seCreT : Ternyata onde rasanya kayak gini… *kunyah*

Rukia : Onde? Apaan tuh? *maklum, dari Soul Society, gak pernah makan onde*

seCreT : Onde itu… *search di Wakapedia*

Ichigo : Onde yang rasanya mirip kayak mochi itu kan?

seCreT : MIRIP, tapi gak sama. *ngangguk*

Rukia : Hooh, bentuknya gimana?

Ichigo : Bulet-bulet kenyal gitu…

seCreT : I-Ichigo… Ternyata kamu orangnya seperti itu! *lari Bollywood sambil bercucuran air mata*

Ichigo : He-hey! Maksud low apa?

Rukia : *sigh*

Author's Note di atas didasarkan pada Hari Ibu yang diselenggarakan kemaren. Happy Mother's Day 2010! Dan karena fic ini diapdet 1 hari setelah hari Natal, jadinya Merry X'Mas bagi yang merayakan!

Review Responses (A / N : Thank you buat semua kritik yang seCreT terima. seCreT sadar kalo Disaster 24 kurang humor, agak datar gitu. seCreT akan berusaha menambah kadar ke'humor'an seCreT dengan cara hiatus dan mencari bahan humor! *digebuked*)

meshi-chan: meshi-chan dah selesai UAS? Tumpengan! *nyamber tumpeng di rumah meshi*. Yahhh, harap dimaklumi yah? Karakter-karakter Bleach emang rada katro sama bola bowling. Jadi gak heran ada yang mesti pake Hollowfikasi segala *menatap ke arah Ichigo*. Oh ya, Author gak liat Ikkaku di AFF =o='.

Kokoro Yumeko: Garing yah? Author juga dah berasa kayak gitu pas ngetik di tengah-tengah. Maklum, kalo update kilat pikirannya juga kilat *apa hubungannya?*. Cappie depan ditambahin? Author usahain deh~ *soalnya hari Natal itu hari raya Author, jadi mungkin Author agak sibuk *.

Kurosaki Mitsuki: Agak pendek yah? *membaca ulang Disaster sebelumnya dan sadar bahwa hanya kolom review dan Author's Notenya saja yang panjang*. Sayangnya tebakan Mitsu salah! *rusuh*. Skornya 1-0 buat Indo. seCreT juga gak nonton AFF kok :D *terus ngapain nanya-nanya skor?*.

mii miss typo: Ah, mii-sama, kayaknya mii-sama lupa tentang satu hal deh. Ichigo emang dah jadi taichou kok *mii: WHAT?*. Author emang jarang ceritain tentang Ichigo yang jadi taichou, yah, jadinya gitu deh. Ichigo itu gantiin Gin jadi taichou :D. Btw, tebakan mii-aama benar! 1-0! Beta itu adalah orang yang mengoreksi fic kita, jadi gak ada typo .

Astrella Kurosaki : As-sama, mending jangan ajarin Ichigo main bowling deh. Soalnya, *menatap ke arah instruktur Ichigo yang ngajarin Ichigo main bowling* Ichigo terlahir dengan bakat berantem, bukan dengan bakat bowling! Btw, Han**asanya!

Kyu9: Eits, jangan salah! Kepala Ikkaku bisa jadi penerang satu kota lho! *hiperbola sekali*. Lagian kepalanya kan kinclong bersih gitu (baca: botak plontos). *dicincang Ikkaku*. Enjoy~

RoyIshida: Gimana download-annya? *entah mengapa malah nanya download-an*. Oh ya, letnanmu baru selesai UAS, berarti komandannya juga dong? TUMPENGAN! *rusuh*. *smile innocently melihat Roy yang sedang cuci baju*.

Tamano Haijin: Welcome to my fic, new reviewer! Makasih dah bela-belain baca Yachiru's Rule dari Disaster 1 (dalam waktu 2 hari :D). Ikkaku, secara dia manusia botak *dilempar bola bowling*, yah jadinya kepala dia gak beda-beda jauh sama para bola bowling yang ada disana. Dia sadar kok. Makanya dia gak main, wkwkwk :p. Enjoy~

2Phoenix7: Hey kamu yang menyamar jadi angka di profile Facebukku! Thanks buat reviewnya! (ngebela-belain review gara-gara diteror sama Author gaje ini, haha). Oke, Author juga setuju sama demo Pho-sama, FIC INI KURANG HUMOR! God! Author butuh sumber inspirasi! *malah curhat*. Oke, updated!

