah. Uh, dia sedang patah hati sekarang.

"Aku sedang menjalin hubungan dengan seseorang sekarang. Maafkan aku, Lay-sshi, Luhan-sshi,"

"Siapa orangnya, kalau aku boleh tahu, Suho-sshi?" tanya Luhan. Jujur saja hatinya tidak terlalu sakit. Yang penting, kalau Suho bahagia, Luhan pasti ikut bahagia.

"Nanti kalian bisa melihat sendiri. Aku pergi, Lay-sshi, Luhan-sshi. Sampai ketemu lagi,"

.

.

"Hah. Suho bodoh sekali, menolak yeoja cantik dan berbakat seperti kita," maki Luhan. Meskipun dia tidak terlalu sakit hati, tapi dia masih kesal, tau.

"Meskipun begitu, dia sempat mengucapkan terimakasih kepada kita, jiejie," balas Lay yang sedang menunduk dan memainkan jari-jarinya. Kebiasaan yang sudah hadir dari kecil ketika dia tengah sedih atau kecewa.

"Lay… bukankah itu Suho dan Yixing-er?"

"Mana? Mana?"

"Itu, di antrean bianglala,"

Lay mengalihkan pandangannya pada antrean bianglala. Suho dan kakak kembarnya terlihat sangat …err… mesra.

"Jie, ini bukan bohongan kalau Suho oppa mencium Yixing-er kan?"

"Sayangnya bukan…"

Jeda.

"Jadi… selama ini mereka…"

Lay dan Luhan berpandangan. Tanpa sadar mereka berdua tertawa keras-keras, menertawakan kebodohan yang sudah mereka perbuat.

.

.

END

.

.

[[Terinspirasi dari MV Hi Suhyun, I'm Different! Sumpah suka banget sama mv ituuu. Lee Hi sama Suhyunnya ga nguatin, wkwkwk]]

[[Penjelasan: Chap 24, kalo katanya orang jawa, Yixing lagi dilep. /jangan nganggep aku aneeeh/ Chap 25,coba lihat LOTR deh. That movie shows it all :) /soalnya kalo njelasin kepanjangan, hehe/]]

Mind to review agaaain?