" kenangan terindah bagiku" chap. 26

^^sebelumnya
Saat Kibum melihat apa yang dilakukan Shindong pada Kyuhyun, Kibum tersenyum dan menitikkan air mata, karena ia sangat merindukan sosok Eomma mereka.
" Eomma…aku sangat merindukan mu, Eomma" batin Kibum.
^^ Selanjutnya

" Hyung…" panggil Kibum
" Hm…"
" Apakah Kyuhyun bermimpi buruk akan kenangan 12 tahun yang lalu?" Tanya Kibum
" Molla saeng, hyung berharap itu hanya sebuah mimpi buruk bagi Kyuhyun, dan ia tidak ingat akan kejadian yang lalu. Hyung tidak ingin jika kenangan itu, hanya membuat kondisi Kyuhyun semakin memburuk" sahut Shindong dan masih menggenggam erat tangan Kyuhyun.
" Aku juga berharap yang sama sepertimu, hyung"
" O iya hyung, aku ada sebuah rencana, dan rencana ini adalah impian Kyuhyun yang terakhir, hyung" ujar Kibum yang masih berdiri di tepi kasur Kyuhyun
Shindong menatap Kibum, ia penasaran dengan rencana yang ingin disampaikan Kibum padanya
" Rencana apa itu?" Tanya Shindong

~KTB~

Hangeng duduk menyendiri di sebuah kursi panjang, yang terdapat di beberapa Lantai pada Mall miliknya. Ia menatap lekat pada seorang namja yang dengan setia mendorong kursi roda, di kursi roda itu terdapat seorang namja kecil yang cacat. Dengan setia namja itu mengajak namja kecil itu mengobrol, dan sesekali terlihat mengelus puncak kepala anak kecil itu dengan lembut.
Hangeng merasa iri pada sepasang kakak beradik yang berdiri tidak jauh dari tempatnya duduk saat ini. Namja itu saja dapat berbuat baik pada dongsaengnya yang cacat, sedangkan Hangeng berpikir, selama ini ia sama sekali belum melakukan apa-apa untuk membahagiakan Kyuhyun.
Hangeng teringat akan perkataan Donghae beberapa waktu yang lalu, saat itu Donghae mengunjungi Hangeng di kamarnya.
* Flashback *
" Hyung…"
" Ne, Donghae~ah…ada apa?"
Donghae menghampiri Hangeng yang sedang asik dengan beberapa File yang harus ia periksa di dalam Kamarnya. Donghae duduk di tepi kasur Hangeng.
" Hyung…"
" Ne…, ada apa? , sepertinya ada sesuatu yang penting" Tanya Hangeng dan menghentikan aktifitasnya , lalu menatap Donghae lekat.
" Apa hyung memberikan PSP pada Kyuhyun?" Tanya Donghae
" Nde, darimana kamu tahu?"
" Tadi tidak sengaja, aku mendengar Kyuhyun sangat kesal dengan pemberian yang hyung berikan padanya. Hyung…apakah kita sangat keterlaluan padanya?"
" Jadi …Kyuhyun tidak menyukai barang pemberianku?" Tanya Hangeng
" Aku juga tidak tahu hyung, aku hanya menguping dari balik pintu. Hyung…, kenapa kita selalu menyakiti perasaannya?, bahkan …selama ini…kita tidak pernah sekali pun membuatnya bahagia"
" Aku tahu…Kyuhyun tidak membutuhkan barang pemberian kita. …ia hanya menginginkan perhatian kita, hyung" Hangeng mendengarkan semua perkataan Donghae.

*Flashback End*
" Donghae benar…seharusnya sejak dulu, aku tidak membiarkan ego dan janji itu bertahan, dan hanya melukai hati Kyuhyun. Seharusnya…aku juga yang lainnya tidak membiarkan Taecyeon ajussi, berlaku yang tidak adil padanya. Bahkan…aku juga tidak mengerti, kenapa Taecyeon ajussi selalu menyalahkan Kyuhyun atas kematian Appa dan Eomma, bahkan selalu menyebutnya pembawa sial"
" Seharusnya aku juga yang lain, berani melawan Taecyeon ajussi, dan tidak membiarkan Kyuhyun dalam bahaya seperti ini" batin Hangeng.

