Sorry I Love You
Yoona mengerutkan dahi, ia memandangi wanita yang terbaring diatas tempat tidurnya dan dalam keadaan tidak sadarkan diri, "Wanita ini siapa kak?" tanyanya pada Siwon
"Aku juga tidak mengenalnya" sahut Siwon
"Mwo? kakak tidak mengenalnya, lalu kenapa kakak membawanya kemari?"
"Dia pingsan dan membutuhkan pertolongan, tadi ada dua pria yang mengejarnya, sepertinya mereka ingin berbuat jahat padanya"
Yoona terkejut, "Benarkah?"
"Ne" Shindong menyahut, "Tapi Siwon menghajar mereka dengan sangat baik"
"Kakak hebat" Yoona memuji kakaknya
"Tentu saja"
"Wanita ini sedang hamil, apa tidak sebaiknya kita membawanya kerumah sakit? Bagaimana jika ada apa-apa dengannya dan bayinya?" ujar Yoona
"Benar juga" Siwon sependapat
Hyukjae membuka mata, menyentuh kepalanya yang terasa pusing
"Kakak lihat, dia sudah sadar" seru Yoona
Siwon dan Shindong senang melihat Hyukjae akhirnya sadar,
"Syukurlah kau sudah sadar"
"Kalian siapa?" tanya Hyukjae
"Kenalkan, aku Shindong, dia Siwon, dan ini Yoona" Shindong memperkenalkan diri dengan antusias, Hyukjae hanya meresponnya dengan tatapan bingung
"Tadi kau pingsan, jadi kami membawamu kemari" Siwon menjelaskan apa yang terjadi
Hyukjae mencoba mengingat, "Terimakasih kau sudah menolongku" ujarnya kemudian
"Ne" sahut Siwon tersenyum, "Pria tadi siapa? Kenapa dia memaksa membawamu?"
"Dia ayah tiriku"
"Ayah tirimu?" Siwon mengernyit, "Tapi, kenapa dia memperlakukanmu dengan kasar?"
"Dia orang yang jahat, terimakasih kau sudah menolongku kabur darinya"
"Ah..ne.."
Berniat menelepon Donghae, Hyukjae meraih ponsel dalam sakunya, namun ia mengurungkan niat saat kembali mengingat apa yang dikatakan ibu Leeteuk padanya, "Sebaiknya aku tidak kembali kesana" batinnya
"Keluargamu pasti mencemaskanmu, sebaiknya kau menghubungi keluargamu" saran Siwon
"Ah ne" Hyukjae berpikir apa yang Siwon katakan benar, ia harus memberi kabar agar Donghae tidak mencemaskannya, iapun memutuskan untuk menghubungi nomor ponsel Donghae.
.
.
Beberapa tempat telah Donghae dan Leeteuk datangi, namun mereka masih belum menemukan Hyukjae, Donghae takut Hyukjae pergi meninggalkannya, "Kau dimana Hyuk..?" gumamnya tak tenang
Leeteuk memperhatikan Donghae yang begitu mencemaskan Hyukjae, ia merasa sedih dan cemburu.
Getar ponselnya mengalihkan perhatian Donghae, ia melihat panggilan masuk dari Hyukjae dan segera menjawabnya, "Kau dimana Hyuk? kenapa sejak tadi kau tidak bisa dihubungi? kau membuat kami semua cemas"
Suara Donghae diseberang telepon terdengar begitu cemas, "Maaf membuat kalian cemas Hae" jawab Hyukjae
"Kau dimana?"
"Aku tidak bisa memberitahunya"
"Wae?" Donghae mengernyit, "Aku akan menjemputmu, katakan kau dimana sekarang?"
"Tidak perlu menjemputku Hae, aku tidak ingin kembali"
"Kau ini bicara apa Hyuk?"
"Aku baik-baik saja, kalian tidak perlu cemas dan tidak usah mencariku" ucap Hyukjae lalu memutus teleponnya
"Kau harus pulang Hyuk.."
