THE BEST TEAM

Naruto by Masashi Kishimoto

The Best Team by Doni Ren

Warning : Gaje, Typo terutama, abal abal, ide pasaran, alur dipertanyakan dan OC..

Saya berusaha membuat karakter IC tapi apakah berhasil ? entahlah..

Genre : Adventure, Friendship, Mudah mudahan Romance nya dapat dan berusaha menyelipkan Humor (yang garing)

Pairing : NaruHina, SasuSaku dan yang lain mungkin menyusul..

.

.

.

Enjoy it !

Chapter 26 : Chunnin Exam Begins !

"Jinsoku : Supia Kogeki !"

BRAAARRR ! sebuah pohon langsung berlubang ketika sebuah tombak bersinar terang menembusnya tanpa ampun. Pengguna jutsu tadi, seorang bocah laki laki berwajah cantik dengan rambut keemasan yang diterpa matahari hanya terdiam menatap hasil jutsunya. Midoru Shizukesa, nama bocah tersebut berbalik dan menghadap senseinya.

"Hanya itu jutsu khas klan kami yang bisa kupraktekan, sensei.." kata Shizukesa. Jiraiya manggut manggut mengerti.

"Hm..sebagai bocah yang berumur 13 tahun itu cukup bagus. Kudengar klanmu adalah klan yang mewarisi sisi berlainan dari hati.." kata Jiraiya. Dia mengacungkan telunjuknya sambil berpikir.

"Jika Uchiha, anak pertama Rikudou Sannin diwarisi kecerdasan dan Doujutsu yang hebat. Senju, anak bungsu diwarisi tubuh yang kuat dan perasaan cinta..maka anak kedua.." Jiraiya menatap Shizukesa

"Midoru..anak kedua Rikudo Sannin diwarisi Doujutsu dan perasaan hati manusia yang dijadikan elemen kekuatan mereka.."

"Rasanya, mendengar dongengmu tentang asal usul kami membuatku berpikir..anak kedua lebih kuat dari pada kakak dan adiknya.." kata Midoru. Jiraiya tertawa pelan.

"Hehe..ya, memang benar. Sang petapa enam jalur memberikan kekuatan istimewa kepada Midoru yang menjadi penengah antara perkelahian Uchiha-Senju. Rikudou Sennin mempercayakan perdamaian antara dua anaknya kepada anak keduanya, yaitu klanmu..Midoru.." Jiraiya menghela napasnya "..Midoru artinya sendiri adalah tengah. Sang penengah perkelahian.."

"Jika Uchiha punya Doujutsu terhebat sharingan.." Midoru menatap ke arah tanah berwarna kecoklatan tersebut "..Senju punya kekuatan tubuh yang hebat..maka seperti kata sensei..Doujutsu kami apa ?"

Jiraiya tersenyum "Sebuah kekuatan yang hebat.." Jiraiya mengelus kepala anak didiknya tersebut "..Tapi kau akan susah menguasainya, butuh kekuatan dan latihan serta chakra yang hebat untuk menguasainya.."

"GEZZ..JANGAN MENGELUSKU SEPERTI ITU ERO-SENNIN !" teriak Midoru kesal. Jiraiya tertawa mendengar protes Shizukesa.

"HAHAHA..AKU TAK SABAR MEMBUAT NOVEL BARU !" Jiraiya menatap pohon yang telah dilubangi Shizukesa "Oh ya..ujian Chunnin mungkin sudah dimulai.."

.

.

.

Hembusan pelan angin mengalirkan tenang suasana di sungai Konoha siang itu. Dua bocah berumur 13 tahun dengan marga berbeda duduk bersantai di tepi sungai sambil menatap aliran sungai di depannya.

"Aku tidak menyangka Konoha begitu licik.." kata Naruto dengan wajah kecewa "..Aku tidak menyangka mereka ikut dalam pemberontakan di Kerajaan Jueru.."

Sasuke melirik sekilas ke arah temannya tersebut. Naruto mengambil sebuah batu dan melemparkannya secara mendatar ke arah sungai.

"Cih..tidak sampai seberang dattebayo !" kata Naruto. Sasuke kemudian mengambil sebuah batu dan melemparkannya.

PLOK ! PLOK ! PLOK ! lemparan mendatar Sasuke yang cepat pun membuat batunya berhasil sampai ke seberang sungai. Naruto menghela napasnya.

"Sialan..kau selalu lebih unggul dari pada aku.." kata Naruto.

"Tidak.." kata Sasuke datar. Mata Naruto bersinar begitu mendengar kata kata penolakan Sasuke atas pujiannya..

"Maksudmu keunggulanmu itu hanya keberuntungan ?" tanya Naruto senang.

"Tidak..kau tidak bisa mengungguliku.." kata Sasuke datar.

'Sudah mengejek, datar lagi..keparat !' batin Naruto kesal. Sasuke tersenyum.

"Hn..tapi tetap saja kau teman yang menarik Dobe.." kata Sasuke. Uchiha terakhir itu berdiri sambil menatap sungai masa kecilnya.

"Dan jujur saja, aku senang berteman denganmu.." kata Sasuke. Mata safir Naruto melebar. Hatinya merasa gembira. Ada orang yang benar benar mengakuinya. Mengakuinya dengan tulus.

"Kau berjanji kepadaku untuk membantu membunuh orang yang kubenci.." Sasuke memasukkan kedua tangannya ke dalam celana pendek putihnya "..Aku juga akan membantumu menghancurkan Konoha jika kau mau menghancurkan desa ini.."

"KE-KENAPA ?!" teriak Naruto kebingungan. Dia langsung berdiri "KENAPA KAU INGIN MENGHANCURKAN DESA INI ! KAU KAN TIDAK DICACI MAKI DAN DILUKAI OLEH-"

"Karena kau temanku.." jawab Sasuke singkat "..Dan setelah kejadian di Kerajaan Jueru aku berpikir Konoha bukanlah desa yang baik.."

Mata onyx Sasuke berkilat tajam "Bahkan mungkin ada sejuta rahasia yang tidak kita ketahui.."

Naruto menelan ludahnya. Kata kata Sasuke benar. Naruto mengambil sebuah batu dan melemparkannya secara mendatar.

