Mine Special Chapter
.
.
.
.
.
Disclaimer : Mereka milik Tuhan dan bebeb Changminie milik Cho
Cast : DBSK, BTS, SUJU DLL
Genre : Yaoi, crack pair, typos , membosankan, alur lambat
Rate : M+ #smirk
.
D.L.D.R yaaa... Ga tau singkatnya?
Don't Like, Don't Read. Ga tau artinya?
Ga Suka Ga Usah baca, simple kan?
.
.
.
.
.
.
~ Bye Bye Innocent ~
.
.
.
.
.
.
.
" Ish, apaan sih para ahjumma kurang garukan ini? Memangnya aku tidak tahu kalau mereka stalking aku? Bahkan mereka mengomentari fotoku dengan user name yang membuatku terbahak"
Namja yang sedang menggerutu kesal itu adalah Jungkook, iya Jungkook yang itu. Kekasihnya Jung Changmin, abg labil yang akan berusia enam belas tahun tiga bulan lagi.
Jungkook sendiri sedang bermalas - malasan di gazebo halaman belakang rumahnya sendirian, kedua orangtuanya tengah pergi bertemu kangen teman sekolah mereka. Istilah bagusnya reuni.
Hyungnya? Biasalah... Setiap akhir pekan menginap di apartemen kekasihnya untuk bermesraan atau bahasa kekiniannya naena... Aigo... Jimin? Tentu pergi kencan dengan Yoongi, mumpung sedang liburankan...
Lalu kekasihnya? Tadi pagi dia mendapatkan kabar kalau dia dan Moonbin tengah menemani eommanya berbelanja karena sang appa sedang keluar kota. Jadilah Jungkook merana sendirian di rumah.
Balik ke awal pembicaraan, Jungkook tengah menatap jengah beberapa komentar dari fansnya Changmin. Berlebihan!
ChangminLover : Omo! Oppa? Kau tidak salah pilih kekasih? Masih kecil begini!
ChangminnieWife : Ho? Lebih baik juga aku kemana mana! Dasar anak kecil!
Oke, Jungkook sebenarnya tidak tahan juga dikomentari seperti itu. Memang siapa mereka sampai bisa bicara seperti itu? Bertemu dengan Changmin saja lebih duluan juga Jungkook!
Belum lagi ada teman kampus Changmin jurusan Hubungan Internasional, yang merasa kece nan cantik pernah men-tag teman - teman kampus yang lain pada kolom komentarnya.
GigiSeulGigi : Tuh kan, aku benar! Pantas saja wajahnya familiar, tukang endorse! VictoryAlwaysWin, Seohyunie, HanYeerrii, JoySoy, W3ndy, ParkLoona, JungSooKrystaL, SuLL1
Itu salah satu komentar dari teman Changmin di jurusan Hubungan Internasional. Beda lagi dengan teman - teman Changmin di jurusan Managemen Bisnis Han Ga In contohnya, yeoja itu benar - benar follower Jungkook dan mulai berani mengomentari fotonya.
HanGaIn : Jungkook ah, ajak noona kapan - kapan ke kafe ini ya? Tempatnya bagus. Ini lho kekasih magnae kita di kelas, manis kan? KimYubin, ParkYeEun, Sunmi, WooHyeRim, Sohee, LeeKiSeop, KimEli, YeoHoonMin
Tuh, Jungkook sih suka sekali dipanggil manis seperti ini sama yeoja cantik macam Ga In. Mana rasanya setiap melihat foto Ga In sedang tersebum itu menyejukkan hati Jungkook, hah...
Belum lagi teman - teman yang di tag memberikan komentarnya positif semua.
KimYubin : Manis sekali, kenapa dia mau sama Changmin?
WooHyeRim : Aigo... Aku ingin mencubit pipinya, menggemaskan!
Sunmi : Manis, pantas Changmin menyukainya
ParkYeEun : Astaga... Aku suka gayanya, swag!
Sohee : Astaga... Aku suka gayanya, swag! (2)
YeoHooMin : Astaga... Aku suka gayanya, swag! (3)
LeeKiSeop : Astaga... Aku suka gayanya, swag! (4)
KimEli : Astaga... Aku suka gayanya, swag! (5)
Ugh...
Siapa sih yang tidak suka dengan gaya swag-nya? Sepertinya Jungkook harus banyak - banyak mengucapkan terima kasih pada Yoongi yang sudah mengajarinya fashion terkini.
Jungkook jadi berandai - andai kalau Changmin memiliki aku media sosial pasti dia makin bisa membuat iri para followers-nya. Hahahahahaha, otakmu Kuk!
" Kenapa kau tertawa sendirian? Sudah gila?"
Jungkook mendongakkan kepalanya, dia melihat sang hyung berjalan menghampirinya bersama sang kekasih membawa sebuah paper bag.
Tapi fokus Jungkook beralih dari paper bag itu menuju pakaian kaos putih lengan panjang kesayangannya yang diberikan Changmin saat masih di Inggris, seketika matanya membulat.
" Ya! Kau apakan kaos kesayanganku?!" Jungkook bangkit dari duduknya dan bertolak pinggang
" Apa?"
" Ke-kenapa kau mengguntingnya di dua sisi bahumu eoh?!"
" Oh! Hehehehe"
Taehyung menunjukkan cengirannya sementara Hoseok yang tahu akan terjadi perang dunia keempat, duduk santai di gazebo sembari memandangi kedua kakak beradik itu.
" Aku membuatnya lebih fashionable bukan?" Tanya Taehyung dengan nada gembira
" Kau gila? Itu hadiah dari Changmin hyung! Dan harganya sangat mahal!"
" Apa sih, cuma kaos polos doang!"
" Apa?! Yak! Alien gila! Kenapa kau merusak pakaianku eoh?! Kau menyebalkan!"
" Mwo?! Kau berani mengataiku dasar kelinci kurang belaian!"
" Apa? Kau tuh alien kelebihan hormon!"
" Kelebihan yang penting bisa disalurkan! Memang kau?! Tidak pernah disalurkan dan dipuaskan!"
" Kata siapa?!"
" Mwo? Ka-kau... Ch-changmin hyung..."
Blush
Aigo... Kenapa Jungkook jadi kelepasan!