Donghae berhenti berbicara saat terdengar nada telepon terputus, dia panik dan segera menghubungi Hyukjae kembali, namun nomor ponsel Hyukjae sudah tidak aktif, "Tidak Hyuk, kau tidak boleh melakukan ini" Donghae terus mencoba menghubungi nomor ponsel Hyukjae
"Ada apa Hae?" tanya Leeteuk bingung
"Hyukjae mengatakan ia tidak akan kembali"
"Apa?" Leeteuk terkejut mendengarnya.
.
.
Air mata Hyukjae luruh membasahi wajahnya, dadanya terasa sangat sesak, Hyukjae menangisi keadaannya,
"Kau tidak apa-apa?"
Siwon, Shindong dan Yoona bingung melihat Hyukjae yang menangis,
"Ne, aku tidak apa-apa" Hyukjae menyeka air matanya
"Kau mau kemana?" tanya Siwon saat Hyukjae mencoba beranjak dari tempat tidur
"Aku harus pergi"
"Tapi kau baru saja sadar, sebaiknya kau beristirahat"
"Maaf, aku harus pergi" Hyukjae memaksa untuk berdiri meski ia merasa tubuhnya sangat lemas, "Ahh.." ia tak kuat dan terjatuh, Siwon segera menopang tubuhnya
"Kau masih belum kuat berjalan, jangan memaksakan dirimu" Siwon membantu Hyukjae untuk kembali duduk
"Ini sudah malam, memangnya kakak mau pergi kemana?" tanya Yoona
Hyukjae diam, ia sendiri belum tahu harus pergi kemana, ia tidak memiliki tujuan, "Aku tidak tahu harus kemana"
"Kalau begitu kakak disini dulu saja"
"Maaf, aku tidak ingin merepotkan kalian"
Yoona tersenyum, "Tidak apa-apa, kami sama sekali tidak merasa direpotkan, benarkan kak?" ucapnya menoleh pada Siwon
"Ah, ne" sahut Siwon
"Lagipula kakak tidak boleh pergi dalam keadaan seperti ini, kakak sedang hamil dan harus menjaga diri, jangan sampai ada orang yang berbuat jahat lagi"
Hyukjae memikirkan perkataan Yoona, ia merasa yang dikatakan Yoona benar, Hyukjae tidak ingin sesuatu yang berburuk terjadi pada calon bayinya.
.
.
Melihat Hyukjae yang sudah tidur, Yoona melangkah keluar dari kamar, menghampiri Siwon dan Shindong yang tengah duduk diteras,
"Bagaimana?" tanya Siwon
"Kak Hyukjae sudah tidur" jawab Yoona
"Jadi namanya Hyukjae?"
"Ne, Lee Hyukjae"
Siwon mengangguk pelan, mengetahui nama Hyukjae membuatnya merasa senang,
"Sepertinya dia sedang mengalami masalah dengan keluarganya" ujar Shindong berpendapat
"Ne, aku rasa juga begitu" Yoona sependapat
"Jika Hyukjae tidak memiliki tujuan, sebaiknya dia tinggal bersama kita saja" ucap Siwon
"Kau serius?" tanya Shindong
"Tentu saja, apa aku terlihat sedang bercanda?"
"Tapi bagaimana jika keluarganya mencarinya?"
"Aku rasa sebaiknya kita tidak ikut campur dengan masalah pribadi Hyukjae, jika nanti dia sudah merasa tenang dan ingin kembali pada keluarganya, aku akan mengantarnya pulang"
"Aku setuju dengan kak Siwon" ucap Yoona
"Yaa, kau pasti senang bertemu dengan Hyukjae lagi kan?" Shindong tersenyum menggoda Siwon
"Kau ini bicara apa?" Siwon berpura-pura tidak mengerti meski sebenarnya ia memang merasa sangat senang
Shindong tertawa, "Jangan berpura-pura tidak mengerti seperti itu, bukankah kau menyukainya, kurasa kalian sudah ditakdirkan untuk bertemu kembali"
"Apa yang kalian maksud?" Yoona mengernyit, "Siapa yang disukai kak Siwon?"