PLOK ! PLOK ! PLOK ! batu tersebut sampai di seberang sungai dengan sempurna.

"Heh..kurasa kau benar.." kata Naruto "..Dan aku sudah sampai di seberang, Teme.."

.

.

.

Semua Jounin di Konoha berkumpul di aula pertemuan Hokage. Sandaime menghisap cerutunya dengan santai. Dia menatap semua Jounin tersebut.

"Baiklah.." Sandaime menaruh cerutunya di atas sebuah asbak. "Kita akan mulai pembahasan pertemuan kali ini..kalian pasti tahu tentang isi masalah di sini bukan ?"

Para Jounin mengangguk mengerti. Sandaime kembali menghisap cerutunya "..Ujian Chunnin akan dimulai. Kita sudah sepakat bekerja sama dengan Sunagakure untuk menyelenggarakannya di Konoha. Sunagakure akan membantu penjagaan pada saat babak terakhir ujian. Beberapa desa juga sudah mengirim Genin mereka untuk ikut serta dalam ujian kali ini.." Sandaime kembali menaruh cerutunya ke asbak.

"Bukankah merepotkan berbicara sambil menghisap cerutu.." bisik salah seorang Jounin dengan alis tebal dan rambut bob, Maito Guy kepada Sarutobi Asuma, anak sang Sandaime.

"Biarkan saja..klan kami memang hobi mengeluarkan asap.." kata Asuma pelan. Kakashi hanya mendelik sedikit ke arah dua temannya tersebut.

"Dengan ini saya mengharapkan kepada kalian semua, para Jounin Jounin Konoha untuk berpartisipasi mensukseskan ujian tahun ini..sampaikan juga kabar ini kepada tim tim bimbingan kalian.." Sandaime menarik napasnya, kemudian menghembuskannya.

"Baiklah..tidak ada pertanyaan ?" tanya Sandaime.

SETT ! seseorang mengangkat tangannya dengan semangat. Sandaime terkejut dengan orang yang mengangkat tangan tersebut.

"Guy ? apa yang kau bingungkan ?" tanya Sandaime Hokage.

"Ano..apa tidak susah berbicara sambil merokok ?"

Hening..

Tik..

Tik..

Tik..

Dan pertemuan para Jounin kini benar benar hening.

~TBT~

Naruto menguap dengan sangat lebar di depan wajah Sasuke. Sang Uchiha hanya menatap datar wajah temannya tersebut. Sakura menggeram marah dan langsung memukul kepala Naruto.

"JANGAN MENGUAP SANGAT LEBAR DI DEPAN WAJAH SASUKE-KUN NARUTO-BAKA !" teriak Sakura kesal. Naruto mengelus elus kepalanya.

"Bisakah kau marah tanpa memukul kepalaku, Sakura-chan.." kata Naruto. Sakura hanya mendengus kesal.

"Hn..tidak apa apa Sakura.." kata Sasuke datar.

'Sa-Sasuke-kun meresponku ?!' batin Sakura senang 'CHAAAAA !'

"Naruto..menguaplah lagi.." kata Sasuke. Naruto memandang wajah Sasuke.

"Hmph..ada apa denganmu, Teme ?" tanya Naruto curiga.

"Hn.." kata Sasuke ambigu.

"HOAAAAHHH !" Naruto dengan sekuat tenaga (dan sengaja) menguap kencang di depan wajah Sasuke. Dan sang Uchiha dengan cepat melemparkan segumpal rumput ke dalam mulut Uzumaki tersebut.

"Ohok ! ohok ! hoeeekh !" Naruto terguling guling lalu mengeluarkan rumput tersebut.

"KAU GILA TEME ! BAGAIMANA JIKA AKU MATI GARA GARA RUMPUTMU ITU ! TIDAK ELIT-TTEBAYO !" teriak Naruto kesal.

Sasuke menghela napasnya 'Sensei bermasker itu lama sekali..' batin sang Uchiha.

POOF ! baru saja dibatin Sasuke, orang yang dimaksud datang dengan kepulan kepulan asap.

"Hai.." katanya dengan mata yang menandakan dia sedang tersenyum.

'Tanpa perasaan bersalah karena terlambat dia masih bisa berkata hai dan tersenyum..' batin semua anggota tim 7 kesal.

"Aku terlambat ya.." kata Kakashi.

"JELAS SEKALI SENSEI ! MUNGKIN KAU MERASA WAKTU ITU MELAMBAT 100 MENIT !" teriak Naruto kesal. Kakashi tertawa sambil menggaruk kepala belakangnya.

"Aku tersesat di jalan yang namanya.."

"Jalan Kapten Maida nomor 44 !" teriak Naruto kesal.

'Bodoh..' batin Sasuke dan Sakura sweatdrop.

"Haha..bukan itu Naruto..tetapi jalan yang bernama kehidupan.." kata Kakashi.

'Lebih bodoh..' batin Sasuke dan Sakura sangat sweatdrop.

"Ehem.." Kakashi membuka buku biadabnya "..Tujuanku mengumpulkan kalian bertiga adalah untuk memberitahu sesuatu.."

"JANGAN MEMBERITAHU SESUATU DENGAN MEMBACA BUKU BIADAB ITU SENSEI !" teriak Naruto kesal. Kakashi tidak memperdulikannya.

"Ujian Chunnin sudah dimulai..ujian yang akan menaikan level kalian ke tingkat yang lebih tinggi.." kata Kakashi.

'Ke tingkat yang lebih tinggi..berarti menuju kekuatan yang lebih kuat !' mata onyx Sasuke berkilat tajam '..Dengan menjadi kuat, aku bisa membunuh orang itu !'

'Aku akan menunjukkan kepada desa keparat ini kekuatanku yang sebenarnya dattebayo !' batin Naruto. Mata safirnya menyalakan kebencian.

Sementara Sakura yang melirik ke arah dua temannya memasang ekspresi khawatir 'Ada apa dengan mata mereka..mata mereka..mata mereka..'

Sakura merasakan hatinya mengatakan sesuatu pesan 'Mata mereka..mata para penjahat !'

"Ehem !" Kakashi lagi lagi berdehem "Jika kalian mengerti, aku akan langsung pergi.."

"Pergi ke mana sensei ?" tanya Naruto.

