Chapter 51

Lacrimosa

Kanon dan Lecca berpandangan dalam diam, Kanon makin menyayangi gadis bermata kelabu ini, meski Lecca bilang Sagalah yang paling sedih, tetapi dengan apa yang di saksikannya Kanon tahu lecca berusaha menyembunyikan kesedihan yang berat ini, dan tak ingin membaginya pada orang lain, padahal dia bisa membaginya, bahkan dia tak membaginya pada Adder, orang yang paling lama bersamanya, Adder pernah berkata, "Lecca seperti buku yang tertutup meski dia terbuka kita tak bisa membacanya kalau tidak benar-benar menyentuhnya." Lecca lebih memikirkan orang lain ketimbang dirinya, sebenarnya Lecca mempunyai persamaan dengan Athena dalam banyak hal, yang tak disadari Lecca kalau dia tak tahu kalau dirinya dincintai oleh banyak orang, bahkan gold saint yang selalu curigaan dan tak memercayai siapapun seperti Shura bisa luluh dan bersedia mengorbankan nyawanya untuk Lecca.

"Kembalilah ke sanctuary dan aku minta tolong untuk…"

"Mengumpulkan jasad 12 gold saint." sambung Kanon. "Baiklah tetapi apa yang akan kau lakukan selanjutnya Lecca? Katakan padaku, aku tak akan beranjak dari sini kalau kau tak mengatakannya semuanya padaku."

"Astaga, kau itu." balas Lecca, dia sangat terpukau dengan kekerasan kepala Kanon yang melebihi Saga. "Aku tak punya banyak waktu lagi, ini hanya tinggal masalah kapan Astarte sampai ke Lacrimosa untuk membuka segel Lucifer disana."

"Lacrimosa?" ulang Kanon. "Tempat apa itu?"

"Lacrimosa adalah tempat terdalam dari noesis, lacrimosa bukan tempat yang mudah untuk dicapai terutama dengan keadaan Astarte saat ini, meski demikian dia pasti akan mencapai lacrimosa meski harus merangkak kesana, lagipula yang melukainya adalah Pedang Hyperion, luka yang di deritanya itu akan sedikit memperlambat gerakannya, memberi sedikit waktu untukku.

Bagi Astarte itu bukan masalah kalau Lucifer berhasil bebas maka dia akan segera mendapatkan tubuh baru dan lahir kembali, tentunya berserta demon yang lain bahkan demon seluruh dunia ini" jelas Lecca.

"Baik, lalu bagaimana caranya kau menghentikan Astarte? Apa yang akan kau lakukan, kau belum menjawab pertanyaanku yang satu itu" tuntut Kanon.

"Aku akan menghancurkan noesis dan menyegelnya bersama dengan Astarte juga Lucifer" kata Lecca.

Kanon membelalakan matanya mendengar jawaban Lecca yang menurut Kanon spektakuler itu, meski Lecca adalah wadah inkarnasi Dewi Hera yang bisa di sejajarkan dengan Dewa Zeus dalam klan Olympia, tetapi bagaimanapun juga Lecca hanyalah sebuah wadah meski Kanon sudah melihat kekuatannya tetap saja Lecca hanya manusia yang mempunyai keterbatasan.

"Kau tak akan bisa melakukannya sendirian Lecca, menyegel sesuatu butuh kekuatan yang sangat besar bahkan Athena tak sanggup mengunci Lucifer hanya dengan kekuatan sendiri hingga dia meminjam 12 birthstone milik para gold saint dan kau lihat apa yang terjadi pada Degel, kakak Camus yang mencoba menyegel Astarte dan ketiga demon yang lain? Degel mengorbankan nyawanya hanya untuk menyegel empat iblis, kau malah mau melakukan semuanya bahkan menyegel noesis, kau ini sinting Lecca" omel Kanon.

Lecca memandang Kanon, gadis itu tak menyela omelan Kanon dan menyimak dengan tenang, bahkan waktu Kanon berapi-api, Lecca tetap terlihat santai, usai Kanon bicara, Lecca menanggapinya dengan tertawa kecil.

"Apa kau sudah selesai bicara Kanon?" kata Lecca kalem.

"Kenapa kau terlihat tenang-tenang saja kau tahu apa yang akan terjadi padamu jika kau tetap nekat melakukan semuannya sendirian."

"Siapa bilang aku sendirian?" sanggah Lecca

Kanon menaikkan sebelah alisnya. "Apa maksudmu Lecca?!" kata Kanon tak mengerti maksud perkataan Lecca.

"Aku, memiliki kekuatan dari kesungguhan hati Shura, kepercayaan Aiolos, kasih sayang Milo dan Aiolia, cinta Saga, dan janji dari Adder. Apa kau tak bisa melihatnnya kalau aku tidak sendirian, aku punya kekuatan yang melebihi kekuatan Astarte." kata Lecca.