"Ah bukan apa-apa" jawab Siwon tak ingin Yoona mendengarkan perkataan Shindong, "Shindong hanya asal bicara".
.
.
"Hae, kau tidak apa-apa?" tanya Leeteuk saat ia dan Donghae baru saja tiba dirumah, ia cemas melihat Donghae yang terlihat sedikit pucat
"Aku baik-baik saja" sahut Donghae dan melangkah menuju kamar
Leeteuk diam, "Donghae begitu mencemaskan Hyukjae" batinnya
"Nyonya" bibi Han menghampiri Leeteuk, "Bagaimana? apa nyonya dan tuan bertemu dengan nyonya Hyukjae?" tanyanya tampak cemas
"Kenapa semua orang hanya memikirkan Hyukjae?!" bentak Leeteuk melampiaskan rasa cemburunya, bibi Han tersentak kaget
Leeteuk merasa muak dan melangkah pergi meninggalkan bibi Han yang terdiam bingung dengan sikapnya. Tak tahan dengan rasa sesak yang memenuhi dadanya, Leeteuk memutuskan menelepon ibunya dan memberitahu semua yang telah terjadi,
"Apa? Hyukjae pergi dari rumah?" Jungyeon berpura-pura tidak tahu tentang Hyukjae saat berbicara dengan Leeteuk ditelepon
"Ne, dia benar-benar membuatku kesal bu, bagaimana dia bisa pergi begitu saja"
Jungyeon tersenyum, "Kenapa kau harus peduli? Bukankah itu bagus?"
"Maksud ibu?" Leeteuk mengernyit
"Selama ini Hyukjae sudah menjadi masalah dalam rumah tanggamu, sekarang dia pergi, bukankah itu hal yang baik?"
"Tapi Hyukjae sedang hamil bu, aku tidak ingin hal buruk terjadi padanya dan bayinya diluar sana"
Jungyeon menghela nafas, "Setelah apa yang dia lakukan padaku kenapa kau masih saja memikirkannya ckck, sudahlah, biarkan saja wanita itu pergi, ini sudah larut malam, sebaiknya kau tidur, besok kita bicara lagi"
"Baiklah bu"
Usai berbicara dengan ibunya, Leeteuk memutus teleponnya dan termenung, meski menurutnya apa yang dikatakan oleh ibunya benar, tetap saja ia mencemaskan Hyukjae dan calon bayinya.
.
.
Jungyeon tersenyum senang, "Mulai sekarang Hyukjae tidak akan mengganggu rumah tangga putri kita lagi" ujarnya pada suaminya
"Kenapa kau berkata seperti itu?" tanya Jihyun
"Leeteuk baru saja mengabari kalau wanita itu sudah pergi"
"Pergi bagaimana?" Jihyun mengernyit
"Hyukjae pergi dari rumah dan tidak akan kembali" jelas Jungyeon
"Bagaimana bisa?" Jihyun terkejut mendengarnya
"Ntahlah, tapi ini adalah kabar baik, aku harap dia tidak akan kembali lagi"
"Kenapa kau malah berkata seperti itu?"
"Wae? apa aku mengatakan hal yang salah?"
"Hyukjae pergi pasti karena sikapmu dan Leeteuk yang selalu memperlakukannya dengan buruk, seharusnya kalian merasa bersalah"
Jungyeon berdecih tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh suaminya, "Yaa, sebenarnya kau ini dipihak siapa? Leeteuk adalah putrimu seharusnya kau memikirkan kebahagiaannya, bukan malah memikirkan wanita itu!" ucapnya kesal dan berlalu dari hadapan Jihyun
Jihyun menghela nafas melihat sikap istrinya, ia yang cemas mencoba menelepon Donghae untuk menanyakannya langsung mengenai Hyukjae.