imortal-neko: Met datang lagi readers baru! Fic ini emang Author gak masukin Espada gara-gara waktu Author ngarang cerita ini, Author hanya mengenal Ichigo dkk (maklum, cuma nonton Bleach sampe season 1 ajah dah berani bikin fic disini :p). Jadi, gak ada Espada soalnya Author takut mereka menjadi OOC. Lagian, nama mereka pada susah dihafal *plak*. Enjoy~

Nana Kurosaki: Nih review masuknya mepet banget, yaitu pas Author update! Haha, pas banget yah! Btw, Welcome to Yachiru's Rule! Btw, tebakan skormu benar lho! *memberikan piring cantik sebagai hadiah, dideathglare pereview lain*. Yah, dimaklumi sajalah. Dunia Shinigami dan manusia kan rada beda gitu. Jadi, kalau kita main bowlingnya dengan cara dilempar, mereka dengan cara dibankai (lho?). Oke, deh, enjoy~!

Disclaimer: Duh, Tite Kubo-san, nyerah ajah deh. Bleach emang punya saya kok, anda saja yang ngotot bilang kalau itu punya anda *ditendang*.

-Disaster 25 : The Beginning of an End-

Normal POV

"… -dan pada akhirnya, hanya akan satu orang yang dapat berdiri di langit, yaitu AKU! AKU akan melampaui Tuhan!"

"ARRRRRRRGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!"

Keringat dingin bercucuran dari badan Ichigo. Nafasnya memburu, seperti orang yang baru saja lari marathon tanpa berhenti. Ichigo berusaha mengatur nafasnya. Sekujur tubuhnya menjadi basah akibat keringat dingin yang terus mengucur di tubuhnya tanpa henti seperti keran di rumah Author yang lagi bocor. Tolong para Ichi FC jangan berpikir yang aneh-aneh dulu saat Author mengetik kalimat di atas.

Ichigo terus berkata dalam hatinya bahwa itu semua hanyalah mimpi. Hanyalah mimpi buruk. Ia ingat, kejadian itu terjadi pada saat Aizen hampir membunuh Rukia. Andai saja Byakuya tak datang tepat waktu, mungkin Rukia sudah tidak ada lagi disisinya sekarang.

Mimpi buruk yang terus berlanjut. Dari eksekusi Rukia sampai penculikan Orihime. Padahal, kalau saja waktu itu Rukia tidak bertugas di Karakura, mungkin saja takdir Ichigo takkan berubah, dia masih akan menjadi murid SMP yang selalu menjadi incaran preman-preman yang suka berkelahi, murid SMP yang memikirkan tentang ujian kelulusan, tentang hasil ulangannya yang jelek, tentang liburan musim panas, dsb. Tapi, ia tidak menyesali jalan yang ia pilih. Karena dengan jalan itulah, ia berhasil menyelamatkan ayah dan adik-adiknya dari cengkraman maut.

Ya, dia tidak akan menyesalinya.

Mengapa ia tidak memikirkan hal ini sebelumnya? Kalau begini kan ia tidak perlu bertanya yang aneh-aneh pada Kira.

Ichigo tersenyum, senyum yang lemah, namun tegar. Itulah resolusinya.

Setidaknya, salah satu perkara pikirannya sudah terselesaikan.

…btw, emangnya Ichigo punya perkara apa? Ah sudahlah, tak usah dipikirkan. Yang penting masalahnya sudah beres kan?

Ichigo, yang sekarang basah kuyub, memutuskan untuk ganti baju (demi keamanan, adegan ini diskip *dipelototin readers*) dan berjalan-jalan di sekitar Seireitei untuk menenangkan hatinya. Mungkin saja ia sudah membuat resolusi, tapi efek setelah mimpi buruknya masih ada. Apalagi yang nongol di mimpinya itu si Aizen terus. Sampe betepun, mimpinya tetep nampilin mukanya si Aizen yang ketawa ria mulu.

Bulan bersinar dengan anggun malam itu. Ichigo menengadah ke atas langit dan melihat bulan memancarkan sinarnya dengan lembut, meneranginya. Ichigo pun berjalan sampai ia menemukan tempat yang pewe buat didudukin.

Baru saja ia memposisikan badannya untuk duduk, terdengar suara keributan dari arah utara, alun-alun Seireitei. Ichigo menggelengkan kepalanya, mengucapkan sumpah serapah dan bershunpou ke tempat kejadian perkara. Takutnya orang-orang dari divisinya gak kerja terus malah pesta doang.