" Ja-jangan mengalihkan pembicaraan dasar kau alien!" Pekik Jungkook
" Mwo?!"
Hoseok menghela nafasnya, mana berani dia memisahkan singa berwujud alien dan serigala berwujud kelinci yang sedang bertengkar? Dia masih sayang nyawa tahu. Terakhir kali jadi penengah, Hoseok mendapatkan banyak luka cakaran, lebam dan jatuh ke dalam kolam renang!
.
.
.
.
.
.
.
.
" Eomma, kami ke rumah Jungkook ya!" Pamit Changmin saat mereka sudah membereskan semua belanjaan sang eomma
" Ne, sampaikan salam pada Kookie, katakan juga kalau orangtuanya belum pulang juga saat makan malam, ajak mereka makan disini ya"
" Oke, kajja Binnie"
" Ne"
Usai mengecup pipi sang eomma kedua namja bernama Changmin dan Moonbin itu berjalan ke rumah sebelahnya.
Ceklek
Changmin membuka pintu utama yang tidak dikunci itu, keduanya berjalan ke arah taman belakang karena mendengar keributan disana. Dan benar saja, Taehyung berteriak sembari menunjuk wajah Jungkook begitu pun sebaliknya.
Moonbin yang sudah bisa melihat pemandangan itu menarik hyungnya yang bingung ke tempat Hoseok duduk.
" Kenapa mereka bertengkar?" Tanya Moonbin
" Taehyung menggunting kaos kesayangan Jungkook"
" Eoh? Pantas" Moonbin mengangguk - angukkan kepalanya
Changmin bergedik juga meliat kakak adik itu melontarkan pekikan dan teriakan, mulutnya hendak mengeluarkan suara namun Hoseok menahannya
" Biarkan dulu hyung, jangan ganggu. Kau bisa dihajar keduanya kalau kau mengganggu mereka"
" Aigo..."
" Mereka biasa seperti ini kan... Tunggu saja sebenar lagi sampai mereka kelelahan" Ucap Moonbin
" Hah... Oh ya Hoseok ah, boleh aku bertanya sesuatu?" Tanya Changmin
" Ya?"
" Hum..." Changmin melirik sang adik, sebenarnya dia ingin bicara berdua saja dengan Hoseok
" Cerita saja hyung"
" Ehem, oke... Jadi..."
Changmin menceritakan malam 'panas'nya bersama Jungkook di chap sebelumnya dan Hosoek serta Moonbin hanya diam memandangnya tidak percaya. Changmin bahkan menceritakannya dengan sangat detail.
" Astaga hyung kau benar - benar..." Hoseok menggelengkan kepalanya
" lalu aku harus bagaimana? Aku ingin mendengar suara Jungkook seperti kemarin"
" Aigo... Kacau... Otakmu benar - benar kacau! Aigoo..."
" Kirimkan saja video yang hyung simpan pada Changmin hyung" Ucap Moonbin, membuat Hoseok kaget
" Kau tahu darimana?" Tanya Hoseok
" Aku menontonnya saat meminta notebook-mu hyung" Jawab Moonbin dengan santai
" Video apa?" Changmin mengerutkan keningnya
" Aku rasa bukan ide yang baik" Gumam Hoseok
" Kurasa sudah waktunya otak Changmin hyung dicemari" Ucap Moonbin
" Apa sih?" Changmin makin tidak mengerti pembicaraan Hoseok dan Moonbin
" Ya sudah hyung, nanti aku kirimkan video dan kau harus menontonnya ya hyung"
" Video apa?"
" Nanti hyung tonton saja kalau sudah terima"
" Oh? Oke"
" Omo!"
Moonbin memekik kencang, jari telunjuknya menunjuk ke ke depan dan membuat Hoseok dan Changmin mengikuti arah yang ditunjuk Moonbin.
" F**K Tae!"
" Mwo?! Beach!"
" Pabbo! Yang benar itu B***h!"
" Y-ya! Kookie, Taetae apa yang kau lakukan!"
Hoseok dan Changmin segera berlari menuju kekasih mereka yang kini saling menjambak! Changmin memeluk Jungkook dari belakang dan menjauhkan Jungkook dari Taehyung begitupun Hoseok.
" Ya! Brengsek! F**k! B***h" Jungkook memberontak dalam pelukan Changmin tanpa sadar apa yang sudah diteriakkannya akan memancing amarah sang kekasih
" KIM JUNGKOOK! SIAPA YANG MENGAJARIMU KATA - KATA SEPERTI ITU?!"
Degh!
Jungkook berhenti berontak dan menahan nafasnya sekarang. Dia tidak berani bergerak sedikit pun.
'Mati aku! Ottokeh?! Ini gara - gara Tae sialan!' Batin Jungkook
" Aku tanya ulang! Siapa yang mengajarimu berkata kasar seperti itu?" Tanya Changmin dengan nada datar
" Tapi dia yang mulai! Lihat! Itu kaos yang hyung belikan untukku dan harganya sangat mahal!" Pekik Jungkook masih dengan menatap sebal hyungnya
" Apa hal itu lantas membuatmu bisa leluasa berkata kasar? Dan dia hyungmu!"
" Ta-tapi"
" Minta maaf"
" Mwo?"
" Minta maaf, lagipula kaos itu bisa aku belikan lagi untukmu Jungkook ah"
Jungkook membulatkan matanya, hyungnya yang salah kenapa harus dia yang meminta maaf? Dengan kasar dia menyentakkan tangan Changmin yang melingkar pada punggungnya dan menatap tajam sang kekasih.
" Kenapa harus aku yang meminta maaf padahal dia yang salah? Dia merusakkan kaos kesayanganku yang dibelikan olehmu, dia menggunting kaosku dengan alasan model terbaru?!"
Semua diam menatap Jungkook begitu juga Taehyung yang menatap adiknya dengan sendu sekarang.
" Memangnya kalau aku menggunting kaos pemberian Hoseok hyung kau akan seperti apa padaku?!" Pekik Jungkook pada Taehyung
"..."
" Kau sama menyebalkannya!"
Bughh!
" Aaaakkkhhh!"
Changmin memekik kesakitan setelah Jungkook menendang tulang keringnya dan berlari begitu saja. Moonbin yang melihat Jungkook pergi setelah menatap tajam sang hyung.