Kanon terdiam, di belakang Lecca membias bayangan para gold saint, seakan mereka semua ada, dan memberikan kekuatan mereka pada Lecca.

"Kau lihat kan Kanon? Aku tidak sendirian." ucap Lecca membuyarkan diamnya Kanon "Nah, sekarang kembalilah, kabarkan pada Athena aku akan menyelesaikan semuanya."

Kanon kembali terdiam kali ini dia memandang Lecca, wajahnya menunjukkan kalau ia enggan beranjak dari tempatnya dan ingin membantu Lecca menyegel noesis.

Lecca mengetahui apa yang membuat Kanon gundah dan terdiam ia mendekati Kanon dan memeluk pria bertubuh tinggi itu. Wajah Kanon berkabut sedih, meski tak mengatakannya Kanon bisa merasakan apa yang dirasakan Lecca, tangan Kanon terangkat dan merengkuh Lecca menekankan kepala Lecca ke dadanya, dia tak ingin pergi dari sisi Lecca, Kanon tahu meski Lecca bilang dia tidak sendiri tetapi tetap saja saat ini tak ada wujud para gold saint yang nyata yang bakal membantu Lecca disini, lecca benar-benar seorang diri.

"Aku akan kembali ke sanctuary, hanya itu yang bisa kujanjikan padamu." kata Lecca pelan. Kanon melepaskan pelukannya dan tersenyum.

"Aku pegang janjimu Lecca." balas Kanon.

"Terimakasih." kata Lecca. Dia mengarahkan tangannya ke udara kosong, mengayunkannya pelan, lalu sebuah pintu berukiran rumit muncul seakan melayang di udara.

"Ini jalan keluarmu." Lecca menunjuk pintu tersebut. meski enggan akhirnya Kanon pergi menuju pintu itu dan membukanya sama seperti pintu ingatan yang pernah ditunjukkan adder, dibalik pintu itu seperti terowongan panjang dengan kegelapan yang pekat.

"Ikuti cahaya itu maka kau akan kembali ke sanctuary." pesan Lecca.

Wajah tersenyum lecca itu yang dilihat kanon terakhir sebelum ia menutup pintu itu.


Chapter 52

No Need

Setelah berpikir sejenak, Athena memutuskan kalau ini adalah jalan yang tak bisa ditawar-tawar lagi, dia akan turun ke Giudecca, tempat tinggal Hades dan menuju Marine Sanctuary tempat tinggal Poseidon, tidak ada sekutu sekuat mereka Athena tidak bisa melawan Lucifer sendirian, tidak seperti dulu ada gold saint yang membantunya kini akibat segel yang diemban para gold saint kini menjadi sasaran Astarte untuk membangkitkan Lucifer, kini yang Athena bisa lakukan adalah bersekutu dengan dua dewa itu, meski akan sedikit sulit membuat mereka mengerti, tetapi Athena yakin Hades dan Poseidon mau membantunya.

"Mereka tak bisa menutup mata karena masalah ini, jika Lucifer bangkit maka habislah sudah." kata Athena dalam hati, Athena memalingkan pandangannya pada Shion yang sedari tadi terdiam.

"Shion bersiaplah kita akan menuju Giudecca dan Marine Sanctuary" kata Athena

"Apa anda akan berbicara pada yang mulia Hades dan yang mulia Poseidon?" tanyanya

"Aku tak punya pilihan lain, Shion" katanya tertunduk

"Urungkan niat anda yang mulia Athena." ucap seseorang, Athena dan Pope Shion spontan menoleh. Kelegaan terlukis jelas di wajah Athena, saat melihat kalau Kanon yang muncul, dia berlari kecil mendekati Saint Hamelin itu dan memeluknya.

"Syukurlah kau tidak apa-apa." katanya melepas pelukannya.

Kanon berlutut di depan Athena. "Maafkan aku Athena karena tadi melawan perintahmu."

"Kau tak perlu minta maaf Kanon, angkat wajahmu." balas Athena

"Kenapa kau berkata seperti tadi Kanon?" sela Pope Shion yang dari tadi penasaran kenapa Kanon bilang agar Athena mengurungkan niatnya untuk mengajak Poseidon dan Hades bekerjasama untuk menghadapi Lucifer.

Kanon bangkit dari berlututnya mengalihkan pandangannya ke Pope Shion. "Karena Lecca bilang dia akan menyelesaikan semuanya." terang Kanon

"Lalu apa yang akan dia lakukan untuk menyelesaikan semuanya?" tanya Pope Shion lagi.

"Dia bilang dia akan menyegel noesis berserta Astarte" jawab Kanon

Alis pope shion bertaut. "Apa dia akan melakukan seorang diri?" tanyanya.

"Ya." jawab Kanon singkat

"Itu sama saja bunuh diri, sebab hanya ada satu cara menyegel noesis, yaitu cara yang sama saat Degel menyegel Astarte" balas Pope Shion

Kanon tak menjawab, dia mengetahui apa cara satu-satunya untuk menyegel Astarte, meski Kanon tak mengetahui bagaimana cara Degel sendiri menyegel Astarte waktu itu.

