Balas Review! :D
Honey Sho: Hohoho, liat aja nanti! Alright, Thanks for Review! :D
Happy Reading! :D
Sebelumnya di 'The Crazy Summer Camping'...
"Lha, beneran ngambang nih kotak?"
"Lagi betulin buldoser, ya? Kalau udah selesai, tolong ratain jalanan di depan asrama, ya! Baru diaspal, tuh!"
"Ah, Køhler-san! Ada apaan, nih? Tumben nyampe duluan!"
"Okashi na!"
"Pintunya-"
Chapter 25: Athletic House
"Hm?" Tanda tanya besar pun muncul di benak pria berambut coklat tersebut.
"Kenapa, Ger-san?" tanya Lance yang melihat Gerrard kesusahan.
"Pintunya! Coba deh dibuka!" jawab Gerrard sambil menyingkir dari pintu.
Lance pun mencoba menarik pintu tersebut dengan tampang kayak Raven yang lagi mengangkat barbel (?). Yang lainnya pun hanya bisa sweatdrop melihat kelakukan bodoh bocah yang satu ini.
"Pak Lance! Pintunya didorong, bukan ditarik!" kata Dissa sambil tertawa miris.
Lance pun hanya bisa facepalm di tempat. Dia pun memegang kenop pintu tersebut dan mendorongnya.
"Tadai-" Perkataannya menggantung, tapi pintunya belum terbuka.
Hening...
"Pintunya masih dikunci?" tanya Lukas kepada Gerrard.
"Kagak kok, sumpah! Orang gue udah buka tadi!" jawab Gerrard berargumen.
"Pintunya memang kagak dikunci!" kata Lance yang masih memegang kenop pintu CSO Dorm.
CEKLEK!
"Lihat? Biasanya kalau dikunci bunyinya kagak kayak gini, tapi ini udah kagak dikunci!" kata Lance lagi
"Terus, kenapa kagak bisa dibuka?" tanya Mitsunari dan Hanbei yang udah kagak sabaran pengen masuk.
Mungkin aja mereka ingin ber-Yaoi ria lagi. XD *dihajar Mitsunari.*
"Masalahnya, berat banget coy!" jawab Lance sambil nangis bombay.
Yang lainnya hanya bisa sweatdrop, tapi juga penasaran tentang apa yang dimaksud dengan kata 'berat banget'.
"Kok berat? Bukannya pintunya terbuat dari kayu, ya?" tanya Tino.
"Keliatannya! Tapi pintunya kayak diganti dengan beton yang dicor, deh!" jawab Lance miris.
Yang lainnya pun hanya bisa jawdrop di tempat mendengar perkataan Lance yang sangat tidak masuk akal tersebut. Akhirnya, Emil pun mengeluarkan raiper miliknya.
"Cho-chotto! Lu bisa ditangkep polisi, BakAisurando-pyon!" kata Giro-kun yang berusaha mencegah pemuda Icelandic berambut silver bernama Emilkita itu. *dipatukin ribuan Puffin.*
"Pintu itu seharusnya terbuat dari kayu, kan? Mendingan ditebas aja biar kita bisa masuk!" Emil pun menghunuskan raiper-nya ke arah sebuah pintu yang tidak berdosa (?) itu.
Dancing Samurai, HEA! (?)
Lagu 'Dancing Samurai' dari Gakupo pun berkumandang (?) dan yang lainnya pun langsung nari-nari gaje. *plak!*
Abaikan saja yang barusan!
SRING! WEEEET! (?)
Ternyata raiper Emil langsung memble kayak tali rafia (?).
"Aduh! Kekuatan lu kurang tuh, cyiiin!" komentar Motochika dalam mode bancinya.
Yang lainnya pun langsung headbang berjamaah, kecuali sepasang makhluk yang mengambil kesempatan dalam kesempitan (you know who I mean). XD
"Hoi, lu pada ngapain?" tanya Sasuke sambil menunjuk Mitsunari dan Hanbei yang 'keterusan' melakukan adegan Yaoi.
"Woi! Kalau mau ciuman jangan di sini! Di jamban (?) aja sana!" teriak Shingen sambil berusaha menarik Mitsunari dari pelukan Hanbei, begitu juga dengan Berwald yang menarik Hanbei agar lepas dari Mitsunari.