" Tidak apa - apa hyung?" Tanya Hoseok khawatir
" Ya, Taehyung ah" Panggil Changmin
" N-ne hyung?"
" Nanti minta maaflah pada Jungkook"
" Hum" Taehyung hanya menganggukkan kepalanya
" Aku akan menyusul Jungkook dulu"
Changmin kemudian berjalan ke dalam rumah meninggalkan Taehyung yang mengerucutkan bibirnya imut.
" Kau juga sih" Ucap Hoseok
" Hyyyuuuuunnngggg~" Taehyung berjalan mendekati Hoseok dan memeluk namja itu erat
" Aish"
Sementara itu Changmin beranjak menuju kamar Jungkook, kebiasaan Jungkook saat marah atau merajuk adalah kamarnya. Namun belum sempat membuka pintu kamar sang kekasih, Changmin mendengar suara Jungkook dan Moonbin.
" Apa hyungmu tidak punya hati?"
" Kookie ah..."
" Semua benda yang dia berikan padaku adalah harta untukku. Apa lagi dia memberikan kaos itu setelah aku mendapatkan nilai sembilan puluh lima dipelajaran matematika! Dia tidak tahu bagaimana aku mati - matian belajar agar dia bisa memujiku?! Kaos itu adalah benda berharga bagiku"
" Shhhh... Sudah Kookie ah"
" Kenapa sih kepekaannya belum juga hilang?"
Changmin terdiam, apa dia masih tidak peka seperti dulu? Kenapa Jungkook masih merasa seperti itu? Kenapa dia bisa menyakiti perasaan Jungkook kesayangannya itu? Changmin menghela nafasnya dan membuka perlahan pintu kamar kekasihnya.
Namun pemandangan di depannya membuat Changmin terpaku, di depan sana... Jungkook tengah memeluk Moonbin dengan erat. Tidak... Jungkook tidak boleh memeluk seerat itu selain dirinya.
" Ehem"
Moonbin menatap gugup pada hyungnya, sedangkan Jungkook masih tidak peduli dan memeluk erat sahabatnya itu. Changmin berjalan masuk ke dalam kamar Jungkook dan menatap Moonbin.
" Kookie ah lepas" Ucap Moonbin
" Ani"
" Changmin hyung ada disini"
" Biar saja"
" Aish! Jangan biarkan aku dalam masalah Kookie ah"
" Ani"
" Lepaskan pelukanmu itu Kim Jungkook" Ucap Changmin datar
" Ani"
" Aish! Kenapa kalian kekanakan sekali eoh? Lepas! Aku mau keluar saja"
Moonbin yang kesal melepas paksa tangan Jungkook yang melingkar erat pada pinggangnya dan pergi meninggalkan Changmin dan Jungkook.
Jungkook yang ditinggal Moonbin masih mempertahankan tubuhnya, membelakangi Changmin dan menyedekapkan tangannya di dadanya. Sampai beberapa saat kemudian dia tersentak kaget saat sepasang tangan memeluk pinggangnya dengan erat.
Changmin tadi berjalan maju dan memeluk kekasihnya yang tengah merajuk itu. Dia mengecup pundak Jungkook dan menghirup wangi sang kekasih.
" Hey, maafkan aku. Apa aku terlalu kasar tadi hum?" Tanya Changmin dengan lembut
"..."
" Mianhae? Aku tahu kau marah tapi tidak harus mengeluarkan kata - kata kasar bukan? Apa lagi itu pada hyungmu"
" Aku kesal"
" Aku tahu..."
Cup
Changmin mengecup leher Jungkook dan tidak memindahkan wajahnya dari sana.
" Hyung, hentikan" Gumam Jungkook saat Changmin tidak berhenti mengecup terus menerus lehernya
" Maafkan aku, ya? Maafkan aku dan segala ketidakpekaanku, oke?"
"..."
" A-aku akan berusaha lebih baik lagi dibanding tiga tahun ini. Aku janji, jangan marah padaku Kukuk ah"
Jungkook tersenyum tipis, dia kemudian membalikkan tubuhnya dan mencubit pelan pipi Changmin.
" Kenapa jadi kau yang meminta maaf eoh? Sudah hyung tidak apa - apa. Aku juga minta maaf karena kau jadi mendengar umpatanku tadi"
" Jadi... Baikan?"
" Hum"
Jungkook mengangguk dan memeluk erat pinggang Changmin. Menyandarkan kepalanya pada pundak Changmin dan bermanja pada sang kekasih, urusannya dengan sang hyung diurus nanti saja yang penting bermesraan dulu dengan Changmin hyungnya.
.
.
.
.
.
.
Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam saat ini, Changmin sedang membaca ulang tugas kuliahnya saat melihat pop up email masuk pada layar notebook-nya.
'From : Jung Hoseok
Hyung, aku kirimkan video yang aku janjikan. Tapi... Kau harus ingat, pakai earphone saat menonton video yang aku kirimkan ini. Aku, Taehyung dan Moonbin pikir kau harus mengakhiri masa polosmu. Oke? Ingat hyung! PAKAI EARPHONE! Dan selamat menikmati videonya ya hyung'
Changmin mengerutkan keningnya namun menikuti intruksi yang disuruh oleh Hoseok. Dia mengambil earphone-nya dan memasangnya pada lubang yang tersedia kemudian mengunduh lima video yang dilampirkan oleh Hoseok.
Klik
Klik
Klik
Klik
Changmin membuka salah satu video itu dan menatap layar notebook-nya tanpa berkedip.
" A-apa ini?"
Degh
" A-apa yang mereka lakukan?"
Degh
" Faster? Deeper? Ap-apa?"
Degh
" D-daddy?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" Hyungmu kenapa sih Binnie?"
Jungkook meminum asal jus alpukat di depannya. Dia sedang mengobrol dengan Moonbin dan Jimin di kantin sekolahnya.
" Kenapa?" Moonbin mengerutkan keningnya
" Sudah empat hari ini tingkahnya aneh"
" Aneh kenapa?"
" Pertama, dia sibuk sekali dengan tugasnya. Buatku itu masih wajar, jadi tidak apa - apa"
" Lalu?"
