Author : Chapter 26 update, horeee! *joget-joget nista*. Entah mengapa di chapter ini humornya sedikit...Tapi ya sudahlah, di next chapie akan author tingkatkan lagi humornya, dan sepertinya author akan memasangkan Hidan dengan seekor psikopat *dibacok rame-rame*, maksudnya dipasangkan sama Aoi, tapi mungkin juga author akan ngasih hint lain hehehehe *senyum-senyum gila*.

Hidan : Senyum lu nyeremin amat sih!

Author : Makasih-makasih!

Hidan : Gua kagak muji elu kali!

Author : Oh...Tetep makasih berarti lo perhatian sama author. Ah sudahlah gak usah kebanyakan bacod, silahkan disimak chapter 26-nya, seperti biasa semoga berkenan dan maaf bila salah-salah kata (authornya malah pidato).

Warning : T rated.

Pairing : Baca dari chapter satu aja deh, author males ngetik (aib malesnya kebuka), new pairing anyone?

Disclaimer : Gara-gara author lupa nulis disclaimer yang satu ini, author jadi buronan! Baiklah Masashi Kishimoto yang punya Naruto beserta akatsuki, tapi para OCnya punya temen-temen yang request ^^.


Akatsuki Masuk Sekolah

Chapter 26

( New couples and another confession?)

.

.

"Nah udah sampe!" jerit Konan malah heboh sendiri.

Ternyata Yurina dibawa ke sebuah danau yang letaknya agak di dalam hutan, di danau itu udah bertebaran mangkok plastik yang bentuknya kayak teratai dan di atas mangkok itu ada lilin. Dan di tengah danau itu ada perahu yang berjalan menuju tepi danau, tepat dimana Yurina sama Konan berdiri.

"Dei-deidara?" Yurina kaget begitu melihat Deidara yang keluar dari perahu itu.

"Please come with me, my lady" kata Deidara sambil tersenyum cool.

"Wuih, gila! Deidara bisa ngomong satu kalimat tanpa ada akhiran 'un'!" kata Suigetsu salut yang diikuti anggukan dari rookie Konoha lainnya.

"Siapa dulu dong yang ngajarin!" samber Pein bangga.

"Yang ngajarin elo?" tanya Kankuro setengah penasaran dan setengahnya lagi gak percaya, masa iya raja bokep kayak dia bisa ngajarin bahasa inggris ke Deidara? Ada juga malah dinistakan si Deidara sama Pein.

"Bukanlah tapi noh si Rei!" bales Pein sambil nunjuk bocah merah marun yang lagi nongkrong malah buka komik horror, asik baca.

"Gue kira elo! Tapi kenapa juga elo yang bangga!" geplak Kankuro ke kepala Pein seenak jidat. Pein Cuma nyengir, maklum lah inggris dia itu termasuk inggris tempe. Sedangkan Rei yang lagi baca komik merutuk dalem hati 'ngajarin Deidara sampe 3 jam tuh! Bener-bener makan hati plus ampela!' sambil mengingat-ngigat kembali.

Flashback

"Please come with me, my lady un" kata Deidara berusaha mengikuti ajaran Rei.

"Aduh, udah dibilang jangan pake un! Gak keren tauk! Ulang-ulang!" Rei udah mirip sutrada yang lagi marah-marah sama aktornya.

"Tapi susah, un! Gue udah kebiasaan, un...Gimana dong, un? Jangan-jangan nanti Yurina nolak gue gara-gara gue ngomongnya gak becus ya, un?" Deidara mulai parno sendiri, Rei pasrah sambil jedotin pala ke buku komik yang lagi dia pegang, dan hal itu berlangsung selama 3 jam saudara-saudara! Bayangkan!. -lebay mode on-.

End flashback

~o0o~

.

"Dei…Sebenernya lo mau ngapain sih kayak gini?" tanya Yurina dag dig dug, bukan karena dia berdua sama Deidara tapi karena dia takut kelelep, malah perahunya goyang-goyang. (Deidara :salahkan Kakuzu yang nyiapin perahu butut!).

"Ada sesuatu yang mau gue ungkapin ke lo, un" kata Deidara dengan serius ke Yurina yang akhirnya gugup beneran sambil mikir ternyata Deidara bisa juga bersikap gentle kayak cowok.

Tiba-tiba terdengar dentingan piano yang dimainkan Sora di tepi danau, dan terdengar lantunan lagu Trust you yang dinyanyikan Aoi yang sedang berdiri disebelah Sora. (Author : author milih lagu Trust you dari gundam seed destiny biar romantisanya dapet kekekekek).