~KTB~
Kyuhyun mulai membuka matanya perlahan-lahan, samar-samar ia melihat Shindong yang menyunggingkan senyum padanya, begitu juga Kibum.
"Kyuhyun~ah, gwencana?" Tanya Shindong
Kyuhyun mengangguk pelan, dan dengan berat ia memaksakan dirinya untuk tersenyum.
" Aku akan memanggil Dokter Sie Kyung" ujar Kibum
" Ne, aku akan menemani Kyuhyun disini" sahut Shindong
" Yee" Kibum segera ke luar dari ruang inap Kyuhyun, dan meninggalkan Shindong bersama Kyuhyun
" Kyu…,apa ada yang sakit?" Tanya Shindong cemas padanya
" Aniyo…" sahut Kyuhyun
" Kamu membuat kami sangat cemas,Kyu"
" Mianhe hyung"
" Gwencana"sahut Shindong dan mengelus kepala Kyuhyun lembut
" Hyung…"
" Ne"
"Hyung , kenapa Appa dan Eomma pergi meninggalkan kita?" Tanya Kyuhyun penasaran
" Appa dan Eomma pergi karena kecelakaan Mobil" sahut Shindong berbohong
" Cheongmal?, apakah kematian Appa dan Eomma berhubungan denganku?"
" Ani…, kenapa kamu bertanya seperti itu?" Tanya Shindong dan berusaha mungkin untuk menutupi kebenaran dari Kyuhyun.
" Molla hyung, hanya saja…aku bermimpi sangat buruk…Taecyeon ajussi selalu menyebutku pembawa sial" sahut Kyuhyun lesu
" Kyu…apapun yang Taecyeon ajussi katakan padamu, tolong jangan di hiraukan. Kamu mengerti?" pinta Shindong
" Eoh" sahut Kyuhyun
~KTB~
Saat Kibum berencana menemui Sie Kyung di ruangannya, tidak sengaja Kibum menguping pembicaraan Seo Woo, Hyun Bin dan Sie Kyung.
" Ini tidak bisa dibiarkan" mencak Sie Kyung
" Apa yang harus kita lakukan Dokter?, saya tidak ingin jika nyawa Kyuhyun dalam bahaya" ujar Seo Woo
" Kyuhyun…dalam bahaya?" gumam Kibum, tanpa mengetuk pintu Kibum langsung masuk dan memotong pembicaraan mereka.
" Apa yang barusan saya dengar itu benar?, apa Kyuhyun dalam bahaya?" Tanya Kibum
" Nde, tadi tidak sengaja Seo Woo mendengar seorang namja mengatakan bahwa ia telah menemukan keberadaan Kyuhyun" sahut Hyun Bin
" Ini pasti ulah Taecyeon ajussi. Dokter…, tolong lakukan apapun agar posisi Kyuhyun aman, dan mata-mata itu maupun Taecyeon ajussi tidak dapat menemukan Kyuhyun" pinta Kibum
" Ne, itu juga yang ingin kami lakukan Kibum" sahut Sie Kyung
" Kalau begitu, bagaimana jika Kyuhyun dirawat di rumah Dokter Sie Kyung saja" saran Seo Woo
" Nde, sepertinya di rumah Dokter lebih aman daripada di Rumah Sakit ini" tambah Kibum setuju dengan saran Seo Woo
" Aku setuju saja, tapi…saat ini Kyuhyun lebih membutuhkan perawatan intensif. Lagipula, Kyuhyun juga harus melakukan Kemoterapi dan terapi Ataksia nya. Jika Kyuhyun di rawat di Rumah, aku takut akan memperburuk keadaan Kyuhyun, karena fasilitas di rumah dan di Rumah Sakit berbeda Kibum~ssi" ujar Sie Kyung yang berdiri dan kedua tangannya menyentuh meja
" Yang dikatakan Sie Kyung benar, tapi…kita tidak mungkin membiarkan kondisi pasien dalam bahaya seperti ini" ujar Hyun Bin
" Lantas, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Kibum
" Apa Kyuhyun harus pindah Rumah Sakit lagi?" ujar Seo Woo
" Itu tidak perlu, sepertinnya aku tahu tempat yang tepat dimana Kyuhyun aman" sahut Sie Kyung
" Dimana itu?" Tanya Kibum juga Hyun Bin
" Universitas Inha"
" Mwo?" Kibum bingung kenapa Sie Kyung justru memindahkan Kyuhyun ke Universitas Inha
" Ah…aku mengerti kenapa kau ingin memindahkah Kyuhyun ke universitas Inha" ujar Hyun Bin yang mengerti maksud Si Kyung
" Kenapa harus Universitas Inha?" Tanya Kibum yang masih bingung
" Karena di Universitas Inha, ada sebuah Rumah Sakit khusus Kedokteran, dan disana juga banyak para Dokter yang cukup ahli di bidangnya, salah satunya adalah Samchon dari Dokter Sie Kyung" Seo Woo menjelaskan pada Kibum
" Apa disana benar-benar aman?" Tanya Kibum tidak yakin dengan saran Sie Kyung
" Paling tidak, disana ada Samchon ku yang dapat membantuku mengawasi keadaan Kyuhyun" sahut Sie Kyung
" Jika itu yang terbaik, saya setuju saja" sahut Kibum sedikit tenang

