Bleach © Tite Kubo
Bleach Fanfic Story – Dragon Ice and Wolf of Black Snow
Soul Society Arc
-I do not own Bleach-
Don't Like, Don't Read
Warning : TYPO, OOC, OC, AU, Etc
- Chapter 24 -
"My Lord!"
Unohana dan Isane terkejut melihat Akatsuki dalam mode serigalanya datang. Tubuh Serigala itu tampak sekali dipenuhi luka dan perban pada tangan, Kaki, perut dan dadanya. Terlihat masih ada darah yang keluar disana tapi serigala itu tidak memikirkan itu dan segera pada tuannya. Toshiro tersenyum dan memeluk Akatsuki dengan senang.
"Anda terluka!" Akatsuki panik melihat darah di dada kanan Toshiro. "Tolong tahan sebentar, My Lord!"
Akatsuki tidak menghiraukan tatapan terkejut dari Unohana dan Isane, yang terpenting untuknya adalah keselamatan dari tuannya. Serigala itu mendekatkan tubuhnya pada Toshiro dan mulai bersinar keunguan. Luka dalam Toshiro menghilang termasuk paru-parunya yang tertembus oleh pedang Gin.
Ketika sebagian besar lukanya hilang, Akatsuki berhenti. Dia mundur selangkah dan membungkuk dalam, "saya menyesal telah terlambat untuk menolong anda, My Lord! Maaf telah membuat anda dan Hyorinmaru-sama khawatir!"
"Hentikan Akatsuki, kau tidak terlambat. Aku masih hidup dan begitu juga kau, Hinamori akan baik-baik saja oleh Unohana-taichou" kapten itu meyakinkan serigala yang juga tampak penuh luka itu. Sepertinya dia memaksakan tubuhnya untuk bisa datang ke tempat itu. "kau tidak apa-apa dengan lukamu?" tanya Toshiro.
"Ini bukan apa-apa lagi, My Lord" jawab Akatsuki berdiri kembali dan mengangguk meyakinkan, Toshiro terlihat senang. Matanya segera berubah kembali serius sedetik kemudian, "kau bisa bertarung Akatsuki?" tanyanya. Akatsuki mengangkat kepalanya menunjukan mata merahnya yang berkilat, paham dengan apa yang dimaksudkan oleh Toshiro.
"Yes, My Lord..." jawabnya dengan berat.
"bagus..." Toshiro melihat pada Isane yang masih terdiam "lanjutkan beritahu semua orang. Tidak boleh ada darah orang tidak bersalah lagi disini..."
"H-hai!" Isane kembali melanjutkan.
Unohana melihat pada Toshiro dan juga Akatsuki. Mereka berdiri dan mempersiapkan diri mereka untuk pergi. "Nokage-fukutaichou?" katanya masih tak percaya "apa kau juga menggunakan boneka seperti Aizen? Bagaimana kau masih hidup? Aku juga memeriksa tubuhmu saat itu"
Akatsuki melihat padanya, Unohana bisa membaca ekspresinya. Sedih dan juga bersalah, sepertinya dia tidak ingin memberitahu hal itu. "Maaf, Unohana-taichou... Aku tidak bisa memberitahu tentang itu. Tapi bisa saya katakan kalau itu memang tubuh saya dan bukan hipnotis. Bukan seperti pengkhianat itu." Serigala itu terlihat sedih dan sedikit memalingkan wajahnya. Unohana tidak bisa memaksakan itu, setidaknya itu bukan hipnotis seperti Aizen.
"Tolong jaga Hinamori, Unohana-taichou..."
Toshiro dan Akatsuki memberi hormat sebelum mereka berdua menghilang dalam salju hitam dan putih. Setelah semua yang dilalui semenjak puluhan tahun bersama, Unohana menganggap keduanya seperti anaknya sendiri sama seperti Ukitake. Melihat mereka melakukan hal berbahaya dan mempertaruhkan nyawa membuat insting keibuannya gelisah tapi sekarang bukanlah waktu yang tepat. Sekarang dia hanya bisa berdoa agar keduanya tidak memaksakan diri dan berhati-hati.
.
.
Unohana Mother Hen Mode! Sorry ya, di updatenya banyak soalnya kasihan yang udah nunggu.