Sesampainya disana, ia melihat ada banyak orang yang sudah berkumpul mengelilingi api unggun yang diletakkan di tengah alun-alun Seireitei. Yap, benar dugaanmu Ichigo. Banyak orang sdang berpesta disana, berbahagia, sedangkan low malah mimpi buruk, yang jelas mimpinya itu sangat nyebelin.

"…ini perasaan gw ajah atau nasib gw emang sial sampe ketemu low-low mulu?" Ichigo mulai mengutukki nasib sial yang ia milikki ketika melihat Renji yang sedang makan pisang bakar dengan lahap, Yachiru yang lagi membakar marshmallow, Byakuya yang lagi menghirup tehnya dan terutama Rukia (pastinya! :3) yang sedang bercanda dengan Momo sambil membakar jagung dan masih banyak Shinigami lainnya yang kalau disebut namanya malah nanti ngabisin halaman doang.

Yachiru yang pertama kali mengetahui kedatangan Ichigo.

"Ah Ichi!" katanya sambil memakan marshmallow bakar (walaupun lebih tepatnya gosong) dan jagung bakar (yang diambil tanpa sepengetahuan 2 Shinigami yang sedang asyik menggosipkan sejarah manusia Phitecantropus Erectus, manusia purba kalau kalian tidak tahu apa itu Phitecantropus Erectus. Btw Phitecantropus Erectus itu nenek moyang kalian lho! Mosop pada gak tahu? *rusuh*). Ichigo hanya melengos lalu berjalan mendekat ke tengah api unggun, tempat di mana sebagian besar Shinigami bercanda sambil tertawa dan main kejar-kejaran seperti anak kecil.

"Hei! Ichigo sudah datang!" teriak Renji, lalu dia ketawa-ketawa sendiri. Shunsui dan Shuhei yang melihat Ichigo pun juga tidak bisa menahan tawanya. Ichigo bingung melihat tingkah laku para Shinigami yang gak normal itu. Yah, kalau dapat digambarkan kira-kira seperti ini: jangkrik-jangkrik (a.k.a Renji, Shunsui, Shuhei) yang menertawakan kawananannya sendiri (a.k.a Ichigo) karena ia sama-sama memiliki badan yang bewarna hijau seperti para jangkrik yang menertawakannya itu. Ya, Author tahu. Perumpamaan yang aneh bukan? Apalagi yang dijadiin perumpamaan itu jangkrik.

Mereka masih menertawakan Ichigo sampai Ichigo men-deathglare mereka. Tapi, rupanya sekedar deathglare saja tidak bisa mendiamkan mereka. Mereka malah tertawa semakin kencang sampai-sampai Shinigami lain yang sedang berpesta menatap mereka heran dan hampir memanggil Divisi 4 bagian UK untuk menangani mereka. Oh ya, bagi yang udah lupa UK itu apa, silahkan baca Disaster sebelum-sebelumnya untuk menemukan penjelasan yang lebih mendetail tentang UK. Soi Fon mengambil inisiatif untuk menatap objek bahan ketawa Renji, Shunsui dan Shuhei (kalau itu bisa disebut inisatif) dan mulai berusaha mengendalikan dirinya agar tida ketawa kencang-kencang.

Penasaran dengan apa yang teman-temannya tertawakan, Ichigo pun mengambil langkah seribu ke WC terdekat untuk melihat apa yang salah dengan dirinya sebelum ia menjadi bahan tertawaan lebih jauh lagi. Ichigo tahu kalau penampilannyalah yang salah sebab dari tadi si Renji ketawa sambil menunjuk-nunjuk Ichigo.

Ichigo menatap dirinya di kaca 1 badan dan mukanya pun langsung memerah karena malu. Rupanya, pikirannya terlalu fokus pada hal yang lain sehingga pada saat adegan mengganti baju tadi, ia salah mengambil baju yang telah Author sediakan di kamar gantinya dengan baju keponakannya Author, walau baju yang telah Author sediakan itu telah diberi label nama 'Ichigo', agar maksudnya Ichigo gak salah ambil (tapi tetep ajah si Ichigo salah ambil juga kostumnya, ckck). Jadi, sekarang ia memakai baju Upil Ipin dengan pose yang senonoh (?), yaitu pose bergaya seperti Monali**, tapi dengan muka yang tersenyum dan tangan yang membentuk pose peace. Udah gitu, si Ipin ini bergaya kayak si Maikel Jackson lagi (maksudnya sambil pegang karaoke gitu di tangan yang satu laginya) dengan background bunga-bunga Hawai. Intinya, baju itu sangat memalukan untuk dipakai oleh seorang taichou atau lebih simpelnya, anak SMA yang kadar kewarasannya masih normal.