"Ah, apaan sih?! Kalau di jamban kita bakalan ngelakuin *piiiip*, kali!" bentak Hanbei kepada Shingen.
Yang lainnya pun langsung jawdrop mendengar kata-kata yang dikeluarkan oleh pria berambut putih itu (min Mitsunari).
'Mulai sekarang mereka kagak boleh dibiarin masuk toilet berdua!' kata yang lainnya dalam hati. (Thundy: "Parno banget, sih!" *sweatdrop.*)
"Lu berdua apa-apaan, sih?! Orang masih di tempat umum juga?!" bentak Ieyasu kepada sepasang pria pengidap Yaoi ini.
Yang dibentak pun hanya bisa nyengir kuda laut (?).
"Eh, pintunya mau diapain nih?" tanya Daren sambil berusaha mengembalikan topik pembicaraan ke arah semula.
"Oh iya, pintu!" kata Flamy kembali ingat akan tujuannya kemari.
"Nah, sekarang mau diapain? Raiper-nya Aisu cacat, sih!" keluh Lukas sambil menyeruput Yoggi-nya.
"Mau pake MG?" tanya Kojuro.
Para murid NihoNime Gakuen pun langsung memunculkan tanda tanya besar dari kepala mereka.
"MG?" tanya Sakazaki.
"Oh, iya! Kalian belum punya, ya? Lebih baik kagak usah!" jawab Kojuro santai.
"Kenapa kagak usah?" tanya Mea kepo. (Thundy: "Pisang kepo?" *ditendang.*/Cowboy: "Itu mah pisang kepok, aho!")
"Karena MG-nya juga ada di dalam!" jawab Kojuro sambil pundung.
Yang lainnya langsung sweatdrop seketika.
"Kalau begitu, ngapain lu bilang-bilang segala?!" tanya yang lainnya kesal.
"Yah, berarti mau kagak mau kita dorong aja nih pintu!" saran Cowboy.
"Ah, tumben lu bener!" kata Girl-chan asal ceplos.
"Diem, ah! Sekarang, ayo dorong!" balas Cowboy yang sudah bersiap mendorong pintu CSO Dorm yang entah kenapa jadi berat tersebut.
Yang lainnya pun ikut berdiri di depan pintu CSO Dorm.
"DORONG!" teriak Cowboy sambil memberikan aba-aba.
Yang lainnya pun mulai mendorong pintu CSO Dorm yang aneh dan ajaib itu.
"DORONG! DORONG!"
Walaupun kelihatannya mereka semua sudah mengeluarkan otot mereka, pintu gaje itu pun tetap tidak bergerak sama sekali.
"Hosh! Hosh! Itu pintu atau tembok, sih?" tanya Elemy sambil memburu nafas.
"Ho-oh! Hosh!" timpal Saphire.
"Kok tuh pintu kayak dicor, ya?" tanya Masamune.
"Kan tadi udah gue bilangin, pintunya kayak abis dicor! Gimana, sih?" jawab Lance bertanya balik sambil memasang tampang 'you-don't-say-?'
"Dicor?" tanya Idham yang dibalas dengan anggukan pelan dari Lance dan Masamune.
Tiba-tiba, muncullah laptop (?) dari kepalanya. (Thundy: "Karena lampu-lampu zaman sekarang udah mainstream!" XD *digampar Idham.*)
"Woi, lolicon nekophobia (?)! Traktor lu kagak dibawa, ya?" tanya Idham kepada bocah cewek lolicon yang lagi makan pisang sambil nongkrong di jamban terdekat (?). *digiles Dissa.*
"Gue kagak lolicon, tuyul laptop (?) dan kagak! Traktor gue ditinggal di lapangan!" balas Dissa yang dihadiahi gamparan laptop lenovo dari Idham. (Dark: "Poor you, Diskon-chan!" XD)
"Ambil sono, bareng Darukun!" perintah Idham yang langsung Himedere mode on.
Idham: "Hoi, Narator abal! Gue boleh nanya, kagak?"
Thundy: "Nanya apaan?"
Idham: "Sejak kapan gue jadi Himedere?"