~ KTB ~
Sungmin dan Donghae duduk di depan nisan ke-dua orangtua mereka. Donghae meletakkan dua buket bunga di depan makam, sebotol soju menemani mereka.
" Appa…Eomma…, hari ini aku datang bersama Donghae" ujar Sungmin yang berdiri disamping Donghae
" Eomma…Appa…kami sangat merindukanmu" ujar Donghae dengan mata yang berkaca-kaca
" Appa…, kenapa kami begitu pengecut?, aku tidak tahu…, kenapa Taecyeon ajussi sangat membenci Kyuhyun" ujar Sungmin dan mengepalkan ke-dua tangannya
" Nde, selama 12 tahun, kami semua bersikap tidak adil pada Kyuhyun, Appa" tambah Donghae
" Bahkan nyawa Kyuhyun terancam, dan kami tidak bisa berbuat apa-apa" ujar Sungmin, kini air matanya mengalir begitu saja
" Appa pernah mengajarkan pada kami untuk menghormati orang yang lebih tua, dan kami pun melakukannya. Tapi…kenapa justru Taecyeon ajussi berlaku tidak adil pada Kyuhyun?!" ujar Donghae
" Aku benci dengan hidup seperti ini Appa…, aku ingin masalah ini segera berakhir, dan aku ingin…Taecyeon ajussi mendapat balasan atas apa yang telah dilakukannya pada Kyuhyun" tambah Sungmin
Kedua namja tampan itu memendam kemarahan yang tidak bisa mereka luapkan pada Taecyeon, hingga mereka hanya bisa diam, karena selain masih menghormati Taecyeon sebagai Samchon mereka, Sungmin dan Donghae juga masih menjaga perasaan Teukie.