Sebenarnya, yang lebih dipertanyakan lagi adalah bagaimana caranya kru Author mendapatkan kostum yang sangat memalukan untuk dipertontonkan seperti itu? Atau mungkin lebih tepatnya yang lebih dipertanyakan adalah ngapaian Author kasih baju begituan untuk keponakannya?

Selain kostum, muka Ichigo juga penuh coretan dengan spidol permanent. Gambar-gambar yang terdapat di muka Ichigo adalah:

-Penebalan alis mata yang berlebihan sehingga alis mata Ichigo panjangnya melebihi muka. (Yang ngehias mukanya Ichigo gak pernah pake pensil alis! Serius!)

-Penambahan kumis (ah, standar!)

-Penambahan kumis kucing (sama, ini juga masih standar)

-Totol-totol di muka yang tampak seperti jerawat yang berperan menjadi flek hitam. (Bayangkan totol-totol pada macan tutul, yap, kira-kira kayak gitu)

-'Pemakaian' eyeliner yang sebenarnya tidak boleh dilakukan dengan spidol papan tulis permanent.

-Dsb. (ketahuan gak mau mikir lagi)

Selain itu, ilernya Ichigo belum dibersihkan lagi. Masih kelihatan di ujung mulut Ichigo, bertengger dengan manis dan bewarna seperti warna iler yang layak dan seharusnya.

Pokoknya, hal-hal yang Author sebutkan diatas sudah cukup untuk membuat manusia normal langsung mengurung diri di kamarnya dan duduk di emo corner sambil berusaha membersihkan mukanya dan mengganti bajunya dengan baju yang lebih 'layak' lalu mulai berpikir untuk tentang masa depannya. Intinya = madesu (masa depan suram).

"Ichi!" teriak Yachiru dari luar WC.

"Aku yang menggambar mukamu lho!" serunya dengan gembira. Ya elah, malah ngaku tuh anak. Lari Yachiru! Bisa-bisa low jadi daging cincang lagi!

"Keren kan?" Pertanyaan itu sendiri sudah cukup untuk menunjukkan bahwa Yachiru tidak mempunyai sense seni yang baik dan benar dan pertanyaan itu juga cukup untuk 'memanggang' perasaan Ichigo. Ichigo pun mulai memikirkan rencana balas dendam untuk Yachiru.

Tapi, karena ia masih waras dan normal, ia mengganti bajunya terlebih dahulu dan (berusaha dengan sangat keras) membersihkan mukanya dari 'kejahilan' Yachiru. Namun, kita semua tahu sendiri betapa susahnya menghilangkan noda yang dibuat oleh spidol permanent bukan? Jadi, tentu saja usaha Ichigo dalam upaya membersihkan mukanya tidak berhasil walaupun ia sudah memakai cleansing dari timun, bangkoang, maupun sabun cuci muka (baik yang primitive maupun modern). Kenapa semuanya sudah tersedia di WC tersebut? Karena WC itu sudah di-setting agar memiliki perlengkapan-perlengkapan tersebut apabila salah seorang pemeran di Yachiru's Rule mengalami 'kecelakaan' dengan mukanya.

Tentunya Author tidak perlu memberi tahu lagi siapa yang mengusulkan ide ini… (Orang yang mengusulkan bahwa WC umum harus ditaruh perlengkapan untuk membersihkan muka agar muka tetap putih bersinar, bukan kain pel, bebek toilet, ataupun karbol : Yumichika).

Karena semua tindak-tanduk Ichigo diatas itu gagal, ia pun bershunpou ke tempat dimana Komamura berada sambil menutupi mukanya dengan kantong plastik kresek bewarna hitam, tentunya.

Sementara itu…

"Liat muka Ichigo tadi gak Rukia?" ucap Renji, masih sambil tertawa dan sambil menepuk-nepuk pundak Rukia. Rukia pun langsung menatap tajam ke arah Renji.

"Gak," jawab Rukia dengan nada jutek.

"Sayang banget tuh…" Renji langsung berpura-pura menghela nafas, seakan-akan Rukia baru saja melewatkan Fashion Show Chappy. Rukia pun jadi penasaran.

