"Tsurumaru!"
Suara ala Mutsunokami terdengar menyeru, memanggil sosok putih albino di depannya
"Apa maumu? "
"Itukah caramu menyambutku?"
"Baiklah baiklah.. "
Tangan dikeluarkan dari dalam saku, tadi Ichigo, sekarang Mutsunokami setelah ini siapa lagi?
"Kau berubah, ne?"
Tsurumaru hanya menyeringai kecil, memainkan sebuah kunci di tangannya
"kenapa kau mempertanyakan itu seribu kali? "
"Apa kau.. Ada hubungannya dengan kebakaran sekolah waktu itu? "
"Menurutmu?"
"JANGAN MEMBUATKU BINGUNG TSURUMARU! "
Amarah memuncak, ubun ubungnya kian panas
"Kau itu tidak tau apa apa Mutsunokami.. Kau hanya-"
Amber tidak lagi jenaka
Amber.. Tidak lagi hangat
Amber.. Sangat dingin
"Tikus kecil yang tersesat"
Geraman kecil dari sang partner sudah cukup membuat titisan dewa bangau itu mengerti, menoleh ke sembarang arah dan mulai menjauh
"Sebenarnya kau ini... Orang baik.. Atau .. "
Kaki jenjang berhenti
"Lantas bagaimana denganmu? Apakah kau orang baik atau buruk? Mutsunokami"
Sang empu hanya diam
"Aku mencoba menahan rahasia ini dalam diriku. Batinku seperti penyakit mematikan"
Untaian hoodie panjang berkibar tertiup sang angin musim panas
"Apa kau percaya?"
Tsurumaru memelankan suara, membuat Mutsunokami menajamkan telinga
"-bahwa orang jahat bisa merasakan niat jahat orang lain? "
*PSWM
"Ne Yasusada.. "
Kashuu merapikan syalnya. Kelereng rubby hanya memandang lesu pepohonan
"Kau tau? Seseorang bisa terlahir kembali"
"Jangan meracau kiyomitsu, jika demikian, bagaimana dengan okita-kun?"
Iris senada helai menginterogasi kelereng rubby, yah Yasusada sangat menggemari Okita Souji
"Bodoh" Gumamnya
"Rupanya kau tidak tahu menahu tentang hal ini.. "
Rajutan kecil terhenti, Yasusada mengerjap beberapa kali. Bingung akan situasi, tidak biasanya kashuu bersikap seperti ini
"Kiyomitsu... Sehat?"
"Kau pikir aku sakit?"
Gelas berisi anggur diteguk sebagian, wajah kusut perlahan mulai tertarik
'Hal menarik.. Akan terjadi'
"Ne... "
"-Apa kau mengenal oodenta? "
Surai biru mengadah, otaknya berjalan seiring waktu berlalu
"Orang dermawan itu? Kudengar dia banyak menyumbangkan hartanya ke panti asuhan. Dia orang baik"
Tawa renyah keluar dengan spontan, bulir bening mulai terkumpul
Kashuu menertawakan ekspektasi Yasusada
"Kau terlalu polos Yasusada.. Tolong Jangan menilai sarden dari kalengnya"
"-ekspektasimu jauh dari realita"
Tring!
Bunyi notifikasi kecil keluar dari saku pemuda manis itu, dari segelas anggur pandangannya beralih. Alfabet tertata rapi bertuliskan Shishio
"Ya cilok? "
"Hei..Kashuur.. Orang itu datang"
Sebuah senyuman tertarik keatas, decakan sebal dengan raut tak suka mulai ditampakkan
"Ne Yasusada.. Saat nya pergi"
"Kau mau kemana? "
"Bukan aku.. Tapi kita"
"Haa?"
Ini sudah hembusan nafas ke 30 yang dikeluarkan Yasusada hari ini. Salahnya apa coba? Diseret pujaan hati dengan cara tidak elite seperti sekarang
Kashuu masih cerah.. Diikuti Yasusada dibelakang dengan aura Muram
Seperti majikan dan budak
"Kiyomitsu! Kita mau kemana? "
"Jalan jalan"
"Tapi kemana?"
"Berhenti mengeluh"
"Aku bertanya!"
"Diamlah"
Si biru mencibir
"-Atau malam nanti aku yang jadi seme"
Oh oke.. Yasusada menyerah.. Harga diri dipertaruhkan disini
*PSWM
"Yamanbagiri.. Aku.. Akan pergi dari negara ini"
Dia pergi..