Thundy: "Sejak negara Baltic bersatu menyerang Russia!" XD
Idham: *langsung gampar Thundy pake laptop.*
Melihat hal ini, Dissa pun hanya bisa berkeringat dingin.
"H-ha'i, Idham-sama!" kata Dissa sambil narik tangan Dark dan langsung ngacir.
Lima menit kemudian...
"Nah, tuh dia dateng!" kata Idham sambil menunjuk Dark dan Dissa yang sedang nge-drift pake kendaraan (?) mereka.
"Lu mau apaan nyuruh gue bawa buldoser gue?" tanya Dark kepada sang tuyul laptop tersebut. *digeplak pake laptop.*
"Dobrak pintunya pake kendaraan lu berdua!" perintah Idham.
Hening...
"Idham! Otak lu udah terbang ke jonggol (?), ya? Tapi bodoh amat, lha! Ayo Diskon-chan!" ajak Dark sambil ngegas buldoser tercintanya, begitu juga dengan Dissa yang menaiki traktor-nya.
"Siip! Satu!" Dissa pun memberikan aba-aba dengan suara pelan.
"Dua!"
"Ti-"
Belum hitungan ketiga, Dark dan Dissa pun langsung memacu kendaraan mereka dengan kecepatan Sukhoi 1508302747 (?).
Mendengar gemuruh kendaraan tersebut, yang lainnya pun langsung menyingkir dari depan pintu CSO Dorm kecuali Berwald yang lagi mabok.
"OXENSTIERNA-SAN/SVERIGE/SU-SAN/SVI/BERWALD(-SAN)! AWAS!" teriak yang lainnya.
Tapi naasnya, teriakan mereka diacuhkan Berwald dan...
BRMMM! CRAAAAT! BRUAK!
-skip time-
Sekarang nasib Berwald pun sama naasnya dengan Gerrard yang tadi pagi dilindes oleh orang yang sama. (Gerrard: *bersin.*)
"Yosh! Pintunya kebuka!" kata Dark sambil joget gaje.
"Aduuuh! Unt'ng ny'wa gu' bany'k (?), jad' k'gak l'ngsung mat' d'h!" kata Berwald sambil bersusah payah bangun dari tempat peristirahatan terakhirnya. *plak!*
"Et, deh! Su-san udah kayak kucing aja!" gumam Tino sambil geleng-geleng kepala.
"Eh, gue pikir lu udah mati!" kata Keiji ngasal yang dihadiahi getokan tongkat besi dari Berwald.
"D'am aj' lu, Bak'!" teriak Berwald setelah menggetok kepala Keiji dengan tongkat besi keramatnya.
Tapi yang didengarnya adalah suara pundung dari seorang cowok dan seorang cewek yang sama-sama berambut coklat.
"Hiks! Apa salah kita sampe kita dibilang baka?" tanya Saphire sambil pundung.
"Watashi wa wakaranai sa, hiks, tomodachi!" jawab Elemy yang juga pundung.
Yang lainnya pun langsung sweatdrop melihat drama FTV liveshow abal-abalan tersebut.
'Idiiih! Malu deh gue punya abang baka-nya selangit!' batin Daren sambil ber-facepalm ria.
Sekarang pintu CSO Dorm itu telah rubuh, tapi buldoser Dark dan traktor Dissa masih teronggok (?) di depan CSO Dorm. Kenapa? Memangnya kalian pikir pintu CSO Dorm itu selebar apa sampe dua kendaraan gede itu bisa muat ke dalem sekaligus? Ya kagak mungkin selebar itu juga, lha! (Reader: *sweatdrop.*)
"Nah, ayo masuk!" ajak Dark setelah dia dan Dissa memundurkan kendaraan mereka.
Sho pun melangkah masuk ke dalam. Tapi belum satu langkah di sana, badannya udah melayang seperti layangan putus. *plak!*
"K-KYAAAA!" teriak Sho sambil memegangi roknya (yang masih dalam keadaan melayang tentunya).
"Wuo-wuo-wuo! Kenapa lagi, nih?!" teriak Yukimura yang penasaran dengan teriakan Sho dari dalam.