"Emangnya kenapa?"

Kalo sampe ketahuan sama Rukia, aib banget tuh Ichigo! Bisa-bisa entar pairing nih story jadi Rukia x Renji!

Tetapi Renji tidak menjawab, hanya bisa ketawa geli saja. Untunglah ia mengambil tindakan bijaksana sebab kalau ia memberitahukan Rukia apa yang terjadi pada tokoh utama kita yang malang ini, bisa-bisa dia dimasukin ke Rag*nan sama fans IchiRuki.

Rukia hanya bisa menatap Renji dengan penuh tanda tanya.

Oke, sementara kita melihat apa yang terjadi diantara Renji dan Rukia, Ichigo kita (halah) sudah sampai di tempat Komamura.

"Komamura, gw mau minjam topeng besi low," ucap Ichigo dengan singkat, padat dan pendek. Komamura yang tiba-tiba dimintai seperti itu, jelas heran.

"Kenapa? Apa yang terjadi dengan mukamu?" Komamura berusaha mengorek informasi mengenai apa yang terjadi pada muka Ichigo. Sayangnya, ekspresi Ichigo tidak terlihat, thanks to kantong plastic kresek berwarna hitam. Siapapun yang menciptakan kantong plastic kresek berwarna hitam, jasamu takkan pernah terlupakan oleh seorang Kurosaki Ichigo.

"Ah udahlah! Gak usah banyak tanya deh!" Ichigo jadi keki karena ia teringat dengan kejadian sebelumnya dimana sisa harga dirinya diremuk habis-habisan saat Renji, Shunsui dan Shuhei melihat mukanya. Komamura mengutuk Ichigo dalam hati dan memberikan helm cadangannya kepada Ichigo. Tenang saja readers, helm yang diberikan Komamura itu SNI ko

"Kok helm?" tanya Ichigo heran. Komamura menatap Ichigo dengan jengkel. Tatapannya seperti mengatakan udah-gw-pinjemin-juga!-bawel-banget-sih-low!.

Akhirnya Ichigo tidak berkomentar apa-apa lalu ia pergi dari tempat itu setelah ia memberitahu Komamura bahwa para Shinigami sedang mengadakan pesta di alun-alun. Komamura hanya mengangguk singkat lalu melanjutkan kegiatan yang ia lakukan sebelumnya.

Saat Ichigo sedang memakai helm, tiba-tiba muncul Kenpachi dari ujung koridor.

"Siapa itu? Apakah kau anak baru?"

Lalu Kenpachi terdiam sebentar untuk merasakan reaitsu orang yang kini sedang terburu-buru memakai helm SNI-nya.

"Ah, kaukah Ichigo?" tanyanya dengan senyum maniak dimukanya.

Dengan bodohnya Ichigo menjawab, "Bu-bukan! AKU bukan ICHIGO!" Ucapan Ichigo yang terburu-buru itu hanya menambah rasa ingin tahu Kenpachi.

"Jadi, siapa kau dan mengapa kau memiliki reaitsu yang sangat mirip dengan Ichigo?"

Tetapi, orang yang ditanyain sudah pergi.

"Kau pergi kau bisa lolos dariku? Ayo Yachiru! Kita kejar orang itu!" ucap Kenpachi, lalu tiba-tiba saja Yachiru sudah dalam posisi stand by-nya, yaitu di pundak Kenpachi bagian kiri.

"Belok kiri Ken-chan!" seru Yachiru, tangannya menunjuk ke arah kanan.

"Tapi, tadi dia lari ke arah sana!" Kenpachi berseru sambil menunjuk arah utara.

"Ken-chan percaya ajah deh!" kata Yachiru sambil memukul-mukul pundak Kenpachi. Entah bagaimana ia masih bisa bertahan pada posisinya di pundak Kenpachi tanpa ada yang menahannya. Akhirnya Kenpachi pun menuruti saran Yachiru dan pergi menuju arah yang ditunjuk oleh tangan Yachiru yang mungil.

Pada saat itulah, Kenpachi membuat kesalahan yang fatal dalam arah dalam upaya penangkapan Ichigo.

Ichigo, tidak membuang waktu lagi, ia pun bershunpou balik ke alun-alun. Rupanya ia masih punya nyali untuk tampil di muka umum setelah kejadian memalukan tadi. Sesampainya Ichigo disana, suasana sudah hening. Sudah tidak ada hiruk pikuk lagi, hanya suara jangrik menjadi backsound yang memenuhi udara. Rupanya Yamamoto sedang berkoar-koar mengenai pidatonya.