"Mempersiapkan ujian tersebut..sudah jelas semua ?" tanya Kakashi lagi. Ketiga Geninnya menganggukkan kepala.

"Baiklah..Jaa~"

POOF ! dan Kakashi menghilang dari pandangan ketiganya.

.

.

.

Naruto dan Sasuke menghela napasnya secara bersamaan. Naruto yang menghabiskan 5 mangkok ramen dan Sasuke yang hanya mampu menghabiskan secara normal satu mangkok saja kini bersandar di meja makan tersebut. Uang hasil misi misi mereka memang sangat berguna saat ini.

"EEEGGHH.." Naruto bersendawa "Kenyang-ttebayo.."

Sasuke segera mengeluarkan dompetnya dan memberinya kepada Paman Teuchi. Sang Uchiha segera keluar dari kedai ramen tersebut.

"E-eh, tunggu aku Teme !" teriak Naruto kesal. Bocah Uzumaki tersebut langsung meletakkan selebaran duitnya dan langsung keluar dari kedai ramen. " JAA PAMAN TEUCHI !" teriak Naruto. Dia langsung berjalan di samping Sasuke.

"Kenapa buru buru ?" tanya Naruto. Sasuke menghela napasnya.

"Aku mau latihan.."

"Heh..kau kan sudah kuat !"

Sasuke menatap temannya tersebut. Dia kemudian kembali menatap ke arah depan.

"Belum.." kata Sasuke datar "Belum cukup untuk melawan orang itu..". Naruto menaruh kedua tangannya di belakang kepala

"Orang itu memang kuat ya ?" tanya Naruto asal asalan. Sasuke tidak menjawab. Wajahnya tetap stoic seperti biasa.

"Elemenmu apa Naruto ?" tanya Sasuke mengubah arah pembicaraan. Naruto berpikir sejenak.

"Apa ya ? belum tahu dattebayo !" kata Naruto "Mungkin air ?"

"Sembarangan..aku lebih cenderung elemenmu ke angin.." kata Sasuke.

"Wao angin.." Naruto menggaruk kepala belakangnya "Heh..aku saja belum tahu elemenku. Bagaimana nanti perjalananku di ujian Chunnin ?"

"Kau pasti lolos.." kata Sasuke datar "Jutsu Shodaime dan Yondaime Hokage kau kuasai. Sepatutnya dua jutsu itu adalah jutsu yang susah.."

"Berterima kasihlah kepadaku ku Gaki, karena dengan kesabaranku maka kau bisa menguasai jutsu tersebut.." kata sebuah suara di telinga Naruto.

"Terserahmu.." kata Naruto asal asalan. Kurama yang mendengar respon Naruto shock.

'Be-beraninya bocah ingusan seperti dia mengejek seekor Bijuu terkuat tanpa perasaan bersalah !' batin Kurama murka 'Dasar bocah keparat !'

"Gomen Kurama..tadi bercanda.."

Kurama tersentak mendengar kata kata Naruto.

"Kita kan teman..dan teman biasanya bercanda..dan satu lagi.."

Kurama begitu terkejut mendengar penjelasan Naruto.

"Arigatou kurama.." kata Naruto tulus. Mata sang rubah membulat shock. Namun perlahan lahan mulutnya menyeringai..

'Heh..bocah yang menarik..' batin sang Kyuubi.

Sementara Naruto dan Sasuke kembali terdiam dalam perjalanan.

.

.

.

"Ujian Chunnin tahun ini sudah dimulai dan akan diselenggarakan di desa Konoha.." kata seorang pria paruh baya dengan sebuah kain putih yang menutupi matanya.

"Kalian bertiga sudah tahu tugas kalian bukan ?" tanya pria tersebut. Ketiga orang yang ditanya menganggukkan kepalanya.

"Temari, Kankurou..tetap jaga Gaara sampai penghancuran Konoha dimulai ! kita harus berkoordinir dengan desa Oto dalam rencana ini..dan Gaara.." pria yang bernama Baki tersebut menatap seorang anak laki laki berambut merah dengan tajam

"Tetap tenang sampai saat itu tiba.."

Anak laki laki yang berambut merah dengan bulatan hitam disekeliling matanya hanya menatap dalam diam. Gaara, nama bocah tersebut hanya membalas tatapan pemimpin timnya.

Sepasang mata kebencian yang terbaru muncul ! mata kebencian Sabaku no Gaara !

~TBT~

"Monster.."

"Anak tidak berguna.."

"Mati saja kau !"

"KAMI TIDAK PEDULI AYAH DAN IBUMU SEORANG PAHLAWAN..KAU TETAPLAH MONSTER GILA YANG MENGHANCURKAN DESA KAMI.."

"..DAN MEMBUNUH KELUARGA KAMI !"

DEG. Mata safir itu terbuka lebar. Keringat dingin menyelimuti tubuhnya. Uzumaki Naruto langsung bangkit dari tidurnya dan menatap ke arah luar. Pagi telah menyapa. Suara ayam bersahutan menyuruh bangun. Naruto pun mengusap kedua matanya.

"Hahh.." sang Uzumaki kemudian menguap. Dia turun dari ranjang tidur dan berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka.

Naruto berjalan dengan limbung ke kamar mandinya. Rasa kantuk masih melekat di matanya. Setelah sampai di kamar mandi dia langsung membasuh wajahnya.

Naruto menatap bayangan wajahnya di gelombang air bak mandi. Itukah wajah seorang monster ?!

Raut wajah sang Uzumaki berubah sedih. Dia..dia sama seperti anak lainnya. Seorang manusia. Memiliki kedua mata, hidung, mulut dan kenormalan kenormalan lainnya sebagai manusia. Hanya ada tiga garis di pipinya yang menandakan dia seorang Uzumaki Naruto.

Naruto menelan ludahnya lalu berjalan keluar kamar mandi.

Mata safirnya menatap kalender tanpa sengaja..hari senin..

Tanggal 14 di bulan ketiga.

'Matte ?!' Naruto seperti melupakan Sesutu 'I-ini..'

"AAAHHH ! PENDAFTARAN UJIAN CHUNNIN DATTEBAYOOOOOO !"

Dan apartemennya ribut pagi itu.