"Aoi cantik ya" celetuk Rei tiba-tiba, acara baca komiknya udahan dulu demi melihat Aoi.

"Iya" samber Hidan gak nyadar sama apa yang dia bilang barusan.

"Eh?" dua-duanya baru nyadar dan sekarang lagi tatap-tatapan gak jelas.

"Partner lo ngapain tuh, malah tatap-tatapan sama si Rei." Kata Kisame sambil nunjuk-nunjuk dua mahkluk yang masih tatap-tatapan.

"Tauk! Lagi ikutan saling menyatakan cinta kali!" jawab Kakuzu ngasal.

.

"Lo bilang apa barusan?" tanya Hidan sama Rei barengan.

"Ah…Gua gak bilang apa-apa, lu aja budeg!" kata Hidan ngeles sambil buang muka.

"Gu-gue juga gak bilang apa-apa…" bales Rei buang komik *author dilempar komik*, hehehe ikutan buang muka juga maksudnya.

.

"Yurina, will you be my angel in my heart?" tanya Deidara pake bahasa inggris hasil ajaran Rei.

"Dei…." Yurina bingung saking terpesonanya sama pemandangan danau plus sama Deidara yang tumbenan banget bisa bertingkah layaknya seorang cowok sejati. Biasanya juga kayak banci sejati ya? *diledakin*.

"Kalau gak mau sama gue aja!" jerit Lee yang diem-diem naksir Yurina.

"Sama gue aja!" samber Suigetsu cepet yang langsung kena lemparan sandal dari arah belakang, dimana sang pelempar tak lain dan tak bukan adalah Jugo.

"Bilang apa tadi barusan?" Jugo melotot galak sambil siapin sandal berikutnya.

"Jangan ngambek gitu dong, gue tadi Cuma bercanda. Jangan lempar sandal lagi ya, please." Kata Suigetsu sambil sembah sujud ke Jugo. Yang lain Cuma bisa sweatdrop sambil membatin 'ternyata rumor antara Suigetsu sama Jugo ada hubungan itu benar adanya'.

"Gue gak bisa…Gue gak bisa untuk nolak" jawab Yurina yang nyaris aja bikin jantung Deidara copot.

"Ja-jadi, un…Gue diterima, un?" tanya Deidara dengan hati penuh bintang-bintang, yang direspon anggukan kecil dari Yurina.

"HOREEEE, DITERIMA KAWAN-KAWAN, UN!" teriak Deidara kenceng sejadi-jadinya pake toa yang entah dapet dari mana, sambil dadah-dadahan ala miss sejagat ke para fansnya. Dan tanpa sadar bocah pirang itu malah lompat-lompat di atas perahu reyot hasil temuan Kakuzu.

"A-ano Deidara…." Baru aja Yurina mau memperingati Deidara untuk gak lompat-lompat, ternyata cowok itu udah nyebur duluan ke dalem danau.

BYUUUUUUURRRR!

Deidara dengan tidak elitnya nyebur danau, dan adegan slow motion tadi diabadikan teman-temannya lewat handicam, Jugo sama Sai malah udah pindah posisi sukses jeprat-jepret.

"Dei-deidara, kamu gak apa-apa?" Yurina yang panik membantu Deidara keluar dari danau dengan kondisi basah kuyup persis bocah yang baru aja kecebur empang.

"Gak apa-apa, un!" jawab Deidara sambil nyengir.

"Tapi kamu gak kedinginan?" tanya Yurina sekali lagi, dan kali ini dia khawatir soalnya air danau kan dingin banget.

"Gak kok, air danau gak bisa madamin kehangatan cintamu, un" jawab Deidara ngegombal abis, bikin Yurina blushing. (Author : ya elah, gak ketua, gak anak buahnya sama aja gombalnya *author diceburin ke danau*).


Besoknya di sekolah terjadi kegemparan dan gossip mengenai pasangan baru kita Yurina dan Deidara, tapi sayang hari itu sang Romeo aka Deidara gak masuk sekolah gara-gara meriang kedinginan, hasil dari nyebur danau.

"Akhirnya istirahat juga!" kata Yurina yang langsung narik Aoi ke kantin.

"Yurina selamat ya!" beberapa orang cewek dateng memberi selamat sama Yurina.

"Ma-makasih!" balas Yurina dengan wajah ngeblush, soalnya seharian ini orang-orang pada kasih dia selamat atas jadiannya sama Deidara.

"Cie, cie!" ledek Aoi tertawa geli liat Yurina mukanya jadi merah.