" Kedua, dia tidak memandang wajahku saat berbicara dan sekalinya memandangku wajahnya memerah"
" Masa sih?" Jimin menatap bingung juga ke arah Jungkook
" Iya lalu ketiga adalah yang paling aneh, kemarin sore saat aku baru selesai mandi dan kalian tahu kan aku bisa telanjang dulu"
Moonbin dan Jimin mengangguk, mereka memang tahu kebiasaan Jungkook usai mandi itu.
" Dia masuk dan langsung membelakangiku dan berkata akan menunggu di bawah saja kemudian pergi. Biasanya, dia bahkan tidak peduli aku berpakaian atau tidak. Bahkan dengan santainya dia masuk dan menganggapku seperti anak bayi, memakaikanku piyama dan menemaniku hingga tidur. Tapi dia tidak melakukannya"
" Hyungku seperti itu?" Moonbin makin bingung saja
" Iya"
" Apa kau berbuat salah pada Changmin hyung ,Kookie? Bisa saja kau melakukan kesalahan tanpa kau sadari" Tanya Jimin
" Bagaimana berbuat salah kalau empat hari ini kami tidak saling bertatap muka, baru kemarin kami bertemu dan dia bersikap seperti itu"
" Ada sesuatu yang aneh" Gumam Moonbin
" Iya. Hyungmu seakan menghindariku"
" Begini saja Kookie ah, nanti malam coba kau datangi Changmin hyung ke kamarnya dan ajak dia bicara baik - baik" Ucap Jimin
" Apa hari ini dia akan ada di rumah?" Tanya Jungkook
" Sepertinya ada"
" Oke!"
" Hmmm... Sepertinya aku harus pergi duluan, oke?" Ucap Moonbin terburu - buru
" Kenapa?"
" Moonbiiiinnniiieeeeee!"
" Aish!"
Jungkook dan Jimin terkekeh mendengar seseorang yang memanggil Moonbin dengan ceria, siapa lagi kalau bukan Eun Woo.
" Aku pergi dulu, jangan lupa minum obat pereda nyerimu Jimin ah, annyeong!" Ucap Moonbin kemudian mengacak rambut Jimin dan berlari pergi dari kantin
" Ya! Binniiieeee! Tunggu akuuuu~"
Jungkook tertawa kencang saat melihat Eun Woo tanpa henti berlari mengejar pujaan hatinya, Moonbin. Aigoo... Jungkook harap Moonbin bisa menerima kehadiran Eun Woo secepatnya.
" Aw..."
Jungkook menoleh ke arah Jimin yang sedang tidak nyaman dengan posisi duduknya. Jungkook tersenyum maklum saja.
" Sakit ya?" Tanya Jungkook
" Sedikit, tapi aku tidak apa - apa kok"
" Yoongi hyung kasar ya kalau melakukan itu?"
" Eoh? Tidak, hanya saja suka lupa waktu" Jawab Jimin dengan jujur kemudian mengerucutkan bibirnya
Sedikitnya Jungkook merasa iri pada Jimin yang mendapatkan semua perhatian dari kekasihnya, ingin rasanya dia bertukar tempat dengan Jimin tapi dia tidak suka dengan seme yang lebih pendek darinya. (awas Kuk, jangan cari gara - gara sama yungi).
Ini bukan pertama kalinya bagi Jimin melakukan hal 'itu' dengan Yoongi, memasuki usia mereka ke lima belas Yoongi mulai berani melakukan hal lebih dari sekedar meraba - raba. Mungkin juga karena sudah dewasa kebutuhan jasmaninya bertambah juga.
Tapi, Changmin dan Yoongi usianya sama hanya berbeda satu bulan saja. Tapi kenapa Changmin masih saja seperti itu? Aigoo...
" Kenapa melamun lagi Kookie ah?" Jimin menggoyangkan lengan Jungkook
" E-eh tidak"
" Masih iri denganku?"
Jungkook memang pernah mengatakan pada Jimin bahwa dia iri pada Jimin yang memiliki kekasih sangat peka seperti Yoongi.
" A-aniya"
" Aku bilang apa? Lebih baik kalian menjalani hubungan ini pelan - pelan saja Kookie ah. Jangan buru - buru, nikmati saja kepolosan Changmin hyung. Suatu saat, saat kalian merasa siap... Hal itu akan terjadi begitu saja"
" Tapi, kapan kau tahu kalau kau siap?"
" hatimu akan memberitahu"
Aigo...
Kemana perginya Jimin yang kekanakan itu? Kenapa ucapannya terdengar begitu dewasa ditelinga Jungkook?
" Aku akan mengingatnya" Ucap Jungkook diakhiri dengan sebuah senyuman
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jungkook sedang bersiap ke rumah Changmin saat seseorang membuka pintu kamarnya, sang hyung berdiri menggenggam sebuah paper bag.
Sudah empat hari ini Jungkook memang tidak mau bicara pada Taehyung. Menatap sang hyung dengan sebal dan berangkat diantar sang appa bukan ikut dengan mobil Taehyung ataupun naik bus bersama Changmin karena kekasihnya itu terlihat menghindarinya.
" Kookie" Panggil Taehyung, namja itu masuk ke dalam kamar sang adik
" Apa?"
" Aku..."
" Cepat aku mau ke rumah Changmin hyung"
" Aku minta maaf" Lirih Taehyung
" Hah?"
" Ini untukmu, maafkan aku ya" Taehyung mengulurkan tangannya yang menggenggam sebuah paper bag ke arah Jungkook
Jungkook diam memandang Taehyung yang sudah mengerucutkan bibirnya, dia bimbang antara mau mengambilnya atau membiarkannya saja. Tapi Taehyung yang melihat Jungkook diam saja menarik tangan kanan Jungkook dan memaksa memaksa itu menerima paper bagnya.
" Maaf, aku belikan yang sama dengan yang aku rusak" Ucap Taehyung
" Hum"
" Jangan marah padaku lagi Kookie, aku tidak suka. Tidak ada yang bisa aku ajak untuk menjahili Hoseok hyung lagi"
Jungkook akhirnya tersenyum tipis, Taehyung pun ikut tersenyum dan dia maju untuk memeluk Jungkook yang sekarang lebih tinggi darinya itu.