.

.

.

Sasuke menatap datar ke arah berkas pendaftarannya. Sekarang jam delapan pagi lewat lima puluh menit. Sepuluh menit lagi pendaftaran Ujian Chunnin akan ditutup. Sasuke memandang semua orang yang berkumpul di situ..tidak ada si rambut kuning dengan mata safir sebiru laut.

'Si Dobe itu ke mana ?' batin Sasuke.

"Sasuke-kun !"

Sasuke menoleh. Tampak Sakura berlari ke arahnya.

"Sudah mengambil formulirnya ?" tanya sang gadis musim semi. Sasuke menganggukkan kepalanya.

"Sudah mengumpulkan ?" tanya Sakura.

"Mengisinya saja belum.." jawab Sasuke datar. Mata onyxnya masih mencari sosok Naruto..tiba tiba..

"DATTEBAYOOOOO !"

Terdengar suara cempreng yang mengagetkan orang orang di situ, termasuk Sakura..kecuali sang Uchiha.

"Na-Naruto ?!" kata Sakura bingung.

"MINGGIR ! MINGGIR DATTEBYO ! HEI PANTATMU MENGHALANGI JALANKU !"

Alis Sasuke sedikit berkedut melihat kebodohan partnernya tersebut.

"Ugh..sialan !" Naruto berlari kencang..tiba tiba dia merasakan sesuatu yang tidak beres di bagian bawahnya. Naruto kini sudah berlari mendekati Sasuke-Sakura.

"Naruto, resletingmu.." kata Sasuke datar.

Naruto berhenti dengan wajah horror sambil menoleh ke arah Sasuke.

"Kau memperhatikannya..berarti kau.."

Sasuke terdiam menatap kawannya tersebut 'Kawan kurang ajar..masih mau kuperingatkan..' batin Sasuke kesal.

JREET ! dengan cepat Naruto menarik resletingnya dan berlari ke arah panitia yang berada di depan gedung Akademi. Sementara Sakura mendesah kesal.

"Dasar..dia memang baka.." kata Sakura. Sasuke tersenyum.

"Ya..begitulah seorang Uzumaki Naruto.." Sasuke menoleh ke arah Sakura.

"Hn..ayo kumpulkan bersama..tetapi kau harus menungguku mengisi biodatanya.."

Mata Sakura membulat. Dia tidak percaya atas pendengarannya, UCHIHA SASUKE MENGAJAKNYA MENGUMPULKAN BERKAS BERKAS PENDAFTARAN UJIAN CHUNNIN BERSAMA SAMA ?! memang lebay sih..hanya mengumpulkan berkas pendaftaran tersebut bersama sama..tetapi..

'CHAAAA ! INI KESEMPATAN BESAR DARI SATU JUTA KESEMPATAN ! BERIKAN YANG TERBAIK SAKURA !' batin Sakura bersemangat.

.

.

.

Uzumaki Naruto lah yang terakhir kali mengumpulkan biodatanya. Walaupun begitu, suasana Akademi masih ramai. Naruto menoleh ke arah Sasuke dan Sakura lalu segera menghampiri mereka berdua.

"Oy pasangan di sana !" teriak Naruto. Sontak wajah Sakura sedikit memerah, sementara Sasuke mendengus kesal.

"Makan ramen ?!" tanya Naruto langsung.

'Sudah kuduga..' batin Sasuke dan Sakura bersamaan.

"Wah..kenapa wajah kalian menjadi kusut.." kata Naruto kebingungan.

"Ramen tidak bagus untuk kesehatan.." kata Sakura. Ada benarnya juga.

"Hn, tomat lebih enak dari pada ramen.." jawab Sasuke datar.

'Sudah melenceng, datar pula jawabannya..' batin Naruto kesal kepada partnernya tersebut.

"Uchiha Sasuke.." sebuah suara menginterupsi pembicaraan Tim 7. Mereka bertiga menoleh ke sumber suara.

Tampak sosok 3 Genin seperti Tim 7 berdiri di depan mereka, yang paling depan..dengan rambut gaya mangkok aneh dan alis tebal serta bermata bulat, mengacungkan jempolnya ke arah Sasuke.

"..Salam kenal ! aku Rock Lee..aku sudah mendengar tentang kemampuanmu karena kau klan Uchiha !" kata Lee sambil memamerkan deretan giginya. Naruto langsung merangsek maju.

"Aku dari klan Uzumaki juga terkenal !" kata Naruto percaya diri.

Hening..

".."

".."

"Hn..wajahmu ditakdirkan menjadi orang lemah.."

Pelipis Naruto berdecit ketika mendengar seseorang mengatakannya lemah. Dia menatap orang tersebut.

DEG. Jantung Naruto sedikit bergetar..mata itu..

"Matamu seperti mata Hinata, anak kecil yang dulu kutolong di bukit Hyouko.." gumam Naruto. Anak laki laki yang dimaksud Naruto mengerling ke arahnya. Rambut sepunggung yang diikat serta mata Byakugan khas Hyuuga. Hyuuga Neji, sang keluarga dari kelas bawah yang sangat mempercayai takdir. Neji hanya mendengus kesal dan kembali menatap Uchiha Sasuke yang kini dijadikan objek timnya.

"Aku Ten Ten.." kata seorang gadis cantik bercepol dua.

"Tidak ada yang menanyaimu-ttebayo.." kata Naruto dengan nada tanpa dosa.

"A-AKU KAN HANYA MENGENALKAN DIRI !" teriak Ten Ten kesal "Heh..dan ini Neji.." kata Ten Ten sambil memperkenalkan Neji.

"Ada urusan apa kalian kemari ?" tanya Sasuke. Mata onyxnya menatap tajam ketiganya, terutama Neji yang berwajah angkuh.

"Tidak !" kata Lee sambil menyengir "..Kami hanya ingin memperkenalkan diri..siapa tahu di babak individu salah satu dari kami bisa melawanmu dan kita tidak perlu repot repot memperkenalkan diri lagi !"

"Hn.." Sasuke hanya mengeluarkan kata ambigunya. Naruto merangsek maju

"O-oy..jangan cuma Sasuke saja ! aku juga kuat tahu !" kata Naruto kesal.

