Yoongi sedang berjalan mondar-mandir di dekat tempat piknik Taehyung dan Jungkook. ia juga telah menyiapkan segalanya, termasuk minuman mereka. ia juga telah menuangkan ramuan itu semuanya ke dalam wine Jungkook. ia berdiri dengan gelisah.
'Bagaimana kalau aku ketahuan? arghh stupid Jimin! urgh.. dan aku ughh aammh'
Yoongi merasa terangsang lagi, ia mencoba memikirkan hal lain agar ia tidak terlalu terangsang.
'Jimin benar-benar keterlaluan'
"Kau memanggilku sugar?"
Yoongi berbalik mengahadapnya.
"Fuck! Jimin! cepat hentikan ini semua!" Yoongi berjalan menghampirinya dan hendak menciumnya.
"what babe? pertunjukan belum dimulai" jawab Jimin dengan santai dan ia menolak tubuh Yoongi pelan.
"Seperti perjanjian kita, kau selesaikan dulu tugasmu. lalu aku akan memberikan yang kau mau" ia menyeringai jahat pada Yoongi.
"Aku sudah melakukannya"
"Nuh uh!" Jimin menunjuk ke gelas Jungkook, "Dia belum meminumnya"
Yoongi frustasi dan ia menyisir rambutnya dengan jarinya.
Jimin tertawa, "tenanglah.." Lalu Jimin menghilang.
"Yoongi, kau sedang apa disini?" Suara Jungkook membuatnya kaget, dan ia berbalik.
"Oh.. Jungkook, aku sedang... menunggu kalian"
Jungkook terlihat bingung, tapi Taehyung tersenyum padanya dan mengajak Jungkook untuk duduk di tikar yang sudah disiapkan oleh Yoongi.
"Dia uh... membantuku untuk kejutan ini Kookie..." jawab Taehyung dengan malu-malu.
"oh, thank you so much Yoongi" Jungkook memeluk Yoongi dengan erat lalu tersenyum lebar padanya.
"Uh. yeah.. no problem!"
Jungkook dan Taehyung sedang duduk di tikar sambil bercanda. Yoongi memperhatikan mereka dengan hati-hati. ia membawa minuman mereka dan meletakkannya di talam.
"Hello love birds... ini wine untuk Taehyung dan ini untuk Jungkook. silahkan..."
Lalu Yoongi meninggalkan mereka sambil menunduk layaknya seorang pelayan.
Jungkook tertawa melihat aksi Yoongi.
"Babe, tunggu" kata Taehyung tiba-tiba
Yoongi sontak melihat mereka, jantungnya berdebar sangat kencang.
lalu ia melihat Taehyung tersenyum jahil sambil mengambil gelas Jungkook lalu ia menyodorkannya ke bibir Jungkook.
"Mari bersulang seperti ini. kau menyulang minumku, dan aku juga sebaliknya"
Jungkook tersenyum lebar, mereka bersulang lalu minum sambil bertatapan"
setelah selesai, Taehyung melilitkan spageti ke garpunya lalu ia menyulang Jungkook. Jungkook tertawa geli tapi ia membuka mulutnya dan membiarkan Taehyung menyulangnya,
"Hmm... ini sungguh lezat"
"Berterima kasihlah pada Yoongi" bisik Taehyung sambil tersenyum pada Jungkook.
"Yoongi hyung! thank you so much!" Jungkook tersenyum lebar padanya.
"Yeah... no prob!" Yoongi memaksakan senyumnya
'maafkan aku Jungkook'
Lalu Taehyung dan Jungkook kembali menikmati makanan mereka sambil berbincang-bincang.
'Kenapa belum bereaksi? shit aahh mmy dick!'
Yoongi menyelinap ke hutan dan ia memompa membernya sendiri.
Yoongi memejam matanya sambil merintih pelan, tiba-tiba ia merasakan sesuatu menjilati membernya, ia langsung membuka matanya dan melihat Jimin.
"Jim…chim…"
Jimin tersenyum nakal, ia segera melepas celana mereka dan ia duduk di pangkuan Yoongi.
"aahh ffuck"
"Yyyess"
Jimin terus bergerak naik dan turun hingga Yoongi ejakulasi di dalamnya.
"Jungkook, mari bersulang lagi?" Taehyung mengambil gelas Jungkook dan ia menyulangnya.
Wine mereka telah habis, lalu Taehyung berjalan ke samping Jungkook. Ia mengeluarkan kotak kecil yang dikantonginya tadi dan meletakkannya di telapak tangannya. Ia membuka kotak itu sambil menatap Jungkook. Ia mendengar Jungkook menarik nafasnya.
"Jeon Jungkook, aku sangat mencintaimu. Aku telah menunggumu ratusan tahun, dan cintaku kepadamu tidak pernah pudar, aku… aku ingin selamanya bersamamu, hingga kematian memisahkan kita. Aku akan rela menunggumu, walau ribuan tahun sekali pun, dan aku akan tetap mencintaimu. Sekarang, aku ingin menghabiskan waktu kita bersama, berdua. Dan, jika kau ingin hidup abadi bersamaku, kita akan membicarakannya nanti pada Hoseok. Aku yakin dia pasti bisa. Aku akan rela melakukan apapun untukmu Jungkook, aku hanya ingin hidup bersamamu… dan… umm, maukah kau… menikah denganku?"
Taehyung menggigit bibirnya, ia takut kalau kata-katanya itu buruk dan tidak romantis.
Jungkook meneteskan air matanya dan ia mengangguk, "Yes.. yes! Aku mau menikah denganmu Taehyung! I love you too"
Taehyung tersenyum dan mencium Jungkook dengan lembut, lalu ia tersenyum lebar menatap Jungkook. Tangannya gemetaran saat ia mengambil tangan Jungkook. Lalu ia menyelipkan cincin itu ke jari manis Jungkook.