" Aku juga minta karena sudah mengucapkan kata - kata kasar padamu" Ucap Jungkook
" Hum. Kau mau kemana?" Tanya Taehyung dan dia melepaskan pelukan mereka
" Ke rumah Changmin hyung, sudah empat hari ini dia seperti menghindariku"
" Eh?"
" Dia tidak mau menatapku dan yah... Kelakuannya aneh"
" Apa mungkin..."
Suara Taehyung terdengar sangat kecil tapi Jungkook bisa mendengarnya, apa ada sangkut pautnya dengan hyungnya?
" Kenapa?"
" a-ah, tidak. Aku ke kamar ya, mau menelepon Hoseok hyung! Bye!"
Ceklek
Jungkook mengedipkan matanya berulang kali, kenapa hyungnya terlihat seperti menutupi sesuatu? Apa dia tahu alasan dibalik menjauhnya Changmin darinya?
Jungkook menatap paper bag yang diberikan Taehyung, dia tersenyum. Kaos putih lengan panjang dengan merk yang sama yang dirusaknya empat hari lalu. Jungkook kemudian menaruhnya di atas tempat tidur dan keluar kamarnya.
Saat sampai di kediaman keluarga Jung, Jungkook melihat kedua orangtua Changmin serta Moonbin berpakaian formal.
" Oh, Kookie ah" Mrs. Jung tersenyum
" Annyeong eomonin, aboji"
Jungkook memang memanggil kedua orangtua Changmin seperti itu, beda dengan Changmin yang masih memanggil ahjumma dan ahjusshi pada kedua orangtua Jungkook.
" Rapi sekali?"
" Ada pesta perusahaan. Aku ikut dengan orangtuaku" Jawab Moonbin
" Changmin hyung?"
" Tidak bisa ikut, dia sedang banyak tugas katanya. Dia baru saja pulang dan langsung ke kamar untuk mengerjakan tugasnya" Jawab Mrs. Jung
" Oh"
" Tolong temani dia ya" Ucap Mrs. Jung
" Ne eomonim"
" Aigo... Kajja berangkat. Yunie ah"
" Ne, Jungkook ah. Kami pergi ya"
" Ne aboji"
Mr. Jung mengulas senyum tampannya, Jungkook akui walaupun usia Mr. Jung sudah memasuki kepala empat dia masih saja tampan. Aigo...
Setelah mengantar kedua orangtua Changmin dan Moonbin sampai pintu depan, Jungkook masuk kedalam menuju kamar sang kekasih.
" Hyung?"
Jungkook membuka pintu kamar Changmin dan menengokkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Dia tidak mendapati kekasihnya itu. Tapi saat melangkah ke dalam dia bisa mendengar suara shower, tandanya Changmin sedang mandi.
Mata Jungkook beralih menatap sebuah notebook di atas tempat tidur Changmin dan beberapa lembar kertas juga buku disana. Jungkook naik ke atas tempat tidur Changmin dan melihat lembaran kertas tugas itu.
Jungkook menghela nafasnya, kekasihnya itu benar - benar luar biasa. Kalau dia menjadi Changmin mungkin dia sudah gila menangani semua tugas - tugas ini. Matanya kemudian beralih pada layar notebook sang kekasih, Jungkook tersenyum mendapati background layar itu.
Foto dirinya dan Changmin seminggu lalu saat mereka sedang berbaring bersama mengunakan piyama couple bercorak hello kitty pemberian Mrs. Jung. Piyama Changmin berwarna baby blue dan Jungkook memakai (dengan terpaksa) piyama berwarna baby pink.
Dalam foto itu Changmin tengah mencium pipinya dan tangannya melingkar pada pinggang Jungkook dengan erat. Aigo...
" Hum? Apa ini?" Jungkook melihat earphone terpasang pada lubang notebook " Tidak biasanya Changmin hyung mendengarkan musik pada notebook?"
Matanya menjelajahi layar utama notebook Changmin sampai menemukai sebuah folder yang menarik perhatiannya.
'Video dari Hoseok'
Begitu nama folder tersebut, terlalu menarik perhatian Jungkook karena Changmin tidak pernah seperti ini.
Klik
Klik
Klik
" Mwo?"
Klik
Satu klik terakhir itu membuat Jungkook membuka video yang ada di depannya. Matanya membulat kaget karena tahu apa yang ada sedang dia tonton.
Ceklek
Jungkook mengalihkan pandangannya perlahan dari notebook sang kekasih pada suara pintu yang terbuka barusan. Jungkook menenguk ludahnya susah payah, di depannya sang kekasih baru saja keluar dari kamar mandi hanya berbalutkan handuk dipinggang dan satu buah handuk lagi mengalung pada lehernya.
" K-kukuk"
" Ap-apa ini hyung?"
Jungkook memutar notebook itu hingga Changmin bisa melihat apa yang sedang ditayangkan pada layar notebook-nya.
" Omo!"
Tap
Tap
Tap
Brugh!
Changmin berlari kencang namun dia malah terpeleset dengan tangan menumpu pada pinggir tempat tidurnya. Dia berdecak kesal namun segera menutup video yang ditonton oleh Jungkook.
Jungkook sendiri sempat kaget karena Changmin jatuh tapi dia mempertahankan ekspresi wajah datarnya. Dia ingin tahu kenapa Changmin menonton video rating dewasa itu.
" Apa yang kau tonton itu hyung?" Tanya Jungkook
" Ak-aku, bukan Kuk..."
" Apa?"
" Aish"
Changmin mencoba berdiri dari jatuhnya namun naas handuk dipinggangnya merosot dan membuat Changmin memekik heboh sedangkan Jungkook makin terpaku dengan pemandangan di depannya.
Gulp...
" K-k-kukuk ah! Tutup matamu! Aish! Kenapa malah menatapku eoh?!" Pekik Changmin sibuk membenarkan handuknya
"..."
" Aish!"
Jungkook ingin tertawa sumpah! Tapi melihat kekasihnya panik dia jadi mengurungkan niatnya. Yang dia lakukan adalah menutup notebook Changmin dan mendekati Changmin yang masih membenarkan handuknya dengan gugup.