"Wah..kau kan memang baka dari dulu, pembuat onar.."

Yang lainnya menoleh ke sumber suara. Tampak tim 8..Inuzuka Kiba, Aburame Shino dan Hyuuga Hinata berjalan meramaikan suasana.

"APA KAU BILANG PENYUKA ANJING ! BAUMU LEBIH MEMUAKKAN DARI PADA KOTORAN PELIHARAANMU ITU DATTEBAYO !" teriak Naruto dengan wajah mengejek.

'A-apa dia bilang..' alis Kiba berkedut kesal "KAU BAHKAN LEBIH JELEK DARI PADA WAJAH AKAMARU !" teriak Kiba sambil menunjuk wajah Naruto.

"GUK !" dan tampaknya Akamaru membenarkan omongan Kiba.

"Na-Naruto-kun.." kata Hinata pelan dengan wajah memerah.

"Ah..hai Hinata..apa kabar ?!" kata Naruto sambil melambaikan tangan ke arah Hinata. Sontak wajah sang pewaris Souke memerah.

"A-ano..ano..a..aku..aku.." Hinata tiba tiba menjadi sangat amat gagap. Terdengar sebuah suara dengusan..Hinata menoleh ke sumber suara tersebut.

Tampak Neji yang memandang rendah ke arahnya..Hinata langsung tertunduk.

'Neji nii..'

"Seseorang yang tidak memperhatikan kawannya dengan benar dan tidak merasakan kehadirannya bukan teman yang baik dan-"

"ARRRGH !" Kiba dengan cepat menginterupsi kata kata Shino "AKU TIDAK MENGERTI APA YANG KAU BICARAKAN !"

'Cara berbicaranya memang merepotkan..' batin Naruto, Sasuke dan Sakura sambil menatap Shino.

"Mendokusai ne..ada acara apa ini.."

Semuanya menoleh lagi ke sumber suara. Tampak 3 Genin sebaya mereka berjalan mendekati. Yang satu anak laki laki berwajah malas, yang satu anak laki laki bertubuh besar, dan yang satunya lagi seorang anak perempuan dengan rambut pirang dikuncir satu ke belakang.

"Ino.." kata Sakura. Yang dipanggil Ino berkacak pinggang

"Heh..enak ya Sakura..kau bisa mendekati Sasuke-kun tiap hari ?" tanya Ino dengan nada mengejek.

"Memang enak.." kata Naruto. Ino menatap tajam ke arah Naruto.

"Aku tidak ada urusan denganmu, baka !" kata Ino. Naruto mendengus kesal.

"Hahh..merepotkan..aku lebih baik melihat awan dan memejamkan mata.." kata seorang anak dengan rambut seperti nanas.

"Lebih baik makan yakiniku Shikamaru..perutku selalu meronta ronta lapar.." kata anak yang bertubuh besar.

Shikamaru-si rambut nanas-memutar bola matanya "Sudahlah Chouji..jika kau banyak banyak makan maka kekuatan jutsumu akan lemah.." kata Shikamaru.

"Dan kau akan gen-"

Dengan cepat mata Shikamaru melirik ke arah Naruto. GREP !

Dan dengan secepat kilat juga Shikamaru dan Ino menutup mulut Naruto. Mata safir Naruto melebar kebingungan.

Shika dan Ino pun langsung melepaskan penutupan mulut mereka..Naruto menarik napasnya, kebingungan..

"Ada apa dattebayo ?" tanya Naruto.

"Jangan mengatakan kata kata itu, Naruto.." kata Shikamaru "Kau tahu kan waktu di Akademi..kata kata tabu bagi Chouji bisa membuat dia mengamuk.."

"Dan dia akan berkata 'aku hanya berbadan bulat saja !'..tidak salah sih begitu.." kata Kiba menimpali, dan Akamaru ikut membenarkan..

TAP..TAP..TAP..

3 orang Genin melangkah mendekati kerumunan tersebut..salah seorang di antara mereka mempunyai tatapan tajam yang sangat menusuk..

TAP..pijakan terakhir berhenti. Matanya menatap tajam gerombolan tersebut. Hanya satu yang akan disapanya..hanya satu orang yang harus mendengar perkenalan dirinya..

"Uchiha Sasuke !"

~TBT~

Semuanya menoleh ke arah sumber suara. Tampak berdiri 3 orang Genin dengan Hitai-ate yang berbeda. Lambang dari desa Sunagakure.

Anak laki laki yang pertama memiliki rambut merah dan mata yang mengerikan..terdapat warna hitam yang mengelilingi matanya serta wajah tanpa alis ditambah tato bertuliskan 'Ai' di dahi sebelah kirinya. Yang berada di kanannya adalah seorang anak laki laki denagn tato garis garis ungu di seluruh wajahnya. Dia memakai seperti sarung yang menutupi kepalanya dan baju yang hitam. Yang berada di kiri anak berambut merah tersebut adalah seorang anak perempuan dengan rambut kuning dikuncir empat yang memakai pakaian berwarna agak keputihan perak dan rok yang berwarna senada dan sebuah kain jaring jaring dipaha kirinya.

"Hn..apa ?" tanya Sasuke datar.

"Psstt..Teme, kau lihat matanya.." bisik Naruto ke telinga Sasuke. Sasuke yang mengerti maksud Naruto menatap mata berwarna jade tersebut. Sontak mata onyx sang Uchiha bergetar.

'Tatapan yang sama sepertiku..dan yang sama seperti Naruto..'

'..Tatapan kebencian..' batin Naruto. Naruto menelan ludahnya.

'Kesendirian..rasa yang mencekam hati..itu..mata itu sama seperti aku dan Naruto..' batin Sasuke. Sasuke tetap berusaha mempertahankan wajah datarnya.

"Aku Sabaku no Gaara.." kata anak berambut merah tersebut "..Aku menunggumu di babak pertarungan, Sasuke.." Gaara menunjuk Sasuke dengan jari telunjuk tangan kanannya..

"..Dan aku akan membunuhmu di sana nantinya !"

TASH ! TASH ! TASH ! semuanya shock mendengar kata kata Gaara. Naruto menelan ludahnya dan melirik ke arah partnernya 'Sasuke..'