"WOY! MASUK AJA, LHA! GUE JUGA PENGEN LIAT, NIH!" teriak Yukimura kesal.
Karena penasaran dan berada di belakang, Yukimura pun mendorong mereka semua masuk ke dalam CSO Dorm entah gimana caranya (?). Setelah masuk ke dalam CSO Dorm, terdengarlah suara jeritan para gadis yang diperkaos. *dibunuh bersama.* Ehem, maksudnya suara-suara seperti ini:
"KYAAAA!"
"Waaaw! Coklat!"
"Nore hentai!"
JDUAK!
PLUOOOK!
"Woy, jangan berantem apa?!"
"Ve~" (?)
"AIYAAAAAAAAAAH!" (?)
Abaikan yang terakhir! Sepertinya ada Italy dan China nyasar ke sini! *salah fandom!* *ditabok Himaruya.*
Orang-orang yang lewat di depan CSO Dorm pun hanya bisa melongo ke dalam dengan tatapan heran dan horror.
'Makhluk-makhluk sarap!' pikir mereka.
Mereka yang sedang berjalan sambil membawa anaknya pun segera menutup telinga dan seluruh tubuh anaknya dengan perban sehingga terlihat seperti mumi nyasar (?).
Back at CSO Dorm...
"WHOAAAAA!" Yang lainnya pun masih berusaha untuk diam di tempat.
Di antara kekacauan tersebut, Musket melihat sebuah puting beliung yang tertancap di tanah (?). Merasa cukup kuat untuk menahan mereka semua, Musket pun berusaha dengan susah payah untuk menggapai seonggok angin tersebut. (Musket: "Jangan pernah meremehkan kekuatan angin, dayo!" *senyum gaje.*/Thundy: *sweatdrop.*)
"Minna! Pegangan ke sini, dayo!" teriak Musket saat dia sudah berhasil memegang angin tersebut.
Yang lainnya hanya bisa jawdrop di tempat melihat pemuda berambut hitam tersebut bisa diam di tempat hanya dengan berpegangan pada angin.
'Gile, yang bener aja! Masa pegangan sama angin?!' pikir yang lain sambil jawdrop di tem- Oh, kagak deng! Mereka lagi melayang gaje kayak layangan putus. *plak!*
"Ya udahlah! Ayo!" kata Icilcy mengajak teman-temannya untuk mengikuti Musket.
Akhirnya, setelah mereka semua memegang angin tersebut, pegangan mereka berubah menjadi sebuah tugu batu berbentuk pedang atau lebih tepatnya, seperti sebuah pedang yang tertancap pada sebuah batu. Kemudian, pedang batu itu pun mulai bercahaya.
"Awww!" teriak Thundy sambil menutup matanya.
Yang lainnya juga segera menutup mata mereka.
"Waw, silau men!" komentar Lukas yang udah memakai kacamata hitam entah sejak kapan.
"Hm?" Lukas langsung tercengang saat melihat sebuah tulisan muncul dari batu tersebut.
"Ada apa?!" tanya Emil yang masih menutup matanya.
"Ada tulisan gaje muncul di sini!" jawab Lukas sambil berusaha mengidentifikasi tulisan ajaib yang baru saja muncul di depan matanya.
"Apa tulisannya?" tanya Tino yang masih berpegangan pada tugu batu tersebut.
Sekedar informasi, ruangan tengah CSO Dorm sekarang tidak memiliki gaya gravitasi.
"Sebentar!" Lukas pun memicingkan matanya untuk melihat tulisan gaje tersebut dari balik kacamata hitamnya.
"Umm, 'Yang bisa mencabut pedang Excalibur akan dinobatkan sebagai raja'! Hah?" kata Lukas sambil mengerenyitkan alisnya dan sweatdrop.
'Masa iya cerita raja Arthur bisa nyasar ke sini?!' pikir Lukas emosi.
"Apa tulisannya?!" Kali ini giliran Gerrard yang bertanya.
"Kagak tau! Ini kayak legenda raja Arthur, deh!" jawab Lukas yang masih sweatdrop.
"Legenda Raja Arthur? Ooh! HAH?! KENAPA MONUMENNYA BISA NYASAR KE SINI?!" teriak Gerrard bertanya balik.