"Seperti yang telah kita ketahui, api unggun kita sudah mati."

What? Pidatonya gak penting banget deh!

"Tapi, jangan sampai kita mematikan 'api' yang membara di hati kita!"

Okeeee?

Yamamoto berdeham lalu melanjutkan pidatonya.

"Seperti yang kalian semua telah ketahui, Aizen ternyata masih hidup, walaupun Author sudah bersusah payah mengusirnya agar tidak mengikuti casting ulang Yachiru's Rule…"

-comment-like-flag- (Entah mengapa keluar beginian)

Author likes this pidato Yama-jii!

"Tapi, ternyata Aizen menyusup melalui backstage sambil membawa 'badut-badut'nya" ucap Yamamoto dengan pelan, supaya memberi suasana mencekam gitu.

"Ya, dia membawa pengikut setianya, Gin dan Tousen," kata Yamamoto yang diakhiri dengan nada yang sangat dramatis.

Banyak Shinigami berceloteh, sebagian besar dari mereka berceloteh bagaimana caranya para Shinigami pembangkang itu bisa menembus pertahanan, sebagian lagi berceloteh bagaimana cara mengalahkan Aizen dan sisanya berceloteh seperti ini…

"Taichou! Aizen menginvasi bumi!" seru Kiyone.

"Emangnya dia dari Serge*nt Kero** apa?" seru Sentaro.

Dan mereka berduapun berseru-seruan ria.

Sungguh pembicaraan yang gak penting dan menghabiskan halaman saja!

Mendengar hal tersebut, Ichigo tidak tinggal diam saja. Ia memanggil wakilnya Kira dan langsung mengeluarkan titah. Dan Author pun juga tidak tinggal diam. Dia pun memberikan Ichigo penghapus spidol marker sehingga Ichigo gak perlu pake helm SNI itu kemana-mana lagi. Author pun dikutuk Ichigo karena tidak memberikan penghapus spidol marker itu dengan lebih cepat.

"Bereskan barangmu, kita berangkat besok," ucap Ichigo dengan penuh otoritas.

"Tapi taichou…" Kira meragukan perkataan Ichigo. Ichigo menatapnya dengan tatapan turutin-perintah-gw-ajah-deh!

"…kita harus ngurus visa buat ke dunia nyata dulu…" Kira pun mengakhiri ucapannya.

"Hah?" Ichigo terkejut. Biasanya dia gak perlu ngurus visa dulu (namanya juga illegal, ngapain pake visa-visaan segala?). Tetapi, karena ada permintaan sponsor agar ada adegan Ichigo mengurus visa, maka Author pun mengetiknya…

Tak lama kemudian, Yamamoto turun dari panggung dan mulai membagikan visa kepada Shinigami yang diperbolehkan untuk pergi ke dunia nyata untuk mengahadapi Aizen cs.

…dan meng-skipnya.

"Oke Kira-" baru saja Ichigo ngomong 2 potong kata, tiba-tiba ada ledakan keras dari arah utara. Lho? Cepet banget si Aizen datengnya? Orang dah dibilangin dia cuma dapet adegan di dunia nyata! Ngeyel tuh orang!

Dan terdengarlah suara tawa maniak yang membahana dan menuju ke arah Ichigo dengan kecepatan yang tetap dan stabil.

"Yay! Ayo Ken-chan!" Yachiru bersorak dari punggung Kenpachi. Serasa naik Formu*a One ya Yachiru? Kenpachi pun tersenyum dan mulai melaju dengan lebih cepat sehingga menjatuhkan berbagai korban jiwa (karena terserempet, terinjak, maupun tergilas). Termasuk wakil Ichigo.

"Kira!" Ichigo berteriak sambil berusaha menarik Kira agar tidak terlumat oleh Kenpachi. Tetapi Ichigo terlalu lambat. Kira pun menjadi rata dengan tanah.

…yah ini kan fanfic, jadi kalo Author bilang Kira menjadi gepeng dengan tanah yah terjadilah demikian! Sebab, apapun bisa menjadi di dunia fiksi Readers!

"Gw ambil itu visa 2 biji, Yama-jii!" seru Kenpachi, lalu dia pun mencari Senkaimon untuk ke dunia nyata supaya langsung bisa 'pemanasan' dengan antek-antek Aizen.