Mata safir Naruto bergetar hebat. Sasuke tidak memasang ekspresi takut sama sekali. Sebaliknya, sang Uchiha malah tersenyum sombong.

"Heh..aku memegang janjimu.." mata onyx Sasuke berkilat tajam "..Sabaku no Gaara.."

Gaara menatap Sasuke kemudian langsung berbalik arah meninggalkan mereka..dua orang di sampingnya langsung mengikuti Gaara dan pergi dari area tersebut..

"HEI, KALIAN BERDUA BELUM MENGENALKAN DIRI !" teriak Naruto.

"Aku Kankurou.." kata yang anak laki laki penuh tato di wajahnya.

"Aku Temari.." kata yang perempuan berkuncir empat.

Tanpa menoleh ke belakang..perkenalan tim Gaara sudah selesai. Perkenalan yang sekaligus menantang seorang Uchiha Sasuke.

Naruto kembali melirik ke arah partnernya..

Sasuke menyeringai !

~TBT~

Hari tes pertama Ujian Chunnin menyapa para Genin Shinobi..

"DIBERITAHUKAN KEPADA SEMUA PESERTA UJIAN CHUNNIN UNTUK MASUK KE RUANGAN TES TERTULIS YANG BERADA DI KORIDOR KIRI ! SEKALI LAGI DIBERITAHUKAN KEPADA SEMUA PESERTA UJIAN CHUNNIN UNTUK MASUK KE RUANGAN TES TERTULIS YANG BERADA DI KORIDOR KIRI ! TERIMA KASIH !"

Suara sahut sahutan mulai terdengar pagi itu..semua peserta ujian Chunnin secara bergerombolan memasuki ruangan babak pertama ujian Chunnin.

Tes tertulis !

Naruto duduk dengan tidak nyaman di bangkunya. Dia melirik ke arah Sasuke..

'Kampret..Sasuke berada di bangku belakang kiri dan kami dipisahkan sejauh 4 bangku..' Naruto melirik ke arah Sakura "Oh Kami-sama..cobaan apa yang kau berikan ke hamba taatmu ini..kuso ! kuso ! kuso ! Sakura juga berada cukup jauh dari tempatku duduk !' Naruto mengacak rambutnya 'Mati aku..'

"Na-Naruto-kun.."

Naruto segera menoleh ke sampingnya. Tampak Hinata yang saling menaut nautkan kedua jari telunjuknya dengan wajah memerah.

"Wah..Hinata..kau ada di sini !" Naruto menghela napas bahagia 'Kami-sama memang adil..' batinnya happy mood.

BRAK ! pintu ruangan tertulis dibuka, lebih tepatnya didobrak dengan kasar oleh seorang Jounin berwajah angker dan dipenuhi luka luka di wajahnya. Semua peserta Genin menahan napasnya. Jounin tersebut menghempaskan lembaran soal denagn hentakan penuh di atas meja dan menatap tajam ke arah semua peserta Genin. Setelah Jounin itu masuk..segerombolan Jounin lainnya masuk dan langsung duduk di tiap tiap barisan meja. Pengawasan tingkat tinggi !

'Gila..bagaimana mau menyomtek..mi-misalnya aku tidak tahu jawabannya..' batin Naruto sambil meneguk ludahnya sendiri.

"Baiklah..sebelum dimulai tes ini..aku akan mengatakan peraturan sederhana.." kata Jounin tersebut. Matanya tetap konstan menatap tajam ke arah peserta Genin.

"Siapa yang ketahuan berbuat curang di tes kali ini maka akan langsung didiskualifikasi..dan siapa yang tidak mampu mengerjakan soal tes ini maka selamanya tidak akan bisa mengikuti ujian Chunnin seumur hidupnya.." Jounin tersebut tetap bergeming dengan tatapan pembunuh..

"..Siapa yang mau mengundurkan diri dari tes tahun ini maka diperbolehkan mengikuti ujian tahun depan ! aku beri nasihat.." Jounin tersebut menyeringai "..Tes tertulisnya sangat susah !"

Semua yang ada di situ menahan napasnya. Gila..benar benar gila..

"Aku beri waktu 1 menit untuk pemilihan sikap kalian ! keluar atau tetap di sini !"

GREEKK..terdengar suara kursi di geser, dan seorang Genin berjalan ke arah Jounin tersebut dan membungkuk hormat sebelum meninggalkan ruangan.

GREEKK..GREEEKK..GREEKKK..akhirnya berpuluh puluh suara kursi pun berderit. Beberapa Genin pun membungkuk hormat ke Jounin tersebut dan kemudian keluar meninggalkan ruangan. Jounin tersebut tersenyum..

Sementara Naruto..

'Sasuke tidak keluar..aku pun tidak keluar dattebayo !' batinnya. Dia melirik ke arah Sauske yang tetap tenang dan Sakura yang berwajah sedikit pucat. Tetapi tetap satu..timnya tidak pergi meninggalkan ruangan !

"Namaku Morino Ibiki..dan ada satu lagi yang akan kuberitahu kepada para peserta yang bertahan.." Ibiki menyeringai "..Barangsiapa salah satu anggota timnya ketahuan menyontek maka.."

Semuanya menahan napas..

"Dia bersama kawan setimnya didiskualifikasi !"

DEG. Semuanya merasakan detak jantung menubruk dada mereka..benar benar gila..benar benar gila..

Naruto memasang wajah horror. 'Jadi aku..apakah aku..apakah aku bisa menyontek !' batin Naruto pasrah. Sangat pasrah..

Ibiki langsung membuka kertas penutup naskah soalnya..

SREEK ! dengan cepat dia merobek segelnya, Ibiki menatap tajam ke arah peserta Genin tersisa..

"UJIAN, DIMULAI !"

.

.

.

Di lapangan rumput luas yang ditiup sang angin, tampak seorang anak laki laki berwajah cantik sedang berdiri dengan wajah penuh konsentrasi. Mata coklat keemasannya menatap tajam tangan kirinya. Helaian rambut di dekat telinganya bergoyang akibat belaian angin di daerah lapang tersebut. Midoru Shizukesa terus berusaha mengacakkan dan membuat bola chakra di tangannya.

"Ayo Rasengan !" kata Shizukesa kesal. Penguasaan untuk di tangan kirinya buruk.