Srettt
Jungkook menarik erat handuk Changmin hingga terlilit rapi dipinggang sang kekasih. Kemudian dia tersenyum pada Changmin namun namja itu memalingkan pandangannya, wajah Changmin pun mulai memerah.
" Kenapa hyung?" Tanya Jungkook
" A-ani. Tutup matamu Kuk, hyung pakai piyama dulu"
" Biasanya juga kau cuek hyung"
" Ta-ta-tapi..."
" Aigo... Oke, cepat pakai piyamamu"
Jungkook akhirnya duduk kembali ke atas tempat tidur Changmin dan duduk bersandar disana. Sementara Changmin mengambil piyamanya dengan cepat dan berjalan menuju kamar mandi. Aigo...
Ceklek
Jungkook menyambut Changmin dengan senyuman manisnya saat melihat sang kekasih keluar dari kamar mandi, dia meminta Changmin untuk duduk disampingnya. Changmin menuruti saja apa lagi sang kekasih sudah membereskan semua kertas yang berserakan tadi dan memindahkan semuanya ke atas meja belajar Changmin.
" Jadi, boleh aku bertanya hyung?" Tanya Jungkook
" Apa?"
" Kenapa kau menghindariku empat hari ini?"
" Aku tidak mela-"
" Tidak usah berbohong, kau tahu aku tidak suka bukan?"
" Kukuk ah..."
" Apa?"
" Itu..."
" Kenapa juga kau menonton video itu hyung? Apa Hoseok hyung memaksamu untuk menonton video itu?"
" Tidak"
" Lalu?"
" Sebenarnya, lima hari lalu aku menceritakan apa yang aku lakukan denganmu malam itu pada Hoseok, Kukuk ah, aku bilang pada mereka bahwa aku ingin mendengar suaramu seperti malam itu lagi"
" Malam apa?" Jungkook mengerutkan keningnya
" Itu... Saat kau memintaku untuk memegangi milikmu"
" Hah?!" Mata Jungkook membola " Lalu?"
" Moonbin menyarankan pada Hoseok agar dia mengirimkan videonya padaku, sungguh aku tidak tahu tapi setelah ditonton... Aku malah..."
" Ya?"
" Setiap melihatmu aku malah membayangkan tubuhmu telanjang dan malamnya aku bermimpi melakukan hal yang sama seperti yang di video itu bersamamu, paginya aku cerita pada eomma dan dia malah tertawa,
Dia bilang kenapa aku telat sekali mengalami mimpi basah, memang mauku seperti itu? Aku bahkan tidak tahu apa itu mimpi basah sampai eomma menjelaskannya saat itu. Dia bahkan bertanya apa aku tidak pernah melakukan hal lebih sata bersamamu? Tentu saja aku jawab tidak. Aku tidak pernah memikirkan hal seperti itu karena aku ingin menjagamu, kau orang yang sangat berharga untukku"
" Hyung..."
Jungkook benar - benar tidak tahu jika Changmin berpikir seperti itu. Ugh... Kekasihnya benar - benar dewasa.
Cup
Jungkook mengecup pipi Changmin, Changmin menolehkan kepalanya menatap Jungkook dan mendapati sang kekasih tersenyum lembut padanya.
" Aku sangat menyayangimu hyung" Ucap Jungkook
" Aku malah mencintaimu"
" Aku juga"
Keduanya tersenyum bersama kemudian Changmin mengusap kepala Jungkook dengan pelan.
" Maaf ya" Lirih Changmin
" Kenapa hyung minta maaf eoh? Hyung tidak melakukan kesalahan"
" Hyung menghindarimu"
" Oh... Gwaenchana. Tapi hyung, aku penasaran"
" Ap-apa?" Kenapa perasaan Changmin tidak enak ya sedangkan Jungkook menyeringai
" Hyung menyimpan semua video itu? Hyung menonton semuanya?
" I-itu..."
Blush
" Hyung tadi bilang apa? Ingin mendengar suaraku lagi? Suara saat malam itu?"
" K-kukuk ah..."
" Ya?"
" Hyung belum hapus videonya karena hyung belum menonton semuanya. Hoseok bilang, aku harus menonton semua video itu"
" Aigo... Lalu..."
" Lalu... Ng... Soal suaramu malam itu membuat jantung hyung berdebar kencang Kukuk ah"
" Jadi selama ini aku tidak membuat jantung hyung berdebar?"
" Bukan... Debarannya beda Kukuk ah..." Changmin mengambil tangan Jungkook dan meletakkannya pada dada sebelah kiri Changmin " Berdebar kencangkan?"
Jungkook mengangguk.
" Malam itu debarannya melebihi ini, Hyung bahkan mengira hyung terkena penyakit jantung!"
" Mwo? Hahahahaha, hyung aneh - aneh saja"
" Maka dari itu..."
" Jadi hyung menjauhiku karena itu?"
" Ne, maaf ya"
" Aku jadi penasaran hyung"
" Soal apa?"
" Memang sekencang apa sih debarannya malam itu"
" I-itu..."
Sreet
Cup
Jungkook menarik dagu Changmin dan menempelkan bibirnya pada bibir kekasihnya. Mata Changmin membulat tapi kemudian dia membalas kuluman yang diberikan oleh Jungkook pada bibir bawahnya.
" Mhhmm..."
Jungkook menahan tengkuk Changmin agar tidak menjauh dan dia beranjak untuk duduk di atas pangkuan Changmin. Dengan sigap Changmin menarik pinggang Jungkook agar makin mendekat padanya.
Jungkook senang, akhirnya dia mendapatkan vitaminnya lagi setelah empat hari ini Changmin menghindarinya sehingga dia tidak mau semua ini berakhir begitu saja.
Dia meremas belakang kepala Changmin dengan sedikit sensual ajaran Taehyung dan tangannya yang satu lagi sudah ada di kancing piyama atas Changmin. Dia mengusap pelan tubuh bagian depan Changmin hingga namja itu melenguh dan mengeratkan pelukannya pada pinggang Jungkook dan mengelusnya perlahan.
Ugh...
Changmin merasakan sesuatu! Dia mendorong sedikit wajah Jungkook hingga ciuman mereka terpisah dan Jungkook mengerang kesal.