Dan suasana pun hening sejenak.

Lalu ribut kembali karena orang-orang Divisi 4 mulai panik dan mencari tandu untuk mengevakuasi para korban jiwa.

"Taichou…" Kira dengan lemah berusaha memanggil Ichigo. Ichigo pun menengok ke arahnya. Kira mengerang kesakitan, karena tangannya keseleo, lalu mulai melanjutkan perkataannya.

"Balaskan dendamku…" Ichigo mengerutkan kening. Seingatnya, Kira bukan tipe pendendam. Atau jangan-jangan ini Kira dari Life Note lagi? Pikiran Ichigo berkecamuk dengan berbagai macam kemungkinan sampai Kira mulai berbicara lagi.

Masa iya sih Kira langsung dendam kesumat sama Kenpachi cuma gara-gara dia digiles? Emang sih, kegiles Kenpachi berasa kayak kegiles traktor yang dinaikin gajah pemenang lomba gulat, tapi gak usah pake acara balas dendam kan?

"Balaskan dendamku… Dia telah membuat Hinamori-kun menderita… Aku takkan pernah memaafkannya untuk itu…" Kira melanjutkan perkataannya. Akhirnya Ichigo konek dengan orang yang dimaksudkan oleh Kira.

Aizen.

Ichigo mengangguk pelan, Kira pun tersenyum. Ichigo pun menatap Kira dengan raut muka sedih, bagaikan ia dapat merasakan penderitaan Kira.

Oh, apakah ini pertanda bahwa cinta mulai bersemi diantara kedua insan tersebut?

Ah, nevermind dengan dialog di atas.

Divisi 4 pun datang dan membawa Kira pergi dengan tandu. Sebelum pergi, Ichigo berdesah pelan dan berkata, "Aku berjanji."

"Berjanji apaan Ichigo?"

Ichigo menatap orang yang mengajaknya bicara. Gak ada. Dia pun menatap ke bawah dan dia baru tahu siapa yang mengajaknya bicara. Gadis itu terlihat kesal dengan tingkah laku Ichigo yang baru saja Ichigo lakukan.

"Gak. Bukan apa-apa."

Rukia pun hanya cemberut dan memulai topik pembicaraan lagi.

"Apa rencana low?"

"Paling gw bakal mengevakuasi dulu orang-orang yang memiliki reaitsu, terus gw pamit sama Urahara-san dan memanggil orang-orang yang dapat membantu kita," jawab Ichigo dengan simple, padat dan jelas. Rukia pun menatap ke langit.

"Gw akan merindukan hari-hari yang telah kita lalui," bisik Rukia.

"Low barusan ngomong apa Rukia?" Ichigo menatap ke arah Rukia yang hanya mengangkat bahunya.

"Bukan apa-apa," ia meniru gaya bicara Ichigo saat ia mengucapkan hal yang sama sebelumnya. Ichigo hanya memberikannya tatapan janggal sebentar, lalu mulai melanjutkan pembicaraannya lagi.

"Kira-kira yang bakal pergi ke dunia nyata siapa aja?" Ichigo bertanya kasual. Rukia berpikir sejenak, lalu menjawab pertanyaan Ichigo.

"Nii-sama pasti ikut, Renji mungkin ikut, ah, katanya Kurotsuchi-taichou mau ngambil sample di dunia nyata, jadi pasti dia ikut, bersama dengan Nemu, gw rasa sebagian besar taichou bakal ikut dalam misi ini," Rukia menimbang-nimbang perkataaannya sejenak lalu mulai terdiam lagi.

Dan Ichigo pun berusaha membuka topic pembicaraan lagi. "Low ikut?"

"Jelas."

"Oh…" Respon Ichigo singkat dan ia pun mengangguk-ngangguk mengerti. Lalu dia pun menghela nafas.

"Sampai kapan low mau sembunyi disana Renji?"

Renji pun keluar dari tempat persembunyiannya, semak belukar. Tunggu, dia gak melakukan proses ekskresi kan disana? Soalnya kadang-kadang monyet suka membuang sisa metabolismenya tidak pada tempat yang benar. Tapi gak ada bau sih, jadinya mungkin daerah itu aman.

Renji hanya cengar-cengir gak jelas. Ichigo menatapnya dengan penuh tanda tanya.

"Ichigo, kemari deh. Ada sesuatu yang gw pengen kasih tahu ke low!" seru Renji sambil mengibas-ngibaskan tangannya, supaya Ichigo datang mendekat.