"Jangan terlalu memaksakan diri, Shizu.." sang sensei, Jiraiya ero-sennin kini sedang menjilat ujung pensilnya, bersiap untuk menuangkan ide ide untuk Icha Icha Series. "Bahkan sang pencipta jutsu, Yondaime Hokage hanya bisa membuat satu konsentrasi Rasengan di tangan kanannya.."

"Dan aku yang akan menggunakan Rasengan di kedua tangan !" kata Shizukesa sambil tetap mengkonsentrasikan putaran chakra di tangan kirinya.

'Untuk tangan kanan aku dapat menguasainya dengan mudah..tetapi untuk tangan kiri..'

"HYAAAAAH !" Shizukesa menggelengkan kepalanya. Dia sudah menekan chakranya pada tangan kiri. Sebuah putaran putaran halus chakra mulai terbentuk di tangan kirinya. Jiraiya yang menatap sekilas latihan muridnya langsung memandang serius ketika melihat chakra chakra tipis berputar di tangan sang murid.

"Keluarlah..Raseng-"

BLAARRR ! tiba tiba chakra tersebut meledak dan Shizukesa terpental. Jiraiya kembali memasang wajah malas dan menatap karya novelya.

"GEZZ..DASAR SENSEI GAK GUNA ! COBA BERITAHU AKU SEDIKIT SARAN KEK ! NASIHAT KEK !" teriak Shizukesa dengan wajah kesal. Jiraiya menghela napasnya.

"Kau memang tidak setenang namamu, Shizu.." Jiraiya tetap serius dengan karyanya "Kenapa kau tidak bisa menggunakan Rasengan di tangan kiri ?"

"Karena aku belum terbiasa ?" kata Shizu asal asalan.

"Nah..kau tahu jawabannya.." Jiraiya kembali menulis novelnya.

"GEZZ..SENSEI, MATTE ! MAKSUDNYA AKU BELUM TERBIASA ITU APA ?!" tanya Shizu. Dia berjalan mendekati sang guru.

"Seseorang itu dilahirkan dalam keadaan dua kebiasaan..kebiasaan menggunakan tangan kanan dan tangan kiri. Misalnya dirimu, kau selalu menggunakan tangan kanan sebagai penopang kegiatan apapun yang kau lakukan. Tangan kanan untuk makan,tangan kanan untuk memegang benda ini.." kata Jiraiya sambil menunjuk pensilnya "..Tangan kanan untuk pengangkat pertama sebuah barang..dan tangan kanan untuk gerakan dari reflek reflekmu jika terjadi Sesuatu yang tidak disangka.."

"Maksudmu aku harus merubah kebiasaan tanganku dan menerapkannya pada kekuatan Rasengan.." kata Shizu menyimpulkan. Jiraiya menganggukkan kepalanya. Shizu tersenyum, sehingga membuat wajahnya sangat manis.

"Gezz..aku mau buang air besar, dan aku akan cebok dengan tangan kanan lalu makan dengn tangan kiri..sesuatu kebiasaan akan dimulai dari hal hal yang kecil !" kata Shizukesa bersemangat.

"Oy oy..bukan berarti tentang cebok dan makan kau harus menukarnya dengan seenaknya..aku katakan misalkan kepada kebiasaan reflek dan penopangmu pada tanganmu !"

"Aku tidak tahan lagi sensei..jaa !" Shizu pun langsung berlari ke dalam hutan. Jiraiya menghela napasnya.

'Hahh..wajahnya seperti sang ibu, kelakuannya seperti sang ayah..' Jiraiya menatap langit langit biru '..Dia sangat tidak sabaran. Tetapi aku ingat, Minato selalu mencoba menasihati Shijima agar selalu tenang dalam bertarung..Shijima dan Shizukesa, arti yang sama dan penyimpangan terhadap nama yang sama..heh, dunia benar benar berputar !'

~TBT~

Sasuke menatap datar soalnya. Alisnya berkerut. Ada yang tidak beres.

'Ini seperti soal setingkat Jounin. Sepuluh soal yang keterlaluan..' Sasuke melirik ke arah Naruto. Tampak partnernya tersebut hanya terdiam di kursi bagai patung dengan wajah memucat.

'Hn..aku saja tidak bisa, apalagi si Dobe itu..aku harap dia tidak mengacau..'

Sementara Naruto hanya berani melirik lirikkan matanya saja. Tampak semuanya sedang menulis sesuatu di kertas jawaban mereka. Uzumaki itu mengumpat di dalam hatinya, kenapa sepertinya dia harus bertindak atau sebelum jurang ketidaklulusan menariknya ke dalam.

'Tidak bisa ! jika aku ketahuan mennyontek maka Sasuke dan Sakura-chan juga akan..' Naruto menahan napasnya. Tetes tetes keringat terus mengalir di wajahnya. Pilihan yang sulit bagi Uzumaki tersebut.

Sasuke langsung berpikir cepat. Jika soal untuk ujian Chunnin ini sengaja dibuat susah bukan untuk dijawab melainkan..

'MELAINKAN UNTUK MENGETES KEMAMPUAN PESERTA !' mata onyx Sasuke membulat 'Dengan cara mengaplikasikannya dalam cara para peserta menyontek !'

TAK ! sebuah kunai melesat di kiri Sasuke. Sasuke hanya meliriknya sekilas.

"Kau dan anggota tim mu keluar !" kata Ibiki dengan tegas. Yang ketahuan pun langsung keluar bersama dua anggotanya.

Naruto menelan ludahnya. Dia melirik ke arah Ibiki yang lagi menatap peserta bagian kanan.

"Naruto-kun.."

Naruto mendengar bisikan itu, dia melirik ke arah Hinata "Ada apa Hinata.." bisik Naruto pelan.

"Li-lihat saja punyaku.." bisik Hinata. Naruto serasa ditimpa emas.

SETT ! sebuah kunai mengarah ke arahnya 'Tamatlah aku..' batin Naruto pasrah.

TAK ! kunai tersebut tertancap di meja yang berada di belakang Naruto. Murid yang duduk di meja tersebut terkejut.

"Kau..keluar bersama dua anggota tim mu !"