Mikazuki Munechika, lari dari kenyataan
"Apa yang akan kau lakukan?"
Insan rapuh mengadah, mencari jawaban atas pertanyaan singkat dari partnernya. Menggelengkan kepala, tak menemukan solusi
"Pergi."
Kelereng peridot membesar tatkala suara dingin yang terdengar. Kelereng lawan memicing mengupas dan menusuk peridot
"Kau tidak mau kehilangannya, kan?"
Saat itu juga, sosok lain menghasutnya
Ah, ia mirip sekali dengan Yamanbagiri
"Kau Yamanbagiri Kunihiro. Ini adalah lah masa mu .. "
Tudung putih lusuh berkibar, jejak jejak darah kering terus menempel di tubuhnya
"Aku Yamanbagiri Kunihiro yang lain.. Disanalah masa ku"
Peridot itu identik dengannya
"Aku hanyalah sebuah refleksi""-Karena itulah.. Kau harus melakukannya"
TOK TOK TOK
Suara ketukan pintu membuat insan itu terjaga, kakinya dengan cepat datang menuju arah suara
"Sebentar.. "
Pintu kayu dibuka perlahan, sosok tegap dengan wajah datar menyambutnya
''Yamanbagiri Kunihiro, bukan?"
"-aku Oodenta.. Oodenta mitsuyou"
Kepala pirang itu memiring. Ia tidak ingat mengenal seseorang dengan nama seperti itu
dan terlebih, tampang menakutkan seperti itu
"Silahkan masuk"
Tapi ia adalah Kunihiro, jangan cemari nama keluarga ini... Sopan lah
"Tidak perlu... Aku hanya ingin mengatakan satu hal"
Yamanbagiri mengutuk, kemana perginya Horikawa saat seorang pria yang mengklaim dirinya Oodenta datang di tengah rasa duka ini?
"Apa kau bahagia sekarang? "
"Maaf? "
"Aku tidak akan mengulangi nya"
Tatapan tajam itu menguliti sang pirang, menusuk sampai ke tulang
"Kurasa.. Tidak.. "
Tangan kasar nan dingin menyentuh wajahnya, membawa dalam alunan kesedihan
"Kalau begitu.. "
Wajah hanya berjarak beberapa senti. Tak lagi dipungkiri bahwa nafas itu terlalu dingin untuk seorang manusia
"Ikutlah denganku... Akan kutunjukkan padamu"
"-neraka yang menyenangkan"
Peridot berganti rubby..
*PSWM
"Oii Yamanbagiri... "
Suara cempreng menggelegar didepan kediaman Kunihiro. Pintu terbuka namun tak ada satupun orang disana
"Lebih baik kita pulang.. Kiyomitsu, kita sepertinya mengganggu"
"Kau pikir dengan rumah terbuka lebar seperti itu, tidak ada sesuatu yang terjadi? "
Yasusada menghela nafas
"Mungkin Yamanbagiri lupa mengunci pintu, atau horikawa pergi mojok bersama Izuminokami tanpa pamit? "
"Aku lebih percaya kemungkinan nomor 2, Yamanbagiri lupa mengunci pintu? Itu kiamat namanya"
Senja kala itu semakin semeraut. Hening tanpa bunyi
"Rumah ini mulai angker"
"Yamabushi tidak menghantui"
Kelopak dengan iris rubby menerawang ke berbagai arah, mencoba mendapatkan sesuatu yang diinginkannya
"Oodenta, ya? Sepertinya dia masih..."
"YOOO!!! "
Duo KashuuYasu itu kini bersumpah akan membakar siapa saja yang memecahkan gendang telinganya seperti ini
"Odoroitaka?"
"Tsurumaru! "
Untung saja Yasusada bisa mengontrol dan meredam Kiyomitsu.. Jika tidak, hanya Tuhan yang tau kejadian selanjutnya
"Apa yang kalian lakukan? "
"Apa yang kau lakukan, Tsurumaru?"
"Kenapa kau balas bertanya?"
"Karena kau orang terbr*ngsek di dunia"
Pecinta bangau itu tertawa renyah, ia mengusap bulir bening yang terkumpul di sudut matanya. Ya, iya terbahak
"Baru saja bermain sedikit dengan Ichigo-sensei dan Mutsunokami. "
Rubby memicing
"Kami hanya ingin memastikan sesuatu"
"Ah, kebetulan... "
Senja tenggelam
"Aku juga ingin 'memastikan' sesuatu disini"
Iblis dalam sebuah raga..