"Aoi, apaan sih…Eh, itu bukannya Hidan ya?" kata Yurina sambil menunjuk sosok penampakan cowok berambut putih yang lagi berdiri di depan pintu kantin.

"Sama siapa tuh?" tanya Yurina lagi sambil nunjuk seorang cewek berambut panjang berwarna coklat tua.

"Ih, mana gue tau!" jawab Aoi cuek.

.

"Sory ya, gue gak minat buat pacaran saat ini" kata Hidan ke cewek tersebut, oalah rupanya bocah yang satu ini ditembak toh ck ck ck, ajaib sekali.

"Ba-baiklah, Hidan-san…Terima kasih!" balas cewek itu dengan mata setengah berkaca-kaca, lalu segera permisi pergi.

"Kayaknya cewek tadi dari kelas 3-C deh" kata Yurina begitu cewek tadi berlari tergesa melintasi mereka.

"Kok lo bisa tau?" tanya Aoi heran.

"Emangnya kamu gak tau ya? Hidan itu kan lumayan terkenal dikalangan cewek kelas tiga".

"Hah? Gue gak salah denger? Kok bisa?" tanya Aoi gak percaya sambil mangap lebar-lebar.

"Beneran tau, kamu aja ketinggalan beritanya! Lagian coba liat deh, Hidan itu kan tinggi, dan lumayan cakep juga, denger-denger anak kelas tiga suka minta bantuan ke dia kalau ada acara, plus dia jago matekmatika (hasil didikan kakuzu, author yakin!)." celoteh Yurina asik sendiri, sedangkan Aoinya lagi mikir berat.

'Sebenernya yang dibilang Yurina ada benernya juga sih…Dan kalau diliat lagi si Hidan bisa keliatan cool juga' batin Aoi tanpa sadar. 'Eh…Tunggu dulu, gue mikir apa barusan? Gak-gak, gue gak boleh mikir begitu! Hidan itu cowok paling nyebelin!' Aoi malah asik berkutat sama batinnya sendiri, dan akhirnya dia baru sadar Hidan lagi ngeliat dia.

"A-apa liat-liat?" kata Aoi galak setengah gugup.

"Heh…" gak kayak biasanya, Hidan Cuma membalas dengan senyum yang susah dijelaskan maksudnya, lalu masuk ke dalam kantin.

'Akh…Kenapa gue tadi jadi malah gugup, dan senyuman apa itu tadi! Menyebalkan, apa tadi dia ngetawain gue?' rutuk Aoi dalam hati mengira Hidan ngetawain dia tadi.

"Aoi, Hallo Aoi! Mau sampai kapan kita berdiri disini?" tanya Yurina mengembalikan Aoi ke dunia nyata.

"Eh, sorry-sorry, yuk kedalem!" .

~o0o~

.

Sejak dari kantin Aoi terus ngelamun, Yurina jadi bingung jangan-jangan temen sebangkunya itu kesambet jin iprit. Tapi bukan itu saudara-saudara penyebab Aoi ngelamun. Dia ngelamun akibat dia masih gak percaya sama apa yang dia pikirkan tadi di kantin mengenai Hidan, masa bisa-bisanya dia berpikir Hidan itu cool? Sungguh suatu keajaiban sekolah kalau Hidan beneran bisa bersikap cool.

'Ah…Males ah dipikirin lama-lama…' batin Aoi menyerah kalah dan memutuskan untuk cuek bebek.

TENG! TONG! TENG! TONG! Kembali saudara-saudara, bel Konoha kembali berdendang dengan norak.

"Aoi-chan, pulang yuk!" Sora udah mejeng di depan kelas Aoi sambil melambai-lambai gaje, dasar sister complex *author dimasukkin oven sama Sora*.

"Yuk balik Yurina" kata Aoi sambil menenteng beberapa buku ditangannya.

"Yuk!" balas Yurina sambil membetulkan posisi tasnya.

"Tumben sendirian, yang lain mana?" tanya Aoi celingak-celinguk, biasanya kan si Sora pasti rame-rame sama TobiDeiSasoHidan. Deidara udah jelas sakit, lalu kemanakah yang lain?.