Jungkook memeluknya dan menciumnya, mereka berciuman dengan lembut, air mata bahagia mereka bersatu. Tangan Jungkook memegang kepala Taehyung dan ia mencium dengan kuat, sedangkan Taehyung memegang pinggul Jungkook dan menariknya ke pangkuannya.
Suara dentuman jam dari istana terdengar hingga ke telinga mereka. Dan itu menunjukkan pukul 00.00 a.m, suara burung-burung yang berterbangan karena terkejut mendengar dentuman jam. Dan bulan purnama sangat bersinar dengan terang di atas mereka.
Hingga Jungkook mulai merasa pusing, dan lemas. Ia merasa seluruh badannya seperti lumpuh, ia ingin berteriak, tapi yang keluar hanyalah rintihan. Matanya sangat berat, ia merasa sangat sangat lelah, dan ia membiarkan kelelahan itu menelan dirinya.
Taehyung tersenyum mendengar rintihan Jungkook. Tapi ia tidak ingin terburu-buru, ia ingin membuat Jungkook merasakan cintanya. Ia ingin terus mencium Jungkook. Ia merasa ciuman Jungkook semakin lemah, ia mengira kalau Jungkook mungkin letih.
Taehyung melepas ciumannya saat Jungkook hanya diam. Ia tersenyum lembut menatap Jungkook yang tertidur. Bibirnya masih bengkak dan merah, pipinya masih merona.
'kau lelah ya? Cuteeeee' Taehyung tertawa sendiri di dalam hati.
Taehyung terus memandangi Jungkook, dan ia merasa ada yang aneh dengan cara tidur Jungkook. Taehyung terus memperhatikan bibirnya yang lama-kelamaan menjadi pucat. Taehyung mulai panik, ia melihat dada Jungkook yang tidak bergerak.
Taehyung menahan nafasnya, dan ia memperhatikan dada Jungkook lagi. Tapi dada Jungkook tidak bergerak. Ia mendekatkan telinganya ke hidung Jungkook untuk merasakan hembusan nafas Jungkook, dan ia tidak merasakan adanya hembusan nafas Jungkook.
Taehyung sangat panik.
"No! Jungkook? Jungkook? Bangun Jungkook! Kookie bangun!"
Taehyung mengguncang tubuh Jungkook dengan kuat, tapi Jungkook tidak membuka matanya.
Air mata Taehyung hendak keluar
"JUNGKOOK BANGUN! INI TIDAK LUCU! KAU JANGAN BERCANDA JUNGKOOK! JUNGKOOK!"
Taehyung melakukan CPR yang ia pelajari dari Hoseok, tapi Jungkook tidak bernafas juga.
Taehyung sangat panik,
"YOOONGI! YOONGIII! CEPAT KEMARI!"
Taehyung terus memanggil Yoongi tapi tidak ada sahutan. Ia sangat bingung.
Ia menggendong Jungkook lalu ia terbang membawanya ke istana.
Tapi anehnya, dia malah tercampak ke tanah.
Taehyung mengerang kesakitan, dan ia melihat Jungkook yang ikut tercampak.
"No… Jungkoook!" Taehyung merangkak dan memeluk tubuh Jungkook yang menurutnya sudah tidak bernyawa.
"Jungkook please…. Noooooo!" Taehyung menangis dan meraung kuat. Sayapnya ikut terkulai lemas di belakangnya, dan sesekali bergetar karena isakannya.
Taehyung terus menangis sambil memeluk Jungkook.
(Sebelumnya, saat Yoongi bercinta dengan Jimin)
"Aku sudah melakukan tugasku…" kata Yoongi dengan nada sedih.
Jimin menangkup wajahnya dan tersenyum lembut, " kenapa baby? Kenapa sedih?"
"Kau gila Jimin!" Yoongi menjauhkan dirinya dari Jimin tapi Jimin memegang tangannya dengan sangat kuat.
"Pikirkan masa depan kita sugar!"
"Kau tidak harus membunuh Taehyung!"
"Tidak ada mantra lain selain itu!"
"Kau! Apa ini ulah ibumu! Apa dia yang menyuruhmu untuk membunuh Taehyung!"
"Apa?" Jimin shock
"Ibumu tidak punya hati Jimin! Please! Jangan mengikuti jejaknya! Aku tidak ingin kau seperti dia!"
"Tau apa kau tentang ibuku!" bentak Jimin. Ia mulai marah.
"Please Jimin! Sadarlah! Hentikan semua ini! Kita bisa memikirkan cara lain! Kau tidak melihat betapa bahagianya mereka berdua huh? Kenapa kau tega sekali! Aku sungguh menyesal Jimin! Aku kira kau akan berubah! Aku menyesal!"
Yoongi menatapnya dengan tajam. Jimin merasa… sakit hati… ini untuk yang pertama kali dalam hidupnya.
"apa yang kau bicarakan sugar…" bisik Jimin yang terlihat sakit hati.
"Aku menyesal telah menuruti permintaanmu Jimin!"
"No.. sugar, don't say that.. you… you hurting mee" Jimin mendekati Yoongi tapi Yoongi menjauh dan menatapnya dengan tajam.
Jimin menatap Yoongi dengan geram lalu ia menyihir Yoongi dengan mata merahnya dan tiba-tiba muncul portal di samping Jimin.
"Masuk ke portal! Dan tunggu aku di istana sugar! Aku akan segera kembali!"
Yoongi mengangguk lalu ia masuk ke dalam portal.
Annyeong.. thank you for reading guyysss..
hope you enjoy the story :D
And mianhe for their character here...