Naruto menelan ludahnya. Selamat. Kali ini dia benar benar selamat.

TAK ! TAK ! TAK ! belasan peserta dan timnya kini banyak yang meninggalkan ruangan tes akibat ketahuan dalam menyontek. Perlahan tapi pasti, tempat duduk di ruangan tersebut semakin berkurang..

Neji menatap tajam ke arah lembar jawaban di depannya. Byakugannya memang sangat amat membantu.

Lee dengan Ten Ten secara bersama dapat melihat jawaban yang lain dengan sebuah cermin yang dikendalikan oleh Ten Ten di langit langit ruangan.

Kiba menggunakan informasi dari Akamaru yang berada di atas kepalanya. Shino dengan bantuan para serangganya langsung mendapatkan informasi jawaban.

Seorang Genin asal ninja Otogakure bernama Kinuta Dosu mendengarkan ketukan pensil dari peserta lainnya. Sementara Shikamaru hanya mengerjakan soal yang dia suka (karena IQ nya memang tinggi) dan langsung tertidur begitu dia bosan. Kankurou bahkan menggunakan cara nekat dengan menggunakan boneka sebagai Jounin palsu, serta Gaara dengan kekuatan mata ketiga.

Uchiha Sasuke sudah mulai dengan sharingannya dan Uzumaki Naruto hanya bergeming dengan wajah penuh keringat.

"Waktu habis !" kata Ibiki.

"WEKHH ?!" Naruto merasakan pukulan telak di perutnya,

DIA TIDAK MENGERJAKAN SOAL SATU BUTIR PUN !

"Baiklah.." kata Ibiki dengan wajah datar "Kalian yang di sini lulus !"

! semuanya langsung terkejut begitu mendengar kata kata Ibiki, kecuali Sasuke dan Shikamaru.

"Hn..sebenarnya tujuan dari tes ini hanya ingin mengetahui kemampuan kami dalam menyontek kan ?" kata Sasuke tajam. Ibiki menyeringai.

"Heh..tampaknya kau menyadarinya, benar ! tujuan dari tes ini hanya ingin mengetahui sampai di mana kemampuan kalian..sampai di mana cara dan trik kalian dalam 'mengalahkan' soal soal. Bukan pertarungan yang sebenarnya. Dengan tes ini pula kami mencoba menilai pikiran mental kalian dalam tahap tekanan.." Ibiki membuka penutup kepalanya. Semuanya shock melihat luka luka di kepala botak tersebut.

"Ini akan menilai sejauh mana kalian dapat loyal dengan desa.." Ibiki kembali memasang penutup kepalanya tersebut.

"Dan sekali lagi kuucapkan, selamat !"

PRAAAANGG ! kaca jendela ruangan tes tertulis ujian Chunnin pecah. Seorang Jounin salto ke arah depan dan berdiri dengan sempurna. Rambut biru gelapnya diikat tinggi hampir menyerupai Sasuke. Matanya sangat tajam dan kejam serta pakaian ninja yang cukup seksi.

"Tampaknya Ibiki kurang tegas di babak pertama.." kata Jounin tersebut "Tetapi aku, Mitarashi Anko akan melihat darah perjuangan kalian !"

Semua peserta menelan ludahnya..

TBC

Author Note :

Rahasia Midoru Shizukesa saya buka perlahan lahan. Dari cerita di atas kita tahu kalau klan Midoru adalah anak kedua dari tiga bersaudara Rikudou Sannin. Untuk kemampuan spesifiknya akan mengikuti alur cerita.

Sesuai saran Icha, saya menggabungkan 3 chap sekaligus menjadi satu chap. Hasilnya begini..

Baiklah, untuk Afdal..hintsnya sudah saya sedikit tampilkan, tetapi saya harus mencari feel yang tepat.

Dan Yellow, terima kasih atas review anda. Icha tampaknya suka membaca review anda.

Lsamudraputra, tampaknya hampir sama..hanya saya pengubahan pada pertarungan nantinya..terima kasih ansya32 atas reviewnya..

So, MahardikaRBL..yap. Naruto-Sasuke akan meninggalkan desa. Icha menyampaikan pesan kepada saya dan dia mengatakan "Sama sama.."

Hm, Icha hanya saya tugaskan mengupdate karena waktu itu saya harus ke Thai karena ada suatu urusan.

Khf16, hm..Akatsuki mungkin lebih beraksi di tetralogi bagian keduanya. Hm, yap..Naruto-Sasuke memang akan keluar desa, Dark Yami Kugamawa..

Hm..akan saya berusaha pendekkan, munaeirucyiha..dan kun-cici naru, saya tinggal di Indonesia :) hanya berpergian sebentar karena ada suatu urusan.

Terima kasih semuanya..terima kasih atas review dan dukungannya..tanpa kalian, TBT ini tidak akan terus maju mengeluarkan chapnya..dan khusus untuk Uzumaki21, terima kasih atas sarannya tentang nama elemen Jinsoku.

Thanks for Icha karena kemarin kemarin sudah mengupdatenya, dan dia ternyata membaca datafile fic ini *menjitak Icha*..baiklah..akhir kata dari saya..

Please Review and Thank you..

Tertanda. Doni Ren.

Jutsu Update

Midoru Shizukesa :

Jinsoku : Supia Kogeki. Jinsoku adalah elemen cahaya. Kemmapuan Shizukesa membuat tombak cahaya yang bersinar terang berwarna keemasan.

Rasengan. Shizukesa berusaha membuat double Rasengan secara bersamaan,namun belum dapat menguasainya.

Preview the Next Chap :

"Jika kalian mau..membunuh pun boleh di babak ini.."/ 'Yang satu menyamar menjadi Naruto..yang satunya menyerang dengan dua shuriken dari arah kanannku..setiap tim mempunyai 3 yang terakhir..'/"Sudah..kita tetap pada rencana !"/ "TAPI AKU ADALAH ULAR !"/ "Kalian tidak kenal diriku..tampaknya di Akademi tidak diajarkan untuk menghormati para pahlawan. Heh..itu lah Konoha.."

Selanjutnya di The Best Team : Chap 27 : I'm Waiting You Two !

"..Jadi, Sasuke-kun..Naruto-kun.."/ "..Aku menunggu kalian berdua !"