"Tobi ngacir duluan mau beli permen lollipop edisi terbaru sama Nazuka, dan pastinya Sasori juga ngekor", jelas lah, mana berani Sasori ninggalin Nazuka berduaan sama mahkluk autis macam Tobi. "Terus Hidan, kayak gak tau dia aja…" dengus Sora sambil nunjuk Hidan yang berdiri di pager sama seorang cewek (lagi?). Soalnya diantara akatsuki yang masih jomblo itu Hidan, Itachi udah ada Saki, Sasori juga udah punya Nazuka, Deidara udah sama Yurina, Pein tau sendiri udah dari jaman dulu sama Konan, Zetsu udah sama Haruru, mau sama siapa lagi coba? Kisame? Ikan hiu itu udah ada Juju tercinta, lalu Kakuzu? Mahkluk satu itu lebih mentingin duit ketimbang punya pacar dan gak usah tanya gimana dengan Tobi, bocah satu itu lebih demen sama lollipop ketimbang sama cewek.

"Terkenal juga dia" dengus Aoi terlihat setengah jealous.

"Samperin yuk!" kata Yurina bersemangat, tapi mendadak muncul Rei yang langsung dateng ngedeketin Aoi.

"Aoi, bisa ikut gue sebentar gak? Ada yang mau gue omongin" kata Rei tumben-tumbenan pasang muka serius, biasanya juga dia Cuma serius pas baca komik doang.

"Ngg…Ngomong disini aja" kata Aoi setengah ragu.

"Kalo disini gue malu…Banyak orang…Sebentar aja, ikut gue" kata Rei berusaha menyembunyikan mukanya yang udah merah kayak kepiting rebus.

"Ya udah deh, gue tinggal dulu ya!" akhirnya Aoi setuju ikut sama Rei.

~o0o~

.

Sekarang Aoi sama Rei ada di lorong kelas tiga, maklum lah anak kelas tiga udah pada bubar, jadi lorong disitu sepi.

"Jadi…Lo mau ngomong apaan?" tanya Aoi membuka topik pembicaraan.

"Gue suka sama lo…Mau jadi pacar gue, gak?" tanya Rei sambil nutupin mukanya pake buku komik, Aoi langsung sweatdrop sambil mikir, ini orang nembak gue apa nembak buku komiknya sih.

"Ehem..Rei-senpai…" Aoi mulai bersuara sambil narik buku komik yang dipegang cowok itu dari mukanya. "Bisa kasih gue waktu gak?" tanya Aoi, sebenernya sih Rei termasuk cowok imut sayang kalau kesempatan ini dia lepas, Cuma gak tau kenapa dia masih bimbang.

"Oke, tapi berapa lama?" tanya Rei dengan senyum berbinar, berarti dia masih ada harapan.

"Abis ujian gimana? Sekarang gue mau fokus ujian dulu buat nanti" jawab Aoi dengan jujur.

"Waduh…Satu bulan lagi dong…tapi oke lah, gue pasti nunggu" bales Rei, walaupun sedikit kecewa tapi dia bisa mengerti alasan Aoi.

"Oke, kita deal!" kata Aoi sambil menjabat tangan Rei, udah kayak serah-terima mahar pernikahan aja.

"Eh, Aoi! Tapi boleh kan, selama satu bulan menunggu itu gue PDKT ke elo?" tanya Rei setengah berteriak, untung aja itu lorong sepi, kalau gak, bisa ngumpet di dalem buku komik itu anak.

"Boleh kok! Duluan ya Rei-senpai!" jawab Aoi sekenanya sambil berlari turun ke bawah.

TBC….


Author : Selesai juga, author ngerjainnya malem-malem nih, mumpung ada ide sekelebat author tulis, takut lupa...Nanti malah ke pending lagi jadinya hehehehe *ketawa garing*.

Deidara : Ke pending lagi gue ledakin lo, un!

Author : Akan diusahakan untuk gak dipending lama-lama kok, dan sepertinya saya malah memasukkan beberapa hint lain dichapter ini...Yah gak apa-apa lah dikasih saingan, biar lebih seru dikit, soalnya Hidan itu tipe gengsian yang gak mau bergerak kalau situasi aman kekekekek *ketawa ala Hiruma*.

Sasori : Bener tuh, dia emang harus diposisikan dalam keadaan genting.

Hidan : Deket-deket sama lu semua juga udah mengancam jiwa raga gua tau!

Author : Makanya, cepat bertindak sebelum diembat sama Rei.

Rei : *Senyum nista*

Hidan : Ceh, tinggal gue bacok beres *senyum ala psikopat*.

Author : Oi, ini genre humor! Bukan tragedi...Apa jadinya kalau ada adegan bacok-bacokan! *mijit kening*.

Deidara : Ah, yang mau review silahkan review, un. Saran dan kritik juga boleh tapi no flamers, un! *siapin c4*.

HAPPY READ ^^V.