" Saranghae" Lirih Changmin tepat di depan bibir Jungkook
" Nado"
" Tapi Jungkook ah, tolong bangun..."
" Kenapa?"
" Aduh... Bagaimana ya... Itu hyung..."
" Itu apa?" Jungkook mengerutkan keningnya
Tanpa kata Changmin menundukan kepalanya diikuti oleh Jungkook. Jungkook mengedipkan mata berkali - kali sampai dia sadar sesuatu, celana Changmin menggembung.
" Hyung?"
" Maaf Kukuk ah... Aku masih terbayang mimpiku itu saat menciummu dan dia jadi bangun"
" Aigo..."
Jungkook mulai bisa merasakan bahwa bibit kemesuman keluarga Jung mulai tumbuh dalam diri Changmin. Bukannya takut, Jungkook merasa sedikit senang dengan hal ini.
Jadi, tanpa takut dia makin mendekat dan milik keduanya bergesekan dan Jungkook memeluk erat kekasihnya itu.
" Nghhh..." Changmin menggigit bibir bawahnya
" Hy-hyunngg..."
Changmin berani bersumpah suara Jungkook barusan membuat dia bergedik dan bagian bawahnya makin terasa keras dan menyakitkan. Apa lagi bibir Jungkook sekarang menempel pada cuping Changmin.
" K-kukuk ah..."
Changmin memanggil Jungkook dengan suara rendahnya dan dia mengeratkan pelukannya pada pinggang Jungkook. Menarik namja itu agar makin mendekat dan membuat milik mereka saling bergesekan kembali dan keduanya mendesah pelan.
" Kukuk ah..."
" Hum?"
" Lagi..."
Gulp
Benar kan? Bibit kemesuman itu mulai tumbuh, siap - siap saja kau Jungkook merasakan akibatnya. Hahahay...
" Apa hyung?" Tanya Jungkook berpura - pura tidak tahu
Sreeett
" A-ahh..."
Jungkook mencengkeram kedua pundak Changmin saat namja itu kembali menggesekkan miliknya. Changmin menatap wajah Jungkook yang tadi mengeluarkan suara desahan untuk pertama kalinya.
Terakhir kali dia mendengar suara Jungkook seperti itu posisinya Jungkook membelakangi Changmin bukan? Jadi dia tidak melihat bagaimana ekspresi sang kekasih dan Changmin merasa rugi karena baru melihat wajah kekasihnya seperti itu.
" Kukuk ah..."
" Ngghh... Ne?" Jungkook menatap sayu pada Changmin
" Boleh tidak?"
" ap-apa?"
Jantung Jungkook berdebar tidak karuan menunggu perkataan Changmin. Tapi Changmin tanpa kata memasukkan salah satu tangannya yang melingkar pada pinggang Jungkook dan meremas bokongnya.
" Hyungghhh..."
Jungkook menganggukkan kepalanya saja, membuat Changmin tersenyum lebar dan Changmin melanjutkan pekerjaan tangannya, dia kembali meremas bokong Jungkook dan bibirnya bersarang pada leher Jungkook.
" A-ahh... Hyungg..."
Tangan Jungkook tidak tinggal diam, dia meremas - remas helaian rambut Changmin dan menjambaknya dengan erat. Sedangkan tangan Changmin mulai maju untuk mengusap milik Jungkook yang sudah mengeras.
Jungkook jadi merasa deg - deg an dengan semua perlakuan Changmin yang jauh dari kata polos itu tapi dia membiarkan saja tangan Changmin mau berbuat apa. Dia jadi terngiang ucapan Changmin tentang detak jantungnya yang makin cepat saat melakukan hal malam itu, dia mencoba menyentuh dada Changmin dengan salah satu tangannya dan yah... Dia merasakannya, merasakan seberapa cepat detak jantung Changmin saat ini dan itu membuatnya gila!
" Hyuunngg... Aaaahhh..."
Bibir Changmin sedari tadi sibuk tidak tinggal diam, dia mulai mengecupi leher Jungkook. Hingga membuyarkan pemikirannya itu dan menikmati apa yang diberikan oleh Changmin.
" Hy-hyungg... Miniiee hyungg~~"
Tangan Jungkook ikut turun untuk mengelus dada Changmin dan perlahan turun menyentuh milik Changmin yang belum pernah dia sentuh, kalau lihat sih sudah sering.
" Tu-tunggu hyung"
" Hum?"
Jungkook berlutut dihadapan Changmin, membuat tangan Changmin keluar dari dalam celana piyamanya dan membuka celana piyamanya hingga terpampang miliknya yang mengacung keras itu. Jungkook menggigit bibir bawahnya dan Changmin yang melihatnya menengguk ludahnya susah payah.
Jungkook tidak langsung kembali duduk dipangkuan Changmin, dia perlahan menurunkan celana piyama Changmin sampai lutut barulah duduk dipangkuan sang kekasih.
" Nghh"
Changmin menggeram merasakan miliknya bergesekan langsung pada milik Jungkook tanpa tertutupi sehelai benang pun, begitu juga Jungkook yang mendongakkan kepalanya saat merasakan sensasi itu.
Pada akhirnya kedua namja itu saling memuaskan pasangannya, menggerakkan tangan mereka naik dan turun kadang mengelus ujung junior pasangan mereka, bahkan celana piyama mereka sudah hilang dibalik selimut.
Sampai akhirnya Jungkook menaruh kepalanya di pundak Changmin dan nafasnya mengenai leher Changmin, pandangannya memutih karena merasakan sesuatu hendak keluar dari tubuh bagian intinya.
Begitu juga Changmin yang masih sibuk mengecupi leher dan dada Jungkook, keduanya menggeram kencang saat sesuatu itu keluar.
" Ngghhh!"
Jungkook merasakan sesuatu mengenai dagunya, dia mencoba menyentuhnya. Sedikit lengket dan berwarna putih.
" Maaf"
Oh...
Cairan Changmin ternyata, Jungkook tersenyum dan mengangguk. Dia menoleh ke bawah, piyamanya terkena cairan miliknya juga milik Changmin.
" Sebentar"
Tanpa memindahkan tubuh Jungkook yang ada dipangkuannya, Changmin mengambil tisu kering dan basah yang dia sediakan di atas meja nakasnya. Membersihkan cairan mereka berdua dengan lembut terlebih saat membersihkan dagu Jungkook.