"Kita harus kembali untuk menolongnya." kata Athena

"Tidak perlu." ucap Kanon.

"Tapi Kanon, apa kau tidak mencemaskan dia?"

Kanon menatap Athena. "Aku sangat mencemaskannya Athena." aku Kanon, meski kesedihan tergurat jelas di wajahnya dia mengembangkan senyumnya, "tetapi aku percaya Lecca pasti memenuhi janjinya, dia adalah wanita yang kuat, lagipula di tidak benar-benar sendirian, ada Shura, Milo, Aiolia, Aiolos, Saga dan juga Adder." lanjutnya.

Athena tak bisa membalas ucapan Kanon, Athena mengakui apa yang dikatakan Kanon memang benar, Lecca bukan tipe wanita yang cengeng dan kemayu, meski tidak menghilangkan sisi kefeniminannya namun dia adalah wanita yang tangguh dan kuat, tidak heran Shura yang selalu menutup dirinya dan curigaan, Aiolos yang peduli dengan detail langsung bisa menerima Lecca tanpa menanyakan ini dan itu. Terlebih adik dari gold saint Gemini ini yang Athena dengar bahkan dia jatuh cinta pada padangan pertama dengan Lecca saat menlihat fotonya yang dimiliki oleh Saga, Athena tahu Lecca membawa pengaruh besar pada para saintnya, bahkan Milo dan Aiolia, terutama Saga.

"Sebaiknya aku mulai memindahkan mereka." Kanon berjalan mendekati tubuh Shura yang masih tergeletak di kuil Athena, dia mengendong tubuh Saint Carpricorn itu dengan mudah.

"Mereka?" ulang Athena

"Iya, jasad ke 12 gold saint, Lecca memintaku untuk mengumpulkan semuanya di kuil Athena dan menunggunya datang." Kanon mengalihkan pandangannya, langit masih belum menunjukkan tanda-tanda untuk menyambut datangnya pagi.

"Aku akan membantumu." tawar Pope Shion.

"Itu akan sangat membantu yang mulia." balas Kanon.

"Ah, aku tak bisa meninggalkan anda sendirian disini Athena." kata Pope Shion.

"Tidak apa Shion, pergilah bersama Kanon, aku akan menjaga Shura disini." kata Athena

"Baiklah, berhati-hatilah Athena."

Athena tersenyum dan mengangguk, Pope Shion dan Kanon meninggalkan kuil Athena, mereka menuju 12 istana yang dijaga gold saint untuk mengambil jasad mereka sesuai dengan permintaan Lecca, sebelumnya mereka melewati Istana Sagitarius dan Aquarius dan tidak menuju Istana Aries, karena jasad Mu, Aiolos dan Camus masih berada di Pope Chamber.

"Dia yang terakhir Athena." kata Kanon sambil membaringkan tubuh Saga disebelah tubuh Aiolos.

"Kanon apa kita memang harus berdiam diri disini menunggu Lecca?" tanya Athena

"Ya, hanya itu yang bisa kita lakukan sekarang." jawab Kanon, dia berusaha bersikap tenang padahal dalam hati dia sangat mencemaskan Lecca, soal ucapan Pope Shion mengenai penyegelan noesis, Kanon tahu tidak ada cara yang paling ampuh selain 'itu', Pope Shion menceritakan bagaimana Degel menyegel Astarte di Lock, yaitu dengan segel darah.

Namun segel itu punya kelemahan besar, Pope Shion mengakui, hancurnya segel Astarte merupakan kelengahan dari dirinya karena dia merasa kalau Lock itu adalah segel yang sempurna, tenpat menuju Lock tidak bisa dicapai dengan cara biasa, tetapi apakah ini kehendak takdir yang membiarkan seorang manusia bernama Griffin masuk ke Lock dan membuka segel itu. Sedikit banyak Pope Shion merasa bersalah pada Athena, terlebih pada Degel yang tidak bisa menjaga segel yang ditinggalkannya, meski Degel telah mengamatkannya pada Camus, bagaimanapun juga ini termasuk tanggung jawab Shion sebagai pemimpin 12 gold saint.

Pope shion menceritakan semuanya pada Kanon secara terang-terangan.

"Kalau Degel menyegel Astarte dengan segel darah maka yang akan dilakukan Lecca untuk mengunci tempat seperti noesis adalah dengan Cosmic Blow, meledakkan kosmonya, kekuatan itu setara dengan jurus terlarang Athena Exclamation, ledakan itu akan menghancurkan semuanya." kata Pope Shion

"Jika memang dia berniat melakukan itu, maka…Kanon dia tak akan pernah kembali ke sanctuary"

Kanon menyunggingkan bibirnya, "mungkin, tetapi aku percaya dia akan memenuhi janjinya." ucap Kanon.