~KTB~
Karena nyawa Kyuhyun dalam bahaya, kini Kyuhyun di pindahkan ke Rumah Sakit lain, Sie Kyung dan Teukie yang memiliki rencana ingin mengelabui mata-mata Taecyeon. Mereka melakukannya setelah 2 hari kemudian. Mereka tahu bahwa keberadaan Kyuhyun di Rumah Sakit Incheon telah diketahui oleh mata-mata Taecyeon.
Sie Kyung sengaja tidak mengubah nama yang tertera pada plat nama yang di huni oleh Kyuhyun sewaktu berada di kamar inap tersebut. Sie Kyung mengetahui keberadaan mata-mata Taecyeon saat Sie Kyung melihatnya berdiri di depan pintu masuk Rumah Sakit. Sie Kyung sengaja berpura-pura berjalan dan terlihat di depan mata-mata tersebut.
Dugaan Sie Kyung benar, mata-mata itu mengikutinya. Seulas senyum licik terukir di bibir Sie Kyung. Ia terus melangkah dan melangkah hingga ia masuk ke dalam sebuah Lift. Namja yang mengikutinya masuk ke dalam Lift yang berada di sebelahnya. Ketika pintu Lift mereka terbuka secara bersamaan. Namja itu melanjutkan tugasnya untuk mengikuti Sie Kyung. Langkah kaki namja tersebut terhenti ketika Sie Kyung masuk ke dalam kamar inap dan tertera nama Park Kyuhyun.
Namja itu segera mengirim pesan pada Taecyeon, di ruang mana Kyuhyun berada. Taecyeon begitu bahagia saat ia berada di dalam Mobil, dan menerima pesan dari salah satu mata-matanya.
" Kau tidak akan lepas dariku, Kyu" batin Taecyeon
Setelah Taecyeon meminta pada Sopir untuk mengantarkannya ke Rumah Sakit Incheon, kini ia tiba di tempat. Dengan mempercepat langkah kakinya, Taecyeon segera menuju kamar inap Kyuhyun.
Taecyeon melihat mata-matanya berdiri di depan kamar inap Kyuhyun, lalu Taecyeon segera menghampirinya.
" Ini dia, kamar inap Kyuhyun" Taecyeon tersenyum licik saat ia menatap nama yang tertera di sisi kiri pintu
Tanpa mengetuknya terlebih dahulu, Taecyeon membuka pintu tersebut. Sie Kyung menoleh saat melihat Taecyeon masuk ke ruang inap tersebut.
" Apa Anda keluarga pasien?" Tanya Sie Kyung
" Nde, saya adalah Samchonnya" sahut Taecyeon tanpa ragu
Taecyeon segera menghampiri seorang namja yang membuatnya terkejut. Ia melotot dan ia merasa malu karena telah mengaku sebagai keluarga dari seorang pasien yang sama sekali tidak ia kenal.
" Bu…bukankah…namanya Park Kyuhyun?" Tanya Taecyeon
" Nde, namanya memang Park Kyuhyun" sahut Sie Kyung berbohong
" Sepertinya…saya salah orang. Mianhe…" ujar Taecyeon yang wajahnya terlihat merah padam. Karena ia merasa kesal telah dibodohi oleh mata-matanya, sekaligus malu di depan Sie Kyung
" Ne, gwencana" sahut Sie Kyung setenang mungkin
Taecyeon pun segera ke luar dari kamar inap tersebut. Saat menatap mata-matanya, Taecyeon memukul keras kepala namja itu dengan tangannya.
" Pabo!, kau salah orang!, kau membuatku malu hari ini!, kau ku pecat!" bentaknya, lalu ia meninggalkan namja tersebut yang bingung, kenapa dia bisa salah orang.
~KTB~
Kibum yang mengetahui keinginan Kyuhyun, ia pun mendaftarkan nama Kyuhyun dalam pertandingan Lari antar Universitas. Pelatih Kyuhyun sebenarnya menolak permintaan Kibum, karena ia tahu Kyuhyun menderita penyakit Ataksia.
" Mian Kibum~ssi, bukannya saya menolak. Kamu kan tahu sendiri bagaimana keadaan Kyuhyun. Bagaimana bisa ia mengikuti pertandingan ini?"
" Saya yang akan membantu Kyuhyun, karena ini adalah keinginan Kyuhyun. Jebal…tolong saya untuk mengabulkan permintaannya" pinta Kibum dan berlutut di depan Pelatih Ahn
Pelatih Ahn melihat ada ketulusan di mata Kibum, hingga ia pun mengabulkan permintaan Kibum, dan nama Kyuhyun masuk sebagai salah satu peserta lomba.
" Berdirilah, aku akan memenuhi permintaan Kyuhyun"
" Cheongmal?"
" Nde"
" Gumawo…cheongmal gumapseumnida" ujar Kibum dan membungkuk beberapa kali sebagai rasa terima kasihnya
Jay Park menatap Kibum yang memelas di depan Pelatih Ahn, ia diberitahu oleh salah satu anak buahnya, bahwa Kibum mendaftarkan Kyuhyun sebagai salah satu peserta lomba.
" Kamu tidak akan bisa membantu Kyuhyun untuk mengikuti lomba itu Park Kibum!" gumamnya, lalu ia meludah sebelum ia meninggalkan Lapangan.
Jay Park pergi meninggalkan Lapangan bersama dengan anak buahnya. Ia memiliki rencana untuk mencelakakan Kibum. Setelah jam Kuliah telah usai, Kibum menemui Joo Kwon yang telah menunggunya di parkiran.
" Kajja…" ujar Kibum
" Eoh" sahut Joo Kwon dan masuk ke dalam Mobilnya.
Karena malas membawa Mobil, Kibum menumpang pada Joo Kwon. Sepanjang jalan ke-dua sahabat ini bersenda gurau, hingga mereka tidak sadar bahwa Jay Park mengikuti mereka dari belakang.
" Joo Kwon~ah, aku lapar. Bagaimana kita makan dulu di tempat biasa" ajak Kibum
" Ok" sahut Joo Kwon setuju
Joo Kwon memarkirkan Mobilnya di tepi jalan, Kibum ke luar terlebih dahulu daripada Joo Kwon, lalu disaat Kibum hendak menyebrang jalan, Joo Kwon melihat sebuah Mobil BMW berwarna hitam melaju cepat kearah Kibum.
" Kibum~ahhhh…awaaaaaaaaaaaaaaas" seru Joo Kwon, dan Kibum terdiam mematung karena shock.