.
.
.
.
.
"Wah, ini kelihatan enak" Siwon mencomot roti isi telur yang tersaji diatas meja makan
"Yaa, jangan menyentuhnya" protes Yoona yang sedang menuang susu kedalam gelas
"Wae? bukankah ini untuk dimakan?" Siwon duduk disalah satu kursi
"Ne, tapi kita harus sarapan bersama"
Siwon terkekeh, "Ya, ya, baiklah"
Yoona menoleh pada Hyukjae yang baru saja keluar dari kamar dan mengenakan sweaternya, ia tersenyum, "Kak Hyuk sudah selesai mandi?"
"Ne" sahut Hyukjae
"Kalau begitu ayo kita sarapan bersama"
"Ne" Hyukjae ikut bergabung dimeja makan
"Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Siwon
"Aku sudah merasa lebih baik"
"Syukurlah kalau begitu" Siwon tersenyum, "Ayo kita sarapan" ajaknya
"Ah ne"
Hyukjae menyantap sarapannya dan terlihat canggung, "Maaf aku jadi merepotkan seperti ini" ujarnya merasa tidak enak
"Jangan berkata seperti itu" sahut Siwon seraya mengunyah makanannya, "Kami justru merasa senang kau disini"
"Ne?"
Yoona tersenyum, "Aku dan kak Siwon senang ada anggota baru dirumah ini, selama ini kami hanya tinggal berdua dan rasanya cukup sepi, mulai sekarang saat kak Siwon bekerja, aku tidak akan sendirian dirumah lagi" ucapnya sangat senang, "Ayo kak Hyuk, kakak harus habiskan sarapannya"
"Ne" sahut Hyukjae tersenyum.
.
.
"Mwo? Hyukjae pergi dari rumah?" Sungmin dan Ryeowook terkejut mendengar apa yang baru saja Leeteuk sampaikan
"Ne" Leeteuk menyandarkan tubuhnya disofa dan terlihat murung
"Bagaimana dia bisa pergi? Hyukjae pergi kemana?"
"Aku juga tidak tahu, dia tidak pamit"
"Apa kalian sudah mencarinya" tanya Ryeowook
"Ne, Donghae juga sudah membayar orang untuk mencarinya, tapi belum ada kabar, terakhir Hyukjae menelepon, ia meminta untuk tidak mencarinya"
Sungmin dan Ryeowook ikut cemas mendengarnya, "Bagaimana dia bisa memutuskan pergi dalam keadaan hamil seperti itu, dia akan pergi kemana? bukankah satu-satunya keluarga yang dia punya adalah ayah tirinya? Tidak mungkin dia kembali kesana kan?"
"Itu tidak mungkin" ucap Leeteuk
"Bagaimana jika terjadi hal buruk pada Hyukjae?" cemas Ryeowook
"Jangan berpikir seperti itu" sahut Sungmin
"Meski aku kesal padanya, tetap saja aku tidak ingin hal buruk terjadi pada Hyukjae" gumam Leeteuk, "Aku harap dia baik-baik saja"
"Ne, semoga Hyukjae baik-baik saja dan segera ditemukan"
"Ne"
.
.
Getar ponselnya mengalihkan perhatian Jungyeon yang tengah duduk bersantai seraya membaca sebuah majalah ditangannya, ia meraih ponselnya itu dan melihat panggilan masuk dari Jungsik, ia lalu menjawabnya, "Ada apa kau meneleponku?"
"Hyukjae kabur" ujar Jungsik diseberang telepon
"Apa?!" Jungyeon terkejut mendengarnya, "Bagaimana bisa?!"
"Seseorang pria membantunya kabur dan membawanya pergi"
"Siapa yang kau maksud?"