Ichigo, manusia yang merangkap sebagai Shinigami polos ini, yang tidak tahu apa-apa berjalan mendekat ke Renji dengan santai. Ketika Ichigo sudah cukup dekat dan Rukia sudah cukup jauh, Renji berkata pelan, masih sambil memasang senyum bodohnya.

"Ini taruhan…"

Ichigo bertambah bingung mendengar perkataan Renji.

"Kita bertaruh, siapa yang bisa mengalahkan Aizen, dialah yang berhak berada di sisi Rukia," ucap Renji sambil melambaikan tangannya kepada Rukia, pertanda supaya ia tidak perlu khawatir.

Oh itu doang? Pantes ajah si Renji pake acara nyuruh Ichigo supaya gak deket-deket sama Rukia, rupanya dia gak mau Rukia mendengar taruhan mereka.

Author pikir bakal jadi kayak gini (Seperti biasa, imajinasi liar: ON, ON, ON BANGET!).

"Ichigo, kemari deh. Ada sesuatu yang gw pengen kasih tahu ke low!" seru Renji sambil mengibas-ngibaskan tangannya, supaya Ichigo datang mendekat.

Ichigo, manusia yang merangkap sebagai Shinigami polos ini, yang tidak tahu apa-apa berjalan mendekat ke Renji dengan santai. Ketika Ichigo sudah cukup dekat dan Rukia sudah cukup jauh, Renji berkata pelan, wajahnya tampak serius.

"Serius Ichigo, sebenarnya aku juga baru menyadarinya."

"Hah?"

Lho? Jadi aku-kamu? Jangan-jangan…

"Aku baru menyadari, kalau selama ini sebenarnya aku…" Renji berhenti sejenak.

Ah! Kalimat standar klise untuk…

"…akumenyukai ayahmuyang jugaseorangShinigamiitu!" ucapnya dengan cepat, tanpa bernafas. Ichigo cengo.

Oh! Yaoi! Dan plotnya tidak terduga pula!

"A-apa?" Ichigo tidak bisa berkata-kata setelah mendengar pengakuan Renji yang mencengangkan dan penuh gelora asmara itu.

Ah, udah jelas dialog di atas gak mungkin terjadi.

"…oke. Kalo gw menang, gw minta low buat **** (disensor demi keamanan rating T. Gunakan imajinasi liar anda) di depan Byakuya."

"Apaan tuh? Gak adil banget! Kalo gw yang menang, low harus **** (disensor dengan alasan yang sama, yaitu untuk mempertahankan rating T. Gunakan imajinasi TERliar anda) di sekolah!" Renji tidak mau kalah dengan Ichigo yang dengan seenak jidatnya menambahkan taruhannya.

"Deal!" Dan mereka berdua pun bertos bersama.

Rukia,yang melihat dari kejauhan, hanya bisa menghelas nafas sambil berkata, "Dasar cowo…"

seCreT : Karena udah mau klimaks, jadi mungkin humornya kurang. *terdiam sejenak*. Ah ya udahlah! Oh ya, Disaster kali ini 3.137 kata lho! (tanpa Author's Note, Review Responses ataupun Disclaimer dan judul).

Ichigo : Renji kesannya OOC. *mulai komen*

Rukia : Gw gak dapet peran, cuma nongol dikit doang. *cemberut*

seCreT : *bingung melihat ke-OOCan Ichigo dan Rukia*

POTONG! (maksudnya 'CUT!' kali?)

Ichigo : Muka gw low apain?

seCreT : Cuma gw pakein spidol permanent… *memegang spidol permanent*

Ichigo : *membakar spidol permanent, tiba-tiba timbul ledakan*

Don't burn this spidol even though it's empty

Pesan moral dari Author's Note di atas: Membakar spidol akan menimbulkan ledakan, jadi mari kita serahkan spidol yang sudah habis kepada pihak yang berwajib.

seCreT mau mengucapkan terima kasih kepada semua yang sudah menominasikan seCreT di IFA, sehingga Yachiru's Rule masuk ke dalam penominasian

Hadiahnya?

Disaster ini 1.000 kata lebih panjang daripada biasanya :3

Garing? Gak berhumor? Abal? OOC?

Ya udah! *dilemparin ember*

Mind to review?

Anon reviewers are accepted~!

P.S.

Menurut kalian cerita ini harus punya klimaks atau dijadikan anti klimaks saja?