"Lu aja bingung, apalagi gue!" jawab Lukas sweatdrop.
"Minna! Kita cabut batu ini bareng-bareng! TARIIIK!" teriak Lukas sambil memberikan aba-aba kepada yang lainnya untuk menarik pedang yang diragukan keasliannya tersebut.
Anehnya, yang lainnya langsung mengikuti Lukas tanpa banyak tanya. Mungkin inilah yang dinamakan 'The power of kefefet' (?). XD *plak!*
"TARIK!" Yang lainnya berusaha menarik batu itu ke atas.
KREK!
"Sedikit lagi! Ayo!" teriak Elwania saat mendengar bunyi seperti batu yang terpecah.
Yang lainnya pun semakin lelah, tapi semakin bersemangat untuk mencabut pedang batu tersebut.
"UURRRGGGGHHH!" Seluruh penghuni pun mengeluarkan segenap tenaganya, sampai akhirnya...
KREK! CLANG! BRUKK!
Pedang itu pun terlepas, saudara-saudara! Saat pedang itu lepas, pedang itu terlempar dan gaya gravitasi di CSO Dorm kembali normal. Naasnya, Motochika yang berada paling bawah harus menerima hukum gravitasi alias tertimpa para makhluk sesama penghuni CSO Dorm tersebut. (Thundy: "Poor you!" XD *ditimpuk jangkar.*)
Tapi tanpa mereka sadari, pedang batu tadi berubah menjadi sebuah pedang asli saat terlempar ke udara dan pedang itu pun langsung berubah menjadi pusaran angin kembali saat menancap ke tanah.
"Aaah!" Motochika malah tersenyum puas seperti mendapatkan pemohonan terakhirnya sebelum mati. *ditimpuk lagi.*
"Punya Mouri-chan sangat empuk!" kata Motochika yang seperti melihat surga.
Oooh, sekarang kita tau kenapa Motochika seneng-seneng aja ditimpa oleh mereka semua. Mendengar kata-kata yang sangat ambigu tersebut dan melihat posisinya, Motonari pun berusaha mengeluarkan diri dari tumpukan manusia tersebut.
"Sumimasen!" sapa seseorang dari luar ruang tengah CSO Dorm.
"H-ha'i?" tanya Motonari yang mendapati seorang gadis berambut coklat side ponytail beriris emas sedang memperhatikan keadaan sekitar.
"Umm, aku tidak pernah melihatmu sebelumnya! Kalau boleh tau, namamu siapa ya?" tanya Motonari yang masih berusaha mengeluarkan diri dari tumpukan manusia itu.
"Watashi wa Wy, desu!" jawab gadis itu sambil berjalan ke arah angin puting beliung itu dan mencabutnya dari lantai CSO Dorm.
Setelah dia mencabut pedang itu, angin puting beliung tadi seperti hilang dalam sekejap mata.
"Kalian sepertinya kesulitan, mau aku bantu?" tanya gadis itu.
Yang lainnya pun langsung mengangkat jempol mereka dengan aura 'blink-blink' di sekitar tumpukan manusia naas tersembut. Gadis itu hanya bisa menggelengkan kepalanya sebentar dan langsung menghampiri tumpukan (sampah) manusia tersebut. *dibantai.*
Sepuluh menit kemudian...
"Aduuh! Remuk deh badan gue!" kata Motochika meringis sambil mengusap punggungnya.
"Oh iya, tadi namamu siapa?" tanya Daren.
"Watashi wa Wy, desu!" jawab gadis itu sambil beranjak pergi.
"Oh iya, aku merasakan aura aneh di sini! Lebih baik kalian berhati-hati! Mata aimashou!" kata gadis itu sambil pergi dari CSO Dorm.
"Wy? Nama yang aneh untuk penduduk lokal!" komentar Ieyasu.
"Begitu juga untuk nama asing!" tambah Gerrard.
"Ya udahlah, naik aja yuk!" ajak Mea sambil berjalan ke tangga dengan nafas yang hampir habis.
Saat menaiki anak tangga tersebut, Mea merasa ada yang aneh. Lima menit kemudian, dia baru merasakan sesuatu yang aneh.