"Aku juga tidak mengenalinya"
"Kalian ini bagaimana? mengurus satu wanita saja kalian tidak becus!" Jungyeon begitu kesal dan marah, "Aku sudah membayar mahal pada kalian dan aku tidak ingin wanita itu sampai kembali lagi dan mengacaukan rumah tangga putriku, kalian harus mencarinya sampai ketemu!" perintahnya dan memutus telepon itu, "Dasar orang-orang tidak berguna!" umpatnya merasa tak tenang, "Hyukjae tidak boleh sampai kembali lagi!"
Jungsik mendesah kesal usai berbicara dengan Jungyeon, "Wanita itu benar-benar menyebalkan!"
"Bagaimana sekarang?" tanya Hyoshin
"Tentu saja kita harus mencari Hyukjae sampai ketemu, ini semua salahmu, seharusnya kau tidak menghalangiku membunuh anak sialan itu!"
"Maafkan aku, aku juga tidak mengira dia akan berhasil kabur dari kita" sesal Hyoshin.
.
.
Yoona melirik arlojinya yang sudah menunjukkan pukul dua siang, "Kenapa kak Siwon belum kembali juga, apa dia tidak makan siang dirumah?" gumamnya
"Siwon bekerja dimana?" tanya Hyukjae
"Tidak menentu"
"Ne?"
Yoona tersenyum, "Maksudku, kak Siwon akan mengerjakan apapun yang menghasilkan uang, tapi dia sering sibuk sebagai pengantar barang"
"Ah begitu" Hyukjae tersenyum paham, sebuah lukisan kanvas yang terpajang dikamar Yoona menarik perhatiannya, lukisan seorang anak perempuan yang menggenggam seikat bunga, "Lukisan ini sangat indah"
"Kak Siwon yang melukisnya"
"Benarkah?"
"Ne"
"Anak perempuan ini mirip denganmu"
Yoona tersenyum, "Ne, kak Siwon bilang anak perempuan itu adalah aku saat masih kecil"
"Begitukah" Hyukjae tersenyum, "Lukisannya sangat bagus, dia berbakat"
"Ne, aku sering meminta kak Siwon untuk menjadi pelukis saja, bukankah itu cukup menghasilkan uang? tapi kak Siwon hanya tertawa jika aku mengatakan itu"
"Wae?"
"Dia bilang melukis hanya sebagai hobbynya saja, dia lebih nyaman bekerja seperti sekarang, bersama kak Shindong"
"Sepertinya mereka sangat dekat?"
"Ne, kak Siwon dan kak Shidong sudah bersahabat sejak masih sekolah dulu"
"Ah begitu.." Hyukjae teringat dengan Leeteuk, mereka juga bersahabat sejak masih sekolah, ia merasa sedih karena kini persahabatan mereka telah berubah.
.
.
"Bagaimana? Apa kalian sudah mendapat kabar soal Hyukjae?" Donghae berbicara dengan seseorang ditelepon, "Kenapa sampai sekarang kalian belum bisa menemukannya? Terus cari dan segera kabari aku jika kalian mendapatkan informasi tentang keberadaan Hyukjae"
Usai berbicara, Donghae yang merasa stres duduk disofa, ia memijit kepalanya yang terasa sakit, Yejin menghampiri putranya itu,
"Bagaimana Hae? apa sudah ada kabar tentang Hyukjae?"
"Belum bu, aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi" keluh Donghae
"Kau harus kuat dan bersabar Hae" Yejin menyentuh pundak Donghae, ikut merasakan kesedihan dan kecemasan putranya itu, "Kita harus terus berusaha mencari Hyukjae, semoga Hyukjae bisa segera ditemukan"
"Ne.."
.
.
.
.
Sorry I Love You
.
.
.
.
Sebulan telah berlalu, namun Donghae masih belum menemukan Hyukjae, ia yang merasa putus asa hanya bisa melampiaskannya dengan minum dan mabuk-mabukkan.
