XXVI

(NOT) ALONE

CP9.

Hanya sebuah bisikan.

Dua huruf dan satu angka.

Dan Robin tahu, ia tak bisa lari lagi.

OoO

"Hanya itu kesepakatannya?"

"Benar."

Jika dalam situasi biasa, Robin mungkin akan segera kabur dari Water 7. Ia sudah terbiasa kabur selama 20 tahun. Boleh dibilang kabur adalah keahliannya.

Tapi kali ini ia tidak bisa kabur lagi.

OoO

"Aku tak ingin kembali. Aku tak akan bisa memenuhi impianku jika aku masih bersama kalian."

Bohong.

Robin ingin kembali (Ia ingin pulang).

Robin tahu semua impiannya akan tercapai jika ia bersama dengan teman-temannya.

Robin sudah terbiasa berbohong.

Tapi kenapa kali ini hatinya begitu sakit saat berbohong?

Apa karena tatapan kecewa dan tak percaya orang-orang dihadapannya padanya?

OoO

"Apa kau mengerti, Nico Robin?"

Robin mengerti.

"Blueprint yang kau kejar itu palsu."

Robin tahu itu.

"Walaupun aku harus mati, aku tidak akan pernah memberikan blueprint itu pada pemerintah dunia."

Robin paham dengan tekad Iceburg.

"Hanya butuh satu tekanan, kau menggunakan poneglyph dan membantu pemerintah dunia."

Hah, satu tekanan.

"Jika mengetahui masa lalu bisa berakibat kehancuran dunia, kau pantas mati disini, Nico Robin!"

Robin sudah bosan mendengar kata-kata itu.

"Jika pemerintah dunia sudah menghancurkan hidupmu, kenapa kau membantu mereka?"

Robin akan membuang semuanya (bahkan nyawa dan mimpi lamanya) demi satu mimpi ini.

"Jika kau menyerahkan dirimu pada pemerintah dunia, kau akan dihukum mati."

Robin sudah siap.

"Untuk seorang wanita yang sudah kabur selama 20 tahun, kenapa kau menyetujui persyaratan ini?"

Bustercall. Dan karena ia harus melindungi mereka.

"Jadi, kau tak peduli apa yang akan terjadi pada dunia jika senjata itu berhasil diciptakan?"

Robin tak peduli.

Selama Kaptennya dan teman-temannya baik-baik saja, Robin tak peduli. Bahkan jika pemerintah dunia memanfaatkannya untuk menghancurkan dunia.

OoO

Robin menggunakan pengkhianatan sebagai tameng untuk melindungi dirinya.

"Untuk seseorang yang sudah kabur selama dua puluh tahun, kau menyerah terlalu mudah."

Robin tak bisa lagi berkhianat.

Karena ia sudah menemukan sesuatu yang harus dilindunginya (dan tak akan pernah dikhianatinya).

Teman-temannya.

"Percayalah pada Luffy!"

Robin percaya, karena itu ia harus pergi.

Kali ini, Robin yang akan menjadi tameng untuk melindungi teman-temannya.

OoO

"Robin! Aku datang menjemputmu!"

Tidak.

Kenapa ia datang?

"Kenapa wajahmu murung begitu?"

Franky tak tahu apa-apa.

"Robin! Syukurlah! Kau masih disana!"

Kenapa dia tersenyum? Padahal ia sudah mengkhianati dan menyakiti perasaan mereka?

Ia sudah mengatakannya berulang kali, ia tak akan kembali. Ia tak pernah meminta mereka untuk menyelamatkannya. Kenapa mereka masih datang? Ia tak cukup berharga untuk diselamatkan.

Robin hanya ingin mati.

(Tidak. Ia ingin hidup.)

Robin tak pernah meminta untuk diselamatkan.

(Tapi ia ingin kembali.)

"Robin! Jangan mati!"

Hanya dua kata. Robin selalu ingin mendengarkan dua kata itu.

"Kau tahu Robin, kami sudah datang sejauh ini. Bagaimanapun juga, kami akan tetap menyelamatkanmu."

Kaptennya terlalu keras kepala.

"Jika kau masih tetap ingin mati, lakukan setelah kami menyelamatkanmu."

Robin tak pernah bisa memahami logika Luffy.

"Ayolah Robin. Kau ingin mati atau tidak, aku tak akan peduli dengan kata-katamu!"

Kaptennya sangat egois.

"Katakan kalau kau akan tetap bersama kami!"

(Robin sangat ingin mengatakannya.)

"Itu benar, Robin-chwan~"

"Kembalilah, Robin!"

OoO

"Dengarkan baik-baik Robin. Mungkin sekarang kau sendirian, tapi suatu hari nanti kau pasti akan menemukan teman!"

Saat itu Robin tak percaya dengan Saul.

"Suatu hari nanti, kau akan menemukan teman-teman yang akan melindungimu. Tak seorangpun di dunia ini yang ditakdirkan untuk hidup sendiri!"

Sekarang Robin percaya, saat menatap orang-orang dihadapannya.

OoO

Orang-orang selalu berkata padanya, bahwa ia adalah iblis yang tak pantas hidup. Ia harusnya mati. Keberadaannya adalah sebuah dosa besar. Ia akan selalu sendirian.

"Apa kau sudah gila? Apa kalian pikir kalian bisa selamat setelah menjadikan pemerintah dunia sebagai musuh kalian?"

"Aku tak peduli!"

Robin ingin berharap.

"Robin! Katakan bahwa kau ingin hidup!"

Tak seorangpun menginginkan ia hidup.

Tapi Robin selalu ingin mengatakannya.

"Suatu hari nanti, kau akan menemukan teman-teman yang akan melindungimu!"

"Percayalah pada Luffy!"

Mereka menginginkannya untuk hidup.

Mereka datang untuknya.

"Aku ingin hidup! Izinkan aku mengarungi lautan bersama dengan kalian!"

Robin akhirnya mengatakannya.

"Serahkan semuanya pada kami, Robin!"

Kali ini, Robin akan hidup. Ia akan bertahan. Karena ia sudah menemukan teman-temannya. Saul benar, tak seorangpun di dunia ini yang ditakdirkan untuk sendirian.


Sesuai janji Little Chomper, kali ini Little Chomper akan mulai posting fic request dari para reader.

Yang pertama adalah request dari Bunga Sharesputri!

Thanks as always to sgiariza, Ardie agregor, Tyve Morta, Blank, D. Gee-eun oktaviani, iib. junior, Z irawan3, aku, dan Hikaru Rikou untuk reviewnya :)