~KTB~
Setelah 2 hari berpikir, kini Dong Gun dan Eun Suh telah mengepaki semua pakaian mereka. Kyuhyun yang baru saja pulang dari rumah tetangga, ia tampak bingung dengan ke-dua orangtua nya.
" Appa dan Eomma mau kemana?" Tanya Kyuhyun bingung dan menghampiri mereka
" Kita pindah hari ini juga, Kyu" sahut Dong Gun
" Mwo?, wae?, bukankah kita baru pindah 3 hari yang lalu. Kenapa sekarang harus pindah lagi?!" Tanya Kyuhyun kesal dan duduk diantara Dong Gun juga Eun Suh
" Karena rumah ini akan disewa oleh orang lain, Kyu" sahut Eun Suh berbohong
" Mwo?, bagaimana bisa?, bukankah kita sudah membayar biaya sewa rumah?!" ujar Kyuhyun dan berdiri , ia tidak terima jika mereka harus pindah
" Kita akan kembali ke Desa" ujar Dong Gun
" Desa?, Appa~ah…, aku ingin tinggal di Seoul saja. Aku tidak ingin kembali ke Desa" tolak Kyuhyun
" Kyu…, bagaimanapun juga kita harus kembali ke Desa" ujar Eun Suh tegas
" Tapi Eomma…"
" Kyu…, kenapa kamu keras kepala seperti ini!, di Seoul bukan tempat yang cocok bagi kita" bentak Dong Gun
" Aku tahu…, ini semua pasti karena ajussi itu!"
" Kyu!" bentak Eun Suh
" Sejak Appa bertemu dengan ajussi itu, Appa terlihat sangat mencurigakan!, Appa pasti sedang menyembunyikan sesuatu dariku, iya kan?!"
" Eomma juga sama seperti Appa…, kalian semua sama"
" Aku tidak suka jika dibohongi. Semenjak pertemuan itu, sikap Appa berubah. Kepindahan ini, pasti ada hubungannya dengan Ajussi itu!", sahut Kyuhyun keras kepala
" Nde, itu semua memang benar. Ajussi yang kau temui waktu itu, adalah Ajussi yang jahat. Ia adalah musuh Appa. Appa tidak ingin jika ia menyakitimu, Kyu" sahut Dong Gun
Kyuhyun terdiam saat Dong Gun meninggikan suaranya. Eun Suh yang berdiri disamping Dong Gun, ia mengelus punggung Dong Gun, agar amarahnya sedikit mereda.
" Kyu…jebal…untuk kali ini, penuhi permintaan Appa dan Eomma. Kita pindah dari Seoul, dan kita kembali ke Desa, eoh" pinta Eun Suh
Kyuhyun menatap lekat Dong Gun juga Eun Suh, walaupun hatinya masih tidak terima akan kepindahan itu, akhirnya Kyuhyun mau mengikuti kata-kata Eun Suh.
" Arasseo…untuk kali ini aku akan menuruti permintaan Appa dan Eomma, tapi…jika suatu hari Appa dan Eomma berbohong padaku, maka aku akan pergi dari rumah, dan tidak akan pernah kembali lagi" ancam Kyuhyun
" Ne…, kami janji…sekalipun kami tidak akan pernah membohongimu" sahut Dong Gun

TBC