"Kenapa gue kayak diem di tempat, ya?" tanya Mea kebingungan.
Yang lainnya pun hanya bisa sweatdrop sambil memasang trollface. Mea pun melihat ke bawah dan mendapati anak tangga yang dinaikinya terus bergerak mundur. Akhirnya, dia pun menyadari satu hal: dia belum naik dari tadi.
"Sialan! Kalian bilang dong kalau tangganya mun- Eh, mundur? Sejak kapan tangga di sini jadi kayak eskalator?" tanya Mea curiga.
Yang lainnya pun hanya mengangkat bahu teman yang berada di sebelahnya (?).
"Eh, eh?! HUWAAAA!"
Tanpa Mea sadari, eskalator itu berjalan semakin cepat melawan arah gerakan Mea. Sehingga bocah cewek yang satu ini pun harus berlari untuk -setidaknya- berada di tempatnya sekarang. Yang lainnya hanya bisa jawdrop melihat Mea yang sepertinya benar-benar ingin segera naik dari bangunan gaje yang diketahui bernama CSO Dorm, asrama mereka sendiri. XD
"Mau naik nih, bantuin Mea?" tanya Dark.
Yang lainnya pun mengangguk.
"Yang penting masuk ke kamar dulu! MAJOOOOOOOOOOO!" teriak Lance kayak seorang panglima veteran (?) sambil berlari ke arah Mea dan menabraknya kayak banteng matador (?).
Mea pun langsung mental menghantam pintu kamar terdekat, sementara yang lainnya bersusah payah berlari agar bisa naik ke atas. Mea yang sempat tidak sadarkan diri karena menghantam pintu kamar (yang walaupun terbuat dari kayu, tapi tetap aja keras kalau didobrak) pun melihat sebuah alat aneh di sampingnya. Dia pun membaca instruksi pemakaian dari alat aneh tersebut dan memencet sebuah tombol merah bertuliskan 'RESET' pada alat tersebut.
"MEA?!" teriak yang lainnya saat mereka hampir sampai di atas.
Tiba-tiba, eskalator instan itu pun berhenti. Ruang tengah CSO Dorm yang tadinya terlihat seperti terkena angin topan pun kembali seperti semula dan pintu CSO Dorm yang tadinya roboh gara-gara dihantam kendaraan pun terpasang kembali di tempatnya.
Naasnya, saat eskalator itu berhenti, yang lainnya pun langsung terjungkal ke lantai dua CSO Dorm dan nasib Kenshin pun sekarang tidak jauh beda dengan Motochika yang ditimpa para warga CSO Dorm. XD *dibekuin Kenshin.*
"Aduuuuuh! Lepasin gue, dong!" teriak seseorang dari dalam tumpukan (sampah) manusia tersebut.
Beberapa menit kemudian...
Entah bagaimana caranya, mereka semua telah terpisah dari tumpukan tersebut. Dark dan Dissa memasukkan kendaraan mereka ke dalam CSO Dorm setelah pintunya kembali normal entah gimana caranya dan yang lainnya pun penasaran saat mendengar cerita Mea tentang alat aneh yang menyelamatkan hidup mereka.
"Huh, dikiranya mau atletik apa?!" gerutu Lukas kesal.
"Tau, nih!" balas Emil yang kagak kalah kesalnya.
"Su-sudahlah! Biarin aja yang udah lewat!" kata Tino meleraikan mereka berdua.
"Tapi tuh alat aneh juga, ya! Masa langsung ngilang gitu aja setelah dipake?" kata Sakazaki mengalihkan pembicaraan.
Mea hanya mengangkat bahunya sambil menghela nafas tanda tidak tau.
To Be Continue...
Preview for Chapter 26:
"Eh? Tadi lu pada kagak nyadar, ya? Kotak ngambang itu kagak ada di sini pas kita udah masuk!"
"AAAH! KALAU BEGINI MAH KAGAK BAKALAN ADA ABISNYA! MENDINGAN GUE NGEMIL DULU, DEH!"
"Oh iya, tadi Andre-san mau cerita apa?"
"Sekarang! Mana barang yang dimaksud?"
"E-eh, tu-tunggu! Yang ngerencanain si Kambing! Suwer, deh!"
Review! :D