"Kau mabuk lagi Hae?" Leeteuk menghampiri Donghae yang baru saja pulang, ia menopang tubuh suaminya yang tampak gontai itu, "Bukankah aku sudah melarangmu minum? Kenapa kau masih saja mabuk-mabukkan seperti ini?!" tanyanya kesal
"Aku tidak mabuk!" Donghae melepas tangan Leeteuk darinya
"Keadaanmu seperti ini kau masih saja bilang tidak mabuk?"
"Sudah kukatakan aku tidak mabuk, kau masih saja tidak mengerti" Donghae melangkah sempoyongan meninggalkan Leeteuk
Leeteuk menangis memikirkan sikap Donghae, "Kau benar-benar sudah berubah Hae.."
.
.
Hyukjae duduk termenung dikamar, ia menatap sendu sebuah foto dilayar ponselnya, fotonya bersama Leeteuk dan Donghae, "Aku rindu pada kalian, apa kalian baik-baik saja.."
Yoona melangkah masuk kekamar dan melihat Hyukjae yang sedang menangis, "Kenapa kakak menangis?"
"Tidak apa-apa" Hyukjae menyeka air mata diwajahnya
Yoona duduk didekat Hyukjae, ia ikut sedih, "Apa mereka keluarga kakak?" tanyanya memperhatikan foto dilayar diponsel Hyukjae,
"Ne"
"Pria difoto ini siapa?"
"Dia Donghae"
"Apa dia suami kakak?"
"Ne"
"Wah, suami kakak sangat tampan" puji Yoona tersenyum, "Lalu siapa wanita ini?"
"Dia Leeteuk, istri pertama Donghae"
"Istri pertama?" Yoona tampak terkejut mendengarnya, "Apa kakak istri kedua?" tanyanya hati-hati
"Ne" sahut Hyukjae pelan, Yoona diam tak melanjutkan membahasnya, ia tak ingin membuat Hyukjae merasa tak nyaman
"Aku dan Donghae menikah karena terpaksa"
"Wae?"
"Leeteuk tidak bisa hamil dan meminta kami menikah agar Donghae bisa memiliki anak"
Yoona mengernyit, "Kenapa dia tidak bisa hamil?"
"Leeteuk pernah sakit kanker rahim, dan rahimnya harus diangkat" jawab Hyukjae, Yoona prihatin mendengarnya, "Aku dan Leeteuk bersahabat, karena itu dia memintaku untuk menjadi istri kedua Donghae, aku berusaha menolaknya tapi Leeteuk terus menerus memohon padaku dan membuatku tidak bisa menolaknya, aku tidak bisa melihat Leeteuk menangis dan merasa sakit, begitu juga dengan Donghae, dan kami akhirnya menikah"
"Lalu apa yang terjadi? Kenapa kakak pergi dari rumah?" tanya Yoona
"Sejak aku hamil, sikap Leeteuk berubah, ia cemburu dan membenciku"
"Kenapa dia bersikap seperti itu? bukankah dia yang meminta kalian menikah?" Yoona mengernyit
"Aku juga tidak mengerti" air mata Hyukjae kembali menetes, "Aku tidak ingin Leeteuk merasa sakit karenaku, itu sebabnya aku memutuskan untuk pergi"
Yoona sedih mendengarnya, "Tapi kakak sedang hamil, seharusnya kakak tidak boleh pergi dari rumah"
"Tidak apa-apa, aku memang tidak seharusnya ada diantara Leeteuk dan Donghae, aku harap mereka baik-baik saja"
Yoona memeluk Hyukjae, "Kakak harus kuat ne.."
"Ne.."
Siwon yang berdiri dipintu mendengar pembicaraan Yoona dan Hyukjae, apa yang Hyukjae alami membuatnya ikut merasa sedih, ia berharap keadaan akan kembali baik dan Hyukjae bisa kembali pada keluarganya.
TBC