Setelahnya, Changmin menyatukan keningnya dan kening Jungkook dengan sesekali mengecupi bibir Jungkook yang gembul itu. Jungkook tersenyum dan mereka terkekeh bersama.
" Lelah~"
Cup
Changmin mengecup bibir Jungkook dan membawa kekasihnya itu untuk berbaring bersamanya. Menyelimuti tubuh mereka dan Changmin memeluk Jungkook erat.
" Saranghae"
Changmin berucap lirih kemudian mengecup puncak kepala Jungkook dengan lembut dan mengusapnya pelan. Jungkook makin menyamankan tubuhnya dalam dekapan sang kekasih dan metanya menutup, dia mengantuk.
'Bye - bye Innocent' Batin Jungkook nista sebelum dia benar - benar terlelap
Changmin pun sama, usai mengecupi puncak kepala Jungkook rasa kantuk itu menguasai tubuhnya dan dia pun tertidur. Mereka berdua tidur, berselimut, saling menghangatkan tapi mereka lupa sesuatu. Mereka belum memakai celana piyama dan membiarkan bagian bawah mereka polos. Aigo...
.
.
.
.
~ END ~
.
.
.
.
Annyeooonnnnggg~
#plaakkk
Mianhae, cho malah update yang ini dulu soal na yang With You masih cho ketik hehehehee...
.
Special Thanks :
.
Kacamataminus75 (iya, pasti lanjut kok), human (iya lah, kapan lagi Cho bisa nistain bebeb Mimin kyk gt, polos" gimana gitu...), nitaaals (ya?), Ega EXOkpopers (iya donk, posesif gemesin ih), haenim (wkwkwkwk, iya makasih ya! Minkook balik lagi kok, pasti), ai-chan (iya, cho update dua tempat kok), babyblue137 (yuk? Cho udh ngotorin, chap dpn jug wkwkwkwkw), Guest (udah mulai di chap ini kok, hwaiting!),
Park RinHyun-Uchiha (panas? Siram air es lah... bebeb Cho kan polos polos nge gemesin kyk Cho kkkkkk~), Guest (selalu...), alicekang (Jungkook mah mau na menang mulu kan kkkkkkk), GaemGyu92 (Tenang aja, temennya mesum semua kok. Pasti ilang tuh polosnya wkwkwkwkw), MyBooLoveBear (iya btob! Minhyuk na nyusul ya, masih proses dy kkkkk), PepsiFandom (eeeiii~ yang boleh ngajarin bebeb Mimin mesum cuma cho lho yaaaa)
.
Buat yang udah follow, fav dan para SiDer
Thanks #bow
.
Maap kalo ada yang namanya salah ketik atau malah ga ke tulis.
Terus, semoga chap ini ga mengecewakan ya?
.
Hmmmmm...
Gila, wings tour kemaren daebakk! Jaemma konser disini juga ga ya? Pengen...
Trus... yang minta polos na bebeb mimin dimusnahkan... Udah cho lakuin tapi dikit - dikit aja ya! Hahahahahay
.
Masih ada yang mau couple ini lagi?
Chuuuu~~
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" Kenapa belum menjawab pertanyaan eomma eoh?"
" Apa sih eomma?"
" Kenapa kau ketus sekali pada namja manis bernama Eun Woo itu?"
" Ha? Manis? Darimana?"
" Aigo... kenapa kau bersikap tidak baik seperti itu pada Eun Woo"
" Eomma~ Dia itu namja menyebalkan tahu!"
" Ck!"
Keluarga Jung itu keluar dari mobil mereka dan berjalan memasuki rumah mereka sembari menanyakan sikap anak bungsu mereka yang kasar pada namja semanis Eun Woo.
Di pesta tadi mereka memang bertemu dengan keluarga Cha yang memang diundang dalam pesta itu. Eun Woo tentu saja senang sedangkan Moonbin langsung saja menjaga jarak dan bersikap kasar pada Eun Woo hingga membuat kedua orangtuanya bingung.
" Hyungmu sudah tidur ya?" Mrs. Jung mengerutkan keningnya
" Entahlah, eomma tengok saja ke dalam kamarnya"
Mereka bertiga berjalan ke arah kamar Changmin yang ada di lantai dua rumah mereka dan mengetuk pintu kamar sang anak namun tidak ada jawaban.
" Sepertinya sudah tidur" Gumam Mrs. Jung
Kemudian dengan gerakan pelan dia membuka pintu kamar anaknya yang ternyata tidak dikunci. Kedua orangtua Moonbin sedikit kaget saat melihat Changmin tidur memeluk seseorang, namun saat tahu siapa yang dipeluk mereka malah terkekeh.
" Mereka menggemaskan sekali sih, coba kau mau dengan Eun Woo. Pasti tidak kalah dengan mereka berdua" Goda Mrs. Jung
" Tidak akan!"
" Awas kena karma kau nak" Mr. Jung berucap
" Eomma mau mencium mereka dulu"
Sreetttt
Mr. Jung menarik sang istri yang hendak masuk dan menggelengkan kepalanya.
" Wae?" Mrs. Jung mengerutkan keningnya
" Jangan ganggu mereka, mereka sudah terlelap. Besok saja ya?"
" Ugh..."
" Kajja"
Moonbin terdiam memperhatikan tempat tidur sang hyung namun kemudian dia melihat sesuatu... Celana piyama bagian atas sang hyung sedikit keluar dari selimut. Moonbin refleks menoleh dan menatap kedua orangtuanya dan dia mendapatkan sebuah senyuman dan kedipan mata sebelah kanan sang appa yang sedang merangkul sang eomma namun kepalanya sedikit menoleh ke arah moonbin.
Tidak itu bukan sebuah senyuman yang diberikan appanya untuk Moonbin tapi sebuah seringaian. Dan Moonbin langsung mengerti kalau appanya pun tahu apa yang terlihat di atas tempat tidur Changmin.
'Kau berhutang banyak penjelasan padaku Kim Jungkook' Batin Moonbin seraya menutup pintu kamar Changmin
.
.
.
.
.
Selasa, 2 Mei 2017
